iESA adakan Latihan Kepemimpinan Public Speaking & Keorganisasian

iESA adakan Latihan Kepemimpinan Public Speaking & Keorganisasian (foto; Ghrina/Perspektif)

Darussalam – Minggu (11/03) Islamic Economics Students Asossiation (iESA) mengadakan acara Pelatihan Kepemimpinan Public Speaking & Keorganisasian yang dilaksanakan di balai sidang Fakultas Ekonomi dan Bisnis ( FEB ) Unsyiah. Acara ini mengusung tema “ membentuk kader- kader pemimpin yang memiliki kualitas integrasi tinggi dalam mengemban tanggung jawab” dan diikuti oleh mahasiswa Ekonomi Islam. Tujuan dari acara ini ialah mengenai pelatihan kepemimpinan dalam berorganisasi.

“Tahun ini pelatihan yang diadakan lebih kepada tanggung jawab, karena tanggung jawab ini sudah pudar dikalangan mahasiswa. Oleh karena itu jagalah tanggung jawab yang sudah diberikan, jalankan amanah dengan sebaik- baiknya. Acara ini harus diikuti, karena mengajarkan hal- hal dasar tentang kepemimpinan dan keorganisasian yang susah untuk didapatkan ditempat yang lain,” sebut Muhammad Zuhdi selaku ketua panitia.

Kali ini iESA mengundang Nasrudin Hasan, SH., M.H. yang berasal dari KIP Provinsi Aceh. Nasrudin menjelaskan mengenai pentingnya pemimpin yang baik. Keberanian seorang pemimpin sangat penting dalam memimpin apapun. Baginya,pemimpin yang baik itu seperti Rasulullah SAW. “Ciri-ciri pemimpin yang baik adalah yang beriman, bertaqwa,adil,dan jujur. Itu semua terkandung pada sifat nabi kita yaitu Nabi Muhammad SAW,” paparnya.

Ammar Fuad SE., M.M. selaku mantan ketua BEM 2006 juga diundang sebagai pembicara dalam menyampaikan materi tentang keorganisasian, tanggung jawab, kerjasama dan sebaiganya. Beliau adalah ketua BEM yang sangat berpengalaman khususnya dalam bidang keorganisasian dan juga banyak berkecimpung diorganisasi- organisasi lainnya.

Selain Nasrudin Hasan dan Amar Fuad, acara ini juga dihadiri Haikal Saputra yang juga merupakan ketua umum iESA tahun 2014. Dalam penyampaian materi haikal menceritakan mengenai history iESA, yaitu dari awal terbentuknya iESA hingga sampai saat ini.

“Mengikuti organisasi itu, tidak ada ruginya, banyak sekali manfaat dalam mengikuti organisasi ini kedepannya dan selama di organisasi ambillah nilai- nilai kebaikan kehidupan moral dan etika untuk diterapkan,” pesan haikal.

Acara juga diselingi dengan pemaparan program kerja disetiap bidang- bidang  selama satu periode kedepan. “ jika kita tidak berani mengambil resiko,kita tidak akan berprestasi.maka jangan pernah takut untuk beresiko dan lakukan lah sesuatu yang dapat memberi manfaat kepada orang lain” tutup Abthal Aufar selaku ketua himpunan IESA 2018. (Ghr,la)

Sambut Kepengurusan Baru, HMM Adakan Welcoming Staff 2018

 

Sambut Kepengurusan Baru, HMM Adakan Welcoming Staff 2018 (foto: Fahmi/Perspektif)

Banda Aceh – (11/3) Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) FEB Unsyiah menggelar acara ‘Welcoming Staff 2018’ yang merupakan acara silaturahmi dan penyambutan kepengurusan 2018. Bertempat di Pantai Pulau Kapuk, Lhoknga. Acara ini juga turut dihadiri oleh pengurus HMM tahun 2015, 2016, 2017 dan 2018.

Alam Mufid selaku ketua umum HMM 2018 menjelaskan bahwa acara ini merupakan acara internal kebersamaan dan sebagai wadah silaturahmi bagi para anggota.

“Acara ini tujuan nya ingin mendekat kan setiap anggota agar tidak ada lagi rasa canggung dengan satu dan yang lain, dan membuat semuanya merasa memiliki HMM secara bersama,” ujarnya.

Acara dibuat sedemikian rupa agar tujuan untuk lebih menjadi akrab terjalin sesama anggota HMM. Tak hanya saling sharing acara juga diselingi dengan bakar-bakar ayam dan makan bersama, serta permainan-permainan seru yang ikut mengisi acara tersebut.

Acara Juga Diselingi dengan Berbagai Permainan Yang Seru (foto: Fahmi/Perspektif)

Suasana yang begitu ‘mesra’ turut menarik salah satu peserta untuk memberikan tanggapannya. Anggota baru PSDM HMM mengatakan acaranya terasa begitu asik karena tidak membedakan mana senior dan junior.

“Pengennya sih lebih ramai lagi, karena tidak semua anggota yang ikut dan juga semoga nggak cuma di sini aja solidaritas dan kebersamaan nya ada, tetapi untuk kedepannya juga tetap ada,” tutupnya. (Tuah)

HIMAKA Saweu Gampong, Bentuk Nyata Pengabdian Masyarakat

HIMAKA Saweu Gampong, sebagai Bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat (foto:Syawal/Perspektif)

Darussalam – Minggu (11/03) Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) adakan acara perdana yang sebelumnya belum pernah dilaksanakan. HIMAKA Saweu Gampong sebutannya. Acara ini merupakan program kerja terbaru ditahun 2018 dengan mengusung tema “Tapeurenoe aneuk nanggroe nyankeuh beut geutanyo.”

Program ini merupakan program usulan dari M.Fajar ikram yang merupakan kabid sosial HIMAKA. “Kami mengajukan program ini karena sesuai dengan Tridarma perguruan tinggi yang salah satunya adalah pengabdian. Tak hanya terpangku sebatas kampus saja, namun sebagai mahasiswa haruslah mengabdi kepada masyarakat. Menambah kepedulian akan sesama, serta program ini juga mendukung pemerintah untuk mencapai “sustinable devolepment goals” atau yang disebut pembagunan berkelanjutan,” jelasnya.

Acara yang berlangsung di Gp. Lambiheu Siem, Aceh besar ini disambut hangat oleh Geuchik yang juga dulunya merupakan Mahasiswa Ekonomi Unsyiah. Antusias anak anak sangat terpancar dari sikap yang diberikan. Hal ini pula dapat dinilai dari keikut sertaan 25 orang anak laki laki dan tiga orang anak perempuan yang juga ikut memeriahkan acara ini.

Tak hanya pemaparan materi, acara juga diisi dengan menampilkan video tentang ajakan menabung bersama, serta lomba menghias celengan dengan menggunakan Origami yang dapat mengasah keterampilan mereka dalam menghasilkan sebuah karya. Mereka juga diberikan bingkisan serta stiker sebagai kenang kenangan yang merupakan salah satu bentuk apresiasi.

“Alhamdulillah acara HIMAKA saweu gampong di desa lembiheu siem berjalan dengan lancar meskipun ada beberapa kendala yang dapat menjadi pembelajaran kami untuk kegiatan kedepannya, dan saya selaku ketua panitia sangat berterimakasih kepada seluruh panitia dan juga seluruh presidium HIMAKA  yang telah membantu sehingga acara ini berjalan dengan lancar,” ujar Muntasir selaku ketua panitia.

Acara ini akan kembali diselenggarakan untuk yang ke-dua kalinya di Gp.Mata ie, Montasik Aceh Besar  pada tanggal 17 Maret 2018.

M fajar ikram yang juga merupakan salah satu mahasiswa akuntansi angkatan 15  menyampaikan harapannya untuk acara ini bahwasanya semoga acara ini menjadi program kerja yang berkelanjutan dan dengan adanya acara ini mahasiswa dapat lebih mendekatkan diri kepada anak anak dan memberikan dampak positif bagi pengetahuan mereka. Semoga 2- 3 tahun kedepan HIMAKA dapat memiliki Desa Binaan. (Wal)

Dibawa Kemana Sertifikat UP3AI dan Almamater 2016?

Dibawa kemana sertifikat UP3AI dan almamater 2016? (mevi/perspektif)

Darussalam-UP3AI atau Unit Pengembangan Program Pendamping Mata kuliah Agama Islam adalah program pendamping mata kuliah Agama Islam selama dua semester dan wajib diikuti oleh semua mahasiswa Unsyiah yang beragama Islam. Program ini juga merupakan prasyarat untuk bisa mengambil mata kuliah Agama Islam. Jika salah satu program tidak diikuti maka mahasiswa yang bersangkutan tidak akan lulus. Pada akhir masa program mahasiswa juga akan diberikan sertifikat  sebagai tanda bahwa telah lulus dari program tersebut.

Sertifikat ini juga merupakan salah satu syarat sidang dan sebagai pendukung nilai SKPI. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sertifikat ini begitu diperlukan bagi mahasiswa untuk menunjang perkulihannya. Namun apa yang terjadi bila sertifikat tersebut tak kunjung dibagi? Apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi?.

Fakta ini yang tengah terjadi di kampus Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Khususnya bagi mahasiswa angkatan 2016. Hingga kini mereka belum mendapatkan kabar pasti mengenai kapan sertifikat tersebut dibagikan.

“Hal ini merupakan sebuah keterlambatan dan pertama kali terjadi selama kepengurusan UP3AI FEB,” ucap salah seorang pengurus UP3AI FEB 2016. Menurutnya hal ini disebabkan oleh  beberapa hal diantaranya adanya missed communication antara pihak mentor baru dengan mentor 2016. Sedangkan sebagian besar mentor 2016 telah lulus, hal inilah yang menyulitkan pihak UP3AI untuk berkomunikasi.

Banyak mahasiswa yang menyayangkan hal ini dan tentunya banyak pihak yang dirugikan. Mengingat program ini merupakan sesuatu kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Unsyiah.

“Sebenarnya, pada bulan April sampai Mei UP3AI sudah selesai dilaksanakan. Lalu, pengisian data untuk sertifikat dilakukan saat bulan Agustus, dan perkuliahan dimulai kembali pada bulan September 2017,” tambahnya,

Keterlambatan yang dirasakan mahasiswa 2016 tidak hanya terjadi pada sertifikat tetapi juga dalam segi pembagian almamater yang masih simpang siur hingga saat ini. Melihat hal ini sudah sebaiknya para pemegang kebijakan tertinggi memperbaiki sistem atau aturan-aturan yang banyak merugikan mahasiswa. Semua ini juga diharapkan agar nantinya semua  relevan dan sejalan. Keterbukaan merupakan faktor terpenting untuk menunjang keselarasan antara pihak-pihak yang bersangkutan. (AH,Uz)

Apa Kabar Kantin Pojok Ekonomi?

Apa Kabar Kantin Pojok Ekonomi? (ayu/Perspektif)

Darussalam – Fakultas Ekonomi dan Bisnis adalah salah satu fakultas tertua di Universitas Syiah Kuala dengan Akreditasi A. Gedung dan ruang kuliah yang dimiliki fakultas inipun sudah menunjang kebutuhan perkuliahan mahasiswanya. Begitu juga dengan tempat mahasiswa beristirahat dari sibuknya aktivitas perkuliahan atau yang biasa disebut kantin.

Ditahun 2018 ini, ketika kita berkunjung ke lingkungan FEB, maka kita akan melihat sebuah kantin yang berada persis ditengah antara Gedung KPMG yang merupakan Gedung untuk Jurusan Akuntansi, DIII Perbankan, Musholla Al-Mizhan, dan gedung Kesekretariatan Mahasiswa dengan beberapa penjual dan makanan serta minuman yang dijual.

Namun siapa tahu FEB Unsyiah tidak hanya mempunyai kantin tengah ini. Gedung kesekretariatan mahasiswa sendiri ternyata mempunyai kantin juga, yang dahulunya ramai akan mahasiswa dan penjual juga, yakni kantin pojok ekonomi.

Sangat disayangkan, sudah beberapa waktu belakangan kantin belakang ini dalam keadaan terbengkalai. Terlihat dari tidak adanya penjual disana yang berada, bahkan mahasiswa hanya melintas melewati kantin tersebut karena menuju ruang kuliah mereka.

sudah beberapa waktu belakangan kantin belakang ini dalam keadaan terbengkalai (Ayu/Perspektif)

Wakil Dekan III, Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Murkhana mengungkapkan bahwa sudah ada rencana mengenai kantin belakang bawah kesektariatan mahasiswa akan dikembalikan fungsinya. Dinyatakan bahwasannya akan ada kerjasama dengan KOPERASI Alumni FEB, yang dimana Koperasi Alumni ini sendiri bersedia membuat kantin itu menjadi kantin modern dalam hal Infrastruktur.

“Koperasi Alumni FEB nantinya akan mengajukan proposal kepada pengelola kantin mengenai kantin modern yang direncanakan serta mengenai penjual yang nantinya akan mengisi kantin tersebut. Penjualnya bisa saja dari luar ataupun mahasiswa sendiri, itu tergantung dari kesepakatan pengelola kantin maupun Koperasi Alumni.” terang Murkhana saat diwawancari (01/3).

Mengingat tujuan mahasiswa disini untuk berkuliah, Wakil Dekan III itu tidak keberatan apabila mahasiswa berjualan, namun dengan catatan tidak terlalu larut dalam berjualan dan melupakan kuliah sehingga berakibat menurunnya IPK. “Tapi untuk hal praktek bisnis boleh saja atau apapun itu, yang pentingkan saling menguntungkan bagi dua pihak nantinya,” tambahnya.

Alasan mengapa kantin bawah belakang gedung kesekretariatan mahasiswa terbengkalai adalah karena sang pengelola kantin ingin memusatkan kegiatan berjualan hanya disatu pusat saja, yakni kantin tengah yang saat ini dinilai lebih mudah dalam pengontrolan semua aktifitas yang ada. (VN)

Kembangkan Seni Menulis Dengan Sekolah Jurnalistik

Kembangkan Karya Tulis Dengan Sekolah Jurnalistik (Hasan/Perspektif)

Darussalam – Sabtu (04/03) untuk pertama kalinya ditahun 2018 LPM Perspektif FEB Unsyiah melaksanakan acara sekolah jurnalistik. Acara ini merupakan agenda dari bidang redaksi yang bertujuan sebagai upgrading internal dalam hal penulisan. Bertepatan di Zakir Kupi Darussalam, LPM Persepektif turut mengundang pembicara yang sangat berpengalaman didunia jurnalistik yaitu Zuhri Noviandi dan Dani Randi.

Zuhri Noviandi merupakan mantan pemimpin umum sumber post UIN Ar-Ranniry yang sekarang aktif menulis di kumparan.com dan beberapa media Aceh lainnya. Begitu juga dengan Dani, ia adalah salah satu penulis yang sangat berpengalaman khususnya dibidang travelista dan aktif menulis di Viva.co.id.

Dengan mengusung tema “Membangun Kreatifitas Melalui Tulisan Berkualitas” diharapkan pula seluruh anggota LPM Perspektif menjadi seorang penulis yang tidak hanya memberikan informasi namun dapat menyampaikan ruh dari isi berita kepada pembaca.

“Menulis yang baik dapat dimulai dengan cara mendeskripsikan atau menggambarkan apa yang kita lihat, sehingga ruhnya itu sampai kepada pembaca. Ketika mereka membacanya mereka dapat merasakan apa yang kita lihat atau bahkan sampai merinding,” papar zuhri.

Sepanjang berjalannya acara zuhri dan dani banyak memberikan tips, saran, teknik, referensi menulis hingga contoh tulisan dalam bentuk Feature News, Travelista. Anggotapun sangat aktif menanyakan hal-hal yang kurang jelas sampai yang belum mereka fahami.

“Ketika kita konsen dan fokus semua berhasil. Jangan takut untuk salah, terusin aja menulis. Setelah selesai baca beberapa kali tulisan yang sudah dibuat,” tambah zuhri. (t)

KTM Unsyiah Tak Lagi Sama Sejak 2016, Ini Alasannya

KTM Unsyiah Tak Lagi Sama Sejak 2016 (Mevi/Perspektif)

Darussalam – KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) Unsyiah merupakan kartu identitas elektronik bagi seluruh mahasiswa yang terdaftar di Universitas Syiah Kuala. Kebanggaan tersendiri bagi yang memiliki kartu tersebut karena menandakan bahwa dirinya telah terdaftar disuatu universitas dan fakultas yang diminatinya.

KTM Unsyiah dahulunya memiliki dua fungsi, pertama sebagai identitas dan kedua juga dapat digunakan sebagai ATM. Namun sejak tahun 2016 terjadi perubahan pada sisi desain dan fungsi dari KTM ini sendiri. Hal ini pula yang kerap dipertanyakan oleh mahasiswa unsyiah khususnya bagi angkatan tahun 2016 dan 2017.

Sebut saja Ani mahasiswa Jurusan Akuntansi, Ia mengatakan bahwa, “Seharusnya KTM yang seperti disebutkan sebelumnya harus tetap di terapkan. Karena begitu banyak manfaat yang didapatkan bagi mahasiswa sendiri. Juga zaman sudah canggih dan memudahkan mahasiswa itu sendiri.”

Menanggapi persoalan ini, Murkhana selaku Wakil Dekan III menyampaikan ada beberapa kemungkinan terjadinya perubahan fungsi pada KTM angkatan 2016. “Mungkin adanya kelemahan pada penggunanya sendiri yang membuat kartu tersebut tidak berfungsi dan dimanfaatkan dengan baik, akibat dari ketidakefektifan tersebut mungkin saja pihak Bank BNI tidak ingin bekerja sama dengan pihak Unsyiah lagi,” ujarnya.

Selain mahasiswa para alumni yang mengetahui perubahan fungsi KTM juga ikut berpendapat dan turut prihatin. “KTM yang berfungsi sebagai ATM tersebut sangatlah bagus dan menguntungkan. Pada saat kuliah KTM saya gunakan untuk tabungan, dan saat saya tamat KTM masih dapat digunakan serta pemotongan perbulannya hanya Rp 2.500 dan setiap penarikan tidak dikenakan pemotongan, penggunaannya sangat efektif dan sangat berguna untuk nantinya,” papar Yaskur yang juga merupakan alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.

Atas perubahan tersebut sangat disayangkan terutama kepada mahasiswa angkatan 2016 dan 2017 yang tidak merasakan KTM yang juga mempunyai fungsi sebagai ATM. Mereka hanya dapat merasakan KTM yang hanya sebuah identitas dan syarat masuk ke Perpustakaan Unsyiah.

“Bagusnya pada KTM terdapat ATM nya juga, agar lebih memudahkan mahasiswa. Akan tetapi, Pesan saya untuk Mahasiswa Angkatan Tahun 2016 dan 2017 Jangan risaukan hal itu karena ATM dimanapun dapat dibuat.” jelas Murkhana.(Wal, Ci)

Pererat Kebersamaan, HIMAKA adakan Acara Halal Bi Halal

Himaka adakan Halal bihalal (fariza/Perspektif)

Banda Aceh– Minggu (04/03) Himpunan Mahasiswa Akuntansi atau lebih akrabnya dengan sebutan HIMAKA kembali mengadakan acara Halal Bi Halal periode 2018. Halal Bi Halal merupakan acara tahunan yang diselenggarakan setelah periode kepengurusan baru dengan mengusung tema “Langkah Ngoen Ikhlas Tameusyedara Hana Gareh”. Acara yang berlangsung di pantai Tebing Lampuuk dibuka langsung oleh Ketua Umum Himaka 2018, Alfi Syahrin pada pukul 09.00 WIB. Kali ini Halal Bi Halal juga dihadiri oleh ketua HIMAKA periode sebelumnya.

Acara ini diwarnai dan diisi dengan penyelenggaraan game-game yang bersifat kebersamaan, seperti: Tarik tambang dan pancing botol. Maksud dari game tersebut ialah untuk menumbuhkan kekompakan dan kebersamaan antar anggota dalam tim. Tidak hanya game, acara ini  juga diselingi dengan obralan santai atau OBRAS dan  pertunjukan Akustik.

“Sesuai dengan temanya diatas dalam Bahasa Aceh acara ini bertujuan untuk mempererat silaturrahmi keluarga besar Akuntansi. Tidak hanya dari Sarjana tetapi juga Diploma,”  papar Qasmal Maulana selaku Ketua Panitia dalam kata sambutannya.

Selain itu dalam acara tersebut juga menginformasikan tentang acara dan kegiatan yang akan dilakukan oleh HIMAKA setahun kedepan dan pastinya sangat diharapkan kepada seluruh anggota dapat berpartisipasi. Acara Halal Bi halal berlangsung kurang lebih hingga pukul 16.00 WIB yang ditutup dengan pelepasan balon helium dan foto bersama. (Jun)

METALIK Lanjutkan Kembali Ekspedisi Gunung Kurik

METALIK lanjutkan kembali ekspedisi gunung kurik (Foto: Susilo/Perspektif)

 

Darussalam – Sabtu (03/03) UKM PA-LH metalik FEB Unsyiah kembali melanjutkan ekspedisi untuk sampai ke puncak Gunung Kurik, Aceh Timur.  Perjalanan ini merupakan perjalanan lanjutan setelah sempat dilaksanakan pada bulan Januari lalu. Tim ekspedisi akan memulai perjalanan terhitung 3 Maret 2018 dan di target kan selesai pada 25 Maret 2018.

Pada ekspedisi pertama tim tidak berhasil sampai ke puncak kurik setelah kurang lebih 18 hari perjalanan, melebihi target dari 14 hari. Tim yang terdiri dari 7 orang diantaranya Syahrial (baco), Fiki (rompak), Rahmat (bancil), Wais (baim), Harry gunawan (topan), Fahrian (kali), Novarian (Nopang). Empat orang merupakan tim inti dari angkatan 27 dan tiga orang lainnya senior sebagai pengawas dan pembimbing.

Selama perjalanan mereka banyak menemui kendala baik pada jalur yang tidak sesuai pada peta, kondisi hutan masih begitu rapat karena belum terlalu terjamah dan perbekalan yang menipis melewati target serta komunikasi yang terhambat.

Ketua Umum UKM PA-LH Metalik Yolan Dirga Oktaviano mengatakan “Banyak jalur yang tidak sesuai terutama yang kita gambarkan di peta, kondisi medan dan hutan yang begitu rapat karena hutannya memang belum terjamah dan banyak medan-medan perdu yang menjadi kendala tim.”

Yolan juga mengatakan bahwa Logistik yang di bawa oleh tim pada waktu itu hanya cukup untuk 14 hari di totalkan menjadi untuk 15 hari. Dan dikarenakan jalur yang sebegitu berat yang menghambat perjalanan tim hingga pada hari ke 14 tim memutuskan untuk kembali di karenakan perbekalan yang sudah menipis padahal posisi tim pada saat itu sudah sekitar 7 km lagi dari puncak.

“Jadi total perjalanan yang pertama sudah tidak lagi 14 hari, tapi 18 hari. Hampir mencapai 20 hari” tambah yolan alias kipen.

Dalam metalik sendiri Ekspedisi seperti layaknya sebuah final bagi angkatan muda setelah menjalani serangkaian macam pendidikan dasar dan lanjutan maka ekspedis merupakan ujian akhirnya. Membuka jalur baru di setiap perjalanan nya merupakan sebuah tradisi tersendiri bagi metalik dalam melaksanakan ekspedisi. Begitu juga dengan ekspedisi ini metalik mencoba membuka jalur baru dengan mencapai puncak gunung kurik dengan tim inti yang di isi oleh angkatan 27.

Pada ekspedisi kurik II kali ini tim metalik menarget kan waktu yang lebih lama lagi yakni 22 hari menuju puncak dan juga dengan memanfaatkan jalur yang sudah di buka pada tim yg pertama. Tim juga melakukan perombakan anggota yang berbeda dari sebelumnya novarian (nopang), Harry gunawan (topan), muhammmad achyar (udo), said mirza (gagok), musasi, arif rahman (bento). Dan pastinya mereka berharap dengan persiapan yang lebih matang  dari sebelumnya, mereka di harapkan dapat mencapai target sesuai rencana.

Novariad selaku ketua tim dalam ekspedisi ini juga menjelaskan “Kalau yang pertama itu (ekspedisi kurik I) selayaknya  final akhir bagi angkatan 27 dan yang kali kedua ini sudah bukan urusan angkatan tapi sudah urusan metalik.”

Gunung Kurik sendiri merupakan salah satu gunung dengan puncak tertinggi di Aceh Timur yakni 3065 mdpl dan juga merupakan bagian dari kawasan ekosistem leuser. Gunung dengan hutan yang masih begitu rapat dan belum terjamah oleh kehidupan manusia ini begitu sulit untuk di lewati. Sepanjang sejarah hingga kini Puncak Kurik belum pernah ada yang mendaki sampai puncak nya.

Jika nantinya Ekspedisi Gunung Kurik ini berhasil maka UKM PA-LH Metalik merupakan tim pertama yang berhasil mencapai puncak Gunung Kurik, Aceh Timur.

Namun tak hanya puncak gunung kurik yang ingin mereka taklukkan. Pada ekspedisi kali ini tim juga menambah puncak gunung lembu sebagai target keduanya. “Kalau di kurik I target nya hanya kurik, tapi kalo di kurik II ini target utamanya ada puncak satu lagi setelah kurik, namanya gunung lembu dan itu menjadi terget kedua kita di kurik II ini.” Tambah nopang (tuah)

Komentar BEM FEB terkait Polemik RAPBA aceh

Komentar BEM FEB terkait Polemik RAPBA aceh

Darussalam – Anggaran Pengeluaran Belanja Aceh (APBA) kembali menjadi perbincangan hangat dalam keseharian masyarakat Aceh. Selasa (20/2) mahasiswa dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah)  kembali melakukan demo di Gedung DPRA. Terkait dengan RAPBA yang belum kunjung disahkan oleh DPRA dan Pemerintah Aceh sejak 31 desember 2017.

Rais Mukhayar selaku ketua BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) turut memberikan komentar mengenai kelalaian pemerintah dalam menangani RAPBA.

“Ini adalah permasalahan yang sama kembali mecuat setiap tahunnya yaitu peresmian APBA yang berlarut-larut. Permasalahan ini memakan waktu cukup lama dan berdampak pada terhambatnya pembangunan sarana dan prasarana di Aceh,” Pungkas Rais.

Selain itu, game theory juga berlangsung didalam kasus ini. Tidak akan ada win win solution, akan terjadi lose lose solution. Kedua pihak akan saling dirugikan. Seharusnya pemerintah lebih mengutamakan rakyat. Tidak perlu mempertahankan prinsip dan kepentingan individu. Hal ini membuat seluruh masyarakat menjadi kecewa.

Rais berharap, pihak pemerintah Aceh dan DPRA dapat membangun komunikasi yang baik di masa mendatang. Karena berbicara mengenai RAPBA tentunya berkaitan dengan adanya konflik kepentingan yang berdampak pada kesejahteraan rakyat Aceh. Kesejahteraan dan keberhasilan pertumbuhan ekonomi Aceh sangat bergantung pada APBA.

“Mengenai demo yang dilakukan oleh mahasiswa Unsyiah sendiri, saya sedikit kecewa karena dari pihak BEM Unsyiah tidak ada koordinasi. Namun kami tetap memberikan apresiasi terhadap BEM Unsyiah yang menyuarakan hal baik untuk rakyat Aceh.” Komentar Rais ketika ditanyai tentang demo yang berlangsung di Gedung DPRA. (Sul, RJ)