Menuju Glee Sijuk, Angkatan Muda Metalik Siap Ikuti Pendidikan Lanjutan

Angkatan Muda Metalik Siap Ikuti Pendidikan Lanjutan (Foto: oja/Perspektif)

Darussalam – Jumat (16/3) UKM PA-LH Metalik (Mahasiswa Ekonomi Pecinta Alam dan Lingkungan) menggelar acara pelepasan bagi anggota yang akan menjalankan pendidikan lanjutan (DIKJUT). Kegiatan ini merupakan program rutin tahunan yang diikuti oleh angkatan muda Metalik, dan untuk kali ini mereka akan menuju Glee sijuk di Desa Jantho Baroe, Aceh Besar mulai tanggal 16 hingga 26 Maret 2018. Peserta yang mengikuti kegiatan ini berjumlah 8 orang, 4 diantara perempuan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengasah skill dan kemampuan dari angkatan muda Metalik.

Sejauh ini, persiapan yang dilakukan oleh tim tidak mengalami kendala dan berjalan dengan lancar. Sebelum pendidikan lanjut diadakan, pihak panitia melakukan latihan fisik untuk para peserta. Selama berlangsungnya kegiatan ini, angkatan muda Metalik akan belajar navigasi, bertahan hidup di alam bebas, manajemen perjalanan, manajemen logistik, dan juga mempelajari P3K.

“Persiapan untuk kegiatan ini dilakukan selama 2 bulan dari pertengahan bulan Februari sampai dengan pertengahan bulan Maret dan dirancang dengan sangat matang yang akan selesai pada bulan April setelah tim dari lapangan turun kembali,” ujar maulana selaku ketua panitia.

Kegiatan ini tak hanya sekedar menjadi program tahunan untuk angkatan muda metalik, tetapi juga  memberi pengaruh terhadap  Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Hal ini dikarenakan pendidikan lanjutan Metalik memiliki nilai positif yang memberi efek bahwa Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis mampu melestarikan alam sekitar tak hanya di lingkungan fakultas saja tetapi juga menelusuri daerah-daerah yang ada di Aceh.

“Harapan untuk Kegiatan ini semoga dapat berjalan dengan lancar dan pendakian selama disana dapat dilaksanakan dengan mudah. Semoga para peserta yang mengikuti kegiatan ini sampai pada tujuan dengan selamat dan pulang kembali dalam keadaan sehat,” tutupnya  (RJ)

ASENeT 2018 : Berangkat dari Ekonomi Kreatif

ASENeT 2018 : Berangkat dari Ekonomi Kreatif (Foto: Susilo/Perspektif)

Darussalam – Asean Student Entrepreneurship Network (ASENeT) sukses dihelat di gedung AAC Dayan Dawood (15/3). Acara bertaraf Internasional yang diselenggarakan dua kali tersebut resmi dibuka oleh Dr. Iskandarsyah, S.E., MM. diikuti Rektor Universitas Syiah Kuala, dan Dr. Muhammad Dimyati.

“ASENeT adalah sebuah kegiatan dibidang kewirausahaan yang sudah kita mulai pada 2016 di Universitas Sains Malaysia dan di acara kedua kali ini kita berkesempatan menjadi tuan rumahnya,” ucap Iskandarsyah selaku ketua panitia ASENeT 2018.

Dalam pidato pembukaannya Rektor Universitas Syiah kuala menegaskan bahwa kita harus mendorong Entrepreneur agar menjadi bagian yang mempunyai kontribusi dalam membangun ekonomi. “Ekonomi Kreatif harus menjadi sorotan untuk ASEAN,” tambahnya.

“Pesan pak Jokowi kita harus menjadi pisat pendidikan teknologi dan peradaban di dunia, semua itu berangkat dari ekonomi kreatif”. Sambung Dr. Muhammad Dimyati, perwakilan dari Menristekdikti.

Acara pembukaan konferensi diikuti oleh mahasiswa baik lokal dan Internasional serta beberapa masyarakat lainnya. Di balik kegiatan tersebut, Expo yang telah dibuka terlebih dahulu (14/3) makin terlihat ramai oleh pengunjung. Deretan stan yang diisi oleh berbagai Universitas dan instansi seperti Inkubator, Universitas Sains Malaysia, Universitas Andalas, SOS children Village, BQ Darul Mizan, Universitas Negeri Riau, Universitas Teuku Umar, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret, dan lain-lain.

“ASENeT tahun ini sangat meriah, so boleh kenal negara orang di Aceh dan boleh kenal dekat lagi dengan usahawan-usahawan Indonesia. First impression saya, yang menarik yang buat saya kagum ialah dia punya sistem sangat cepat dalam tangani kebutuhan acara,” ucap Siti Nurul Aishah Awang yang merupakan delegasi dari Malaysia.

ASENet kedua tahun ini diharapkan dapat membawa pengaruh positif yang besar bagi semua kalangan dalam berwirausaha. Kini saatnya menjalin relasi dengan teman-teman internasional. (Mev, lo).

Mengintip Persiapan ASENeT 2018

Mengintip Persiapan ASENeT 2018 (foto:Perspektif)

Darussalam – Selasa (13/3) Perluas jaringan, itulah dua kata yang hendak diwujudkan dalam Asean Student Entrepreneurship Network (ASENeT) 2018. ASENeT merupakan suatu acara bertaraf Internasional Se-Asean dimana akan berkumpul para mahasiswa dengan mimpi yang sama untuk berwirausaha. Acara yang akan diselenggarakan pada 14-18 Maret 2018 di Universitas Syiah Kuala itu bertemakan ‘Creative Entrepreneur for Creative Economy’.

“Kenapa se-Asean? Karena kedepannya, tetangga kalian bukan lagi sebelah rumah tapi ASEAN. Perbanyak teman dan jaringan, paling kurang ASEAN. Kita juga mengkomunikasikan dengan perkembangan UMKM. Ini pertemuan kedua, setelah yang pertama di Universitas Sains Malaysia (USM),”. Ucap Dr. Iskandarsyah, S.E, M.M (10/3) selaku ketua panitia ASENeT 2018. ASENeT sendiri bertujuan untuk menciptakan relasi yang lebih luas bertaraf internasional dan juga mengajak mahasiswa serta masyarakat tergerak dalam berwirausaha.

ASENeT akan diisi dengan berbagai macam kegiatan seperti expo, konferensi, dan beberapa workshop.  Untuk expo akan ada booth pameran kuliner, fashion dan lain-lain. Selain itu acara ini juga turut diisi dengan berbagai perlombaan menarik lainnya seperti fotografi, perencanaan bisnis, akustik, stocklab, rangking 1 dan yang paling menarik adalah Mobile Legend (ML). “Jangan hanya melihat gamenya, tapi lihatlah alasan dibaliknya. Kita bermain dengan strategi itu kuncinya. Game ini memiliki potensi besar sebagai sumber devisa pemerintah, bisa menginspirasi mahasiswa maupun masyarakat untuk menciptakan suatu inovasi baru,” pungkasnya.

Dr. Iskandarsyah, S.E, M.M Saat Di Wawancarai Tim Perspektif (Foto:Perspektif)

Sedangkan untuk acara konferensi sendiri hanya akan diadakan satu hari yaitu di tanggal 15 Maret 2018 dengan mendatangkan enam pembicara utama  seperti Menteri Ristekdikti, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Kreatif dan banyak lainnya. International Entrepreneurship Conference ini terbuka untuk umum. “yang berbeda ditahun ini ialah kami lebih banyak mengadakan workshop, dengan beberapa pemateri handal dibidangnya,” tambahnya.

Dalam acara ASENeT juga akan mempersembahkan beberapa penampilan diantaranya tarian Aceh, vocal solo, akustik, dan International Performance. Sejauh ini persiapan yang dilakukan untuk acara ASENet sudah mencapai 80-90 persen. Dengan adanya acara ini semoga lahir ide-ide kreatif dan semangat untuk berwirausaha serta menambah jaringan kita semua. (Mev, sa)

iESA adakan Latihan Kepemimpinan Public Speaking & Keorganisasian

iESA adakan Latihan Kepemimpinan Public Speaking & Keorganisasian (foto; Ghrina/Perspektif)

Darussalam – Minggu (11/03) Islamic Economics Students Asossiation (iESA) mengadakan acara Pelatihan Kepemimpinan Public Speaking & Keorganisasian yang dilaksanakan di balai sidang Fakultas Ekonomi dan Bisnis ( FEB ) Unsyiah. Acara ini mengusung tema “ membentuk kader- kader pemimpin yang memiliki kualitas integrasi tinggi dalam mengemban tanggung jawab” dan diikuti oleh mahasiswa Ekonomi Islam. Tujuan dari acara ini ialah mengenai pelatihan kepemimpinan dalam berorganisasi.

“Tahun ini pelatihan yang diadakan lebih kepada tanggung jawab, karena tanggung jawab ini sudah pudar dikalangan mahasiswa. Oleh karena itu jagalah tanggung jawab yang sudah diberikan, jalankan amanah dengan sebaik- baiknya. Acara ini harus diikuti, karena mengajarkan hal- hal dasar tentang kepemimpinan dan keorganisasian yang susah untuk didapatkan ditempat yang lain,” sebut Muhammad Zuhdi selaku ketua panitia.

Kali ini iESA mengundang Nasrudin Hasan, SH., M.H. yang berasal dari KIP Provinsi Aceh. Nasrudin menjelaskan mengenai pentingnya pemimpin yang baik. Keberanian seorang pemimpin sangat penting dalam memimpin apapun. Baginya,pemimpin yang baik itu seperti Rasulullah SAW. “Ciri-ciri pemimpin yang baik adalah yang beriman, bertaqwa,adil,dan jujur. Itu semua terkandung pada sifat nabi kita yaitu Nabi Muhammad SAW,” paparnya.

Ammar Fuad SE., M.M. selaku mantan ketua BEM 2006 juga diundang sebagai pembicara dalam menyampaikan materi tentang keorganisasian, tanggung jawab, kerjasama dan sebaiganya. Beliau adalah ketua BEM yang sangat berpengalaman khususnya dalam bidang keorganisasian dan juga banyak berkecimpung diorganisasi- organisasi lainnya.

Selain Nasrudin Hasan dan Amar Fuad, acara ini juga dihadiri Haikal Saputra yang juga merupakan ketua umum iESA tahun 2014. Dalam penyampaian materi haikal menceritakan mengenai history iESA, yaitu dari awal terbentuknya iESA hingga sampai saat ini.

“Mengikuti organisasi itu, tidak ada ruginya, banyak sekali manfaat dalam mengikuti organisasi ini kedepannya dan selama di organisasi ambillah nilai- nilai kebaikan kehidupan moral dan etika untuk diterapkan,” pesan haikal.

Acara juga diselingi dengan pemaparan program kerja disetiap bidang- bidang  selama satu periode kedepan. “ jika kita tidak berani mengambil resiko,kita tidak akan berprestasi.maka jangan pernah takut untuk beresiko dan lakukan lah sesuatu yang dapat memberi manfaat kepada orang lain” tutup Abthal Aufar selaku ketua himpunan IESA 2018. (Ghr,la)

Sambut Kepengurusan Baru, HMM Adakan Welcoming Staff 2018

 

Sambut Kepengurusan Baru, HMM Adakan Welcoming Staff 2018 (foto: Fahmi/Perspektif)

Banda Aceh – (11/3) Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) FEB Unsyiah menggelar acara ‘Welcoming Staff 2018’ yang merupakan acara silaturahmi dan penyambutan kepengurusan 2018. Bertempat di Pantai Pulau Kapuk, Lhoknga. Acara ini juga turut dihadiri oleh pengurus HMM tahun 2015, 2016, 2017 dan 2018.

Alam Mufid selaku ketua umum HMM 2018 menjelaskan bahwa acara ini merupakan acara internal kebersamaan dan sebagai wadah silaturahmi bagi para anggota.

“Acara ini tujuan nya ingin mendekat kan setiap anggota agar tidak ada lagi rasa canggung dengan satu dan yang lain, dan membuat semuanya merasa memiliki HMM secara bersama,” ujarnya.

Acara dibuat sedemikian rupa agar tujuan untuk lebih menjadi akrab terjalin sesama anggota HMM. Tak hanya saling sharing acara juga diselingi dengan bakar-bakar ayam dan makan bersama, serta permainan-permainan seru yang ikut mengisi acara tersebut.

Acara Juga Diselingi dengan Berbagai Permainan Yang Seru (foto: Fahmi/Perspektif)

Suasana yang begitu ‘mesra’ turut menarik salah satu peserta untuk memberikan tanggapannya. Anggota baru PSDM HMM mengatakan acaranya terasa begitu asik karena tidak membedakan mana senior dan junior.

“Pengennya sih lebih ramai lagi, karena tidak semua anggota yang ikut dan juga semoga nggak cuma di sini aja solidaritas dan kebersamaan nya ada, tetapi untuk kedepannya juga tetap ada,” tutupnya. (Tuah)

HIMAKA Saweu Gampong, Bentuk Nyata Pengabdian Masyarakat

HIMAKA Saweu Gampong, sebagai Bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (foto:Syawal/Perspektif)

Darussalam – Minggu (11/03) Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) adakan acara perdana yang sebelumnya belum pernah dilaksanakan. HIMAKA Saweu Gampong sebutannya. Acara ini merupakan program kerja terbaru ditahun 2018 dengan mengusung tema “Tapeurenoe aneuk nanggroe nyankeuh beut geutanyo.”

Program ini merupakan program usulan dari M.Fajar ikram yang merupakan kabid sosial HIMAKA. “Kami mengajukan program ini karena sesuai dengan Tridarma perguruan tinggi yang salah satunya adalah pengabdian. Tak hanya terpangku sebatas kampus saja, namun sebagai mahasiswa haruslah mengabdi kepada masyarakat. Menambah kepedulian akan sesama, serta program ini juga mendukung pemerintah untuk mencapai “sustinable devolepment goals” atau yang disebut pembagunan berkelanjutan,” jelasnya.

Acara yang berlangsung di Gp. Lambiheu Siem, Aceh besar ini disambut hangat oleh Geuchik yang juga dulunya merupakan Mahasiswa Ekonomi Unsyiah. Antusias anak anak sangat terpancar dari sikap yang diberikan. Hal ini pula dapat dinilai dari keikut sertaan 25 orang anak laki laki dan tiga orang anak perempuan yang juga ikut memeriahkan acara ini.

Tak hanya pemaparan materi, acara juga diisi dengan menampilkan video tentang ajakan menabung bersama, serta lomba menghias celengan dengan menggunakan Origami yang dapat mengasah keterampilan mereka dalam menghasilkan sebuah karya. Mereka juga diberikan bingkisan serta stiker sebagai kenang kenangan yang merupakan salah satu bentuk apresiasi.

“Alhamdulillah acara HIMAKA saweu gampong di desa lembiheu siem berjalan dengan lancar meskipun ada beberapa kendala yang dapat menjadi pembelajaran kami untuk kegiatan kedepannya, dan saya selaku ketua panitia sangat berterimakasih kepada seluruh panitia dan juga seluruh presidium HIMAKA  yang telah membantu sehingga acara ini berjalan dengan lancar,” ujar Muntasir selaku ketua panitia.

Acara ini akan kembali diselenggarakan untuk yang ke-dua kalinya di Gp.Mata ie, Montasik Aceh Besar  pada tanggal 17 Maret 2018.

M fajar ikram yang juga merupakan salah satu mahasiswa akuntansi angkatan 15  menyampaikan harapannya untuk acara ini bahwasanya semoga acara ini menjadi program kerja yang berkelanjutan dan dengan adanya acara ini mahasiswa dapat lebih mendekatkan diri kepada anak anak dan memberikan dampak positif bagi pengetahuan mereka. Semoga 2- 3 tahun kedepan HIMAKA dapat memiliki Desa Binaan. (Wal)

KBM Ekonomi Unsyiah Salurkan Bantuan Untuk Korban Sinabung

Penyerahan Secara Simbolis Bantuan Dari KBM FEB Unsyiah Untuk Disalurkan Kepada Korban Erupsi Sinabung (Foto: Hasan/Perspektif)

Darussalam – (9/3) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Ekonomi melalui perwakilan ketua lembaga mahasiswa serahkan bantuan kemanusian sinabung ke ACT (Aksi Cepat Tanggap) cabang banda aceh. Bantuan ini terdiri dari 10 sak beras, 10 Kotak mie instan, minyak goreng, gula, hingga beberapa kotak pakaian bekas  juga uang tunai sebesar Rp 6.903.000. Semua bantuan berasal dari mahasiswa, UKM dan HMJ serta dari pihak dekanan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Ketua BEM FEB Rais Mukhayar mengatakan bahwa penggalangan dana dilakukan sejak tanggal 24 februari sampai dengan 8 maret 2018.  Salah satu strategi penggalangan dana yang dilakukan ialah dengan mengadakan acara amal ‘Nonton Bareng Aceh Documentary Film’ pada sabtu (3/3) lalu di aula FEB Unsyiah.

“Untuk penggalangan dana sudah dilaksanakan sejak 24 Februari kemarin hingga sore tadi. Sebenarnya sampai pada acara nonton bareng kemarin sebagai malam puncaknya, namun kami masih membuka kesempatan untuk menyumbang hingga hari ini,” ungkapnya.

Belakangan ini gunung sinabung terus melakukan aktivitas vulkanik dan terjadi beberapa kali erupsi, namun pada senin pertengahan Februari lalu, sinabung kembali erupsi besar dan adanya luncuran awan panas dari kawah sinabung sehingga ribuan warga di sana harus mengungsi meninggalkan rumah dan ladang pertanian mereka. Hal tersebut tentu menjadi fokus keprihatinan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dimana puluhan keluarga harus tinggal dalam camp-camp pengungsian.

“Kondisi sangat memperihatikan dimana mereka masih tinggal di dalam pengungsian dengan segala serba keterbatasan,  bahkan anak anaknya harus bersekolah di camp pengungsian. Bisa kita bayangkan sendiri bagaimana keterbatasan yang mereka miliki dan mata pencaharian yang hilang,” jelas Lisdayanti selaku perwakilan ACT  yang menyambut rombongan KBM FEB sore kemarin.

Atas segala bantuan yang di serahkan oleh pihak FEB sore tadi ia juga turut memberikan apresiasi yang besar atas keaktifan para mahasiswa dan anak muda dalam dunia kamanusiaan dan kepedulian sesama.

“Alhamdulillah apresiasi yang sangat besar untuk teman teman semuanya sebagai kaum muda, atas kemauan teman teman sebagai anak muda dan sebagai mahasiswa untuk ikut aktif dalam dunia kemanusian dan kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.

Dana yang terkumpul kan ini juga akan di salurkan secepatnya di bulan ini, melalui ACT Medan hingga tersalurkan langsung ke lokasi, dan dapat segera di terima oleh pihak korban yang membutuhkan.

Rais mewakili KBM juga berharap bantuan yang telah terkumpulkan dapat bermanfaat untuk para korban Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Hal ini juga merupakan sebagai bentuk untuk menambahkan rasa kepedulian kita terhadap sesama.

“Kalau dulu tahun 2004 kita dibantu sama orang mungkin melalu kegiatan seperti ini kita dapat membantu orang, dan mungkin kedepan nya gak menutup kemungkinan kita akan di bantu kembali sama orang, karena kita makhluk sosial jadi saling membantu satu sama lain,” tutupnya. (Tuah)

HMM dan HIMAKA Pastikan Siap Tempur di PISTON CUP 2018

Piston Cup 2018 (Perspektif)

Darussalam – Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) dan Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA)  kembali menjadi peserta pada Turnamen PISTON CUP yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknik (FT) Universitas Syiah Kuala (UNSYIAH). Turnamen  yang sudah berlangsung sejak 3 maret – 26 april 2018 diselenggarakan di Lapangan Gelanggang Unsyiah dengan mengusung tema “Sportivity, Energy, dan Solidarity”.

Pada PISTON CUP sebelumnya, HMM dan HIMAKA juga turut ikut serta sebagai peserta. Namun belum mendapatkan hasil yang diharapkan. Untuk HMM sendiri hanya mampu memasuki 16 besar dan jatuh saat melawan Alumni Fakultas Teknik (FT).

“Untuk persiapan, kami sudah melakukan beberapa kali latihan, semakin hari kualitasnya semakin meningkat,” ujar M. Zaiyad Risqullah yang merupakan salah satu pemain dari HMM.

Sejauh ini persiapan yang dilakukan oleh kedua tim berjalan lancar. Kendalanya hanya tergantung pada kurangnya fasilitas dan arena seperti lapangan. Biasanya latihan dilakukan dengan cara uji coba lawan yang ada lapangannya.

Fais Affandy yang merupakan kiper HMM dan tim  menyatakan bahwa PISTON CUP adalah Turnamen bergengsi yang mengundang seluruh himpunan yang ada dalam lingkungan universitas. Dengan mengikuti PISTON CUP kali ini, besar harapan dari pemain ingin mengenalkan PISTON CUP kepada generasi seterusnya. Selain itu, mereka juga ingin membuktikan bahwa tim sepak bola himpunan dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) juga merupakan tim yang kuat.

“Targetnya ya final dan juara. Harus final HMM dan HIMAKA, karena kami ingin mengharumkan nama Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Walaupun membawa nama Himpunan, kami tetap Ekonomi,” papar keduanya.

Fais dan Zaiyad juga mengharapkan untuk PISTON CUP tahun depan agar mengundang fakultas bukan hanya himpunan karena itu lebih baik dan efektif.

“Untuk kawan-kawan ekonomi, dukung kami HMM dan HIMAKA dalam pertandingan PISTON CUP. Semoga kami dapat memberikan hasil yang baik untuk Jurusan dan Ekonomi sendiri,” tutup keduanya.

HIMAKA Pesta Gol

Dalam pertandingan pertama yang berlangsung Rabu (7/3) sore, HIMAKA berhasil mencatatkan hasil yang cukup baik dalam laga pertamanya di ajang Piston Cup dengan menumbangkan Teknik Mesin ’12 dengan skor telak 6-0.

Tim HIMAKA yang diperkuat Kiki dkk berhasil membuka pundi gol di menit 11 melalui umpan terobosan yang diselesaikan oleh Raja melalui penetrasi sisi kiri lapangan. Tak berselang lama, Alfi dan Dedek berhasil mencatatkan nama di papan skor untuk keunggulan HIMAKA. Skor 3-0 untuk HIMAKA bertahan hingga turun minum.

Tim HIMAKA yang sudah unggul tiga angka, mulai menurunkan tempo pertandingan dengan memasukkan beberapa pemain cadangan.

Tanpa perlawanan yang begitu kuat dari kesebelasan Teknik Mesin ’12, Dedek berhasil mencatatkan hattrick pertamanya untuk HIMAKA. Skor unggul 6-0 untuk HIMAKA bertahan hingga peluit akhir pertandingan. Terdengar sorak kegembiraan dari supporter Mahasiswa Akuntansi yang hadir merayakan kemenangan besar untuk kesebelasan Akuntansi (Sul/Jr)

Dibawa Kemana Sertifikat UP3AI dan Almamater 2016?

Dibawa kemana sertifikat UP3AI dan almamater 2016? (mevi/perspektif)

Darussalam-UP3AI atau Unit Pengembangan Program Pendamping Mata kuliah Agama Islam adalah program pendamping mata kuliah Agama Islam selama dua semester dan wajib diikuti oleh semua mahasiswa Unsyiah yang beragama Islam. Program ini juga merupakan prasyarat untuk bisa mengambil mata kuliah Agama Islam. Jika salah satu program tidak diikuti maka mahasiswa yang bersangkutan tidak akan lulus. Pada akhir masa program mahasiswa juga akan diberikan sertifikat  sebagai tanda bahwa telah lulus dari program tersebut.

Sertifikat ini juga merupakan salah satu syarat sidang dan sebagai pendukung nilai SKPI. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sertifikat ini begitu diperlukan bagi mahasiswa untuk menunjang perkulihannya. Namun apa yang terjadi bila sertifikat tersebut tak kunjung dibagi? Apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi?.

Fakta ini yang tengah terjadi di kampus Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Khususnya bagi mahasiswa angkatan 2016. Hingga kini mereka belum mendapatkan kabar pasti mengenai kapan sertifikat tersebut dibagikan.

“Hal ini merupakan sebuah keterlambatan dan pertama kali terjadi selama kepengurusan UP3AI FEB,” ucap salah seorang pengurus UP3AI FEB 2016. Menurutnya hal ini disebabkan oleh  beberapa hal diantaranya adanya missed communication antara pihak mentor baru dengan mentor 2016. Sedangkan sebagian besar mentor 2016 telah lulus, hal inilah yang menyulitkan pihak UP3AI untuk berkomunikasi.

Banyak mahasiswa yang menyayangkan hal ini dan tentunya banyak pihak yang dirugikan. Mengingat program ini merupakan sesuatu kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Unsyiah.

“Sebenarnya, pada bulan April sampai Mei UP3AI sudah selesai dilaksanakan. Lalu, pengisian data untuk sertifikat dilakukan saat bulan Agustus, dan perkuliahan dimulai kembali pada bulan September 2017,” tambahnya,

Keterlambatan yang dirasakan mahasiswa 2016 tidak hanya terjadi pada sertifikat tetapi juga dalam segi pembagian almamater yang masih simpang siur hingga saat ini. Melihat hal ini sudah sebaiknya para pemegang kebijakan tertinggi memperbaiki sistem atau aturan-aturan yang banyak merugikan mahasiswa. Semua ini juga diharapkan agar nantinya semua  relevan dan sejalan. Keterbukaan merupakan faktor terpenting untuk menunjang keselarasan antara pihak-pihak yang bersangkutan. (AH,Uz)

Apa Kabar Kantin Pojok Ekonomi?

Apa Kabar Kantin Pojok Ekonomi? (ayu/Perspektif)

Darussalam – Fakultas Ekonomi dan Bisnis adalah salah satu fakultas tertua di Universitas Syiah Kuala dengan Akreditasi A. Gedung dan ruang kuliah yang dimiliki fakultas inipun sudah menunjang kebutuhan perkuliahan mahasiswanya. Begitu juga dengan tempat mahasiswa beristirahat dari sibuknya aktivitas perkuliahan atau yang biasa disebut kantin.

Ditahun 2018 ini, ketika kita berkunjung ke lingkungan FEB, maka kita akan melihat sebuah kantin yang berada persis ditengah antara Gedung KPMG yang merupakan Gedung untuk Jurusan Akuntansi, DIII Perbankan, Musholla Al-Mizhan, dan gedung Kesekretariatan Mahasiswa dengan beberapa penjual dan makanan serta minuman yang dijual.

Namun siapa tahu FEB Unsyiah tidak hanya mempunyai kantin tengah ini. Gedung kesekretariatan mahasiswa sendiri ternyata mempunyai kantin juga, yang dahulunya ramai akan mahasiswa dan penjual juga, yakni kantin pojok ekonomi.

Sangat disayangkan, sudah beberapa waktu belakangan kantin belakang ini dalam keadaan terbengkalai. Terlihat dari tidak adanya penjual disana yang berada, bahkan mahasiswa hanya melintas melewati kantin tersebut karena menuju ruang kuliah mereka.

sudah beberapa waktu belakangan kantin belakang ini dalam keadaan terbengkalai (Ayu/Perspektif)

Wakil Dekan III, Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Murkhana mengungkapkan bahwa sudah ada rencana mengenai kantin belakang bawah kesektariatan mahasiswa akan dikembalikan fungsinya. Dinyatakan bahwasannya akan ada kerjasama dengan KOPERASI Alumni FEB, yang dimana Koperasi Alumni ini sendiri bersedia membuat kantin itu menjadi kantin modern dalam hal Infrastruktur.

“Koperasi Alumni FEB nantinya akan mengajukan proposal kepada pengelola kantin mengenai kantin modern yang direncanakan serta mengenai penjual yang nantinya akan mengisi kantin tersebut. Penjualnya bisa saja dari luar ataupun mahasiswa sendiri, itu tergantung dari kesepakatan pengelola kantin maupun Koperasi Alumni.” terang Murkhana saat diwawancari (01/3).

Mengingat tujuan mahasiswa disini untuk berkuliah, Wakil Dekan III itu tidak keberatan apabila mahasiswa berjualan, namun dengan catatan tidak terlalu larut dalam berjualan dan melupakan kuliah sehingga berakibat menurunnya IPK. “Tapi untuk hal praktek bisnis boleh saja atau apapun itu, yang pentingkan saling menguntungkan bagi dua pihak nantinya,” tambahnya.

Alasan mengapa kantin bawah belakang gedung kesekretariatan mahasiswa terbengkalai adalah karena sang pengelola kantin ingin memusatkan kegiatan berjualan hanya disatu pusat saja, yakni kantin tengah yang saat ini dinilai lebih mudah dalam pengontrolan semua aktifitas yang ada. (VN)