Apa kabar almamater 2016?

Apa kabar almamater 2016? (mevi/perspektif)

Darussalam-Almamater merupakan identitas diri bagi mahasiswa. Indentitas tersebut menandakan pula dari mana mereka berasal serta menjadi suatu kebaanggan tersendiri terlebih saat menjadi Mahasiswa Baru disuatu universitas. Namun bagaimana jika almamater tak kunjung dibagikan? Apa penyebab dibalik keterlambatan tersebut? Lalu etiskah keterlambatan pembagian almameter ini terjadi?

Sangat disayangkan, namun faktanya hal ini yang terjadi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala terkhusus bagi angkatan 2016. Keterlambatan tersebut bahkan sudah berjalan hingga semester keempat terhitung sejak awal masuk ditahun 2016.

Jika dikaji kembali, hal ini bukanlah kali pertama terjadi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Pada tahun 2015 hal yang sama pernah terjadi, dimana angkatan 2015 tidak mendapat almamater diawal mula perkuliahan tetapi ditahun berikutnya.

Dilihat dari system pembagiannya, sebelum tahun 2015 pembagian Almamater dimulai dari Biro rektorat lalu diberikan kepada pihak Fakultas. Selanjutnya diambil alih oleh Wakil Dekan III dan kemudian diberikan kepada Pihak BEM FEB untuk meembagikan kepada Mahasiswa. Namun ditahun 2015 sistem pembagian almamater sedikit berbeda, dimana pembagiannya tak lagi ditangani oleh pihak BEM melainkan langsung oleh pihak Dekan Kemahasiswaan.

Sedangkan ditahun 2016 pembagian almamater kembali lagi pada system semula yaitu pengambilan almamater melalui pihak BEM FEB. jika ditinjau lebih lanjut pihak fakultas bahkan belum mempunyai ketetapan khusus mengenai almamater. Padahal hal ini harusnya menjadi perhatian khusus bagi Fakultas, mengingat sudah pernah 2 (dua) kali terjadi “keterlambatan” pembagian almamater di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.

Pihak BEM FEB 2018 menyatakan “Almamater angkatan 2016 sudah tersedia. Tetapi hanya sebagian dari totalnya.” Sangat disayangkan hingga saat ini almamater tersebut sepenuhnya belum berada dipihak BEM, sedangkan almamater untuk angkatan 2017 sudah dibagikan. “Keterlambatan ini bisa terjadi karena faktor miss komunikasi antara pihak dekan dengan pihak BEM sebelumnya”  lanjutnya.

Apa sebenarnya yang menjadi faktor sampai keterlambatan ini terjadi.? (AH, LZ)

Rais Ikut Komentari Aksi Kartu Kuning Jokowi : Pemerintah Fokus Membangun Negeri atau Fokus Membangun Citra?

BEM ekonomi Ikut Komentari Aksi Kartu Kuning Jokowi (mevi/perspektif)

[Read more…]

Perlukah UP3AI Punya Ruangan Sendiri ??

Perlukah UP3AI Punya Ruangan Sendiri ?? (Mevi/Perspektif)

Darussalam-Fakultas Ekonomi dan Bisnis memiliki bangunan yang digunakan sebagai pusat kegiatan serta aktivitas mahasasiswa yang bernaung dalam organisasi mahasiswa baik UKM, HMJ maupun BEM dan DPM. Bangunan tersebut diberi nama Student Center, namun mahasiswa lebih sering menyebutnya Sekber (sekret bersama).

Student Center merupakan wahana pengembangan minat, bakat, dan aktivitas mahasiswa. Tidak hanya dijadikan sebagai tempat “nongkrong”, Sekber sudah selayaknya rumah kedua bagi setiap mahasiswa yang aktif berorganisasi, dengan kata lain sekber juga merupakan tempat bagi ormawa (organisasi mahasiswa) dalam menjalankan kehidupan organisasinya di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala.

Bicara mengenai Ormawa dan sekret nya, seperti yang kita ketahui bersama bahwa kepengurusan ormawa yang bernaung di fakultas ekonomi dan bisnis baru saja berjalan sekitar seminggu, sejak acara pelantikan kepengurusan yang baru. Semua ormawapun mulai menjalan kan program program kerja nya dalam setahun ini. Namun di sela-sela itu beredar kabar bahwa bakal ada “teman” baru yang akan ikut mengisi sebuah ruangan yang ada di sekber. Yakni UP3AI (Unit Pengembangan Program Pendamping Mata Kuliah Agama Islam). Namun apakah hal ini benar?  mengingat UP3AI bukan lah merupakan bagian dari sebuah Ormawa.

Mengenai hal ini Rais Mukhayar selaku ketua BEM memberi tanggapan bahwa tidak mengetahui hal ini karena tidak adanya konfirmasi dari pihak UP3AI sendiri namun sudah mendapat penjelasan dari pihak Wakil Dekan II Ridwan, S.E, MM bahwa hal ini merupakan tuntutan dari pihak UP3AI Universitas agar UP3AI memiliki ruangan sendiri.

“Mengenai hal ini tidak ada koordinasi juga, BEM baru tahu setelah orang-orang itu (UP3AI) bersih-bersih sekret di sebelah sana, padahal sekret tersebut sudah di tetapkan untuk menjadi sekret barunya DPM (Sekret kosong yang ada di sebelah BEM yang kini sudah di tetap kan menjadi sekret DPM)” jelas Rais.

Hal ini pula perlu dipertanyakan apakah berita tersebut  merupakan keputusan sepihak? Mengingat bahwa tidak adanya koordinasi maupun konfirmasi langsung kepada pihak mahasiswa.

Seberapa pentingkah UP3AI mendapatkan ruangan sendiri di pihak Student Center sedangkan di sisi lain masih ada ormawa yang lebih membutuhkan ruang gerak lebih luas untuk giat beraktivitas, dikarenakan ruang yang tidak layak ataupun akibat kekecilan. Mengingat UP3AI sendiri bukan lah merupakan sebuah ormawa, jika hal ini memang terjadi lalu apakah Student Center benar-benar dibangun sebagai pendukung, penunjang dalam kegiatan organisasi mahasiswa atau hanya sekedar nama.

Muhajir Paloh juga memberikan pendapatnya saat dijumpai oleh tim perspektif dan  menanyakan hal yang sedang hangat tersebut (14/02) ”Jadi sebaiknya pihak dekanan mengajak mahasiswa untuk berdiskusi, keputusan yang benar itu bagaimana. Jika memang student center kita ini luas dan sekret kita ada yang kosong, maka ini merupakan hal yang benar untuk di lakukan, namun mengingat kondisi kita ada ukm dan himpunan yang mungkin sekret nya masih sempit dan perlu perluasan, ini namanya sebuah diskriminasi. Dan terkait urgensi kenapa UP3AI ini perlu sekret, ini masih menjadi tanda tanya bagi mahasiswa.”

Jika  Student Center memang dibangun dan dimaksudkan untuk mahasiswa, lantas mengapa dijadikan tempat buangan bagi mereka yang membutuhkan ruangan. Tutuplah telinga dan mulailah mendengarkan satu suara bijak didalam. Apakah UP3AI perlu ruangan sendiri disini ?? (Sal, Frz)

Persatuan Jurnalis Kampus di Banda Aceh Adakan Workshop

Pembukaan workshop yang diselenggarakan oleh Persatuan Jurnalis Kampus (Sulthanah/Perspektif)

Banda Aceh – Maraknya konten hoax di media sosial maupun media online mengundang keprihatinan banyak pihak, termasuk dari kalangan Lembaga Pers Kampus dan Mahasiswa. Berangkat dari keprihatinan itu, Persatuan Jurnalis Kampus (PJK) Banda Aceh menggelar Workshop di Aula Pascasarjana Universitas Muhammadiyah (15/2) dengan mengusung tema “Peran Pers Kampus dan Mahasiswa dalam Menghadapi Hoax”. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama dari Humas Aceh dan beberapa Lembaga Pers Mahasiswa diantaranya LPM Perspektif FEB UNSYIAH, LPM Lensa UNMUHA, UKPM Sumberpost UIN AR-RANIRY, dan UKM Pers Detak Unsyiah.

Ghifari Hafmar selaku ketua pelaksana menambahkan “Bahwa hoax tidak lagi jadi isu di daerah tapi sudah menjadi isu nasional. Hoax dibuat oleh orang pintar yang jahat dan yang menerima ialah orang baik yang bodoh, sehingga kita semua harus memberantasnya.”

Acara ini juga turut mengundang beberapa narasumber diantaranya Kurniawan S. SH., LL.M yang merupakan Dosen Fakultas Hukum Tata Negara Unsyiah, Sulaiman selaku Kabid Pengelola Informasi dan Dokumentasi dan juga Maimun Shaleh selaku Wartawan Senior.

“Hoax, ia menipu sesuatu seolah-olah sesuatu itu ada. Dalam perkembangannya hoax lebih banyak digunakan dalam aspek politisi, dimana banyak digunakan untuk menyerang atau menimbulkan luka dipihak tertentu. Jadi tujuan hoax itu sebagai alat propaganda atau alat pencitraan diri untuk menciptakan sesuatu yang tidak sebenarnya ada,” jelas Kurniawan S, SH., LL.M  kamis (15/2).

“Jika dilihat dari kacamata islam kita dapat melihat bahwa hoax selalu berisi tentang hal yang bersifat menyebarkan kebencian. Dalam surah Al-Hujurat ayat 6 yang maknanya jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. Hoax ini musibah nasional yang apabila tidak diberantas akan menimbulkan masalah yang besar,” sambung Kurniawan.

Sedangkan menurut Maimun Shaleh mencegah hoax adalah salah satu cara menyelamatkan bangsa. “cara mengenali hoax dengan mudah ialah yang pertama lihat judul berita yang sudah pasti bombastis dan akhir berita pasti tertulis sebarkan atau viralkan, kurang lebih seperti itu. Kepalanya bikin panas dan di kakinya minta dipanaskan lagi. Itulah hoax,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Sulaiman Kabid Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Polda Aceh ikut menambahkan perihal hoax yang semakin membesar di masyarakat. “Pihak Polda Aceh telah mendapati beberapa kasus hoax yang beredar dan berhasil menyelesaikannya. Jadi tugas polisi adalah bagaimana kami dapat menangkis berita yang masuk ke media sosial yang ada, baik Internet, Youtube, WA, Instagram, Twitter, dan Facebook, kami setiap saat melakukan patroli untuk menjaga supaya Aceh ini aman. Maka disinilah kita harus berpikir kedepan bagaimana agar hoax ini tidak terjadi lagi, dengan kerja keras dari mahasiswa dan pihak-pihak lain,” tegasnya.

Acara yang dipandu oleh moderator Adi Warsidi, selaku ketua AJI Banda Aceh berlanjut dengan diskusi tanya jawab yang berlangsung selama 20 menit dan diakhiri dengan penandatanganan deklarasi bersama melawan hoax dari seluruh peserta yang hadir. (Mev)

Tahun 2018 untuk Kualitas Perspektif yang Lebih Baik

Darussalam – Rapat Kerja adalah acara pertama yang biasanya diselenggarakan setelah peralihan masa ke-pemimpinan. Minggu (11/2) LPM Perspektif menyelenggarakan acara pertamanya di Balai Sidang Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah yang dimulai pada pukul 09.30 WIB. Pada tahun ini Rapat Kerja Perspektif mengusung tema Estabilsh The Real Loyalty and Quality Work Program.

“Rapat Kerja tahun ini diharapkan sesuai dengan tema yang diangkat. Yakni, sikap Loyalitas atau Kesetiaan yang dapat ditumbuhkan oleh setiap anggota LPM Perspektif terhadap tanggungjawab mereka. Begitupula dengan adanya pergantian Pemimpin Umum yang baru diharapkan memunculkan Program Kerja yang bermutu demi meningkatkan kualitas kinerja anggota kedepannya.” Papar Ayu Khatijah selaku Ketua Panitia Raker.

Pada penyampaiannya Ayu berterimakasih kepada seluruh divisi Panitia Pelaksana terutama Sekretaris Panitianya Sulthanah Zulfika yang telah berkontribusi besar dalam acara Rapat Kerja yang dapat berjalan dengan sebaik-baiknya.

“Untuk tahun 2018 ada 9 Program Kerja yang nantinya akan diselenggrakan. Antara lain Rapat Kerja 2018 yang hari ini telah dilangsungkan, Sekolah Jurnalistik, Majalah Perspektif, Video Project, Mega Hunting, Pameran Foto dan Workshop, PJTD, City Tour dan Company Visit, dan Musyawarah Besar.” Sebut Jauhar pada pemaparannya

Acara juga diselingi dengan diskusi umum. Para Undangan Alumni dan Peserta begitu antusias memberikan pertanyaan serta saran mereka untuk penambahan sistem Program Kerja yang dipaparkan oleh Jauhar Ikhsan.

Jauhar Ikhsan, Mifta Septia Ningsih dan Wahyu Santoso berserta jajaran Presidium 2018 mengharapkan agar program kerja yang sudah diusung dapat berjalannya dengan lancar dan sukses. (Ayu K)

Dekan FEB Unsyiah Lantik Pengurus Organisasi Mahasiswa Periode 2018

 

Darussalam – Sabtu (10/18), Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala secara resmi melantik pengurus baru Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Pengurus Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) serta pengurus Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala. Acara ini mengusung tema Intelektual Muda yang Berkarakter Religius dan Berjiwa Pemimpin untuk Kejayaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Dalam rangkaian acara tersebut, Dekan FEB Prof. Dr. Nasir Azis, S.E., M.B.A. menyampaikan sambutan yang pada intinya memberikan apresiasi bagi pengurus periode 2017, serta memberikan ucapan selamat bekerja bagi para kepengurus BEM, DPM, HMJ dan UKM 2018 agar berusaha lebih matang dan mantap sehingga diharapkan dapat membangun mahasiswa yang intelektual, berkarakter religius serta berjiwa.

“Didalam bidang keilmuan manajemen yang membahas tentang kepemimpinan sangat menekankan bukan hanya pada aspek planning akan tetapi lebih kepada aspek conclusion. Sehingga dalam menjalankannya perlu digaris bawahi mengenai pentingnya menjaga komunikasi. Hal ini diharapkan agar tidak adanya miss communication antar sesama lembaga dan juga pihak dekanan.” Jelasnya.

Adapun nama-nama ketua kelembagaan periode 2018: (1) Rais Mukhayar (BEM), (2) Reza Zulfianda (DPM), (3)  Hanafi (UKM BESTEK), (4) Yoland Dirga Oktaviano (UKM PA-LH METALIK), (5) Muhammad Jauhar Ihsan (UKM LPM Perspektif), (6) Zahlul Haykal (UKM LDF Al-Mizan), (7) Haykal Saputra (UKM EOC)  dan (8) Wahyu Sanjaya (UKM INKUBATOR).

Kevin Rizki Rayanda selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Pembangunan(HIMADIPA), Alfi Syahrin selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA), Alam Mufid selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) dan Abthal Aufar selaku Ketua Himpunan Mahasiswa Ekonomi Islam (IESA)

“Kepada seluruh pengurus terpilih agar dapat memajukan Fakultas Ekonomi dan Bisnis yang lebih unggul dan mampu bersaing dikancah lokal maupun nasional, yaitu dengan cara berprestasi baik dibidang akademik maupun non- akademik. Dan hal yang lebih penting dari semuanya ialah tetap menjaga nama baik Fakultas Ekonomi dan Bisnis serta nama baik institusi.” Tegas pak Murkhana diakhir pertemuan.(Sul)

 

UKM Metalik kembali selenggarakan kegiatan Mountain Expedition

UKM Metalik kembali selenggarakan kegiatan Mountain Expedition

Darussalam – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Metalik (Mahasiswa Ekonomi Pecinta Alam dan Lingkungan) kembali mengadakan kegiatan Mountain Expedition yang merupakan kegiatan rutin setiap tahunnya. Kali ini kegiatan akan dilakukan di Desa Kute Reje, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah dengan mengusung tema “The Leuser Ecosystem Expedition dan akan dilaksanakan pada tanggal 21 Januari – 9 Februari 2018.

Acara pelepasan siang tadi (20/1) dihadiri oleh Peserta Mountain Expedition sebanyak 7 orang, anggota Metalik, Perwakilan Organisasi Mahasiswa, dan Murkhana S.E, MBA selaku Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

“Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membuka jalur baru di gunung yang terdapat di Desa Kute Reje serta menjalin komunikasi yang baik dengan warga sekitar. disamping ” Jelas Nurwais selaku ketua panitia

Penyelenggaraan kegiatan ini didukung penuh oleh pihak kampus serta diharapkan dapat membawa nama harum almamater.

“Kegiatan ini mendapat banyak dukungan dari berbagai pihak. Kami juga berharap terlaksananya kegiatan ini tak hanya sekedar sebagai kegiatan rutin tahunan biasa, tetapi juga dapat membangun relasi dengan dunia luar agar lebih maju kedepannya.” Tambahnya. (Za)

AGOESTOES 2018 Jajaki 8 Kabupaten se-Aceh.

AGOESTOES 2018 jajaki delapan Kabupaten atau Kota se-Aceh.

Darussalam-HIMAKA (Himpunan Mahasiswa Akuntansi) kembali mengadakan sosialisasi atau lebih terkenal dengan sebutan AGOESTOES (Accounting Goes To School) yang merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebelum penerimaan mahasiswa baru. AGOESTOES bertujuan untuk mensosialisasikan atau mempromosikan jurusan Akuntansi yang merupakan salah satu program studi dibawah naungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.

Ditahun 2018 acara ini mengusung tema The Brilliant Future Generation of Accounting yang mengandung makna serta harapan “agar generasi kedepan yang hendak memilih jurusan akuntansi dapat mendalami ilmunya secara matang sehingga mampu mengaplikasikannya secara mantap. Karena Bidang Akuntansi masih sangat dibutuhkan dan laku didunia kerja mengingat sekarang merupakan zamannya perdagangan bebas atau MEA.” sebut Fajar selaku ketua panitia agoestoes 2018

Dalam sosialisasinya panitia agoestoes akan memberikan pemaparan materi kepada para pelajar kelas XII SMA/MAN mengenai Program studi Akuntansi seperti S1 Akuntansi, S2 Akuntansi, IAP (Internasional Accounting Program) dan juga tak lupa program diploma yang berada dibawah program studi akuntansi seperti D3 Akuntansi dan D3 Perpajakan. Tak hanya menyampaikan informasi mengenai program tersebut, namun nantinya panitia agoestoes juga akan menjelaskan mengenai Himpunan Mahasiswa Akuntansi beserta kegiatan yang ada didalamnya.

Bagi siswa/i yang nantinya dapat menjawab pertanyaan maupun bertanya saat sosialisasi berlangsung akan diberi merchandise atau hadiah berupa stiker AGOESTOES. Guna menunjang kelancaran acara panitia agoestoes juga akan menyebar brosur dan selebaran agar materi yang diberikan dapat dengan mudah dipahami.

Acara yang dilaksanakan mulai tanggal 17 Januari s.d 06 Februari 2018 ini akan diselenggarakan dibeberapa kabupaten dan kota Se-Aceh. Diantaranya Banda Aceh, Aceh besar, Sigli, Lhoksemawe, Aceh timur, Langsa, Aceh selatan, dan Aceh barat daya. Hanya 8 (delapan) sekolah disetiap kabupaten atau kota yang beruntung serta mendapatkan kesempatan didatangi oleh Himaka.

Apakah sekolahmu termasuk salah satu diantaranya? (Wal)

Hari ini, Road to Aceh Clothing Festival 2018 Dibuka!

Hari ini, Road to Aceh Clothing Festival 2018 dibuka! (Ist)

Banda Aceh – Di penghujung tahun 2017, dengan semangat kolektif komunitas Aceh Clothing Familia kembali mengadakan event tahunan nya road to Aceh clothing fest 2018 dengan tema “bergaya kita total, belanja kita lokal”. Event yang sudah 5 tahun berturut-turut dilaksanakan ini akan dibuka dengan “Operasi Jual Beli”, sebuah table top meeting dengan konsep santai ala anak muda.

Mengumpulkan para pelaku usaha di bidang industri kreatif untuk berkenalan dan saling mempromosikan jasa dan produknya. Acara ini akan diikuti 30 pelaku industri yang kesemuanya adalah anak muda Aceh yang bergerak di bidang kreatif seperti clothing line, content creator, seniman kontemporer, jasa cetak & sablon, crafter, social media influencer, foto dan videografer.

Rahmat Maggot, Ketua Pelaksana berharap kegiatan ini bisa menguatkan kemitraan para pengusaha kreatif muda di Aceh, agar bisa saling mendukung untuk maju bersama-sama, ikut menggerakkan roda ekonomi Aceh. “Mungkin kontribusinya tidak besar, tapi setidaknya kita bergerak”, ungkap rahmat.

Kegiatan yang akan berlangsung tanggal 29 dan 30 Desember di Tennis Indoor Jasdam IM Neusu, Banda Aceh ini juga akan diisi dengan berbagai workshop kreatif, market place berisi produk clothing line, pop up store dan street food. Dimeriahkan oleh penampilan band dan musisi muda lokal, Road to Aceh Clothing Festival juga menghadirkan Jason Ranti, musisi muda yang digadang-gadang penerus Iwan Fals lewat karya-karyanya yang mengusung kepedulian terhadap isu sosial.

Sebagai penutup acara, panitia yang terdiri dari kawan kolektif yaitu komunitas seni Akar Imaji, Arakate Records, Jasdam Iskandar Muda, Amel Production, OZ Radio Banda Aceh dan EXO Production juga akan menghadirkan musisi indie kenamaan Indonesia, Endah & Rhesa. (Mia)

Dr. rer. nat. Ilham Maulana: Adab Mengukir Peradaban

Dr. rer. nat. Ilham Maulana: Adab Mengukir Peradaban (Sulthanah/Perspektif)

Darussalam – WAMI (Warna Kampus Islami) 2017 kembali diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Fosma Unsyiah sebagai acara tahunannya. Untuk tahun ini WAMI mengusung tema “Sahabat Islam Masa Kini” yang akan berlangsung pada tanggal 22 – 25 Desember 2017.

“Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk syiar islam. Memberikan pemahaman tentang teknologi yang telah di jelaskan lebih lanjut didalam al-quran. Namun sayangnya, mahasiswa masih kurang berminat untuk mempelajarinya” Ungkap Wahyu Maulana selaku Ketua Panitia WAMI.

Acara ini dibuka di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada pukul 08.00 WIB. Setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan Seminar Teknologi yang turut mengundang Dr. rer. nat Ilham Maulana, S.Si selaku Wakil Dekan III Fakultas MIPA Unsyiah dan Prof. Dr. Ir. Syamsul Rizal M. Eng yang juga merupakan Rektor Unsyiah. Seminar ini  mengusung tema “Membangun Peradaban Islam melalui Sains dan Teknologi”.

Dalam isi materinya Ilham Maulana menyampaikan mengenai Ekonomi Sains Modern dan Kaitannya dengan Perkembangan Teknologi,  dan juga mengenai peradaban Al Quran dan Islam masa kini. “Adab mengukir peradaban.” Begitu tuturnya.

Selain seminar sains dan teknologi, WAMI juga mengadakan Seminar Annisa untuk wanita dan Futsal Cup khusus untuk laki-laki. Hal ini bertujuan untuk menjalin ukhuwah antar seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Unsyiah.

Akan tetapi ada yang berbeda dari segi rangkaian acara WAMI dari tahun ini. “Pada tahun lalu banyak diadakannya perlombaan namun berfokus pada anak-anak. Sedangkan tahun ini hanya berfokus pada mahasiswa. Itu yang menjadi perbedaan untuk WAMI tahun ini” Sambungnnya. (Sul,Mev,Frz)