Dr. rer. nat. Ilham Maulana: Adab Mengukir Peradaban

Dr. rer. nat. Ilham Maulana: Adab Mengukir Peradaban (Sulthanah/Perspektif)

Darussalam – WAMI (Warna Kampus Islami) 2017 kembali diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Fosma Unsyiah sebagai acara tahunannya. Untuk tahun ini WAMI mengusung tema “Sahabat Islam Masa Kini” yang akan berlangsung pada tanggal 22 – 25 Desember 2017.

“Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk syiar islam. Memberikan pemahaman tentang teknologi yang telah di jelaskan lebih lanjut didalam al-quran. Namun sayangnya, mahasiswa masih kurang berminat untuk mempelajarinya” Ungkap Wahyu Maulana selaku Ketua Panitia WAMI.

Acara ini dibuka di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada pukul 08.00 WIB. Setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan Seminar Teknologi yang turut mengundang Dr. rer. nat Ilham Maulana, S.Si selaku Wakil Dekan III Fakultas MIPA Unsyiah dan Prof. Dr. Ir. Syamsul Rizal M. Eng yang juga merupakan Rektor Unsyiah. Seminar ini  mengusung tema “Membangun Peradaban Islam melalui Sains dan Teknologi”.

Dalam isi materinya Ilham Maulana menyampaikan mengenai Ekonomi Sains Modern dan Kaitannya dengan Perkembangan Teknologi,  dan juga mengenai peradaban Al Quran dan Islam masa kini. “Adab mengukir peradaban.” Begitu tuturnya.

Selain seminar sains dan teknologi, WAMI juga mengadakan Seminar Annisa untuk wanita dan Futsal Cup khusus untuk laki-laki. Hal ini bertujuan untuk menjalin ukhuwah antar seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Unsyiah.

Akan tetapi ada yang berbeda dari segi rangkaian acara WAMI dari tahun ini. “Pada tahun lalu banyak diadakannya perlombaan namun berfokus pada anak-anak. Sedangkan tahun ini hanya berfokus pada mahasiswa. Itu yang menjadi perbedaan untuk WAMI tahun ini” Sambungnnya. (Sul,Mev,Frz)

Rais Daftarkan Diri di Detik Terakhir Pencalonan 

 

 

Rais Daftarkan Diri di Detik Terakhir Pencalonan (Adina Felyanda/Perspektif)

Darussalam- Setelah berakhirnya pesta demokrasi yang diselenggarakan dua hari yang lalu, kini waktunya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah menentukan siapa yang lebih pantas untuk menjadi pemimpin mahasiswa setahun mendatang. Hingga saat ini pembicaraan mengenai penerus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Unsyiah tahun 2018 masih sangat hangat diperbincangkan oleh kalangan mahasiswa ekonomi.

Sore tadi salah satu kandidat ketua BEM FEB Unsyiah, Rais Mukhayar telah menyerahkan berkas kepada DPM didampingi oleh beberapa ketua lembaga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). “Untuk Visi dan Misi yang lebih konkritnya masih dibicarakan. Namun dari saya pribadi, saya  ingin mewujudkan BEM yang dapat mendengar aspirasi mahasiswa yakni responsif, aktif, inovatif, demokratif, dan solutif.” Ujarnya ketika ditanyai tentang visi dan misi menjadi ketua BEM FEB Unsyiah.

Saat ditemui selain mengungkapkan visi dan misinya Rais juga mengungkapkan bahwa ketika nantinya terpilih menjadi ketua BEM FEB ia akan mencoba untuk membangun Fakultas Ekonomi menjadi kampus yang digemari dan dikenal seperti dahulu. Mengembalikan suasana ramai yang menjadi ciri khas kampus kuning. Salah satu strategi untuk mencapainya ialah dengan meningkatkan kreatifitas dan motivasi agar mahasiswa ekonomi kembali aktif dalam berorganisasi.

“Saya rasa tidak ada yang perlu diperbaiki dari BEM tahun lalu, dari tahun ke tahun baik.” Ujar Rais tentang Kepengurusan BEM tahun lalu. “Namun tentu saja, setiap tahunnya kita akan mencoba menjadi lebih baik lagi.” Sambungnya.

Namun untuk saat ini belum adanya tanda-tanda kandidat lain yang akan menyerahkan berkas. Atas tidak adanya calon kandidat lain patut dipertanyakan dan juga pastinya menjadi pertanyaan besar dikalangan mahasiswa ekonomi.

Apakah untuk kesekian kalinya Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB akan melalui jalur aklamasi lagi atau tidak?. (Sul)

HIMAKA Runner Up di Copa Pertanian 2017

HIMAKA Runner Up di Copa Pertanian 2017 (Ist.)

Darussalam – Tim Futsal Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) kembali menorehkan prestasi terbaiknya dalam ajang Copa Pertanian yang diselenggarakan di GOR KONI Banda Aceh (20/12). Tampil dengan line up terbaiknya, langkah HIMAKA terhenti di babak Final setelah kalah tipis saat melawan BEM Fakultas Teknik dengan skor 3-4.

Laga panas yang tersaji dalam ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP) Unsyiah. Kompetisi futsal bergengsi ini memperebutkan piala Copa Pertanian dan diikuti oleh beberapa tim futsal terbaik di Sumatera.

Pertandingan final yang mempertemukan tim HIMAKA dan BEM FT ini berlangsung seru. Pasalnya, kedua tim merupakan tim unggulan dalam turnamen ini. HIMAKA dengan skuat terbaiknya menurunkan Kiki cs tampil menyerang sejak awal pertandingan.

Kekuatan tim HIMAKA terbukti dengan sepakan keras Romy yang berhasil menembus dinding pertahanan BEM FT yang diperkuat oleh Naufal cs di akhir babak pertama. Akhirnya HIMAKA mengunci kemenangan di setengah pertandingan, skor bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, BEM FT mulai merubah strategi permainan. Akhirnya tim Naufal cs berhasil membalikkan keadaan dengan dua gol yang memanfaatkan kelemahan pertahanan tim HIMAKA. Skor menjadi 1-2 untuk kemenangan Aneuk Teknik.

HIMAKA sempat mengejar ketertinggalan dengan mencoba strategi counter attack, akhirnya dengan perpaduan skema permainan yang apik, sepakan Dedek berhasil menyamakan skor menjadi 2-2. Supporter dari kedua belah pihak pun lebih menggencarkan dukungannya dengan menyanyikan lagu mars fakultas masing-masing.

Setelah time out, Naufal cs akhirnya memperbesar skor untuk tim BEM FT dengan 2 gol indah hasil kerjasamanya dengan memanfaatkan umpan terobosan ke arah pertahanan HIMAKA. Teknik kembali unggul 2-4.

Di akhir babak kedua, tim Kiki cs berhasil memperkecil ketertinggalan dengan kembali merobek jaring tim BEM FT. Skor 3-4 berakhir hingga wasit meniup peluit panjang akhir permainan.

Dengan kesuksesan ini, tim HIMAKA pun melengkapi koleksi total 8 piala yang diraih sepanjang tahun 2017. Kiki cs pun berhak untuk membawa pulang medali perak dan uang hadiah runner up. (Jr)

Yasir Menang Telak di PEMIRA FEB

Yasir Menang Telak di PEMIRA FEB (Nella/Perspektif)

Darusalam- Pesta demokrasi merupakan ajang tahunan mahasiswa yang dilaksanakan untuk memilih pemimpin mahasiswa se-Unsyiah. Pemira berhasil dilaksanakan kemarin (19/12) berjalan lancar dan disambut antusiasme yang tinggi dari mahasiswa di seluruh Fakultas yang ada di Unsyiah.

Di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, PEMIRA dilaksanakan di Aula dan berlangsung kondusif. Antusiasme PEMIRA tahun ini sangat terasa jika dilihat dari bertambahnya jumlah pemilih. Walaupun peningkatan jumlah pemilih hanya 42 suara dari tahun sebelumnya. Akan tetapi atas peningkatan tersebut begitu direspon positif oleh beberapa pihak. Mereka beranggapan bahwa ini merupakan suatu cambukan agar kedepannya dari pihak Komisi Pemilihan Raya (KPR) dapat lebih mampu secara bertahap menghilangkan sifat apatis mahasiswa dalam memilih pemimpin untuk tingkat universitas.

Tercatat dari hasil pungutan suara terdapat 1.158 pemilih yang memasukkan suara. Sebanyak 1.124 suara yang dinyatakan sah dan 34 suara rusak.

Untuk Pemilihan Ketua BEM Unsyiah, kandidat nomor urut 4, Muhammad Yasir (FT) berhasil memenangkan suara di Fakultas Ekonomi dengan perolehan 600 Suara, mengalahkan 4 pesaing lainnya. Posisi kedua diikuti oleh kandidat nomor urut 5, Agam Rizky dengan perolehan 313 suara dan kandidat nomor urut 2 Sakti Arya Duta menduduki posisi ketiga dengan perolehan suara sebanyak 129.  Sedangkan untuk posisi selanjutnya diikuti oleh kandidat nomor urut 1 Ikhsan memperoleh 61 suara dan diposisi terakhir diraih oleh kandidat nomor urut 3, M. Rijalul Fakhri yang hanya memperoleh 21 suara.

Untuk saat ini Muhammad Yasir masih unggul dengan persentase 41,41% dan juga berhasil memenangkan suara di 4 Fakultas di Unsyiah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik dan  Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (www.detak-unsyiah.com).

“Memang PEMIRA tahun ini memiliki aura saing yang sangat berat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selain karena faktor kuantitas calon, namun juga karena kualitas atau prestasi yang dimiliki oleh setiap calon semuanya memenuhi kriteria sebagai pemimpin. Hal ini menimbulkan dilema bagi beberapa mahasiswa untuk menentukan pilihan.”Begitulah pernyataan dari salah satu mahasiswa FEB Unsyiah ketika ditanyai pendapat tentang PEMIRA tahun ini.

“Dan selamat kepada Muhammad Yasir yang telah mendapatkan kepercayaan untuk memegang kendali BEM Unsyiah periode 2017-2018” lanjutnya. (Sul,La,Din)

PEMIRA di FEB Berlangsung Kondusif

PEMIRA di FEB Berlangsung Kondusif (Ghrina Zikran/Perspektif)

Darussalam- Masih dalam suasana demokrasi selasa 19 Desember 2017 Komisi Pemilihan Raya (KPR) Unsyiah serentak mengadakan pemilihan ketua BEM dan DPM untuk tingkat universitas. Ajang perhelatan demokrasi terbesar untuk tingkat mahasiswa ini dilakukan di 12 Fakultas diantaranya.  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam keluarga besar kampus kuning begitu antusias menyalurkan hak suaranya dalam Pemira ditahun 2017.

Teruntuk fakultas ekonomi sendiri pemira berlangsung sejak pukul 09.00 sampai 15.00 WIB. “Sepanjang ini, pemira di FEB Unsyiah berjalan lancar dengan pengawasan dari pihak KPPS. Walaupun ada sedikit kendala mengenai saksi yang terlambat dan beberapa miskomunikasi antara panitia KPR dan WD III mengenai jam dimulainya kembali pemira usai ishoma.”  Ujar yohanes selaku ketua KPPS FEB

Pemira dilaksanakan di aula FEB dan difasilitasi tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dimana di setiap TPS dibagi kedalam beberapa program studi. TPS 1 untuk mahasiswa program studi S1 Akuntansi dan S1 Ekonomi Pembangunan, TPS 2 untuk mahasiswa program studi S1 Manajemen, S1 Ekonomi Islam, dan D3 manajemen pemasaran, sedangkan TPS 3 untuk program studi D3 perbankan, D3 perpajakan, D3 kesekretariatan, dan D3 akuntansi. Hal tersebut diyakini oleh panitia dapat mendukung kestabilan selama acara berlangsung dan membantu mahasiswa agar tidak kebingungan ketika hendak melakukan pemilihan.

Terlepas dari serangkaian kegiatan pemira ada terbesit secercah kekecewaan dimana kurangnya keikut sertaan dan antusiasme mahasiswa Ekonomi. Hal ini dibuktikan dengan mahasiswa yang ikut andil mayoritasnya berasal dari mahasiswa tahun 2017 sedangkan dari mahasiswa letting diatas 2017 kurang berpastisipasi dalam permira kali ini. Padahal sebagaimana kita ketahui baik tidaknya hasil setahun mendatang dimulai pada hari ini.

Diakhir pertemuan yohanes menambahkan untuk kedepannya semua panitia yang bertugas menjalankan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab dan menghindari adanya masalah miskomunikasi agar pemira selanjutnya dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Siapapun yang nantinya akan terpilih dan menyandang gelar sebagai pemimpin mahasiswa diharapkan agar dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan menuju arah yang lebih baik. Dapat membawa perubahan untuk kampus kebanggaan rakyat aceh serta bertanggung jawab penuh atas jabatan yang telah disandangnya. (Mev,Zla)

PEMIRA Unsyiah, Demi Masa Depan Bersama

PEMIRA Unsyiah, Demi Masa Depan Bersama (Abu/Perspektif)

Kampus memang tak hanya jadi tempat generasi muda menimba ilmu dan membangun karakter. Kampus juga menjadi tempat mahasiswa mengenal dan belajar tentang demokrasi. Idealisme yang lebih tinggi bahkan menegaskan bahwa kampus merupakan arena memupuk jiwa kepemimpinan menyemai calon-calon pemimpin baru masa depan. Namun di masa-masa regenerasi seperti ini biasanya penuh dengan propaganda politik.

Pemilihan Raya Mahasiswa atau yang populer dengan sebutan PEMIRA adalah ajang perhelatan yang digelar setiap tahunnya merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan mahasiswa yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur. PEMIRA ini pula menjadi ajang pertarungan idealisme yang dikemas seperti halnya PEMILU di Indonesia. Lewat PEMIRA, pemimpin mahasiswa dipilih.

Seperti halnya di Universitas Syiah Kuala esok hari tanggal 19 Desember 2017 ajang perhelatan terbesar untuk lingkup mahasiswa diselenggarakan. Besok mahasiswa dari berbagai fakultas yang berada dibawah payung Universitas Syiah Kuala akan menentukan siapa ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan DPM (Depan Perwakilan Mahasiwa) yang layak untuk membawa citra dan eksitensi yang lebih baik setahun mendatang.

Proses pemungutan suara dilakukan dimasing-masing Tempat Pemilihan Suara (TPS) yang tersebar disetiap fakultas. Mahasiswa yang dikategorikan sebagai pemilih dalam Pemira adalah mahasiswa yang terdaftar aktif. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kartu identitas mahasiswa yang masih berlaku.

Kali ini ada 5 calon kandidat Ketua BEM Unsyiah yang akan memperebutkan kursi nomor satu dalam kelembagaan mahasiswa unsyiah. Diantaranya Ikhsan dari FKIP, Sakti Arya Duta dari FKP, M.Rijalul Fakhri dari FKEP, Muhammad Yasir dari FT, dan Agam Rizky dari FP. Namun hal ini sangat disayangkan karena tidak ada calon Ketua BEM Unsyiah yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Sedangkan untuk DPMU sendiri fakultas ekonomi mengusung 5 kandidat diantaranya  Armi Karmila, Agusriadi, Ainal Fadilla S.Y, Rifqi Ubai Sultan, dan Muhammad Zuddi.

Namun ada kegelisahan dibalik semua itu. Terutama untuk keluarga besar mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis. Disaat fakultas lain sedang sibuk melalukan Pemira serentak untuk memilih Ketua BEM Unsyiah, DPM Unsyiah, BEM dan DPM fakultas masing masing.  Komisi Pemilihan Raya (KPR) baru saja membuka pendaftaran dari tanggal 18-20 desember 2017 untuk para calon ketua lembaga eksekutif. Atas keterlambatan tersebut masih menjadi pertanyaan besar. Hal apa yang menjadi dasar bahwa sanya Pemira FEB tidak dilakukan sekaligus.

Terlepas dari hal tersebut Pemira merupakan sebuah wahana bagi mahasiswa khususnya Universitas Syiah Kuala dalam menggunakan hak suaranya untuk memilih siapa yang dianggapnya layak dan pantas untuk membawa nama “Unsyiah” berlayar di lautan lepas. Lantas, Pemira kali ini masih ada yang ingin Golput?. Bukankah peran mahasiswa itu sendiri sebagai Agent of change  yang  diharapkan dapat membawa perubahan. Jangan mau berdiam diri untuk tidak menyuarakan suara demokrasi, karena hari ini merupakan cerminan untuk setahun mendatang.

Golput bukanlah solusi yang tepat. Ayo sama sama menyuarakan hak Demokrasi. Salam Mahasiswa! (KZ)

Mega Hunting 2017, Perspektif Akan Jajal Wilayah Barat Aceh

Foto Bersama Perwakilan ORMAWA setelah Pelepasan Mega Hunting 2017 (Indah/Perspektif)

Darussalam – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Perspektif kembali melaksanakan Mega Hunting untuk ke-tiga kalinya. Kali ini Perspektif akan menargetkan Lamno dan CRU Sampoiniet sebagai tujuan acara. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 1-3 Desember 2017.

Acara pelepasan siang tadi (30/11) dihadiri oleh Peserta Mega Hunting, Perwakilan Organisasi Mahasiswa dan Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Murkhana SE,MBA.

Dalam laporan ketua panitia Mega Hunting 2017, Mifta Septia Ningsih menjelaskan bahwa kegiatan Mega hunting  ini merupakan ajang untuk mengembangkan bakat  untuk anggota LPM Perspektif. Pengembangan bakat ini mencakup 3 aspek yaitu Videografi, Photografi, dan Jurnalis.

“Tujuan utama kami dalam acara ini adalah untuk mengeksplorasi kekayaan budaya dan sejarah di Aceh Jaya” Jelas Mifta.

Murkhana mengaku kegiatan Mega Hunting ini sangat didukung oleh pihak dekanan Fakultas Ekonomi dan Bisnis

“Kegiatan ini bagus untuk anggota baru untuk mendalamkan jiwa jurnalistik agar kreativitas dari jurnalistik bisa mengarumkan nama mahasiswa/i unsyiah.” Tutupnya. (Rza)

Hidupkan Semangat Literasi Lewat Islamic Book Fair

 

LDF Al Mizan Ajak Mahasiswa Gemar Membaca dan Menulis (Sulthanah/Perspektif)

Darussalam – Lembaga Dakwah Kampus Al Mizan kembali mengadakan event tahunan. Islamic Book Fair (IBF) diadakan untuk pertama kalinya menggantikan Mizan Fair yang dulunya sempat vakum selama tiga tahun. Acara ini berlangsung pada 27-30 November 2017.

Islamic Book Fair menghadirkan tema ‘Exploring Islamic Knowledge’. Dengan tema tersebut, ketua panitia Islamic Book Fair (IBF), Gaza Farhan menjelaskan bahwa target acara ini adalah membangkitkan semangat membaca & menulis.

“Kami berharap generasi Aceh saat ini kembali menggemari buku dan menulis” Ucap Gaza.

Islamic Book Fair (IBF) akan dilaksanakan selama tiga hari dengan berbagai rangkaian acara yang menarik, seperti Bedah buku nasional bersama Zaky Ahmad Rival (Penulis Buku Islam Gak Liberal), seminar ‘Ketika Islam Memuliakan Wanita’

Selain itu, juga diadakan beberapa lomba seperti Ranking 1 dan Hijab Competition. Pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai stand kuliner yang terdapat di sisi kanan aula Fakultas Ekonomi.

Meskipun peminat Islamic Book Fair tidak banyak seperti acara lainnya, panitia IBF sendiri tetap semangat dan mengambil sisi positifnya. “Sangat wajar jika acara yang belum marketable memiliki sedikit peminat. Selain itu, konsep acara yang berat juga menjadi salah satu faktor kurangnya peminat IBF.” Jelas Gaza (Sth)

UKM-S Putroe Phang Rayakan Milad ke 22 Tahun

Artcoholic 9 dihiasi oleh berbagai penampilan seni oleh UKM-S Putroe Phang (Ayu/Perspektif)

Banda Aceh – UKM-S Putroe Phang Rayakan Milad-nya yang ke 22 tahun dengan mengadakan acara Pentas Seni yang dikemas dalam Artcoholic Exhibition 9 dengan mengangkat tema “Saboh Grak Keu Saboh Hase”. Acara ini merupakan acara tahunann dan diadakan untuk ke-9 kalinya yang bertempat di Taman Budaya pada 18 November 2017.

Dikutip dari ketua panitia Artcoholic Exhibition 9, Maulana, “Maksud dari ‘Saboh Grak Keu Saboh Hase’ ini adalah Persatuan. Jadi semua yang kami lakukan ini adalah untuk mencapai tujuan bersama, seperti dalam acara Artcoholic Exhibition 9 tahun ini, kami menampilkan karya-karya kami dan semua unsur didalamnya adalah persatuannya semua anggota UKM-S Putroe Phang” pungkasnya.

Ia berharap, kegiatan ini bisa mengenalkan kesenian UKM-S Putroe Phang kepada masyarakat  Aceh dan melestarikan tarian Aceh yang dikemas oleh UKM-S Putroe Phang.

Pentas Artcoholic dihiasi oleh berbagai penampilan, diantaranya Tari Gigeh, Givart Band, Tarian Kreasi Kolaborasi, dan Tarian Meusaraya.

Tarian Kreasi Kolaborasi & Tarian Meuseuraya menjadi daya tarik tersendiri dalam ajang ini. Tarian ini merupakan gabungan tiga Tarian Putroe Phang, yaitu Tarian Rampoeh, Meusaho dan Bungong. Ketiga tarian tersebut menyimpulkan ciri khas tarian UKM-S Putroe Phang.

Sedangkan Tarian Meuseraya dilakukan massal atau lebih dari 20 orang dan bekerja sama dengan Colour Guard Unsyiah. Maksud dari tarian ini adalah pesta rakyat, pesta persatuan dan pesta bersenang-senangnya masyarakat di Aceh dulu.

Maulana selaku Ketua Panitia Artcoholic Exhibition 9 berharap generasi selanjutnya dapat melestarikan tarian kesenian yang ada di Aceh. “Intinya mengembangkannya sesuai unsur kebudayaan asli Aceh dan tetap dalam Syariat Islam” tutupnya. (Ayu)

DPM FEB Unsyiah Kembali Adakan Latihan Kepemimpinan

Murkhana SE., MBA. Membuka Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa (LKMM) 2017 di Rindam Mata Ie (Jauhar/Perspektif)

Darussalam-Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis kembali mengadakan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Mahasiswa (LKMM). Acara yang telah diadakan ke-8 kalinya ini mengangkat tema “Restropeksi Pergerakan Mahasiswa Menuju Kampus Ekonomi yang Masyhur dan Mondial” bertempat di Rindam Mata Ie pada 17-19 November 2017.

LKMM merupakan suatu pelatihan yang bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan manajemen untuk mengelola suatu organisasi kemahasiswaan yang bertujuan untuk menciptakan pemimpin yang baik di masa depan yang diikuti oleh calon pengurus ORMAWA di lingkungan kampus Ekonomi.

Dikutip dari ketua paniia LKMM, Reza Zulfianda, setiap tema acara  yang diambil dari tahun ke tahun sesuai fakta keadaan mahasiswa disaat itu. Ia berharap, acara ini dapat membentuk karakter-karakter yang bermoral.

Jumlah peserta dalam kegiatan LKMM tahun ini mencapai 47 mahasiswa yang merupakan delegasi dari Himpunan dan UKM  yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Acara dibuka oleh Wakil Dekan III FEB, Murkhana SE, MBA pada tanggal 17 November dini hari. Ia menyampaikan bahwa pentingnya pergerakan mahasiswa dalam meningkatkan kualitas sebuah organisasi

Reza selaku Ketua Panitia LKMM berharap generasi pemimpin selanjutnya bisa menciptakan karakter-karakter yang baru dan bisa menjadi panutan bagi rakyat atau anggota nya (Lul)