PIA : “Pengkajian Ulang Profesi Akuntasi Melalui Seminar Internasional”

PIA : “Pengkajian Ulang Profesi Akuntasi Melalui Seminar Internasional” (foto:Syawal)

Darussalam – Senin (15/10) Revolusi industri 4.0 sudah mengikis keberadaan manusia dalam ranah pekerjaan. Semua SDM sedikit demi sedikit sudah dapat tergantikan oleh adanya inovasi baru, yakni robot yang sejatinya juga merupakan rancangan tangan manusia. Melirik fenomena tersebut, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) kembali mengadakan Pekan Ilmiah Akuntansi (PIA) di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah terhitung dari tanggal 15-20 Oktober 2018. Kali ini PIA mengusung tema “The industrial revolution 4.0 : Revisiting the role of Accounting Profession” atau pengkajian ulang profesi akuntansi pada revolusi Industri  4.0

Dari tahun 1997 sampai sekarang, ini merupakan kali ke-21 HIMAKA menyelenggarakan acara PIA dan terbilang cukup banyak peminat yang mengincar seminar nasional dengan pembicara utama yaitu Prof. Ainun Na’im, PH.D. M.B.A yang merupakan Sekretaris jendral kementerian riset, teknologi dan pendidikan tinggi Republik Indonesia. Dan diisi oleh pemateri internasional yaitu Prof. Azlam Amran selaku Dean graduate school of business university of sains malaysia, serta pak Dasrul Chaniago Co founder mayoris aset manajemen dan Teuku Munandar selaku Deputi dewan perwakilan Bank Indonesia cabang Aceh. Para pemateri memberikan gambaran mengenai Revolusi industri serta peran akuntansi kedepan.

 Acara ini merupakan acara terbesar se-Ekonomi Unsyiah, yang menawarkan seluruh kegiatan menyangkut dengan Akuntansi nantinya agar dapat berguna saat zaman sudah semakin didepan dan mendorong manusia lebih kreatif lagi. Acara ini meliputi, seminar internasional,  Accounting cycle, Debat bahasa Inggris, software training zahir, CC & LBAP, lomba presentasi, dan PPL.

 Proker terbesar di HIMAKA ini mendapatkan dukungan dari kalangan mahasiswa maupun dosen. Boby Fischer, selaku ketua panitia acara ini pun mengharapkan agar acara PIA yang ke-21 ini dapat berjalan lancar. “ Diadakan PIA ini agar mahasiswa dapat membuka wawasan mengenai hal baru yang terjadi di dunia ini, khususnya mahasiswa dapat memahami setidaknya salah satu  software akuntansi agar mahasiswa/i tidak gagap teknologi serta tidak terpaku pada mesin canggih saja” Pungkas boby dengan harapnya. (wal)

 

Kepala Deputi BI Aceh: Inflasi di Aceh Aman

 

Kepala Deputi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Teuku Munandar Saat Memberikan Materi Inflasi (Jauhar/Perspektif)

Darussalam – Kepala Deputi Bank Indonesia perwakilan Aceh, Teuku Munandar menyebutkan bahwa dampak inflasi yang terjadi di Aceh tergolong aman. Hal ini disampaikan dalam diskusi yang diprakasai oleh pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah, Senin (24/9).

Munandar mengakui bahwa kenaikan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar memang begitu tinggi yaitu mencapai 9,2%. Namun hal ini dapat diantisipasi dengan baik oleh pemerintah dengan tersedianya cadangan devisa negara sebanyak $118 Miliar sehingga tidak memiliki dampak besar seperti Argentina & Turki.

“Depresiasi yang terjadi di indonesia masih dalam nilai wajar, oleh karena itu masyarakat jangan khawatir karena pemerintah masih bisa menahan harga rupiah” Ujar alumni akuntansi Universitas Syiah Kuala ini.

Di Aceh, inflasi tidak memiliki dampak yang signifikan dalam kegiatan perekonomian sehari-hari. Hal ini menurutnya, tidak terlepas dari keberhasilan pemerintah Aceh dalam meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pertumbuhan ekonomi di Aceh adalah 5,74% dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 3,26%

“Tingkat inflasi yang terjadi di Aceh pun terjaga, walaupun kita ada di peringkat 3 Sumatera dengan nilai inflasi 3,55. Dibandingkan dengan Bengkulu yang merupakan daerah inflasi terendah yang hanya 2,23%” Jelasnya

Pernyataan Munandar tentu bukan tanpa alasan, karena nilai iflasi Aceh masih dalam rentang target nasional sebesar 3,5±1 (Jr)

Persiapkan Mental Berkompetisi di Era Digital!

Persiapkan Mental Berkompetisi di Era Digital! (Gambar:Google)

Darussalam – Tak dapat dipungkiri, peradaban dunia semakin berkembang dengan pesat. Tanpa kita sadari, kini teknologi menjadi raja dari kehidupan. Semua pekerjaan yang dulunya sulit dijangkau kini menjadi mudah dan sangat cepat. Hal ini juga membawa banyak manfaat dan kebaikan. Salah satu yang paling terasa adalah terjalinnya hubungan internasional baik dari bidang pendidikan dan juga merambah hingga dunia bisnis. Lapangan kerja semakin terbuka lebar. Peluang untuk belajar ke luar negeri pun semakin terbuka.

Namun, digitalisasi juga melahirkan ancaman. Revolusi Industri 4.0 adalah revolusi dengan basis cyber physical system. Dimana robot dengan kecerdasan buatan atau artifisial mulai menyebar dan merebut posisi manusia di kancah pekerjaan.

Menilik dari banyaknya tenaga robot atau mesin yang dipakai, menambah rumit kriteria karyawan yang dipekerjakan di perusahaan. Jika beberapa tahun yang lalu tenaga jasa masih berfokus pada soft skill yang biasa, pada era digital ini penguasaan software dan kemampuan pengolahan data serta kreativitas lebih dilirik oleh perusahaan industri.

Tentu saja perkembangan yang terjadi di dunia bisnis menjadi sorot utama bagi calon sarjana ekonomi. Tujuan utama dari calon sarjana adalah menemukan pekerjaan yang tepat untuk menunjang hidup di masa mendatang. Namun,  hanya menguasai ilmu ekonomi tidak cukup meskipun gelar sarjana pun sudah disandang.

Melirik Amazon dan Alibaba yang mulai membuka pusat perbelanjaan atau supermarket tanpa kasir dan pegawai. Bahkan mereka memiliki sistem warehouse yang fully-automated. Di Indonesia sendiri, konsep digital lounge mulai digalakkan oleh perusahaan perbankan. Tanpa harus berhadapan dengan teller, orang dapat membuka tabungan sendiri.

Suka atau tidak, mau atau tidak mau, kita akan menghadapi digitalisasi. Maka dari itu, meningkatkan potensi diri adalah tugas utama bagi seluruh calon sarjana. Pekerjaan dengan keterampilan tinggilah yang masih membutuhkan tenaga kerja manusia.

Bagi calon sarjana, wajib mengetahui dan menganalisis jenis pekerjaan yang akan di apply nantinya.  Hal ini dikarenakan oleh adanya beberapa jenis pekerjaan yang akan hilang seperti teller,  driver,  kasir,  resepsionis dan beberapa lainnya.  Menentukan target pekerjaan yang tidak dapat dijangkau oleh mesin adalah kunci utama menghadapi digitalisasi atau revolusi industri 4.0.

Selain itu,  mengetahui bakat sendiri juga penting.  Dengan mengenal bakat yang dimiliki, maka dapat membantu ke depannya yakni dengan mengasah skill ataupun menambah skill baru dengan mengikuti berbagai pelatihan terkait soft skill atau pekerjaan di era digital.

Dilansir dari okezone.com, Laporan World Economic Forum 2016 yang bertajuk The Future Job telah memaparkan bahwa ada 10 skill yang akan dibutuhkan pada tahun 2020 mendatang. Diantaranya adalah pemecahan masalah kompleks, berpikir kritis, kreativitas, manajemen sumber daya manusia, koordinasi, kecerdasan emosional, penilaian dan pengambilan keputusan.

Dari sepuluh skill tersebut, semuanya berorientasikan mental. Maka, untuk calon sarjana ekonomi mulai dari sekarang harus dapat meningkatkan potensi diri bertajuk mental. Dengan mengikuti berbagai organisasi dan menjadi pemikir kritis, maka persaingan di era digital menjadi lebih mudah. ( Sulthana )

Luthfi Aulia Chandra : “Jadi Kreatif Gak Perlu Drama”

Luthfi Aulia Chandra : “Jadi Kreatif Gak Perlu Drama” (foto:Perspektif)

Darusalam –  Luthfi Aulia Chandra, Youtuber sekaligus Musisi ini berkesempatan hadir untuk pertama kalinya ke Aceh,  melalui Seminar Nasional Expo Inkubator 2018 yang digelar oleh UKM Inkubator FEB Unsyiah, Sabtu 22 september 2018 di AAC Dayan Dawood, luthfi hadir untuk mengisi seminar sekaligus menyapa para fans khususnya yang berada di Aceh.

Kali ini, luthfi hadir diacara tersebut sebagai pemateri dengan topik ‘creativepreneur’. Sebagai Anak muda yang memiliki kreatifitas di bidang Film Makers dan musik, luthfi banyak memberikan tips dan trik untuk menjadi anak muda yang berfikir kreatif dan memaanfaatkan media sosial dengan baik dan bijak. Salah satunya yaitu dengan fokus terhadap bidang yang disukai.

“Misal kalian sukanya film makers, kalian bisa tekuni hal itu, tetapi tetap fokus, jangan bawa pada hal yang lain, jadinya tidak setengah-setengah, yang penting tekuni” ucapnya.

Luthfi juga menceritakan awal dirinya berkarier hingga menjadi seperti sekarang ini, berawal dari kesukaannya terhadap film makers , pada tahun 2010 luthfi terjun ke dunia youtube sebagai content creator film pendek dan musik video, namun pada tahun 2015 luthfi di beri tawaran oleh Kevin Aprillio untuk bergabung dengan band garapannya yang diberi nama Kevin and The Red Rose, sejak saat itu luthfi mulai berkarier hingga seperti saat ini.

Banyak hal yang disampaikan luthfi kepada masyarakat khususnya kaum muda, salah satunya untuk menjadi kreatif itu tidak sulit asal mampu berfikir dan terus berusaha, banyak hal yang bisa dilakukan saat kita masih muda seperti  manjadi : content creator, youtubers, pengusaha, ataupun musisi. Tetapi semua kembali lagi mau atau tidaknya  untuk berusaha.

“ Untuk kaum muda kurangin drama, atau hidup dengan drama, tetapi mulailah berfikir kreatif, yang betul-betul kreatif, jangan suka cari sensasi dan drama, tapi buatlah ide dan kreatifitas sendiri, yang penting tetap be yourself” Ungkapnya.(alma)

Rupiah Melambung, Kampus Ekonomi ‘Masih Liburan’

 

Rupiah Melambung, Kampus Ekonomi ‘Masih Liburan’ (foto: google)

Banda Aceh – “Lebih asik ngomong di warung kopi ketimbang kampus ekonomi”

Mungkin kalimat di atas begitu menggambarkan dengan jelas tentang kondisi terkini di kampus tertua di universitas Syiah Kuala ini.

Menyedihkan memang, melihat kampus yang diisi oleh ratusan akademisi dan digadang-gadang punya segudang prestasi, bahkan tidak menyediakan ruang diskusi bagaimana kondisi terkini ekonomi nasional.

Seingat saya, terakhir kali kampus membuka diskusi tentang ekonomi adalah di awal tahun 2018 ketika sedang marak-maraknya isu dana Otsus begitu menggema di Aceh.

Dalam sesi diskusi yang diberi nama Komunitas Pemikir Ekonomi (KOPI), mereka turut menghadirkan Dr. Chenny S.E. M.Si. yang merupakan Sekretaris Jurusan Program Studi Ekonomi Pembangunan Unsyiah.

Namun begitu disayangkan, hasil diskusi yang telah dilaksanakan di Balai Sidang Ekonomi ternyata hanya bergema dalam ruangan saja, tidak ada publikasi lebih lanjut.

Poin-poin pernyataan hasil diskusi (notulensi) mungkin hanya sekedar pertanggal bagi mereka pernah melakukan diskusi ilmiah yang pertama setelah sekian tahun lamanya.

Rupiah Melambung, Kampus Ekonomi ‘Masih Liburan’ (foto: google)

Dan di pertengahan 2018, ketika nilai tukar dolar menyentuh Rp. 15.047 (data grafik kurs dollar.net), kampus tetangga yang berslogan “kampus pejuang rakyat” bergerak cepat untuk membuka ruang pendapat untuk membahas isu ini pada Minggu di pelataran masjid Jami’ Unsyiah (9/9).

Seakan berbanding terbalik, kampus yang punya kapasitas terbesar untuk membahas kurs rupiah terlihat adem ayem tanpa pergerakan.

Lantas kemanakah mahasiswa? Kemana para pemikir ekonomi? Mari kita doakan semoga mereka dapat kembali ‘pulang’ ke kampus ini.

M. Jauhar Ihsan (Pemimpin Umum LPM Perspektif FEB Unsyiah)

Fakultas Ekonomi Sukses Selenggarakan SAFE 2018

Fakultas Ekonomi Sukses Selenggarakan SAFE 2018 (Perspektif/Hasan)

Banda aceh-Pendidikan Karakter Mahasiswa Baru bertajuk Silaturrahmi Aneuk Fakultas Ekonomi (SAFE) berjalan sukses dan lancar. Hal ini diketahui dari minimnya kendala yang dialami oleh panitia penyelenggara selama 2 (dua) hari kegiatan berlangsung. Euforia pada akhir acara juga turut menjadi perhatian akan suksesnya acara ini.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Rais Mukhayar menegaskan bahwa ada 3 (tiga) tujuan yang menjadi target di acara SAFE 2018 yaitu transisi, organisasi dan loyalitas. “Jadi diharapkan mereka dapat beradaptasi dengan baik di dunia perkuliahan ini, dan mereka loyal terhadap organisasi dan juga kampus.” Jelas Rais

Bertempat di Aula FEB Unsyiah, sebanyak 724 peserta pakarmaru mendapatkan berbagai materi diantaranya pengenalan lingkungan kampus, pemaparan materi seputar kegiatan akademis dan pengenalan organisasi mahasiswa serta pembentukan karakter.

Peserta dikelompokkan dengan sistem mentoring. Dimana peserta yang terdiri dari mahasiswa baru ini dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 20 mahasiswa dan diasuh oleh 2 orang mentor

“Kami baru mulai mempersiapkan sejak bulan Juni. Waktu ini rasanya pas-pasan, namun dari kepanitian dan mentoring siap. Sejauh ini insyaallah 85% nya sukses lah,” jelas Muhammad Ikram Irwan selaku ketua panitia SAFE 2018.

Murkhana SE. MBA selaku wakil dekan 3 bidang kemahasiswaan mengatakan bahwa pakarmaru tahun ini berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya. “Saya melihat mereka selama dua hari ini dangan serius (mengikuti pakarmaru) dan saya harap mereka menjadi mahasiswa yang rajin, berdisiplin, dan berprestasi bisa membawa nama harum fakultas,” tambahnya.

Selain mendampingi mahasiswa baru, para mentor juga bertindak sebagai konseptor untuk mengkuningkan mahasiswa baru FEB serta mengajak mereka untuk lebih mencintai serta bangga dan mampu menjadi kader terbaik yang mampu mengharumkan nama kampus kuning.

Dengan terselenggaranya acara ini, ketua BEM FEB memiliki harapan agar mahasiswa baru yang kini telah sah menjadi keluarga besar FEB Unsyiah bisa aktif di kampus dan di luar kampus serta dapat mengharumkan nama fakultas dengan prestasi.

Selamat datang di kampus kuning, Kader terbaik bangsa!(HangTuah)

Economic Student Market, akan Terealisasi Semester Depan

Economic Student Market, akan Terealisasi Semester Depan (Foto : Ayu/Perspektif)

Darussalam – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah memiliki beberapa kantin yang menjadi tempat tongkrongan bagi mahasiswa/i di sela-sela jadwal perkuliahan. Beberapa kantin itu tersebar di dua sisi fakultas ekonomi yakni pada Gedung EKP, bagian samping gedung KPMG dan bagian belakang gedung Student Center.

Namun beberapa waktu belakangan ini Kantin Pojok Ekonomi yang berposisi di bagian belakang gedung Student Center tampak terbengkalai. Tak ada kegiatan aktivitas yang tampak seperti beberapa waktu sebelumnya.

Sejak awal semester kemarin sudah ada wacana bahwa akan ada pembaharuan tentang kantin pojok ekonomi ini, yaitu “Economic Student Entrepreneur Market” Yang dipelopori oleh BEM FEB-Unsyiah dan UKM Inkubator serta di dukung penuh oleh pihak dekanan. Namun sampai saat ini rencana ini masih belum terealisasi.

Dijumpai Rabu (2/05/18) Rais, ketua BEM FEB Unsyiah mengakui memang sedang gempar dalam mewujudkan Economic Student Entrepreneur Market, yang mendapat dukungan penuh dari Dekanan yang mengharapkan agenda ini dapat menghidupkan kembali kantin belakang kesekretariatan mahasiswa yang sudah tidak terpakai dan tampak terbengkalai.

Namun untuk saat ini Rais mengatakan bahwa Ia dan pihak UKM Inkubator masih terkendala dalam pemilihan konsep apa yang nantinya akan diwujudkan di Economic Student Entrepreneur Market ini.

“Saat ini masih terkendala dikonsepnya, tapi dari pihak Inkubator sendiri sudah berusaha membicarakannya ke beberapa alumni Inkubator dan beberapa dosen dalam hal menentukan konsep. Pihak dekanan hanya tinggal menunggu konfirmasi konsep dari kitanya aja, dengan begitu baru bisa kembali berjalan agenda ini.” terang Rais.

Economic Student Market, akan Terealisasi Semester Depan (Foto : Ayu/Perspektif)

Agenda Economic Student Entrepreneur Market ini nantinya akan dilaksanakan pada semester depan dan pihak dekanan juga mempunyai harapan yang sama, “Kami juga mengatakan kepada pihak Dekan yang dimana bahwasannya program ini bentuknya jangka panjang, dan diharapkan akan berjalan seterusnya dikepengurusan selanjutnya.”

Dari pihak dekanan sendiri mengharapkan nantinya para mahasiswa yang berpartisipasi didalamnya menjual barang asli buatan sendiri, semacam Handmade, Creating Product dan Merchandise  atas nama mereka sendiri dalam brand.

“ini mengambil contoh disalah satu universitas di Malaysia, seperti mahasiswa disana yang memproduksi air mineral dengan label mereka sendiri. Diharapkan tidak cuman membeli barang dari luar lalu dijual kembali, karena dekanan mengharapkan mahasiswa sekarang bisa lebih berinovasi dan mampu bersaing dalam berbisnis.” tegas Qamarul sebagai Direktur Inkubator.

Pihak dekanan juga menginginkan mahasiswa dapat memproduksi barang sendiri dikarenakan dilingkungan Unsyiah ini juga ada UPT.Kewirausahawan yang dimana banyak kegiatannya disortir langsung oleh KEMENRISTEKDIKTI, hal ini juga di harapkan dapat menambah minat mahasiswa di lingkungan FEB dalam melakukan kegiatan bisnis tanpa mengganggu jadwal perkuliahan.(ijah)

“Dari Kita untuk Kita”, FEB Unsyiah Jadikan Meugang Sebagai Momen Menjaga Silaturahmi

“Dari Kita untuk Kita”, FEB Unsyiah Jadikan Momen Meugang Untuk Menjaga Silaturahmi (La/Perspektif)

[Read more…]

Berani Menertawakan Diri Sendiri

Dok: Psychopathic Writing (Istimewa)

Dewasa ini sebagian orang lebih senang menertawakan orang lain dan enggan untuk menertawakan dirinya sendiri. Entah karena takut dianggap gila atau mungkin menganggap hidupnya terlalu serius untuk ditertawakan. Padahal, menghindar untuk menertawakan diri sendiri justru dapat menghambat perkembangan.

Banyak  yang mengatakan ‘jika tertawa dapat menyehatkan pikiran dan menyingkirkan emosi negatif,’ namun hal tersebut dilakukan tidak untuk menertawakan orang lain karena terdapat emosi negatif didalamnya. Menertawakan orang lain nantinya akan menjadikan seseorang terlihat sombong karena merasa lebih baik dari orang lain.

Oleh karena itu menertawakan diri sendiri lebih baik daripada menertawakan orang lain. Dengan menertawakan diri sendiri, seseorang tak perlu khawatir akan munculnya emosi negatif karena yang ditertawakan adalah diri sendiri. Menertawakan diri sendiri juga dapat membantu seseorang mengintrospeksi diri dan menemukan kesalahan yang perlu diperbaiki tanpa harus tersinggung oleh komentar orang lain.

Hal ini juga didukung oleh sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Personality and Individual Differences yang menyatakan bahwa salah satu indikator individu yang memiliki kesejahteraan psikologis yang tinggi adalah dengan sering menjadikan dirinya sendiri sebagai lelucon.

Menjadikan diri sendiri sebagai lelucon juga termasuk ke dalam kriteria individu yang telah mengaktualisasikan diri dari teori yang dikemukakan oleh Abraham H. Maslow, yaitu rasa humor yang filosofis. Dikatakan bahwa individu yang telah mengaktualisasikan diri akan lebih sering menjadikan dirinya sendiri sebagai bahan candaan.

Mereka menjadikan setiap kebodohan dan kekurangan mereka sebagai candaan yang disampaikan secara filosofis agar orang lain berpikir terlebih dahulu, baru kemudian bisa mendapatkan joke dari humornya dan tertawa untuk membantu mereka menjadi lebih cerdas dalam berpikir dan menyampaikan sesuatu.

Selain dapat mengintrospeksi diri dan menyingkirkan emosi negatif, menertawakan diri sendiri juga dapat menjernihkan pikiran, membantu diri berdamai dengan masa lalu, dan membuat orang disekeliling kita bahagia.

Suksesnya seseorang menertawakan dirinya sendiri akan merubah sudut pandang dan cara seseorang melihat dunia. Seseorang tak lagi fokus kepada hal-hal negatif tetapi pada hal-hal positif yang bisa didapatkan meski hari yang dilalui kurang menyenangkan. Dengan begitu, seseorang akan terhindar dari perasaan stres. (Sulthanul Y)

Dengan tema “Potret Tikungan Si Negeri Gayo” Perspektif Yakin Bawa Pulang Output Berkualitas

Darussalam – LPM Perspektif FEB Unsyiah kembali mengadakan Mega Hunting yang bertempat di Takengon dan Bener Meriah pada tanggal 6-8 Mei 2018. Mega hunting merupakan suatu kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh LPM Perspektif pada setiap periode kepengurusan. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali lebih dalam kemampuan para anggota baik dibidang jurnalistik, fotografi, maupun videografi.

“Kali ini saya yang menjadi ketua panitia untuk Mega Hunting 2018, seluruh persiapan Alhamdulillah berjalan lancar walaupun ada beberapa masalah kecil,” ucap Alma saat diwawancarai usai pelepasan (4/5/18).

Takengon dan Bener Meriah menjadi destinasi perspektif kali ini. “Kami memilih Takengon dan Bener Meriah karena mereka kental akan budayanya. Kebetulan tema output kami nanti adalah cultural dan human interest, jadi pas banget! Ya, sekalian refreshing juga,” tambah Alma.

Mengusung  tema “Potret Tikungan Si Negeri Gayo” perspektif yakin akan membawa pulang output berkualitas berupa tulisan, foto dan video. Mereka juga telah membagikan beberapa tim yang nantinya akan mengerjakan tugas mereka saat beroperasi di tempat tujuan.

Peserta yang mengikuti Mega hunting 2018 ini adalah seluruh anggota dan beberapa alumni LPM Perspektif. “Ini kegiatan internal, ada 17 orang yang ikut. Jadi pesertanya ya kita-kita dan kita senang banget karena ada beberapa alumni Perspektif juga yang ikut,” ucap sekpan Mega Hunting, Ayu Khatijah.

Ketua panitia berharap bahwa dalam Mega Hunting tahun ini benar-benar membawa manfaat yang positif bagi anggota Perspektif, sehingga pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan bisa diaplikasikan dengan baik terutama dalam mengasah kemampuan jurnalistik, fotografi, dan videografi.

Bagai tulisan diatas batu, perspektif ingin menggariskan tinta atas hadirnya mereka di tanah Gayo. Dengan senjata untaian kata-kata yang disematkan ke dalam paragraf yang padu. Tahanan cahaya yang ditangkap sepersekian waktu, dan rekaman-rekaman jejak yang akan dilagukan menjadi satu. “Insya Allah Mega Hunting kali ini sukses!.” tutup Ayu Khatijah. (Mev)