Pemerintah Aceh Cabut Rekomendasi Eksplorasi PT EMM

 (Foto : DA/perspektif)

Banda Aceh –  Pemerintah Aceh akhirnya mencabut Rekomendasi Gubernur Provinsi Aceh Nomor 545/12161 yang dikeluarkan pada 6 Juni 2006 tentang Pemberian Rekomendasi Kuasa Pertambangan Eksplorasi kepada PT. Emas Mineral Murni (EMM).

Surat yang dikeluarkan pada Kamis, 18 April 2019 dan ditandatangani oleh Plt. Gubernur Aceh Nova Iriansyah itu ditujukan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia.

Sebelumnya,  aksi Tolak PT.EMM ini ditujukan kepada Plt.Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Aksi ini dilakukan oleh massa yang sebagian besar dari mahasiswa di Kantor Gubernur Aceh, dan berlangsung selama tiga hari, terhitung sejak tanggal 09 s.d 11 april 2019.

Berikut isi lengkap surat tersebut sesuai yang diperoleh aceHTrend, Senin (22/4/2019):

1. Sehubungan dengan penyampaian aspirasi masyarakat Aceh pada tanggal 9 s.d 11 April 2019 tentang tuntutan pencabutan Rekomendasi Kuasa Pertambangan Eksplorasi PT. Emas Mineral Murni kepada Pemerintah Aceh dapat kami sampaikan bahwa:
  • Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dengan Keputusan Nomor 29/DPRA/2018 tentang Izin Usaha Produksi PT. Emas Mineral Murni di Kecamatan Beutong dan Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya serta di Kecamatan Celala dan Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah yang menyatakan izin usaha pertambangan operasi produksi yang dikeluarkan oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia (BKPM RI) Nomor 66/1/IUP/PMA/2017 tanggal 19 Desember 2017 bertentangan dengan kewenangan Aceh sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 dan merekomendasikan kepada Kepala BKPM RI untuk mencabut/membatalkan izin tersebut yang diberikan kepada PT. EMM untuk melakukan eksploitasi di Kecamatan Beutong dan Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang Kabupaten Nagan Raya serta di Kecamatan Celala dan Kecamatan Pegasing Kabupaten Aceh Tengah.
  • Bupati Nagan Raya dengan suratnya Nomor 180/54/2018 tanggal 2 Oktober 2018 perihal Mohon Penyelesaian Permasalahan PT. EMM Beutong Ateuh Banggalang, mengharapkan kepada kami untuk memediasi,memfasilitasi, dan mengevaluasi kembali seluruh izin PT. EMM agar keseluruhan permasalahan tersebut dapat diselesaikan secara komprehensif di kemudian hari.
  • Untuk menjaga kelestarian dan keseimbangan ekosistem lingkungan hidup di wilayah eksplorasi dan eksploitasi tambang oleh PT. EMM di Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh, agar izin Nomor 66/1/IUP/PMA/2017 tanggal 17 Desember 2017 yang dikeluarkan oleh BKPMRI untuk ditinjau kembali.

2. Berkenaan dengan hal tersebut di atas, dengan ini kami mencabut Rekomendasi Gubernur Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Nomor 545/12161 tanggal 8 Juni 2006 tentang Pemberian Rekomendasi Kuasa Pertambangan Eksplorasi kepada PT. EMM.

3. Demikian untuk Bapak Menteri maklumi dan terima kasih.

Plt. Gubernur Aceh

Ir. Nova Iriansyah, MT

Sumber : ACEHTREND.COM

PLT. GUBERNUR ACEH TAK KUNJUNG HADIR, DEMONSTRASI PT.EMM BERAKHIR RICUH

Kondisi Kantor Gubernur Aceh Saat Orasi Mahasiswa Berlangsung, Selasa, 09/4 (jan)

Darussalam – Massa gabungan Aliansi Mahasiswa Aceh kembali melancarkan aksi demonstrasi menuntut PLT. Gubernur Aceh Nova Iriansyah guna membatalkan izin PT EMM (Emas Mineral Murni) di Kab. Nagan Raya. Aksi yang terhitung merupakan demonstrasi ke-11 ini dihadiri ratusan mahasiswa. Lebih dari 80 elemen mahasiswa  Universitas se-Banda Aceh ikut menyuarakan aksi ini. Bahkan, terdapat massa delegasi yang berasal dari luar Universitas di Banda Aceh, yakni Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe. Massa aksi berkumpul di depan kantor gubernur Aceh (9/4/2019) sejak pukul 09.00 WIB.

Berbagai orasi yang dilaksanakan sejak pagi tersebut sempat berhenti pukul 12.00 WIB untuk jeda makan siang dan sholat zuhur. Setelah itu, tepat pukul 14.00 massa aksi kembali melanjutkan demonstrasi dan orasi dipimpin Koor. Lapangan, Ilham.

Aksi memanas sekitar 15.30 wib menjelang Azan Ashar. Massa aksi melancarkan aksi bakar ban di halaman Kantor Gubernur Aceh. Tak berselang lama, massa yang berada di garis depan terlibat aksi saling dorong dengan petugas keamanan. Disusul terlihatnya mobil water canon yang berjalan mendekati massa aksi. Disinilah puncak ketegangan antara massa aksi dan petugas keamanan pecah. Polisi terlihat mulai menyiramkan air dari mobil water canon dan menembakkan beberapa gas air mata.

Tak dipungkiri situasi menjadi mencekam dan tidak terkendali. Massa aksi berhamburan berlari keluar halaman Kantor Gubernur Aceh. Korban dari pihak massa aksi pun berjatuhan. Ada yang terluka, terjatuh, dan mengalami sesak nafas akibat gas air mata. Hal ini disesalkan beberapa pemimpin elemen mahasiswa massa aksi. Terakhir, massa aksi terlihat berkumpul di Taman Safiatuddin yang terletak disebelah Kantor Gubernur, untuk menyusun aksi berikutnya. ( Abi & Jan)

Ridwan Nurdin, Mantan Aktivis hingga Dosen FEB

Sosok “Ridwan Nurdin” dosen sekaligus Mantan aktivis

Darussalam – Ridwan Nurdin (49) adalah Dosen Pengajar di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah yang sekaligus   ‘Mantan Aktivis’ tahun 1990an. Siapa sangka dosen tetap prodi Ekonomi Islam tersebut,  duluya adalah Mantan Aktivitis, tak tanggung-tanggung LAKSUS (Pelaksana Khusus) masa pemerintahan Soeharto pun pernah ia hadapi.

Tepat  9 Juni 1970, setahun setelah kelahirannya di Meureudu, Pidie Jaya  Ayah dan Ibundanya memboyongnya yang masih mungil ke perantauan Ibukota, dan menghabiskan masa Remaja nya disana. Tahun 1989, Ia Kembali ke tanah rencong, dan melanjutkan pendidikan di S1 Manajemen di Fakultas Ekonomi yang waktu itu belum ada Bisnisnya.  Menghabiskan 14 Semester membuatnya sangat mencintai kampus ini dengan segenap pengalaman organisasi yang menuai kisah kasih.

Aktif di bidang akademik, aktif pula pada non akademiknya, begitu persepsinya. Sederet Organisasi pun diikutinya, diantaranya, Pelajar Islam Indonesia (PII) (1988 – 1992) sekaligus ternobatkan sebagai ketua, Forum Silahturahmi Mahasiswa (FOSMA) (1990 – 1992) membuatnya mendapatkan label ‘Mantan Akivis’ yang sejak dulu suka menyuarakan kegiatan dakwah di lingkungan Unsyiah, padahal saat itu masih dalam krisis GAM.

Perihal sebelit kata Aktivis yang melekat pada dirinya, Ridwan mengaku pernah ditahan dari 18 Agustus hingga 2 Oktober 1992 atas organisasi yang diikutinya.  Pelajar Islam Indonesia atau PII menjadi salah satu organisasi di Aceh yang sempat tidak mengakui Pancasila sebagai asas utamanya. “Waktu itu tahun kepemimpinan Suharto, yang dimana asas tunggal semua organisasi diwajibkan berdasarkan Pancasila, tapikan PII ini berdasarkan Islam, makanya waktu itu sempat kontra juga.” Tuturnya

Tak ada angin tak ada hujan, Ridwan dan  beberapa kawan PII-nya mendapat panggilan dari LAKSUS (Pelaksana Khusus). “Alhamdulillah kami cuman sekedar diintrogasi biasa aja. Yang bikin takut karena dimeja introgasi saja ada alat penyetrum. Intinya kami diminta untuk mengakui Pancasila sebagai asas dasarnya.” ungkapnya sambil tertawa.

Mengenang masa konflik di Aceh, mantan aktivis ini sangat bersyukur dengan berkembangnya Indonesia menjadi lebih baik dari masa nya saat itu. Apalagi bagi aktivis yang dulunya hanya bisa membungkam untuk menyuarakan suara mahasiswa, sekarang dapat lebih leluasa dalam segala aspirasi yang ingin dituangkan

Kita sebagai manusia pun bukan hal lumrah lagi apabila kita diwajibkan memiliki Visi dan Misi dalam kehidupan ini. “Plan for ourself itu sangat penting.” Ridwan pun mengatakan kunci sukses miliknya, Allah dan saya saja cukup. (vanna)

Berikan Edukasi tentang Narkoba & Lalu Lintas, EOC Menyambangi Pesantren Oemar Diyan

 

Economic Counseling Traffic di Pesantren Tgk. Chik Oemar Diyan (Foto : EOC)

Darussalam – Dalam menghadapi perkembangan zaman yang begitu kencang di era globalisasi, tentunya banyak sekali hal positif yang dapat kita nikmati. Sebaliknya, hal negatif juga tak dapat dipungkiri ada dan harus dihindari dampaknya. Salah satunya adalah bahaya Narkoba dan resiko keselamatan berlalu lintas. Oleh karena itu, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Economic Otomotif Club (EOC) FEB Unsyiah mengadakan kegiatan “Economic Counselling Traffic” di Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan, Indrapuri, Aceh Besar, pada Jumat lalu(29/3).

Kegiatan Economic Counselling Traffic merupakan program kerja (proker) baru dari UKM EOC yang berbentuk bimbingan dan seminar. Proker ini diusung di tahun 2019 sekaligus menyambut kampanye Millenial Road Safety Festival yang diselenggarakan oleh Kepolisian Republik Indonesia di berbagai kota di Indonesia, termasuk Banda Aceh.

Materi seminar tentang keselamatan berlalu lintas diisi langsung oleh Kepala Satuan Lalu Lintas Polisi Resor Aceh Besar, AKP Vifa Fibriana Sari, SH., S.IK., MH. Kasat Lantas Polres Aceh Besar tersebut menyampaikan materi akan pentingnya keselamatan berlalu lintas kepada para hadirin yang merupakan siswa setingkat Sekolah Menengah Atas. Beliau mengatakan bahwa sangat wajar jika remaja di usia tersebut memiliki minat terhadap dunia otomotif dan kendaraan. Namun beliau mengingatkan bahwa minat tersebut harus diimbangi dengan pengetahuan berlalu lintas yang cukup, agar minat dan hobi para remaja tersebut tidak menimbulkan kerugian dari sisi harta maupun jiwa.

Sedangkan materi seminar tentang bahaya narkoba diisi oleh perwakilan dari Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Aceh, Nurdaidah, S.pd., M.Pd. Beliau memaparkan bahaya narkoba yang harus dihindari remaja saat ini. Nurdaidah juga mengatakan bahwa narkoba bisa menjadi asal-muasal segala kenakalan remaja, karena faktanya banyak kerusakan yang saat ini terjadi ditimbulkan oleh penyalahgunaan narkoba. Wanita yang sempat menjabat sebagai Kepala BNN Kabupaten Aceh Jaya tersebut juga menyampaikan bahwa kita harus selalu peduli kepada lingkungan sekitar kita dan waspada terhadap pengedaran narkoba.

 
“Kegiatan Economic Counselling Traffic ini membutuhkan waktu persiapan sekitar 1,5 bulan. Selain menyambut kampanye Millenial Road Safety yang digagas Kepolisian Republik Indonesia, kegiatan ini juga untuk menguatkan hubungan kita dengan mitra-mitra EOC terutama Satlantas dan BNN untuk terus menyampaikan pesan positif kepada masyarakat, terutama di bidang keselamatan lalu lintas dan bahaya narkoba. Inshaallah jika kegiatan ini kami nilai sukses, kami akan mengadakan kegiatan Economic Otomotif Fair dengan skala nasional di bulan oktober nanti.” Jelas Iqram.

Selain seminar ternyata EOC juga mengikutsertakan lomba Ranking 1 untuk menguji para peserta tentang materi-materi yang sudah diberikan. Kegiatan ini pun diikuti oleh para peserta hingga akhirs dengan semangat dan sangat antusias.

“Harapan kita dengan terselenggaranya kegiatan ini, para pemuda dan remaja di Aceh akan semakin sadar untuk mengutamakan keselamatan berlalu lintas dan memahami betapa bahayanya narkoba.” tutup Iqram. (Abi / Iffan)

Bingung Lapor SPT melalui e-Filling? Kini Tax Center Hadir di Prodi Perpajakan

 

Para Wajib Pajak melakukan Registrasi di Tax Center Prodi DIII Perpajakan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Unsyiah (Kamis, 21/03)

Darussalam– Nyatanya, segala inovasi terus berkembang di negara milenial ini buat segala kecanggihan terus  bergerak dalam lingkup masyarakat maupun kampus. Sama seperti halnya yang dijalankan oleh prodi Perpajakan FEB Unsyiah yang kini miliki Tax Center yang berada langsung di dalam Gedung prodi perpajakan.  Terhitung sejak Rabu (20/03) kemarin tempat tersebut  ramai dikunjungi para WP  (Wajib Pajak) dari berbagai kalangan, mulai dari dosen FEB, dosen Unsyiah, Mahasiswa/i dari berbagai Fakultas, hingga masyarakat umum yang ingin menuntaskan kewajiban pajak sebelum masa SPT tahunannya berakhir.

Bedanya lagi, tahun lalu Tax Center ini hanya dibuka untuk para Wajib Pajak (WP) dilingkup Unsyiah saja, namun tidak dengan tahun ini yang bekerja sama langsung dengan Direktor Jendral Pajak (DJP).  Pojok-pojok tempat pembayaran pajak pun banyak tersebar disekitaran Banda Aceh sampai ke Aceh Besar, sehingga mahasiswa yang dibutuhkan sebagai relawan pajak pun makin banyak. Tercatat tahun ini 51 mahasiswa dari berbagai jurusan menjadi tenaga asistensi, yang tentunya sudah disaring dan melewati tes leveling.

Dr. Nuraini A, S.E., M.Si., Ak., CA  selaku ketua Prodi D3 Perpajakan juga mengharapkan penuh atas adanya Tax center ini. “Harapannya mahasiswa dapat meningkatkan kompetensi praktis dalam perpajakan sehingga mereka sudah tau bagaimana memberikan asistensi untuk penyampaian SPT melalui E-filling” Pungkasnya.

Sudah sepatutnya warga Indonesia wajib menyampaikan dan melaporkan SPT melalui e-Filling agar inovasi yang sudah dibangun dapat terealisasikan dengan seefektif dan efesien mungkin. Untuk itu, silahkan luangkan waktu anda untuk  datang ke Tax center FEB Unsyiah karena hanya dibuka selama 3 hari terhitung mulai 20 s.d 22 maret 2019. Wajib pajak harus sadar pajak. (lut)

LDF Al-Mizan FEB Unsyiah, Sukses Selenggarakan Workshop Public Speaking

Foto Bersama dengan Pemateri dan Peserta (Abi)

Darussalam– LDF Al-Mizan sukses menggelar Kegiatan Workshop Public Speaking bertemakan “Dare to Speak” pada hari Sabtu (9/3) lalu. Workhsop tersebut diadakan di balai sidang sejak pukul 09.00 hingga 17.00 WIIB.

Pada kegiatan ini, LDF Al-Mizan mengundang Muhammad Hamzah S,Kg yang merupakan mantan Ketua BEM Unsyiah 2015 dan The Leader sebagai pemateri.
Sesi pertama kegiatan ini diisi dengan pemaparan materi yang dibawakan oleh Muhammad Hamzah S,Kg. Kapasitas beliau sebagai mantan ketua BEM Unsyiah 2015 membuatnya tak diragukan lagi sebagai seorang public speaker handal.

Beragam prestasi dari tingkat Universitas hingga Nasional yang pernah ditorehkannya juga menjadi faktor lain antusiasme peserta kegiatan tersebut mendengar paparan materinya.

Beliau juga menerangkan materi tentang teknik-teknik dasar dalam berbicara di depan umum, sehingga nantinya para peserta diharapkan mampu menerapkan hal-hal dasar tersebut ketika mendapat kesempatan berbicara dalam ruang publik.
Selanjutnya pada sesi kedua, merupakan giliran The Leader menunjukkan aksi dalam mengolah diri peserta untuk berani berbicara di depan umum. Mereka merupakan organisasi kepemudaan yang aktif dalam memberikan edukasi di lingkungan kepemudaan Aceh.

Anggota The Leader sendiri adalah pemuda-pemuda yang telah malang melintang di kancah nasional maupun internasional untuk mengharumkan nama Aceh.
Dalam sesi ini, peserta “dipaksa” untuk berbicara di depan banyak orang serta membawakan materi yang sudah ditentukan. Sebelumnya, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok. Kemudian setiap kelompok itu dipimpin oleh seorang mentor dari tim The Leader.

Dalam waktu sekitar 15 Menit, peserta diberikan kesempatan untuk menyusun tulisan yang akan dibicarakan. Selanjutnya, mereka diwajibkan untuk berbicara seputar tulisan yang telah mereka susun sebelumnya di depan kelompok mereka.

Para peserta yang mengikuti kegiatan di sesi ini merasa tertantang karena diwajibkan untuk berbicara di depan banyak orang dengan waktu persiapan yang relatif sedikit.

Al-Hilal Akbar, selaku ketua panitia kegiatan ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas terselenggaranya kegiatan ini. “Alhamdulillah, kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Sebenarnya, kegiatan pelatihan Public Speaking ini merupakan proker baru dari Divisi PSDM LDF Al-Mizan. Sehingga kita patut bersyukur dapat melaksanakannya dengan sukses di penyelenggaraan tahun pertama.” imbuhnya. (Abi)

Himaka Saweu Gampong (HSG) Menyapa Anak-anak Gampong Lambiheu Siem

 

Foto : Abi

Darussalam – Sebagai salah satu bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat, sering kali mahasiswa melakukan kegiatan yang bersifat memberi manfaat kepada masyarakat. Tak terkecuali Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himaka) FEB Unsyiah. Pada hari sabtu (10/3), Himaka kembali melaksanakan kegiatan Himaka Saweu Gampong (HSG) ke Gp. Lambiheu Siem, Darussalam. Kegiatan Himaka Saweu Gampong adalah kegiatan tahunan Himaka dalam memberi edukasi tentang keuangan kepada anak-anak di salah satu gampong.

Pada kegiatan Himaka Saweu Gampong kali ini, tema yang diusung adalah “Tajak Saweu Gampong, Tabina Bijeh Nanggroe.” Kegiatan ini dihadiri perwakilan geuchik Gp. Lambiheu Siem, Presidium aktif Himaka, dan Panitia HSG sendiri.

Tidak terlalu jauh berbeda dengan kegiatan HSG tahun ini juga memiliki tujuan agar anak-anak di gampong tujuan memiliki pengetahuan tentang keuangan. Tim Panitia HSG memberikan presentasi singkat tentang menabung, dengan menampilkan beberapa video animasi tentang menabung. Anak-anak yang mengikuti kegiatan ini terlihat antusias dan bersemangat.

“Alhamdulillah, HSG kemarin merupakan HSG tahun kedua yg telah diselanggarakan oleh Himaka. Kami sangat bersyukur HSG kemarin bisa berjalan dengan lancar tanpa hambatan dan diterima dengan baik oleh masyarakat gampung.” jelas Said Raihan Maulana selaku ketua panitia pelaksanaan HSG 2019.

Selain itu, tim panitia juga mengadakan permainan Menghias Celengan yang diikuti seluruh peserta. Pada sesi permainan ini, seluruh peserta dibagi menjadi lima kelompok. Tujuannya adalah agar peserta yang didominasi oleh siswa yang duduk di bangku sekolah dasar ini mempunyai karakter kerjasama dan kelak mempunyai hobi menabung.

Selanjutnya, Umar Said Meldego selaku Ketua Umum Himaka yang turut hadir pada kegiatan tersebut berharap “Semoga pada kegiatan HSG selanjutnya, kita bisa berkonstribusi lebih baik lagi dalam bidang sosial pada masyarakat. Semoga kegiatan ini lebih efektif dan lebih baik kedepannya. Harapan Himaka pada acara ini, ialah untuk menyadarkan mahasiswa betapa pentingnya kepedulian kita semua terhadap masyarakat sekitar, selain menjadi bakti amal, juga menambah ilmu dan pengalaman.” tutur Ketua Umum Himaka tersebut.

HSG sendiri pada tahun ini akan dilaksanakan dua kali. Setelah ini, jadwal HSG berikutnya adalah tanggal (17/3) di Gp. Mata Ie, Montasik. (Abi)

Mesjid AL-MIZAN FEB Unsyiah Rencanakan Renovasi

Foto : Syafira

Darussalam – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah melakukan perencanaan perluasan Mesjid Al-Mizan. Hal ini tampak dari spanduk yang ada disekitaran kampus dengan memperlihatkan rancangan Mesjid Al-Mizan nantinya. Ridwan Ibrahim selaku Wakil Dekan II FEB membenarkan rencana perluasaan ini ketika ditemui di ruangannya pada Selasa (19/2). “Tahun ini diadakannya reuni akbar alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah dan salah satu agenda ingin melakukan perluasan Mesjid Al-Mizan. Pada awal ini baru membuat persiapan desain dan berapa biaya yang dihabiskan serta mengumpulkan biaya”, ujar beliau.

Adapun alasan perluasan Mesjid Al-Mizan ini dikarenakan tidak cukupnya tempat beribadah bagi putri sehingga diperlukan perluasan. Seperti yang kita ketahui selama ini bahwa tempat beribadah putra berbeda bangunan dengan putri. Maka dari  itu, perlu adanya perluasan masjid agar tidak ada perbedaan antara putra dan putri.

Untuk saat ini sumber biaya berasal dari dosen dan staf Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Namun diharapkan juga adanya partisipasi alumni serta mahasiswa. Rencana akan ada penggalangan dana saat reuni akbar yang bersamaan dengan ulang tahun Fakultas Ekonomi dan Bisnis ke-60.

Dengan adanya perluasan Mesjid Al-Mizan, beliau mengharapkan masjid ini dapat menampung mahasiswa/i untuk beribadah serta dapat berfungsi sebagai tempat pendidikan seperti pengajian atau UP3AI. (rezi&syaf)

Piston Cup XXXIV ; Kampus Kuning Siap Bertempur

Piston Cup

Darussalam – Himpunan Mahasiswa Mesin Fakultas Teknik Unsyiah kembali menyelenggarakan  pertandingan sepakbola Piston Cup XXXIV untuk yang ke – 34 kalinya. Piston Cup XXXIV adalah pertandingan yang sangat dinantikan oleh mahasiswa Unsyiah, karena pertandingan ini merupakan pertandingan terbesar dan yang tak hanya diikuti oleh Mahasiswa Unsyiah saja, sehingga pesertanya juga datang dari berbagai kampus yang ada di Banda Aceh. Tak hanya itu,  hadiah yang disediakan juga tak tanggung – tanggung, untuk tiga grup pemenang, yakni uang tunai sepuluh juta rupiah dan piala bergilir Piston Cup. Piston Cup diselerenggarakan kurang lebih selama dua bulan, terhitung  sejak 18 Februari hingga 13 April 2019.

Euforia yang sama juga dirasakan di lingkungan Kampus Kuning, yakni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Perlu dipahami bahwa,  Pertandingan Piston Cup ini sejatinya ranahnya HMJ ( Himpunan Mahasiswa Jurusan ), sehingga pihak BEM tidak ikut andil dalam mempersiapkan segala sesuatunya, pihak BEM FEB (Fakultas Ekonomi dan Bisnis ) hanya memberikan mandat kepada setiap grup perwakilan yang mewakili himpunan masing – masing yang tentunya tetap membawa nama harum ekonomi. Meskipun begitu  pihak BEM tidak sepenuhnya lepas tangan, mereka tetap mengkoordinasikan semuanya sesuai dengan rencana dan siap siaga membantu apabila ada kendala dalam pertandingan nantinya.

Menurut penuturan Muhammad Aziz selaku ketua BEM FEB Unsyiah, sampai saat ini tidak ada kendala yang menghambat dan semuanya masih berjalan dengan lancar. Tahun ini  semua HMJ dari Ekonomi turut berpartisipasi dalam Pertandingan tersebut, diantaranya HMM, HIMADIPA, HIMAKA, dan IESA. Oleh sebab itu sangat diharapkan semoga tahun ini ekonomi dapat meraih juara, karena sebelumnya Ekonomi belum dapat mewujudkan harapan tersebut.

“Saingan terbesar kita adalah grup eksekutif, yang terdiri dari kumpulan staff – staff Unsyiah. Karena mereka merupakan pemenang pada pertandingan Piston Cup tahun lalu.” Tambah M.Aziz ketika diwawancarai pada hari Selasa (19/02). (Mol)

Dekan Kukuhkan Aminullah sebagai Ketum Reuni Akbar dan HUT FEB Unsyiah Ke-60

Sumber : Humas Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh H. Aminullah Usman S.E.,Ak., M.M., resmi dikukuhkan sebagai ketua umum panitia pelaksana reuni akbar dan peringatan HUT Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsyiah di aula kampus setempat, Selasa (29/01/19).

Prosesi pelantikan dipimpin oleh Dekan FEB Unsyiah Prof. Dr. Nasir Aziz, S.E., M.B.A., yang dihadiri oleh sejumlah tokoh alumni FEB Unsyiah beserta jajaran civitas akademika.

Dalam sambutannya, Walikota Banda Aceh ini mengharapkan segenap panitia dan alumni agar berkontribusi untuk menyukseskan acara yang akan berlangsung pada 29 September 2019.

Beliau mengungkapkan, dalam acara yang mengusung tema “Saweu Kampus, Tabangun Nanggroe” ini nantinya akan menampilkan banyak kegiatan. “Nanti kita adakan seminar, expo atau bazar untuk ibu-ibu, job fair dan informasi beasiswa, olahraga, hingga funwalk juga ada untuk kebersamaan kita semua” ungkapnya.

“Bersama para alumni, kita juga berencana melaksanakan ziarah dan doa bersama di makam Tgk Syiah Kuala” ungkapnya lagi.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FEB Unsyiah Prof. Dr. Nasir Aziz, S.E., M.B.A.,  menambahkan agar seluruh alumni tetap menjaga kekompakan dan ukhuwah.

“Kita harapkan dengan terselenggaranya acara ini dapat memperkuat silaturrahmi antar alumni fakultas ekonomi dan bisnis, baik yang berada di dalam maupun luar negeri” ungkapnya.

(Sumber : HUMAS Banda Aceh)