Mega Hunting 2017, Perspektif Akan Jajal Wilayah Barat Aceh

Foto Bersama Perwakilan ORMAWA setelah Pelepasan Mega Hunting 2017 (Indah/Perspektif)

Darussalam – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Perspektif kembali melaksanakan Mega Hunting untuk ke-tiga kalinya. Kali ini Perspektif akan menargetkan Lamno dan CRU Sampoiniet sebagai tujuan acara. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 1-3 Desember 2017.

Acara pelepasan siang tadi (30/11) dihadiri oleh Peserta Mega Hunting, Perwakilan Organisasi Mahasiswa dan Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Murkhana SE,MBA.

Dalam laporan ketua panitia Mega Hunting 2017, Mifta Septia Ningsih menjelaskan bahwa kegiatan Mega hunting  ini merupakan ajang untuk mengembangkan bakat  untuk anggota LPM Perspektif. Pengembangan bakat ini mencakup 3 aspek yaitu Videografi, Photografi, dan Jurnalis.

“Tujuan utama kami dalam acara ini adalah untuk mengeksplorasi kekayaan budaya dan sejarah di Aceh Jaya” Jelas Mifta.

Murkhana mengaku kegiatan Mega Hunting ini sangat didukung oleh pihak dekanan Fakultas Ekonomi dan Bisnis

“Kegiatan ini bagus untuk anggota baru untuk mendalamkan jiwa jurnalistik agar kreativitas dari jurnalistik bisa mengarumkan nama mahasiswa/i unsyiah.” Tutupnya. (Rza)

Hidupkan Semangat Literasi Lewat Islamic Book Fair

 

LDF Al Mizan Ajak Mahasiswa Gemar Membaca dan Menulis (Sulthanah/Perspektif)

Darussalam – Lembaga Dakwah Kampus Al Mizan kembali mengadakan event tahunan. Islamic Book Fair (IBF) diadakan untuk pertama kalinya menggantikan Mizan Fair yang dulunya sempat vakum selama tiga tahun. Acara ini berlangsung pada 27-30 November 2017.

Islamic Book Fair menghadirkan tema ‘Exploring Islamic Knowledge’. Dengan tema tersebut, ketua panitia Islamic Book Fair (IBF), Gaza Farhan menjelaskan bahwa target acara ini adalah membangkitkan semangat membaca & menulis.

“Kami berharap generasi Aceh saat ini kembali menggemari buku dan menulis” Ucap Gaza.

Islamic Book Fair (IBF) akan dilaksanakan selama tiga hari dengan berbagai rangkaian acara yang menarik, seperti Bedah buku nasional bersama Zaky Ahmad Rival (Penulis Buku Islam Gak Liberal), seminar ‘Ketika Islam Memuliakan Wanita’

Selain itu, juga diadakan beberapa lomba seperti Ranking 1 dan Hijab Competition. Pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai stand kuliner yang terdapat di sisi kanan aula Fakultas Ekonomi.

Meskipun peminat Islamic Book Fair tidak banyak seperti acara lainnya, panitia IBF sendiri tetap semangat dan mengambil sisi positifnya. “Sangat wajar jika acara yang belum marketable memiliki sedikit peminat. Selain itu, konsep acara yang berat juga menjadi salah satu faktor kurangnya peminat IBF.” Jelas Gaza (Sth)

UKM-S Putroe Phang Rayakan Milad ke 22 Tahun

Artcoholic 9 dihiasi oleh berbagai penampilan seni oleh UKM-S Putroe Phang (Ayu/Perspektif)

Banda Aceh – UKM-S Putroe Phang Rayakan Milad-nya yang ke 22 tahun dengan mengadakan acara Pentas Seni yang dikemas dalam Artcoholic Exhibition 9 dengan mengangkat tema “Saboh Grak Keu Saboh Hase”. Acara ini merupakan acara tahunann dan diadakan untuk ke-9 kalinya yang bertempat di Taman Budaya pada 18 November 2017.

Dikutip dari ketua panitia Artcoholic Exhibition 9, Maulana, “Maksud dari ‘Saboh Grak Keu Saboh Hase’ ini adalah Persatuan. Jadi semua yang kami lakukan ini adalah untuk mencapai tujuan bersama, seperti dalam acara Artcoholic Exhibition 9 tahun ini, kami menampilkan karya-karya kami dan semua unsur didalamnya adalah persatuannya semua anggota UKM-S Putroe Phang” pungkasnya.

Ia berharap, kegiatan ini bisa mengenalkan kesenian UKM-S Putroe Phang kepada masyarakat  Aceh dan melestarikan tarian Aceh yang dikemas oleh UKM-S Putroe Phang.

Pentas Artcoholic dihiasi oleh berbagai penampilan, diantaranya Tari Gigeh, Givart Band, Tarian Kreasi Kolaborasi, dan Tarian Meusaraya.

Tarian Kreasi Kolaborasi & Tarian Meuseuraya menjadi daya tarik tersendiri dalam ajang ini. Tarian ini merupakan gabungan tiga Tarian Putroe Phang, yaitu Tarian Rampoeh, Meusaho dan Bungong. Ketiga tarian tersebut menyimpulkan ciri khas tarian UKM-S Putroe Phang.

Sedangkan Tarian Meuseraya dilakukan massal atau lebih dari 20 orang dan bekerja sama dengan Colour Guard Unsyiah. Maksud dari tarian ini adalah pesta rakyat, pesta persatuan dan pesta bersenang-senangnya masyarakat di Aceh dulu.

Maulana selaku Ketua Panitia Artcoholic Exhibition 9 berharap generasi selanjutnya dapat melestarikan tarian kesenian yang ada di Aceh. “Intinya mengembangkannya sesuai unsur kebudayaan asli Aceh dan tetap dalam Syariat Islam” tutupnya. (Ayu)

DPM FEB Unsyiah Kembali Adakan Latihan Kepemimpinan

Murkhana SE., MBA. Membuka Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM) 2017 di Rindam Mata Ie (Jauhar/Perspektif)

Darussalam-Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis kembali mengadakan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM). Acara yang telah diadakan ke-8 kalinya ini mengangkat tema “Restropeksi Pergerakan Mahasiswa Menuju Kampus Ekonomi yang Masyhur dan Mondial” bertempat di Rindam Mata Ie pada 17-19 November 2017.

LKMM merupakan suatu pelatihan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan manajemen untuk mengelola suatu organisasi kemahasiswaan yang bertujuan untuk menciptakan pemimpin yang baik di masa depan yang diikuti oleh calon pengurus ORMAWA di lingkungan kampus Ekonomi.

Dikutip dari ketua paniia LKMM, Reza Zulfianda, setiap tema acara  yang diambil dari tahun ke tahun sesuai fakta keadaan mahasiswa disaat itu. Ia berharap, acara ini dapat membentuk karakter-karakter yang bermoral.

Jumlah peserta dalam kegiatan LKMM tahun ini mencapai 47 mahasiswa yang merupakan delegasi dari Himpunan dan UKM  yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Acara dibuka oleh Wakil Dekan III FEB, Murkhana SE, MBA pada tanggal 17 November dini hari. Ia menyampaikan bahwa pentingnya pergerakan mahasiswa dalam meningkatkan kualitas sebuah organisasi

Reza selaku Ketua Panitia LKMM berharap generasi pemimpin selanjutnya bisa menciptakan karakter-karakter yang baru dan bisa menjadi panutan bagi rakyat atau anggota nya (Lul)

SMA Modal Bangsa Juara Umum PIA 2017

Ketua Jurusan Akuntansi, Dr. Nadirsyah, S.E., M.Si. Menyerahkan Piala Bergilir Pekan Ilmiah Akuntansi (Jauhar/Perspektif)

Darussalam – SMA Negeri Modal Bangsa Aceh Besar berhasil meraih gelar juara umum pada lomba yang diadakan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) FEB Unsyiah dalam acara Pekan Ilmiah Akuntansi ke – XX. Acara yang bertempat di Aula Ekonomi Unsyiah ini dibuka oleh Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan senin lalu (30/10)

Acara yang berlangsung selama seminggu ini merupakan event tahunan HIMAKA yang meliputi banyak kegiatan seperti Seminar Internasional Akuntansi, Pelatihan Professional Lanjutan dan berbagai lomba untuk tingkat mahasiswa dan SMA se-Aceh.

SMA Modal Bangsa memastikan diri menjadi Juara Umum lomba akuntansi setelah berhasil memenangkan Lomba Cepat Tepat Akuntansi tadi pagi (4/11) mengalahkan tim dari SMA Negeri 3 Banda Aceh dan Fatih Putra Banda Aceh.

Dalam kata sambutannya, Miftachul Akram yang merupakan ketua panitia PIA ke – XX berharap agar para pemenang untuk tidak besar hati dan larut dalam euforia kemenangan.

“Semoga para pemenang lomba dapat lebih melatih diri dan tidak merasa cepat puas dengan hasil yang di dapatkan saat ini” Jelas Akram.

Dalam penutupannya, Ketua Jurusan Akuntansi FEB Unsyiah mengaku bangga dengan kinerja panitia dan berharap agar HIMAKA terus berbenah diri dalam setiap acara

“Sejarah telah mencatat bahwa hari ini Mahasiswa Akuntansi berhasil membawa nama Unsyiah ke kancah Internasional” ucapnya diiringi tepuk tangan yang meriah

SMA Modal Bangsa berhak membawa pulang piala bergilir Pekan Ilmiah Akuntansi yang sebelumnya di pegang oleh SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh (Jr)

 

Ketua MPR RI: Jangan Mau Jadi Kuli Di Negeri Sendiri  

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan (tiga dari kanan) menabuh rapai pertanda dimulainya Pekan Ilmiah Akuntansi 2017 (Jauhar/Perspektif)

Darussalam – Acara Seminar yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) FEB UNSYIAH yaitu Pekan Ilmiah Akuntansi (PIA) yang ke XX dengan tema Seeking Identity Of Accounting Profession  To Deal With The Great Challenges In Digital Era pada hari senin (30/10).

Dihadiri oleh ketua MPR RI Dr. H. Zulkifli Hasan SE,MM sebagai pembuka acara, merupakan ‘kado ulang tahun’ untuk acara PIA tahun ini yang genap diselenggarakan 20 kali oleh HIMAKA. Acara diawali dengan seminar bertaraf Internasional. Kehadiran beliau disambut antusias oleh para dosen serta mahasiswa baik dari ekonomi maupun dari berbagai fakultas lainnya yang ada di Unsyiah.

Dalam pembukaannya Dr. H. Zulkifli Hasan SE,MM menyampaikan bagaimana membentuk atau kiat-kiat menjadi bangsa yang maju. “Syarat untuk menjadi bangsa yang maju mestilah mempunyai ilmu pengetahuan, kebijakan-kebijakan yang dibuat haruslah untuk kepentingan bersama, dan mempunyai nilai-nilai sosial”.

Ia juga menambahkan bahwa ilmu pengetahuan itu terdapat didalam pendidikan, dan pendidikan di kampus mempunyai peran yang sangat penting. Kampus juga menunjukkan wajah dari bangsa tersebut.

Selain itu ia juga turut menyemangati mahasiswa terkait peran mahasiswa yang diharapkan dapat memberikan pendidikan politik dalam artian bagaimana memilih pemimpin, mengetahui keadaan provinsi, bangsa, dan negaranya.

“Mahasiswa perlu memperkuat diri, dengan bergabung kedalam organisasi-organisasi dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pendidikan sehingga bisa melakukan sebuah perubahan untuk kebaikan anak negeri masa depan yang memiliki daya saing tinggi, dan berinovasi agar tidak menjadi kuli di negeri sendiri” Tutupnya. (Feb)

 

Ketua MPR RI Akan Buka Pekan Ilmiah Akuntansi di Unsyiah

Pekan Ilmiah Akuntansi (PIA) Akan Dibuka Oleh Ketua MPR RI, Dr.. H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M. (Ist)

Darussalam – Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) FEB Unsyiah akan kembali menggelar Pekan Ilmiah Akuntansi (PIA) di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah pada 30 Oktober – 4 November 2017. Mengusung tema “Facing Up The Great Challenges in Digital Era”, acara ini akan dibuka langsung oleh Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI), Dr.. H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M.

Ini merupakan kali ke-20 HIMAKA menggelar event terbesarnya setiap tahun. Ketua PIA XX menjelaskan tujuan PIA tahun ini untuk menambah pengetahuan dan memperkuat kompetensi mahasiswa agar mampu bersaing di era globalisasi.

Acara ini akan diisi oleh sejumlah acara besar seperti Seminar Internasional Akuntansi, Expo dan sejumlah lomba Akuntansi untuk mahasiswa dan siswa se-Aceh. Pembukaan acara ini akan diikuti oleh 500-an peserta Seminar Internasional Akuntansi

Rencananya, Pembukaan Pekan Ilmiah Akuntansi besok (30/10) akan dibuka oleh Ketua MPR RI, Dr. H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M. Selain itu, pembukaan acara juga akan dihadiri oleh Wakil Gubernur Aceh, Wakil Walikota Banda Aceh dan Rektor Universitas Syiah Kuala.

Setelah pembukaan, acara akan dilanjutkan dengan Seminar Internasional Akuntansi yang akan diisi oleh Prof. Dr. Ayoib C. Ahmad yang juga Dekan Tunku Intan Puteri Safinaz School of Accountancy University Utara Malaysia (TISSA-UUM) dengan tema “Seeking Identity of Accounting Profession to Deal With The Great Challenges in Digital Age”

“Untuk mahasiswa yang masih ingin mengikuti acara seminar Internasional besok, panitia menyediakan tiket On The Spot” ucap Miftahul Akram, Ketua panitia PIA XX (Jr)

MCF 2017, Himpunan Mahasiswa Manajemen Datangkan SkinnyIndonesian24

Jovial Da Lopez (Kanan) dan Andovi Da Lopez (Kiri) saat menjadi pemateri dalam acara Seminar Nasional di AAC Dayan Dawood (Indah/Perspektif)

Darussalam- Rabu, (25/10) Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah kembali menggelar acara Management Creativity Festival (MCF) untuk ke tiga kalinya sejak tahun 2015.  MCF dimulai dari tanggal 23-25 Oktober 2017 dan diisi oleh beberapa rangkaian acara seperti Seminar Nasional, Expo, dan berbagai perlombaan.

Seminar Nasional pada tahun ini mengusung tema “ Ekonomi Kreatif & Pariwisata Sebagai Penggerak Ekonomi Lokal”.

“Tema tersebut dipilih karena keadaan pemerintah saat ini sangat  mendukung dan menjaga investasi di berbagai bidang di Aceh. Tetapi masalah yg timbul mengenai isu keamanan. Bila kita melihat ke negara seberang seperti Singapura, mereka sangat mengutamakan investasi dan keamanan serta pariwisata. Pariwisata dapat membantu investasi dalam daerah sebagai penggerak ekonomi lokal” ungkap Ketua dari HMM M.Naufal Caesar.

Seminar yang diadakan di gedung AAC Dayan Dawood ini di hadiri oleh 1.000-an peserta dari

Mang Amsi, CEO Syariahsaham.com saat dijumpai di gedung AAC Dayan Dawood disela acara Seminar Nasional (Indah/Perspektif)

berbagai Fakultas dan Universitas yang ada di Banda Aceh serta masyarakat umum yang antusias untuk menemui artis idolanya.

Jika 2 tahun sebelumnya HMM menghadirkan Keenan Pearce sebagai keynote speaker dalam acara MCF, tahun ini mereka mengandeng 2 bintang tamu sekaligus dalam seminar nasional kali ini.

Bintang tamu tersebut adalah Mang  Amsi yang merupakan CEO Syariahsaham.com, sebuah platform saham berbasis Syariah yang sedang naik daun.

Selain Mang Amsyi, tak tanggung-tanggung mereka turut menggandeng  kakak-adik Youtubers kenamaan Indonesia, Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez yang menamakan dirinya SkinnyIndonesian24.

Kehadiran skinnyindonesian24 sudah sangat ditunggu-tunggu bahkan jauh-jauh hari oleh para penggemarnya. Bahkan ada penggemar mereka yang tidak membeli tiket rela menunggu diluar demi idolanya.

Seminar Nasional yang mendapat antusiasme tinggi penonton ini dimulai dari pukul 09.30 hingga 16.00 wib

Ditemui oleh tim Perspektif di Hermes Hotel siang tadi, skinnyindonesian24  mengaku sangat senang berkesempatan berkunjung ke Aceh. “Gua ga nyangka, dapat undangan ke Aceh. Sebenarnya kita ada jadwal dan proyek pribadi sendiri tapi gua dan Jovi wajib ke Aceh. Dan pertama kali ke pusat coffe shop dunia “terang Andovi dengan begitu antusias. (lis)

LPM Perspektif FEB UNSYIAH Gelar PJTD 2017

Iqbal Wahdi (Pemimpin Umum LPM Perspektif) sedang memberikan materi kepada anggota baru (Razi/Perspektif)

Indrapuri– Pelatihan Jurnalistik Tingkat Dasar (PJTD) 2017 merupakan salah satu acara tahunan yang dilgelar oleh Lembaga Pers Mahasiwa (LPM) Perspektif FEB Unsyiah sebagai ajang pelatihan anggota baru. Bertempat di Krueng Jreu, Aceh Besar, acara bernada kemah jurnalistik ini dilaksanakan dari tanggal 21 sampai 22 Oktober 2017 ini di ikuti oleh 27 peserta.

PJTD 2017 mengunsung tema “ the real of journalism”. Maksud dari tema ini adalah sebagai cerminan individu yang benar-benar memilki jiwa jurnalistik yang sebenarnya dalam memperoleh informasi untuk disajikan pada khalayak ramai.

Seperti yang diungkapkan sendiri oleh Wahyu Santoso selaku ketua panitia acara tersebut mengungkapkan bahwa PJTD itu sangat berperan dalam menciptakan individu-individu yang mempunyai bakat dalam bidang fotografi, videografi, pengembangan web, dan desain grafis terutama dalam hal jurnalistik dalam satu wadah.

Acara yang berlangsung selama dua hari penuh  ini dimulai sejak Sabtu-Minggu (21-22/10). Pelatihan ini diisi dengan berbagai games dan materi-materi yang bermanfaat.

Materi hari  pertama disampaikan oleh Nanda Khalisa S.E selaku senior Perspektif tentang teknik wawancara yang baik sebagai bekal agar peserta mampu menguasai teknik dalam wawancara dengan cermat.

Materi kedua disampaikan oleh Jauhar selaku Sekertaris Redaksi LPM Perspektif.  ia menyampaikan materi tentang jurnalistik yang berfungsi untuk memberikan pemahaman bagi para peserta mengenai kiat-kiat dalam menulis.

Menurutnya dalam pengolahan berita mahasiswa harus kritis dalam menyikapi berbagai situasi di ranah kampus.

Kemudian disusul oleh materi dan praktik fotografi oleh Iqbal selaku pimpinan umum Perspektif 2017.

Sedangkan materi di hari kedua berupa Pelatihan Manajemen Organisasi Mahasiswa(PMOM) oleh Angga Rizkqi Dermawan selaku Pemimpin Redaksi.

Perbedaan PJTD tahun ini dan sebelumnya adalah jumlah peserta yang meningkat drastis. Dimana pada tahun sebelumnya peserta hanya berjumlah 19 orang  tetapi tahun ini 27 orang. Selain dihadiri oleh senior-senior dari  LPM Perspektif, pelatihan ini juga turut dihadiri oleh UKM PA-LH Metalik dan Provos yang membantu jalannya acara.

PJTD tahun ini sangat memberikan dampak positif bagi para peserta seperti yang di ungkapkan sendiri oleh Salsa. “alhamdulillah acaranya seru. Itu sangat luar biasa sekali dan penguatan mental bagi kami semua” ungkapnya antusias.

Sedangkan menurut Zahrina salah satu peserta pelatihan dari jurusan Ekonomi Islam mengaku bahwa PJTD sangat bermanfaat untuk melatih kekompakan, keberanian sebagai seorang jurnalis yang siap menghadapi rintangan, dan berbagai games yang didalamnya mengandung moral.

Iqbal berharap dengan adanya PJTD ini terjalin kinerja antar panitia yang baik dimana sangat berfungsi dalam pembentukan kaderisasi kedepannya (Lis)

Himadipa Gelar FIPA 2017

Lewat FIPA, HIMADIPA Satukan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (Lilis/Perspektif)

 

Darussalam – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pembangunan (HIMADIPA) FEB Unsyiah menyelenggarakan acara Forum Ilmiah Himadipa (FIPA) 2017 di aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah sebagai program kerja tahunan meski sempat beberapa tahun vakum. Acara yang berlangsung dari tanggal 2-5 Oktober 2017 ini mengusung tema  “Prospek Ekonomi Digital Bagi Pertumbuhan Ekonomi“. “Maksud tema tersebut sebagai upaya untuk memberkan pemahaman kepada setiap individu  yang memanfaatkan ekonomi digital mengenai seberapa besar prospek kedepannya, bagaimana, dan apa dampak yang mungkin saja ditimbulkan bagi pertumbuhan ekonomi”, ungkap Syawal selaku panitia acara. Adapun agenda FIPA 2017 lainnya seperti lomba karya tulis ilmiah tingkat se-SMA Aceh dan lomba debat Isu Ekonomi di hari pertama.

Seminar Nasional bertemakan “Prospek Ekonomi Digital Bagi Pertumbuhan Ekonomi” yang di isi oleh Heidy Ruswita Sari dari IDX dan Subhan ,ST General Manager TELKOM ACEH tepat di hari kedua. Sedangkan hari ketiga di isi dengan rangkaian talkshow “Mengintip Rupiah di Era Digital” oleh pemateri yang expert, Fajar Ary DiLo Banda Aceh dan Darma Satria CEO KamiAntarAJa dan untuk hari terakhir sebagai penutupan dengan diakanannya fieldtrip. Acara tahun ini diakui memang memiliki penyusunan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan adanya serangkaian acara debat dan kehadiran mahasiswa dalam ikatan Ekonomi. Untuk persiapannya sendiri sudah  jauh –jauh hari dan berbulan-bulan dimatangkan meskipun persiapan yag benar-benar matangnya dari 2 (dua) bulan kemarin“ tutur mahasiswa semester 7 (tujuh) ini.

Sedangkan untuk kendala acara ini  menurutnya mengenai perihal pemateri yang mengisi rangkaian acara, dan mengundang sejumlah peserta yang hadir dari universitas luar. Acara ini juga turut dihadiri oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universtas Ahmad Dahlan (UAD), dan Universitas Padjadjaran (UNPAD). Syawal berharap agar seluruh panitia HIMADIPA dapat menyukseskan acara ini dengan semaksimal mungkin dan untuk mahasisawa di lingkungan Ekonomi sendiri dapat melaksanakan kegiatan- kegiatan atau program kerja lainnya dengan lebih baik. (lis)

(Editor: Ftrdafya)