Syarat dan Ketentuan Lomba Fotografi “Everyday Heroes”

Lomba Fotografi LPM Perspektif (Dokumentasi Perspektif)

Lomba Fotografi LPM Perspektif (Dokumentasi Perspektif)

 

SYARAT DAN KETENTUAN


 

Tema Lomba Foto:

  • Everyday Heroes (Pahlawan dalam kehidupan sehari hari)

Ketentuan Umum:

  • Pendaftaran lomba foto ini GRATIS
  • Setiap peserta maksimal dapat mengirimkan 3 (tiga) foto
  • Terbuka untuk seluruh mahasiswa khusus Aceh (Banda Aceh dan Aceh Besar)
  • Foto merupakan hasil karya sendiri, belum pernah diikusertakan dalam perlombaan
  • Foto tidak diperbolehkan mengandung unsur non-fotografi, seperti tanda tangan, frame, watermark, pornografi, SARA, dll.
  • Olah digital yang diperbolehkan hanya sebatas perbaikan kualitas foto (sharpening, cropping, color balance, contrast & brightness, dan saturasi warna), dalam ekstensi .JPG dan berisikan data EXIF.
  • Teknik fotografi yang digunakan bebas, foto dapat berupa landscape, hitam putih, street photography, foto jurnalistik, dll.
  • Foto sesuai tema, “Everyday Heroes” berupa foto Human Interest yang mengedepankan sisi orang/profesi/kegiatan yang memiliki manfaat bagi banyak orang.
  • Batas terakhir pengiriman foto pada tanggal 18 Maret 2016 pukul 15.00WIB
  • Pengumuman pemenang diumumkan tanggal 20 Maret 2016 di website www.persfe.com
  • Foto yang diikutsertakan dalam lomba ini adalah karya asli peserta
  • Foto yang berhasil masuk dalam kategori pemenang akan menjadi hak panitia, dan panitia berhak mempublikasikannya dalam media dengan “Tidak menghilangkan hak cipta pemilik foto”
  • Pemenang lomba akan mempresentasikan hasil fotonya pada saat pembukaan pameran foto
  • Pemenang lomba wajib menghadiri pembukaan pameran foto, pembagian hadiah akan dilaksanakan pada saat pembukaan pameran (21 Maret 2016)
  • Keputusan dewan juri bersifat mutlak, mengikat dan tidak dapat diganggu gugat
  • Panitia tidak bertanggungjawab terhadap pelanggaran hak cipta dan tuntutan hukum dari pihak lain

Mekanisme Pendaftaran:

  • Pendaftaran dilakukan dengan mengirimkan foto, hasil scan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa), nomor handphone, BBM/LINE (opsional) dan hasil scan Slip SPP semester berjalan melalui e-mail.
  • Subjek e-mail: NIM_NAMA_JUDUL KARYA dengan mengirimkan ke alamat e-mail redaksi.persfe@gmail.com

Isi e-mail:

  • Nama:
  • NIM:
  • Fakultas, Universitas:
  • No. Hp:
  • BBM/LINE (opsional):
  • Alamat Tinggal:

Lampiran email:

  • Hasil Scan KTM
  • Hasil Scan Slip SPP Semester Berjalan
  • Foto yang dilombakan (maks. 3 foto)

Format rename foto:

  • Judul Foto_Caption_Keterangan(dimana foto diambil)
  • Setiap foto yang dikirim, wajib disertai penjelasan singkat mengenai foto tersebut dalam ekstensi .DOC (maksimal 50kata/foto)

Penilaian Foto:

  • Kreativitas
  • Mutu Teknis
  • Estetika
  • Keunikan
  • Nuansa Islami

Pemenang Lomba:

  • Pemenang perkategori tema akan kami pamerkan pada acara pameran foto di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (21-24 Maret 2016)
  • Para pemenang lomba foto akan menerima uang tunai dan sertifikat penghargaan
  • Pengambilan hadiah tidak dapat diwakilkan

Contact Persons:

  • Wahyu (085206976468 / line: mwswhyu)
  • Fathur (085275391648 / line: fathurmufti)

5 Anggota Metalik Berangkat Ekspedisi ke Tangse

Pelepasan Peserta Ekspedisi S.223 (Wahyu/Perspektif)

Pelepasan Peserta Ekspedisi S.223 (Wahyu/Perspektif)

Darussalam – Wakil Dekan IV Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah, Jeliteng Pribadi, S.E., M.M., M.A melepas keberangkatan lima anggota UKM PA-LH Metalik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah yang melakukan ekspedisi pendakian gunung pada puncak gunung tanpa nama di kawasan pegunungan Lhe Sagoe, Tangse, Kab.Pidie, Jumat (20/2/2016) pada pukul 10.00 WIB.

Pelepasan yang diadakan sehari sebelum pendakian Ekspedisi S.223 ke Tangse dan bertempat di Lobby Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah ini dihadiri oleh ketua umum beserta para anggota Metalik, dan juga para perwakilan undangan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).

Dalam kata sambutan pembukaannya, Jeliteng berpesan, “buktikan kalau organisasi itu tidak mengganggu akademik, mahasiswa yang berorganisasi pun bisa lulus dengan baik”.

Sementara itu, Muhaimin selaku senior Metalik yang juga turut hadir saat pelepasan berpesan, “belajarlah dari kesalahan yang terjadi, jadikan pengalaman untuk perbaikan kita ke depan, tidak ada kebenaran tanpa didasari kesalahan dan tetap melaksanakan shalat sekalipun saat ekspedisi”.

“Kegiatan ini sudah dibekali dengan persiapan yang cukup matang” tutupnya.
Sebelumnya, kelima anggota Metalik ini sudah melakukan sosialisasi ke desa setempat, dan lamanya pendakian diperkirakan memakan waktu 12 hari pulang pergi. (Ibe, Fitri)

Editor: Dimas

UKM PA-LH Metalik Lakukan Ekspedisi S.223 di Tangse

Ekspedisi s223 UKM PA-LH Metalik (Sumber: Metalik)

Ekspedisi s.223 UKM PA-LH Metalik (Sumber: Metalik)

Darussalam – Salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Syiah Kuala, UKM PA-LH METALIK akan melakukan ekspedisi pendakian gunung di Tangse, Kab. Pidie pada tanggal 20 Februari s.d 5 Maret 2016 mendatang.

UKM PA-LH METALIK memang sering melakukan ekspedisi-ekspedisi pada pegunungan di berbagai daerah, tak hanya di Aceh, bahkan pegunungan di luar Aceh.

Untuk pendakian yang akan diadakan pada waktu dekat ini UKM tersebut memiliki tujuan ke puncak tanpa nama di kawasan pegunungan Lhe Sagoe, Tangse, Kab. Pidie dengan triangulasi S.223 dan ketinggian 2325 MDPL.

Pendaki dalam ekspedisi S.223 ini berjumlah lima orang yang merupakan anggota dari UKM PA-LH METALIK. Adapun nama-nama pendaki tersebut adalah Yolan Dirga (Kipen) (M.24.005), Harry Gunawan (Topan) (M.24.001), Reja Pahlawi (Jeko) (AM.25), Muhammad Achyar (Udo) (AM.25), Said Mirza (Gogok) (AM.25), dan T. M. Noumi (M.15005 AB).

Sosialisasi pada penduduk di desa setempat sudah dilakukan selama tiga hari sebelum dilakukannya pendakian, yaitu di desa Blang Pandak, Kec. Tangse, Kab. Pidie. Diperkirakan pendakian akan memakan waktu selama 12 hari pulang pergi (PP).

Adapun pelepasan para pendaki Ekspedisi S.223 akan dilaksanakan sehari sebelum ekspedisi, yaitu pada hari Jumat, (19/2/2016) di Lobby Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala. (Ibe)

Editor: Dimas

Aquascape, Memindahkan Keindahan Sepotong Alam ke Aquarium

Apabila kata aquascape diartikan secara harafiah, aqua = air dan scape = pemandangan atau pemandangan (taman) dalam air. Secara luas, aquascaping berarti seni mengatur tanaman air, batu dan kayu,secara estetis dan menyenangkan dalam sebuah akuarium, seperti halnya berkebun di bawah air. Untuk menambah keeksotisannya, fauna seperti ikan, udang, dan keong dapat dijadikan elemen penunjang supaya taman bawah air kita tampak lebih hidup.

Hobi yang dipopulerkan oleh Takashi Amano, seorang fotografer asal jepang ini mulai berkembang dan banyak digemari hobis di Indonesia sejak awal 2000-an. Hingga saat ini tak kurang dari lima ribu member sudah tergabung dalam indoaquascape.com, sebuah forum online penghobi aquasacape di Indonesia.

Memulai hobi ini tidaklah sukar, namun membutuhkan ketelitian dan kesabaran dalam pembuatannya. Dibutuhkan aquarium, sistem filtrasi, serta kayu dan batu sebagai hardscape.Pada prinsipnya aquascape sama dengan pembuatan taman dalam sistem tertutup. semua kebutuhan tanaman harus terpenuhi dan sesuai dengan kondisi alamnya. Tanaman membutuhkan media tanam untuk tumbuh dan membutuhkan proses fotosintesis untuk bertahan hidup dan menghasilkan energi. Proses ini membutuhkan nutrisi berupa zat hara dari pupuk, gas CO2, dan lampu sebagai pengganti cahaya matahari.

Selanjutnya untuk pemilihan tanaman (softscape) untuk pemula bisa menggunakan anubias, crypto wenditi, echidonorus, hygrophilla, dan aneka moss yang mudah perawatannya. Sedangkan untuk fauna yang cocok dipadukan dalam aquascape meliputi ikan-ikan kecil yang bergerombol seperti jenis neon tetra, cardinal dan red nose. Sebagai pilihan udang red cherry dan keong tanduk bisa digunakan untuk membersihkan lumut.

Ketika kesemua elemen sudah terpenuhi diperlukan ketelatenan dalam merawat tanaman agar tumbuh subur, berupa pemberian pupuk cair tambahan, penggantian air dan pemangkasan tanaman. Air cukup diganti seminggu sekali  20-30% dari volume aquarium, namun ketika aquarium sudah berumur 6 bulan atau lebih cukup sebulan sekali. Bahkan bila ekosistemnya sudah seimbang, pergantian air tidak perlu dilakukan hanya penambahan air saja yang hilang karena penguapan.

Selain berfungsi sebagai pemanis interior aquascape juga digunakan untuk terapi hijau yang dapat menurunkan stress dan mempunyai efek relaksasi. ”Sepulang kerja dan beraktivitas rutin yang monoton melihat aquascape dapat me-refresh pikiran sehingga segar kembali.” sebut Deni, karyawan bank yang menikmati taman bawah air ini.

Lain lagi bagi Hendra mahasiswa Unsyiah yang selain hobi juga menyediakan jasa pembuatan aquascape. “Di Aceh mungkin baru saya yang serius menekuni hobi ini, kalau sudah didepan aquarium, waktu dua jam jadi tidak terasa. Kalau ada yang mau bikin aquascape, saya bisa bantu kok, kita sama-sama belajar disini.” jelasnya sambil tersenyum.

Bagaimanapun, aquascape merupakan hobi dan sebuah peluang bisnis yang bagus dan dapat dikembangkan di Aceh, selain indah juga menguntungkan. Usaha yang bisa dipilih berupa penjualan tanaman air dan alat aquarium, juga jasa desain aquascape itu sendiri. (Tim Perspektif)