Mesjid AL-MIZAN FEB Unsyiah Rencanakan Renovasi

Foto : Syafira

Darussalam – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah melakukan perencanaan perluasan Mesjid Al-Mizan. Hal ini tampak dari spanduk yang ada disekitaran kampus dengan memperlihatkan rancangan Mesjid Al-Mizan nantinya. Ridwan Ibrahim selaku Wakil Dekan II FEB membenarkan rencana perluasaan ini ketika ditemui di ruangannya pada Selasa (19/2). “Tahun ini diadakannya reuni akbar alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah dan salah satu agenda ingin melakukan perluasan Mesjid Al-Mizan. Pada awal ini baru membuat persiapan desain dan berapa biaya yang dihabiskan serta mengumpulkan biaya”, ujar beliau.

Adapun alasan perluasan Mesjid Al-Mizan ini dikarenakan tidak cukupnya tempat beribadah bagi putri sehingga diperlukan perluasan. Seperti yang kita ketahui selama ini bahwa tempat beribadah putra berbeda bangunan dengan putri. Maka dari  itu, perlu adanya perluasan masjid agar tidak ada perbedaan antara putra dan putri.

Untuk saat ini sumber biaya berasal dari dosen dan staf Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Namun diharapkan juga adanya partisipasi alumni serta mahasiswa. Rencana akan ada penggalangan dana saat reuni akbar yang bersamaan dengan ulang tahun Fakultas Ekonomi dan Bisnis ke-60.

Dengan adanya perluasan Mesjid Al-Mizan, beliau mengharapkan masjid ini dapat menampung mahasiswa/i untuk beribadah serta dapat berfungsi sebagai tempat pendidikan seperti pengajian atau UP3AI. (rezi&syaf)

Piston Cup XXXIV ; Kampus Kuning Siap Bertempur

Piston Cup

Darussalam – Himpunan Mahasiswa Mesin Fakultas Teknik Unsyiah kembali menyelenggarakan  pertandingan sepakbola Piston Cup XXXIV untuk yang ke – 34 kalinya. Piston Cup XXXIV adalah pertandingan yang sangat dinantikan oleh mahasiswa Unsyiah, karena pertandingan ini merupakan pertandingan terbesar dan yang tak hanya diikuti oleh Mahasiswa Unsyiah saja, sehingga pesertanya juga datang dari berbagai kampus yang ada di Banda Aceh. Tak hanya itu,  hadiah yang disediakan juga tak tanggung – tanggung, untuk tiga grup pemenang, yakni uang tunai sepuluh juta rupiah dan piala bergilir Piston Cup. Piston Cup diselerenggarakan kurang lebih selama dua bulan, terhitung  sejak 18 Februari hingga 13 April 2019.

Euforia yang sama juga dirasakan di lingkungan Kampus Kuning, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Perlu dipahami bahwa,  Pertandingan Piston Cup ini sejatinya ranahnya HMJ ( Himpunan Mahasiswa Jurusan ), sehingga pihak BEM tidak ikut andil dalam mempersiapkan segala sesuatunya, pihak BEM FEB (Fakultas Ekonomi dan Bisnis ) hanya memberikan mandat kepada setiap grup perwakilan yang mewakili himpunan masing – masing yang tentunya tetap membawa nama harum ekonomi. Meskipun begitu  pihak BEM tidak sepenuhnya lepas tangan, mereka tetap mengkoordinasikan semuanya sesuai dengan rencana dan siap siaga membantu apabila ada kendala dalam pertandingan nantinya.

Menurut penuturan Muhammad Aziz selaku ketua BEM FEB Unsyiah, sampai saat ini tidak ada kendala yang menghambat dan semuanya masih berjalan dengan lancar. Tahun ini  semua HMJ dari Ekonomi turut berpartisipasi dalam Pertandingan tersebut, diantaranya HMM, HIMADIPA, HIMAKA, dan IESA. Oleh sebab itu sangat diharapkan semoga tahun ini ekonomi dapat meraih juara, karena sebelumnya Ekonomi belum dapat mewujudkan harapan tersebut.

“Saingan terbesar kita adalah grup eksekutif, yang terdiri dari kumpulan staff – staff Unsyiah. Karena mereka merupakan pemenang pada pertandingan Piston Cup tahun lalu.” Tambah M.Aziz ketika diwawancarai pada hari Selasa (19/02). (Mol)

Dekan Kukuhkan Aminullah sebagai Ketum Reuni Akbar dan HUT FEB Unsyiah Ke-60

Sumber : Humas Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh H. Aminullah Usman S.E.,Ak., M.M., resmi dikukuhkan sebagai ketua umum panitia pelaksana reuni akbar dan peringatan HUT Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsyiah di aula kampus setempat, Selasa (29/01/19).

Prosesi pelantikan dipimpin oleh Dekan FEB Unsyiah Prof. Dr. Nasir Aziz, S.E., M.B.A., yang dihadiri oleh sejumlah tokoh alumni FEB Unsyiah beserta jajaran civitas akademika.

Dalam sambutannya, Walikota Banda Aceh ini mengharapkan segenap panitia dan alumni agar berkontribusi untuk menyukseskan acara yang akan berlangsung pada 29 September 2019.

Beliau mengungkapkan, dalam acara yang mengusung tema “Saweu Kampus, Tabangun Nanggroe” ini nantinya akan menampilkan banyak kegiatan. “Nanti kita adakan seminar, expo atau bazar untuk ibu-ibu, job fair dan informasi beasiswa, olahraga, hingga funwalk juga ada untuk kebersamaan kita semua” ungkapnya.

“Bersama para alumni, kita juga berencana melaksanakan ziarah dan doa bersama di makam Tgk Syiah Kuala” ungkapnya lagi.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FEB Unsyiah Prof. Dr. Nasir Aziz, S.E., M.B.A.,  menambahkan agar seluruh alumni tetap menjaga kekompakan dan ukhuwah.

“Kita harapkan dengan terselenggaranya acara ini dapat memperkuat silaturrahmi antar alumni fakultas ekonomi dan bisnis, baik yang berada di dalam maupun luar negeri” ungkapnya.

(Sumber : HUMAS Banda Aceh)

Melalui AGOESTOES, HIMAKA FEB Unsyiah Kembali Menyapa Sekolah

Sosialisasi AGOESTOES di SMA 1 SAKTI PIDIE (rez)

Pidie – HIMAKA (Himpunan Mahasiswa Akuntansi) FEB Unsyiah kembali mengadakan kegiatan tahunan nya, yaitu AGOESTOES ( Accounting Goes To School ) yang bertema “Being intellectual on accounting”.  Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 10-24 janari 2019, bertempat 9 kabupaten di ACEH, diantaranya: Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tengah, Bener Meriah,dan Meulaboh. Kegiatan ini dikoordinir oleh Raja Aulia selaku ketua panitia , dan Rizki waliantora selaku sektaris panitia.

Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan prodi AKUNTANSI Feb Unsyiah kepada siswa-siswi yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, serta mengajak siswa-siswi SMA se-derajat untuk dapat masuk ke prodi AKUNTANSI FEB Unsyiah nantinya.

“Dengan adanya kegiatan AGOESTOES ini akan semakin mengedukasi setiap daerah tentang apa itu AKUNTANSI,  baik dibahas secara umum maupun secara khusus, serta dengan adanya AGOESTOES ini diharapkan masyarakat dapat lebih mengetahui tentang AKUTANSI tersebut khususnya siswa siswi disetiap daerah yang dikunjungi “ ujar Rizki Waliantoro selaku sekretaris panitia.

Kegiatan AGOESTOES tahun ini,  panitia menargetkan akan melakukan sosialisasi di 45 sekolah yang tersebar di 9 kabupaten di ACEH. Dan diharapkan dengan adanya acara ini dapat mempererat tali persodaraan, kerjasama serta solidaritas mahasiswa AKUNTANSI.(Rezi)

Kali Ke-3 iESA Selenggarakan Festival Ilmiah Ekonomi Islam (FIEL)

Kali Ke-3 iESA Selenggarakan Festival Ilmiah Ekonomi Islam (FIEL) (foto:Panitia FIEL)

Darussalam – Setelah sukses di selenggarakan beberapa kali, iESA (Islamic Economic Student Association) kembali mengadakan acara terbesarnya, Festival Ilmiah Ekonomi Islam (FIEL) pada 27-30 november kemarin di Aula FEB Unsyiah dan di buka secara langsung oleh Walikota Banda Aceh, H.Aminullah Usman, SE.Ak, MM. , Rektor Universitas Syiah Kuala,Prof.Dr.Ir.Samsul Rizal, M.Eng , dan Ketua Himpunan mahasiswa ekonomi islam Iesa, Abthal Aufar.

Ada beberapa rangkaian acara yang dilaksanakan diantaranya Seminar Nasional, Workshop & training, Berbagai Perlombaan seperti Penulisan opini, Video Contest, dan Debat Revolusi Ekonomi Nasional, serta Gathering Night and Talkshow. Serta turut diramaikan oleh berbagai Bazar Expo stand makanan dan minuman serta askesoris lainnya.

Dalam Seminar Nasional FIEL 2018 mengusung tema yaitu “ Revolusi Industri 4.0 , kemana arah Ekonomi Syariah?” seminar ini di isi oleh pemateri dari penasehat mentri pertahanan RI yaitu Bapak Dr (H.C) Adnan Ganto, MBA serta Rektor Universitas Syiah Kuala, dan Bapak Ridwan Nurdin yang merupakan Pembina Iesa serta dosen FEB Unsyiah.

“Revolusi Industri 4.0 sangat berpengaruh besar terhadap kehidupan dunia. Di satu sisi, Revolusi ke-4 ini dapat meningkatkan produktivitas dalam sebuah industri serta meningkatkan pendapatan dunia. Namun di sisi lain, juga bisa mendatangkan berbagai dampak negatif seperti hilangnya privasi seseorang akibat penyebaran data digital,kurangnya permintaan terhadap tenaga kerja,serta memperburuk hubungan antar manusia.” Ujar sang Penasehat Menteri Pertahanan, Adnan Ganto.

Pada akhir seminar nasional FIEL 2018 ini iESA juga membuat suatu gebrakan baru yaitu “1000 tanda tangan Hijrah menuju Ekonomi Syariah” yang di tanda-tangani oleh Para pemateri, Tamu undangan, Dosen FEB Unsyiah, Panitia, Peserta lomba, serta para pengunjung di acara FIEL 2018. Nantinya 1000 TTD ini akan dijadikan sebagai sebuah saksi nyata untuk aceh beralih ke ekonomi berbasis syariah.

Selain seminar nasional, Workshop and Training yang digelar turut mengundang berbagai pemateri nasional yaitu Raden Nanta Teguh Prakasa selaku Owner aplikasi SYARQ , Andry Wicaksono selaku Kepala Pasar Modal OJK Pusat, Kepala Bursa Efek Indonesia dan Bank Indonesia.  Serta hadirnya Tasya Kamila yang turut memeriahkan Gathering Night and Talkshow di penghujung acara  FIEL 2018 (Lal,Sin)

Unsyiah Fokus pada Publikasi Sitasi Ilmiah, FEB Adakan Kelas Riset Dunia (WCRP)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis adakan kelas riset dunia (WCRP). (Foto: Cut Meviantira)

Darussalam – Di era abad 21, urgensi pendidikan yang lebih baik dan ilmiah telah meningkat secara signifikan untuk mencapai tujuan transformasi masyarakat kepada pengetahuan dunia. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi juga telah meningkatkan kebutuhan akan pendidikan tinggi yang memenuhi permintaan industri dan pembangunan bangsa.

Sebagai bagian integral dari pendidikan tinggi, penelitian telah menjadi pendorong utama bagi perbaikan sistem itu sendiri. Proses penemuan masalah, pengumpulan data, pengolahan, dan pengambilan kesimpulan adalah kunci untuk siklus penelitian berkelanjutan yang perlu dipahami oleh semua peneliti terutama mahasiswa sebagai tokoh kunci pada program penelitian di masa depan.

Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memahami dengan baik tentang proses melakukan penelitian mulai dari menemukan masalah untuk menulis makalah yang menarik hingga mahir dalam menyimpulkan hasil dari permasalahan tersebut. Sejalan dengan tujuan untuk menjadi Universitas terkemuka di Asia Tenggara bahkan dunia, Universitas Syiah Kuala sedang dalam perjalanan untuk mencapai tujuan dengan meningkatkan beberapa sektor khususnya penelitian.

Saat ini, proses telah menunjukkan hasil yang baik. 1.025 makalah yang diindeks Scopus telah diterbitkan pada akhir tahun 2017, dibandingkan dengan 69 makalah pada tahun 2012. Universitas Syiah Kuala juga telah berhasil meraih peringkat ke-5 secara nasional dalam hal keunggulan jumlah publikasi Google Scholar oleh Webometrics.

Hal serupa juga berusaha digalakkan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah melalui kelas internasional. Dimulai secara resmi pada 2011, International Businesses and Economic Program (IBEP) terus membuktikan diri sebagai program internasional terkemuka di Universitas Syiah Kuala dengan melanjutkan upayanya untuk mempromosikan standar pendidikan internasional kepada setiap mahasiswa. Salah satunya dengan melaksanakan suatu kegiatan yakni World Class Research Program (WCRP) yang telah diselenggarakan beberapa waktu lalu di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.

WCRP tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa internasional, namun juga kepada seluruh mahasiswa FEB Unsyiah baik Akuntansi, Manajemen, Ekonomi Pembangunan, dan Ekonomi Islam yang tertarik pada penelitian ilmiah. Tujuan dari program ini diantaranya untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang pentingnya penelitian, meningkatkan kemampuan dalam melakukan riset serta melatih mahasiswa dalam kepenulisan akademik. Program ini akan dilaksanakan kembali di tahun-tahun berikutnya, dengan harapan output dari program ini dapat meningkatkan kualitas mahasiwa dan membantu mewujudkan tujuan Universitas Syiah Kuala dalam meningkatkan publikasi sitasi ilmiah di kancah Internasional. (Cut Mevi)

 

Selenggarakan MCF, Himpunan Mahasiswa Manajemen Angkat Isu Industri Kreatif

Selenggarakan MCF, Himpunan Mahasiswa Manajemen Angkat Isu Industri Kreatif (foto:Ayu)

Darussalam – Memasuki era revolusi industri 4.0, perkembangan teknologi semakin canggih dan terdepan. Menghadapi tantangan tersebut, dunia industri harus menjadi semakin kreatif. Menghadapi fenomena tersebut, Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala mengusung tema, “Creative Industry in Digital Business Era” dalam seminar yang diselenggarakan pada acara Management Creativity Festival (MCF) 2018, Rabu (24//10).

Seminar yang diadakan di gedung AAC Dayan Dawood Unsyiah ini menghadirkan tiga tamu istimewa diantaranya  Prof. Dr. Mardiasmo, MBA., Akt.  sebagai Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia, Zainal Arifin Lubis sebagai Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh, dan Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M. Eng yang merupakan Rektor Universitas Syiah Kuala.

Dalam kesempatannya, Prof. Dr. Mardiasmo, MBA., Akt. selaku Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia menyampaikan materi tentang industri kreatif di Indonesia serta peran pemerintah untuk menyukseskan perekonomian dalam masyarakat. Ia mengharapkan dengan adanya kemajuan teknologi yang berkembang pesat dalam masyarakat dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat itu sendiri, dan juga pemikiran kreatif yang harus ditumbuhkan guna mendukung kemajuan industri di Indonesia.

“Kami sangat mendukung seminar ini, dan hasil dari seminar ini akan disampaikan ke DPR Aceh.” Ungkap Zainal Arifin pada pidato sambutannya. Kepala Bank Indonesia Provinsi Aceh tersebut mendukung penuh seminar yang diadakan oleh HMM FEB Unsyiah dengan harapan isu industri kreatif yang diangkat dalam seminar ini mampu membuka pikiran masyarakat perihal pentingnya peran industri kreatif dalam meningkatkan perekonomian bangsa kedepannya. (Mev)

 

Mewujudkan ekonomi enklusifness

Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk 264 juta jiwa. Jumlah penduduk yang sedemikian banyak merupakan tantangan yang berat bagi perekonomian Indonesia.

Pada  Industri Digital saat ini, kehidupan kita menjadi lebih mudah dan serba computarized. Namun, kita yang berada di era ini harus teliti dalam menghadapi kompleksivitas yang dibawa serta. Dengan tantangan yang kompleks, kita harus menyelaraskan perekonomian dan menciptakan inovasi baru.

Kemiskinan adalah musuh yang patut diperangi. Masih ada keparahan dalam kemiskinan kita. Prof. Dr. Mardiasmo, MBA., Akt. menyampaikan bahwa, salah satu cara mengatasi kemiskinan adalah dengan mewujudkan ekonomi enklusifness melalui pengembangan ekonomi kreatif.

Ekonomi kreatif berdampak sangat luas bagi perekonomian, selain tidak membutuhkan modal yang besar, ekonomi kreatif juga tidak membutuhkan tenaga manusia yang terlalu banyak. Inovasi dan kreativitas paling dibutuhkan dalam ekonomi kreatif yang merupakan karakteristik utama di Revolusi Digital atau Digital Era. Menariknya, ekonomi kreatif ini ternyata di dominasi oleh perempuan sebagai pelaku utama sebanyak 54,96%.

Bapak Mardiasmo juga memaparkan  bahwa ada 16 subsektor ekonomi kreatif. Fashion, kuliner dan kriya menjadi tiga unggulan utama. Kuliner menjadi daya tarik utama karena menggambarkan peradaban dan kebudayaan Indonesia. Namun, ada tiga subsektor lainnya yang mulai menjadi perhatian. Aplikasi dan pengembangan permainan, film dan diikuti musik yang sedang dikembangkan. (Sul)

Keluarga Besar Ekonomi Bersama Bersihkan Kampus

Keluarga Besar Ekonomi Bersama Bersihkan Kampus (Foto:Syawal/Perspektif)

Darussalam – Manusia pada dasarnya menginginkan hidup bersih dan bebas dari semaknya tumpukan sampah.  Sebab “Kebersihan adalah sebagian dari Iman”. Begitulah kalimat yang menjadi motivasi manusia untuk terus hidup sehat dengan lingkungan yang bersih.

Berbicara mengenai kebersihan, minggu (08/04) UKM PA-LH METALIK FEB Unsyiah mengadakan kegiatan yang bernama “DARLING” atau Sadar Lingkungan”.  Acara ini merupakan agenda runtin, untuk tahun ini acara tersebut dilaksanakan diseputaran kampus Ekonomi dan Gedung PDPK. Pada pukul 10.00 WIB acara resmi dibuka oleh Bapak Murkhana,SE.,MBA selaku wakil dekan III FEB Unsyiah.

“Kegiatan ini yang penting dilakukan secara beretika dan bermoral dan tidak melakukan sesuatu yang mencemari kampus ini, Kami bangga dan kami dukung kegiatan ini,” papar beliau dalam sambutannya.

Dengan mengusung tema “Menjadikan FEB Unsyiah Bersih dan bebas sampah” turut mengundang keluarga besar FEB yang berasal dari UKM dan HMJ serta DPM dan BEM. Darling merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan pada kegiatan Economic Student Day.

Keluarga Besar Ekonomi Bersama Bersihkan Kampus (Foto:Syawal/Perspektif)

Kegiatan ini bertujuan untuk menyambung silahturahmi antar seluruh keluarga besar FEB Unsyiah serta menumbuhkan rasa peduli lingkungan pada kampus tercinta ini. Dikarenakan terlalu banyak sampah yang berserakan di kampus kuning. Hal tersebut pada akhirnya akan berdampak pada kesehatan mahasiswa/i dan civitas akademik yang juga berada dilingkungan kampus. Diyakini bahwa Darling merupakan wadah yang tepat dalam mewujudkan kampus yang lebih bersih, rapi, dan nyaman.

“Dengan keadaan kampus seperti ini, Kami sebagai UKM pecinta alam tidak nyaman. Karena kampus ini bukan hanya tempat belajar saja, Juga tempat kita tinggal apalagi kami mapalanya. Yang sering beraktifitas dengan alam maka kami juga harus menjaga alam kami,” pungkas syahrial selaku ketua panitia.

Dalam harapnnya, Ia mengatakan setelah berlangsungnya kegiatan Darling ini, mahasiswa-mahasiswa lebih sadar akan lingkungannya. Sebab jika bukan kita yang menjaga siapa lain. Jika lingkungan kotor akan menghambat terhadap keberlangsungan proses belajar dan akan terciptanya kondisi tidak nyaman.

Sadar lingkungan kuncinya. Mulai dari kita dan untuk kita. Sampah harus diminimalisir. Karena sanpah bukan warisan anak cucu kita. (Wal,Spm)

Upgrading HMM 2018, Ciptakan Semangat Menuju Kejayaan

Upgrading HMM 2018, Membentuk Semangat Menuju Kejayaan (Foto: Fahmi/Perspektif)

Darussalam – (17/3) Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) FEB Unsyiah mengadakan Upgrading 2018 dengan mengusung tema “Bersatu Menuju Kejayaan”. Acara ini merupakan acara tahunan yang mempunyai tujuan untuk membuka cakrawala pemikiran aneuk manajemen. Bertempat di balai sidang FEB Unsyiah, acara ini juga turut dihadiri oleh pemateri – pemateri dari pendiri dan alumni HMM sebelumnya.

Irsyad Yusfiari selaku ketua panitia Upgrading HMM 2018 menjelaskan bahwa Upgrading ini adalah salah satu program dari HMM dan untuk membangun kapasitas anak manajemen dan membangun kebersamaan terhadap anggota.

“Acara upgrading tahun ini pun kita memberikan motivasi – motivasi agar mahasiswa kita ini dapat berorganisasi dan berbicara sedikinya lebih baik serta upgrading ditahun ini merupakan spesial karena ditahun kemaren upgrading tidak terlaksana dan ditahun ini mulai terlaksana kembali acara ini,” jelasnya.

Selain sebagai sebuah wadah untuk kepengurusan HMM 2018, acara juga diselingi diselingin dengan game – game menarik yang langsung dibuat oleh pemateri tersebut dan sesi tanyak jawab.

“Dampak dari terselenggaranya acara upgrading ini sangat banyak apalagi untuk anggota baru 2017 diharapkan agar lebih sering berkontribusi terhadap HMM,” tambah irsyad.

Salah satu pemateri dari upgrading HMM 2018 adalah bapak Ammar Fuad SE, MM yang juga merupakan mantan ketua HMM periode 2005 – 2006 dan pernah menjabat sebagai ketua BEM FEB Unsyiah di periode 2006-2007.

“Saya melihat ini adalah sekumpulan anak – anak muda yang notabene semangat muda yang membuat perubahan terutama dimahasiswa manajemen dan mahasiswa ekonomi keseluruhannya. saya melihat semangat baru dan harapan saya besar sekali kepada adik – adik untuk menjaga himpunan manajemen yang sebelumnya dibangun oleh pendahulu – pendahulunya,” pungkas Ammar. (Mi,La)

ASENeT 2018 : Berangkat dari Ekonomi Kreatif

ASENeT 2018 : Berangkat dari Ekonomi Kreatif (Foto: Susilo/Perspektif)

Darussalam – Asean Student Entrepreneurship Network (ASENeT) sukses dihelat di gedung AAC Dayan Dawood (15/3). Acara bertaraf Internasional yang diselenggarakan dua kali tersebut resmi dibuka oleh Dr. Iskandarsyah, S.E., MM. diikuti Rektor Universitas Syiah Kuala, dan Dr. Muhammad Dimyati.

“ASENeT adalah sebuah kegiatan dibidang kewirausahaan yang sudah kita mulai pada 2016 di Universitas Sains Malaysia dan di acara kedua kali ini kita berkesempatan menjadi tuan rumahnya,” ucap Iskandarsyah selaku ketua panitia ASENeT 2018.

Dalam pidato pembukaannya Rektor Universitas Syiah kuala menegaskan bahwa kita harus mendorong Entrepreneur agar menjadi bagian yang mempunyai kontribusi dalam membangun ekonomi. “Ekonomi Kreatif harus menjadi sorotan untuk ASEAN,” tambahnya.

“Pesan pak Jokowi kita harus menjadi pisat pendidikan teknologi dan peradaban di dunia, semua itu berangkat dari ekonomi kreatif”. Sambung Dr. Muhammad Dimyati, perwakilan dari Menristekdikti.

Acara pembukaan konferensi diikuti oleh mahasiswa baik lokal dan Internasional serta beberapa masyarakat lainnya. Di balik kegiatan tersebut, Expo yang telah dibuka terlebih dahulu (14/3) makin terlihat ramai oleh pengunjung. Deretan stan yang diisi oleh berbagai Universitas dan instansi seperti Inkubator, Universitas Sains Malaysia, Universitas Andalas, SOS children Village, BQ Darul Mizan, Universitas Negeri Riau, Universitas Teuku Umar, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret, dan lain-lain.

“ASENeT tahun ini sangat meriah, so boleh kenal negara orang di Aceh dan boleh kenal dekat lagi dengan usahawan-usahawan Indonesia. First impression saya, yang menarik yang buat saya kagum ialah dia punya sistem sangat cepat dalam tangani kebutuhan acara,” ucap Siti Nurul Aishah Awang yang merupakan delegasi dari Malaysia.

ASENet kedua tahun ini diharapkan dapat membawa pengaruh positif yang besar bagi semua kalangan dalam berwirausaha. Kini saatnya menjalin relasi dengan teman-teman internasional. (Mev, lo).