Kali Ke-3 iESA Selenggarakan Festival Ilmiah Ekonomi Islam (FIEL)

Kali Ke-3 iESA Selenggarakan Festival Ilmiah Ekonomi Islam (FIEL) (foto:Panitia FIEL)

Darussalam – Setelah sukses di selenggarakan beberapa kali, iESA (Islamic Economic Student Association) kembali mengadakan acara terbesarnya, Festival Ilmiah Ekonomi Islam (FIEL) pada 27-30 november kemarin di Aula FEB Unsyiah dan di buka secara langsung oleh Walikota Banda Aceh, H.Aminullah Usman, SE.Ak, MM. , Rektor Universitas Syiah Kuala,Prof.Dr.Ir.Samsul Rizal, M.Eng , dan Ketua Himpunan mahasiswa ekonomi islam Iesa, Abthal Aufar.

Ada beberapa rangkaian acara yang dilaksanakan diantaranya Seminar Nasional, Workshop & training, Berbagai Perlombaan seperti Penulisan opini, Video Contest, dan Debat Revolusi Ekonomi Nasional, serta Gathering Night and Talkshow. Serta turut diramaikan oleh berbagai Bazar Expo stand makanan dan minuman serta askesoris lainnya.

Dalam Seminar Nasional FIEL 2018 mengusung tema yaitu “ Revolusi Industri 4.0 , kemana arah Ekonomi Syariah?” seminar ini di isi oleh pemateri dari penasehat mentri pertahanan RI yaitu Bapak Dr (H.C) Adnan Ganto, MBA serta Rektor Universitas Syiah Kuala, dan Bapak Ridwan Nurdin yang merupakan Pembina Iesa serta dosen FEB Unsyiah.

“Revolusi Industri 4.0 sangat berpengaruh besar terhadap kehidupan dunia. Di satu sisi, Revolusi ke-4 ini dapat meningkatkan produktivitas dalam sebuah industri serta meningkatkan pendapatan dunia. Namun di sisi lain, juga bisa mendatangkan berbagai dampak negatif seperti hilangnya privasi seseorang akibat penyebaran data digital,kurangnya permintaan terhadap tenaga kerja,serta memperburuk hubungan antar manusia.” Ujar sang Penasehat Menteri Pertahanan, Adnan Ganto.

Pada akhir seminar nasional FIEL 2018 ini iESA juga membuat suatu gebrakan baru yaitu “1000 tanda tangan Hijrah menuju Ekonomi Syariah” yang di tanda-tangani oleh Para pemateri, Tamu undangan, Dosen FEB Unsyiah, Panitia, Peserta lomba, serta para pengunjung di acara FIEL 2018. Nantinya 1000 TTD ini akan dijadikan sebagai sebuah saksi nyata untuk aceh beralih ke ekonomi berbasis syariah.

Selain seminar nasional, Workshop and Training yang digelar turut mengundang berbagai pemateri nasional yaitu Raden Nanta Teguh Prakasa selaku Owner aplikasi SYARQ , Andry Wicaksono selaku Kepala Pasar Modal OJK Pusat, Kepala Bursa Efek Indonesia dan Bank Indonesia.  Serta hadirnya Tasya Kamila yang turut memeriahkan Gathering Night and Talkshow di penghujung acara  FIEL 2018 (Lal,Sin)

Unsyiah Fokus pada Publikasi Sitasi Ilmiah, FEB Adakan Kelas Riset Dunia (WCRP)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis adakan kelas riset dunia (WCRP). (Foto:Mevi)

Darussalam – Di era abad 21, urgensi pendidikan yang lebih baik dan ilmiah telah meningkat secara signifikan untuk mencapai tujuan transformasi masyarakat kepada pengetahuan dunia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga telah meningkatkan kebutuhan akan pendidikan tinggi yang memenuhi permintaan industri dan pembangunan bangsa.

Sebagai bagian integral dari pendidikan tinggi, penelitian telah menjadi pendorong utama bagi perbaikan sistem itu sendiri. Proses penemuan masalah, pengumpulan data, pengolahan, dan pengambilan kesimpulan adalah kunci untuk siklus penelitian berkelanjutan yang perlu dipahami oleh semua peneliti terutama mahasiswa sebagai tokoh kunci pada program penelitian di masa depan.

Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memahami dengan baik tentang proses melakukan penelitian mulai dari menemukan masalah untuk menulis makalah yang menarik hingga mahir dalam menyimpulkan hasil dari permasalahan tersebut. Sejalan dengan tujuan untuk menjadi Universitas terkemuka di Asia Tenggara bahkan dunia, Universitas Syiah Kuala sedang dalam perjalanan untuk mencapai tujuan dengan meningkatkan beberapa sektor khususnya penelitian.

Saat ini, proses telah menunjukkan hasil yang baik. 1.025 makalah yang diindeks Scopus telah diterbitkan pada akhir tahun 2017, dibandingkan dengan 69 makalah pada tahun 2012. Universitas Syiah Kuala juga telah berhasil meraih peringkat ke-5 secara nasional dalam hal keunggulan jumlah publikasi Google Scholar oleh Webometrics.

Hal serupa juga berusaha digalakkan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah melalui kelas internasional. Dimulai secara resmi pada 2011, International Businesses and Economic Program (IBEP) terus membuktikan diri sebagai program internasional terkemuka di Universitas Syiah Kuala dengan melanjutkan upayanya untuk mempromosikan standar pendidikan internasional kepada setiap mahasiswa. Salah satunya dengan melaksanakan suatu kegiatan yakni World Class Research Program (WCRP) yang telah diselenggarakan beberapa waktu lalu di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.

WCRP tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa internasional, namun juga kepada seluruh mahasiswa FEB Unsyiah baik Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan, dan Ekonomi Islam yang tertarik pada penelitian ilmiah. Tujuan dari program ini diantaranya untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya penelitian, meningkatkan kemampuan dalam melakukan riset serta melatih mahasiswa dalam kepenulisan akademik. Program ini akan dilaksanakan kembali di tahun-tahun berikutnya, dengan harapan output dari program ini dapat meningkatkan kualitas mahasiwa dan membantu mewujudkan tujuan Universitas Syiah Kuala dalam meningkatkan publikasi sitasi ilmiah di kancah Internasional. (Mev)

 

Selenggarakan MCF, Himpunan Mahasiswa Manajemen Angkat Isu Industri Kreatif

Selenggarakan MCF, Himpunan Mahasiswa Manajemen Angkat Isu Industri Kreatif (foto:Ayu)

Darussalam – Memasuki era revolusi industri 4.0, perkembangan teknologi semakin canggih dan terdepan. Menghadapi tantangan tersebut, dunia industri harus menjadi semakin kreatif. Menghadapi fenomena tersebut, Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala mengusung tema, “Creative Industry in Digital Business Era” dalam seminar yang diselenggarakan pada acara Management Creativity Festival (MCF) 2018, Rabu (24//10).

Seminar yang diadakan di gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah ini menghadirkan tiga tamu istimewa diantaranya  Prof. Dr. Mardiasmo, MBA., Akt.  sebagai Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia, Zainal Arifin Lubis sebagai Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh, dan Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M. Eng yang merupakan Rektor Universitas Syiah Kuala.

Dalam kesempatannya, Prof. Dr. Mardiasmo, MBA., Akt. selaku Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia menyampaikan materi tentang industri kreatif di Indonesia serta peran pemerintah untuk menyukseskan perekonomian dalam masyarakat. Ia mengharapkan dengan adanya kemajuan teknologi yang berkembang pesat dalam masyarakat dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri, dan juga pemikiran kreatif yang harus ditumbuhkan guna mendukung kemajuan industri di Indonesia.

“Kami sangat mendukung seminar ini, dan hasil dari seminar ini akan disampaikan ke DPR Aceh.” Ungkap Zainal Arifin pada pidato sambutannya. Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh tersebut mendukung penuh seminar yang diadakan oleh HMM FEB Unsyiah dengan harapan isu industri kreatif yang diangkat dalam seminar ini mampu membuka pikiran masyarakat perihal pentingnya peran industri kreatif dalam meningkatkan perekonomian bangsa kedepannya. (Mev)

 

Mewujudkan ekonomi enklusifness

Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk 264 juta jiwa. Jumlah penduduk yang sedemikian banyak merupakan tantangan yang berat bagi perekonomian Indonesia.

Pada  Industri Digital saat ini, kehidupan kita menjadi lebih mudah dan serba computarized. Namun, kita yang berada di era ini harus teliti dalam menghadapi kompleksivitas yang dibawa serta. Dengan tantangan yang kompleks, kita harus menyelaraskan perekonomian dan menciptakan inovasi baru.

Kemiskinan adalah musuh yang patut diperangi. Masih ada keparahan dalam kemiskinan kita. Prof. Dr. Mardiasmo, MBA., Akt. menyampaikan bahwa, salah satu cara mengatasi kemiskinan adalah dengan mewujudkan ekonomi enklusifness melalui pengembangan ekonomi kreatif.

Ekonomi kreatif berdampak sangat luas bagi perekonomian, selain tidak membutuhkan modal yang besar, ekonomi kreatif juga tidak membutuhkan tenaga manusia yang terlalu banyak. Inovasi dan kreativitas paling dibutuhkan dalam ekonomi kreatif yang merupakan karakteristik utama di Revolusi Digital atau Digital Era. Menariknya, ekonomi kreatif ini ternyata di dominasi oleh perempuan sebagai pelaku utama sebanyak 54,96%.

Bapak Mardiasmo juga memaparkan  bahwa ada 16 subsektor ekonomi kreatif. Fashion, kuliner dan kriya menjadi tiga unggulan utama. Kuliner menjadi daya tarik utama karena menggambarkan peradaban dan kebudayaan Indonesia. Namun, ada tiga subsektor lainnya yang mulai menjadi perhatian. Aplikasi dan pengembangan permainan, film dan diikuti musik yang sedang dikembangkan. (Sul)

Keluarga Besar Ekonomi Bersama Bersihkan Kampus

Keluarga Besar Ekonomi Bersama Bersihkan Kampus (Foto:Syawal/Perspektif)

Darussalam – Manusia pada dasarnya menginginkan hidup bersih dan bebas dari semaknya tumpukan sampah.  Sebab “Kebersihan adalah sebagian dari Iman”. Begitulah kalimat yang menjadi motivasi manusia untuk terus hidup sehat dengan lingkungan yang bersih.

Berbicara mengenai kebersihan, minggu (08/04) UKM PA-LH METALIK FEB Unsyiah mengadakan kegiatan yang bernama “DARLING” atau Sadar Lingkungan”.  Acara ini merupakan agenda runtin, untuk tahun ini acara tersebut dilaksanakan diseputaran kampus Ekonomi dan Gedung PDPK. Pada pukul 10.00 WIB acara resmi dibuka oleh Bapak Murkhana,SE.,MBA selaku wakil dekan III FEB Unsyiah.

“Kegiatan ini yang penting dilakukan secara beretika dan bermoral dan tidak melakukan sesuatu yang mencemari kampus ini, Kami bangga dan kami dukung kegiatan ini,” papar beliau dalam sambutannya.

Dengan mengusung tema “Menjadikan FEB Unsyiah Bersih dan bebas sampah” turut mengundang keluarga besar FEB yang berasal dari UKM dan HMJ serta DPM dan BEM. Darling merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan pada kegiatan Economic Student Day.

Keluarga Besar Ekonomi Bersama Bersihkan Kampus (Foto:Syawal/Perspektif)

Kegiatan ini bertujuan untuk menyambung silahturahmi antar seluruh keluarga besar FEB Unsyiah serta menumbuhkan rasa peduli lingkungan pada kampus tercinta ini. Dikarenakan terlalu banyak sampah yang berserakan di kampus kuning. Hal tersebut pada akhirnya akan berdampak pada kesehatan mahasiswa/i dan civitas akademik yang juga berada dilingkungan kampus. Diyakini bahwa Darling merupakan wadah yang tepat dalam mewujudkan kampus yang lebih bersih, rapi, dan nyaman.

“Dengan keadaan kampus seperti ini, Kami sebagai UKM pecinta alam tidak nyaman. Karena kampus ini bukan hanya tempat belajar saja, Juga tempat kita tinggal apalagi kami mapalanya. Yang sering beraktifitas dengan alam maka kami juga harus menjaga alam kami,” pungkas syahrial selaku ketua panitia.

Dalam harapnnya, Ia mengatakan setelah berlangsungnya kegiatan Darling ini, mahasiswa-mahasiswa lebih sadar akan lingkungannya. Sebab jika bukan kita yang menjaga siapa lain. Jika lingkungan kotor akan menghambat terhadap keberlangsungan proses belajar dan akan terciptanya kondisi tidak nyaman.

Sadar lingkungan kuncinya. Mulai dari kita dan untuk kita. Sampah harus diminimalisir. Karena sanpah bukan warisan anak cucu kita. (Wal,Spm)

Upgrading HMM 2018, Ciptakan Semangat Menuju Kejayaan

Upgrading HMM 2018, Membentuk Semangat Menuju Kejayaan (Foto: Fahmi/Perspektif)

Darussalam – (17/3) Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) FEB Unsyiah mengadakan Upgrading 2018 dengan mengusung tema “Bersatu Menuju Kejayaan”. Acara ini merupakan acara tahunan yang mempunyai tujuan untuk membuka cakrawala pemikiran aneuk manajemen. Bertempat di balai sidang FEB Unsyiah, acara ini juga turut dihadiri oleh pemateri – pemateri dari pendiri dan alumni HMM sebelumnya.

Irsyad Yusfiari selaku ketua panitia Upgrading HMM 2018 menjelaskan bahwa Upgrading ini adalah salah satu program dari HMM dan untuk membangun kapasitas anak manajemen dan membangun kebersamaan terhadap anggota.

“Acara upgrading tahun ini pun kita memberikan motivasi – motivasi agar mahasiswa kita ini dapat berorganisasi dan berbicara sedikinya lebih baik serta upgrading ditahun ini merupakan spesial karena ditahun kemaren upgrading tidak terlaksana dan ditahun ini mulai terlaksana kembali acara ini,” jelasnya.

Selain sebagai sebuah wadah untuk kepengurusan HMM 2018, acara juga diselingi diselingin dengan game – game menarik yang langsung dibuat oleh pemateri tersebut dan sesi tanyak jawab.

“Dampak dari terselenggaranya acara upgrading ini sangat banyak apalagi untuk anggota baru 2017 diharapkan agar lebih sering berkontribusi terhadap HMM,” tambah irsyad.

Salah satu pemateri dari upgrading HMM 2018 adalah bapak Ammar Fuad SE, MM yang juga merupakan mantan ketua HMM periode 2005 – 2006 dan pernah menjabat sebagai ketua BEM FEB Unsyiah di periode 2006-2007.

“Saya melihat ini adalah sekumpulan anak – anak muda yang notabene semangat muda yang membuat perubahan terutama dimahasiswa manajemen dan mahasiswa ekonomi keseluruhannya. saya melihat semangat baru dan harapan saya besar sekali kepada adik – adik untuk menjaga himpunan manajemen yang sebelumnya dibangun oleh pendahulu – pendahulunya,” pungkas Ammar. (Mi,La)

ASENeT 2018 : Berangkat dari Ekonomi Kreatif

ASENeT 2018 : Berangkat dari Ekonomi Kreatif (Foto: Susilo/Perspektif)

Darussalam – Asean Student Entrepreneurship Network (ASENeT) sukses dihelat di gedung AAC Dayan Dawood (15/3). Acara bertaraf Internasional yang diselenggarakan dua kali tersebut resmi dibuka oleh Dr. Iskandarsyah, S.E., MM. diikuti Rektor Universitas Syiah Kuala, dan Dr. Muhammad Dimyati.

“ASENeT adalah sebuah kegiatan dibidang kewirausahaan yang sudah kita mulai pada 2016 di Universitas Sains Malaysia dan di acara kedua kali ini kita berkesempatan menjadi tuan rumahnya,” ucap Iskandarsyah selaku ketua panitia ASENeT 2018.

Dalam pidato pembukaannya Rektor Universitas Syiah kuala menegaskan bahwa kita harus mendorong Entrepreneur agar menjadi bagian yang mempunyai kontribusi dalam membangun ekonomi. “Ekonomi Kreatif harus menjadi sorotan untuk ASEAN,” tambahnya.

“Pesan pak Jokowi kita harus menjadi pisat pendidikan teknologi dan peradaban di dunia, semua itu berangkat dari ekonomi kreatif”. Sambung Dr. Muhammad Dimyati, perwakilan dari Menristekdikti.

Acara pembukaan konferensi diikuti oleh mahasiswa baik lokal dan Internasional serta beberapa masyarakat lainnya. Di balik kegiatan tersebut, Expo yang telah dibuka terlebih dahulu (14/3) makin terlihat ramai oleh pengunjung. Deretan stan yang diisi oleh berbagai Universitas dan instansi seperti Inkubator, Universitas Sains Malaysia, Universitas Andalas, SOS children Village, BQ Darul Mizan, Universitas Negeri Riau, Universitas Teuku Umar, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret, dan lain-lain.

“ASENeT tahun ini sangat meriah, so boleh kenal negara orang di Aceh dan boleh kenal dekat lagi dengan usahawan-usahawan Indonesia. First impression saya, yang menarik yang buat saya kagum ialah dia punya sistem sangat cepat dalam tangani kebutuhan acara,” ucap Siti Nurul Aishah Awang yang merupakan delegasi dari Malaysia.

ASENet kedua tahun ini diharapkan dapat membawa pengaruh positif yang besar bagi semua kalangan dalam berwirausaha. Kini saatnya menjalin relasi dengan teman-teman internasional. (Mev, lo).

Mengintip Persiapan ASENeT 2018

Mengintip Persiapan ASENeT 2018 (foto:Perspektif)

Darussalam – Selasa (13/3) Perluas jaringan, itulah dua kata yang hendak diwujudkan dalam Asean Student Entrepreneurship Network (ASENeT) 2018. ASENeT merupakan suatu acara bertaraf Internasional Se-Asean dimana akan berkumpul para mahasiswa dengan mimpi yang sama untuk berwirausaha. Acara yang akan diselenggarakan pada 14-18 Maret 2018 di Universitas Syiah Kuala itu bertemakan ‘Creative Entrepreneur for Creative Economy’.

“Kenapa se-Asean? Karena kedepannya, tetangga kalian bukan lagi sebelah rumah tapi ASEAN. Perbanyak teman dan jaringan, paling kurang ASEAN. Kita juga mengkomunikasikan dengan perkembangan UMKM. Ini pertemuan kedua, setelah yang pertama di Universitas Sains Malaysia (USM),”. Ucap Dr. Iskandarsyah, S.E, M.M (10/3) selaku ketua panitia ASENeT 2018. ASENeT sendiri bertujuan untuk menciptakan relasi yang lebih luas bertaraf internasional dan juga mengajak mahasiswa serta masyarakat tergerak dalam berwirausaha.

ASENeT akan diisi dengan berbagai macam kegiatan seperti expo, konferensi, dan beberapa workshop.  Untuk expo akan ada booth pameran kuliner, fashion dan lain-lain. Selain itu acara ini juga turut diisi dengan berbagai perlombaan menarik lainnya seperti fotografi, perencanaan bisnis, akustik, stocklab, rangking 1 dan yang paling menarik adalah Mobile Legend (ML). “Jangan hanya melihat gamenya, tapi lihatlah alasan dibaliknya. Kita bermain dengan strategi itu kuncinya. Game ini memiliki potensi besar sebagai sumber devisa pemerintah, bisa menginspirasi mahasiswa maupun masyarakat untuk menciptakan suatu inovasi baru,” pungkasnya.

Dr. Iskandarsyah, S.E, M.M Saat Di Wawancarai Tim Perspektif (Foto:Perspektif)

Sedangkan untuk acara konferensi sendiri hanya akan diadakan satu hari yaitu di tanggal 15 Maret 2018 dengan mendatangkan enam pembicara utama  seperti Menteri Ristekdikti, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif dan banyak lainnya. International Entrepreneurship Conference ini terbuka untuk umum. “yang berbeda ditahun ini ialah kami lebih banyak mengadakan workshop, dengan beberapa pemateri handal dibidangnya,” tambahnya.

Dalam acara ASENeT juga akan mempersembahkan beberapa penampilan diantaranya tarian Aceh, vocal solo, akustik, dan International Performance. Sejauh ini persiapan yang dilakukan untuk acara ASENet sudah mencapai 80-90 persen. Dengan adanya acara ini semoga lahir ide-ide kreatif dan semangat untuk berwirausaha serta menambah jaringan kita semua. (Mev, sa)

Sambut Kepengurusan Baru, HMM Adakan Welcoming Staff 2018

 

Sambut Kepengurusan Baru, HMM Adakan Welcoming Staff 2018 (foto: Fahmi/Perspektif)

Banda Aceh – (11/3) Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) FEB Unsyiah menggelar acara ‘Welcoming Staff 2018’ yang merupakan acara silaturahmi dan penyambutan kepengurusan 2018. Bertempat di Pantai Pulau Kapuk, Lhoknga. Acara ini juga turut dihadiri oleh pengurus HMM tahun 2015, 2016, 2017 dan 2018.

Alam Mufid selaku ketua umum HMM 2018 menjelaskan bahwa acara ini merupakan acara internal kebersamaan dan sebagai wadah silaturahmi bagi para anggota.

“Acara ini tujuan nya ingin mendekat kan setiap anggota agar tidak ada lagi rasa canggung dengan satu dan yang lain, dan membuat semuanya merasa memiliki HMM secara bersama,” ujarnya.

Acara dibuat sedemikian rupa agar tujuan untuk lebih menjadi akrab terjalin sesama anggota HMM. Tak hanya saling sharing acara juga diselingi dengan bakar-bakar ayam dan makan bersama, serta permainan-permainan seru yang ikut mengisi acara tersebut.

Acara Juga Diselingi dengan Berbagai Permainan Yang Seru (foto: Fahmi/Perspektif)

Suasana yang begitu ‘mesra’ turut menarik salah satu peserta untuk memberikan tanggapannya. Anggota baru PSDM HMM mengatakan acaranya terasa begitu asik karena tidak membedakan mana senior dan junior.

“Pengennya sih lebih ramai lagi, karena tidak semua anggota yang ikut dan juga semoga nggak cuma di sini aja solidaritas dan kebersamaan nya ada, tetapi untuk kedepannya juga tetap ada,” tutupnya. (Tuah)

HMM dan HIMAKA Pastikan Siap Tempur di PISTON CUP 2018

Piston Cup 2018 (Perspektif)

Darussalam – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) dan Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA)  kembali menjadi peserta pada Turnamen PISTON CUP yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik (FT) Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH). Turnamen  yang sudah berlangsung sejak 3 maret – 26 april 2018 diselenggarakan di Lapangan Gelanggang Unsyiah dengan mengusung tema “Sportivity, Energy, dan Solidarity”.

Pada PISTON CUP sebelumnya, HMM dan HIMAKA juga turut ikut serta sebagai peserta. Namun belum mendapatkan hasil yang diharapkan. Untuk HMM sendiri hanya mampu memasuki 16 besar dan jatuh saat melawan Alumni Fakultas Teknik (FT).

“Untuk persiapan, kami sudah melakukan beberapa kali latihan, semakin hari kualitasnya semakin meningkat,” ujar M. Zaiyad Risqullah yang merupakan salah satu pemain dari HMM.

Sejauh ini persiapan yang dilakukan oleh kedua tim berjalan lancar. Kendalanya hanya tergantung pada kurangnya fasilitas dan arena seperti lapangan. Biasanya latihan dilakukan dengan cara uji coba lawan yang ada lapangannya.

Fais Affandy yang merupakan kiper HMM dan tim  menyatakan bahwa PISTON CUP adalah Turnamen bergengsi yang mengundang seluruh himpunan yang ada dalam lingkungan universitas. Dengan mengikuti PISTON CUP kali ini, besar harapan dari pemain ingin mengenalkan PISTON CUP kepada generasi seterusnya. Selain itu, mereka juga ingin membuktikan bahwa tim sepak bola himpunan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) juga merupakan tim yang kuat.

“Targetnya ya final dan juara. Harus final HMM dan HIMAKA, karena kami ingin mengharumkan nama Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Walaupun membawa nama Himpunan, kami tetap Ekonomi,” papar keduanya.

Fais dan Zaiyad juga mengharapkan untuk PISTON CUP tahun depan agar mengundang fakultas bukan hanya himpunan karena itu lebih baik dan efektif.

“Untuk kawan-kawan ekonomi, dukung kami HMM dan HIMAKA dalam pertandingan PISTON CUP. Semoga kami dapat memberikan hasil yang baik untuk Jurusan dan Ekonomi sendiri,” tutup keduanya.

HIMAKA Pesta Gol

Dalam pertandingan pertama yang berlangsung Rabu (7/3) sore, HIMAKA berhasil mencatatkan hasil yang cukup baik dalam laga pertamanya di ajang Piston Cup dengan menumbangkan Teknik Mesin ’12 dengan skor telak 6-0.

Tim HIMAKA yang diperkuat Kiki dkk berhasil membuka pundi gol di menit 11 melalui umpan terobosan yang diselesaikan oleh Raja melalui penetrasi sisi kiri lapangan. Tak berselang lama, Alfi dan Dedek berhasil mencatatkan nama di papan skor untuk keunggulan HIMAKA. Skor 3-0 untuk HIMAKA bertahan hingga turun minum.

Tim HIMAKA yang sudah unggul tiga angka, mulai menurunkan tempo pertandingan dengan memasukkan beberapa pemain cadangan.

Tanpa perlawanan yang begitu kuat dari kesebelasan Teknik Mesin ’12, Dedek berhasil mencatatkan hattrick pertamanya untuk HIMAKA. Skor unggul 6-0 untuk HIMAKA bertahan hingga peluit akhir pertandingan. Terdengar sorak kegembiraan dari supporter Mahasiswa Akuntansi yang hadir merayakan kemenangan besar untuk kesebelasan Akuntansi (Sul/Jr)

Pererat Kebersamaan, HIMAKA adakan Acara Halal Bi Halal

Himaka adakan Halal bihalal (fariza/Perspektif)

Banda Aceh– Minggu (04/03) Himpunan Mahasiswa Akuntansi atau lebih akrabnya dengan sebutan HIMAKA kembali mengadakan acara Halal Bi Halal periode 2018. Halal Bi Halal merupakan acara tahunan yang diselenggarakan setelah periode kepengurusan baru dengan mengusung tema “Langkah Ngoen Ikhlas Tameusyedara Hana Gareh”. Acara yang berlangsung di pantai Tebing Lampuuk dibuka langsung oleh Ketua Umum Himaka 2018, Alfi Syahrin pada pukul 09.00 WIB. Kali ini Halal Bi Halal juga dihadiri oleh ketua HIMAKA periode sebelumnya.

Acara ini diwarnai dan diisi dengan penyelenggaraan game-game yang bersifat kebersamaan, seperti: Tarik tambang dan pancing botol. Maksud dari game tersebut ialah untuk menumbuhkan kekompakan dan kebersamaan antar anggota dalam tim. Tidak hanya game, acara ini  juga diselingi dengan obralan santai atau OBRAS dan  pertunjukan Akustik.

“Sesuai dengan temanya diatas dalam Bahasa Aceh acara ini bertujuan untuk mempererat silaturrahmi keluarga besar Akuntansi. Tidak hanya dari Sarjana tetapi juga Diploma,”  papar Qasmal Maulana selaku Ketua Panitia dalam kata sambutannya.

Selain itu dalam acara tersebut juga menginformasikan tentang acara dan kegiatan yang akan dilakukan oleh HIMAKA setahun kedepan dan pastinya sangat diharapkan kepada seluruh anggota dapat berpartisipasi. Acara Halal Bi halal berlangsung kurang lebih hingga pukul 16.00 WIB yang ditutup dengan pelepasan balon helium dan foto bersama. (Jun)