Demisioner Hantam EKA 12 Dengan Skor 2-0

S__13844844

Tim Demisioner Himaka sebelum bertanding melawan EKA 12 (12/4/2016) (Foto: Dok. Panitia)

Darussalam – Pada cabang bola kaki Himaka Sport Olympics (HISO)2016, hari ini (12/4/2016) tim Demisioner berhadapan dengan tim EKA 12. Ada yang tak biasa pada bertandingan hari ini, yakni tim dari Demisioner diperkuat oleh Aminullah Usman (Mantan Direktur Utama PT. Bank Aceh dan Alumni Akuntansi). HISO 2016 sendiri telah berlangsung selama  10 hari sejak resmi dibuka di Zidane Futsal (2/4/2016) lalu.

Pertandingan berlangsung alot pada babak pertama, hingga peluit babak pertama skor masih menunjukkan telur bebek. Diperkuat dengan anggota demisioner antar leting lainnya, serangan demi serangan dilancarkan. Skor 1-0 dicetak oleh Khairizal (Wak Jal) melalui tendangan pinalti, Demisioner unggul satu angka. Pada babak kedua, Aminullah barulah memasuki lapangan dengan mengenakan seragam tim Demisioner berwarna merah muda.

230609a

Aminullah saat bermain memperkuat tim Demisioner (12/4/2016) (Dimas/Perspektif)

Bermain satu babak, Aminullah kerap melakukan crossing-crossing handal. “Meskipun usia sudah lanjut, namun tenaga tendangan pak Amin masih kuat. Ini sama seperti yang dikatakan abang leting dulu, kalau pak Amin pas kuliah itu Roberto Carlos nya EKA”, ucap mahasiswa yang menonton.

Belum genap 10 menit bermain, Mufied Alkamal sudah mencetak goal kedua tim Demisioner. Dengan goal tersebut, Demisioner menang atas skor 2-0 melawan EKA 12 dan melenggang ke pertandingan berikutnya.

Turnamen Himaka Sport Olympics (HISO) 2016 telah berlangsung selama  10 hari sejak resmi dibuka di Zidane Futsal (2/4/2016) lalu, dan final sepak bola serta penutupan akan diselenggarakan ekslusif di Stadion H. Dimurthala pada tanggal 23 April 2016 mendatang. (Dimas)

Pengumuman Pemenang Lomba Everyday Heroes Photo Competition 2016

Pemenang Everyday Heroess

Telah dilakukan penjurian Lomba Fotografi dengan tema ”Everyday Heroes

Hari Tanggal : Sabtu, 19 Maret 2016
Tempat : Kantor Redaksi LPM Perspektif
Acara : Lomba Fotografi
Jumlah Foto : 25 Foto

Juri: Hasbi Azhar (Fotografer kelilingACEH)

Dengan ini memberitahukan bahwa peserta tertulis dibawah ini sebagai pemenang lomba foto Everyday Heroes Photo Competition 2016.

Pemenang Juara I Lomba Foto Everyday Heroes 
– Oviyandi, Fakultas Dakwah UIN Ar-Raniry “PETUGAS KEBERSIHAN”

Pemenang Juara II Lomba Foto Everyday Heroes 
– Teuku Fachrulrazi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah “POTRET SEKELOMPOK NELAYAN”

Para pemenang harap dapat menghadiri penyerahan hadiah dan presentasi foto pada tanggal:

  • Hari/Tanggal: Senin, 21 Maret 2016
  • Pukul: 08.30WIB
  • Tempat: Area Hijau Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah (Belakang Gedung KPMG)

Tertanda
Juri

 

 

FEB UNSYIAH Gelar Raker Bersama

Rapat Kerja DPM FE 2016 (7/2/2016)(Fitri/Perspektif

               Rapat Kerja DPM FE 2016 (Fitri/Perspektif)

Darussalam – Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Syiah Kuala (DPM FEB Unsyiah) menggelar acara rapat kerja Keluarga Besar Mahasiswa bersama lembaga-lembaga internal, yang terdiri dari: Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang terdiri dari UKM BESTEK, UKM LPM Perspektif, UKM PA-LH METALIK, UKM EOC, UKM Inkubator, UKM LDK Al-Mizan, juga beberapa Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yaitu Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM), Himpunan Mahasiswa Prodi Pembangunan (HIMADIPA), Himpunan Mahasiswa Akutansi (HIMAKA), Islamic Economics Students Association (iESA), dan Forum-Forum D-3 Fakultas Ekonomi & Bisnis UNSYIAH yang bertempat di Balai Sidang Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Syiah Kuala, Minggu (7/2/2016).

Dihadiri oleh 63 mahasiswa yang beberapa diantaranya anggota DPM FEB Unsyiah, kegiatan ini mengusung tema “Sinergisitas Dalam Perencanaan Program Bersama”. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an, dilanjutkan dengan laporan ketua panitia, kata sambutan dari Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa, dan rangkaian terakhir yaitu pembukaan acara oleh Wakil Dekan III, Bapak Nashrillah Anis SE, MM. Setelah menyampaikan kata sambutan dan beberapa masukan untuk mahasiswa terkait beberapa hal mengenai kepengurusan periode 2016, acara formal ditutup dengan pembacaan do’a.

Perwakilan setiap lembaga memaparkan program kerjanya dalam bentuk presentasi dihadapan seluruh hadirin dengan total program kerja sebanyak 156 program yang berskala internal, lokal, regional wilayah, nasional serta internasional.

“Harapannya kegiatan ini dapat menyambung komunikasi yang baik dengan seluruh civitas akademika sekaligus menyinkronkan waktu penyelenggaraan kegiatan antara lembaga-lembaga terkait agar tidak terjadinya saling tumpang tindih diantara kegiatan-kegiatan yg akan dilaksanakan, juga untuk semua pihak baik eksternal dan internal dapat memberikan dukungan baik itu secara moril maupun materil untuk dapat mensukseskan kegiatan-kegiatan yang berkualitas kedepannya.” tutur Nuzul Tantawi selaku ketua DPM FEB Unsyiah. (FAA)

Jalin Silaturahmi, Demisioner HIMAKA Gelar Turnamen Futsal

Penyerahan Hadiah Oleh Fachry (Demisioner Himaka) (Foto: Dokumentasi Panitia)

Penyerahan Hadiah Oleh Fachry (Demisioner Himaka) (Foto: Dokumentasi Panitia)

Banda Aceh – Menjalin silaturahmi dengan anggotanya, Demisioner Himaka (Himpunan Mahasiswa Akuntansi) Unsyiah mengadakan turnamen futsal di Lapangan Futsal Fair Play, Seutui, Banda Aceh. Kegiatan yang berlangsung pada hari Minggu (3/1/2015) ini dimulai sejak pukul 15.00 WIB dengan memakai area lapangan vinyl.
Turnamen diikuti oleh 6 tim, yang setiap tim merupakan perwakilan dari leting masing-masing. Leting yang berpartisipasi diantaranya leting 2005, 2008, 2011, 2012, 2013, dan 2014.
Sportifitas menghiasi jalannya turnamen hingga babak final, yaitu leting 2013 melawan 2014. Setelah berkelut sengit, pertandingan final berhasil dimenangkan dengan skor 3-1 oleh leting 2013, sehingga Juara 1 diraih oleh leting 2013 dan Juara 2 ditempati oleh leting 2014. Sedangkan top scorer pada turnamen ini adalah Amalul Auni dari leting 2011.
“Acara ini diselenggarakan dengan tujuan menjalin silaturahmi antar leting Himaka,” ucap Mujinarko, selaku ketua umum Himaka terpilih periode 2016.

Peringatan 11 Tahun Tsunami: Empat Filosofi untuk Masyarakat Aceh

Doa bersama peringatan 10 tahun tsunmami di Masjid Raya Baiturrahman

Doa bersama peringatan 10 tahun tsunmami di Masjid Raya Baiturrahman, (Sumber: iloveaceh)

BANDA ACEH – Pemerintah Aceh melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh menggelar peringatan 11 tahun tsunami yang dipusatkan di Masjid Rahmatullah Lampuuk, Kecamatan Lhok Nga, Aceh Besar pada Sabtu (26/12/2015) lalu.

 
Kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Reza Fahlevi MSi menyebutkan, peringatan tsunami yang dipusatkan di Masjid Rahmatullah pada tahun ini bukan tanpa alasan, mengingat kawasan Lampuuk adalah salah satu daerah terparah hantaman gelombang tsunami dan telah banyak mendapat perhatian masyarakat internasional.
 
“Masjid Rahmatullah adalah satu-satunya bangunan yang berhasil selamat dari gelombang Tsunami. Masjid dengan desain dan arsitekturnya yang indah ini juga telah menjadi satu-satunya masjid yang paling banyak dikunjungi oleh wisatawan, baik nusantara maupun wisatawan asing lainnya khususnya wisatawan Malaysia di kawasan wisata pantai Lampuuk,” jelasnya.
Reza menambahkan, peringatan tsunami yang mengusung tema “Memajukan Negeri Membangun Masyarakat Siaga Bencana” juga diharapkan tidak hanya semata hanya untuk berkumpul, mengenang, bernostalgia dan berakhir begitu saja.
 
“Ada nilai-nilai dari setiap kegiatan peringatan tsunami yang perlu kita sampaikan ke masyarakat, yakni seperti refleksi, apresiasi, mitigasi dan promosi agar,” sebutnya.
 
Hal senada juga disebutkan Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh Rahmadhani MBus, selain upacara peringatan tsunami dengan menggelar zikir bersama dan tausyiah, kita berharap masyarakat juga dapat memahami empat filosofi dalam menyadari peringatan tsunami.
 
“Dengan adanya refleksi, kita terus berusaha menghindari perilaku lupa akan kejadian masa lalu yang pernah terjadi di Aceh. Peringatan tsunami juga menjadi momentum penting untuk selalu mengingat dan mengenang kembali keikhlasan, dukungan dan solidaritas yang pernah diberikan masyarakat global,” jelas Rahmadhani.
 
Hal lainnya yang tidak boleh dilupakan, sebut Rahmadhani, masyarakat Aceh harus mampu bersahabat dengan bencana untuk mitigasi.
“Mempelajari karakteristik bencana dan membangun kesadaran dan kewaspadaan diri menuju budaya siaga bencana menjadi sebuah keniscayaan dalam upaya mengurangi segala risiko bencana yang ditimbulkan. Dengan demikian pariwisata tsunami di Aceh menjadi media efektif dalam rangka memperlihatkan kepada masyarakat global, khususnya kepada wisatawan tentang kekuatan, ketahanan dan ketabahan masyarakat Aceh selama Tsunami,” tutupnya.*** (Sumber: iloveaceh)

Pemerintah Daerah Terkesan Lambat Dalam Menerapkan Sistem Accrual Basis

IMG_20151216_102846_HDR

Nelly Dikkifiana sedang memaparkan materi (16/12/2015) (Dimas/Perspektif)

Darussalam – Salah satu materi yang dibahas pada seminar Treasury Goes To Campus 2015 Rabu (16/12/2015) lalu di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) adalah Implementasi Accrual Basis pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah khususnya di Aceh yang disampaikan oleh Nelly Dikkifiana, S.E., M.Si., Ak. (Kabid. Akuntansi Dinas keuangan Aceh).

Dalam paparan materi yang ia sampaikan, saat ini penerapan sistem accrual basis di pemerintahan harusnya sudah diterapkan sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010. Namun dalam pelaksanaannya baru dapat dilaksanakan pada tahun 2015.

Lanjutnya, Nelly berkata pemerintah masih terkesan lambat dalam menerapkan sistem accrual basis, hal ini disebabkan karena beberapa hal seperti keterbatasan SDM (Sumber Daya Manusia) akuntansi pada SKPD/PPKD, SOTK SKPD/PPKD belum memadai untuk implementasi akuntansi akrual. Lemahnya pemanfaatan aplikasi akuntansi berbasis teknologi informasi, dan terdapat peraturan perundang-undangan yang belum sinkron.

Dalam sesi diskusi, salah satu peserta seminar bertanya, “Apakah ada manfaat diterapkannya sistem accrual basis, karena ada negara yang justru masih menggunakan sistem berbasis kas?”

Menjawab pertanyaan tersebut, Nelly berkata,“Saya melihat sistem accrual basis ini dapat merubah prilaku dari hal kecil menjadi hal besar, contoh kontrak dengan kondisi politisi aceh yang berubah-rubah, sehingga prilakupun akan sangat mudah berubah. Namun, dengan pelaporan berbasis akrual, pengguna dapat mengidentifikasi posisi keuangan pemerintah dan perubahannya, bagaimana pemerintah mendanai kegiatannya sesuai dengan kemampuan pendanaannya sehingga dapat diukur kapasitas pemerintah yang sebenarnya,” jawab Nelly sambil menutup sesi. (Ana)

Ini Hasil Pungutan Suara Pemira BEM Unsyiah di Fakultas Ekonomi

25000

Suasana Pemira di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (22/12/2015) (Ramadhan/Perspektif)

Darussalam – Pada pemilihan suara Pemilihan Raya (Pemira) di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (FE Unsyiah) pada hari ini (22/12/2015), berlangsung lancar dengan pengawalan dari pihak keamanan kampus. Pencoblosan yang bertempat di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala ini menjadi salah satu tempat demokrasi mahasiswa Unsyiah berlangsung.

Alhamdulillah, dari awal jalannya pengambilan suara di FE berjalan dengan semestinya meskipun kondisi waktu mulainya kegiatan terlambat 1 jam dari waktu yang seharusnya. Antusias dari mahasiswa FE sendiri terhadap kegiatan Pemira BEM Unsyiah ini juga sangat jelas terlihat dengan padatnya antrian pada tiap TPS (Tempat Pemungutan Suara),” pungkas T. Meurah Albar selaku Panitia Pemantau Pemira di Fakultas Ekonomi.

Dari hasil pungutan suara, terdapat 1116 pemilih yang memasukkan suara, sebanyak 1102 suara yang dinyatakan sah dan 14 suara rusak. Dari lima kandidat calon ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah, muncul nomor urut 2, Aditya Gunawan dengan perolehan suara terbanyak, yaitu sebanyak 747 suara diikuti oleh nomor urut 5, Hasrizal dengan perolehan 305 suara dan nomor urut 3, Muammar sebanyak 46 suara, sedangkan nomor urut 1, Heri Safrizal dan nomor urut 4, Zamdi Rahman hanya mendapat sebanyak 2 suara saja.

“Waktu penghitungan sangat tegang, dimana ke-5 calon masing-masing mempunyai suara. Walaupun pada akhirnya hanya dua calon yang mempunyai suara terbanyak. Kedua tim sukses dari kelima calon itu terlihat sangat tegang untuk menunggu hasil. Situasi itupun tidak jauh berbeda di TPS yg ada di fakultas lain. Pesta demokrasi bagi seluruh mahasiswa Universitas Syiah Kuala berjalan sangat damai, kita mencipatkan Pemira damai. Tidak ada terjadi kericuhan di setiap TPS, pencoblosan berjalan sangat damai dan lancar,” ujar Afif Zainuri, Ketua BEM FE Unsyiah sekaligus Pantia Pemantau jalannya Pemira Unsyiah. (Mad)

Treasury Goes To Campus: Menuju Laporan keuangan Pemerintahan yang Akuntabel dan Berkualitas

IMG_20151216_121952_HDR

Syahrawi Munthe sedang memaparkan materi seminar (16/12/2015) (Dimas/Perspektif)

Darussalam – Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) Kantor Wilayah Provinsi Aceh beberapa waktu lalu (16/12/2015) melakukan sosialisasi akuntansi berbasis akrual pada pemerintahan kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (FE Unsyiah). Treasury Goes To Campus 2015 kali ini bertema “Menuju Laporan Keuangan Pemerintahan yang Akuntabel dan Berkualitas” dengan mengambil tempat di Aula FE Unsyiah, dan dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa S1, S2, dosen, dan juga pihak rektorat.

Acara yang juga dihadiri oleh Rektor Universitas Syiah Kuala, Samsul Rizal ini diisi oleh empat keynote speaker yaitu Bakhtaruddin, S.E., M.M. (Kepala Kanwil DJPB Prov. Aceh) yang membahas tentang gambaran umum implementasi basis akuntansi akrual, Nelly Dikkifiana, S.E., M.Si., Ak. (Kabid Akuntansi Dinas Keuangan Aceh) yang membahas tentang implementasi accrual basis pada laporan keuangan pemerintah daerah, Dr. Syukriy Abdullah, S.E., M.Si., Ak. CA. yang memaparkan analisis kritis penerapan accrual basis pada laporan keuangan pemerintah daerah, serta  Syahrawi Munthe, S.Mn, SST, M.Ak, CMA (Kasi ASPLK) membahas tentang business processes implementasi accrual basis pada laporan keuangan pemerintah dengan step by step practices.

“Tahun 2015 akan terjadi perubahan basis akuntansi pada pemerintah provinsi dan seluruh pemerintah kabupaten/kota di wilayah Aceh, dari yang sebelumnya menggunakan sistem akuntansi berbasis kas menuju akrual (cash toward accrual basis) menjadi menggunakan sistem akuntansi berbasis akrual (accrual basis),” ujar Bakhtaruddin pada saat mamaparkan gambaran umum mengenai implementasi basis akuntansi akrual.

Pada saat ini, di pemerintahan mulai menggunakan akrual basis dalam pelaporan keuangannya. Hal ini sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2010 dikeluarkan menggantikan PP Nomor 24 Tahun 2005, dan dalam PP tersebut mengamanatkan bahwa penerapan akuntansi berbasis akrual secara penuh harus diterapkan pada Tahun Anggaran 2015.

“Acara ini sangat positif karena materi yang disampaikan merupakan materi yang sangat penting untuk mahasiswa akuntansi, dan seminar seperti ini harus sering-sering diadakan di kampus agar mahasiswa dapat lebih mengetahui informasi-informasi atau isu-isu terbaru tentang perekonomian,” ujar Moulisa, salah satu peserta seminar. (Ana)

Keputusan Aklamasi, Pemira BEM FE Dibatalkan

_DSC4934

Ilustrasi (Doc. Perspektif)

Darussalam – Ketika berita tentang Pemira (Pemilihan Raya) BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) santer terdengar di lingkungan kampus, beredar kabar bahwa pemilihan Calon Ketua Umum  BEM FE Unsyiah (Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala) dinyatakan  akan dilakukan secara Aklamasi. “Untuk Tahun ini FE Unsyiah tidak akan melakukan Pemira karena kami hanya mendapat satu orang calon selama pendaftaran calon dibuka”, ungkap Ketua KPR (Komisi Pemilihan Raya) BEM FE Unsyiah, Angga.

Angga beranggapan bahwa kurangnya kader yang maju dalam Pemira BEM FE Unsyiah bukan murni kesalahan dari KPR FE sendiri, melainkan kurangnya minat mahasiswa dan kurangnya kader di lingkungan kampus FE Unsyiah, “selama pendaftaran kami hanya mendapatkan satu calon, dan kami beranggapan bahwa kurangnya calon tahun ini disebabkan oleh kurangnya minat dari mahasiswa dan kurangnya kader di lingkungan kampus, padahal kami telah melakukan sosialisasi selama empat hari tentang Pemira kali ini” tegasnya.

“Walaupun terjadi kekurangan kader di Pemira kali ini, kami tidak menyalahkan organisasi mahasiswa karena kami mengawasi kinerja UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) maupun HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) dalam proses kaderisasi,” jelasnya lagi. Kekurangan kader bukan kali pertama terjadi sepanjang sejarah dilaksanakannya Pemira FE Unsyiah, 2 tahun lalu juga pernah terjadi hal serupa dimana hanya terdapat seorang calon tunggal, dan rapat KBM (Keluarga Besar Mahasiswa) menyatakan bahwa harus dilakukannya aklamasi.

Untuk tahun ini sendiri, calon tunggal Ketua Umum BEM berasal dari presidium HIMAKA (Himpunan  Mahasiswa Akuntansi) tahun 2014/2015, Agung Muhammad Arighi. Menurut Angga, seluruh elemen mahasiswa dipastikan akan mendukung penuh Agung sebagai calon Ketua yang baru karena menurutnya, Agung sudah dibekali pengalaman berorganisasi yang mencukupi, sehingga dirasa cukup untuk memegang tongkat estafet pemerintahan BEM FE Unsyiah tahun ini.

“Kita semua berharap semoga pemerintahan BEM FE Unsyiah kedepannya akan lebih baik lagi, mengisi kekurangan dari periode-periode sebelumnya, dapat mencetak banyak kader untuk sama-sama memajukan kampus kuning, kampus Ekonomi khususnya” sedangkan pelantikan ketua Umum BEM FE Unsyiah akan dilaksanakan dengan pelantikan bersama UKM, HMJ dan DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) setelah rapat pleno. “Kami rencanakan pertengahan bulan Januari,” tutupnya.  (JI)

IDX Berikan Sosialisasi Pasar Modal Kepada Mahasiswa

IMG_20151211_104457_HDR

Kepala Divisi Edukasi IDX Indonesia, Djoko Saptono memaparkan perbandingan investasi saham dengan investasi lainnya. (11/12/2015) (Dimas/Perspektif)

Darussalam – Jumat (11/12/2015) IDX kembali melakukan Sosialisasi Pasar Modal yang menyediakan sarana bagi mahasiswa untuk lebih mengenal mengenai bagaimana pasar modal di Indonesia di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala. Menghadirkan Djoko Saptono (Kepala Divisi Edukasi IDX Indonesia) dan Ananta Wiyogo (Presiden Direktur BNI Securities), sosialisasi kali ini memberikan pemaparan mengenai bagaimana investasi pasar modal di Indonesia.

Menariknya, tidak hanya para peserta yang hadir saja yang semangat, namun Said Musnadi, selaku moderator juga tak kalah semangat menanggapi soal pasar modal yang ada di Indonesia saat ini. Sembari menunjukkan tabel perbandingan investasi saham dengan investasi lainnya, Djoko Saptono mengatakan, “Pemahaman yang kurang pada masyarakat, membuat potensi investasi saham di Indonesia saat ini masih tergolong sedikit dibandingkan dengan negara lain meski sudah mulai berkembang. Namun ini tidak menjadi pengahalang untuk berkembangnya potensi bertambahnya investor-investor yang ada di Indonesia.”

Menyambung paparan Djoko, Presiden Direktur BNI Securities Ananta Wiyogo menambahkan mengenai menjadi investor saham, “sebagai investor, yang sangat dibutuhkan adalah informasi mengenai saham-saham yang beredar, serta kendali penuh akan informasi saham perusahaan yang kita miliki. Jika kita tidak tahu laporan resmi transaksi keluar masuknya saham dan dana sebagaimana fakta yang terjadi. Bisa saja ada transaksi-transaksi yang menguntungkan investor, tapi tidak dilaporkan oleh perusahaan sekuritas. Dan hal itu tidak bisa dibiarkan terus berlangsung. Dengan kartu AKSes inilah hak dan kepentingan investor dilindungi,” umbarnya.

Mahasiswa yang hadir sangatlah antusias, sebanyak lima pertanyaan terlontar untuk pemateri yang memberikan edukasi bagi mahasiswa-mahasiswa mengenai pasar modal di Indonesia. (DA)