IBEP akan Gaet EKI pada 2019 Mendatang

IBEP akan Gaet EKI pada 2019 Mendatang (Foto:Lala/Perspektif)

Darussalam- International Business and Economic Program atau dikenal dengan sebutan IBEP adalah program unggulan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) sejak tahun 2011. Dulunya IBEP lebih familiar dengan nama International Accounting Program (IAP) setelah sempat menyandang nama Pre International Class (PIC) selama beberapa tahun. Hal tersebut dikarenakan Akuntasi satu-satunya program studi yang menjadi program unggulan kelas Internasional saat itu.

Seiring berjalannya waktu, IAP mengalami perkembangan dengan menambahkan dua program studi lainnya yaitu Ekonomi Manajemen (EKM) dan Ekonomi Pembangunan (EKP) pada tahun 2017. Pada saat yang bersamaan pula IAP berganti nama menjadi IBEP. Selama masa pengembangan IBEP, muncul pertanyaan dari beberapa mahasiswa. Apakah EKI akan ada juga kelas internasional?

“Target kita, semua prodi di S1 akan dibuat kelas internasional. Kalau memungkinkan tahun 2019 akan dibuka untuk EKI.” Ujar Dr. Abd. Jamal, SE., M.Si selaku Wakil Dekan 1 bagian Akademik saat dijumpai di ruangannya (24/04).

Namun beliau juga menambahkan bahwasanya perlu persiapan yang matang terlebih dahulu terutama pada bagian pengajar, agar dapat terwujudkan di tahun 2019 mendatang. Selagi menunggu persiapan, beliau juga mengatakan akan ada indikator tertentu agar dapat masuk ke kelas internasional. Salah satunya adalah mampu mempertahankan ip di tingkat yang baik.

“Tanggapan terkait antusiasme, tentu positif sekali, mereka ingin jadi unggul. Kita sambut positif, maka kita coba tahun berikut ini.” Papar Abd. Jamal terhadap antusiasme mahasiswa EKI dalam menyambut kelas internasional EKI.

Belajar di kelas internasional tentu saja harus memiliki kemampuan berbahasa inggris yang baik. selain itu, kompetensi dalam belajar juga diutamakan. Maka, IBEP membuat sistem eliminasi agar program kelas internasional benar-benar menjadi kelas unggulan terlebih dari segi kemampuan bersaing mahasiwa di kancah internasional nantinya. IP menjadi tolak ukur utama setelah kemampuan berbahasa inggris. Bagi mahasiswa yang tidak mampu bersaing nantinya, diberikan izin untuk mengundurkan diri.

Bagi mahasiswa tahun 2017 yang tertarik belajar di kelas internasional, peluang terbuka lebar. Karena kelas internasional bukanlah program studi namun berupa kelas. Maka, dibolehkan kepada mahasiswa tahun 2017 atau yang bersemester 3 atau 4 untuk ikut mendaftarkan diri di kelas internasional asalkan tidak sendirian. Dalam artian, ada beberapa yang mendaftarkan diri baru akan dibuka kelas.

Untuk gedung atau ruangan sendiri, IBEP diberikan ruang belakang atas dan sedang direnovasi. Dengan pengadaan fasilitas yang semakin diperbaharukan dan konfirmasi dari Wakil Dekan Bagian Akademik menjadi harapan tersendiri bagi mahasiswa EKI agar kelas internasional untuk EKI akan segera terwujud di tahun 2019 mendatang.(Sul)

SIABANK Gelar Seminar Pegadaian Syariah

Dok: Istimewa

Darussalam – Silaturrahmi Aneuk Perbankan (SIABANK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah kembali menggelar Seminar Pegadaian Syariah dengan mengusung tema “Membeli Masa Depan Dengan Harga Hari Ini”. Bertepatan di Balai Sidang FEB acara yang digelar sepekan yang lalu, kamis (19/4) turut menghadirkan Fery Heriawan selaku Deputy Bisnis Area Banda Aceh dan Syamsulsyah Rizal selaku Pemimpin Cabang Pegadaian (PERSERO) Syariah Banda Aceh.

Harapan dari Dimas Ramadhandi selaku Ketua Panitia atas terselenggaranya Seminar Pegadaian Syariah ialah agar banyak gerakan dari mahasiswa berpikir tentang pentingnya berinvestasi dimasa sekarang. Tentunya dimasa muda yang sedang kuliah dan mencari kinerja serta mengejar cita-cita.

Dalam menyampaikan materi Syamsulsyah Rizal memamparkan tentang Investasi yang tepat pada zaman sekarang ini adalah EMAS. Alasannya cukup mauk akal mengingat emas unsurnya awet, tahan inflasi, dapat dengan mudah dijual atau dijadikan jaminan bebas pajak, nilainya jarang turun bahkan cenderung terus naik, sangat pribadi perlindungan Universal dan diakui oleh semua Negara.

Selain itu, Fery Heriawan juga menegaskan bahwa ada beberapa hal yang juga menjadi kesalahan dalam berinvestasi Emas. “Masyarakat tidak pernah taucara mengecek kualitas emas, tidak tahu jenis emas, dan terlalu percaya penjual. Hal ini tentu menjadi masalah besar,” ujarnya. (Nel)

“New Traditional: Look Good, Taste Good” Menjadi Tema Utama Aceh Culinary Festival 2018.

Festival Kuliner yang telah menjadi agenda tahunan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh ini adalah salah satu unggulan dalam 100 event wisata wonderful Indonesia yang diluncurkan oleh Kementerian Pariwisata.

#AcehCulinaryFestival2018 diharapkan dapat menjadi katalisator dalam industri kuliner khususnya di Aceh, sehingga kekayaan cita rasa lokal bisa menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri.
Hal ini mengacu pada pesatnya perkembangan trend kuliner yang menunjukkan dominasi international food.

Lebih dari 100 pelaku usaha kuliner, pengamat serta komunitas penikmat dan hobi, akan berpartisipasi dalam perayaan kuliner Aceh ini.
Semuanya akan berkontribusi dalam pelestarian budaya kuliner Aceh serta meciptakan berbagai menu inovasi yang menggabungkan cita rasa Aceh dengan berbagai unsur kuliner dunia.

Banyak kegiatan menarik yang akan mengisi acara yang digelar pada tanggal 4 – 6 Mei 2018 di Lapangan Blang Padang Kota Banda Aceh. Sederet Chef ternama akan unjuk kebolehan inovasi dan kreasinya dalam mengolah kuliner khas Aceh menjadi sajian yang memiliki tampilan yang lebih premium dalam balutan konsep fine dining. Skil memasak ala chef dengan kemampuan gastronomy molecular hingga standar Michelin Star (penghargaan di bidang kuliner kelas dunia) akan disuguhkan.

Workshop Food Stylist, Food Photography, dan Foodpreneur menghadirkan pakar serta praktisi yang ahli di bidangnya akan digelar secara gratis bagi para pengunjung yang mendaftar.

Selain itu, khanduri tetap menjadi suguhan wajib. Bagi pengunjung yang beruntung, aneka ragam hidangan khas Aceh dapat dinikmati secara gratis, selama persediaan ada.
Bagi anda yang ingin menjajal kemampuan food photography dan food stylist jangan lewatkan berbagai kompetisi food photography tematik dan food styling challenge yang akan digelar di lokasi acara setiap hari dengan hadiah jutaan rupiah.

Tahun ini para tenant pengisi stand pameran juga akan memperebutkan gelar tenant terbaik pelestari budaya kuliner dan tenant dengan inovasi kuliner terbaik berhadiah total Rp. 10 juta.

Festival 3 hari ini semakin meriah karna akan menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya Aceh, para penyanyi dan penulis lagu berbakat Indonesia, hingga kelompok musik Fusion Ethnic yang kiprahnya telah sampai ke panggung Java Jazz.

Jadi segera agendakan kunjungan Anda ke #AcehCulinaryFestival2018, food festival for everyone!

Pergub Baru 2018, Mahasiswa FEB Unsyiah Turut Berkomentar

 

Dok: Google Image

Aceh merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang di berikan hak untuk menerapkan peraturan berdasarkan hukum syariat Islam. Secara istimewa Aceh mendapatkan status provinsi dengan otonomi khusus dengan izin untuk menerapkan peraturan sesuai syariat Islam sebagai hukum formal dan undang-undang yang menerapkannya disebut Qanun Jinayat atau hukum Jinayat

Bicara mengenai peraturan, akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan isu tentang Peraturan Gubernur (Pergub) yang terbaru. Pasalnya, dalam Pergub No. 5 tahun 2018 ini membahas mengenai pelaksanaan Uqubat jinayah cambuk yang harus dilaksanakan di Lembaga Permasyarakatan (LP). Hal ini justru menuai pro dan kontra bagi masyarakat.

Tepatnya (20/04) Sidang paripurna DPRA yang membahas tentang pergub tersebut. Menunjukkan bahwa kebanyakan Anggota DPRA menolak adanya peraturan ini.

Namun, bagaimana dengan tanggapan mahasiswa Aceh sebagai tokoh intelektual muda yang memegang peranan penting untuk kemajuan Aceh.?

Reza Zulfianda yang merupakan Ketua DPM FEB Unsyiah. dalam tanggapannya  yang kontra terhadap pergub Aceh, Ia mengatakan seharusnya pelaksanaan uqubat jinayah ini lebih baik dilakukan di Mesjid atau tempat yang terbuka, agar pelaku yang berbuat maksiat tersebut merasa lebih jera dan yang masyarakat setempat yang menyaksikan pelaksanaan juga sebagai renungan kedepannya agar tidak melakukan hal demikian.

Apabila pelaksanaan uqubat tersebut bertempatan di lapas, kemungkinan besar mereka yang dikenakan cambuk tidak merasa malu dan jera karena aksesnya terbatas. Dan sebagian orang menanggapi dengan pro mengenai kasus ini. Sebut saja hani, ia  mengatakan pelaksanaan uqubat dilakukan dilapas ada sisi positifnya juga. “Barangkali dibuat pergub seperti itu, agar anak anak dibawah 18 tahun tidak boleh menyaksikan hukuman tersebut, dan pengawasannya kurang sekali untuk penonton apalagi yang dibawa umur,” tanggapnya.

Pro dan kontranya suatu pendapat adalah hak setiap manusia, ada sisi positif dan sisi buruknya pula. Hukuman cambuk seperti itu juga tidak akan menyadarkan seseorang jika pada dasarnya yang berbuat ingin melakukan dengan kehendaknya dan senang melakukanya. Semua tergantung pada diri manusia itu sendiri. Kiasannya, jangan kamu bermain api kalau tak mau terkena api. Begitu pula dengan pelaku yang melakukan kaidah diluar syariat islam. Berani berbuat berani bertanggung jawab. Karena risiko melakukan suatu perbuatan muslihat akan lebih besar dampaknya.

Dalam harap, Reza menyampaikan pesannya terhadap mahasiswa. “Sebagai mahasiswa, kita harus menghindari segala perbuatan yang berdampak buruk bagi diri kita, isi hari dengan hal yang lebih bermanfaat, lebih kritis, jangan apatis, reaktif serta lebih respon terhadap lingkungan sekitar,” pungkasnya. (Wal)

Pernyataan Sikap Atas Tindak Kekerasan Terhadap Pers Mahasiswa

(Dok: Pikiran Rakyat)

BANDUNG – Kekerasan polisi terhadap wartawan di Kota Bandung kembali terjadi. Kali ini menimpa salah seorang wartawan kampus LPM Suaka UIN Bandung, Muhammad Iqbal. Dalam rilis yang diterima, Iqbal sedang meliput aksi demontrasi penggusuran tanah Taman Sari di Balai Kota Bandung sepekan yang lalu (Kamis 12/4).

Pada saat dilakukan intimidasi oleh anggota polisi, Iqbal telah mengaku dan menunjukkan kartu identitasnya sebagai seorang jurnalis, namun upaya tersebut hanya dianggap angin lalu oleh anggota polisi yang imbasnya kamera tetap dirampas hingga dilakukan pemukulan. Penghalangan tugas jurnalistik terlebih lagi dengan melakukan perampasan alat kerja kamera dan pemukulan merupakan pelanggaran bagi kemerdekaan pers. (pikiranrakyat.com)

Hal ini tentu mengganggu kemerdekaan pers yang telah diakui dan dijamin dalam undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Undang-undang Nomor 40 tahun 1999 tantang Pers.

Sontak tak menerima hal ini kembali terjadi, sejumlah jurnalis menggelar aksi damai mengecam kekerasan yang dilakukan oknum polisi. Aksi damai itu digelar di Taman Vanda, Kota Bandung, sehari setelah kejadian tersebut (Jumat 13/4).

PERNYATAAN SIKAP

Atas dasar tersebut, atas nama Solidaritas Pers Mahasiswa Se-Indonesia menyatakan sikap:

  1. Mengecam keras tindakan pemukulan terhadap jurnalis pers mahasiswa LPM Suaka UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan masyarakat sipil yang dilakukan oleh aparat kepolisian.
  2. Menuntut Kepolisian Republik Indonesia untuk menghormati dan melindungi jurnalis yang tengah melakukan tugas jurnalistik sesuai dengan undang-undang yang berlaku.
  3. Menuntut Kepolisian Republik Indonesia untuk mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap jurnalis LPM Suaka dan masyarakat sipil.
  4. Menuntut Kepolisian Republik Indonesia mengevaluasi kembali aturan dan penerapannya terkait perlindungan terhadap masyarakat sipil yang tengah melakukan aksi demi menyampaikan aspirasinya.

Demikian pernyataan sikap ini dibuat atas dasar keprihatinan kami terhadap tercorengnya kebebasan pers oleh aparat penegak hukum. (Ta)

Salam Pers Mahasiswa!

 

Intip Keseruan Saturday Fever BESTEK

Intip Keseruan Saturday Fever (Eci/Perspektif)

Aceh Besar – UKM Bengkel Seni dan Teater (BESTEK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah menggelar Saturday Fever, Sabtu (21/4). Bertepatan dipantai Lhoknga, Aceh Besar begitu memanjakan diri dengan deburan ombak ditambah saat matahari tenggelam. Momen yang tepat untuk memanjakan diri diakhir pekan.

Tujuannya dibuat acara Saturday Fever selain menyemarakkan kembali aktivitas musik, juga untuk memasyarakatkan peran serta generasi muda dalam berkarya.

Beberapa band lokal Aceh diantara nya, Angkabias, Lovandra, buddys’bo dan lainnya tampak memeriahkan suasana. Hal itu terlihat dari begitu ramainya pengunjung yang berdatangan.

BESTEK menjadikan pantai ini sebagai lokasi acara Saturday Fever tahun ini, tak kalah seru dengan Saturday Fever tahun-tahun sebelumnya. “Karena kalau di cafe, lapangan terbuka dan di daerah kota udah terlalu maintsream. Duduk nyantai di pantai lebih asik apalagi ada live musiknya,” ujar Ratu Richa Fachira selaku Ketua Panitia

Rangkaian acara tak hanya diisi dengan live musik, selain itu kita ada games untuk meramaikan acara. Selain itu juga mini galerinya bestek yang diramaikan oleh kelir-u dari music for who. (Ci&Zla)

Semarak Milad 10 Tahun Agroteknologi Ukir Cerita

Semarak Milad 10 Tahun Agroteknologi Ukir Cerita (Novy/Perspektif)

Darussalam – Sabtu (21/04), Himatelogi (Himpunan Mahasiswa Agroteknologi) menyelenggarakan acara dalam rangka ulang tahun agroteknologi yang ke-10.  Acara ini merupakan acara puncak dari serangkaian kegiatan yang sebelumnya sudah dilaksanakan. Kegiatan-kegiatan pra acara puncak diantaranya seperti pekan olahraga Himatelogi, Agro bazaar dan terdapat beberapa kegiatan lainnya. Dengan mengangkat tema “10 Years Agrotechnology Makes History” tersirat makna kilas balik terhadap perjuangan keras prodi agroteknologi.

Selain dalam rangka perayaan ulang tahun, acara puncak ini juga dilaksanakan untuk menciptakan rasa kebersamaan antara civitas agroteknologi, mempererat silaturrahmi serta mengenang kembali cerita-cerita lama sejauh agroteknologi berdiri. Keberlangsungan acara puncak ini tak lepas dari partisipasi dari berbagai pihak. Dari para panitia penyelenggara memberikan kontribusi terbaik agar acara ini terlaksana dengan baik.

“Selama jalannya kegiatan tidak ada hambatan yang terlalu berat, dan Insya Allah kami dapat melaksanakannya berkat usaha dari teman-teman dan yang terpenting bagi saya ialah doa,”ujar Zulhilmi selaku ketua Himatelogi.

Pembukaan acara sore tadi dihadiri oleh berbagai tamu undangan, mulai dari dekan fakultas pertanian, wakil dekan, staf tata usaha, seluruh ketua prodi dari fakultas pertanian, dan lainnya. Tak hanya mengundang pihak-pihak internal kampus saja, kepala dinas pertanian juga turut diundang dalam acara puncak ini.

Dari kegiatan yang diselenggarakan oleh Himatelogi ini, banyak hal yang ingin dimunculkan. Mulai dari kegiatan pra acara puncak sendiri, contohnya pada kegiatan “di balik padi” dengan terjun ke lapangan ke dalam masyarakat memberikan alternatif dan solusi mengenai dunia pertanian.

“Saya berharap acara ini berjalan dengan lancar, dapat diambil segala hikmahnya, dan untuk adik-adik kedepan dapat menjaga kekompakan, kebersamaan, karena inti dari setiap kegiatan itu adalah kompak, jika tidak akan sangat berat rasanya menjalankan sebuah kegiatan,”tutupnya. (Rj)

FIM Ajak Siswa Mtsn 2 Aceh Besar Jauhi Narkoba

FIM Ajak Siswa Mtsn 2 Aceh Besar Jauhi Narkoba (Reza/Perspektif)

Aceh Besar – Forum Indonesia Muda atau FIM mengadakan sosialisasi yang bertemakan “Narkoba : coba-coba yang membawa petaka” di Mtsn 2 Aceh Besar (21/4). Sosialisasi ini diikuti lebih dari 50 siswa/i Mtsn 2 Aceh Besar. Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk meningkatkan kepedulian dan kesadaran  anak-anak remaja saat ini akan bahaya dan ngerinya narkotika. Mengingat bahwa tingkat penggunaan narkotika pada saat ini sangat tinggi dan juga banyak dikonsumsi oleh anak-anak hingga remaja, terutama di Aceh Besar sendiri.

Sosialisasi ini dikhususkan bagi anak-anak dan remaja, karna usia yang rentan dan emosi yang labil dapat menjadikan mereka salah dalam mengambil keputusan. Sehingga tak jarang banyak remaja yang terjerat dalam hal-hal yang buruk dan negatif, seperti menjadi pengguna narkoba. Tentunya hal ini begitu disayangkan, mengingat bahwa mereka adalah generasi-generasi yang nantinya akan melanjutkan tongkat estafet dalam membangun negeri ini.

Melihat fenomena yang terjadi melalui Forum Indonesia Muda (FIM) bersimpati untuk ikut serta mengurangi tingginya angka pengguna narkotika, yaitu dengan memperkenalkan dan mensosialisasikan baik dari jenis, dampak, ciri pengguna, serta cara untuk mencegah agar tidak terjerumus ke dalam narokotika.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan pertama yang kita lakukan, dan saya harap kedepannya dapat terus berlanjut sehingga dapat dijadikan komunitas, untuk mencegah dan melindungi generasi muda dari bahayanya narokoba,” ucap Teuku Riza Zuhilma Mully selaku Ketua Panitia.

Hal ini  merupakan kegiatan yang positif dan dapat dijadikan inspirasi bagi kaum kaum muda lainnya khususnya mahasiswa. Sebab peran mahasiswa sebagai agen of change yang mengharuskan mahasiswa untuk ikut serta menuju perubahan yang lebih baik. (AH & RN)

Jadwal Excellent Ganggu Jam Perkuliahan

Jadwal Excellent Ganggu Jam Perkuliahan (Syawal/Perspektif)

Excellent Sport, siapa yang tak kenal dengan pesta olahraga terbesar di kampus kuning tercinta. Event yang diprakarsai oleh pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) ini merupakan acara rutin tahunan dan begitu dinanti masyarakat kampus ekonomi terutama bagi mereka yang memiliki hobi dibidang olahraga.

Terdapat beberapa cabang olahraga yang di pertandingkan mulai dari futsal, badminton, voli bahkan turnamen game online mobile legend.

Namun sejak dimulainya rangkaian kegiatan Excellent, ada hal yang cukup mengganjal dari pelaksanaan kegiatan ini terutama bagi peserta dan mahasiswa. Yakni jadwal pertandingan yang mengganggu perkuliahan.

Jadwal pertandingan dipadatkan sejak pukul 15.00 wib hingga pukul 18.00. Waktu tersebut tentunya cukup mengganggu jadwal perkuliahan. Terutama untuk para peserta yang ingin bertanding namun terhalang akibat harus mengikuti perkuliahan.

Seorang panitia yang tak mau disebutkan namanya mengaku bahwa jadwal ini disesuaikan agar dapat memberikan efisiensi waktu untuk beberapa kali jadwal pertandingan.

“Dengan dilaksanakan jam segitu, jadinya bisa dua kali main atau lebih dalam satu hari. Hal ini dilakukan agar pelaksanaan lebih cepat selesai,” paparnya

Selain itu, menurut pantauan tim perspektif pada saat pelaksanaan cabang olahraga voli yang berlangsung beberapa waktu lalu panitia pelaksana tampak belum bersiap di lokasi. Jelas saja hal ini cukup mengecewakan pemain yang sudah bersedia untuk mengikuti jalannya pertandingan dan mengakibatkan jadwal harus diundur.

Maka untuk hal ini tentunya sangat memerlukan keputusan yang cermat dari pihak pelaksana yang bertugas. Agar excellent berlangsung dengan baik mengingat kegiatan ini adalah ajang olahraga terbesar yang ada dikampus Ekonomi Unsyiah. (HT)

Mahasiswa Ekonomi Kurang Sadar Parkir

Mahasiswa Ekonomi Kurang Sadar Parkir (Jauhar/Perspektif)

Darussalam – Kondisi parkir yang kurang memadai merupakan alasan terkuat atas kesemrawutan parkir. Minimnya rambu-rambu parkir juga mengundang keprihatinan agar pihak kampus lebih berbenah.

Kondisi parkir di depan gedung KPMG misalnya, kendaraan roda dua tampak memadati lokasi parkir setiap hari. Meski terdapat beberapa rambu yang menunjukkan area parkir, namun kebanyakan pengguna roda dua terlihat tidak peduli dengan keberadaannya.

Hal seperti ini tentunya mengundang rasa kecewa bagi pengguna motor lainnya, seperti kejadian sore tadi dimana sebuah sepeda motor yang ditidurkan dengan sengaja oleh seorang dosen akibat kondisi parkir yang menutup jalan keluar.

Agaknya hal ini dapat menjadi perhatian khusus dari pihak kampus agar dapat memberikan rambu yang jelas agar mahasiswa dapat memarkirkan kendaraan di zona parkir yang aman. (Jr)