Rina Meutia: Mahasiswa Harus Kreatif dan Terampil

kuliah-umum-rina-520x265Darussalam | Rina Meutia, alumni Prodi Akuntansi FEkon Unsyiah, mantan staf Bank Dunia, Washington D.C. mengatakan bahwa mahasiswa harus kreatif dan terampil bila ingin bersaing di pasar kerja global. Pekerja profesional yang pernah bekerja di 26 negara ini mengatakan bahwa indeks prestasi akademik (IPK) dan gelar S2-S3 bukanlah segalanya. “Para profesional di lembaga-lembaga internasional lebih memperhatikan ide yang kamu sampaikan, bukan pada gelar kamu atau IPK yang kamu miliki. Saya sudah bekerja di UNHCR bahkan waktu belum tamat kuliah,” ujarnya bersemangat.

“Nilai-nilai yang ditanamkan dalam agama kita, Islam sebenarnya sangat universal. Apabila kita terapkan, kita pasti sukses di manapun kita bekerja. Pertama adalah kejujuran. Biasakan jujur dari hal-hal kecil sekalipun. Misalnya, jangan pernah menyontek, karena menyontek akan menurunkan harga diri dan rasa percaya diri kita. Selain itu, menghargai pendapat orang lain. Jangan pernah merasa kita paling benar, paling pintar, paling tahu segalanya. Untuk para dosen, maaf saya memberi masukan, hargailah mahasiswa, jangan memandang mereka rendah. Bisa jadi sebenarnya mereka lebih tahu dari kita karena mereka banyak membaca. Hal ini mungkin saja terjadi karena kecanggihan teknologi, misalnya dengan adanya Google, Ebook, dll.,” pesan jebolan Master of Public Service (PMS) Clinton School of Public Services, University of Arkansas AS ini tulus.

Wanita yang pernah menjadi penasehat Presiden Timor Leste Ramos Horta dalam bidang kesehatan ini hadir sebagai Dosen Tamu pada Kuliah Umum yang digelar Program Studi (Prodi) Akuntansi FEkon Unsyiah pada Jumat 21 Februari 2014 lalu. Dihadapan seratusan peserta terdiri dari para dosen dan mahasiswa, Dek Na-panggilan akrabnya tampil lugas dan sangat menginspirasikan.

Salah seorang mahasiswa, Firdaus (19) yang hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa ia sangat terinspirasi. “Saya dulunya minder karena hanya punya IP 3,0. Padahal, seperti yang dikatakan Ibu Rina, IP bukanlah segalanya, asalkan kita memiliki keterampilan yang dapat kita tonjolkan,” akunya.

Ketua Prodi Akuntansi, Dr. Nadirsyah, SE, MSi., Ak dalam sambutannya sangat mengapresiasi kehadiran Rina Meutia. “Kami berharap Ibu Rina jangan bosan-bosan datang ke fakultas, kami selalu siap dengan tangan terbuka. Beritahukan teman-teman lainnya di Bank Dunia, USAID, AUSAID, UNDP, dan PBB tentang Fakultas Ekonomi Unsyiah, almamater kita. Ajak-ajak teman lainnya untuk mau berbagi ilmu dan pengalaman dengan adik-adik mahasiswa kita di sini,” tambahnya. []

Prof. Mohammad Yusoff: Membangun Melalui IMC

kuliah-tamu-520x265Banda Aceh | Associate Professor Mohammad Md Yusoff dari Univeristas Sains Malaysia (USM) pada Jumat (14/2) lalu mengatakan bahwa sebuah negara, daerah ataupun organisasi sangat membutuhkan pencitraan (image). Image akan  menimbulkan kepercayaan konsumen sehingga tertarik untuk membeli produk atau datang ke suatu negara. Konsep pencitraan yang komperhensif dewasa ini disebut dengan Integrated Marketing Communication (IMC).

“Pertama kali sampai di Aceh, saya nak tahu apa yang hebat tentang Aceh, saya tak jumpa-i apapun di Bandara,” ucapnya mengawali Kuliah Umum pada Program Studi (Prodi) Manajemen di Balai Sidang FE Unsyiah. “Saya hanya tahu Aceh tentang tsunami, lebih dari itu saya tak tahulah,” lanjutnya lagi. Jebolan Michigan State University, A.S. ini lebih jauh mengungkapkan bahwa keberhasilan Malaysia didasarkan pada komunikasi yang efektif, “Malaysia as a truly Asia”.

“Aceh membutuhkan pencitraan untuk dapat maju, misalnya menjadi pusat studi ekonomi dan bisnis syariah, karena orang Aceh katanya alim-alim,” ujarnya. “Untuk itu dibutuhkan kepemimpinan yang kuat dan komit dalam mewujudkan image tersebut. Tanpa kemepimpinan yang kuat, tidak akan berhasil,” tambahnya lagi.

Ketua Prodi Ahmad Nizam, SE, MM mengatakan bahwa kegiatan kuliah tamu ini merupakan agenda tetap yang dilakukan Prodi. “Kita diwajibkan melakukan kegiatan seperti ini empat kali dalam setahun,” ujarnya. “Event seperti ini diharapkan dapat meningkatkan wawasan keilmuan sekaligus mempererat silaturahmi civitas academica FEkon khususnya warga manajemen,” tambah mahasiswa program doktor di USM ini semangat. “Persahabatan tanpa penghianatan,” katanya ketika menutup acara ini. [ ]

DPM Fakultas Ekonomi Unsyiah gelar rapat kerja bersama

_DSC4934Darussalam, (15/2) Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi Unsyiah menggelar acara rapat kerja KBM yang dibuka oleh pembantu dekan III. Dalam kata sambutan pembukaan nya, beliau memaparkan tiga pos sumber pendanaan yang bisa digunakan oleh mahasiswa, yaitu bantuan dana kemahasiswaan dari pembantu dekan III, bantuan dana kemahasiswaan dari pembantu rektor III dan juga yayasan persatuan orangtua mahasiswa fakuktas ekonomi (PETUALIMA). Beliau juga menjelaskan bahwa dana yang dimiliki oleh pihak Dekan-an juga tidak begitu banyak jika disandingkan dengan jumlah kegiatan yang akan dilaksanakan oleh HMJ maupun UKM di lingkungan Fakultas Ekonomi Unsyiah, yakni berkisar antara 70 hingga 80 juta.

Diharapkan rapat kerja KBM Fakultas Ekonomi Unsyiah ini dapat menghasilkan kegiatan-kegiatan yang mencapai visi misi fakultas dan setiap kegiatan yang dilaksanakan bisa merangkul lebih banyak para mahasiswa agar keseluruhan kalangan mahasiswa  bisa merasakan manfaat kegiatan. Dalam bagian terakhir kata sambutan nya, beliau juga mengharapkan agar tiap UKM serta HMJ dapat membuat format kegiatan serta proposal yang sama untuk setiap kegiatan agar mudah dalam hal pemaparan tanggung jawab kegiatan di kemudian hari.

Felix Azizi selaku ketua Badan Eksekutif Mahasiswa yang turut hadir pada raker perdana ini mengharapkan agar setiap kegiatan yang akan berlangsung nantinya tetap berlandaskan tri darma perguruan tinggi serta selaras dengan visi misi fakultas dan tentunya berdasarkan prinsip kekeluargaan. Dalam raker ini rangkaian acara Lustrum ke sebelas fakultas ekonomi menjadi salah satu program kerja andalan yang dicanangkan felix beserta teman-teman. (Mia)

Dekan Fakultas Ekonomi Unsyiah Lantik Kepengurusan BEM, DPM, UKM & HMJ

SONY DSCDarussalam (5/2), Fakultas Ekonomi Universitas syiah kuala menggelar acara pelantikan bersama BEM, DPM, UKM & HMJ. Acara ini dipimpin langsung oleh Dekan Fakultas Ekonomi Dr. Mirza Tabrani, MBA. Lingkungan fakultas ekonomi kembali berjalan dengan kepemimpinan yang baru yaitu memilih Felix Azizi sebagai ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan Rachmad Muchlyan sebagai ketua DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa).

Dengan dilaksanakan nya acara ini mengesahkan jabatan para pengurus UKM & HMJ yang baru yaitu , Ketua Himadipa (himpunan mahasiswa pembangunan) Angga Lazuardi, Himaka (himpunan mahasiswa akuntansi) Fathur Rafi, HMM(himpunan mahasiswa manajemen) Rahmat Fajri, UKM BESTEK M.Chalis, UKM PA-LH Metalik Rinaldi Afzal, UKM LPM Perspektif Mizla Sadrina, UKM Al-mizan Hery Thamliqa, EOC (economic otomotif club) Teuku Meurah Albar dan UKM INKUBATOR Hendra Halim.

SONY DSCAcara pelantikan yang kerap kaitan nya dengan sebuah perayaan kali ini dimaknai secara bijak oleh mahasiswa fakultas ekonomi Universitas syiah kuala ini. Mereka juga menggelar acara santunan terhadap 28 anak yatim gampong mulia yang serah terimanya dilaksanakan bersama imam gampong mulia.

Seperti kita ketahui semuanya, perayaan tidak harusnya dilaksanakan secara hura-hura, namun akan lebih indah jika kita dapat berbagi dengan saudara-saudara yang lebih membutuhkan. Semoga dengan pelaksanaan pelantikan kepemimpinan yang baru dapat membawa fakultas ekonomi menjadi lebih baik lagi dan menjadi tauladan bagi fakultas lainnya. Serta menghasilkan generasi muda pencetus ide dan karya gemilang di kemudian hari. (mia)

_MG_5406

SONY DSC

Dr. H. Marzuki Alie ; Pembangunan Tidak Bisa Kita Bangun Tanpa Adanya Kebersamaan

DSC_6992Jum’at (27/12) , Gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala tampak dipadati ratusan mahasiswa yang mengikuti kuliah umum bersama Dr.H.Marzuki Alie selaku ketua DPR Republik Indonesia. Acara yang dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi Unsyiah ini mengangkat tema “Otonomi Khusus, UUPA dan Kesejahteraan Masyarakat Aceh”. Kuliah umum dan diskusi publik ini diawali dengan kata sambutan oleh rektor Universitas Syiah kuala, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal M.Eng. Beliau juga menuturkan beberapa kisah tentang Aceh yang beberapa program nya telah diadopsi oleh pihak nasional , seperti pembentukan MUI (Musyawarah Ulama Indonesia) yang terinsiparasi dari PUSA (Persatuan Ulama Seluruh Aceh). “Semoga diksusi dan kuliah umum ini dapat menghasilkan langkah yang signifikan untuk menemukan formula baru untuk Aceh dan Indonesia yang lebih baik kedepan nya” tutup beliau dalam memberi kata sambutan nya.

Acara yang dihadiri oleh mahasiswa dan seluruh civitas akedemika Unsyiah ini semakin menarik saat pemateri yaitu bapak Marzuki Alie menjelaskan tingkat kemiskinan di Aceh yang semakin tinggi yakni mencapai angka 18,7 %. Dalam konteks ekonomi , beliau memaparkan bahwa Aceh memiliki kualitas yang cukup bagus untuk kategori sumber daya alam nya. Namun cukup disayangkan dengan keberadaan SDM yang tidak berkompeten.  Sehingga dana yang kini cukup banyak diberikan kepada pemerintah Aceh tidak dapat dipergunakan dengan efesien. “Menyinggung tentang otonomi khusus, menurut saya pembangunan tidak bisa kita bangun sendiri tanpa adanya kebersamaan. Oleh karena itu, para pemimpin daerah yang kini sedang mengadakan segala kegiatannya haruslah memanfaatkan kewenangan bagi kemaslahatan rakyat dengan sebaik-baiknya” pungkas ayah dua orang anak ini ketika mengakhiri kuliah umum sebelum menuju sesi diskusi dan tanya jawab.DSC_7096

Diskusi yang kemudian dipimpin langsung oleh bapak Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal M.Eng ini cukup memperlihatkan antusiasme para peserta kuliah umum  tersebut. Salah satu pertanyaan yang juga muncul dalam diskusi tersebut adalah mengenai “wali nanggroe” yang sedang hangat diperbincangkan dalam kalangan masyarakat Aceh. Tanpa mengomentari lebih jauh, ketua DPR Republik indonesia ini mengatakan sebagaimana kita ketahui bahwa indonesia ini luas dan beragam , jadi sudah pantaslah kita menerima dan memelihara keberagaman tanah air tercinta kita ini.

Diskusi dan kuliah umum yang berlangsung kurang lebih 3 jam ini berakhir dengan pemberian cindera mata oleh Rektor & Dekan Fakultas Ekonomi Unsyiah. (mia)DSC_7100

 

Kolaborasi Lintas Komunitas, Peringati Tsunami secara Kreatif

Bencana tsunami 9 tahun silam tentu memiliki banyak memori penting dalam hidup masyarakat dunia, khususnya masyarakat Aceh. Gelombang maut yang menelan korban hampir 300 ribu jiwa itu menyisakan isak tangisbagi masyarakat Aceh. Tentu lah pantas ribuan orang menaruh simpati dan tergerak hati nya untuk menjadi relawan dan membantu pemulihan kembali rakyat Aceh untuk bangkit seperti sedia kala. Walau mereka yang sudah pergi dan tak akan kembali, tapi mereka terus mengingatkan kita pada kondisi dimana kita pernah bersama.

 

Sudah sembilan tahun tsunami berlalu. Kita yang tersisa harus terus tegar dan iklas menerima musibah ini. Mengenang tsunami bentuk lain dari mengintrospeksi diri, membawakan kita lebih maju dan baik pada masa mendatang. Banyak cara dan kegiatan yang bisa kita lakukan untuk mengenang mereka yang telah tiada , begitu pula dengan acara yang dilaksanakan oleh kolaborasi lintas komunitas. Komunitas yang tergabung kedalam kolaborasi ini diantaranya adalah !deplus, Diwana Organizer, Aceh Movie Maker, LD Arsitektur USK,Theater MAE, Komunitas Tikar Pandan, LPM Perspektif, The Leader, KNPI Banda Aceh, Koper Bekas, Saleum Group,Yayasan Kita,Seukeum Community,JAROE,Parlemen Muda Indonesia,Aceh Tour Community,Aksara Strategic Initiative,Aksara Sketsa Komunika, Kata Hati Institute,I Love Aceh,Putroe Ijoe, Foskadja, Antero Radio/TV , JROH production.  Acara peringatan tsunami  ini bertajuk “BANGKIT BERSAMA, KREATIF BERSAMA”. Dalam rangkaian acara nya, beberapa kumpulan komunitas pemuda ini melaksanakan pemutaran film dokumenter bencana, Pameran Lukisan, Sketsa Kreatif, Karikatur, foto, Zikir dan doa,Donor darah,Demo lukis, Taman berbagi cerita,Dalail khairat, Pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur-an,Orasi budaya kreatif, dan banyak lagi.

Pada puncak acaranya yakni hari ini tanggal 26 desember 2013 , delisa yang terkenal sepenjuru negri karena kisah pilu nya saat tsunami dihadirkan untuk membaca puisi dan sedikit menceritakan pengalaman nya saat kejadian tsunami 9 tahun silam. Gadis belia ini membacakan puisi dengan penuh penghayatan. Saat ia menuturkan kisah pilu nya , ia menceritakan sosok ibu nya yang selalu menjadi alasan ia tetap kuat dan bertahan hingga sekarang meskipun sang ibu sudah tak bersamanya lagi setelah bencana maha dahsyat tersebut. “Untuk kawan-kawan semua yang punya kisah sama seperti delisa , kita tidak boleh menyerah dan putus asa. Allah memberikan kita ujian dan tetap hidup agar kita menjadi lebih baik lagi. Dan orang-orang yang kita cintai meskipun mereka sudah berada ditempat yang berbeda dengan kita , yakin lah mereka mendapat tempat yang lebih indah di sisi Allah swt” tutur gadis manis ini dengan suara agak terbata mengingat kisah hidupnya. Dalam selingan orasinya tersebut Delisa juga menceritakan bahwa yang memotivasinya menjadi sosok gadis pemberani seperti sekarang ini adalah orang-orang yang mengejeknya gadis cacat. Perlu diketahui sebelumnya bahwa delisa kehilangan kakinya karena musibah tsunami silam , ia tertimpa reruntuhan bangunan sehingga kaki sebelah kirinya harus di amputasi.

Sesaat setelah penampilan Delisa membacakan puisi , para panitia mengedarkan kotak amal seikhlasnya bagi para penonton. Dan dana yang sudah terkumpul ini dipersembahkan untuk Delisa. Komunitas Koper Bekas hadir sebagai penampil terakhir dalam acara ini , mereka membawakan dua lagu yang di mainkan bersama alat-alat bekas yang dipadu-padan kan menjadi musik yang easy listening dan menarik. Dan penampilan mereka saat membawakan “kuthidieng” sebagai lagu penutup jelas membuat antusiasme penonton semakin memuncak karena lagu yang dirapalkan seperti mantra ini mampu membius penonton dan terpukau dengan penampilan ciamik dari komunitas perkusi barang bekas ini.

“Acara seperti patut dicontoh oleh pemuda Aceh lain nya, kita jangan terlarut dalam kesedihan. Musibah tersebut tentu tidak akan kita lupakan namun akan selalu terkenang didalam hati dan ingatan kita semua. Karena tujuan acara peringatan kali ini adalah mentrasformasikan semangat bangkit dari bencana Tsunami 9 tahun lalu  menjadi inspirasi dalam  mewujudkan ide, konsep dan karya-karya kreatif bagi masyarakat Aceh.” Papar salah seorang penonton. (MIA)

Belajar Rendah Hati Lewat Fotografi

Darussalam – Peter Chandra dan Zaky Nasution untuk kali pertama hadir sebagai pemateri dalam acara Workshop Landscape & Portrait Photography dengan tema “Mengupas Trik Memotret Landscape & Portrait yang Baik” yang dilaksanakan oleh LPM Perspektif FE Unsyiah dan bertempat di Balai Sidang Fakultas Ekonomi Unsyiah pada hari Sabtu (21/12/2013). Workshop ini juga menghadirkan Yuzar Alamsyah dari Aceh Fotografer Net (AFN) selaku moderator acara.

“Tujuan kami mengadakan acara ini adalah sebagai ajang tukar ilmu bagi para fotografer dan pemantapan teori mengenai trik memotret landscape & portrait yang baik. Workshop ini diikuti oleh 30 orang peserta yang a adalah mahasiswa dan freelance fotografer. Semoga acara ini dapat memberi ilmu baru kepada para peserta nya”, ungkap Nazariandi selaku ketua pelaksana.

Dalam isi workshopnya, Peter Chandra yang juga seorang dokter ini memaparkan bahwa belajar fotografi bukan hanya bagaimana mengambil gambar dan momen dengan baik dan bagus, namun juga cara kita untuk belajar rendah hati. Belajar fotografi mengajarkan agar tetap rendah hati dan menjadi diri sendiri karena kejujuran dalam memotret juga sangat diperlukan agar menjadikan hasil potret memiliki “soul dan karakter” yang mencitrakan diri sendiri. Fotografer juga harus bisa menerima segala kritikan atas hasil fotonya karena hal tersebut merupakan pembelajaran untuk mendapatkan hasil foto yang lebih baik lagi. Workshop ini berlangsung hingga sore hari dan diakhiri dengan hunting foto portrait di area kampus ekonomi Unsyiah serta landscape dengan memburu indahnya mentari senja di Pantai Alue Naga. (MIA)

Workshop Landscape & Portrait Photography

SPANDUK WORKSHOP PETER CHANDRA 5 x 1_001

Workshop Landscape & Portrait Photography bersama Fotografer Peter Chandra & Zaky Nasution. Registrasi dengan mengirimkan SMS berupa nama(spasi)pekerjaan(spasi)alamat ke 085260113440 (ANDI) dan uang pendaftaran ke Lab. Iklan Fakultas Ekonomi Unsyiah (lt.2 Gedung D3). Batas pendaftaran maksimal 40 orang. Fasilitas: Makan siang dan sertifikat

 

Teknis acara:

– pkl 08.30 – 09.00 || Registrasi Ulang

– pkl 09.00 – 12.30 || Materi

– pkl 12.30 – 13.45  || Isoma

– pkl 13.45 – selesai || Hunting / Praktek

 

BROSUR WORKSHOP PETER CHANDRA UKURAN A4

 

Beli kamera + lensa berjuta-juta. Daftar workshop fotografi 30rb ga sanggup? Ga mesti punya kamera kalau mau ikut workshop ini. Disini kita kupas trik untuk “mengubah pemandangan menjadi emas”. Fotografi merupakan bisnis yang besar. Ikut workshop bukan sekedar untuk pintar fotografi/ buat foto yang bagus. Tapi bagaimana cara kita menghargai diri sendiri, karya kita . Untuk jadi joki yang handal, kamu ga mesti jadi kuda. Untuk bisa berbisnis fotografi, ga mesti punya kamera kan? #pinjamaja 

Ombak Surut Bijak Bertaut – Peringatan Sembilan Tahun Tsunami Aceh

Komunitas Tikar Pandan (KTP) bekerjasama dengan beberapa lembaga akan menyelenggarakan Peringatan Sembilan Tahun Tsunami Aceh. Kegiatan yang diberi tajuk “Ombak Surut Bijak Bertaut” merupakan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan sejak hari Kamis-Sabtu (12-14 Desember 2013) pukul 08.30-22.00 WIB di Gedung ACC Sultan II Selim.

Yulfan, Koordinator Pelaksana, mengatakan bahwa kegiatan ini terdiri dari Pameran Foto Bencana, Festival Film Bencana, Zikir dan Doa, Seminar Mitigasi Bencana Kreatif, dan Gelar Teater Remaja Aceh. Lebih lanjut, Yulfan menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk refleksi dan membangun kesadaran masyarakat terhadap bencana serta forum diskusi dan berbagi dengan berbagai pemangku kepentingan dan pihak lainnya yang bekerja dalam isu yang sama.

Acara ini dilaksanakan bersama oleh Komunitas Tikar Pandan; Secours Populaire Francais (SPF) France; ACC Sultan II Selim; SMP Lhoknga; MAN 2 Banda Aceh; Panti Asuhan SOS, Lamreung; SMP/SMA Methodist; Goethe Institute Jakarta; Japan Foundation Jakarta; Gemasastrin dan Teater Gemasastrin Unsyiah; Forum Jurnalis Peduli Bencana; Aliansi Jurnalis Independen Kota Banda Aceh; Muharram Journalism College; LPM Perspektif Unsyiah; Himakasi Unsyiah; IloveAceh; Ruangrupa dan LPM Perspektif FE Unsyiah.

Informasi dan pertanyaan, Kiki (085260878232 atau 08983895543), untuk info karcis Tris (085260757474).

1471863_732680450077081_1294562454_n

Hebohnya PJTD 2013!

Darussalam – Unit Kegiatan Mahasiswa Lembaga Pers Mahasiswa Perspektif Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala mengadakan Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) tahun 2013. Pelatihan ini diikuti oleh 16 mahasiswa dari berbagai program studi Fakultas Ekonomi Unsyiah ini  bertempat di Taman Rusa Desa Lamtanjong, Sibreh, Aceh Besar selama 29 -30 November 2013.

1453228_520982241332210_1617030793_n

Para peserta PJTD berfoto bersama Fahmi Yunus, salah satu senior Perspektif.

PJTD ini merupakan rangkaian agenda tahunan UKM LPM Perspektif dalam proses regenerasi penerus organisasi fakultas ini sendiri sekaligus ajang silaturrahmi antara anggota Perspektif. Didalam pelatihan ini, para peserta diberikan berbagai materi dan game yang berkaitan dengan dunia jurnalisme, seperti fotografi, menulis, design grafis, dan lainnya yang dapat membentuk karakter mahasiswa sebagai jurnalis kampus.

Ketua panitia, Arsika Adidaya, mengatakan, “Acara ini bertujuan untuk melatih para peserta pelatihan yang juga calon anggota UKM LPM Perspektif Unsyiah untuk mengetahui seluk-beluk dunia jurnalistik. Karena hal ini pun akan menjadi bekal mereka kedepan untuk menjadi seorang jurnalis kampus yang baik.”

Sebelum keberangkatan ke lokasi pelatihan, semua peserta dan panitia PJTD terlebih dahulu mendapatkan pembekalan sekaligus acara pelepasan di halaman kampus Fakultas Ekonomi Unsyiah oleh Pembantu Dekan III bagian Kemahasiswaan, Nasrillah Anis, SE, MM. Dalam kata sambutannya, beliau mengatakan bahwa pelatihan ini sangat berguna untuk meningkatkan wawasan mahasiswa khususnya dalam bidang jurnalistik dan semoga kelak UKM LPM Perspektif ini dapat terus berdiri sebagai lembaga pers kampus dan juga berprestasi sehingga bisa mengharumkan nama Fakultas Ekonomi Unsyiah ini.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan tersebut diantaranya adalah teknik fotografi oleh Nailul Kharisma. Pada sesi ini, para peserta tidak hanya diajarkan teorinya saja, tetapi juga melakukan praktek langsung di sekitaran Taman Rusa.

Kemudian pada sesi materi selanjutnya dilakukan oleh Fahmi Yunus, salah satu senior Perspektif. Beliau memaparkan tentang bagaimana manajemen pers yang baik kepada para peserta pelatihan jurnalistik. Pada akhir sesi ini, semua peserta pelatihan diminta untuk melakukan sebuah simulasi bagaimana cara bekerja didalam manajemen pers kampus seperti UKM LPM Perspektif ini sendiri. Antusiasnya para peserta pelatihan pun tak luput mendapat pujian dari kedua pemateri yang mengaku kagum atas semangat dan kerja kerasnya para peserta pelatihan yang mengikuti rangkaian acara tersebut.

Adapun kegiatan pelatihan jurnalistik ini terlaksana atas kerja sama UKM LPM Perpektif dengan Taman Rusa Sibreh, Aceh Besar. (Fauzan)