Pemerintah Aceh Cabut Rekomendasi Eksplorasi PT EMM

 (Foto : DA/perspektif)

Banda Aceh –  Pemerintah Aceh akhirnya mencabut Rekomendasi Gubernur Provinsi Aceh Nomor 545/12161 yang dikeluarkan pada 6 Juni 2006 tentang Pemberian Rekomendasi Kuasa Pertambangan Eksplorasi kepada PT. Emas Mineral Murni (EMM).

Surat yang dikeluarkan pada Kamis, 18 April 2019 dan ditandatangani oleh Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah itu ditujukan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.

Sebelumnya,  aksi Tolak PT.EMM ini ditujukan kepada Plt.Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Aksi ini dilakukan oleh massa yang sebagian besar dari mahasiswa di Kantor Gubernur Aceh, dan berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak tanggal 09 s.d 11 april 2019.

Berikut isi lengkap surat tersebut sesuai yang diperoleh aceHTrend, Senin (22/4/2019):

1. Sehubungan dengan penyampaian aspirasi masyarakat Aceh pada tanggal 9 s.d 11 April 2019 tentang tuntutan pencabutan Rekomendasi Kuasa Pertambangan Eksplorasi PT. Emas Mineral Murni kepada Pemerintah Aceh dapat kami sampaikan bahwa:
  • Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dengan Keputusan Nomor 29/DPRA/2018 tentang Izin Usaha Produksi PT. Emas Mineral Murni di Kecamatan Beutong dan Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya serta di Kecamatan Celala dan Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah yang menyatakan izin usaha pertambangan operasi produksi yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI) Nomor 66/1/IUP/PMA/2017 tanggal 19 Desember 2017 bertentangan dengan kewenangan Aceh sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 dan merekomendasikan kepada Kepala BKPM RI untuk mencabut/membatalkan izin tersebut yang diberikan kepada PT. EMM untuk melakukan eksploitasi di Kecamatan Beutong dan Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya serta di Kecamatan Celala dan Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah.
  • Bupati Nagan Raya dengan suratnya Nomor 180/54/2018 tanggal 2 Oktober 2018 perihal Mohon Penyelesaian Permasalahan PT. EMM Beutong Ateuh Banggalang, mengharapkan kepada kami untuk memediasi,memfasilitasi, dan mengevaluasi kembali seluruh izin PT. EMM agar keseluruhan permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara komprehensif di kemudian hari.
  • Untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem lingkungan hidup di wilayah eksplorasi dan eksploitasi tambang oleh PT. EMM di Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh, agar izin Nomor 66/1/IUP/PMA/2017 tanggal 17 Desember 2017 yang dikeluarkan oleh BKPMRI untuk ditinjau kembali.

2. Berkenaan dengan hal tersebut di atas, dengan ini kami mencabut Rekomendasi Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 545/12161 tanggal 8 Juni 2006 tentang Pemberian Rekomendasi Kuasa Pertambangan Eksplorasi kepada PT. EMM.

3. Demikian untuk Bapak Menteri maklumi dan terima kasih.

Plt. Gubernur Aceh

Ir. Nova Iriansyah, MT

Sumber : ACEHTREND.COM

Temui Demonstran, Nova Janji Penuhi Tuntutan Dalam 14 Hari

Temui Demonstran, Nova Janji Penuhi Tuntutan Dalam 14 Hari (Foto : DA/perspektif)

Banda Aceh –  Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah akhirnya muncul di hadapan massa mahasiswa yang menuntut pencabutan izin tambang PT. Emas Mineral Murni (PT. EMM). Tak hanya itu. Nova juga menandatangani surat tuntutan pernyataan menolak PT. EMM di hadapan seluruh demonstran, Kamis (11/4/2019).

Surat pernyataan itu ditandatangani Nova setelah ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Aceh melaksanakan aksi unjuk rasa lanjutan di halaman Kantor Gubernur Aceh. Sebelumnya, pada hari pertama dan kedua unjuk rasa, tak sekalipun Nova terlihat di hadapan ribuan mahasiswa yang berunjuk rasa.

Nova hadir didampingi Kapolda Aceh Irjen Rio S Djambak, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Rianto, Dandim 0101 BS Kol. Inf. Hasandi Lubis, serta Kajati Aceh Irdam SH.

Surat tuntutan yang disampaikan Korps Barisan Pemuda Aceh (BPA) tersebut berisi empat poin tuntutan dari Rakyat Aceh kepada Plt. Gubernur Aceh.

Tuntutan itu antara lain :

  1. Plt Gubernur Aceh siap melakukan gugatan melalui pemerintah Aceh sebagai bentuk mempertahankan kekhususan Aceh dan membela rakyat Aceh.
  2. Plt Gubernur Aceh siap menerbitkan rekomendasi pencabutan izin PT Emas Mineral Murni (PT EMM).
  3. Mengutuk tindakan pemerintah pusat yang tidak menghormati kekhususan Aceh yang dihasilkan dari butir-butor perdamaian antara Aceh dan Indonesia
  4. Plt Gubernur Aceh siap membuka dan mengecam dalang di balik berdirinya PT EMM di Bumi Aceh.

Dalam tuntutan itu, mahasiswa meminta waktu 14 hari agar Plt. Gubernur Aceh tersebut agar memenuhi tuntutan yang ada terhitung sejak surat ini ditandatangani.

Bahkan dalam surat pernyataan tuntutan tersebut, Nova menyatakan siap mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Aceh bila ia berbohong dan berkhianat kepada rakyat Aceh dengan tidak menjalankan tuntutan yang diberikan mahasiswa. (Abi)

PLT. GUBERNUR ACEH TAK KUNJUNG HADIR, DEMONSTRASI PT.EMM BERAKHIR RICUH

Kondisi Kantor Gubernur Aceh Saat Orasi Mahasiswa Berlangsung, Selasa, 09/4 (jan)

Darussalam – Massa gabungan Aliansi Mahasiswa Aceh kembali melancarkan aksi demonstrasi menuntut PLT. Gubernur Aceh Nova Iriansyah guna membatalkan izin PT EMM (Emas Mineral Murni) di Kab. Nagan Raya. Aksi yang terhitung merupakan demonstrasi ke-11 ini dihadiri ratusan mahasiswa. Lebih dari 80 elemen mahasiswa  Universitas se-Banda Aceh ikut menyuarakan aksi ini. Bahkan, terdapat massa delegasi yang berasal dari luar Universitas di Banda Aceh, yakni Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe. Massa aksi berkumpul di depan kantor gubernur Aceh (9/4/2019) sejak pukul 09.00 WIB.

Berbagai orasi yang dilaksanakan sejak pagi tersebut sempat berhenti pukul 12.00 WIB untuk jeda makan siang dan sholat zuhur. Setelah itu, tepat pukul 14.00 massa aksi kembali melanjutkan demonstrasi dan orasi dipimpin Koor. Lapangan, Ilham.

Aksi memanas sekitar 15.30 wib menjelang Azan Ashar. Massa aksi melancarkan aksi bakar ban di halaman Kantor Gubernur Aceh. Tak berselang lama, massa yang berada di garis depan terlibat aksi saling dorong dengan petugas keamanan. Disusul terlihatnya mobil water canon yang berjalan mendekati massa aksi. Disinilah puncak ketegangan antara massa aksi dan petugas keamanan pecah. Polisi terlihat mulai menyiramkan air dari mobil water canon dan menembakkan beberapa gas air mata.

Tak dipungkiri situasi menjadi mencekam dan tidak terkendali. Massa aksi berhamburan berlari keluar halaman Kantor Gubernur Aceh. Korban dari pihak massa aksi pun berjatuhan. Ada yang terluka, terjatuh, dan mengalami sesak nafas akibat gas air mata. Hal ini disesalkan beberapa pemimpin elemen mahasiswa massa aksi. Terakhir, massa aksi terlihat berkumpul di Taman Safiatuddin yang terletak disebelah Kantor Gubernur, untuk menyusun aksi berikutnya. ( Abi & Jan)

Ridwan Nurdin, Mantan Aktivis hingga Dosen FEB

Sosok “Ridwan Nurdin” dosen sekaligus Mantan aktivis

Darussalam – Ridwan Nurdin (49) adalah Dosen Pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah yang sekaligus   ‘Mantan Aktivis’ tahun 1990an. Siapa sangka dosen tetap prodi Ekonomi Islam tersebut,  duluya adalah Mantan Aktivitis, tak tanggung-tanggung LAKSUS (Pelaksana Khusus) masa pemerintahan Soeharto pun pernah ia hadapi.

Tepat  9 Juni 1970, setahun setelah kelahirannya di Meureudu, Pidie Jaya  Ayah dan Ibundanya memboyongnya yang masih mungil ke perantauan Ibukota, dan menghabiskan masa Remaja nya disana. Tahun 1989, Ia Kembali ke tanah rencong, dan melanjutkan pendidikan di S1 Manajemen di Fakultas Ekonomi yang waktu itu belum ada Bisnisnya.  Menghabiskan 14 Semester membuatnya sangat mencintai kampus ini dengan segenap pengalaman organisasi yang menuai kisah kasih.

Aktif di bidang akademik, aktif pula pada non akademiknya, begitu persepsinya. Sederet Organisasi pun diikutinya, diantaranya, Pelajar Islam Indonesia (PII) (1988 – 1992) sekaligus ternobatkan sebagai ketua, Forum Silahturahmi Mahasiswa (FOSMA) (1990 – 1992) membuatnya mendapatkan label ‘Mantan Akivis’ yang sejak dulu suka menyuarakan kegiatan dakwah di lingkungan Unsyiah, padahal saat itu masih dalam krisis GAM.

Perihal sebelit kata Aktivis yang melekat pada dirinya, Ridwan mengaku pernah ditahan dari 18 Agustus hingga 2 Oktober 1992 atas organisasi yang diikutinya.  Pelajar Islam Indonesia atau PII menjadi salah satu organisasi di Aceh yang sempat tidak mengakui Pancasila sebagai asas utamanya. “Waktu itu tahun kepemimpinan Suharto, yang dimana asas tunggal semua organisasi diwajibkan berdasarkan Pancasila, tapikan PII ini berdasarkan Islam, makanya waktu itu sempat kontra juga.” Tuturnya

Tak ada angin tak ada hujan, Ridwan dan  beberapa kawan PII-nya mendapat panggilan dari LAKSUS (Pelaksana Khusus). “Alhamdulillah kami cuman sekedar diintrogasi biasa aja. Yang bikin takut karena dimeja introgasi saja ada alat penyetrum. Intinya kami diminta untuk mengakui Pancasila sebagai asas dasarnya.” ungkapnya sambil tertawa.

Mengenang masa konflik di Aceh, mantan aktivis ini sangat bersyukur dengan berkembangnya Indonesia menjadi lebih baik dari masa nya saat itu. Apalagi bagi aktivis yang dulunya hanya bisa membungkam untuk menyuarakan suara mahasiswa, sekarang dapat lebih leluasa dalam segala aspirasi yang ingin dituangkan

Kita sebagai manusia pun bukan hal lumrah lagi apabila kita diwajibkan memiliki Visi dan Misi dalam kehidupan ini. “Plan for ourself itu sangat penting.” Ridwan pun mengatakan kunci sukses miliknya, Allah dan saya saja cukup. (vanna)

Berikan Edukasi tentang Narkoba & Lalu Lintas, EOC Menyambangi Pesantren Oemar Diyan

 

Economic Counseling Traffic di Pesantren Tgk. Chik Oemar Diyan (Foto : EOC)

Darussalam – Dalam menghadapi perkembangan zaman yang begitu kencang di era globalisasi, tentunya banyak sekali hal positif yang dapat kita nikmati. Sebaliknya, hal negatif juga tak dapat dipungkiri ada dan harus dihindari dampaknya. Salah satunya adalah bahaya Narkoba dan resiko keselamatan berlalu lintas. Oleh karena itu, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Economic Otomotif Club (EOC) FEB Unsyiah mengadakan kegiatan “Economic Counselling Traffic” di Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan, Indrapuri, Aceh Besar, pada Jumat lalu(29/3).

Kegiatan Economic Counselling Traffic merupakan program kerja (proker) baru dari UKM EOC yang berbentuk bimbingan dan seminar. Proker ini diusung di tahun 2019 sekaligus menyambut kampanye Millenial Road Safety Festival yang diselenggarakan oleh Kepolisian Republik Indonesia di berbagai kota di Indonesia, termasuk Banda Aceh.

Materi seminar tentang keselamatan berlalu lintas diisi langsung oleh Kepala Satuan Lalu Lintas Polisi Resor Aceh Besar, AKP Vifa Fibriana Sari, SH., S.IK., MH. Kasat Lantas Polres Aceh Besar tersebut menyampaikan materi akan pentingnya keselamatan berlalu lintas kepada para hadirin yang merupakan siswa setingkat Sekolah Menengah Atas. Beliau mengatakan bahwa sangat wajar jika remaja di usia tersebut memiliki minat terhadap dunia otomotif dan kendaraan. Namun beliau mengingatkan bahwa minat tersebut harus diimbangi dengan pengetahuan berlalu lintas yang cukup, agar minat dan hobi para remaja tersebut tidak menimbulkan kerugian dari sisi harta maupun jiwa.

Sedangkan materi seminar tentang bahaya narkoba diisi oleh perwakilan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Nurdaidah, S.pd., M.Pd. Beliau memaparkan bahaya narkoba yang harus dihindari remaja saat ini. Nurdaidah juga mengatakan bahwa narkoba bisa menjadi asal-muasal segala kenakalan remaja, karena faktanya banyak kerusakan yang saat ini terjadi ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba. Wanita yang sempat menjabat sebagai Kepala BNN Kabupaten Aceh Jaya tersebut juga menyampaikan bahwa kita harus selalu peduli kepada lingkungan sekitar kita dan waspada terhadap pengedaran narkoba.

 
“Kegiatan Economic Counselling Traffic ini membutuhkan waktu persiapan sekitar 1,5 bulan. Selain menyambut kampanye Millenial Road Safety yang digagas Kepolisian Republik Indonesia, kegiatan ini juga untuk menguatkan hubungan kita dengan mitra-mitra EOC terutama Satlantas dan BNN untuk terus menyampaikan pesan positif kepada masyarakat, terutama di bidang keselamatan lalu lintas dan bahaya narkoba. Inshaallah jika kegiatan ini kami nilai sukses, kami akan mengadakan kegiatan Economic Otomotif Fair dengan skala nasional di bulan oktober nanti.” Jelas Iqram.

Selain seminar ternyata EOC juga mengikutsertakan lomba Ranking 1 untuk menguji para peserta tentang materi-materi yang sudah diberikan. Kegiatan ini pun diikuti oleh para peserta hingga akhirs dengan semangat dan sangat antusias.

“Harapan kita dengan terselenggaranya kegiatan ini, para pemuda dan remaja di Aceh akan semakin sadar untuk mengutamakan keselamatan berlalu lintas dan memahami betapa bahayanya narkoba.” tutup Iqram. (Abi / Iffan)

HISO 2019; Solid dalam Bingkai Olahraga!

Foto Kegiatan Hiso

Darusalam – Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himaka) FEB Unsyiah kembali menggelar Himaka Sport Olympic (HISO) di tahun 2019 ini. HISO merupakan Turnamen Multi-Olahraga Tahunan yang digelar Himaka sebagai ajang turnamen olahraga internal yang mempertemukan seluruh mahasiswa Jurusan Akuntansi dan Perpajakan dari berbagai angkatan. HISO 2019 kali ini merupakan perhelatan ke-20 kalinya. Ada enam cabang olahraga yang dipertandingkan yaitu Sepak bola, futsal, bulu tangkis, basket, volley, dan tarik tambang. HISO 2019 sendiri akan berlangsung dari tanggal 23 Maret hingga 14 April 2019.

Pembukaan HISO 2019 diadakan di Embassy Futsal, Lamgugob, 23 Maret 2019. Acara dimulai sejak pukul 09.30 WIB dan menghadirkan Walikota Banda Aceh bapak Aminullah Usman, S.E., Ak., M.M yang turut membuka turnamen HISO 2019, dengan melakukan penendangan bola yang secara simbolis membuka turnamen HISO 2019. Turut hadir pula perwakilan dari DPM FEB, BEM FEB, serta HMJ yang ada di lingkungan FEB Unsyiah.

Acara pembukaan diadakan secara meriah dan dihadiri sekitar lebih dari 50 orang. Zahrul Fuadi selaku ketua panitia menyampaikan, “Alhamdulillah antusiasme peserta dan supporter lebih dari yang kita harapkan, Semoga hal ini terus terjaga hingga penutupan, sehingga HISO 2019 ini bias sukses.”

Setelah pembukaan, kegiatan langsung dilanjutkan dengan pertandingan dari Cabor Futsal. Pertandingan pertama tersebut mempertemukan DEA 2016 melawan EKA 2017 A dan dimenangkan DEA 2016 dengan skor 3-0. Total ada 11 pertandingan Cabor Futsal di hari pertama HISO 2019.

“Semoga dengan terselenggaranya HISO ke 20 tahun ini, tali silaturahmi antara S1 Akuntansi, D3 Akuntansi, serta D3 Perpajakan tetap terjaga.” tutup Zahrul Fuadi. (Abi Rafdi / Himaka). (Abi)

Banjir di Papua, KBM FEB Lakukan Aksi Sosial

KBM FEB Unsyiah selenggarakan aksi sosial galang dana di Simpang Lima (foto : Nur)

Darussalam–  Kabar duka datang dari Papua, tepatnya di Sentani Jayapura yang dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menewaskan  112 orang dan 94 orang hilang, Menyikapi hal ini, Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) FEB Unsyiah ikut menggelar aksi sosial galang dana. Aksi ini nantinya akan diselenggarakan selama 6 hari, yakni mulai dari tanggal 22 s/d 27 Maret 2019, dan berlangsung di 2 tempat. 3 hari bertempat di lampu merah Simpang Lima dan 3 hari di kelas FEB Unsyiah, yang akan dikoordinir oleh setiap himpunan masing-masing.

Sama dengan aksi sebelumnya, kegiatan ini akan dimeriahkan oleh UKM BESTEK yang turut membawakan beberapa musik di pinggir jalan dan merupakan salah satu konsep aksi sosial dari KBM FEB. Hampir seluruh ORMAWA yang ada di FEB berpartisipasi dan ikut menyelenggarakan aksi ini.

“Tak hanya bantuan uang tunai, kami juga menerima sumbangan berupa pakaian,” kata Alam Mufid sebagai wakil ketua BEM FEB 2019. Hasil sumbangan langsung diserahkan kepada BPBA (Badan Penanggulangan Bencana Aceh) yang langsung tertuju kepada korban bencana.

Kali ini, KBM FEB berharap warga berantusias terhadap aksi ini,  dan berharapan agar bantuan ini, nantinya dapat membantu saudara-saudara yang dilanda musibah di Papua. (Nur)

BEM FEB Lakukan Kunjungan Kerja dengan Seluruh HMJ FEB Unsyiah

 

Foto Bersama Pengurus BEM FEB dengan Pengurus HIMAKA dalam agenda kunjungan kerja

Darussalam – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) Universitas Syiah Kuala, melakukan kunjungan kerja dengan seluruh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang bernaung dibawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kegiatan ini dilakukan pada hari Rabu, 27 Februari 2019, dan berlangsung selama dua hari. Kunjungan tersebut meliputi HIMAKA ,HMM, IESA, dan HIMADIPA.

Hal-hal yang dibahas yakni diskusi mengenai kegiatan yang akan ataupun sedang dijalankan oleh himpunan, bantuan ingin disalurkan dari BEM FEB, kendala internal non-internal, serta saran dan masukan bagi BEM FEB sendiri.

Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (BEM FEB) Universitas Syiah Kuala, melakukan kunjungan kerja dengan seluruh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yang bernaung dibawah Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Kegiatan ini dilakukan pada hari Rabu, 27 Februari 2019, dan berlangsung selama dua hari. Kunjungan tersebut meliputi HIMAKA ,HMM, IESA, dan HIMADIPA.

Hal-hal yang dibahas yakni diskusi mengenai kegiatan yang akan ataupun sedang dijalankan oleh himpunan, bantuan ingin disalurkan dari BEM FEB, kendala internal non-internal, serta saran dan masukan bagi BEM FEB sendiri.

Dengan banyaknya kegiatan yang dijalankan oleh HMJ, BEM FEB diharapkan menyalurkan bantuan-bantuan berupa dukungan kepanitiaan,dan bantuan-bantuan papan score,sofa,rompi,dan spanduk. Dan juga ada beberapa kendala yang disampaikan HMJ seperti mengenai sarana secret,kendala terkait proposal,dan masalah-masalah yang menyangkut ke dekanan FEB.

Kunjungan kerja, merupakan program kerja wajib BEM FEB 2019 sebagai wadah dan jembatan segala himpunan dalam rangka pengayaan wawasan seluruh anggota dan yang paling utama mencari masukan terkait hal-hal penting yang dapat dipertimbangkan juga diperbaiki kedepannya. Kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat silaturahmi, serta menampung segala saran maupun pesan dari setiap Himpunan.

Press Release dari Humas BEM FEB Unsyiah

Bingung Lapor SPT melalui e-Filling? Kini Tax Center Hadir di Prodi Perpajakan

 

Para Wajib Pajak melakukan Registrasi di Tax Center Prodi DIII Perpajakan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Unsyiah (Kamis, 21/03)

Darussalam– Nyatanya, segala inovasi terus berkembang di negara milenial ini buat segala kecanggihan terus  bergerak dalam lingkup masyarakat maupun kampus. Sama seperti halnya yang dijalankan oleh prodi Perpajakan FEB Unsyiah yang kini miliki Tax Center yang berada langsung di dalam Gedung prodi perpajakan.  Terhitung sejak Rabu (20/03) kemarin tempat tersebut  ramai dikunjungi para WP  (Wajib Pajak) dari berbagai kalangan, mulai dari dosen FEB, dosen Unsyiah, Mahasiswa/i dari berbagai Fakultas, hingga masyarakat umum yang ingin menuntaskan kewajiban pajak sebelum masa SPT tahunannya berakhir.

Bedanya lagi, tahun lalu Tax Center ini hanya dibuka untuk para Wajib Pajak (WP) dilingkup Unsyiah saja, namun tidak dengan tahun ini yang bekerja sama langsung dengan Direktor Jendral Pajak (DJP).  Pojok-pojok tempat pembayaran pajak pun banyak tersebar disekitaran Banda Aceh sampai ke Aceh Besar, sehingga mahasiswa yang dibutuhkan sebagai relawan pajak pun makin banyak. Tercatat tahun ini 51 mahasiswa dari berbagai jurusan menjadi tenaga asistensi, yang tentunya sudah disaring dan melewati tes leveling.

Dr. Nuraini A, S.E., M.Si., Ak., CA  selaku ketua Prodi D3 Perpajakan juga mengharapkan penuh atas adanya Tax center ini. “Harapannya mahasiswa dapat meningkatkan kompetensi praktis dalam perpajakan sehingga mereka sudah tau bagaimana memberikan asistensi untuk penyampaian SPT melalui E-filling” Pungkasnya.

Sudah sepatutnya warga Indonesia wajib menyampaikan dan melaporkan SPT melalui e-Filling agar inovasi yang sudah dibangun dapat terealisasikan dengan seefektif dan efesien mungkin. Untuk itu, silahkan luangkan waktu anda untuk  datang ke Tax center FEB Unsyiah karena hanya dibuka selama 3 hari terhitung mulai 20 s.d 22 maret 2019. Wajib pajak harus sadar pajak. (lut)

LDF Al-Mizan FEB Unsyiah, Sukses Selenggarakan Workshop Public Speaking

Foto Bersama dengan Pemateri dan Peserta (Abi)

Darussalam– LDF Al-Mizan sukses menggelar Kegiatan Workshop Public Speaking bertemakan “Dare to Speak” pada hari Sabtu (9/3) lalu. Workhsop tersebut diadakan di balai sidang sejak pukul 09.00 hingga 17.00 WIIB.

Pada kegiatan ini, LDF Al-Mizan mengundang Muhammad Hamzah S,Kg yang merupakan mantan Ketua BEM Unsyiah 2015 dan The Leader sebagai pemateri.
Sesi pertama kegiatan ini diisi dengan pemaparan materi yang dibawakan oleh Muhammad Hamzah S,Kg. Kapasitas beliau sebagai mantan ketua BEM Unsyiah 2015 membuatnya tak diragukan lagi sebagai seorang public speaker handal.

Beragam prestasi dari tingkat Universitas hingga Nasional yang pernah ditorehkannya juga menjadi faktor lain antusiasme peserta kegiatan tersebut mendengar paparan materinya.

Beliau juga menerangkan materi tentang teknik-teknik dasar dalam berbicara di depan umum, sehingga nantinya para peserta diharapkan mampu menerapkan hal-hal dasar tersebut ketika mendapat kesempatan berbicara dalam ruang publik.
Selanjutnya pada sesi kedua, merupakan giliran The Leader menunjukkan aksi dalam mengolah diri peserta untuk berani berbicara di depan umum. Mereka merupakan organisasi kepemudaan yang aktif dalam memberikan edukasi di lingkungan kepemudaan Aceh.

Anggota The Leader sendiri adalah pemuda-pemuda yang telah malang melintang di kancah nasional maupun internasional untuk mengharumkan nama Aceh.
Dalam sesi ini, peserta “dipaksa” untuk berbicara di depan banyak orang serta membawakan materi yang sudah ditentukan. Sebelumnya, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Kemudian setiap kelompok itu dipimpin oleh seorang mentor dari tim The Leader.

Dalam waktu sekitar 15 Menit, peserta diberikan kesempatan untuk menyusun tulisan yang akan dibicarakan. Selanjutnya, mereka diwajibkan untuk berbicara seputar tulisan yang telah mereka susun sebelumnya di depan kelompok mereka.

Para peserta yang mengikuti kegiatan di sesi ini merasa tertantang karena diwajibkan untuk berbicara di depan banyak orang dengan waktu persiapan yang relatif sedikit.

Al-Hilal Akbar, selaku ketua panitia kegiatan ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. “Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Sebenarnya, kegiatan pelatihan Public Speaking ini merupakan proker baru dari Divisi PSDM LDF Al-Mizan. Sehingga kita patut bersyukur dapat melaksanakannya dengan sukses di penyelenggaraan tahun pertama.” imbuhnya. (Abi)