PIA : “Pengkajian Ulang Profesi Akuntasi Melalui Seminar Internasional”

PIA : “Pengkajian Ulang Profesi Akuntasi Melalui Seminar Internasional” (foto:Syawal)

Darussalam – Senin (15/10) Revolusi industri 4.0 sudah mengikis keberadaan manusia dalam ranah pekerjaan. Semua SDM sedikit demi sedikit sudah dapat tergantikan oleh adanya inovasi baru, yakni robot yang sejatinya juga merupakan rancangan tangan manusia. Melirik fenomena tersebut, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) kembali mengadakan Pekan Ilmiah Akuntansi (PIA) di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah terhitung dari tanggal 15-20 Oktober 2018. Kali ini PIA mengusung tema “The industrial revolution 4.0 : Revisiting the role of Accounting Profession” atau pengkajian ulang profesi akuntansi pada revolusi Industri  4.0

Dari tahun 1997 sampai sekarang, ini merupakan kali ke-21 HIMAKA menyelenggarakan acara PIA dan terbilang cukup banyak peminat yang mengincar seminar nasional dengan pembicara utama yaitu Prof. Ainun Na’im, PH.D. M.B.A yang merupakan Sekretaris jendral kementerian riset, teknologi dan pendidikan tinggi Republik Indonesia. Dan diisi oleh pemateri internasional yaitu Prof. Azlam Amran selaku Dean graduate school of business university of sains malaysia, serta pak Dasrul Chaniago Co founder mayoris aset manajemen dan Teuku Munandar selaku Deputi dewan perwakilan Bank Indonesia cabang Aceh. Para pemateri memberikan gambaran mengenai Revolusi industri serta peran akuntansi kedepan.

 Acara ini merupakan acara terbesar se-Ekonomi Unsyiah, yang menawarkan seluruh kegiatan menyangkut dengan Akuntansi nantinya agar dapat berguna saat zaman sudah semakin didepan dan mendorong manusia lebih kreatif lagi. Acara ini meliputi, seminar internasional,  Accounting cycle, Debat bahasa Inggris, software training zahir, CC & LBAP, lomba presentasi, dan PPL.

 Proker terbesar di HIMAKA ini mendapatkan dukungan dari kalangan mahasiswa maupun dosen. Boby Fischer, selaku ketua panitia acara ini pun mengharapkan agar acara PIA yang ke-21 ini dapat berjalan lancar. “ Diadakan PIA ini agar mahasiswa dapat membuka wawasan mengenai hal baru yang terjadi di dunia ini, khususnya mahasiswa dapat memahami setidaknya salah satu  software akuntansi agar mahasiswa/i tidak gagap teknologi serta tidak terpaku pada mesin canggih saja” Pungkas boby dengan harapnya. (wal)

 

Kepala Deputi BI Aceh: Inflasi di Aceh Aman

 

Kepala Deputi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Teuku Munandar Saat Memberikan Materi Inflasi (Jauhar/Perspektif)

Darussalam – Kepala Deputi Bank Indonesia perwakilan Aceh, Teuku Munandar menyebutkan bahwa dampak inflasi yang terjadi di Aceh tergolong aman. Hal ini disampaikan dalam diskusi yang diprakasai oleh pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah, Senin (24/9).

Munandar mengakui bahwa kenaikan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar memang begitu tinggi yaitu mencapai 9,2%. Namun hal ini dapat diantisipasi dengan baik oleh pemerintah dengan tersedianya cadangan devisa negara sebanyak $118 Miliar sehingga tidak memiliki dampak besar seperti Argentina & Turki.

“Depresiasi yang terjadi di indonesia masih dalam nilai wajar, oleh karena itu masyarakat jangan khawatir karena pemerintah masih bisa menahan harga rupiah” Ujar alumni akuntansi Universitas Syiah Kuala ini.

Di Aceh, inflasi tidak memiliki dampak yang signifikan dalam kegiatan perekonomian sehari-hari. Hal ini menurutnya, tidak terlepas dari keberhasilan pemerintah Aceh dalam meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pertumbuhan ekonomi di Aceh adalah 5,74% dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 3,26%

“Tingkat inflasi yang terjadi di Aceh pun terjaga, walaupun kita ada di peringkat 3 Sumatera dengan nilai inflasi 3,55. Dibandingkan dengan Bengkulu yang merupakan daerah inflasi terendah yang hanya 2,23%” Jelasnya

Pernyataan Munandar tentu bukan tanpa alasan, karena nilai iflasi Aceh masih dalam rentang target nasional sebesar 3,5±1 (Jr)

Rupiah Melambung, Kampus Ekonomi ‘Masih Liburan’

 

Rupiah Melambung, Kampus Ekonomi ‘Masih Liburan’ (foto: google)

Banda Aceh – “Lebih asik ngomong di warung kopi ketimbang kampus ekonomi”

Mungkin kalimat di atas begitu menggambarkan dengan jelas tentang kondisi terkini di kampus tertua di universitas Syiah Kuala ini.

Menyedihkan memang, melihat kampus yang diisi oleh ratusan akademisi dan digadang-gadang punya segudang prestasi, bahkan tidak menyediakan ruang diskusi bagaimana kondisi terkini ekonomi nasional.

Seingat saya, terakhir kali kampus membuka diskusi tentang ekonomi adalah di awal tahun 2018 ketika sedang marak-maraknya isu dana Otsus begitu menggema di Aceh.

Dalam sesi diskusi yang diberi nama Komunitas Pemikir Ekonomi (KOPI), mereka turut menghadirkan Dr. Chenny S.E. M.Si. yang merupakan Sekretaris Jurusan Program Studi Ekonomi Pembangunan Unsyiah.

Namun begitu disayangkan, hasil diskusi yang telah dilaksanakan di Balai Sidang Ekonomi ternyata hanya bergema dalam ruangan saja, tidak ada publikasi lebih lanjut.

Poin-poin pernyataan hasil diskusi (notulensi) mungkin hanya sekedar pertanggal bagi mereka pernah melakukan diskusi ilmiah yang pertama setelah sekian tahun lamanya.

Rupiah Melambung, Kampus Ekonomi ‘Masih Liburan’ (foto: google)

Dan di pertengahan 2018, ketika nilai tukar dolar menyentuh Rp. 15.047 (data grafik kurs dollar.net), kampus tetangga yang berslogan “kampus pejuang rakyat” bergerak cepat untuk membuka ruang pendapat untuk membahas isu ini pada Minggu di pelataran masjid Jami’ Unsyiah (9/9).

Seakan berbanding terbalik, kampus yang punya kapasitas terbesar untuk membahas kurs rupiah terlihat adem ayem tanpa pergerakan.

Lantas kemanakah mahasiswa? Kemana para pemikir ekonomi? Mari kita doakan semoga mereka dapat kembali ‘pulang’ ke kampus ini.

M. Jauhar Ihsan (Pemimpin Umum LPM Perspektif FEB Unsyiah)

Fakultas Ekonomi Sukses Selenggarakan SAFE 2018

Fakultas Ekonomi Sukses Selenggarakan SAFE 2018 (Perspektif/Hasan)

Banda aceh-Pendidikan Karakter Mahasiswa Baru bertajuk Silaturrahmi Aneuk Fakultas Ekonomi (SAFE) berjalan sukses dan lancar. Hal ini diketahui dari minimnya kendala yang dialami oleh panitia penyelenggara selama 2 (dua) hari kegiatan berlangsung. Euforia pada akhir acara juga turut menjadi perhatian akan suksesnya acara ini.

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Rais Mukhayar menegaskan bahwa ada 3 (tiga) tujuan yang menjadi target di acara SAFE 2018 yaitu transisi, organisasi dan loyalitas. “Jadi diharapkan mereka dapat beradaptasi dengan baik di dunia perkuliahan ini, dan mereka loyal terhadap organisasi dan juga kampus.” Jelas Rais

Bertempat di Aula FEB Unsyiah, sebanyak 724 peserta pakarmaru mendapatkan berbagai materi diantaranya pengenalan lingkungan kampus, pemaparan materi seputar kegiatan akademis dan pengenalan organisasi mahasiswa serta pembentukan karakter.

Peserta dikelompokkan dengan sistem mentoring. Dimana peserta yang terdiri dari mahasiswa baru ini dibagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 20 mahasiswa dan diasuh oleh 2 orang mentor

“Kami baru mulai mempersiapkan sejak bulan Juni. Waktu ini rasanya pas-pasan, namun dari kepanitian dan mentoring siap. Sejauh ini insyaallah 85% nya sukses lah,” jelas Muhammad Ikram Irwan selaku ketua panitia SAFE 2018.

Murkhana SE. MBA selaku wakil dekan 3 bidang kemahasiswaan mengatakan bahwa pakarmaru tahun ini berjalan lebih baik dari tahun sebelumnya. “Saya melihat mereka selama dua hari ini dangan serius (mengikuti pakarmaru) dan saya harap mereka menjadi mahasiswa yang rajin, berdisiplin, dan berprestasi bisa membawa nama harum fakultas,” tambahnya.

Selain mendampingi mahasiswa baru, para mentor juga bertindak sebagai konseptor untuk mengkuningkan mahasiswa baru FEB serta mengajak mereka untuk lebih mencintai serta bangga dan mampu menjadi kader terbaik yang mampu mengharumkan nama kampus kuning.

Dengan terselenggaranya acara ini, ketua BEM FEB memiliki harapan agar mahasiswa baru yang kini telah sah menjadi keluarga besar FEB Unsyiah bisa aktif di kampus dan di luar kampus serta dapat mengharumkan nama fakultas dengan prestasi.

Selamat datang di kampus kuning, Kader terbaik bangsa!(HangTuah)

Economic Student Market, akan Terealisasi Semester Depan

Economic Student Market, akan Terealisasi Semester Depan (Foto : Ayu/Perspektif)

Darussalam – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah memiliki beberapa kantin yang menjadi tempat tongkrongan bagi mahasiswa/i di sela-sela jadwal perkuliahan. Beberapa kantin itu tersebar di dua sisi fakultas ekonomi yakni pada Gedung EKP, bagian samping gedung KPMG dan bagian belakang gedung Student Center.

Namun beberapa waktu belakangan ini Kantin Pojok Ekonomi yang berposisi di bagian belakang gedung Student Center tampak terbengkalai. Tak ada kegiatan aktivitas yang tampak seperti beberapa waktu sebelumnya.

Sejak awal semester kemarin sudah ada wacana bahwa akan ada pembaharuan tentang kantin pojok ekonomi ini, yaitu “Economic Student Entrepreneur Market” Yang dipelopori oleh BEM FEB-Unsyiah dan UKM Inkubator serta di dukung penuh oleh pihak dekanan. Namun sampai saat ini rencana ini masih belum terealisasi.

Dijumpai Rabu (2/05/18) Rais, ketua BEM FEB Unsyiah mengakui memang sedang gempar dalam mewujudkan Economic Student Entrepreneur Market, yang mendapat dukungan penuh dari Dekanan yang mengharapkan agenda ini dapat menghidupkan kembali kantin belakang kesekretariatan mahasiswa yang sudah tidak terpakai dan tampak terbengkalai.

Namun untuk saat ini Rais mengatakan bahwa Ia dan pihak UKM Inkubator masih terkendala dalam pemilihan konsep apa yang nantinya akan diwujudkan di Economic Student Entrepreneur Market ini.

“Saat ini masih terkendala dikonsepnya, tapi dari pihak Inkubator sendiri sudah berusaha membicarakannya ke beberapa alumni Inkubator dan beberapa dosen dalam hal menentukan konsep. Pihak dekanan hanya tinggal menunggu konfirmasi konsep dari kitanya aja, dengan begitu baru bisa kembali berjalan agenda ini.” terang Rais.

Economic Student Market, akan Terealisasi Semester Depan (Foto : Ayu/Perspektif)

Agenda Economic Student Entrepreneur Market ini nantinya akan dilaksanakan pada semester depan dan pihak dekanan juga mempunyai harapan yang sama, “Kami juga mengatakan kepada pihak Dekan yang dimana bahwasannya program ini bentuknya jangka panjang, dan diharapkan akan berjalan seterusnya dikepengurusan selanjutnya.”

Dari pihak dekanan sendiri mengharapkan nantinya para mahasiswa yang berpartisipasi didalamnya menjual barang asli buatan sendiri, semacam Handmade, Creating Product dan Merchandise  atas nama mereka sendiri dalam brand.

“ini mengambil contoh disalah satu universitas di Malaysia, seperti mahasiswa disana yang memproduksi air mineral dengan label mereka sendiri. Diharapkan tidak cuman membeli barang dari luar lalu dijual kembali, karena dekanan mengharapkan mahasiswa sekarang bisa lebih berinovasi dan mampu bersaing dalam berbisnis.” tegas Qamarul sebagai Direktur Inkubator.

Pihak dekanan juga menginginkan mahasiswa dapat memproduksi barang sendiri dikarenakan dilingkungan Unsyiah ini juga ada UPT.Kewirausahawan yang dimana banyak kegiatannya disortir langsung oleh KEMENRISTEKDIKTI, hal ini juga di harapkan dapat menambah minat mahasiswa di lingkungan FEB dalam melakukan kegiatan bisnis tanpa mengganggu jadwal perkuliahan.(ijah)

“Dari Kita untuk Kita”, FEB Unsyiah Jadikan Meugang Sebagai Momen Menjaga Silaturahmi

“Dari Kita untuk Kita”, FEB Unsyiah Jadikan Momen Meugang Untuk Menjaga Silaturahmi (La/Perspektif)

[Read more…]

Berani Menertawakan Diri Sendiri

Dok: Psychopathic Writing (Istimewa)

Dewasa ini sebagian orang lebih senang menertawakan orang lain dan enggan untuk menertawakan dirinya sendiri. Entah karena takut dianggap gila atau mungkin menganggap hidupnya terlalu serius untuk ditertawakan. Padahal, menghindar untuk menertawakan diri sendiri justru dapat menghambat perkembangan.

Banyak  yang mengatakan ‘jika tertawa dapat menyehatkan pikiran dan menyingkirkan emosi negatif,’ namun hal tersebut dilakukan tidak untuk menertawakan orang lain karena terdapat emosi negatif didalamnya. Menertawakan orang lain nantinya akan menjadikan seseorang terlihat sombong karena merasa lebih baik dari orang lain.

Oleh karena itu menertawakan diri sendiri lebih baik daripada menertawakan orang lain. Dengan menertawakan diri sendiri, seseorang tak perlu khawatir akan munculnya emosi negatif karena yang ditertawakan adalah diri sendiri. Menertawakan diri sendiri juga dapat membantu seseorang mengintrospeksi diri dan menemukan kesalahan yang perlu diperbaiki tanpa harus tersinggung oleh komentar orang lain.

Hal ini juga didukung oleh sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Personality and Individual Differences yang menyatakan bahwa salah satu indikator individu yang memiliki kesejahteraan psikologis yang tinggi adalah dengan sering menjadikan dirinya sendiri sebagai lelucon.

Menjadikan diri sendiri sebagai lelucon juga termasuk ke dalam kriteria individu yang telah mengaktualisasikan diri dari teori yang dikemukakan oleh Abraham H. Maslow, yaitu rasa humor yang filosofis. Dikatakan bahwa individu yang telah mengaktualisasikan diri akan lebih sering menjadikan dirinya sendiri sebagai bahan candaan.

Mereka menjadikan setiap kebodohan dan kekurangan mereka sebagai candaan yang disampaikan secara filosofis agar orang lain berpikir terlebih dahulu, baru kemudian bisa mendapatkan joke dari humornya dan tertawa untuk membantu mereka menjadi lebih cerdas dalam berpikir dan menyampaikan sesuatu.

Selain dapat mengintrospeksi diri dan menyingkirkan emosi negatif, menertawakan diri sendiri juga dapat menjernihkan pikiran, membantu diri berdamai dengan masa lalu, dan membuat orang disekeliling kita bahagia.

Suksesnya seseorang menertawakan dirinya sendiri akan merubah sudut pandang dan cara seseorang melihat dunia. Seseorang tak lagi fokus kepada hal-hal negatif tetapi pada hal-hal positif yang bisa didapatkan meski hari yang dilalui kurang menyenangkan. Dengan begitu, seseorang akan terhindar dari perasaan stres. (Sulthanul Y)

Dengan tema “Potret Tikungan Si Negeri Gayo” Perspektif Yakin Bawa Pulang Output Berkualitas

Darussalam – LPM Perspektif FEB Unsyiah kembali mengadakan Mega Hunting yang bertempat di Takengon dan Bener Meriah pada tanggal 6-8 Mei 2018. Mega hunting merupakan suatu kegiatan tahunan yang dilaksanakan oleh LPM Perspektif pada setiap periode kepengurusan. Kegiatan ini bertujuan untuk menggali lebih dalam kemampuan para anggota baik dibidang jurnalistik, fotografi, maupun videografi.

“Kali ini saya yang menjadi ketua panitia untuk Mega Hunting 2018, seluruh persiapan Alhamdulillah berjalan lancar walaupun ada beberapa masalah kecil,” ucap Alma saat diwawancarai usai pelepasan (4/5/18).

Takengon dan Bener Meriah menjadi destinasi perspektif kali ini. “Kami memilih Takengon dan Bener Meriah karena mereka kental akan budayanya. Kebetulan tema output kami nanti adalah cultural dan human interest, jadi pas banget! Ya, sekalian refreshing juga,” tambah Alma.

Mengusung  tema “Potret Tikungan Si Negeri Gayo” perspektif yakin akan membawa pulang output berkualitas berupa tulisan, foto dan video. Mereka juga telah membagikan beberapa tim yang nantinya akan mengerjakan tugas mereka saat beroperasi di tempat tujuan.

Peserta yang mengikuti Mega hunting 2018 ini adalah seluruh anggota dan beberapa alumni LPM Perspektif. “Ini kegiatan internal, ada 17 orang yang ikut. Jadi pesertanya ya kita-kita dan kita senang banget karena ada beberapa alumni Perspektif juga yang ikut,” ucap sekpan Mega Hunting, Ayu Khatijah.

Ketua panitia berharap bahwa dalam Mega Hunting tahun ini benar-benar membawa manfaat yang positif bagi anggota Perspektif, sehingga pengalaman dan pengetahuan yang didapatkan bisa diaplikasikan dengan baik terutama dalam mengasah kemampuan jurnalistik, fotografi, dan videografi.

Bagai tulisan diatas batu, perspektif ingin menggariskan tinta atas hadirnya mereka di tanah Gayo. Dengan senjata untaian kata-kata yang disematkan ke dalam paragraf yang padu. Tahanan cahaya yang ditangkap sepersekian waktu, dan rekaman-rekaman jejak yang akan dilagukan menjadi satu. “Insya Allah Mega Hunting kali ini sukses!.” tutup Ayu Khatijah. (Mev)

Gandeng DJP, D3 Perpajakan Gelar Seminar dan Talkshow

Gandeng DJP, D3 Perpajakan Gelar Seminar dan Talkshow (Eci/Perspektif)

Darussalam – D-III Perpajakan bekerja sama dengan Direktorat Jendral Pajak Kantor Wilayah (DJP KANWIL) Aceh, menyelenggarakan Seminar dan Talkshow perpajakan untuk mewujudkan pengetahuan pajak dalam era global berbasis elektronik. Dengan mengusung tema “Taxation Aspec on Economic Digital” Rabu (2/5/2018), acara ini berlangsung sukses diadakan kali pertamanya di Balai Sidang FEB UNSYIAH. Seminar ini turut menghadirkan pemateri dari DJP KANWIL Aceh Yogaswara Karmana S.E., M.A.F.M, dan beberapa staf jajaran dari DJP KANWIL Aceh.

“Pajak yang dipungut harus adil, berbicara tentang e-comerce terhadap penjual online, tarif pengenaannya sama saja dengan penjual konvesional, hanya beda cara komunikasinya saja. Online marketplace menyediakan tempat kegiatan usaha berupa toko internet (Lapak) di Mall Internet sebagai tempat online marketplace merchant (Seller) menjual barang dan jasa,” papar Yogaswara.

Selain seminar acara ini juga diisi dengan talkshow perpajakan yang dibawakan oleh dosen FEB Unsyiah yaitu Rahmawaty, S.E., M.Si., Ak. Isu yang diangkat dalam talkshow ini lebih mengarah kepada pajak restribusi daerah. Titik temu dari adanya talkshow ini ialah agar mahasiswa lebih memahami pajak restribusi, cara pengenaanya dan tarifnya.

Apresiasi mahasiswa dengan terselenggaranya acara ini begitu tampak dari ramainya jumlah peserta yang hadir. Terliha peserta yang hadir bukan hanya mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis saja, melainkan MIPA UNSYIAH, Teknik Industri Unsyiah, Hukum unsyiah, Pertanian unsyiah, serta dari UIN AR-RANIRY. Bentuk respon positif dari panitia atas apresiasi peserta ialah bagi mereka yang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan akan dibagikan doorprize.

“Tujuan diselenggarakan acara ini agar mahasiswa mampu memahami proses transformasi dan mengetahui juga berbagai informasi tentang perpajakan dalam era economic digital. Serta harapan saya atas terselenggaranya acara ini ialah mahasiswa mampu bersaing pada era economic digital dan membangun kesadaran, kepedulian terhadap kewajiban membayar pajak untuk kepentingan pembiayaan negara ketika sudah memiliki pekerjaan atau usaha nantinya,” sebut Imam Subkhi selaku Ketua Panitia. (Ci)

 

 

 

 

Pererat Solidaritas Internal Mahasiswa EKI Gelar iESA CUP

Pererat Solidaritas Internal Mahasiswa EKI Gelar iESA CUP (Luthfi/Perspektif)

Darussalam – Islamic Economic Students Association (IESA) kembali mengadakan iESA CUP yang ke-III. Acara ini berlangsung dari tanggal 29 april 2018 hingga 6 mei 2018. Adapun cabang olahraga yang diperlombakan antara lain; Futsal, Basket, Badminton, dan Tarik Tambang.

Acara internal ini bertujuan untuk meningkatkan solidaritas, kekeluargaan, kekompakan dan juga agar keluarga iESA sehat semua pastinya. Tahun ini iESA CUP mengusung tema “Keep Spirit, Keep Health, and Keep Solidarity.”

“Adapun makna nya yakni berbagi pengalaman, berbagi perasaan atau bisa di bilang berbagi kebahagian dan menjaga solidaritas antar sesama mahasiswa/i  Ekonomi Islam,” ungkap Win Irvan Syahputra selaku Ketua Panitia.

Pererat Solidaritas Internal Mahasiswa EKI Gelar iESA CUP (Luthfi/Perspektif)

Opening Ceremony dilaksanakan hari ini (29/4/18). Kali ini, iESA membuat Konsep pembukaan acara berbeda dari yang sebelumnya karna diacara Opening Ceremony ini mereka membuat upacara penaikan bendera iESA CUP. Hal ini merupakan gebrakan baru yang dilaksanakan oleh iESA.

Pada saat upacara berlangsung ketua jurusan ekonomi islam Dr. Eddy Gunawan M.Ec selaku Pembina Upacara menyampaikan bahwa begitu senang bila iESA aktif, karna kita dapat menunjukkan kualitas, sportifitas,dan excellent dalam berprestasi dan kita harus menanamkan nilai nilai yang ada pada moto ekonomi Islam yaitu menjadikan insan-insan yang islami.

Selain ketua Jurusan Ekonomi islam, acara ini turut dimeriahkan oleh Dosen, Dimisioner, Presidium, perwakilan dari HMJ/UKM yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan juga Anggota iESA sendiri.

“Banyak bakat terpendam yang dimiliki mahasiswa EKI, jadi marilah kita asah bersama, kita latih bersama agar nantinya dapat membanggakan Ekonomi Islam ke depannya. Pemenang dari setiap cabang olahraga yang diperlombakan akan dipromosikan ke dispora,” ucap Ketua himpunan iESA Abthal Aufar dalam kata sambutannya

Win Irfan berharap bahwa seluruh mahasiswa/i ekonomi islam dapat menjalin persaudaraan yang lebih erat lagi, menjalin silaturahmi yang lebih baik lagi, selalu menjaga kekompakkan dan yang paling penting nantinya tidak ada kecurangan satu sama lain dalam acara iESA CUP yang ke-III ini. (KZ,LH)