Puluhan Peserta Meriahkan Economic Time Rally 2017

Pembina EOC melepas peserta Time Rally yang diadakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (Hasan/Perspektif)

Darussalam – Puluhan peserta dari berbagai kalangan meriahkan acara Economic Time Rally 2017 yang diadakan oleh UKM economi otomotif club (EOC) yang tempat di  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala  (17/9). “Kegiatan ini merupakan pertama kali nya setelah vakum selama 12 tahun karena terkhir kali di laksanakan pada tahun 2005” jelas lazuardi, ketua Economi Otomotif Club (EOC). Kegiatan ini bertujuan untuk mengobati kerinduan perally aceh untuk menyalurkan hobi dan keahlian mereka, karena selama ini jika ingin bertanding maka harus keluar provinsi.

Pada kegiatan ini, setiap peserta di beri soal untuk mendapat kan rute perjalanan dan ada setiap pos pada rute nya hingga sampai ke finish etape pertama di pantai Lhokme, Aceh Besar. Hingga kembali lagi ke finish di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala. Kegiatan ini tidak berpatokan pada kecepatan tetapi ketepatan waktu peserta dalam memecahkan soal dan sampai ke finish.

Tak hanya rally, kegiatan ini juga melakukan aksi sapta pesona yakni bersih-bersih pantai pada saat finish etape pertama di pantai Lhokme, Aceh Besar. Setiap peserta di beri kantong plastik yang digunakan sebagai tempat mengumpulkan sampahnya dan juga merupakan bagian dari jalannya pertandingan dan tempat peserta untuk menambahkan poin.

Kegiatan ini turut didukung oleh IMI Aceh, IOF, dan Dinas Kebudayan dan Pariwisata Aceh.Serta Turut hadir pula ketua IMI Aceh Ibnu rusdi, Nasrillah Anis, Kapolsek Syiah kuala dan wakil Rektor 3 Unsyiah Alfiansyah Yulianur. (San)

‘Mengintip’ Persiapan SAFE 2017

Teuku Hafidz Fakhreza (Ketua Panitia SAFE 2017) Optimis Kegiatan SAFE Sukses (Syawal/Perspektif)

Darussalam – Berbagai persiapan terus dilakukan mengingat acara Silaturahmi Aneuk Fakultas Ekonomi (SAFE)  merupakan sebuah acara penyambutan bagi Mahasiswa Baru FEB Unsyiah. SAFE diagendakan  pada tanggal 19-20 Agustus 2017 di lingkungan kampus serentak di setiap Fakultas di Universitas Syiah Kuala.

“SAFE bertujuan untuk mengajarkan MABA etika dan norma-norma  dikampus,yang bahwasanya mereka bukanlah seorang siswa/i lagi,melainkan sudah menjadi Mahasiswa yang berarti seseorang yang sudah tinggi tingkatannya serta tanggung jawab yang besar pula untuk dijaga,dan satu hal yang penting adalah organisasi mahasiswa agar dapat aktif dikampus dan membawa dampak bagi mereka sendiri kedepannya.” Buka Ketua Panitia SAFE 2017, T.Hafizh Fakhreza.

Bagi Apis (panggilannya – Red.) merupakan sebuah kebanggaan besar tersendiri karena tahun ini diberikan kesempatan sebagai ketua panitia dalam kegiatan ini. Bagi wakil ketua BEM FEB Unsyiah periode 2017 ini, di tahun 2013, ia pernah berkata dalam benaknya bahwa “suatu saat saya akan berdiri didepan dan mendidik adik-adik tersebut menjadi ekonom sejati. Dan Ternyata saya dipercaya menjadi Ketua Panitia SAFE tahun ini” Ujarnya.

Tinggal menghitung hari, 90% persiapan dari panitia dan mentor sudah terselesaikan, hanya saja panitia masih menunggu pendaftaran bagi MABA (Mahasiswa Baru) yang mengikuti kegiatan ini. Panitia  yang terdiri 106 orang dan Mentor yang berjumlah 40 orang,dengan komitmen yang dijaga akan mengefesiensikan kinerja pada saat kegiatan tersebut dijalankan.

Mengapa SAFE wajib bagi MABA?  SAFE adalah awal pengenalan seluruh komponen kehidupan di kampus seperti pendidikan, kegiatan mahasiswa hingga etika dan norma yang harus ditaati. Disinilah MABA 2017 diajarkan caranya bersikap, menghormati dan tidak menyalahi aturan yang sudah ditetapkan oleh kampus.

Sistem SAFE tahun ini tidak terlalu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,Tahun ini akan dibentuk 20 kelompok yang setiap kelompoknya terbagi atas 40 mahasiswa/i dan diawasi oleh 2 orang mentor per kelompoknya yang juga merupakan mahasiswa aktif tingkat atas.Panitia pada kegiatan ini hanya sebagai penyelenggara dan mentorlah yang memegang penuh tanggung jawab terhadap MABA 2017.

Ketua panitia SAFE 2017 ini berharap bagi MABA agar bisa menempatkan diri dalam menjaga tata krama,etika serta norma-norma kehidupan dikampus serta lebih aktif dikampus yang bukan hanya sekedar Mahasiswa kuliah-pulang kuliah-pulang atau biasa disebut mahasiswa kupu-kupu itu. “Untuk kedepannya Mahasiswa ada baiknya lebih peka terhadap lingkungannya,jangan hanya mementingkan acara namun tidak memberikan efek kedepannya,tapi cobalah untuk membuat forum diskusi publik seperti yang pernah dilaksanakan oleh BEM FEB Unsyiah tahun 2013/2014 yang dapat melatih Mahasiswa dalam ilmu sosial,ekonomi maupun politik.” Ujarnya dengan penuh harapan. (Wal)

DPM FEB Unsyiah Adakan Parliamentary School

 

DPM FEB Unsyiah Berharap Dapat Mencetak Kader lewat Parliementary Shool (Razi)

Darussalam- Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala mengadakan acara Parliamentary School. Acara tersebut dilaksanakan pada  hari Sabtu, 13 Mei 2017 bertempat di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala.

Parliamentary School  sendiri merupakan acara kedua yang diselenggarakan oleh DPM FEB Unsyiah setelah Pelatihan Manajemen Organisasi Mahasiswa (PMOM) yang dilaksanakan pada beberapa minggu yang lalu. Acara ini  mengungsung tema “Born Young Future Legislator” yaitu melahirkan legislator muda. Maisarah (yang biasa disapa Anggi) selaku ketua panitia acara ini mengatakan bahwa tujuan di adakannya  Parliamentary School  sendiri ialah untuk membentuk legislator kampus yang berkepribadian efektif dalam mengimplementasikan fungsi-fungsi kepada lembaganya masing–masing.

Pemateri dalam acara tersebut adalah H. Muhammad Nasir Djamil, S.Ag., M.Si salah satu anggota DPR RI, T. Iskandar Daod, SE., M. Si, Ak anggota Badan Anggaran Aceh, dan Bardan Sahidi, M.Pd wakil Ketua Badan Legislasi DPR Aceh dan juga dibuka oleh Murkhana SE.MBA selaku Wakil Dekan III FEB Unsyiah yang mengungkapkan bahwa, “Organisasi itu sangat penting akan tetapi jangan sampai larut. Karena orang yang berorganisasi kemudian tamat secepat – cepatnya, maka seseorang itu  akan berhasil dan sukses didunia kerja. Sukses sendiri di dapat dari sebuah kedisiplinan yang berawal dari organisasi itu sendiri”.

DPR merupakan lembaga perwakilan rakyat yang berkedudukan sebagai lembaga negara. Lembaga negara ini tentunya memiliki hak-hak. Adapun hak tersebut di antaranya adalah hak interpelasi, hak angket, dan hak untuk menyatakan pendapat. Dalam pemaparannya, H. Muhammad Nasir Djamil  membahas tentang kekuasaan DPR yang didalamnya terdapat lembaga legislatif yang bertugas untuk membuat undang-undang, lembaga eksekutif yang bertugas menerapkan atau melaksanakan undang- undang, serta lembaga yudikatif bertugas untuk mengadili masyarakat bagi yang melanggar undang-undang tersebut. Sedangkan fungsi DPR ada 3 (tiga) yaitu, fungsi legislasi , fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan.

Menurut T. Iskandar Daod, SE., M.Si, Ak , Anggaran Pendapatan Belanja Aceh ( APBA) pada tahun 2017 mencapai 14,675 Triliun yang merupakan APBA tertinggi di Sumatera. Sedangkan tingkat kemiskinan sekitar 5,7 % dengan diikuti pengangguran tertinggi di Sumatera. Dalam sesi diskusi dengan ketua komisi VI ini, sedikit menyinggung tentang pengobrak-abrikan tanaman petani yang ada di PENAS Aceh kemarin. Ia mengungkapkan bahwa insiden yang terjadi pada beberapa hari yang lalu itu merupakan hal yang sangat merugikan. Mengingat tanaman yang berada di acara tersebut sangat luar biasa dan juga bisa dijadikan sebagai sebuah area tempat wisata.

Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 WIB sampai sore ini di hadiri oleh mahasiswa Universitas Syiah kuala, UIN Ar-Raniry dan masyarakat umum lainnya. Menurut  Reka Wati yang merupakan salah satu dari beberapa  mahasiswa dari Fakultas Pertanian Unsyiah yang hadir mengatakan“ kami kurang mengerti tentang politik karena selama ini belajarnya tentang pertanian, akan tetapi untuk seminar ini kami lebih mendapatkan wawasan yang lebih luas” akunya.

Dalam sesi acara terakhir Muhammad Fahrozi mengatakan bahwa “Saya berharap kepada kawan- kawan semua agar yang telah mengikuti Parliamentary School  ini dapat menjadi diri lebih baik lagi untuk kampus tercinta kita khususnya. Jadi apa yang kita dapatkan hari ini dapat diterapkan dan direalisasikan dirumah masing-masing” ungkap ketua DPM FEB Unsyiah  ini. (Lis)

 

HMM Ajak Mahasiswa Kreatif Melalui PKM Inspiring Talkshow

Kegiatan Talkshow PKM 2017 (Fazil)

Darussalam – Sabtu (13/5) Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) kembali menyelenggarakan acara PKM Inspiring Talkshow 2017, kegiatan ini bertema “Peningkatan Pemahaman Mahasiswa dalam Segi Krativitas dan Wawasan memalui PKM” dan berlangsung di Balai Sidang Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.

PKM merupakan suatu program yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti)  dalam memfasilitasi kemampuan serta potensi yang dimiliki mahasiswa untuk mengkaji, mengembangkan, dan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah dipelajarinya di perkuliahan kepada masyarakat luas.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh kalangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis saja, tetapi juga diikuti oleh mahasiswa dari Fakultas lain yang ada di Unsyiah.

Caesar Naufal selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Manajemen 2017 berharap dengan diadakannya acara PKM Inspiring Talkshow ini dapat membantu dan mengembangkan kreativitas mahasiswa dalam membuat proposal PKM serta dapat mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. (Fik)

Yuk Ikuti Lomba Foto ‘Aceh International Halal Food Festival’

Poster Photo Challenge Aceh International Food Festival

Dalam rangka menyambut pelaksanaan Aceh Internasional​ Halal Food Festival 2017, Dinas Pariwisata   Aceh mengadakan “Photo Challenge – Aceh International Halal Food Festival” yang berlokasi di Museum Aceh pada Tanggal 15 Mei 2017 pukul 09.00 -12.00 WIB dengan total hadiah Jutaan Rupiah.
Peserta ditantang untuk mengambil foto terbaik dari objek yang telah disediakan panitia di lokasi acara.
Syarat ketentuan lomba :
1. Peserta hanya mengambil foto dari objek yang telah disediakan oleh panitia.
2. Lalu tuliskan pengantar foto yang menarik dan kreatif, bisa pengalaman anda tentang objek, manfaat objek dalam kehidupan sehari-hari maupun keunikan material objek sebagai warisan citarasa lelulur. (Min 100 kata, maks 150 kata)
3. Satu peserta hanya boleh mengirimkan maksimal 5 karya foto, masing-masing dari 5 objek yang berbeda.
3. Format foto di simpan dalam format JPEG Large (File Asli), resolusi 300 dpi
4. Olah digital hanya sebatas brightness, contrast & cropping
5. Karya foto dikirim ke acehinternationalhalalfoodfest@gmail.com dengan data diri lengkap beserta copy KTP.
6. Pengiriman karya paling lambat tanggal 19 Mei 2017 dan pengumuman pemenang akan dilakukan paling lambat tanggal 21 Mei 2017 di website dinas pariwisata provinsi Aceh disbudpar.acehprov.go.id dan Instagram @halalfoodfestaceh
7. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dapat menggunakan semua foto yang dikirimkan oleh peserta untuk sarana promosi pariwisata Aceh tanpa harus meminta izin terlebih dahulu dengan tetap mencantumkan nama photographer.
8.Dewan Juri mewakili para ahli di bidang photography yaitu Bedu Saini dan Adi Warsidi serta perwakilan  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Mahasiswa FEB Unsyiah Wakili Aceh pada Kompetisi Nasional “Stocklab Competition”

Yaskur dan Hafiz saat menjadi juara di Lomba Stocklab di Banda Aceh (Dok. Istimewa)

 

Banda aceh-Kamis, 23/3/17 Dalam rangka memperingati 40 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mandiri Sekuritas, dan Indonesian Stock Exchange (IDX) menyelenggarakan lompetisi Nasional “Games Investasi Pasar Modal Stocklab dan Nabung Saham GO tahun 2017” yang bertempat di kantor Regional OJK Aceh, Pango.

Dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut, OJK akan menyaring 2 (dua) orang terbaik yang menjadi perwakilan dari beberapa provinsi dan kota yang nantinya akan berkompetisi bersama perwakilan lainnya untuk tingkat nasional di Jakarta Agustus mendatang.

Sebuah kebanggan tersendiri yang dirasakan oleh Yaskur Rizqullah (D3 Akuntansi 2014)  dan Muhammad Hafiz (D3 Akuntansi 2014) yang memenangkan kompetisi tersebut yang mengharumkan nama baik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala. Dalam kompetisi ini 2 (dua) mahasiswa tersebut berhasil mewakili Aceh nantinya pada 9 Agustus 2017 di Jakarta.Yaskur Rizqullah mendapatkan juara 1 (satu) dalam seleksi di Aceh dan rekannya Muhammad Hafiz atau sering disapa (Iblin) mendapatkan juara 2 (dua) .

Keduanya mengatakan bahwa yang memotivasi mereka mengikuti “STOCKLAB” ini karena Games nya asyik dan pembawaan yang santai serta tidak menguras pikiran dalam permainannya. Yaskur Rizqullah termotivasi mengikuti games ini karena dukungan orangtuanya yang senantiasa selalu ada untukknya. Sedangkan Muhammad Hafiz termotivasi karena hal pertama dari salah seorang satpam di tempat ia nge-Job pada saat itu dan alasan lainnya adalah orang tua dan karib dekatnya sendiri, Yaskur rizqullah.

Sebagai Mahasiswa sangatlah sulit untuk mengimbangkan waktu antara kuliah dan kegiatan diluar, akan tetapi berbeda dengan dua orang mahasiswa FEB Unsyiah ini yang dapat memanajemenkan waktunya dengan baik hingga mendapatkan prestasi yang mereka raih seperti sekarang ini. Selain itu, Yaskur dan Hafiz juga membagikan trik-trik dalam pengambilan kartu pada games tersebut,yaitu saat games itu dimulai “kita harus pandai-pandai mengambil kartunya,jangan salah langkah,dibutuhkan kerjasama,dan yang paling penting adalah doa yang akan mengimbangi usaha kita”katanya pada saat diwawancarai.

Dalam kutipan terakhirnya, Yaskur memberikan sepatah dua patah kata harapan untuk Mahasiswa FEB Unsyiah. “Semoga mahasiswa itu jangan KUPU-KUPU (kuliah-pulang-kuliah-pulang). Tapi cobalah berinovasi untuk hal-hal yang bersifat positif” katanya pada saat diwawancarai. Pemenang kedua yang mewakili Aceh menambahkan perkataan Yaskur, “kita sebagai mahasiswa janganlah mudah menyerah dan berputus asa,pikiran yang optimis akan memberikan bukti yang nyata”, katanya dengan penuh harapan. (Sw)

Hari Pertama Kerja, Wakil Dekan III silaturrahmi bersama ORMAWA

 

Silaturrahmi WD III FEB Unsyiah Bersama ORMAWA (Jauhar/Perspektif)

Darussalam – Memasuki hari pertama menduduki kursi Wakil Dekan III, Murkhana SE. MBA langsung mengundang seluruh organisasi mahasiswa (ORMAWA) di lingkungan kampus FEB Unsyiah untuk  bersilaturahmi di kantor Wakil Dekan III FEB.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh 14 mahasiswa yang merupakan perwakilan dari BEM, UKM dan HMJ di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Dialog yang berlangsung selama satu jam tersebut membahas poin-poin yang menjadi permasalahan dan inovasi seputar  kegiatan kemahasiswaan.

Dalam kesempatannya, Murkhana menyinggung beberapa masalah seputar keaktifan organisasi kampus, pendanaan, dan skala kegiatan mahasiswa yang di rasa masih kurang.

Terlepas dari keaktifan organisasi, beliau juga akan mengadakan evaluasi terhadap mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir yang ‘telat lulus’ karena organisasi. “Untuk periode ke depan, saya akan melakukan evaluasi

Ketua BEM Ekonomi Unsyiah Sedang Memberi Pendapat (Jauhar/Perspektif)

rutin terhadap mahasiswa-mahasiswa yang telat lulus gara-gara organisasi” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nazrul Anas yang juga merupakan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Unsyiah mengharapkan kerjasama dari pihak dekanan yang beru di Lantik untuk meningkatkan motivasi mahasiswa untuk bergabung ke organisasi yang  kian menurun

Hal serupa juga diutarakan oleh ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FEB Unsyiah, “Selaku pimpinan dewan mahasiswa, kami berharap bapak dalam membantu kami lebih baik demi terselenggaranya acara-acara yang akan diadakan agar dapat menembus skala yang lebih tinggi” ujarnya.

Murkhana merupakan dosen Program Studi Manajemen dilantik menjadi Wakil Dekan III pada Jumat (5/5) lalu. Beliau dipercaya menjadi WD III FEB menggantikan Nashrillah Anis SE. MM.

Beliau dikenal sebagai dosen yang humoris di kalangan mahasiswa. Selain itu, pria lulusan Universitas Kebangsaan Malaysia ini dikenal sebagai pribadi yang dekat dengan mahasiswa (Jr)

Band Indie Ibukota Meriahkan Acara LOZCAFEST 2017

Band Indie Ibukota Meriahkan Acara LOZCAFEST 2017 (Iqbal/Perspektif)

 

Darussalam – LOZCAFEST 2017 berhasil digelar di Pantai Cemara Lampuuk (24/4). Acara yang merupakan acara puncak perayaan anniversary OZ Radio Banda Aceh ini dihadiri oleh berbagai kalangan muda kota Madani.

LOZCAFEST merupakan event festifal musik indie yang pertama kali digelar di Banda Aceh. OZ Radio Banda Aceh berkolaborasi dengan Go Ahead People Banda Aceh ini menggabungkan seni dan alam bebas menjadi satu.

Dalam acara yang digelar di tepi pantai ini mengundang sejumlah band Indie terbaik Ibukota. Sebut saja Kelompok Penerbang Roket, Elephant Kind hingga DJ Dipha Barus turut memeriahkan rangkaian acara LOZCAFEST 2017.

“(Acara) ini adalah acara yang luar biasa dengan konsep seni dan alam bebas pertama di Aceh. Senang bisa ikut dalam acara ini” sebut salah seorang penonton.

Band Indie Ibukota meriahkan acara LOZCAFEST 2017 (Jauhar/Perspektif)

Selain band Indie Ibukota, acara ini turut diisi oleh sejumlah band hits di Banda Aceh seperti Threemore, Killa The Phia dan sejumlah band asli bentukan anak Aceh turut memeriahkan acara ini.

LOZCAFEST 2017 juga diisi oleh sejumlah stand makanan, games hingga brand pakaian lokal pun turut hadir untuk memanjakan pengunjung yang datang.

Pengunjung juga dapat mencoba berkreasi dengan *face painting* oleh komunitas lukis Akar Imaji. Selain itu, pengunjung juga bisa mendapatkan merchandise band-band yang tampil di stand OZ Radio Banda Aceh (Jr)

Yuk Intip Keseruan LOZCAFEST 2017

Intip keseruan LOZCAFEST 2017 (Dok. Istimewa)

Pertama di Aceh, showcase musik di hutan cemara. LOZCA FEST, event perayaan ulangtahun ke-8 OZ Radio Banda Aceh yang diberi tema “Music Meets Wild Life”. Acara yang menghadirkan musisi-musisi Indie paling digandrungi di Indonesia saat ini, akandilaksanakan pada hari minggu tanggal 23 April 2017 di Pantai Cemara, Lhoknga, Aceh Besar.

Pengunjung akan dihibur dengan penampilan 9 kelompokmusisi yang mewakili beragam jenis musik, mulai dari pop, rock, EDM, hingga metal. Datang dari Ibu Kota, kelompok musik Elephant Kind, Kelompok Penerbang Roket dan Dipha Barus akan menyapa para pendengarnya di Aceh dengan karya musik terbaiknya. Acara akan dibuka oleh penampilan kelompok musik pop alternative asal Kota Medan, Shadowplay. Tak kalah seru, band-band terbaik Aceh juga ikut memamerkan karyanya di LOZCA FEST,band seperti Killa The Phia, Threemor, Sway, My Chicken Robot dan Rabbit Has The Miracle.

Sambil menunggu artis favorit tampil diatas panggung, pengunjung juga akan dimanjakan dengan arena-arena menarik di sekitar festival, seperti eat & hits (Area food truck dan minuman), style or die (area berbagai distro lokal &handycraft), Merch-on (booth merchandisedari band-band pengisi acara), Lozca Land (area games seru yang bisa di ikuti pengunjung), Art Instalation oleh AkarImaji, intense stage dan booth kreatifitas dari komunitas Go A Head People Banda Aceh.

Untuk datang ke acara keren ini, pengunjung cukupmembeli Lozca Kit sebagai tanda masuk seharga Rp 80.000,- di KIT BOX yang tersebar di Kota Banda Aceh, seperti Rocket Store, Tanabata Coffee, Redinesh Coffee, Waroeng Blegh, Sugar Sop Buah sertaOZ Radio Banda Aceh yang beralamat di Komplek Perkantoran Townsquare no 10, Lampineung. Lozca Kit dilengkapi dengan peta lokasi, rundown acara, wristband tanda masuk, dan voucher diskon belanja senilaiRp. 20.000,- yang bisa digunakan di lokasi acara.

Tunggu apalagi, buruan dapatkan Lozca Kit dan jadi bagian dariLOZCA FEST, showcase musik di hutan pertama di Aceh. (Mia)

Hilang Satu Dekade, Saturday Fever “Terlahir Kembali”

Sempat Hilang Satu Dekade, Saturday Fever “Terlahir Kembali” di Lampineung (Jauhar/Perspektif)

Darussalam – UKM Bengkel Seni dan Teater (BESTEK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah berhasil menggelar acara Saturday Fever pada Sabtu (8/4) kemarin. Setelah hilang satu dekade, Saturday Fever berhasil menghilangkan rindu pecinta musik di Kota Banda Aceh dengan mengangkat tema “Save Your Soul”

Acara yang berlangsung di pelataran parkir Stadion H. Dimurthala Lampineung ini diisi oleh sejumlah band lokal di Banda Aceh. Dengan penampilan ala Street Music Performance ini pun dikunjungi oleh ratusan pengunjung.

Saturday Fever yang merupakan acara tahunan BESTEK ini diadakan sebagai panggung unjuk gigi dan ajang silaturrahmi antar band lokal di Banda Aceh. Sebelumnya, Saturday Fever sempat terhenti selama satu dekade lamanya.Acara yang biasanya di gelar di Kantin Kampus Ekonomi Unsyiah ini dilahirkan kembali di pelataran parkir Stadion H Dimurthala Lampineung

Selain itu, LPM Perspektif juga mengadakan mini photo exhibition selama acara berlangsung dengan menampilkan foto-foto terbaik hasil jepretan anggotanya. Sejumlah pengunjung juga terlihat antusias untuk melihat foto-foto karya anggota LPM Perspektif.
Sejumlah band lokal seperti KEY P.A.D dan Britoters yang merupakan band bentukan BESTEK pun turut memeriahkan acara ini. Acara berlangsung meriah ini pun dihadiri oleh sejumlah foodtruck yang menjajakan sejumlah makanan dan minuman yang dapat dinikmati selama acara berlangsung.

Iwan Adha yang merupakan ketua pelaksana Saturday Fever pun berharap dengan adanya acara ini dapat menambah pengalaman anggota BESTEK dalam hal Event Organizer

“Di acara ini kita coba angkat tema Save Your Soul yang berarti semua Genre music dapat ikut tampil dalam acara ini, tidak ada batasan genre yang ditampilkan dalam Saturday Fever kali ini” Ucap Iwan

Ketika ditanyai tentang acara Live On Stage BESTEK, Iwan mengaku belum bisa memastikan akan diadakannya acara tersebut di tahun ini. “Kalo masalah LOS (Live On Stage), kami belum bisa memastikan acara tersebut terlaksana di tahun ini. Tapi kami akan terus upayakan, Inshaa Allah LOS tahun ini jalan” tutup Iwan. (Jr/Perspektif)