HMM dan HIMAKA Pastikan Siap Tempur di PISTON CUP 2018

Piston Cup 2018 (Perspektif)

Darussalam – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) dan Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA)  kembali menjadi peserta pada Turnamen PISTON CUP yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik (FT) Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH). Turnamen  yang sudah berlangsung sejak 3 maret – 26 april 2018 diselenggarakan di Lapangan Gelanggang Unsyiah dengan mengusung tema “Sportivity, Energy, dan Solidarity”.

Pada PISTON CUP sebelumnya, HMM dan HIMAKA juga turut ikut serta sebagai peserta. Namun belum mendapatkan hasil yang diharapkan. Untuk HMM sendiri hanya mampu memasuki 16 besar dan jatuh saat melawan Alumni Fakultas Teknik (FT).

“Untuk persiapan, kami sudah melakukan beberapa kali latihan, semakin hari kualitasnya semakin meningkat,” ujar M. Zaiyad Risqullah yang merupakan salah satu pemain dari HMM.

Sejauh ini persiapan yang dilakukan oleh kedua tim berjalan lancar. Kendalanya hanya tergantung pada kurangnya fasilitas dan arena seperti lapangan. Biasanya latihan dilakukan dengan cara uji coba lawan yang ada lapangannya.

Fais Affandy yang merupakan kiper HMM dan tim  menyatakan bahwa PISTON CUP adalah Turnamen bergengsi yang mengundang seluruh himpunan yang ada dalam lingkungan universitas. Dengan mengikuti PISTON CUP kali ini, besar harapan dari pemain ingin mengenalkan PISTON CUP kepada generasi seterusnya. Selain itu, mereka juga ingin membuktikan bahwa tim sepak bola himpunan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) juga merupakan tim yang kuat.

“Targetnya ya final dan juara. Harus final HMM dan HIMAKA, karena kami ingin mengharumkan nama Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Walaupun membawa nama Himpunan, kami tetap Ekonomi,” papar keduanya.

Fais dan Zaiyad juga mengharapkan untuk PISTON CUP tahun depan agar mengundang fakultas bukan hanya himpunan karena itu lebih baik dan efektif.

“Untuk kawan-kawan ekonomi, dukung kami HMM dan HIMAKA dalam pertandingan PISTON CUP. Semoga kami dapat memberikan hasil yang baik untuk Jurusan dan Ekonomi sendiri,” tutup keduanya.

HIMAKA Pesta Gol

Dalam pertandingan pertama yang berlangsung Rabu (7/3) sore, HIMAKA berhasil mencatatkan hasil yang cukup baik dalam laga pertamanya di ajang Piston Cup dengan menumbangkan Teknik Mesin ’12 dengan skor telak 6-0.

Tim HIMAKA yang diperkuat Kiki dkk berhasil membuka pundi gol di menit 11 melalui umpan terobosan yang diselesaikan oleh Raja melalui penetrasi sisi kiri lapangan. Tak berselang lama, Alfi dan Dedek berhasil mencatatkan nama di papan skor untuk keunggulan HIMAKA. Skor 3-0 untuk HIMAKA bertahan hingga turun minum.

Tim HIMAKA yang sudah unggul tiga angka, mulai menurunkan tempo pertandingan dengan memasukkan beberapa pemain cadangan.

Tanpa perlawanan yang begitu kuat dari kesebelasan Teknik Mesin ’12, Dedek berhasil mencatatkan hattrick pertamanya untuk HIMAKA. Skor unggul 6-0 untuk HIMAKA bertahan hingga peluit akhir pertandingan. Terdengar sorak kegembiraan dari supporter Mahasiswa Akuntansi yang hadir merayakan kemenangan besar untuk kesebelasan Akuntansi (Sul/Jr)

Pererat Kebersamaan, HIMAKA adakan Acara Halal Bi Halal

Himaka adakan Halal bihalal (fariza/Perspektif)

Banda Aceh– Minggu (04/03) Himpunan Mahasiswa Akuntansi atau lebih akrabnya dengan sebutan HIMAKA kembali mengadakan acara Halal Bi Halal periode 2018. Halal Bi Halal merupakan acara tahunan yang diselenggarakan setelah periode kepengurusan baru dengan mengusung tema “Langkah Ngoen Ikhlas Tameusyedara Hana Gareh”. Acara yang berlangsung di pantai Tebing Lampuuk dibuka langsung oleh Ketua Umum Himaka 2018, Alfi Syahrin pada pukul 09.00 WIB. Kali ini Halal Bi Halal juga dihadiri oleh ketua HIMAKA periode sebelumnya.

Acara ini diwarnai dan diisi dengan penyelenggaraan game-game yang bersifat kebersamaan, seperti: Tarik tambang dan pancing botol. Maksud dari game tersebut ialah untuk menumbuhkan kekompakan dan kebersamaan antar anggota dalam tim. Tidak hanya game, acara ini  juga diselingi dengan obralan santai atau OBRAS dan  pertunjukan Akustik.

“Sesuai dengan temanya diatas dalam Bahasa Aceh acara ini bertujuan untuk mempererat silaturrahmi keluarga besar Akuntansi. Tidak hanya dari Sarjana tetapi juga Diploma,”  papar Qasmal Maulana selaku Ketua Panitia dalam kata sambutannya.

Selain itu dalam acara tersebut juga menginformasikan tentang acara dan kegiatan yang akan dilakukan oleh HIMAKA setahun kedepan dan pastinya sangat diharapkan kepada seluruh anggota dapat berpartisipasi. Acara Halal Bi halal berlangsung kurang lebih hingga pukul 16.00 WIB yang ditutup dengan pelepasan balon helium dan foto bersama. (Jun)

Persatuan Jurnalis Kampus di Banda Aceh Adakan Workshop

Pembukaan workshop yang diselenggarakan oleh Persatuan Jurnalis Kampus (Sulthanah/Perspektif)

Banda Aceh – Maraknya konten hoax di media sosial maupun media online mengundang keprihatinan banyak pihak, termasuk dari kalangan Lembaga Pers Kampus dan Mahasiswa. Berangkat dari keprihatinan itu, Persatuan Jurnalis Kampus (PJK) Banda Aceh menggelar Workshop di Aula Pascasarjana Universitas Muhammadiyah (15/2) dengan mengusung tema “Peran Pers Kampus dan Mahasiswa dalam Menghadapi Hoax”. Acara ini diselenggarakan atas kerjasama dari Humas Aceh dan beberapa Lembaga Pers Mahasiswa diantaranya LPM Perspektif FEB UNSYIAH, LPM Lensa UNMUHA, UKPM Sumberpost UIN AR-RANIRY, dan UKM Pers Detak Unsyiah.

Ghifari Hafmar selaku ketua pelaksana menambahkan “Bahwa hoax tidak lagi jadi isu di daerah tapi sudah menjadi isu nasional. Hoax dibuat oleh orang pintar yang jahat dan yang menerima ialah orang baik yang bodoh, sehingga kita semua harus memberantasnya.”

Acara ini juga turut mengundang beberapa narasumber diantaranya Kurniawan S. SH., LL.M yang merupakan Dosen Fakultas Hukum Tata Negara Unsyiah, Sulaiman selaku Kabid Pengelola Informasi dan Dokumentasi dan juga Maimun Shaleh selaku Wartawan Senior.

“Hoax, ia menipu sesuatu seolah-olah sesuatu itu ada. Dalam perkembangannya hoax lebih banyak digunakan dalam aspek politisi, dimana banyak digunakan untuk menyerang atau menimbulkan luka dipihak tertentu. Jadi tujuan hoax itu sebagai alat propaganda atau alat pencitraan diri untuk menciptakan sesuatu yang tidak sebenarnya ada,” jelas Kurniawan S, SH., LL.M  kamis (15/2).

“Jika dilihat dari kacamata islam kita dapat melihat bahwa hoax selalu berisi tentang hal yang bersifat menyebarkan kebencian. Dalam surah Al-Hujurat ayat 6 yang maknanya jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. Hoax ini musibah nasional yang apabila tidak diberantas akan menimbulkan masalah yang besar,” sambung Kurniawan.

Sedangkan menurut Maimun Shaleh mencegah hoax adalah salah satu cara menyelamatkan bangsa. “cara mengenali hoax dengan mudah ialah yang pertama lihat judul berita yang sudah pasti bombastis dan akhir berita pasti tertulis sebarkan atau viralkan, kurang lebih seperti itu. Kepalanya bikin panas dan di kakinya minta dipanaskan lagi. Itulah hoax,” pungkasnya.

Lebih lanjut, Sulaiman Kabid Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Polda Aceh ikut menambahkan perihal hoax yang semakin membesar di masyarakat. “Pihak Polda Aceh telah mendapati beberapa kasus hoax yang beredar dan berhasil menyelesaikannya. Jadi tugas polisi adalah bagaimana kami dapat menangkis berita yang masuk ke media sosial yang ada, baik Internet, Youtube, WA, Instagram, Twitter, dan Facebook, kami setiap saat melakukan patroli untuk menjaga supaya Aceh ini aman. Maka disinilah kita harus berpikir kedepan bagaimana agar hoax ini tidak terjadi lagi, dengan kerja keras dari mahasiswa dan pihak-pihak lain,” tegasnya.

Acara yang dipandu oleh moderator Adi Warsidi, selaku ketua AJI Banda Aceh berlanjut dengan diskusi tanya jawab yang berlangsung selama 20 menit dan diakhiri dengan penandatanganan deklarasi bersama melawan hoax dari seluruh peserta yang hadir. (Mev)

AGOESTOES 2018 Jajaki 8 Kabupaten se-Aceh.

AGOESTOES 2018 jajaki delapan Kabupaten atau Kota se-Aceh.

Darussalam-HIMAKA (Himpunan Mahasiswa Akuntansi) kembali mengadakan sosialisasi atau lebih terkenal dengan sebutan AGOESTOES (Accounting Goes To School) yang merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap tahun sebelum penerimaan mahasiswa baru. AGOESTOES bertujuan untuk mensosialisasikan atau mempromosikan jurusan Akuntansi yang merupakan salah satu program studi dibawah naungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.

Ditahun 2018 acara ini mengusung tema The Brilliant Future Generation of Accounting yang mengandung makna serta harapan “agar generasi kedepan yang hendak memilih jurusan akuntansi dapat mendalami ilmunya secara matang sehingga mampu mengaplikasikannya secara mantap. Karena Bidang Akuntansi masih sangat dibutuhkan dan laku didunia kerja mengingat sekarang merupakan zamannya perdagangan bebas atau MEA.” sebut Fajar selaku ketua panitia agoestoes 2018

Dalam sosialisasinya panitia agoestoes akan memberikan pemaparan materi kepada para pelajar kelas XII SMA/MAN mengenai Program studi Akuntansi seperti S1 Akuntansi, S2 Akuntansi, IAP (Internasional Accounting Program) dan juga tak lupa program diploma yang berada dibawah program studi akuntansi seperti D3 Akuntansi dan D3 Perpajakan. Tak hanya menyampaikan informasi mengenai program tersebut, namun nantinya panitia agoestoes juga akan menjelaskan mengenai Himpunan Mahasiswa Akuntansi beserta kegiatan yang ada didalamnya.

Bagi siswa/i yang nantinya dapat menjawab pertanyaan maupun bertanya saat sosialisasi berlangsung akan diberi merchandise atau hadiah berupa stiker AGOESTOES. Guna menunjang kelancaran acara panitia agoestoes juga akan menyebar brosur dan selebaran agar materi yang diberikan dapat dengan mudah dipahami.

Acara yang dilaksanakan mulai tanggal 17 Januari s.d 06 Februari 2018 ini akan diselenggarakan dibeberapa kabupaten dan kota Se-Aceh. Diantaranya Banda Aceh, Aceh besar, Sigli, Lhoksemawe, Aceh timur, Langsa, Aceh selatan, dan Aceh barat daya. Hanya 8 (delapan) sekolah disetiap kabupaten atau kota yang beruntung serta mendapatkan kesempatan didatangi oleh Himaka.

Apakah sekolahmu termasuk salah satu diantaranya? (Wal)

Hari ini, Road to Aceh Clothing Festival 2018 Dibuka!

Hari ini, Road to Aceh Clothing Festival 2018 dibuka! (Ist)

Banda Aceh – Di penghujung tahun 2017, dengan semangat kolektif komunitas Aceh Clothing Familia kembali mengadakan event tahunan nya road to Aceh clothing fest 2018 dengan tema “bergaya kita total, belanja kita lokal”. Event yang sudah 5 tahun berturut-turut dilaksanakan ini akan dibuka dengan “Operasi Jual Beli”, sebuah table top meeting dengan konsep santai ala anak muda.

Mengumpulkan para pelaku usaha di bidang industri kreatif untuk berkenalan dan saling mempromosikan jasa dan produknya. Acara ini akan diikuti 30 pelaku industri yang kesemuanya adalah anak muda Aceh yang bergerak di bidang kreatif seperti clothing line, content creator, seniman kontemporer, jasa cetak & sablon, crafter, social media influencer, foto dan videografer.

Rahmat Maggot, Ketua Pelaksana berharap kegiatan ini bisa menguatkan kemitraan para pengusaha kreatif muda di Aceh, agar bisa saling mendukung untuk maju bersama-sama, ikut menggerakkan roda ekonomi Aceh. “Mungkin kontribusinya tidak besar, tapi setidaknya kita bergerak”, ungkap rahmat.

Kegiatan yang akan berlangsung tanggal 29 dan 30 Desember di Tennis Indoor Jasdam IM Neusu, Banda Aceh ini juga akan diisi dengan berbagai workshop kreatif, market place berisi produk clothing line, pop up store dan street food. Dimeriahkan oleh penampilan band dan musisi muda lokal, Road to Aceh Clothing Festival juga menghadirkan Jason Ranti, musisi muda yang digadang-gadang penerus Iwan Fals lewat karya-karyanya yang mengusung kepedulian terhadap isu sosial.

Sebagai penutup acara, panitia yang terdiri dari kawan kolektif yaitu komunitas seni Akar Imaji, Arakate Records, Jasdam Iskandar Muda, Amel Production, OZ Radio Banda Aceh dan EXO Production juga akan menghadirkan musisi indie kenamaan Indonesia, Endah & Rhesa. (Mia)

Dr. rer. nat. Ilham Maulana: Adab Mengukir Peradaban

Dr. rer. nat. Ilham Maulana: Adab Mengukir Peradaban (Sulthanah/Perspektif)

Darussalam – WAMI (Warna Kampus Islami) 2017 kembali diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Kampus (LDK) Fosma Unsyiah sebagai acara tahunannya. Untuk tahun ini WAMI mengusung tema “Sahabat Islam Masa Kini” yang akan berlangsung pada tanggal 22 – 25 Desember 2017.

“Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk syiar islam. Memberikan pemahaman tentang teknologi yang telah di jelaskan lebih lanjut didalam al-quran. Namun sayangnya, mahasiswa masih kurang berminat untuk mempelajarinya” Ungkap Wahyu Maulana selaku Ketua Panitia WAMI.

Acara ini dibuka di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis pada pukul 08.00 WIB. Setelah pembukaan acara dilanjutkan dengan Seminar Teknologi yang turut mengundang Dr. rer. nat Ilham Maulana, S.Si selaku Wakil Dekan III Fakultas MIPA Unsyiah dan Prof. Dr. Ir. Syamsul Rizal M. Eng yang juga merupakan Rektor Unsyiah. Seminar ini  mengusung tema “Membangun Peradaban Islam melalui Sains dan Teknologi”.

Dalam isi materinya Ilham Maulana menyampaikan mengenai Ekonomi Sains Modern dan Kaitannya dengan Perkembangan Teknologi,  dan juga mengenai peradaban Al Quran dan Islam masa kini. “Adab mengukir peradaban.” Begitu tuturnya.

Selain seminar sains dan teknologi, WAMI juga mengadakan Seminar Annisa untuk wanita dan Futsal Cup khusus untuk laki-laki. Hal ini bertujuan untuk menjalin ukhuwah antar seluruh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Lembaga Dakwah Fakultas (LDF) Unsyiah.

Akan tetapi ada yang berbeda dari segi rangkaian acara WAMI dari tahun ini. “Pada tahun lalu banyak diadakannya perlombaan namun berfokus pada anak-anak. Sedangkan tahun ini hanya berfokus pada mahasiswa. Itu yang menjadi perbedaan untuk WAMI tahun ini” Sambungnnya. (Sul,Mev,Frz)

Rais Daftarkan Diri di Detik Terakhir Pencalonan 

 

 

Rais Daftarkan Diri di Detik Terakhir Pencalonan (Adina Felyanda/Perspektif)

Darussalam- Setelah berakhirnya pesta demokrasi yang diselenggarakan dua hari yang lalu, kini waktunya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah menentukan siapa yang lebih pantas untuk menjadi pemimpin mahasiswa setahun mendatang. Hingga saat ini pembicaraan mengenai penerus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Unsyiah tahun 2018 masih sangat hangat diperbincangkan oleh kalangan mahasiswa ekonomi.

Sore tadi salah satu kandidat ketua BEM FEB Unsyiah, Rais Mukhayar telah menyerahkan berkas kepada DPM didampingi oleh beberapa ketua lembaga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). “Untuk Visi dan Misi yang lebih konkritnya masih dibicarakan. Namun dari saya pribadi, saya  ingin mewujudkan BEM yang dapat mendengar aspirasi mahasiswa yakni responsif, aktif, inovatif, demokratif, dan solutif.” Ujarnya ketika ditanyai tentang visi dan misi menjadi ketua BEM FEB Unsyiah.

Saat ditemui selain mengungkapkan visi dan misinya Rais juga mengungkapkan bahwa ketika nantinya terpilih menjadi ketua BEM FEB ia akan mencoba untuk membangun Fakultas Ekonomi menjadi kampus yang digemari dan dikenal seperti dahulu. Mengembalikan suasana ramai yang menjadi ciri khas kampus kuning. Salah satu strategi untuk mencapainya ialah dengan meningkatkan kreatifitas dan motivasi agar mahasiswa ekonomi kembali aktif dalam berorganisasi.

“Saya rasa tidak ada yang perlu diperbaiki dari BEM tahun lalu, dari tahun ke tahun baik.” Ujar Rais tentang Kepengurusan BEM tahun lalu. “Namun tentu saja, setiap tahunnya kita akan mencoba menjadi lebih baik lagi.” Sambungnya.

Namun untuk saat ini belum adanya tanda-tanda kandidat lain yang akan menyerahkan berkas. Atas tidak adanya calon kandidat lain patut dipertanyakan dan juga pastinya menjadi pertanyaan besar dikalangan mahasiswa ekonomi.

Apakah untuk kesekian kalinya Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB akan melalui jalur aklamasi lagi atau tidak?. (Sul)

HIMAKA Runner Up di Copa Pertanian 2017

HIMAKA Runner Up di Copa Pertanian 2017 (Ist.)

Darussalam – Tim Futsal Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) kembali menorehkan prestasi terbaiknya dalam ajang Copa Pertanian yang diselenggarakan di GOR KONI Banda Aceh (20/12). Tampil dengan line up terbaiknya, langkah HIMAKA terhenti di babak Final setelah kalah tipis saat melawan BEM Fakultas Teknik dengan skor 3-4.

Laga panas yang tersaji dalam ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP) Unsyiah. Kompetisi futsal bergengsi ini memperebutkan piala Copa Pertanian dan diikuti oleh beberapa tim futsal terbaik di Sumatera.

Pertandingan final yang mempertemukan tim HIMAKA dan BEM FT ini berlangsung seru. Pasalnya, kedua tim merupakan tim unggulan dalam turnamen ini. HIMAKA dengan skuat terbaiknya menurunkan Kiki cs tampil menyerang sejak awal pertandingan.

Kekuatan tim HIMAKA terbukti dengan sepakan keras Romy yang berhasil menembus dinding pertahanan BEM FT yang diperkuat oleh Naufal cs di akhir babak pertama. Akhirnya HIMAKA mengunci kemenangan di setengah pertandingan, skor bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, BEM FT mulai merubah strategi permainan. Akhirnya tim Naufal cs berhasil membalikkan keadaan dengan dua gol yang memanfaatkan kelemahan pertahanan tim HIMAKA. Skor menjadi 1-2 untuk kemenangan Aneuk Teknik.

HIMAKA sempat mengejar ketertinggalan dengan mencoba strategi counter attack, akhirnya dengan perpaduan skema permainan yang apik, sepakan Dedek berhasil menyamakan skor menjadi 2-2. Supporter dari kedua belah pihak pun lebih menggencarkan dukungannya dengan menyanyikan lagu mars fakultas masing-masing.

Setelah time out, Naufal cs akhirnya memperbesar skor untuk tim BEM FT dengan 2 gol indah hasil kerjasamanya dengan memanfaatkan umpan terobosan ke arah pertahanan HIMAKA. Teknik kembali unggul 2-4.

Di akhir babak kedua, tim Kiki cs berhasil memperkecil ketertinggalan dengan kembali merobek jaring tim BEM FT. Skor 3-4 berakhir hingga wasit meniup peluit panjang akhir permainan.

Dengan kesuksesan ini, tim HIMAKA pun melengkapi koleksi total 8 piala yang diraih sepanjang tahun 2017. Kiki cs pun berhak untuk membawa pulang medali perak dan uang hadiah runner up. (Jr)

Yasir Menang Telak di PEMIRA FEB

Yasir Menang Telak di PEMIRA FEB (Nella/Perspektif)

Darusalam- Pesta demokrasi merupakan ajang tahunan mahasiswa yang dilaksanakan untuk memilih pemimpin mahasiswa se-Unsyiah. Pemira berhasil dilaksanakan kemarin (19/12) berjalan lancar dan disambut antusiasme yang tinggi dari mahasiswa di seluruh Fakultas yang ada di Unsyiah.

Di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, PEMIRA dilaksanakan di Aula dan berlangsung kondusif. Antusiasme PEMIRA tahun ini sangat terasa jika dilihat dari bertambahnya jumlah pemilih. Walaupun peningkatan jumlah pemilih hanya 42 suara dari tahun sebelumnya. Akan tetapi atas peningkatan tersebut begitu direspon positif oleh beberapa pihak. Mereka beranggapan bahwa ini merupakan suatu cambukan agar kedepannya dari pihak Komisi Pemilihan Raya (KPR) dapat lebih mampu secara bertahap menghilangkan sifat apatis mahasiswa dalam memilih pemimpin untuk tingkat universitas.

Tercatat dari hasil pungutan suara terdapat 1.158 pemilih yang memasukkan suara. Sebanyak 1.124 suara yang dinyatakan sah dan 34 suara rusak.

Untuk Pemilihan Ketua BEM Unsyiah, kandidat nomor urut 4, Muhammad Yasir (FT) berhasil memenangkan suara di Fakultas Ekonomi dengan perolehan 600 Suara, mengalahkan 4 pesaing lainnya. Posisi kedua diikuti oleh kandidat nomor urut 5, Agam Rizky dengan perolehan 313 suara dan kandidat nomor urut 2 Sakti Arya Duta menduduki posisi ketiga dengan perolehan suara sebanyak 129.  Sedangkan untuk posisi selanjutnya diikuti oleh kandidat nomor urut 1 Ikhsan memperoleh 61 suara dan diposisi terakhir diraih oleh kandidat nomor urut 3, M. Rijalul Fakhri yang hanya memperoleh 21 suara.

Untuk saat ini Muhammad Yasir masih unggul dengan persentase 41,41% dan juga berhasil memenangkan suara di 4 Fakultas di Unsyiah, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pengetahuan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Teknik dan  Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (www.detak-unsyiah.com).

“Memang PEMIRA tahun ini memiliki aura saing yang sangat berat dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Selain karena faktor kuantitas calon, namun juga karena kualitas atau prestasi yang dimiliki oleh setiap calon semuanya memenuhi kriteria sebagai pemimpin. Hal ini menimbulkan dilema bagi beberapa mahasiswa untuk menentukan pilihan.”Begitulah pernyataan dari salah satu mahasiswa FEB Unsyiah ketika ditanyai pendapat tentang PEMIRA tahun ini.

“Dan selamat kepada Muhammad Yasir yang telah mendapatkan kepercayaan untuk memegang kendali BEM Unsyiah periode 2017-2018” lanjutnya. (Sul,La,Din)

PEMIRA di FEB Berlangsung Kondusif

PEMIRA di FEB Berlangsung Kondusif (Ghrina Zikran/Perspektif)

Darussalam- Masih dalam suasana demokrasi selasa 19 Desember 2017 Komisi Pemilihan Raya (KPR) Unsyiah serentak mengadakan pemilihan ketua BEM dan DPM untuk tingkat universitas. Ajang perhelatan demokrasi terbesar untuk tingkat mahasiswa ini dilakukan di 12 Fakultas diantaranya.  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam keluarga besar kampus kuning begitu antusias menyalurkan hak suaranya dalam Pemira ditahun 2017.

Teruntuk fakultas ekonomi sendiri pemira berlangsung sejak pukul 09.00 sampai 15.00 WIB. “Sepanjang ini, pemira di FEB Unsyiah berjalan lancar dengan pengawasan dari pihak KPPS. Walaupun ada sedikit kendala mengenai saksi yang terlambat dan beberapa miskomunikasi antara panitia KPR dan WD III mengenai jam dimulainya kembali pemira usai ishoma.”  Ujar yohanes selaku ketua KPPS FEB

Pemira dilaksanakan di aula FEB dan difasilitasi tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dimana di setiap TPS dibagi kedalam beberapa program studi. TPS 1 untuk mahasiswa program studi S1 Akuntansi dan S1 Ekonomi Pembangunan, TPS 2 untuk mahasiswa program studi S1 Manajemen, S1 Ekonomi Islam, dan D3 manajemen pemasaran, sedangkan TPS 3 untuk program studi D3 perbankan, D3 perpajakan, D3 kesekretariatan, dan D3 akuntansi. Hal tersebut diyakini oleh panitia dapat mendukung kestabilan selama acara berlangsung dan membantu mahasiswa agar tidak kebingungan ketika hendak melakukan pemilihan.

Terlepas dari serangkaian kegiatan pemira ada terbesit secercah kekecewaan dimana kurangnya keikut sertaan dan antusiasme mahasiswa Ekonomi. Hal ini dibuktikan dengan mahasiswa yang ikut andil mayoritasnya berasal dari mahasiswa tahun 2017 sedangkan dari mahasiswa letting diatas 2017 kurang berpastisipasi dalam permira kali ini. Padahal sebagaimana kita ketahui baik tidaknya hasil setahun mendatang dimulai pada hari ini.

Diakhir pertemuan yohanes menambahkan untuk kedepannya semua panitia yang bertugas menjalankan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab dan menghindari adanya masalah miskomunikasi agar pemira selanjutnya dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Siapapun yang nantinya akan terpilih dan menyandang gelar sebagai pemimpin mahasiswa diharapkan agar dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan menuju arah yang lebih baik. Dapat membawa perubahan untuk kampus kebanggaan rakyat aceh serta bertanggung jawab penuh atas jabatan yang telah disandangnya. (Mev,Zla)