Mahasiswa Ideal di Mata Pak Sakir

Darussalam –  A. Sakir, dosen Fakultas Ekonomi Unsyiah sejak Desember 2002 ini telah mempunyai pengalaman dalam mengajar mahasiswa. Menurutnya terdapat berbagai model mahasiswa, ada yang acuh tak acuh, ada juga yang terkadang hanya asal kuliah. Namun sebagian besar mahasiswa sangat antusias dalam belajar di Fakultas Ekonomi, terutama mahasiswa-mahasiswa yang aktif. Mahasiswa tersebut  biasanya mahasiswa-mahasiswa yang lulus murni dari seleksi masuk Unsyiah. Bagi mahasiswa, sebagian besar ketertarikan terhadap mata kuliah sangatlah tergantung pada metode dosen mengajar, yang pertama adalah bagaimana dosen memotivasi mereka terhadap mata kuliah tersebut. Misalnya memberitahukan tujuan dan manfaat dari matakuliah tersebut pada saat mereka bekerja nanti sehingga mahasiswa menganggap mata kuliah tersebut penting dan membuat mereka menjadi tertarik mempelajarinya.

Ketika ditanya mengenai kriteria mahasiswa ideal beliau menjawab, “Menurut saya, mahasiswa ideal merupakan mahasiswa yang benar-benar kuliah dan memiliki target kuliah, serta planning dalam kuliah karena dalam manajemen, planning itu sangat diperlukan. Belajar kelompok itu perlu disamping belajar sendiri, karena ada kalanya kita tidak tahu tetapi orang lain tahu, disitulah menjadi tempat sharing dan berbagi. Kemudian bagi mahasiswa, mencatat itu perlu karena tidak mungkin mengingat semua yang diberikan oleh dosen. Jadi, mahasiswa ideal adalah mahasiswa yang kreatif di kelas, kritis, dan ia peduli terhadap apa yang diberikan oleh dosen dan ada kemauan besar untuk belajar di luar kelas serta menggunakan perpustakaan sebagai media belajar.”

Menurut beliau, ada beberapa kendala yang dihadapi oleh mahasiswa. Yang pertama adalah kelas yang terlalu besar, kemudian sebagian mahasiswa mengerjakan tugas yang seharusnya dikerjakan di rumah tetapi malah mengerjakannya di dalam kelas. Lalu kendala yang dihadapi dosen itu sendiri adalah terlalu banyak mata kuliah yang harus diajarkan, misalkan dalam sehari ada tiga mata kuliah sehingga tidak efektif lagi dalam mengajar. Dosen juga harus meningkatkan kompetensinya, terutama dengan membaca buku, hal-hal baru, dan harus meningkatkan pendidikannya sampai ke jenjang doktor. Kendala lainnya yaitu mahasiswa tidak memahami betul tentang perencanaan KRS yang diambil dan itu  akan memperlambat masa studi. Menurut beliau, bagi fakultas, perpustakaan harus lengkap, kemudian distribusi mata kuliah bagi dosen harus seimbang, karena ada sebagian dosen yang beban kerjanya sangat tinggi dan ada dosen lain yang rendah. (Fadlan Nur Muharram)