Hari Ini Jadwal Pengambilan ATM Mahasiswa FEB

Hari ini jadwal pengambilan ATM Mahasiswa FEB (Foto/Istimewa)

Darussalam – Melalui pesan siaran yang dilayangkan ke media sosial Senin (26/3) lalu, pihak BNI menyatakan bahwa jadwal pembagian ATM bagi mahasiswa FEB angkatan 2016 akan dibagikan mulai Selasa-Rabu ini.

 

Pada surat yang ditandatangani oleh Pimpinan Kantor Cabang Pembantu (KCP) Unsyiah, Nira Nirmala, disebutkan bahwa pengambilan ATM bertempat di Kantor BNI Unsyiah.

 

Disebutkan pula bahwa setiap mahasiswa yang akan mengambil kartu tabungan kerjasama BNI dan Unsyiah ini diwajibkan untuk membawa fotokopi KTM, KTP maupun Kartu Identitas lainnya (Jr)

Hari ini, Road to Aceh Clothing Festival 2018 Dibuka!

Hari ini, Road to Aceh Clothing Festival 2018 dibuka! (Ist)

Banda Aceh – Di penghujung tahun 2017, dengan semangat kolektif komunitas Aceh Clothing Familia kembali mengadakan event tahunan nya road to Aceh clothing fest 2018 dengan tema “bergaya kita total, belanja kita lokal”. Event yang sudah 5 tahun berturut-turut dilaksanakan ini akan dibuka dengan “Operasi Jual Beli”, sebuah table top meeting dengan konsep santai ala anak muda.

Mengumpulkan para pelaku usaha di bidang industri kreatif untuk berkenalan dan saling mempromosikan jasa dan produknya. Acara ini akan diikuti 30 pelaku industri yang kesemuanya adalah anak muda Aceh yang bergerak di bidang kreatif seperti clothing line, content creator, seniman kontemporer, jasa cetak & sablon, crafter, social media influencer, foto dan videografer.

Rahmat Maggot, Ketua Pelaksana berharap kegiatan ini bisa menguatkan kemitraan para pengusaha kreatif muda di Aceh, agar bisa saling mendukung untuk maju bersama-sama, ikut menggerakkan roda ekonomi Aceh. “Mungkin kontribusinya tidak besar, tapi setidaknya kita bergerak”, ungkap rahmat.

Kegiatan yang akan berlangsung tanggal 29 dan 30 Desember di Tennis Indoor Jasdam IM Neusu, Banda Aceh ini juga akan diisi dengan berbagai workshop kreatif, market place berisi produk clothing line, pop up store dan street food. Dimeriahkan oleh penampilan band dan musisi muda lokal, Road to Aceh Clothing Festival juga menghadirkan Jason Ranti, musisi muda yang digadang-gadang penerus Iwan Fals lewat karya-karyanya yang mengusung kepedulian terhadap isu sosial.

Sebagai penutup acara, panitia yang terdiri dari kawan kolektif yaitu komunitas seni Akar Imaji, Arakate Records, Jasdam Iskandar Muda, Amel Production, OZ Radio Banda Aceh dan EXO Production juga akan menghadirkan musisi indie kenamaan Indonesia, Endah & Rhesa. (Mia)

Calon Tunggal Ketua BEM FEB Unsyiah Sampaikan Visi Misi

Rais, calon tunggal ketua BEM FEB Unsyiah paparkan visi misinya (Frz)

 

Darussalam- Rabu, 27 Desember 2017 merupakan hari yang diagendakan untuk para calon ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Unsyiah menyampaikan visi dan misinya. Acara dimulai pada pukul 10.00 WIB dan dilaksanakan di kantin pojok ekonomi. Rais Mukhayar, yang merupakan mahasiswa yang berasal dari jurusan Ekonomi Manajemen 2014. Ia adalah satu-satunya kandidat yang bersedia mengajukan diri sebagai calon ketua BEM FEB Unsyiah periode 2018.

“Visi saya ialah menjadikan lembaga eksekutif yang aktif, solutif dan inovatif demi terwujudnya harmonisasi elemen mahasiswa FEB Unsyiah serta responsif dalam pengabdian terhadap masyarakat. Serta untuk misinya yaitu  (1) mengutamakan asas kekeluargaan dan musyawarah dalam keberlangsungan roda organisasi mahasiswa di lingkungan FEB Unsyiah, (2) mengembangkan sinergitas antar organisasi kemahasiswaan dalam lingkup internal dan eksternal FEB Unsyiah dan (3) memberikan pelayanan yang profesional dalam mewadahi pengembangan minat dan bakat mahasiswa FEB Unsyiah” paparnya saat penyampaian visi misi untuk memimpin Fakultas Ekonomi dan Bisnis mendatang.

Bagai pungguk merindukan bulan begitulah kira-kira peribahasa yang dapat menggambarkan rasa kecewa yang dialami. Acara yang diharapkan dapat mengundang simpati yang besar bagi para mahasiswa FEB, namun hanya diikuti oleh beberapa mahasiswa saja. Kondisi seperti ini pula dapat menggambarkan bahwa kepedulian mahasiswa terhadap jalannya kepemimpinan lambat laun punah.

“Kita semua merupakan mahasiswa, kepentingan mahasiswa adalah kepentingan kita bersama dan intinya kita harus bersatu menuju keselarasan. Hidup mahasiswa!” Tegas Rais. Mev

Dr. rer. nat. Ilham Maulana: Adab Mengukir Peradaban

Dr. rer. nat. Ilham Maulana: Adab Mengukir Peradaban (Sulthanah/Perspektif)

Darussalam – WAMI (Warna Kampus Islami) 2017 kembali diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Fosma Unsyiah sebagai acara tahunannya. Untuk tahun ini WAMI mengusung tema “Sahabat Islam Masa Kini” yang akan berlangsung pada tanggal 22 – 25 Desember 2017.

“Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk syiar islam. Memberikan pemahaman tentang teknologi yang telah di jelaskan lebih lanjut didalam al-quran. Namun sayangnya, mahasiswa masih kurang berminat untuk mempelajarinya” Ungkap Wahyu Maulana selaku Ketua Panitia WAMI.

Acara ini dibuka di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada pukul 08.00 WIB. Setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan Seminar Teknologi yang turut mengundang Dr. rer. nat Ilham Maulana, S.Si selaku Wakil Dekan III Fakultas MIPA Unsyiah dan Prof. Dr. Ir. Syamsul Rizal M. Eng yang juga merupakan Rektor Unsyiah. Seminar ini  mengusung tema “Membangun Peradaban Islam melalui Sains dan Teknologi”.

Dalam isi materinya Ilham Maulana menyampaikan mengenai Ekonomi Sains Modern dan Kaitannya dengan Perkembangan Teknologi,  dan juga mengenai peradaban Al Quran dan Islam masa kini. “Adab mengukir peradaban.” Begitu tuturnya.

Selain seminar sains dan teknologi, WAMI juga mengadakan Seminar Annisa untuk wanita dan Futsal Cup khusus untuk laki-laki. Hal ini bertujuan untuk menjalin ukhuwah antar seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Unsyiah.

Akan tetapi ada yang berbeda dari segi rangkaian acara WAMI dari tahun ini. “Pada tahun lalu banyak diadakannya perlombaan namun berfokus pada anak-anak. Sedangkan tahun ini hanya berfokus pada mahasiswa. Itu yang menjadi perbedaan untuk WAMI tahun ini” Sambungnnya. (Sul,Mev,Frz)

Rais Daftarkan Diri di Detik Terakhir Pencalonan 

 

 

Rais Daftarkan Diri di Detik Terakhir Pencalonan (Adina Felyanda/Perspektif)

Darussalam- Setelah berakhirnya pesta demokrasi yang diselenggarakan dua hari yang lalu, kini waktunya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah menentukan siapa yang lebih pantas untuk menjadi pemimpin mahasiswa setahun mendatang. Hingga saat ini pembicaraan mengenai penerus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Unsyiah tahun 2018 masih sangat hangat diperbincangkan oleh kalangan mahasiswa ekonomi.

Sore tadi salah satu kandidat ketua BEM FEB Unsyiah, Rais Mukhayar telah menyerahkan berkas kepada DPM didampingi oleh beberapa ketua lembaga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). “Untuk Visi dan Misi yang lebih konkritnya masih dibicarakan. Namun dari saya pribadi, saya  ingin mewujudkan BEM yang dapat mendengar aspirasi mahasiswa yakni responsif, aktif, inovatif, demokratif, dan solutif.” Ujarnya ketika ditanyai tentang visi dan misi menjadi ketua BEM FEB Unsyiah.

Saat ditemui selain mengungkapkan visi dan misinya Rais juga mengungkapkan bahwa ketika nantinya terpilih menjadi ketua BEM FEB ia akan mencoba untuk membangun Fakultas Ekonomi menjadi kampus yang digemari dan dikenal seperti dahulu. Mengembalikan suasana ramai yang menjadi ciri khas kampus kuning. Salah satu strategi untuk mencapainya ialah dengan meningkatkan kreatifitas dan motivasi agar mahasiswa ekonomi kembali aktif dalam berorganisasi.

“Saya rasa tidak ada yang perlu diperbaiki dari BEM tahun lalu, dari tahun ke tahun baik.” Ujar Rais tentang Kepengurusan BEM tahun lalu. “Namun tentu saja, setiap tahunnya kita akan mencoba menjadi lebih baik lagi.” Sambungnya.

Namun untuk saat ini belum adanya tanda-tanda kandidat lain yang akan menyerahkan berkas. Atas tidak adanya calon kandidat lain patut dipertanyakan dan juga pastinya menjadi pertanyaan besar dikalangan mahasiswa ekonomi.

Apakah untuk kesekian kalinya Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB akan melalui jalur aklamasi lagi atau tidak?. (Sul)

HIMAKA Runner Up di Copa Pertanian 2017

HIMAKA Runner Up di Copa Pertanian 2017 (Ist.)

Darussalam – Tim Futsal Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) kembali menorehkan prestasi terbaiknya dalam ajang Copa Pertanian yang diselenggarakan di GOR KONI Banda Aceh (20/12). Tampil dengan line up terbaiknya, langkah HIMAKA terhenti di babak Final setelah kalah tipis saat melawan BEM Fakultas Teknik dengan skor 3-4.

Laga panas yang tersaji dalam ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP) Unsyiah. Kompetisi futsal bergengsi ini memperebutkan piala Copa Pertanian dan diikuti oleh beberapa tim futsal terbaik di Sumatera.

Pertandingan final yang mempertemukan tim HIMAKA dan BEM FT ini berlangsung seru. Pasalnya, kedua tim merupakan tim unggulan dalam turnamen ini. HIMAKA dengan skuat terbaiknya menurunkan Kiki cs tampil menyerang sejak awal pertandingan.

Kekuatan tim HIMAKA terbukti dengan sepakan keras Romy yang berhasil menembus dinding pertahanan BEM FT yang diperkuat oleh Naufal cs di akhir babak pertama. Akhirnya HIMAKA mengunci kemenangan di setengah pertandingan, skor bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, BEM FT mulai merubah strategi permainan. Akhirnya tim Naufal cs berhasil membalikkan keadaan dengan dua gol yang memanfaatkan kelemahan pertahanan tim HIMAKA. Skor menjadi 1-2 untuk kemenangan Aneuk Teknik.

HIMAKA sempat mengejar ketertinggalan dengan mencoba strategi counter attack, akhirnya dengan perpaduan skema permainan yang apik, sepakan Dedek berhasil menyamakan skor menjadi 2-2. Supporter dari kedua belah pihak pun lebih menggencarkan dukungannya dengan menyanyikan lagu mars fakultas masing-masing.

Setelah time out, Naufal cs akhirnya memperbesar skor untuk tim BEM FT dengan 2 gol indah hasil kerjasamanya dengan memanfaatkan umpan terobosan ke arah pertahanan HIMAKA. Teknik kembali unggul 2-4.

Di akhir babak kedua, tim Kiki cs berhasil memperkecil ketertinggalan dengan kembali merobek jaring tim BEM FT. Skor 3-4 berakhir hingga wasit meniup peluit panjang akhir permainan.

Dengan kesuksesan ini, tim HIMAKA pun melengkapi koleksi total 8 piala yang diraih sepanjang tahun 2017. Kiki cs pun berhak untuk membawa pulang medali perak dan uang hadiah runner up. (Jr)

Yasir Menang Telak di PEMIRA FEB

Yasir Menang Telak di PEMIRA FEB (Nella/Perspektif)

Darusalam- Pesta demokrasi merupakan ajang tahunan mahasiswa yang dilaksanakan untuk memilih pemimpin mahasiswa se-Unsyiah. Pemira berhasil dilaksanakan kemarin (19/12) berjalan lancar dan disambut antusiasme yang tinggi dari mahasiswa di seluruh Fakultas yang ada di Unsyiah.

Di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, PEMIRA dilaksanakan di Aula dan berlangsung kondusif. Antusiasme PEMIRA tahun ini sangat terasa jika dilihat dari bertambahnya jumlah pemilih. Walaupun peningkatan jumlah pemilih hanya 42 suara dari tahun sebelumnya. Akan tetapi atas peningkatan tersebut begitu direspon positif oleh beberapa pihak. Mereka beranggapan bahwa ini merupakan suatu cambukan agar kedepannya dari pihak Komisi Pemilihan Raya (KPR) dapat lebih mampu secara bertahap menghilangkan sifat apatis mahasiswa dalam memilih pemimpin untuk tingkat universitas.

Tercatat dari hasil pungutan suara terdapat 1.158 pemilih yang memasukkan suara. Sebanyak 1.124 suara yang dinyatakan sah dan 34 suara rusak.

Untuk Pemilihan Ketua BEM Unsyiah, kandidat nomor urut 4, Muhammad Yasir (FT) berhasil memenangkan suara di Fakultas Ekonomi dengan perolehan 600 Suara, mengalahkan 4 pesaing lainnya. Posisi kedua diikuti oleh kandidat nomor urut 5, Agam Rizky dengan perolehan 313 suara dan kandidat nomor urut 2 Sakti Arya Duta menduduki posisi ketiga dengan perolehan suara sebanyak 129.  Sedangkan untuk posisi selanjutnya diikuti oleh kandidat nomor urut 1 Ikhsan memperoleh 61 suara dan diposisi terakhir diraih oleh kandidat nomor urut 3, M. Rijalul Fakhri yang hanya memperoleh 21 suara.

Untuk saat ini Muhammad Yasir masih unggul dengan persentase 41,41% dan juga berhasil memenangkan suara di 4 Fakultas di Unsyiah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik dan  Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (www.detak-unsyiah.com).

“Memang PEMIRA tahun ini memiliki aura saing yang sangat berat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selain karena faktor kuantitas calon, namun juga karena kualitas atau prestasi yang dimiliki oleh setiap calon semuanya memenuhi kriteria sebagai pemimpin. Hal ini menimbulkan dilema bagi beberapa mahasiswa untuk menentukan pilihan.”Begitulah pernyataan dari salah satu mahasiswa FEB Unsyiah ketika ditanyai pendapat tentang PEMIRA tahun ini.

“Dan selamat kepada Muhammad Yasir yang telah mendapatkan kepercayaan untuk memegang kendali BEM Unsyiah periode 2017-2018” lanjutnya. (Sul,La,Din)

PEMIRA di FEB Berlangsung Kondusif

PEMIRA di FEB Berlangsung Kondusif (Ghrina Zikran/Perspektif)

Darussalam- Masih dalam suasana demokrasi selasa 19 Desember 2017 Komisi Pemilihan Raya (KPR) Unsyiah serentak mengadakan pemilihan ketua BEM dan DPM untuk tingkat universitas. Ajang perhelatan demokrasi terbesar untuk tingkat mahasiswa ini dilakukan di 12 Fakultas diantaranya.  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam keluarga besar kampus kuning begitu antusias menyalurkan hak suaranya dalam Pemira ditahun 2017.

Teruntuk fakultas ekonomi sendiri pemira berlangsung sejak pukul 09.00 sampai 15.00 WIB. “Sepanjang ini, pemira di FEB Unsyiah berjalan lancar dengan pengawasan dari pihak KPPS. Walaupun ada sedikit kendala mengenai saksi yang terlambat dan beberapa miskomunikasi antara panitia KPR dan WD III mengenai jam dimulainya kembali pemira usai ishoma.”  Ujar yohanes selaku ketua KPPS FEB

Pemira dilaksanakan di aula FEB dan difasilitasi tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dimana di setiap TPS dibagi kedalam beberapa program studi. TPS 1 untuk mahasiswa program studi S1 Akuntansi dan S1 Ekonomi Pembangunan, TPS 2 untuk mahasiswa program studi S1 Manajemen, S1 Ekonomi Islam, dan D3 manajemen pemasaran, sedangkan TPS 3 untuk program studi D3 perbankan, D3 perpajakan, D3 kesekretariatan, dan D3 akuntansi. Hal tersebut diyakini oleh panitia dapat mendukung kestabilan selama acara berlangsung dan membantu mahasiswa agar tidak kebingungan ketika hendak melakukan pemilihan.

Terlepas dari serangkaian kegiatan pemira ada terbesit secercah kekecewaan dimana kurangnya keikut sertaan dan antusiasme mahasiswa Ekonomi. Hal ini dibuktikan dengan mahasiswa yang ikut andil mayoritasnya berasal dari mahasiswa tahun 2017 sedangkan dari mahasiswa letting diatas 2017 kurang berpastisipasi dalam permira kali ini. Padahal sebagaimana kita ketahui baik tidaknya hasil setahun mendatang dimulai pada hari ini.

Diakhir pertemuan yohanes menambahkan untuk kedepannya semua panitia yang bertugas menjalankan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab dan menghindari adanya masalah miskomunikasi agar pemira selanjutnya dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Siapapun yang nantinya akan terpilih dan menyandang gelar sebagai pemimpin mahasiswa diharapkan agar dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan menuju arah yang lebih baik. Dapat membawa perubahan untuk kampus kebanggaan rakyat aceh serta bertanggung jawab penuh atas jabatan yang telah disandangnya. (Mev,Zla)

PEMIRA Unsyiah, Demi Masa Depan Bersama

PEMIRA Unsyiah, Demi Masa Depan Bersama (Abu/Perspektif)

Kampus memang tak hanya jadi tempat generasi muda menimba ilmu dan membangun karakter. Kampus juga menjadi tempat mahasiswa mengenal dan belajar tentang demokrasi. Idealisme yang lebih tinggi bahkan menegaskan bahwa kampus merupakan arena memupuk jiwa kepemimpinan menyemai calon-calon pemimpin baru masa depan. Namun di masa-masa regenerasi seperti ini biasanya penuh dengan propaganda politik.

Pemilihan Raya Mahasiswa atau yang populer dengan sebutan PEMIRA adalah ajang perhelatan yang digelar setiap tahunnya merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan mahasiswa yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur. PEMIRA ini pula menjadi ajang pertarungan idealisme yang dikemas seperti halnya PEMILU di Indonesia. Lewat PEMIRA, pemimpin mahasiswa dipilih.

Seperti halnya di Universitas Syiah Kuala esok hari tanggal 19 Desember 2017 ajang perhelatan terbesar untuk lingkup mahasiswa diselenggarakan. Besok mahasiswa dari berbagai fakultas yang berada dibawah payung Universitas Syiah Kuala akan menentukan siapa ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan DPM (Depan Perwakilan Mahasiwa) yang layak untuk membawa citra dan eksitensi yang lebih baik setahun mendatang.

Proses pemungutan suara dilakukan dimasing-masing Tempat Pemilihan Suara (TPS) yang tersebar disetiap fakultas. Mahasiswa yang dikategorikan sebagai pemilih dalam Pemira adalah mahasiswa yang terdaftar aktif. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kartu identitas mahasiswa yang masih berlaku.

Kali ini ada 5 calon kandidat Ketua BEM Unsyiah yang akan memperebutkan kursi nomor satu dalam kelembagaan mahasiswa unsyiah. Diantaranya Ikhsan dari FKIP, Sakti Arya Duta dari FKP, M.Rijalul Fakhri dari FKEP, Muhammad Yasir dari FT, dan Agam Rizky dari FP. Namun hal ini sangat disayangkan karena tidak ada calon Ketua BEM Unsyiah yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Sedangkan untuk DPMU sendiri fakultas ekonomi mengusung 5 kandidat diantaranya  Armi Karmila, Agusriadi, Ainal Fadilla S.Y, Rifqi Ubai Sultan, dan Muhammad Zuddi.

Namun ada kegelisahan dibalik semua itu. Terutama untuk keluarga besar mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis. Disaat fakultas lain sedang sibuk melalukan Pemira serentak untuk memilih Ketua BEM Unsyiah, DPM Unsyiah, BEM dan DPM fakultas masing masing.  Komisi Pemilihan Raya (KPR) baru saja membuka pendaftaran dari tanggal 18-20 desember 2017 untuk para calon ketua lembaga eksekutif. Atas keterlambatan tersebut masih menjadi pertanyaan besar. Hal apa yang menjadi dasar bahwa sanya Pemira FEB tidak dilakukan sekaligus.

Terlepas dari hal tersebut Pemira merupakan sebuah wahana bagi mahasiswa khususnya Universitas Syiah Kuala dalam menggunakan hak suaranya untuk memilih siapa yang dianggapnya layak dan pantas untuk membawa nama “Unsyiah” berlayar di lautan lepas. Lantas, Pemira kali ini masih ada yang ingin Golput?. Bukankah peran mahasiswa itu sendiri sebagai Agent of change  yang  diharapkan dapat membawa perubahan. Jangan mau berdiam diri untuk tidak menyuarakan suara demokrasi, karena hari ini merupakan cerminan untuk setahun mendatang.

Golput bukanlah solusi yang tepat. Ayo sama sama menyuarakan hak Demokrasi. Salam Mahasiswa! (KZ)

KBM FEB Tegaskan Netral Dalam PEMIRA 2017

 

KBM FEB Tegaskan Netral Dalam PEMIRA 2017 (Jauhar/Perspektif)

Darussalam – Menutup akhir 2017, Unsyiah akan menyelenggarakan ajang pesta demokrasi bertajuk Pemilihan Raya (PEMIRA).  PEMIRA merupakan sebuah ajang praktik demokrasi mahasiswa, dan dalam hal ini mahasiswa dituntut untuk memaknai arti demokrasi yang sesungguhnya dan juga melaksanakannya dan juga merupakan perwujudan demokrasi yang seutuhnya “dari mahasiswa, oleh mahasiswa, dan untuk mahasiswa”.

Dalam ajang demokrasi tahunan kali ini, pihak Komisi Pemilihan Raya (KPR) Unsyiah menetapkan 5 calon yang akan maju dalam PEMIRA kali ini. Kelima calon tersebut adalah Ikhsan (FKIP),  Sakti arya dika(FKP), M Rizatul Fakhri (FKEP), Muhammad Yasir (Teknik) dan  Agam Rizky (FP).

Ditemui dalam Rapat Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Ekonomi, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB, Nasrul Anas menyatakan bahwa  KBM Ekonomi akan mendukung penuh pelaksanaan PEMIRA Unsyiah 2017.

Ia juga menyatakan bahwa Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah mempersilahkan setiap calon untuk melakukan kampanye dan juga pemasangan atribut di lingkungan FEB, asal tidak merusak fasilitas dan mengganggu ketertiban lingkungan kampus .

“Namun dalam hal ini, Saya menegaskan bahwa Pihak Ormawa selaku mewakili KBM Ekonomi tidak akan melakukan penyambutan terhadap Calon manapun” jelas Anas

Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk penegasan bahwa KBM FEB tidak melakukan keberpihakan terhadap salah satu Calon ketua BEM Unsyiah kedepannya.

“KBM ekonomi menyatakan tidak akan mendukung siapapun yang menjadi calon ketua BEM Unsyiah kedepannnya, Bukan berarti Golput, tetapi tidak akan menggiring massa dan tidak adanya bentuk dukungan apapun terhadap salah satu calon, tetapi kita tetap mendukung sepenuhnya Pemira Unysiah” Ujarnya.

Seperti yang di ketahui, PEMIRA Unsyiah 2017 akan di laksanakan pada Selasa, 19 desember 2017. Dengan waktu yang semakin dekat maka tensi dan gejolak politik mahasiswa akan semakin memanas. Ajang kampanye dan pengenalan calon juga disemarakkan oleh tim pemenangan tiap calon Presiden Mahasiswa di Kampus kebanggaan masyarakat Aceh ini.

Anas juga menambahkan bahwa tujuan diturunkannya pernyataan sikap dari KBM Ekonomi ini adalah untuk menghindari isu- isu yang beredar bahwa KBM Ekonomi mendukung dan berpihak kepada salah satu calon dalam permira Unsyiah 2017 ini (HT)