HMM dan HIMAKA Pastikan Siap Tempur di PISTON CUP 2018

Piston Cup 2018 (Perspektif)

Darussalam – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) dan Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA)  kembali menjadi peserta pada Turnamen PISTON CUP yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik (FT) Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH). Turnamen  yang sudah berlangsung sejak 3 maret – 26 april 2018 diselenggarakan di Lapangan Gelanggang Unsyiah dengan mengusung tema “Sportivity, Energy, dan Solidarity”.

Pada PISTON CUP sebelumnya, HMM dan HIMAKA juga turut ikut serta sebagai peserta. Namun belum mendapatkan hasil yang diharapkan. Untuk HMM sendiri hanya mampu memasuki 16 besar dan jatuh saat melawan Alumni Fakultas Teknik (FT).

“Untuk persiapan, kami sudah melakukan beberapa kali latihan, semakin hari kualitasnya semakin meningkat,” ujar M. Zaiyad Risqullah yang merupakan salah satu pemain dari HMM.

Sejauh ini persiapan yang dilakukan oleh kedua tim berjalan lancar. Kendalanya hanya tergantung pada kurangnya fasilitas dan arena seperti lapangan. Biasanya latihan dilakukan dengan cara uji coba lawan yang ada lapangannya.

Fais Affandy yang merupakan kiper HMM dan tim  menyatakan bahwa PISTON CUP adalah Turnamen bergengsi yang mengundang seluruh himpunan yang ada dalam lingkungan universitas. Dengan mengikuti PISTON CUP kali ini, besar harapan dari pemain ingin mengenalkan PISTON CUP kepada generasi seterusnya. Selain itu, mereka juga ingin membuktikan bahwa tim sepak bola himpunan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) juga merupakan tim yang kuat.

“Targetnya ya final dan juara. Harus final HMM dan HIMAKA, karena kami ingin mengharumkan nama Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Walaupun membawa nama Himpunan, kami tetap Ekonomi,” papar keduanya.

Fais dan Zaiyad juga mengharapkan untuk PISTON CUP tahun depan agar mengundang fakultas bukan hanya himpunan karena itu lebih baik dan efektif.

“Untuk kawan-kawan ekonomi, dukung kami HMM dan HIMAKA dalam pertandingan PISTON CUP. Semoga kami dapat memberikan hasil yang baik untuk Jurusan dan Ekonomi sendiri,” tutup keduanya.

HIMAKA Pesta Gol

Dalam pertandingan pertama yang berlangsung Rabu (7/3) sore, HIMAKA berhasil mencatatkan hasil yang cukup baik dalam laga pertamanya di ajang Piston Cup dengan menumbangkan Teknik Mesin ’12 dengan skor telak 6-0.

Tim HIMAKA yang diperkuat Kiki dkk berhasil membuka pundi gol di menit 11 melalui umpan terobosan yang diselesaikan oleh Raja melalui penetrasi sisi kiri lapangan. Tak berselang lama, Alfi dan Dedek berhasil mencatatkan nama di papan skor untuk keunggulan HIMAKA. Skor 3-0 untuk HIMAKA bertahan hingga turun minum.

Tim HIMAKA yang sudah unggul tiga angka, mulai menurunkan tempo pertandingan dengan memasukkan beberapa pemain cadangan.

Tanpa perlawanan yang begitu kuat dari kesebelasan Teknik Mesin ’12, Dedek berhasil mencatatkan hattrick pertamanya untuk HIMAKA. Skor unggul 6-0 untuk HIMAKA bertahan hingga peluit akhir pertandingan. Terdengar sorak kegembiraan dari supporter Mahasiswa Akuntansi yang hadir merayakan kemenangan besar untuk kesebelasan Akuntansi (Sul/Jr)

Kembangkan Seni Menulis Dengan Sekolah Jurnalistik

Kembangkan Karya Tulis Dengan Sekolah Jurnalistik (Hasan/Perspektif)

Darussalam – Sabtu (04/03) untuk pertama kalinya ditahun 2018 LPM Perspektif FEB Unsyiah melaksanakan acara sekolah jurnalistik. Acara ini merupakan agenda dari bidang redaksi yang bertujuan sebagai upgrading internal dalam hal penulisan. Bertepatan di Zakir Kupi Darussalam, LPM Persepektif turut mengundang pembicara yang sangat berpengalaman didunia jurnalistik yaitu Zuhri Noviandi dan Dani Randi.

Zuhri Noviandi merupakan mantan pemimpin umum sumber post UIN Ar-Ranniry yang sekarang aktif menulis di kumparan.com dan beberapa media Aceh lainnya. Begitu juga dengan Dani, ia adalah salah satu penulis yang sangat berpengalaman khususnya dibidang travelista dan aktif menulis di Viva.co.id.

Dengan mengusung tema “Membangun Kreatifitas Melalui Tulisan Berkualitas” diharapkan pula seluruh anggota LPM Perspektif menjadi seorang penulis yang tidak hanya memberikan informasi namun dapat menyampaikan ruh dari isi berita kepada pembaca.

“Menulis yang baik dapat dimulai dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan apa yang kita lihat, sehingga ruhnya itu sampai kepada pembaca. Ketika mereka membacanya mereka dapat merasakan apa yang kita lihat atau bahkan sampai merinding,” papar zuhri.

Sepanjang berjalannya acara zuhri dan dani banyak memberikan tips, saran, teknik, referensi menulis hingga contoh tulisan dalam bentuk Feature News, Travelista. Anggotapun sangat aktif menanyakan hal-hal yang kurang jelas sampai yang belum mereka fahami.

“Ketika kita konsen dan fokus semua berhasil. Jangan takut untuk salah, terusin aja menulis. Setelah selesai baca beberapa kali tulisan yang sudah dibuat,” tambah zuhri. (t)

METALIK Lanjutkan Kembali Ekspedisi Gunung Kurik

METALIK lanjutkan kembali ekspedisi gunung kurik (Foto: Susilo/Perspektif)

 

Darussalam – Sabtu (03/03) UKM PA-LH metalik FEB Unsyiah kembali melanjutkan ekspedisi untuk sampai ke puncak Gunung Kurik, Aceh Timur.  Perjalanan ini merupakan perjalanan lanjutan setelah sempat dilaksanakan pada bulan Januari lalu. Tim ekspedisi akan memulai perjalanan terhitung 3 Maret 2018 dan di target kan selesai pada 25 Maret 2018.

Pada ekspedisi pertama tim tidak berhasil sampai ke puncak kurik setelah kurang lebih 18 hari perjalanan, melebihi target dari 14 hari. Tim yang terdiri dari 7 orang diantaranya Syahrial (baco), Fiki (rompak), Rahmat (bancil), Wais (baim), Harry gunawan (topan), Fahrian (kali), Novarian (Nopang). Empat orang merupakan tim inti dari angkatan 27 dan tiga orang lainnya senior sebagai pengawas dan pembimbing.

Selama perjalanan mereka banyak menemui kendala baik pada jalur yang tidak sesuai pada peta, kondisi hutan masih begitu rapat karena belum terlalu terjamah dan perbekalan yang menipis melewati target serta komunikasi yang terhambat.

Ketua Umum UKM PA-LH Metalik Yolan Dirga Oktaviano mengatakan “Banyak jalur yang tidak sesuai terutama yang kita gambarkan di peta, kondisi medan dan hutan yang begitu rapat karena hutannya memang belum terjamah dan banyak medan-medan perdu yang menjadi kendala tim.”

Yolan juga mengatakan bahwa Logistik yang di bawa oleh tim pada waktu itu hanya cukup untuk 14 hari di totalkan menjadi untuk 15 hari. Dan dikarenakan jalur yang sebegitu berat yang menghambat perjalanan tim hingga pada hari ke 14 tim memutuskan untuk kembali di karenakan perbekalan yang sudah menipis padahal posisi tim pada saat itu sudah sekitar 7 km lagi dari puncak.

“Jadi total perjalanan yang pertama sudah tidak lagi 14 hari, tapi 18 hari. Hampir mencapai 20 hari” tambah yolan alias kipen.

Dalam metalik sendiri Ekspedisi seperti layaknya sebuah final bagi angkatan muda setelah menjalani serangkaian macam pendidikan dasar dan lanjutan maka ekspedis merupakan ujian akhirnya. Membuka jalur baru di setiap perjalanan nya merupakan sebuah tradisi tersendiri bagi metalik dalam melaksanakan ekspedisi. Begitu juga dengan ekspedisi ini metalik mencoba membuka jalur baru dengan mencapai puncak gunung kurik dengan tim inti yang di isi oleh angkatan 27.

Pada ekspedisi kurik II kali ini tim metalik menarget kan waktu yang lebih lama lagi yakni 22 hari menuju puncak dan juga dengan memanfaatkan jalur yang sudah di buka pada tim yg pertama. Tim juga melakukan perombakan anggota yang berbeda dari sebelumnya novarian (nopang), Harry gunawan (topan), muhammmad achyar (udo), said mirza (gagok), musasi, arif rahman (bento). Dan pastinya mereka berharap dengan persiapan yang lebih matang  dari sebelumnya, mereka di harapkan dapat mencapai target sesuai rencana.

Novariad selaku ketua tim dalam ekspedisi ini juga menjelaskan “Kalau yang pertama itu (ekspedisi kurik I) selayaknya  final akhir bagi angkatan 27 dan yang kali kedua ini sudah bukan urusan angkatan tapi sudah urusan metalik.”

Gunung Kurik sendiri merupakan salah satu gunung dengan puncak tertinggi di Aceh Timur yakni 3065 mdpl dan juga merupakan bagian dari kawasan ekosistem leuser. Gunung dengan hutan yang masih begitu rapat dan belum terjamah oleh kehidupan manusia ini begitu sulit untuk di lewati. Sepanjang sejarah hingga kini Puncak Kurik belum pernah ada yang mendaki sampai puncak nya.

Jika nantinya Ekspedisi Gunung Kurik ini berhasil maka UKM PA-LH Metalik merupakan tim pertama yang berhasil mencapai puncak Gunung Kurik, Aceh Timur.

Namun tak hanya puncak gunung kurik yang ingin mereka taklukkan. Pada ekspedisi kali ini tim juga menambah puncak gunung lembu sebagai target keduanya. “Kalau di kurik I target nya hanya kurik, tapi kalo di kurik II ini target utamanya ada puncak satu lagi setelah kurik, namanya gunung lembu dan itu menjadi terget kedua kita di kurik II ini.” Tambah nopang (tuah)

Semarakkan Semangat Organisasi Melalui Economic Student Day

KBM Ekonomi adakan Economic Student Day (mevi/perspektif)

Darussalam – Senin (26/02) Tampak ada yang berbeda dari segi penampilan dari seluruh anggota UKM ataupun HMJ dilingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah (FEB). Tak seperti biasanya mereka tampil dengan memakai seragam PDH di luar kegiatan organisasi. Hal ini terjadi karena adanya Economic Student Day yang merupakan sebuah inovasi baru dari BEM yang mengharuskan memakai baju PDH pada setiap hari senin.

Pada dasarnya alasan dari Rais selaku Ketua BEM 2018 mengenai kebijakan yang dicetuskannya ialah agar mahasiswa mengenal organisasi yang ada dilingkungan FEB. Dan hal ini juga sudah disepakati bersama  dalam diskusi bersama KBM ( Keluarga Besar Mahasiswa ) Ekonomi.

“Sebenarnya ini bukan peraturan yang tertulis atau peraturan dari pihak ekonomi, tetapi ini hanya untuk mengenal isi ekonomi kita sendiri. Kebijakan ini juga bukan peraturan yang khusus , jadi tidak ada sanksi atau bentuk apapun, ini hanya suatu regenerasi untuk ekonomi kedepan,” Papar rais.

Besar harapan dari ketua BEM agar para mahasiwa dapat menerapkan kebijakan tersebut secara tidak apatis dan menjadi regenerasi yang baik.

Hal ini lantas mengundang banyak perhatian mahasiswa FEB. Mereka lebih cenderung menilai kebijakan ini sebagai suatu inovasi baru.

Dan bagi mahasiswa yang aktif dibeberapa ormawa FEB tidak perlu terlalu ambil pusing mengenai kebijakan yang dicetus. Mahasiswa tersebut diberi kebebasan untuk memilih baju PDH yang hendak dipakai. (Ghrin,Mi)

 

Perlukah UP3AI Punya Ruangan Sendiri ??

Perlukah UP3AI Punya Ruangan Sendiri ?? (Mevi/Perspektif)

Darussalam-Fakultas Ekonomi dan Bisnis memiliki bangunan yang digunakan sebagai pusat kegiatan serta aktivitas mahasasiswa yang bernaung dalam organisasi mahasiswa baik UKM, HMJ maupun BEM dan DPM. Bangunan tersebut diberi nama Student Center, namun mahasiswa lebih sering menyebutnya Sekber (sekret bersama).

Student Center merupakan wahana pengembangan minat, bakat, dan aktivitas mahasiswa. Tidak hanya dijadikan sebagai tempat “nongkrong”, Sekber sudah selayaknya rumah kedua bagi setiap mahasiswa yang aktif berorganisasi, dengan kata lain sekber juga merupakan tempat bagi ormawa (organisasi mahasiswa) dalam menjalankan kehidupan organisasinya di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala.

Bicara mengenai Ormawa dan sekret nya, seperti yang kita ketahui bersama bahwa kepengurusan ormawa yang bernaung di fakultas ekonomi dan bisnis baru saja berjalan sekitar seminggu, sejak acara pelantikan kepengurusan yang baru. Semua ormawapun mulai menjalan kan program program kerja nya dalam setahun ini. Namun di sela-sela itu beredar kabar bahwa bakal ada “teman” baru yang akan ikut mengisi sebuah ruangan yang ada di sekber. Yakni UP3AI (Unit Pengembangan Program Pendamping Mata Kuliah Agama Islam). Namun apakah hal ini benar?  mengingat UP3AI bukan lah merupakan bagian dari sebuah Ormawa.

Mengenai hal ini Rais Mukhayar selaku ketua BEM memberi tanggapan bahwa tidak mengetahui hal ini karena tidak adanya konfirmasi dari pihak UP3AI sendiri namun sudah mendapat penjelasan dari pihak Wakil Dekan II Ridwan, S.E, MM bahwa hal ini merupakan tuntutan dari pihak UP3AI Universitas agar UP3AI memiliki ruangan sendiri.

“Mengenai hal ini tidak ada koordinasi juga, BEM baru tahu setelah orang-orang itu (UP3AI) bersih-bersih sekret di sebelah sana, padahal sekret tersebut sudah di tetapkan untuk menjadi sekret barunya DPM (Sekret kosong yang ada di sebelah BEM yang kini sudah di tetap kan menjadi sekret DPM)” jelas Rais.

Hal ini pula perlu dipertanyakan apakah berita tersebut  merupakan keputusan sepihak? Mengingat bahwa tidak adanya koordinasi maupun konfirmasi langsung kepada pihak mahasiswa.

Seberapa pentingkah UP3AI mendapatkan ruangan sendiri di pihak Student Center sedangkan di sisi lain masih ada ormawa yang lebih membutuhkan ruang gerak lebih luas untuk giat beraktivitas, dikarenakan ruang yang tidak layak ataupun akibat kekecilan. Mengingat UP3AI sendiri bukan lah merupakan sebuah ormawa, jika hal ini memang terjadi lalu apakah Student Center benar-benar dibangun sebagai pendukung, penunjang dalam kegiatan organisasi mahasiswa atau hanya sekedar nama.

Muhajir Paloh juga memberikan pendapatnya saat dijumpai oleh tim perspektif dan  menanyakan hal yang sedang hangat tersebut (14/02) ”Jadi sebaiknya pihak dekanan mengajak mahasiswa untuk berdiskusi, keputusan yang benar itu bagaimana. Jika memang student center kita ini luas dan sekret kita ada yang kosong, maka ini merupakan hal yang benar untuk di lakukan, namun mengingat kondisi kita ada ukm dan himpunan yang mungkin sekret nya masih sempit dan perlu perluasan, ini namanya sebuah diskriminasi. Dan terkait urgensi kenapa UP3AI ini perlu sekret, ini masih menjadi tanda tanya bagi mahasiswa.”

Jika  Student Center memang dibangun dan dimaksudkan untuk mahasiswa, lantas mengapa dijadikan tempat buangan bagi mereka yang membutuhkan ruangan. Tutuplah telinga dan mulailah mendengarkan satu suara bijak didalam. Apakah UP3AI perlu ruangan sendiri disini ?? (Sal, Frz)

Persatuan Jurnalis Kampus di Banda Aceh Adakan Workshop

Pembukaan workshop yang diselenggarakan oleh Persatuan Jurnalis Kampus (Sulthanah/Perspektif)

Banda Aceh – Maraknya konten hoax di media sosial maupun media online mengundang keprihatinan banyak pihak, termasuk dari kalangan Lembaga Pers Kampus dan Mahasiswa. Berangkat dari keprihatinan itu, Persatuan Jurnalis Kampus (PJK) Banda Aceh menggelar Workshop di Aula Pascasarjana Universitas Muhammadiyah (15/2) dengan mengusung tema “Peran Pers Kampus dan Mahasiswa dalam Menghadapi Hoax”. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama dari Humas Aceh dan beberapa Lembaga Pers Mahasiswa diantaranya LPM Perspektif FEB UNSYIAH, LPM Lensa UNMUHA, UKPM Sumberpost UIN AR-RANIRY, dan UKM Pers Detak Unsyiah.

Ghifari Hafmar selaku ketua pelaksana menambahkan “Bahwa hoax tidak lagi jadi isu di daerah tapi sudah menjadi isu nasional. Hoax dibuat oleh orang pintar yang jahat dan yang menerima ialah orang baik yang bodoh, sehingga kita semua harus memberantasnya.”

Acara ini juga turut mengundang beberapa narasumber diantaranya Kurniawan S. SH., LL.M yang merupakan Dosen Fakultas Hukum Tata Negara Unsyiah, Sulaiman selaku Kabid Pengelola Informasi dan Dokumentasi dan juga Maimun Shaleh selaku Wartawan Senior.

“Hoax, ia menipu sesuatu seolah-olah sesuatu itu ada. Dalam perkembangannya hoax lebih banyak digunakan dalam aspek politisi, dimana banyak digunakan untuk menyerang atau menimbulkan luka dipihak tertentu. Jadi tujuan hoax itu sebagai alat propaganda atau alat pencitraan diri untuk menciptakan sesuatu yang tidak sebenarnya ada,” jelas Kurniawan S, SH., LL.M  kamis (15/2).

“Jika dilihat dari kacamata islam kita dapat melihat bahwa hoax selalu berisi tentang hal yang bersifat menyebarkan kebencian. Dalam surah Al-Hujurat ayat 6 yang maknanya jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. Hoax ini musibah nasional yang apabila tidak diberantas akan menimbulkan masalah yang besar,” sambung Kurniawan.

Sedangkan menurut Maimun Shaleh mencegah hoax adalah salah satu cara menyelamatkan bangsa. “cara mengenali hoax dengan mudah ialah yang pertama lihat judul berita yang sudah pasti bombastis dan akhir berita pasti tertulis sebarkan atau viralkan, kurang lebih seperti itu. Kepalanya bikin panas dan di kakinya minta dipanaskan lagi. Itulah hoax,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Sulaiman Kabid Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Polda Aceh ikut menambahkan perihal hoax yang semakin membesar di masyarakat. “Pihak Polda Aceh telah mendapati beberapa kasus hoax yang beredar dan berhasil menyelesaikannya. Jadi tugas polisi adalah bagaimana kami dapat menangkis berita yang masuk ke media sosial yang ada, baik Internet, Youtube, WA, Instagram, Twitter, dan Facebook, kami setiap saat melakukan patroli untuk menjaga supaya Aceh ini aman. Maka disinilah kita harus berpikir kedepan bagaimana agar hoax ini tidak terjadi lagi, dengan kerja keras dari mahasiswa dan pihak-pihak lain,” tegasnya.

Acara yang dipandu oleh moderator Adi Warsidi, selaku ketua AJI Banda Aceh berlanjut dengan diskusi tanya jawab yang berlangsung selama 20 menit dan diakhiri dengan penandatanganan deklarasi bersama melawan hoax dari seluruh peserta yang hadir. (Mev)

UKM Metalik kembali selenggarakan kegiatan Mountain Expedition

UKM Metalik kembali selenggarakan kegiatan Mountain Expedition

Darussalam – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Metalik (Mahasiswa Ekonomi Pecinta Alam dan Lingkungan) kembali mengadakan kegiatan Mountain Expedition yang merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya. Kali ini kegiatan akan dilakukan di Desa Kute Reje, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah dengan mengusung tema “The Leuser Ecosystem Expedition dan akan dilaksanakan pada tanggal 21 Januari – 9 Februari 2018.

Acara pelepasan siang tadi (20/1) dihadiri oleh Peserta Mountain Expedition sebanyak 7 orang, anggota Metalik, Perwakilan Organisasi Mahasiswa, dan Murkhana S.E, MBA selaku Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membuka jalur baru di gunung yang terdapat di Desa Kute Reje serta menjalin komunikasi yang baik dengan warga sekitar. disamping ” Jelas Nurwais selaku ketua panitia

Penyelenggaraan kegiatan ini didukung penuh oleh pihak kampus serta diharapkan dapat membawa nama harum almamater.

“Kegiatan ini mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak. Kami juga berharap terlaksananya kegiatan ini tak hanya sekedar sebagai kegiatan rutin tahunan biasa, tetapi juga dapat membangun relasi dengan dunia luar agar lebih maju kedepannya.” Tambahnya. (Za)

Hilang Satu Dekade, Saturday Fever “Terlahir Kembali”

Sempat Hilang Satu Dekade, Saturday Fever “Terlahir Kembali” di Lampineung (Jauhar/Perspektif)

Darussalam – UKM Bengkel Seni dan Teater (BESTEK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah berhasil menggelar acara Saturday Fever pada Sabtu (8/4) kemarin. Setelah hilang satu dekade, Saturday Fever berhasil menghilangkan rindu pecinta musik di Kota Banda Aceh dengan mengangkat tema “Save Your Soul”

Acara yang berlangsung di pelataran parkir Stadion H. Dimurthala Lampineung ini diisi oleh sejumlah band lokal di Banda Aceh. Dengan penampilan ala Street Music Performance ini pun dikunjungi oleh ratusan pengunjung.

Saturday Fever yang merupakan acara tahunan BESTEK ini diadakan sebagai panggung unjuk gigi dan ajang silaturrahmi antar band lokal di Banda Aceh. Sebelumnya, Saturday Fever sempat terhenti selama satu dekade lamanya.Acara yang biasanya di gelar di Kantin Kampus Ekonomi Unsyiah ini dilahirkan kembali di pelataran parkir Stadion H Dimurthala Lampineung

Selain itu, LPM Perspektif juga mengadakan mini photo exhibition selama acara berlangsung dengan menampilkan foto-foto terbaik hasil jepretan anggotanya. Sejumlah pengunjung juga terlihat antusias untuk melihat foto-foto karya anggota LPM Perspektif.
Sejumlah band lokal seperti KEY P.A.D dan Britoters yang merupakan band bentukan BESTEK pun turut memeriahkan acara ini. Acara berlangsung meriah ini pun dihadiri oleh sejumlah foodtruck yang menjajakan sejumlah makanan dan minuman yang dapat dinikmati selama acara berlangsung.

Iwan Adha yang merupakan ketua pelaksana Saturday Fever pun berharap dengan adanya acara ini dapat menambah pengalaman anggota BESTEK dalam hal Event Organizer

“Di acara ini kita coba angkat tema Save Your Soul yang berarti semua Genre music dapat ikut tampil dalam acara ini, tidak ada batasan genre yang ditampilkan dalam Saturday Fever kali ini” Ucap Iwan

Ketika ditanyai tentang acara Live On Stage BESTEK, Iwan mengaku belum bisa memastikan akan diadakannya acara tersebut di tahun ini. “Kalo masalah LOS (Live On Stage), kami belum bisa memastikan acara tersebut terlaksana di tahun ini. Tapi kami akan terus upayakan, Inshaa Allah LOS tahun ini jalan” tutup Iwan. (Jr/Perspektif)

EXCELLENT 2017 Resmi Dibuka

Laporan ketua panitia Excellent 2017 yang disampaikan oleh Julian Hidayat (Hasan/Perspektif)

Badan eksekutif mahasiswa (BEM) kembali adakan turnamen olahraga tahunan atau bertajuk Exhibition  Challenges of Economic Internal Sport (EXCELLENT), tahun ini BEM FEB Mengangkat tema “Feel The Solidarity”.

Acara pembukaan EXCELLENT dihadiri oleh seratusan mahasiswa dan mahasiswi deligasi dari setiap unit kegiatan mahasiswa (UKM) serta himpunan mahasiswa jurusan (HMJ) yang merupakan undangan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)  FEB. Pembukaan EXCELLENT dibuka langsung oleh Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala.

Acara pembukan EXCELLENT 2017 bertempat di aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala berlangsung pada Selasa (4/4) dan dimeriahkan oleh penampilan Tarian Aceh yang dibawakan oleh UKM Seni Putroe Phang Universitas Syiah Kuala,

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa berharap dengan adanya acara ini terjalin silaturrahmi yang kuat sesama mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.

“Tujuan dari acara olahraga ini untuk menampilkan  bakat mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Ekonomi serta mempersatukan tali silaturahim mahasiwa Ekonomi. Kami berharap dengan adanya ajang ini dapat menciptakan atlet – atlet Universitas yang akan dipersiapkan untuk Unsyiah Games Mei depan ” ucap Nazrul Anas selaku Ketua BEM FEB Unsyiah 2017 (FF/Perspektif)

UKM FEB BUKA STAND OPEN RECRUITMENT DI AREA HIJAU KAMPUS

UKM FEB Buka Stand Open Recruitment di Area Hijau Kampus (Jauhar/Perspektif)

UKM FEB Buka Stand Open Recruitment di Area Hijau Kampus (Jauhar/Perspektif)

Darrusalam – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah mengadakan Open Recruitment (OR) bagi mahasiswa baru Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan memnbuka stand bagi yang ingin bergabung di UKM sesuai bidang yang diminati. OR diadakan di Area Hijau Fakulats Ekonomi dan Bisnis selama 10 hari, dimulai pada tanggal 5 s.d 15 September 2016.

Setiap stand memiliki daya tarik tersendiri. Fakultas Ekonomi dan Bisnis merupakan fakultas dengan Unit Kegiatan Mahasiswa yang lebih banyak dibandingkan Fakultas lain yang ada di Universitas Syiah Kuala. Diantaranya yaitu UKM Lembaga Pers Mahasiswa Perspektif, UKM Inkubator Usahawan Muda, UKM Lembaga Dakwah Fakultas Al-Mizan, UKM Economict Otomotif Club (EOC), UKM Bengkel Seni dan Teater (BESTEK), dan UKM Mahasiswa Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup METALIK.

Dibukanya stand UKM sendiri merupakan salah satu inisiatif dari hasil rapat KBM sebelumnya yang bertujuan untuk menumbuhkan minat mahasiswa dalam pengembangan soft skill melalui Organisasi Mahasiswa.

Open Recruitment yang diadakan tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. PAKARMARU (Pendidikan Karakter Mahasiswa Baru) tidak melibatkan pihak Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Fakultas. Tapi kegiatan ini sepenuhnya dilaksanakan oleh Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala. (Ftrdafya)