Keluarga Besar Ekonomi Bersama Bersihkan Kampus

Keluarga Besar Ekonomi Bersama Bersihkan Kampus (Foto:Syawal/Perspektif)

Darussalam – Manusia pada dasarnya menginginkan hidup bersih dan bebas dari semaknya tumpukan sampah.  Sebab “Kebersihan adalah sebagian dari Iman”. Begitulah kalimat yang menjadi motivasi manusia untuk terus hidup sehat dengan lingkungan yang bersih.

Berbicara mengenai kebersihan, minggu (08/04) UKM PA-LH METALIK FEB Unsyiah mengadakan kegiatan yang bernama “DARLING” atau Sadar Lingkungan”.  Acara ini merupakan agenda runtin, untuk tahun ini acara tersebut dilaksanakan diseputaran kampus Ekonomi dan Gedung PDPK. Pada pukul 10.00 WIB acara resmi dibuka oleh Bapak Murkhana,SE.,MBA selaku wakil dekan III FEB Unsyiah.

“Kegiatan ini yang penting dilakukan secara beretika dan bermoral dan tidak melakukan sesuatu yang mencemari kampus ini, Kami bangga dan kami dukung kegiatan ini,” papar beliau dalam sambutannya.

Dengan mengusung tema “Menjadikan FEB Unsyiah Bersih dan bebas sampah” turut mengundang keluarga besar FEB yang berasal dari UKM dan HMJ serta DPM dan BEM. Darling merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan pada kegiatan Economic Student Day.

Keluarga Besar Ekonomi Bersama Bersihkan Kampus (Foto:Syawal/Perspektif)

Kegiatan ini bertujuan untuk menyambung silahturahmi antar seluruh keluarga besar FEB Unsyiah serta menumbuhkan rasa peduli lingkungan pada kampus tercinta ini. Dikarenakan terlalu banyak sampah yang berserakan di kampus kuning. Hal tersebut pada akhirnya akan berdampak pada kesehatan mahasiswa/i dan civitas akademik yang juga berada dilingkungan kampus. Diyakini bahwa Darling merupakan wadah yang tepat dalam mewujudkan kampus yang lebih bersih, rapi, dan nyaman.

“Dengan keadaan kampus seperti ini, Kami sebagai UKM pecinta alam tidak nyaman. Karena kampus ini bukan hanya tempat belajar saja, Juga tempat kita tinggal apalagi kami mapalanya. Yang sering beraktifitas dengan alam maka kami juga harus menjaga alam kami,” pungkas syahrial selaku ketua panitia.

Dalam harapnnya, Ia mengatakan setelah berlangsungnya kegiatan Darling ini, mahasiswa-mahasiswa lebih sadar akan lingkungannya. Sebab jika bukan kita yang menjaga siapa lain. Jika lingkungan kotor akan menghambat terhadap keberlangsungan proses belajar dan akan terciptanya kondisi tidak nyaman.

Sadar lingkungan kuncinya. Mulai dari kita dan untuk kita. Sampah harus diminimalisir. Karena sanpah bukan warisan anak cucu kita. (Wal,Spm)

Upgrading HMM 2018, Ciptakan Semangat Menuju Kejayaan

Upgrading HMM 2018, Membentuk Semangat Menuju Kejayaan (Foto: Fahmi/Perspektif)

Darussalam – (17/3) Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) FEB Unsyiah mengadakan Upgrading 2018 dengan mengusung tema “Bersatu Menuju Kejayaan”. Acara ini merupakan acara tahunan yang mempunyai tujuan untuk membuka cakrawala pemikiran aneuk manajemen. Bertempat di balai sidang FEB Unsyiah, acara ini juga turut dihadiri oleh pemateri – pemateri dari pendiri dan alumni HMM sebelumnya.

Irsyad Yusfiari selaku ketua panitia Upgrading HMM 2018 menjelaskan bahwa Upgrading ini adalah salah satu program dari HMM dan untuk membangun kapasitas anak manajemen dan membangun kebersamaan terhadap anggota.

“Acara upgrading tahun ini pun kita memberikan motivasi – motivasi agar mahasiswa kita ini dapat berorganisasi dan berbicara sedikinya lebih baik serta upgrading ditahun ini merupakan spesial karena ditahun kemaren upgrading tidak terlaksana dan ditahun ini mulai terlaksana kembali acara ini,” jelasnya.

Selain sebagai sebuah wadah untuk kepengurusan HMM 2018, acara juga diselingi diselingin dengan game – game menarik yang langsung dibuat oleh pemateri tersebut dan sesi tanyak jawab.

“Dampak dari terselenggaranya acara upgrading ini sangat banyak apalagi untuk anggota baru 2017 diharapkan agar lebih sering berkontribusi terhadap HMM,” tambah irsyad.

Salah satu pemateri dari upgrading HMM 2018 adalah bapak Ammar Fuad SE, MM yang juga merupakan mantan ketua HMM periode 2005 – 2006 dan pernah menjabat sebagai ketua BEM FEB Unsyiah di periode 2006-2007.

“Saya melihat ini adalah sekumpulan anak – anak muda yang notabene semangat muda yang membuat perubahan terutama dimahasiswa manajemen dan mahasiswa ekonomi keseluruhannya. saya melihat semangat baru dan harapan saya besar sekali kepada adik – adik untuk menjaga himpunan manajemen yang sebelumnya dibangun oleh pendahulu – pendahulunya,” pungkas Ammar. (Mi,La)

ASENeT 2018 : Berangkat dari Ekonomi Kreatif

ASENeT 2018 : Berangkat dari Ekonomi Kreatif (Foto: Susilo/Perspektif)

Darussalam – Asean Student Entrepreneurship Network (ASENeT) sukses dihelat di gedung AAC Dayan Dawood (15/3). Acara bertaraf Internasional yang diselenggarakan dua kali tersebut resmi dibuka oleh Dr. Iskandarsyah, S.E., MM. diikuti Rektor Universitas Syiah Kuala, dan Dr. Muhammad Dimyati.

“ASENeT adalah sebuah kegiatan dibidang kewirausahaan yang sudah kita mulai pada 2016 di Universitas Sains Malaysia dan di acara kedua kali ini kita berkesempatan menjadi tuan rumahnya,” ucap Iskandarsyah selaku ketua panitia ASENeT 2018.

Dalam pidato pembukaannya Rektor Universitas Syiah kuala menegaskan bahwa kita harus mendorong Entrepreneur agar menjadi bagian yang mempunyai kontribusi dalam membangun ekonomi. “Ekonomi Kreatif harus menjadi sorotan untuk ASEAN,” tambahnya.

“Pesan pak Jokowi kita harus menjadi pisat pendidikan teknologi dan peradaban di dunia, semua itu berangkat dari ekonomi kreatif”. Sambung Dr. Muhammad Dimyati, perwakilan dari Menristekdikti.

Acara pembukaan konferensi diikuti oleh mahasiswa baik lokal dan Internasional serta beberapa masyarakat lainnya. Di balik kegiatan tersebut, Expo yang telah dibuka terlebih dahulu (14/3) makin terlihat ramai oleh pengunjung. Deretan stan yang diisi oleh berbagai Universitas dan instansi seperti Inkubator, Universitas Sains Malaysia, Universitas Andalas, SOS children Village, BQ Darul Mizan, Universitas Negeri Riau, Universitas Teuku Umar, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret, dan lain-lain.

“ASENeT tahun ini sangat meriah, so boleh kenal negara orang di Aceh dan boleh kenal dekat lagi dengan usahawan-usahawan Indonesia. First impression saya, yang menarik yang buat saya kagum ialah dia punya sistem sangat cepat dalam tangani kebutuhan acara,” ucap Siti Nurul Aishah Awang yang merupakan delegasi dari Malaysia.

ASENet kedua tahun ini diharapkan dapat membawa pengaruh positif yang besar bagi semua kalangan dalam berwirausaha. Kini saatnya menjalin relasi dengan teman-teman internasional. (Mev, lo).

Mengintip Persiapan ASENeT 2018

Mengintip Persiapan ASENeT 2018 (foto:Perspektif)

Darussalam – Selasa (13/3) Perluas jaringan, itulah dua kata yang hendak diwujudkan dalam Asean Student Entrepreneurship Network (ASENeT) 2018. ASENeT merupakan suatu acara bertaraf Internasional Se-Asean dimana akan berkumpul para mahasiswa dengan mimpi yang sama untuk berwirausaha. Acara yang akan diselenggarakan pada 14-18 Maret 2018 di Universitas Syiah Kuala itu bertemakan ‘Creative Entrepreneur for Creative Economy’.

“Kenapa se-Asean? Karena kedepannya, tetangga kalian bukan lagi sebelah rumah tapi ASEAN. Perbanyak teman dan jaringan, paling kurang ASEAN. Kita juga mengkomunikasikan dengan perkembangan UMKM. Ini pertemuan kedua, setelah yang pertama di Universitas Sains Malaysia (USM),”. Ucap Dr. Iskandarsyah, S.E, M.M (10/3) selaku ketua panitia ASENeT 2018. ASENeT sendiri bertujuan untuk menciptakan relasi yang lebih luas bertaraf internasional dan juga mengajak mahasiswa serta masyarakat tergerak dalam berwirausaha.

ASENeT akan diisi dengan berbagai macam kegiatan seperti expo, konferensi, dan beberapa workshop.  Untuk expo akan ada booth pameran kuliner, fashion dan lain-lain. Selain itu acara ini juga turut diisi dengan berbagai perlombaan menarik lainnya seperti fotografi, perencanaan bisnis, akustik, stocklab, rangking 1 dan yang paling menarik adalah Mobile Legend (ML). “Jangan hanya melihat gamenya, tapi lihatlah alasan dibaliknya. Kita bermain dengan strategi itu kuncinya. Game ini memiliki potensi besar sebagai sumber devisa pemerintah, bisa menginspirasi mahasiswa maupun masyarakat untuk menciptakan suatu inovasi baru,” pungkasnya.

Dr. Iskandarsyah, S.E, M.M Saat Di Wawancarai Tim Perspektif (Foto:Perspektif)

Sedangkan untuk acara konferensi sendiri hanya akan diadakan satu hari yaitu di tanggal 15 Maret 2018 dengan mendatangkan enam pembicara utama  seperti Menteri Ristekdikti, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif dan banyak lainnya. International Entrepreneurship Conference ini terbuka untuk umum. “yang berbeda ditahun ini ialah kami lebih banyak mengadakan workshop, dengan beberapa pemateri handal dibidangnya,” tambahnya.

Dalam acara ASENeT juga akan mempersembahkan beberapa penampilan diantaranya tarian Aceh, vocal solo, akustik, dan International Performance. Sejauh ini persiapan yang dilakukan untuk acara ASENet sudah mencapai 80-90 persen. Dengan adanya acara ini semoga lahir ide-ide kreatif dan semangat untuk berwirausaha serta menambah jaringan kita semua. (Mev, sa)

Sambut Kepengurusan Baru, HMM Adakan Welcoming Staff 2018

 

Sambut Kepengurusan Baru, HMM Adakan Welcoming Staff 2018 (foto: Fahmi/Perspektif)

Banda Aceh – (11/3) Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) FEB Unsyiah menggelar acara ‘Welcoming Staff 2018’ yang merupakan acara silaturahmi dan penyambutan kepengurusan 2018. Bertempat di Pantai Pulau Kapuk, Lhoknga. Acara ini juga turut dihadiri oleh pengurus HMM tahun 2015, 2016, 2017 dan 2018.

Alam Mufid selaku ketua umum HMM 2018 menjelaskan bahwa acara ini merupakan acara internal kebersamaan dan sebagai wadah silaturahmi bagi para anggota.

“Acara ini tujuan nya ingin mendekat kan setiap anggota agar tidak ada lagi rasa canggung dengan satu dan yang lain, dan membuat semuanya merasa memiliki HMM secara bersama,” ujarnya.

Acara dibuat sedemikian rupa agar tujuan untuk lebih menjadi akrab terjalin sesama anggota HMM. Tak hanya saling sharing acara juga diselingi dengan bakar-bakar ayam dan makan bersama, serta permainan-permainan seru yang ikut mengisi acara tersebut.

Acara Juga Diselingi dengan Berbagai Permainan Yang Seru (foto: Fahmi/Perspektif)

Suasana yang begitu ‘mesra’ turut menarik salah satu peserta untuk memberikan tanggapannya. Anggota baru PSDM HMM mengatakan acaranya terasa begitu asik karena tidak membedakan mana senior dan junior.

“Pengennya sih lebih ramai lagi, karena tidak semua anggota yang ikut dan juga semoga nggak cuma di sini aja solidaritas dan kebersamaan nya ada, tetapi untuk kedepannya juga tetap ada,” tutupnya. (Tuah)

HMM dan HIMAKA Pastikan Siap Tempur di PISTON CUP 2018

Piston Cup 2018 (Perspektif)

Darussalam – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) dan Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA)  kembali menjadi peserta pada Turnamen PISTON CUP yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik (FT) Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH). Turnamen  yang sudah berlangsung sejak 3 maret – 26 april 2018 diselenggarakan di Lapangan Gelanggang Unsyiah dengan mengusung tema “Sportivity, Energy, dan Solidarity”.

Pada PISTON CUP sebelumnya, HMM dan HIMAKA juga turut ikut serta sebagai peserta. Namun belum mendapatkan hasil yang diharapkan. Untuk HMM sendiri hanya mampu memasuki 16 besar dan jatuh saat melawan Alumni Fakultas Teknik (FT).

“Untuk persiapan, kami sudah melakukan beberapa kali latihan, semakin hari kualitasnya semakin meningkat,” ujar M. Zaiyad Risqullah yang merupakan salah satu pemain dari HMM.

Sejauh ini persiapan yang dilakukan oleh kedua tim berjalan lancar. Kendalanya hanya tergantung pada kurangnya fasilitas dan arena seperti lapangan. Biasanya latihan dilakukan dengan cara uji coba lawan yang ada lapangannya.

Fais Affandy yang merupakan kiper HMM dan tim  menyatakan bahwa PISTON CUP adalah Turnamen bergengsi yang mengundang seluruh himpunan yang ada dalam lingkungan universitas. Dengan mengikuti PISTON CUP kali ini, besar harapan dari pemain ingin mengenalkan PISTON CUP kepada generasi seterusnya. Selain itu, mereka juga ingin membuktikan bahwa tim sepak bola himpunan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) juga merupakan tim yang kuat.

“Targetnya ya final dan juara. Harus final HMM dan HIMAKA, karena kami ingin mengharumkan nama Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Walaupun membawa nama Himpunan, kami tetap Ekonomi,” papar keduanya.

Fais dan Zaiyad juga mengharapkan untuk PISTON CUP tahun depan agar mengundang fakultas bukan hanya himpunan karena itu lebih baik dan efektif.

“Untuk kawan-kawan ekonomi, dukung kami HMM dan HIMAKA dalam pertandingan PISTON CUP. Semoga kami dapat memberikan hasil yang baik untuk Jurusan dan Ekonomi sendiri,” tutup keduanya.

HIMAKA Pesta Gol

Dalam pertandingan pertama yang berlangsung Rabu (7/3) sore, HIMAKA berhasil mencatatkan hasil yang cukup baik dalam laga pertamanya di ajang Piston Cup dengan menumbangkan Teknik Mesin ’12 dengan skor telak 6-0.

Tim HIMAKA yang diperkuat Kiki dkk berhasil membuka pundi gol di menit 11 melalui umpan terobosan yang diselesaikan oleh Raja melalui penetrasi sisi kiri lapangan. Tak berselang lama, Alfi dan Dedek berhasil mencatatkan nama di papan skor untuk keunggulan HIMAKA. Skor 3-0 untuk HIMAKA bertahan hingga turun minum.

Tim HIMAKA yang sudah unggul tiga angka, mulai menurunkan tempo pertandingan dengan memasukkan beberapa pemain cadangan.

Tanpa perlawanan yang begitu kuat dari kesebelasan Teknik Mesin ’12, Dedek berhasil mencatatkan hattrick pertamanya untuk HIMAKA. Skor unggul 6-0 untuk HIMAKA bertahan hingga peluit akhir pertandingan. Terdengar sorak kegembiraan dari supporter Mahasiswa Akuntansi yang hadir merayakan kemenangan besar untuk kesebelasan Akuntansi (Sul/Jr)

Pererat Kebersamaan, HIMAKA adakan Acara Halal Bi Halal

Himaka adakan Halal bihalal (fariza/Perspektif)

Banda Aceh– Minggu (04/03) Himpunan Mahasiswa Akuntansi atau lebih akrabnya dengan sebutan HIMAKA kembali mengadakan acara Halal Bi Halal periode 2018. Halal Bi Halal merupakan acara tahunan yang diselenggarakan setelah periode kepengurusan baru dengan mengusung tema “Langkah Ngoen Ikhlas Tameusyedara Hana Gareh”. Acara yang berlangsung di pantai Tebing Lampuuk dibuka langsung oleh Ketua Umum Himaka 2018, Alfi Syahrin pada pukul 09.00 WIB. Kali ini Halal Bi Halal juga dihadiri oleh ketua HIMAKA periode sebelumnya.

Acara ini diwarnai dan diisi dengan penyelenggaraan game-game yang bersifat kebersamaan, seperti: Tarik tambang dan pancing botol. Maksud dari game tersebut ialah untuk menumbuhkan kekompakan dan kebersamaan antar anggota dalam tim. Tidak hanya game, acara ini  juga diselingi dengan obralan santai atau OBRAS dan  pertunjukan Akustik.

“Sesuai dengan temanya diatas dalam Bahasa Aceh acara ini bertujuan untuk mempererat silaturrahmi keluarga besar Akuntansi. Tidak hanya dari Sarjana tetapi juga Diploma,”  papar Qasmal Maulana selaku Ketua Panitia dalam kata sambutannya.

Selain itu dalam acara tersebut juga menginformasikan tentang acara dan kegiatan yang akan dilakukan oleh HIMAKA setahun kedepan dan pastinya sangat diharapkan kepada seluruh anggota dapat berpartisipasi. Acara Halal Bi halal berlangsung kurang lebih hingga pukul 16.00 WIB yang ditutup dengan pelepasan balon helium dan foto bersama. (Jun)

Persatuan Jurnalis Kampus di Banda Aceh Adakan Workshop

Pembukaan workshop yang diselenggarakan oleh Persatuan Jurnalis Kampus (Sulthanah/Perspektif)

Banda Aceh – Maraknya konten hoax di media sosial maupun media online mengundang keprihatinan banyak pihak, termasuk dari kalangan Lembaga Pers Kampus dan Mahasiswa. Berangkat dari keprihatinan itu, Persatuan Jurnalis Kampus (PJK) Banda Aceh menggelar Workshop di Aula Pascasarjana Universitas Muhammadiyah (15/2) dengan mengusung tema “Peran Pers Kampus dan Mahasiswa dalam Menghadapi Hoax”. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama dari Humas Aceh dan beberapa Lembaga Pers Mahasiswa diantaranya LPM Perspektif FEB UNSYIAH, LPM Lensa UNMUHA, UKPM Sumberpost UIN AR-RANIRY, dan UKM Pers Detak Unsyiah.

Ghifari Hafmar selaku ketua pelaksana menambahkan “Bahwa hoax tidak lagi jadi isu di daerah tapi sudah menjadi isu nasional. Hoax dibuat oleh orang pintar yang jahat dan yang menerima ialah orang baik yang bodoh, sehingga kita semua harus memberantasnya.”

Acara ini juga turut mengundang beberapa narasumber diantaranya Kurniawan S. SH., LL.M yang merupakan Dosen Fakultas Hukum Tata Negara Unsyiah, Sulaiman selaku Kabid Pengelola Informasi dan Dokumentasi dan juga Maimun Shaleh selaku Wartawan Senior.

“Hoax, ia menipu sesuatu seolah-olah sesuatu itu ada. Dalam perkembangannya hoax lebih banyak digunakan dalam aspek politisi, dimana banyak digunakan untuk menyerang atau menimbulkan luka dipihak tertentu. Jadi tujuan hoax itu sebagai alat propaganda atau alat pencitraan diri untuk menciptakan sesuatu yang tidak sebenarnya ada,” jelas Kurniawan S, SH., LL.M  kamis (15/2).

“Jika dilihat dari kacamata islam kita dapat melihat bahwa hoax selalu berisi tentang hal yang bersifat menyebarkan kebencian. Dalam surah Al-Hujurat ayat 6 yang maknanya jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. Hoax ini musibah nasional yang apabila tidak diberantas akan menimbulkan masalah yang besar,” sambung Kurniawan.

Sedangkan menurut Maimun Shaleh mencegah hoax adalah salah satu cara menyelamatkan bangsa. “cara mengenali hoax dengan mudah ialah yang pertama lihat judul berita yang sudah pasti bombastis dan akhir berita pasti tertulis sebarkan atau viralkan, kurang lebih seperti itu. Kepalanya bikin panas dan di kakinya minta dipanaskan lagi. Itulah hoax,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Sulaiman Kabid Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Polda Aceh ikut menambahkan perihal hoax yang semakin membesar di masyarakat. “Pihak Polda Aceh telah mendapati beberapa kasus hoax yang beredar dan berhasil menyelesaikannya. Jadi tugas polisi adalah bagaimana kami dapat menangkis berita yang masuk ke media sosial yang ada, baik Internet, Youtube, WA, Instagram, Twitter, dan Facebook, kami setiap saat melakukan patroli untuk menjaga supaya Aceh ini aman. Maka disinilah kita harus berpikir kedepan bagaimana agar hoax ini tidak terjadi lagi, dengan kerja keras dari mahasiswa dan pihak-pihak lain,” tegasnya.

Acara yang dipandu oleh moderator Adi Warsidi, selaku ketua AJI Banda Aceh berlanjut dengan diskusi tanya jawab yang berlangsung selama 20 menit dan diakhiri dengan penandatanganan deklarasi bersama melawan hoax dari seluruh peserta yang hadir. (Mev)

AGOESTOES 2018 Jajaki 8 Kabupaten se-Aceh.

AGOESTOES 2018 jajaki delapan Kabupaten atau Kota se-Aceh.

Darussalam-HIMAKA (Himpunan Mahasiswa Akuntansi) kembali mengadakan sosialisasi atau lebih terkenal dengan sebutan AGOESTOES (Accounting Goes To School) yang merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebelum penerimaan mahasiswa baru. AGOESTOES bertujuan untuk mensosialisasikan atau mempromosikan jurusan Akuntansi yang merupakan salah satu program studi dibawah naungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.

Ditahun 2018 acara ini mengusung tema The Brilliant Future Generation of Accounting yang mengandung makna serta harapan “agar generasi kedepan yang hendak memilih jurusan akuntansi dapat mendalami ilmunya secara matang sehingga mampu mengaplikasikannya secara mantap. Karena Bidang Akuntansi masih sangat dibutuhkan dan laku didunia kerja mengingat sekarang merupakan zamannya perdagangan bebas atau MEA.” sebut Fajar selaku ketua panitia agoestoes 2018

Dalam sosialisasinya panitia agoestoes akan memberikan pemaparan materi kepada para pelajar kelas XII SMA/MAN mengenai Program studi Akuntansi seperti S1 Akuntansi, S2 Akuntansi, IAP (Internasional Accounting Program) dan juga tak lupa program diploma yang berada dibawah program studi akuntansi seperti D3 Akuntansi dan D3 Perpajakan. Tak hanya menyampaikan informasi mengenai program tersebut, namun nantinya panitia agoestoes juga akan menjelaskan mengenai Himpunan Mahasiswa Akuntansi beserta kegiatan yang ada didalamnya.

Bagi siswa/i yang nantinya dapat menjawab pertanyaan maupun bertanya saat sosialisasi berlangsung akan diberi merchandise atau hadiah berupa stiker AGOESTOES. Guna menunjang kelancaran acara panitia agoestoes juga akan menyebar brosur dan selebaran agar materi yang diberikan dapat dengan mudah dipahami.

Acara yang dilaksanakan mulai tanggal 17 Januari s.d 06 Februari 2018 ini akan diselenggarakan dibeberapa kabupaten dan kota Se-Aceh. Diantaranya Banda Aceh, Aceh besar, Sigli, Lhoksemawe, Aceh timur, Langsa, Aceh selatan, dan Aceh barat daya. Hanya 8 (delapan) sekolah disetiap kabupaten atau kota yang beruntung serta mendapatkan kesempatan didatangi oleh Himaka.

Apakah sekolahmu termasuk salah satu diantaranya? (Wal)

Hari ini, Road to Aceh Clothing Festival 2018 Dibuka!

Hari ini, Road to Aceh Clothing Festival 2018 dibuka! (Ist)

Banda Aceh – Di penghujung tahun 2017, dengan semangat kolektif komunitas Aceh Clothing Familia kembali mengadakan event tahunan nya road to Aceh clothing fest 2018 dengan tema “bergaya kita total, belanja kita lokal”. Event yang sudah 5 tahun berturut-turut dilaksanakan ini akan dibuka dengan “Operasi Jual Beli”, sebuah table top meeting dengan konsep santai ala anak muda.

Mengumpulkan para pelaku usaha di bidang industri kreatif untuk berkenalan dan saling mempromosikan jasa dan produknya. Acara ini akan diikuti 30 pelaku industri yang kesemuanya adalah anak muda Aceh yang bergerak di bidang kreatif seperti clothing line, content creator, seniman kontemporer, jasa cetak & sablon, crafter, social media influencer, foto dan videografer.

Rahmat Maggot, Ketua Pelaksana berharap kegiatan ini bisa menguatkan kemitraan para pengusaha kreatif muda di Aceh, agar bisa saling mendukung untuk maju bersama-sama, ikut menggerakkan roda ekonomi Aceh. “Mungkin kontribusinya tidak besar, tapi setidaknya kita bergerak”, ungkap rahmat.

Kegiatan yang akan berlangsung tanggal 29 dan 30 Desember di Tennis Indoor Jasdam IM Neusu, Banda Aceh ini juga akan diisi dengan berbagai workshop kreatif, market place berisi produk clothing line, pop up store dan street food. Dimeriahkan oleh penampilan band dan musisi muda lokal, Road to Aceh Clothing Festival juga menghadirkan Jason Ranti, musisi muda yang digadang-gadang penerus Iwan Fals lewat karya-karyanya yang mengusung kepedulian terhadap isu sosial.

Sebagai penutup acara, panitia yang terdiri dari kawan kolektif yaitu komunitas seni Akar Imaji, Arakate Records, Jasdam Iskandar Muda, Amel Production, OZ Radio Banda Aceh dan EXO Production juga akan menghadirkan musisi indie kenamaan Indonesia, Endah & Rhesa. (Mia)