Himadipa Gelar FIPA 2017

Lewat FIPA, HIMADIPA Satukan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (Lilis/Perspektif)

 

Darussalam – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pembangunan (HIMADIPA) FEB Unsyiah menyelenggarakan acara Forum Ilmiah Himadipa (FIPA) 2017 di aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah sebagai program kerja tahunan meski sempat beberapa tahun vakum. Acara yang berlangsung dari tanggal 2-5 Oktober 2017 ini mengusung tema  “Prospek Ekonomi Digital Bagi Pertumbuhan Ekonomi“. “Maksud tema tersebut sebagai upaya untuk memberkan pemahaman kepada setiap individu  yang memanfaatkan ekonomi digital mengenai seberapa besar prospek kedepannya, bagaimana, dan apa dampak yang mungkin saja ditimbulkan bagi pertumbuhan ekonomi”, ungkap Syawal selaku panitia acara. Adapun agenda FIPA 2017 lainnya seperti lomba karya tulis ilmiah tingkat se-SMA Aceh dan lomba debat Isu Ekonomi di hari pertama.

Seminar Nasional bertemakan “Prospek Ekonomi Digital Bagi Pertumbuhan Ekonomi” yang di isi oleh Heidy Ruswita Sari dari IDX dan Subhan ,ST General Manager TELKOM ACEH tepat di hari kedua. Sedangkan hari ketiga di isi dengan rangkaian talkshow “Mengintip Rupiah di Era Digital” oleh pemateri yang expert, Fajar Ary DiLo Banda Aceh dan Darma Satria CEO KamiAntarAJa dan untuk hari terakhir sebagai penutupan dengan diakanannya fieldtrip. Acara tahun ini diakui memang memiliki penyusunan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan adanya serangkaian acara debat dan kehadiran mahasiswa dalam ikatan Ekonomi. Untuk persiapannya sendiri sudah  jauh –jauh hari dan berbulan-bulan dimatangkan meskipun persiapan yag benar-benar matangnya dari 2 (dua) bulan kemarin“ tutur mahasiswa semester 7 (tujuh) ini.

Sedangkan untuk kendala acara ini  menurutnya mengenai perihal pemateri yang mengisi rangkaian acara, dan mengundang sejumlah peserta yang hadir dari universitas luar. Acara ini juga turut dihadiri oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universtas Ahmad Dahlan (UAD), dan Universitas Padjadjaran (UNPAD). Syawal berharap agar seluruh panitia HIMADIPA dapat menyukseskan acara ini dengan semaksimal mungkin dan untuk mahasisawa di lingkungan Ekonomi sendiri dapat melaksanakan kegiatan- kegiatan atau program kerja lainnya dengan lebih baik. (lis)

(Editor: Ftrdafya)

BESJAM ‘Pulang Kampung’ Ke Ekonomi

BESJAM 2017 dimeriahkan oleh penampilan musik dan pameran seni lukis oleh anggota BESTEK FEB Unsyiah (Tata/Perspektif)

Darussalam – UKM Bengkel Seni dan Teater (BESTEK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah kembali menggelar acara Bestek nge-Jam (BESJAM) pada Rabu (27/9) kemarin. Acara dimulai pada pukul 10.00 yang dibuka langsung oleh Ketua Umum Bestek, Muhammad Hanafi.

BESJAM merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh UKM BESTEK dengan mengusung tema “Wild Young and Free”. Acara yang sempat digelar di Maroon Coffe pada tahun 2015 dan Kupi Khop pada tahun 2016 ini ‘pulang kampung’ ke Kantin Pojok Ekonomi.

“Maksudnya kita ngangkat tema ini karena semua mahasiswa baru back to campus. Jadi dengan terselenggaranya BESJAM merupakan wadah bagi anggota BESTEK dan membangkitkan semangat jiwa-jiwa muda. Sehingga kita bisa bring have fun to campus bukan hanya disibukkan dengan jadwal kuliah yang padat. Acara kali ini pula sekalian promosi Open Recruitment bagi letting 2014 sampai 2017”. Jelas Cut yang merupakan ketua panitia acara ini.

Acara BESJAM tahun ini tidak tertutup untuk internal mahasiswa ekonomi saja tetapi mulai tanggal 13 September BESTEK sudah open for public dengan memberitakan melalui media sosial dan bisa diikuti oleh semua orang. Rangkaian acara diisi dengan penampilan seni, wawancara singkat dari bestek, open recruitmen yang berlangsung hingga jam 14.00

“Harapan kedepannya dari panitia dan keluarga besar BESTEK dengan adanya acara ini kami bisa menjalin silaturrahmi bukan hanya dengan sesama internal kampus tetapi bisa lebih luas lagi kemudian bisa sharing kemampuan kesenian dan semua orang bergabung dikeluarga besar BESTEK”. Tambah Cut (Ta)

Inkubator FEB Adakan Expo, Ajak Mahasiswa Berwirausaha

 

Foto Bersama Wakil Dekan III, Pembina Inkubator dan Ketua Panitia (Istimewa)

Darussalam – UKM Inkubator Usahawan Muda Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala kembali menggelar acara Expo Inkubator. Expo kali ini merupakan kali ke empat yang pernah digelar setelah pertama kali di tahun 2013. Kali ini Inkubator mengusung tema “Meupike Meusaha” dan akan berlangsung sejak tanggal 25-30 September 2017 di Aula FEB.

Dalam acara pembukaan pagi tadi, tampak sejumlah mahasiswa memadati Aula FEB. Tampak juga beragam Stand kuliner & kosmetik juga ikut memeriahkan acara Expo Inkubator ke-empat ini.

Sebanyak 28 Stand memenuhi ruang dalam dan sisi kiri Aula FEB. Kebanyakan stand merupakan hasil karya wirausaha mahasiswa di lingkungan Unsyiah. Rizki Maulana selaku Ketua Panitia Inkubator 2017 mengaku bangga banyak mahasiswa yang sudah memulai usaha sejak dini

Wakil Dekan III FEB Unsyiah, Murkhana SE., MBA. memberikan kata sambutan (Istimewa)

“Kami berharap momentum Expo kali ini dapat menjadi tempat promosi bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dirintis oleh mahasiswa maupun non-mahasiswa, semoga acara ini juga memotivasi teman-teman yg belum mempunyai usaha untuk berwirausaha” jelas mahasiswa S1 Akuntansi ini.

Dalam kata sambutannya, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan juga mengapresiasi Expo Inkubator kali ini. “Saya senang adik-adik Inkubator semangat dalam menggelar acara ini. Saya berharap agar mahasiswa Ekonomi juga ikut semangat dalam berwirausaha”, ucapnya.

Acara Expo kali ini dimeriahkan dengan lomba Cake Decoration & Hijab n’ Make Up Competition. Seperti tahun sebelumnya, Inkubator kembali mengadakan  talkshow Wirusaha yang akan diadakan pada Sabtu (30/9) mendatang dengan mengundang Syakir Daulay yang merupakan wirausahawan muda sekaligus Hafidz Quran Asal Aceh yang menjadi Santri di Pesantren Darul Quran pimpinan Ustd. Yusuf Mansyur.

Di akhir acara, Inkubator juga akan melakukan Bakti Sosial di SOS Village Lampeunerut, Aceh Besar.

“Di tahun ini Inkubator  akan melakukan serangkaian acara seperti Games, masak bersama anak yatim dan pembagian sumbangan untuk anak-anak SOS. Kami berharap acara kali ini dapat bermanfaat bagi sesama” pungkasnya. (Jr, Tata)

Puluhan Peserta Meriahkan Economic Time Rally 2017

Pembina EOC melepas peserta Time Rally yang diadakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (Hasan/Perspektif)

Darussalam – Puluhan peserta dari berbagai kalangan meriahkan acara Economic Time Rally 2017 yang diadakan oleh UKM economi otomotif club (EOC) yang tempat di  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala  (17/9). “Kegiatan ini merupakan pertama kali nya setelah vakum selama 12 tahun karena terkhir kali di laksanakan pada tahun 2005” jelas lazuardi, ketua Economi Otomotif Club (EOC). Kegiatan ini bertujuan untuk mengobati kerinduan perally aceh untuk menyalurkan hobi dan keahlian mereka, karena selama ini jika ingin bertanding maka harus keluar provinsi.

Pada kegiatan ini, setiap peserta di beri soal untuk mendapat kan rute perjalanan dan ada setiap pos pada rute nya hingga sampai ke finish etape pertama di pantai Lhokme, Aceh Besar. Hingga kembali lagi ke finish di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala. Kegiatan ini tidak berpatokan pada kecepatan tetapi ketepatan waktu peserta dalam memecahkan soal dan sampai ke finish.

Tak hanya rally, kegiatan ini juga melakukan aksi sapta pesona yakni bersih-bersih pantai pada saat finish etape pertama di pantai Lhokme, Aceh Besar. Setiap peserta di beri kantong plastik yang digunakan sebagai tempat mengumpulkan sampahnya dan juga merupakan bagian dari jalannya pertandingan dan tempat peserta untuk menambahkan poin.

Kegiatan ini turut didukung oleh IMI Aceh, IOF, dan Dinas Kebudayan dan Pariwisata Aceh.Serta Turut hadir pula ketua IMI Aceh Ibnu rusdi, Nasrillah Anis, Kapolsek Syiah kuala dan wakil Rektor 3 Unsyiah Alfiansyah Yulianur. (San)

‘Mengintip’ Persiapan SAFE 2017

Teuku Hafidz Fakhreza (Ketua Panitia SAFE 2017) Optimis Kegiatan SAFE Sukses (Syawal/Perspektif)

Darussalam – Berbagai persiapan terus dilakukan mengingat acara Silaturahmi Aneuk Fakultas Ekonomi (SAFE)  merupakan sebuah acara penyambutan bagi Mahasiswa Baru FEB Unsyiah. SAFE diagendakan  pada tanggal 19-20 Agustus 2017 di lingkungan kampus serentak di setiap Fakultas di Universitas Syiah Kuala.

“SAFE bertujuan untuk mengajarkan MABA etika dan norma-norma  dikampus,yang bahwasanya mereka bukanlah seorang siswa/i lagi,melainkan sudah menjadi Mahasiswa yang berarti seseorang yang sudah tinggi tingkatannya serta tanggung jawab yang besar pula untuk dijaga,dan satu hal yang penting adalah organisasi mahasiswa agar dapat aktif dikampus dan membawa dampak bagi mereka sendiri kedepannya.” Buka Ketua Panitia SAFE 2017, T.Hafizh Fakhreza.

Bagi Apis (panggilannya – Red.) merupakan sebuah kebanggaan besar tersendiri karena tahun ini diberikan kesempatan sebagai ketua panitia dalam kegiatan ini. Bagi wakil ketua BEM FEB Unsyiah periode 2017 ini, di tahun 2013, ia pernah berkata dalam benaknya bahwa “suatu saat saya akan berdiri didepan dan mendidik adik-adik tersebut menjadi ekonom sejati. Dan Ternyata saya dipercaya menjadi Ketua Panitia SAFE tahun ini” Ujarnya.

Tinggal menghitung hari, 90% persiapan dari panitia dan mentor sudah terselesaikan, hanya saja panitia masih menunggu pendaftaran bagi MABA (Mahasiswa Baru) yang mengikuti kegiatan ini. Panitia  yang terdiri 106 orang dan Mentor yang berjumlah 40 orang,dengan komitmen yang dijaga akan mengefesiensikan kinerja pada saat kegiatan tersebut dijalankan.

Mengapa SAFE wajib bagi MABA?  SAFE adalah awal pengenalan seluruh komponen kehidupan di kampus seperti pendidikan, kegiatan mahasiswa hingga etika dan norma yang harus ditaati. Disinilah MABA 2017 diajarkan caranya bersikap, menghormati dan tidak menyalahi aturan yang sudah ditetapkan oleh kampus.

Sistem SAFE tahun ini tidak terlalu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,Tahun ini akan dibentuk 20 kelompok yang setiap kelompoknya terbagi atas 40 mahasiswa/i dan diawasi oleh 2 orang mentor per kelompoknya yang juga merupakan mahasiswa aktif tingkat atas.Panitia pada kegiatan ini hanya sebagai penyelenggara dan mentorlah yang memegang penuh tanggung jawab terhadap MABA 2017.

Ketua panitia SAFE 2017 ini berharap bagi MABA agar bisa menempatkan diri dalam menjaga tata krama,etika serta norma-norma kehidupan dikampus serta lebih aktif dikampus yang bukan hanya sekedar Mahasiswa kuliah-pulang kuliah-pulang atau biasa disebut mahasiswa kupu-kupu itu. “Untuk kedepannya Mahasiswa ada baiknya lebih peka terhadap lingkungannya,jangan hanya mementingkan acara namun tidak memberikan efek kedepannya,tapi cobalah untuk membuat forum diskusi publik seperti yang pernah dilaksanakan oleh BEM FEB Unsyiah tahun 2013/2014 yang dapat melatih Mahasiswa dalam ilmu sosial,ekonomi maupun politik.” Ujarnya dengan penuh harapan. (Wal)

DPM FEB Unsyiah Adakan Parliamentary School

 

DPM FEB Unsyiah Berharap Dapat Mencetak Kader lewat Parliementary Shool (Razi)

Darussalam- Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala mengadakan acara Parliamentary School. Acara tersebut dilaksanakan pada  hari Sabtu, 13 Mei 2017 bertempat di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala.

Parliamentary School  sendiri merupakan acara kedua yang diselenggarakan oleh DPM FEB Unsyiah setelah Pelatihan Manajemen Organisasi Mahasiswa (PMOM) yang dilaksanakan pada beberapa minggu yang lalu. Acara ini  mengungsung tema “Born Young Future Legislator” yaitu melahirkan legislator muda. Maisarah (yang biasa disapa Anggi) selaku ketua panitia acara ini mengatakan bahwa tujuan di adakannya  Parliamentary School  sendiri ialah untuk membentuk legislator kampus yang berkepribadian efektif dalam mengimplementasikan fungsi-fungsi kepada lembaganya masing–masing.

Pemateri dalam acara tersebut adalah H. Muhammad Nasir Djamil, S.Ag., M.Si salah satu anggota DPR RI, T. Iskandar Daod, SE., M. Si, Ak anggota Badan Anggaran Aceh, dan Bardan Sahidi, M.Pd wakil Ketua Badan Legislasi DPR Aceh dan juga dibuka oleh Murkhana SE.MBA selaku Wakil Dekan III FEB Unsyiah yang mengungkapkan bahwa, “Organisasi itu sangat penting akan tetapi jangan sampai larut. Karena orang yang berorganisasi kemudian tamat secepat – cepatnya, maka seseorang itu  akan berhasil dan sukses didunia kerja. Sukses sendiri di dapat dari sebuah kedisiplinan yang berawal dari organisasi itu sendiri”.

DPR merupakan lembaga perwakilan rakyat yang berkedudukan sebagai lembaga negara. Lembaga negara ini tentunya memiliki hak-hak. Adapun hak tersebut di antaranya adalah hak interpelasi, hak angket, dan hak untuk menyatakan pendapat. Dalam pemaparannya, H. Muhammad Nasir Djamil  membahas tentang kekuasaan DPR yang didalamnya terdapat lembaga legislatif yang bertugas untuk membuat undang-undang, lembaga eksekutif yang bertugas menerapkan atau melaksanakan undang- undang, serta lembaga yudikatif bertugas untuk mengadili masyarakat bagi yang melanggar undang-undang tersebut. Sedangkan fungsi DPR ada 3 (tiga) yaitu, fungsi legislasi , fungsi anggaran, dan fungsi pengawasan.

Menurut T. Iskandar Daod, SE., M.Si, Ak , Anggaran Pendapatan Belanja Aceh ( APBA) pada tahun 2017 mencapai 14,675 Triliun yang merupakan APBA tertinggi di Sumatera. Sedangkan tingkat kemiskinan sekitar 5,7 % dengan diikuti pengangguran tertinggi di Sumatera. Dalam sesi diskusi dengan ketua komisi VI ini, sedikit menyinggung tentang pengobrak-abrikan tanaman petani yang ada di PENAS Aceh kemarin. Ia mengungkapkan bahwa insiden yang terjadi pada beberapa hari yang lalu itu merupakan hal yang sangat merugikan. Mengingat tanaman yang berada di acara tersebut sangat luar biasa dan juga bisa dijadikan sebagai sebuah area tempat wisata.

Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 WIB sampai sore ini di hadiri oleh mahasiswa Universitas Syiah kuala, UIN Ar-Raniry dan masyarakat umum lainnya. Menurut  Reka Wati yang merupakan salah satu dari beberapa  mahasiswa dari Fakultas Pertanian Unsyiah yang hadir mengatakan“ kami kurang mengerti tentang politik karena selama ini belajarnya tentang pertanian, akan tetapi untuk seminar ini kami lebih mendapatkan wawasan yang lebih luas” akunya.

Dalam sesi acara terakhir Muhammad Fahrozi mengatakan bahwa “Saya berharap kepada kawan- kawan semua agar yang telah mengikuti Parliamentary School  ini dapat menjadi diri lebih baik lagi untuk kampus tercinta kita khususnya. Jadi apa yang kita dapatkan hari ini dapat diterapkan dan direalisasikan dirumah masing-masing” ungkap ketua DPM FEB Unsyiah  ini. (Lis)

 

HMM Ajak Mahasiswa Kreatif Melalui PKM Inspiring Talkshow

Kegiatan Talkshow PKM 2017 (Fazil)

Darussalam – Sabtu (13/5) Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) kembali menyelenggarakan acara PKM Inspiring Talkshow 2017, kegiatan ini bertema “Peningkatan Pemahaman Mahasiswa dalam Segi Krativitas dan Wawasan memalui PKM” dan berlangsung di Balai Sidang Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.

PKM merupakan suatu program yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti)  dalam memfasilitasi kemampuan serta potensi yang dimiliki mahasiswa untuk mengkaji, mengembangkan, dan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah dipelajarinya di perkuliahan kepada masyarakat luas.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh kalangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis saja, tetapi juga diikuti oleh mahasiswa dari Fakultas lain yang ada di Unsyiah.

Caesar Naufal selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Manajemen 2017 berharap dengan diadakannya acara PKM Inspiring Talkshow ini dapat membantu dan mengembangkan kreativitas mahasiswa dalam membuat proposal PKM serta dapat mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. (Fik)

Yuk Ikuti Lomba Foto ‘Aceh International Halal Food Festival’

Poster Photo Challenge Aceh International Food Festival

Dalam rangka menyambut pelaksanaan Aceh Internasional​ Halal Food Festival 2017, Dinas Pariwisata   Aceh mengadakan “Photo Challenge – Aceh International Halal Food Festival” yang berlokasi di Museum Aceh pada Tanggal 15 Mei 2017 pukul 09.00 -12.00 WIB dengan total hadiah Jutaan Rupiah.
Peserta ditantang untuk mengambil foto terbaik dari objek yang telah disediakan panitia di lokasi acara.
Syarat ketentuan lomba :
1. Peserta hanya mengambil foto dari objek yang telah disediakan oleh panitia.
2. Lalu tuliskan pengantar foto yang menarik dan kreatif, bisa pengalaman anda tentang objek, manfaat objek dalam kehidupan sehari-hari maupun keunikan material objek sebagai warisan citarasa lelulur. (Min 100 kata, maks 150 kata)
3. Satu peserta hanya boleh mengirimkan maksimal 5 karya foto, masing-masing dari 5 objek yang berbeda.
3. Format foto di simpan dalam format JPEG Large (File Asli), resolusi 300 dpi
4. Olah digital hanya sebatas brightness, contrast & cropping
5. Karya foto dikirim ke acehinternationalhalalfoodfest@gmail.com dengan data diri lengkap beserta copy KTP.
6. Pengiriman karya paling lambat tanggal 19 Mei 2017 dan pengumuman pemenang akan dilakukan paling lambat tanggal 21 Mei 2017 di website dinas pariwisata provinsi Aceh disbudpar.acehprov.go.id dan Instagram @halalfoodfestaceh
7. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dapat menggunakan semua foto yang dikirimkan oleh peserta untuk sarana promosi pariwisata Aceh tanpa harus meminta izin terlebih dahulu dengan tetap mencantumkan nama photographer.
8.Dewan Juri mewakili para ahli di bidang photography yaitu Bedu Saini dan Adi Warsidi serta perwakilan  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Mahasiswa FEB Unsyiah Wakili Aceh pada Kompetisi Nasional “Stocklab Competition”

Yaskur dan Hafiz saat menjadi juara di Lomba Stocklab di Banda Aceh (Dok. Istimewa)

 

Banda aceh-Kamis, 23/3/17 Dalam rangka memperingati 40 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mandiri Sekuritas, dan Indonesian Stock Exchange (IDX) menyelenggarakan lompetisi Nasional “Games Investasi Pasar Modal Stocklab dan Nabung Saham GO tahun 2017” yang bertempat di kantor Regional OJK Aceh, Pango.

Dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut, OJK akan menyaring 2 (dua) orang terbaik yang menjadi perwakilan dari beberapa provinsi dan kota yang nantinya akan berkompetisi bersama perwakilan lainnya untuk tingkat nasional di Jakarta Agustus mendatang.

Sebuah kebanggan tersendiri yang dirasakan oleh Yaskur Rizqullah (D3 Akuntansi 2014)  dan Muhammad Hafiz (D3 Akuntansi 2014) yang memenangkan kompetisi tersebut yang mengharumkan nama baik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala. Dalam kompetisi ini 2 (dua) mahasiswa tersebut berhasil mewakili Aceh nantinya pada 9 Agustus 2017 di Jakarta.Yaskur Rizqullah mendapatkan juara 1 (satu) dalam seleksi di Aceh dan rekannya Muhammad Hafiz atau sering disapa (Iblin) mendapatkan juara 2 (dua) .

Keduanya mengatakan bahwa yang memotivasi mereka mengikuti “STOCKLAB” ini karena Games nya asyik dan pembawaan yang santai serta tidak menguras pikiran dalam permainannya. Yaskur Rizqullah termotivasi mengikuti games ini karena dukungan orangtuanya yang senantiasa selalu ada untukknya. Sedangkan Muhammad Hafiz termotivasi karena hal pertama dari salah seorang satpam di tempat ia nge-Job pada saat itu dan alasan lainnya adalah orang tua dan karib dekatnya sendiri, Yaskur rizqullah.

Sebagai Mahasiswa sangatlah sulit untuk mengimbangkan waktu antara kuliah dan kegiatan diluar, akan tetapi berbeda dengan dua orang mahasiswa FEB Unsyiah ini yang dapat memanajemenkan waktunya dengan baik hingga mendapatkan prestasi yang mereka raih seperti sekarang ini. Selain itu, Yaskur dan Hafiz juga membagikan trik-trik dalam pengambilan kartu pada games tersebut,yaitu saat games itu dimulai “kita harus pandai-pandai mengambil kartunya,jangan salah langkah,dibutuhkan kerjasama,dan yang paling penting adalah doa yang akan mengimbangi usaha kita”katanya pada saat diwawancarai.

Dalam kutipan terakhirnya, Yaskur memberikan sepatah dua patah kata harapan untuk Mahasiswa FEB Unsyiah. “Semoga mahasiswa itu jangan KUPU-KUPU (kuliah-pulang-kuliah-pulang). Tapi cobalah berinovasi untuk hal-hal yang bersifat positif” katanya pada saat diwawancarai. Pemenang kedua yang mewakili Aceh menambahkan perkataan Yaskur, “kita sebagai mahasiswa janganlah mudah menyerah dan berputus asa,pikiran yang optimis akan memberikan bukti yang nyata”, katanya dengan penuh harapan. (Sw)

Hari Pertama Kerja, Wakil Dekan III silaturrahmi bersama ORMAWA

 

Silaturrahmi WD III FEB Unsyiah Bersama ORMAWA (Jauhar/Perspektif)

Darussalam – Memasuki hari pertama menduduki kursi Wakil Dekan III, Murkhana SE. MBA langsung mengundang seluruh organisasi mahasiswa (ORMAWA) di lingkungan kampus FEB Unsyiah untuk  bersilaturahmi di kantor Wakil Dekan III FEB.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh 14 mahasiswa yang merupakan perwakilan dari BEM, UKM dan HMJ di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Dialog yang berlangsung selama satu jam tersebut membahas poin-poin yang menjadi permasalahan dan inovasi seputar  kegiatan kemahasiswaan.

Dalam kesempatannya, Murkhana menyinggung beberapa masalah seputar keaktifan organisasi kampus, pendanaan, dan skala kegiatan mahasiswa yang di rasa masih kurang.

Terlepas dari keaktifan organisasi, beliau juga akan mengadakan evaluasi terhadap mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir yang ‘telat lulus’ karena organisasi. “Untuk periode ke depan, saya akan melakukan evaluasi

Ketua BEM Ekonomi Unsyiah Sedang Memberi Pendapat (Jauhar/Perspektif)

rutin terhadap mahasiswa-mahasiswa yang telat lulus gara-gara organisasi” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nazrul Anas yang juga merupakan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Unsyiah mengharapkan kerjasama dari pihak dekanan yang beru di Lantik untuk meningkatkan motivasi mahasiswa untuk bergabung ke organisasi yang  kian menurun

Hal serupa juga diutarakan oleh ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FEB Unsyiah, “Selaku pimpinan dewan mahasiswa, kami berharap bapak dalam membantu kami lebih baik demi terselenggaranya acara-acara yang akan diadakan agar dapat menembus skala yang lebih tinggi” ujarnya.

Murkhana merupakan dosen Program Studi Manajemen dilantik menjadi Wakil Dekan III pada Jumat (5/5) lalu. Beliau dipercaya menjadi WD III FEB menggantikan Nashrillah Anis SE. MM.

Beliau dikenal sebagai dosen yang humoris di kalangan mahasiswa. Selain itu, pria lulusan Universitas Kebangsaan Malaysia ini dikenal sebagai pribadi yang dekat dengan mahasiswa (Jr)