Minggu Depan, Aceh Auto Contest Akan Pamerkan Berbagai Jenis Otomotif

Banda Aceh – Bagi kamu yang tertarik dengan dunia otomotif, untuk mengisi waktu weekend kamu minggu depan kamu bisa datang ke Aceh Auto Contest 2015 yang akan dilaksanakan dari 28-29 November 2015 di Pelataran Parkir Stadion H. Dimurthala Lampineung, Banda Aceh. Kegiatan yang di organisir oleh Economic Otomotif Club (EOC) ini telah menjadi tolak ukur aktifnya komunitas-komunitas yang ada di kota Banda Aceh, karena dari berbagai rangkaian acara, hadir berbagai komunitas dari berbagai daerah di Aceh saling unjuk kemampuannya memodifikasi kendaraan.

12265752_625568627582276_1041945908798166225_o

Dalam acara yang mengusung tema “Create Your Vehicle to Your Pride” ini menyajikan berbagai rangkaian kegiatan acara yang menarik, yaitu Car Modification, Car Limbo, Audio SPL, Photography Competition, Fashion Show, dan juga tampil beberapa band lokal.

“Di kompetisi Aceh Auto Contest ini akan memamerkan mobil-mobil dan kendaraan yang diikuti oleh komunitas-komunitas otomotif dari seluruh Aceh, bahkan luar Aceh. Saat ini saja sudah 30 mobil dari 15 komunitas yang dipastikan ikut berpartisipasi,” ujar Dd Alfis Yuanda, Ketua Pelaksana Aceh Auto Contest 2015.

Pendaftaran dibuka sampai dengan 25 November 2015 dan dapat dilakukan dengan mengunjungi Basecamp EOC di The Stone Coffee Lampineung atau langsung datang ke Sekretariat EOC di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala.

Informasi lebih lanjut dapat dengan menghubungi 082167701948 (Dd) dan 085370396129 (Syahrul) atau dapat mengunjungi halaman web www.economicotomotifclub.com. Kegiatan ini didukung oleh Fakultas Ekonomi Unsyiah, IMI Aceh, Kodam Iskandar Muda, Khupi Khop Teuku Umar, Danish, PT. Dunia Barusa, Safaraz Ban, ZOYA, Vivi Spa, PT. Kande Agung, Kupi Brownies Aceh, Mizan Coffee, Pamor Party, Central Plakat, Oz Radio Banda Aceh, Wisata Aceh, LPM Perspektif, dan Acehinfo.com.

Cepat Tepat Akuntansi & Berhitung Pajak, SMAN 10 Fajar Harapan Rebut Piala Bergilir

Suasana Lomba Cepat Tepat dan Lomba Berhitung Akuntansi Perpajakan PIA XVIII (Dok.Panitia)

Suasana Lomba Cepat Tepat dan Lomba Berhitung Akuntansi Perpajakan PIA XVIII (Dok.Panitia)

Darussalam – Dalam sepekan Pekan Ilmiah Akuntansi (PIA) XVIII yang bertempat di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, terdapat sejumlah 19 sekolah yang mengikuti Lomba Cepat Tepat (LCT) dan Lomba Berhitung Akuntansi Perpajakan (LBAP). Sekolah yang mengikuti lomba yang memperebutkan piala bergilir tersebut adalah SMAN 10 Fajar Harapan, SMA Labschool Unsyiah, MAN Model, SMA Methodist, SMKN 1 Banda Aceh, Fatih Putra, SMAN 5 Banda Aceh, SMAS Sukma Bangsa Lhokseumawe, Modal Bangsa Arun, SMAS Sukma Bangsa Bireuen, SMAS Sukma Bangsa Pidie, SMA Unggul Aceh Selatan, SMKN 1 Meulaboh, SMAN 2 Banda Aceh, Ruhul Islam Anak Bangsa, SMAN 3 Banda Aceh, SMAN 1 Lhokseumawe, SMAN Modal Bangsa, dan SMAN 1 Banda Aceh.

Dari sejumlah Sekolah Menengah Atas sederajat tersebut, tercatat 27 tim yang menjadi perwakilan dari sekolah-sekolah tersebut. Setiap sekolah memiliki 1 perwakilan tim, namun ada juga sekolah yang mengirimkan 2 perwakilan tim.

Penyerahan piala bergilir oleh ketua Prodi Akuntansi (Dok. Panitia)

Penyerahan piala bergilir oleh ketua Prodi Akuntansi (Dok. Panitia)

LBAP yang berlangsung pada hari Rabu (4/10/2015) lalu di Aula Fakultas Ekonomi Unsyiah, berlangsung dengan diikuti oleh 51 peserta dan diambil 3 juara. Pada lomba tersebut, juara 1 & 3 diraih oleh SMAN 10 Fajar Harapan dan juara 2 diraih oleh perwakilan peserta dari SMAN Modal Bangsa.

Sedangkan pada final LCT yang berlangsung pada hari Sabtu (7/10/2015) lalu ditempat yang sama, terdapat persaingan sengit antara 4 tim yang merupakan perwakilan dari tim SMAN 10 Fajar Harapan, SMA Modal Banga A, SMA Modal Bangsa B, dan SMA Methodist. Pada skor akhir, SMAN 10 Fajar Harapan berhasil unggul dari tim pesaingnya SMA Modal Bangsa A dan meninggalkan SMA Modal Bangsa B di posisi juara 3 dan SMA Methodist di juara 4. Penyerahan piala bergilir diserahkan langsung oleh Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Unsyiah, Dr. Nadirsyah, S.E., M.Si., Ak. CA. Tahun lalu, piala bergilir direbut oleh SMA Labschool Unsyiah. (DA)

Keenan Pearce; Act Local, Think Global

Keenan Pearce (Mizla/Perspektif)

Darussalam – Pada kegiatan “National Business Seminar” yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) beberapa waktu lalu (24/10/2015), Keenan Pearce selaku keynote speaker sempat memperbincangkan mengenai keadaan pengusaha muda Indonesia pada saat ini.

Mengapa banyak usaha yang menjadi sebuah trend namun tak sedikit pula yang kemudian gulung tikar? Sebut saja jika di Aceh sendiri adalah usaha yang berhubungan dengan kopi, baik itu produksi langsung maupun usaha retail dalam bentuk warung kopi (warkop) ataupun cafe.

Hal itu disebabkan karena kebanyakan dari mereka tidak menerapkan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) secara efektif. Rata-rata berhenti pada tahap meniru tanpa adanya modifikasi dan pencarian sebuah jati diri sebagai ciri khas.

Namun di antara banyaknya usaha tersebut, masih ada yang tetap bertahan dan berkembang, seperti Komos Coffee yang sudah melanglang buana hingga ke luar negeri. Bahkan semenjak tahun 2014, pemiliknya telah membuka sebuah cafe dengan ciri khas kopi arabica, yaitu Harvies Coffee House. Produknya, KOMOS Coffee sendiri telah berdiri sejak tahun 2010 yang merupakan usaha perseorangan yang didirikan oleh Tommy Harvie. Pada awal mulanya produksi kopi hanya dikhususkan untuk konsumsi pribadi dan dibagikan ke beberapa kolega terdekat. Namun seiring berjalannya waktu ternyata banyak mendapat apresiasi positif sehingga diputuskan untuk memulai usaha produksi lebih intensif.

Inilah salah satu wujud nyata dari ungkapan yang dijabarkan pemateri saat seminar nasional di acara Management Creativity Festival, lakukan sesuatu yang bersifat lokal namun berpikirlah secara global. Mulai dari bagaimana cara memasarkan produk hingga membuat nya special berbeda dari produk yang lain.

Alumnus Universitas Pelita Harapan ini juga mengatakan, “Bloom where you’re planted”. Berkembanglah dimana kamu ditanam. Ungkapan ini cocok sekali dengan fenomena yang sudah terjadi di kalangan pengusaha muda Aceh, yaitu memanfaatkan segala potensi asli daerah yang ada untuk memajukan perekonomian masyarakat sekitar dan mengurangi tingkat angka pengangguran.

Dapat disimpulkan bahwa pengusaha muda aceh saat ini telah melakukan beberapa tahapan yang baik dalam memulai bisnis namun masih kurang berinovasi dalam hal mepertahankan eksistensi usahanya.

“Bisnis yang kita jalankan sekarang itu bukan hanya untuk sekarang namun juga harus diperhitungkan mau jadi apa bisnis ini 3-5 tahun ke depan. Apakah bisinsi ini masih menarik minat masyarakat? Apakah ia masih menghasilkan profit yang mumpuni ?” ungkap pengusaha tampan yang akrab disapa Keen ini.

Dalam akhir sesi wawancara, kakak kandung dari aktris Pevita pearce ini mengungkapkan harapannya agar dapat kembali menginjakkan kakinya di bumi serambi mekkah ini “not for bussiness but for travelling” tutupnya. (Mia)

Dua Mahasiswa Ekonomi Jadi Duta Indonesia pada Asia-Pacific Urban Forum Youth Assembly 2015

1445426510826

Ichwan dan Nora Maghfirah, mahasiswa Fakultas Ekonomi Unsyiah yang mengikuti APUF 2015 (18/10/2015) di Jakarta (Istimewa)

Banda Aceh – Ichwan & Nora Maghfirah, kedua mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala ini terpilih sebagai duta Indonesia dan mengikuti kegiatan Asia-Pacific Urban Forum Youth Assembly (APUFY) 2015 yang diselenggarakan setiap 4-5 tahun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Komisi Ekonomi dan Sosial di Jakarta. Forum ini diadakan untuk untuk membahas isu-isu pembangunan perkotaan.

Acara yang bertempat di Hotel Shangri-La Jakarta tersebut diikuti oleh 300 pemuda yang terdiri dari dari 34 negara yang ada di wilayah Asia Pasifik. Pada kegiatan ini turut hadir Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang sering disapa Ahok, Deputi Kementerian Pemuda dan Olah Raga, Gatot Dewobroto, Perwakilan United Nations (UN) Habitat Donald Ragant, dan pejabat eselon I Kementerian PUPR.

Sementara itu pada sesi diskusi yang menghadirkan Gubernur DKI Jakarta Ahok dan Deputi Kemenpora Gatot Dewobroto, Ahok mengatakan bahwa  stigma negatif yang ada pada anak muda terhadap pemerintah seperti malas, tidak transparan dan korup, harus dibuktikan sebaliknya. Ahok pun menawarkan untuk membuka magang bagi anak muda di kantornya, satu ruangan dengannya untuk membuktikan transparansi pemerintah.

Usai pembukaan hingga sore hari, para peserta mengikuti diskusi paralel yang mengangkat berbagai isu perkotaan seperti bagaimana cara pelibatan anak muda dalam mendorong kota yang ramah anak-anak, inovasi mobilitas perkotaan dalam menghadapi kemacetan, hingga kepemimpinan pemuda dalam kebencanaan dan masa depan.

“Pada sesi ini kami diajak berdiskusi, mencari solusi dan berinteraksi langsung dengan narasumber dari berbagai Negara untuk memecahkan masalah-masalah yang ada di perkotaan,” ujar Nora yang masih kuliah di semester 3 Akuntansi. (18/10/2015)

Di APUFY 2015 ini seluruh elemen pemuda dari beragam kelompok profesional muda di pemerintahan, akademisi, sektor swasta, dan kebutuhan masyarakat sipil diajak untuk datang bersama-sama, berkolaborasi, dan bersinergi perspektif tentang apa masa depan pembangunan kota untuk Asia akan terlihat seperti di tahun 2025.

“Ini memberikan pemahaman kepada seluruh peserta bahwa kota merupakan aspek yang penting dalam kehidupan, tanggung jawab kemajuan pembangunan perkotaan bukan hanya berada di tangan pemerintah tetapi juga merupakan tanggung jawab kita semua sebagai pemuda, karena Keterlibatan pemuda hari ini adalah investasi untuk besok ketika datang ke pembangunan berkelanjutan dan inklusif”, tutup kedua mahasiswa ini. (18/10/2015)

Ipang Lazuardi akan Guncang Live On Stage XIV di Aceh

Poster

Banda Aceh – Penyanyi ternama tanah air, Ipang Lazuardi akan mengisi puncak kegiatan Live On Stage (LOS) XIV di Taman Budaya, Banda Aceh pada 24 Oktober 2015 mendatang. LOS XIV dikemas khusus untuk memanjakan pengunjung yang nantinya hadir. Sebelum penampilan Ipang, acara yang digagas Bengkel Seni dan Teater Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (BESTEK) juga menghadirkan band tamu KEY P.A.D, PSYCHO HOLIC dan band lokal lainnya, serta penampilan tari kreasi tradisional.
Ada berbagai booth stand dan kegiatan yang memeriahkan LOS XIV tahun ini, beberapanya adalah stand pameran foto oleh LPM Perspektif, stand Aceh Vid Gram, stand Banda Skateboard, komunitas BMX, stand BESTEK, Rocket Cloth, serta komunitas lainnya dan food court. Diperkirakan akan ada 1500 orang pengunjung yang datang. Sebelumnya, LOS XIV direncakan akan mengundang Band Seringai sebagai guest star namun batal dilaksanakan 18 Oktober 2015 lalu dikarenakan kendala ijin manggung di Kota Banda Aceh. DAD

HMM Ajak Mahasiswa Kreatif Dalam Berwirausaha

sIMG_6125

Pembukaan MCF 2015 dihadiri sejumlah pejabat dan akademisi Unsyiah (Asysyura/Perspektif)

Darussalam – Management Creativity Festival (MCF) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah kemarin (21/10/2015) resmi dibuka. Acara yang berlangsung selama 21-24 Oktober 2015 ini mempunyai empat rangkaian acara induk, yaitu kuliah umum, debat, festival makanan dan minuman, serta diakhiri dengan seminar nasional yang mendatangkan pemateri yang kompeten.

Opening ceremony yang dilaksanakan kemarin di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah ini dibuka oleh Samsul Rizal selaku Rektor Unsyiah dan dihadiri oleh Asisten III Sekda Provinsi Aceh, pihak Dinas Koperasi, pihak Dinas Pertambangan, Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan, dan pihak internal kampus. HMM menyuguhkan kuliah umum dengan tema “Penguatan Peran Industri Kreatif sebagai Pondasi Ekonomi Aceh Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.” Kuliah umum yang dihadiri oleh lebih dari 200 orang peserta mempunyai tujuan yang telah disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi masyarakat pada saat ini, yakni untuk mengahadapi MEA 2015 dengan menghadirkan pemateri Ketua HIPMI Provinsi Aceh dan Lampung.

“Acara ini sangat menarik, dan sangat bermanfaat bagi pemuda untuk terus kreatif dalam menjalankan bisnis. Semoga acara ini akan terus berlanjut, dan kedepannya agar pesertanya lebih banyak lagi, karena acaranya sangat bermanfaat,” ucap salah satu peserta kuliah umum.

Selain itu ada National Business Seminar yang merupakan acara puncak dari rangkaian acara MCF yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 24 Oktober 2015 dengan salah satu pembicaranya adalah salah satu penggerak sebuah wirausaha kreatif di Indonesia yaitu  Keenan Pearce yang dikenal sebagai Cofounder dan Director Euphoria Project. Selain itu, juga menghadirkan Dr. Mukhlis Yunus, S.E., MS, seorang pakar ekonomi Aceh dan Dr. Iskandarsyah majid, S.E., MM. penggerak wirausaha terbaik se-Indonesia. Diadakannya seminar ini bertujuan untuk mempersiapkan MEA dengan industri kreatif dan bisnis-bisnis yang menarik oleh para wirausahawan di Indonesia khususnya di Aceh.

“Karena ini acara pertama, saya berharap untuk pengurus kedepannya dapat dikembangkan lagi, MCF dapat terus berjalan sampai ada MCF II, MCF III, dan seterusnya, dengan tema yang disesuaikan dengan kondisi yang sedang dihadapi oleh masyarakat,” ucap Riandar Putra selaku ketua panitia MCF 2015. SP

Tim Catur Universitas Syiah Kuala Intensifkan Latihan Menjelang POMNAS XIV Aceh

IMG_20151009_210802

UKM Catur Unsyiah Lakukan Latihan (Istimewa)

Darussalam – Sebanyak sembilan pecatur terbaik Unsyiah mulai melakukan latihan guna menghadapi perhelatan akbar Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (Pomnas) di Banda Aceh, pada November mendatang.

Sembilan pecatur tersebut Dian Maulana, Munir Mukhlisin, M. Haris Syahputra, Ridha Syahputra untuk kategori putra sedangkan kategori putri Syarifah Milasafarah, Sastika Amalia, Nurhidayati, Syafrina Mataniari dan Amelia Syahdani“.

Kapten Tim Catur Unsyiah Dian Maulana menjelaskan sambil menunggu jadwal pelaksanaan TC dari Bapomi Aceh yang telah ditetapkan pada tanggal 15 oktober melalui rapat Pembantu Rektor III Se-Aceh, jauh hari kita telah memulai latihan untuk persiapan pomnas pada 19 september yang lalu. Agar proses pelatihan lebih optimal, kita menambah waktunya lagi dari jam 20.00-22.00 wib. Untuk latihan siang dan sore dipusatkan di Borneo Kupi (Belakang Universitas Terbuka) sedangkan malam di Harouk Kupi. Untuk sementara kita fokuskan benahi opening dan middle game serta membahas peraturan pertandingan terbaru FIDE (Organisasi Catur Dunia). Pendalaman teorinya akan kita lanjutkan pada TC dengan bantuan program catur computer”tuturnya.

Sementara itu Wakil Ketua  Panitia Pomnas Aceh 2015, Drs. Nuzuli, MS mengharapkan semua cabang olahraga yang dipertandingkan, dapat memberikan yang terbaik untuk Provinsi Aceh. Agar realisasi tersebut terwujud dengan anggaran yang minim, kita tetap membuat TC sebaik mungkin yang dipusatkan di gedung PGRI Banda Aceh”.

Komunitas Reptil Meriahkan Penutupan Inkubator Expo 2015

IMG_20151009_144219_HDR

Sejumlah Reptil Dipamerkan Di Aula FE Unsyiah (Dimas/Perspektif)

Darussalam – Inkubator Expo 2015 yang telah diselenggarakan selama sepekan penuh (baca: Sepekan Inkubator Expo Tumbuhkan Wirausaha Mahasiswa) sejak 5 Oktober 2015 ditutup dengan mendatangkan dan memamerkan reptil-reptil yang cukup menarik pengunjung yang datang di Aula Fakultas Ekonomi Unsyiah (9/10/2015).

Komunitas reptil yang diundang ini adalah dari Aceh Reptile Community, komunitas ini merupakan salah satu komunitas pecinta hewan reptil yang ada di Aceh. “Basecamp kami berada di petshop daerah Methodist, berada tepat di belakang Taufik Kupi. Biasanya, rutin pada minggu pertama dan terakhir dalam sebulan kami memamerkan reptil-reptil ini di kawasan Lapangan Blang Padang atau Taman Sari,” ucap Fauzan, salah satu pemuda dari komunitas pecinta reptil ini.

S__4767747

Para Pengunjung Berfoto Dengan Ular (Angga/Perrspektif)

Tak tanggung-tanggung, salah satu reptil yang dipamerkan adalah dua ular phyton ukuran besar (dewasa) serta kadal reptil lainnya. Para pengunjung yang datang pun diajak untuk dapat berinteraksi dengan hewan melata ini. Beberapa pengunjung tampak kagum melihat ular-ular tersebut, namun tak sedikit pula yang takut akan kehadiran mereka. Beberapa reptil yang dipamerkan adalah kadal jenis Bearded Dragon, Tegu Argentine Lizard, serta ular Ball Phyton.

Tak hanya reptil, kucing juga dipamerkan di hari terakhir expo tersebut. Sepasang kucing jenis Persia menarik mayoritas pengunjung mahasiswi yang hadir. Mereka sangat tertarik akan lucunya kedua kucing tersebut dan tak jarang kucing tersebut digendong untuk foto bersama. Penutupan diakhiri dengan pengumuman pemenang dari semua lomba yang dilaksanakan selama sepekan. DAD

Workshop Fotografi Nasional Akan Semarakkan Unsyiah Fair X

Darussalam – Bagi kamu yang hobi fotografi, pada penghujung Oktober ini akan ada Workshop Fotografi Nasional yang akan diisi oleh Nurpinto Hadi, salah seorang fotografer senior yang sudah tak asing lagi namanya di dunia fotografi. Workshop yang bertemakan “Unsyiah Bercerita Dalam Lensa” ini akan mengambil tempat di Ruang VIP AAC Dayan Dawood dan berlangsung selama 2 hari (20-21 Oktober 2015).

jadi total

Kegiatan yang merupakan salah satu rangkaian acara Unsyiah Fair X ini akan berlangsung selama 2 hari dengan hari pertama para peserta akan diberikan materi oleh Nurpinto Hadi mengenai teknik-teknik fotografi, dan akan diajak untuk mempraktikannya pada hari kedua.

Pendaftaran workshop dapat dilakukan di Sekretariat BEM Unsyiah yang berada di Gelanggang Mahasiswa Unsyiah (Samping Gedung ICT Unsyiah) dengan fee sebesar Rp.150.000,- untuk Mahasiswa dan Rp.200.000,- untuk Umum. Pendaftaran workshop akan dibuka hingga tanggal 14 Oktober 2015. Dengan fee tersebut, para peserta akan mendapat fasilitas berupa makan siang, snack, baju kaos, dan sertifikat. Kuota peserta workshop terbatas.

Kegiatan ini didukung oleh Insta Aceh, LPM Perspektif, dan Generasi Creative. Untuk informasi pendaftaran dapat menghubungi 0853 5943 8084 (Ridha Amalia) atau 0813 6136 4480 (Eko).

14 Mahasiswa Ikuti DIKSAR XXVI METALIK

IMG_20151006_113805_HDR

Penyematan Pita oleh Pembantu Dekan III, Nashrillah, S.E., M.M Kepada Peserta DIKSAR ke-26 (Dimas/Perspektif)

Darussalam – Sejumlah 14 orang mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala mengikuti DIKSAR (Pendidikan Dasar) Angkatan 26 yang diselenggarakan oleh UKM PA-LH METALIK . Acara pelepasan berlangsung pada pagi hari tadi (6/10/2015)  pukul 10.30 WIB di lobi Fakultas Ekonomi dengan dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari UKM dan HMJ, serta Pembantu Dekan III dan jajarannya.

“Diksar merupakan sebuah pendidikan dasar bagi calon anggota, dimana disitu mereka diberikan praktek dan sebelumnya telah dilakukan latihan fisik sebelumnya untuk meminimalisir risiko yang ada di lapangan nantinya,” tutur Fateh M. Haikal, Ketua Umum METALIK.

Selama 6 hari kedepan, peserta DIKSAR akan diberi pendidikan dan pelatihan dengan rute yang dimulai dari desa Nurul Hidayah di Indrapuri, Aceh Besar dan berakhir di Krueng Jreu, Indrapuri. Peserta DIKSAR tahun ini pada dasarnya cukup menarik, dikarenakan diikuti oleh 11 orang peserta perempuan dan 3 orang peserta laki-laki.

“Hanya menjadi sarjana ekonomi yang tanpa didukung atau disertai dengan aktifitas-aktifitas organisasi mahasiswa, ibarat sayur tanpa garam, kurang lengkap rasanya. Namun tetap kuliah adalah nomor satu,” cetus Nashrillah, Pembantu Dekan III dalam pelepasan pagi itu. DAD