Apa kabar almamater 2016?

Apa kabar almamater 2016? (mevi/perspektif)

Darussalam-Almamater merupakan identitas diri bagi mahasiswa. Indentitas tersebut menandakan pula dari mana mereka berasal serta menjadi suatu kebaanggan tersendiri terlebih saat menjadi Mahasiswa Baru disuatu universitas. Namun bagaimana jika almamater tak kunjung dibagikan? Apa penyebab dibalik keterlambatan tersebut? Lalu etiskah keterlambatan pembagian almameter ini terjadi?

Sangat disayangkan, namun faktanya hal ini yang terjadi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala terkhusus bagi angkatan 2016. Keterlambatan tersebut bahkan sudah berjalan hingga semester keempat terhitung sejak awal masuk ditahun 2016.

Jika dikaji kembali, hal ini bukanlah kali pertama terjadi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Pada tahun 2015 hal yang sama pernah terjadi, dimana angkatan 2015 tidak mendapat almamater diawal mula perkuliahan tetapi ditahun berikutnya.

Dilihat dari system pembagiannya, sebelum tahun 2015 pembagian Almamater dimulai dari Biro rektorat lalu diberikan kepada pihak Fakultas. Selanjutnya diambil alih oleh Wakil Dekan III dan kemudian diberikan kepada Pihak BEM FEB untuk meembagikan kepada Mahasiswa. Namun ditahun 2015 sistem pembagian almamater sedikit berbeda, dimana pembagiannya tak lagi ditangani oleh pihak BEM melainkan langsung oleh pihak Dekan Kemahasiswaan.

Sedangkan ditahun 2016 pembagian almamater kembali lagi pada system semula yaitu pengambilan almamater melalui pihak BEM FEB. jika ditinjau lebih lanjut pihak fakultas bahkan belum mempunyai ketetapan khusus mengenai almamater. Padahal hal ini harusnya menjadi perhatian khusus bagi Fakultas, mengingat sudah pernah 2 (dua) kali terjadi “keterlambatan” pembagian almamater di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.

Pihak BEM FEB 2018 menyatakan “Almamater angkatan 2016 sudah tersedia. Tetapi hanya sebagian dari totalnya.” Sangat disayangkan hingga saat ini almamater tersebut sepenuhnya belum berada dipihak BEM, sedangkan almamater untuk angkatan 2017 sudah dibagikan. “Keterlambatan ini bisa terjadi karena faktor miss komunikasi antara pihak dekan dengan pihak BEM sebelumnya”  lanjutnya.

Apa sebenarnya yang menjadi faktor sampai keterlambatan ini terjadi.? (AH, LZ)