MCF 2017, Himpunan Mahasiswa Manajemen Datangkan SkinnyIndonesian24

Jovial Da Lopez (Kanan) dan Andovi Da Lopez (Kiri) saat menjadi pemateri dalam acara Seminar Nasional di AAC Dayan Dawood (Indah/Perspektif)

Darussalam- Rabu, (25/10) Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah kembali menggelar acara Management Creativity Festival (MCF) untuk ke tiga kalinya sejak tahun 2015.  MCF dimulai dari tanggal 23-25 Oktober 2017 dan diisi oleh beberapa rangkaian acara seperti Seminar Nasional, Expo, dan berbagai perlombaan.

Seminar Nasional pada tahun ini mengusung tema “ Ekonomi Kreatif & Pariwisata Sebagai Penggerak Ekonomi Lokal”.

“Tema tersebut dipilih karena keadaan pemerintah saat ini sangat  mendukung dan menjaga investasi di berbagai bidang di Aceh. Tetapi masalah yg timbul mengenai isu keamanan. Bila kita melihat ke negara seberang seperti Singapura, mereka sangat mengutamakan investasi dan keamanan serta pariwisata. Pariwisata dapat membantu investasi dalam daerah sebagai penggerak ekonomi lokal” ungkap Ketua dari HMM M.Naufal Caesar.

Seminar yang diadakan di gedung AAC Dayan Dawood ini di hadiri oleh 1.000-an peserta dari

Mang Amsi, CEO Syariahsaham.com saat dijumpai di gedung AAC Dayan Dawood disela acara Seminar Nasional (Indah/Perspektif)

berbagai Fakultas dan Universitas yang ada di Banda Aceh serta masyarakat umum yang antusias untuk menemui artis idolanya.

Jika 2 tahun sebelumnya HMM menghadirkan Keenan Pearce sebagai keynote speaker dalam acara MCF, tahun ini mereka mengandeng 2 bintang tamu sekaligus dalam seminar nasional kali ini.

Bintang tamu tersebut adalah Mang  Amsi yang merupakan CEO Syariahsaham.com, sebuah platform saham berbasis Syariah yang sedang naik daun.

Selain Mang Amsyi, tak tanggung-tanggung mereka turut menggandeng  kakak-adik Youtubers kenamaan Indonesia, Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez yang menamakan dirinya SkinnyIndonesian24.

Kehadiran skinnyindonesian24 sudah sangat ditunggu-tunggu bahkan jauh-jauh hari oleh para penggemarnya. Bahkan ada penggemar mereka yang tidak membeli tiket rela menunggu diluar demi idolanya.

Seminar Nasional yang mendapat antusiasme tinggi penonton ini dimulai dari pukul 09.30 hingga 16.00 wib

Ditemui oleh tim Perspektif di Hermes Hotel siang tadi, skinnyindonesian24  mengaku sangat senang berkesempatan berkunjung ke Aceh. “Gua ga nyangka, dapat undangan ke Aceh. Sebenarnya kita ada jadwal dan proyek pribadi sendiri tapi gua dan Jovi wajib ke Aceh. Dan pertama kali ke pusat coffe shop dunia “terang Andovi dengan begitu antusias. (lis)

Inkubator FEB Adakan Expo, Ajak Mahasiswa Berwirausaha

 

Foto Bersama Wakil Dekan III, Pembina Inkubator dan Ketua Panitia (Istimewa)

Darussalam – UKM Inkubator Usahawan Muda Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala kembali menggelar acara Expo Inkubator. Expo kali ini merupakan kali ke empat yang pernah digelar setelah pertama kali di tahun 2013. Kali ini Inkubator mengusung tema “Meupike Meusaha” dan akan berlangsung sejak tanggal 25-30 September 2017 di Aula FEB.

Dalam acara pembukaan pagi tadi, tampak sejumlah mahasiswa memadati Aula FEB. Tampak juga beragam Stand kuliner & kosmetik juga ikut memeriahkan acara Expo Inkubator ke-empat ini.

Sebanyak 28 Stand memenuhi ruang dalam dan sisi kiri Aula FEB. Kebanyakan stand merupakan hasil karya wirausaha mahasiswa di lingkungan Unsyiah. Rizki Maulana selaku Ketua Panitia Inkubator 2017 mengaku bangga banyak mahasiswa yang sudah memulai usaha sejak dini

Wakil Dekan III FEB Unsyiah, Murkhana SE., MBA. memberikan kata sambutan (Istimewa)

“Kami berharap momentum Expo kali ini dapat menjadi tempat promosi bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) yang dirintis oleh mahasiswa maupun non-mahasiswa, semoga acara ini juga memotivasi teman-teman yg belum mempunyai usaha untuk berwirausaha” jelas mahasiswa S1 Akuntansi ini.

Dalam kata sambutannya, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan juga mengapresiasi Expo Inkubator kali ini. “Saya senang adik-adik Inkubator semangat dalam menggelar acara ini. Saya berharap agar mahasiswa Ekonomi juga ikut semangat dalam berwirausaha”, ucapnya.

Acara Expo kali ini dimeriahkan dengan lomba Cake Decoration & Hijab n’ Make Up Competition. Seperti tahun sebelumnya, Inkubator kembali mengadakan  talkshow Wirusaha yang akan diadakan pada Sabtu (30/9) mendatang dengan mengundang Syakir Daulay yang merupakan wirausahawan muda sekaligus Hafidz Quran Asal Aceh yang menjadi Santri di Pesantren Darul Quran pimpinan Ustd. Yusuf Mansyur.

Di akhir acara, Inkubator juga akan melakukan Bakti Sosial di SOS Village Lampeunerut, Aceh Besar.

“Di tahun ini Inkubator  akan melakukan serangkaian acara seperti Games, masak bersama anak yatim dan pembagian sumbangan untuk anak-anak SOS. Kami berharap acara kali ini dapat bermanfaat bagi sesama” pungkasnya. (Jr, Tata)

Bank BTN Ajak Mahasiswa Unsyiah Berwirausaha Sejak Dini

Kuliah Umum Bank BTN dihadiri oleh ratusan mahasiswa Unsyiah (Tata/Perspektif)

Kuliah Umum Bank BTN dihadiri oleh ratusan mahasiswa Unsyiah (Tata/Perspektif)

Darussalam-Kamis, 9 Maret 2017 Universitas Syiah Kuala mengadakan kuliah umum yang mengangkat topik Enterpreneur  dengan tema “Bagaimana Mengawali Transformasi di Era Digital” oleh Catur Budi Harto selaku Manging Director Commercial Funding, Digital, Bangking and Distribution PT. Bank BTN (Persero) Tbk. Acara yang dimulai sejak pukul 08:30 WIB di Event Hall Gedung AAC Dayan Dawood M.A berlangsung khidmat dan dihadiri oleh Civitas Akademika Unsyiah, Rektor UIN-Arraniry, dan mahasiswa dari masing-masing Fakultas. Dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian acara dibuka secara langsung oleh Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof, Dr, Samsul Rizal, M.Eng.

Didalam sambutannya beliau memberikan pesan dan nasihat kepada mahasiswa Universitas Syiah Kuala agar menjadi pribadi yang memiliki jiwa berwirausaha sedini mungkin yang kreatif, inisiatif, dan inovatif serta mampu membaca peluang bisnis. Universitas Syiah Kuala bekerja sama dengan Bank BTN membentuk beberapa program diantaranya BTN Zone yang merupakan sarana untuk mahasiswa atau dosen untuk berjualan secara online yang mengambil tempat di Fakultas Teknik Unsyiah.

“Jika mahasiswa ingin mulai berbisnis, sesuaikan dengan kekuatan sisi mana yang harus digarapi sehingga harus fokus dan nantinya bisa memenangkan pasar” ucap Pak Catur. Selain itu, beliau juga berbagi pengalaman ketika masih menempuh jenjang pendidikan serta suka duka yang dihadapi ketika itu serta membandingkan antara berbisnis di era sebelum teknologi berkembang dengan era digital.  “Maka dari itu di era digital saat ini menuntut masyarakat agar tetap berlari kencang dan selalu fokus, karena hanya orang fokus yang akan menang” tambahnya.

Antusias dari peserta cukup terasa terlihat dari jumlah yang hadir serta banyaknya pertanyaan yang diajukan saat kuliah umum berlangsung. Pada penghujung materi, ia menyampaikan kutipan kalimat yang pernah diucapakan Jack Ma yang membuat dirinya termotivasi sampai hari ini “Kalau kita belum besar, maka kita harus sangat fokus, jangan gunakan kekuatan tapi gunakanlah otak, implementasikan dengan teknologi”.

Talkshow Inkubator 2016 Hadirkan Pengusaha Muda Kreatif

Talkshow Wirausaha Inkubator 2016 hadirkan Usahawan Muda Kreatif (Toso/Perspektif)

Darussalam – Keunggulan media dalam dunia bisnis dalam berwirausaha di era Globalisasi semakin gencarnya disuarakan di berbagai seminar Kewirausahaan dewasa ini. Mudahnya memulai usaha dari dunia digital membuat para pebisnis melirik peluang usaha dari media sosial dan memulai startup melalui dunia maya. Hal ini dianggap menjadi peluang usaha kreatif oleh UKM Inkubator FEB Unsyiah dengan mengadakan Talkshow Wirausaha dengan Tema “Berwirausaha Kreatif di Era Digital”

Talkshow Wirausaha yang diadakan oleh UKM Inkubator merupakan puncak dari serangkaian acara Expo Inkubator 2016. Dalam talkshow kali ini, Inkubator mengundang beberapa Usahawan Muda Inspiratif seperti Muhammad Sadad (CEO Erigo Store), Iqbal (CEO Hadrah Group), Furqan Firmandez (Ketua HIPMI Aceh), dan JNE.

 

Muhammad Sadad yang merupakan CEO Erigo Store sedang memberikan materi (Toso/Perspektif)

Muhammad Sadad yang merupakan CEO Erigo Store sedang memberikan materi (Toso/Perspektif)

Dalam talksow Wirausaha ini, Muhammad Sadad mengajak peserta talkshow untuk memulai startup bisnis dengan memanfaatkan keunggulan di media sosial. Sadad merupakan CEO Erigo Store yang bergerak di usaha pakaian yang sukses dari media sosial Instagram, kini usaha fashion yang menargetkan pasar anak muda ini pun telah melayani ribuan konsumen setiap bulannya. “Erigo merupakan hasil jatuh bangun kami di dunia usaha, awalnya kami bergerak di pasar batik namun kebutuhan pasar di sector fashion anak muda yang meyakinkan membuat kami merubah haluan menjadi salah satu Brand fashion yang diperhitungkan saat ini, semuanya berasal dati kerja keras dan inovasi” jelas pemuda asli Lhokseumawe ini.

 

“Inovasi merupakan hal yang sangat penting dalam berwirausaha di era digital ini, kebutuhan pasar yang terus berubah menuntut agar pengusaha terus berinovasi demi menjaga eksistensi dalam dunia bisnis” tambah CEO Erigo ini. Dalam kesempatan yang sama, Iqbal yang merupakan Founder dan CEO Hadrah Group juga memotivasi peserta talkshow untuk menjaga mental wirausaha agar dapat bersaing di era globalisasi. Alumni Fakultasi Ekonomi dan Bisnis Unsyiah ini juga mengajak peserta untuk mengembangkan bisnisnya di daerah sendiri ketimbang membuka usaha di daerah lain.

Seorang peserta sedang bertanya dalam Talkshow Inkubator 2016 (Toso/Perspektif)

Seorang peserta sedang bertanya dalam Talkshow Inkubator 2016 (Toso/Perspektif)

“Peluang usaha di Aceh begitu besar, namun sayangnya hanya sedikit pengusaha asli daerah yang membuka usahanya disini. Mulai saja bisnis dari yang kecil-kecilan dulu, agar anda dapat mengetahui seluk beluk berwirausaha sejak dini, usaha yang unik dibutuhkan di era digital seperti saat ini” ujar pemuda yang telah mulai berwirausaha sejak SMA ini.

Wirausaha di era digital juga mendapat perhatian khusus bagi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Furqan Firmandez yang juga merupakan ketua HIPMI Aceh menyebutkan bahwa Wirausaha di era digital merupakan peluang usaha yang sedang menjadi tren bisnis saat ini. Usaha kecil maupun besar pun bisa memasarkan produknya di dunia maya tanpa batas. Usaha yang kreatif, inovatif dan unik merupakan kunci dari bisnis di era Digital jelasnya.

Dengan diadakan talkshow wirausaha ini, diharapkan dapat menumbuhkan minat dan semangat wirausaha bagi mahasiswa dan peserta dengan mendorong terciptanya usahawan kreatif yang mampu bersaing di era digital dan siap menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). (Jo)

Alween Ong Ajak Mahasiswa Menjadi Enterpreneur

Alween Ong ajak mahasiswa menjadi entrepreneur sejak dini (sumber: Tabloid imaji)

Alween Ong ajak mahasiswa menjadi entrepreneur sejak dini (sumber: TabloidImaji.com)

Darussalam – Himpunan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (HIMADIPA) menggelar Seminar yang mengusung tema “Open Your Mind To Be A Young Entrepeneur” yang mengambil tempat di Balai Sidang Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah, Senin, 23/5/2016. Seminar ini bertujuan untuk memotivasi kawula muda khususnya mahasiswa Ekonomi dan Bisnis Unsyiah agar menjadi pengusaha muda, tidak terpaku dalam mencari pekerjaan di masa akan datang.

Menghadirkan pembicara ternama yang berkompeten di bidangnya yaitu Alween Ong, seorang wanita muda di daerah Belawan, Sumatera Utara, seorang anak nelayan yang menjabat sebagai Ketua Forum Kewirausahaan Pemuda Indonesia. Pemateri kedua yaitu Said Muhammad Iqbal, pengusaha sukses asal Aceh, owner Hadrah Group yang bergerak di bidang properti, EO, dan pangkalan gas.

“Sesuatu itu tidak ada yang tidak mungkin jika ingin meraih kesuksesan seperti yang ia gapai sekarang. Jangan takut gagal dan hadapi setiap risiko, karena jika semua diusahakan dengan sungguh-sungguh akan berbuah manis”, kata Said sebagai motivasi untuk para audience.

Berbeda dengan Said, Alween Ong seorang pengusaha yang bergerak di bidang souvenir dalam kesempatannya lebh menekankan pada kemampuan setiap individu dalam menjalani kewirausahaannya. Menurutnya, setiap orang pasti memiliki jiwa entrepreneur, tinggal bagaimana orang tersebut memanfaatkannya. (Torus)

Editor: FAA

Tokopedia: “Tumbuhkan Jiwa Pengusaha melalui e-Commerce”

Tokopedia Goes To Campus (Wahyu/Perspektif)

Tokopedia Goes To Campus (Wahyu/Perspektif)

Darussalam – Tokopedia mengadakan seminar Tokopedia Goes to Campus yang mengambil tempat di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, Selasa (5/4/2016) yang bertema “Cerdas di Era Digital”. Acara yang terbuka untuk umum ini dihadiri oleh sekitar kurang lebih 100 peserta.

Wakil Dekan III, Nashrillah Anis, S.E., MM dalam pembukaannya menyampaikan “Kita harus pandai memanfaatkan peluang untuk berbisnis. Berbisnis tidak harus punya toko atau tempat khusus, tapi bisa dimana saja. Bahkan sekarang berbisnis online pun sudah aman”.

Nashrillah Anis, S.E.,M.M. mendapatkan cinderamata dari Tokopedia (Wahyu/Perspektif)

Nashrillah Anis, S.E.,M.M. mendapatkan cinderamata dari Tokopedia (Wahyu/Perspektif)

“Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan dalam berbelanja online, beberapa hal tersebut adalah jangan mudah tergiur dengan harga murah, ketika ingin membeli suatu produk haruslah mempertimbangkan apakah kita butuh akan produk tersebut, juga telesuri harga pasar dan cek kredibilitas situs belanja dan penjual, produk tersebut haruslah situs resmi, kemudian simpan bukti transaksi dan yang terakhir adalah story smart. Kita harus menjadi pembeli yang teliti”, kata Viany, selaku pembicara.

Sebagai hiburan, pihak tokopedia juga membuat games “toped berhitung” dan membagikan doorprize bagi peserta yang beruntung serta hadiah menarik lainnya (Ibe,Mifta)

Editor: Fitri

Tiga Wirausahawan Muda Unsyiah Pamer Produk Di EXPO Wirausaha Indonesia

mahasiswa dan pembimbing, ki-ka, Tommy, Taufan, Ridha, Emy, EvaBanda Aceh – Sejumlah mahasiswa yang merupakan peserta Program Wirausaha Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menghadiri kegiatan EXPO Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia yang berlangsung, Rabu (26/11/2014) di Politeknik Jember, Jawa Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Direktorat Pendidkan Tinggi (Dikti), Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Tommy Harvie, salah satu peserta mewakili Unsyiah dari Fakultas Ekonomi (FE) membawa produk “KOMOS” kopi luwak liar untuk dipamerkan dalam expo tersebut, Muhammad Ridha Iskandar dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) membawa Indie Photobooth Aceh, dan Taufan Adistya dari FE dengan kaos airbrush dengan brandingvenbrush”. Ketiga peserta wirausaha dari Unsyiah ini merupakan binaan UKM Center Unsyiah. Ikut serta dalam rombongan yang mewakili Unsyiah, Evayani (dosen Fakultas Ekonomi & UKM Center Unsyiah) dan Emi Nurmasyita (staff biro rektor Unsyiah).

anang mengenakan kopiah meukutopEXPO yang berlangsung selama empat hari tersebut dihadiri oleh 60 Universitas dari seluruh Indonesia yang memamerkan produk-produk wirausaha mahasiswa. Tak hanya EXPO, terdapat juga seminar para wirausahaan dari Kota Jember dan klinik wirausaha yang turut dihadiri oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) asal kota Jember, Anang Hermansyah yang memberikan materi seminar dan motivasi kewirausahaan sekitar 2 jam, lalu kemudian mengunjungi stand-stand program mahasiswa wirausaha universitas dari setiap daerah.

“Pengunjung yang datang tidak hanya membeli dan melihat barang unggulan produk masing-masing universitas, tapi juga sebagian besar mengikuti seminar wirausaha nasional yang juga sepaket dengan rangkaian acara expo kewirausahaan ini,” ujar M Ridha Iskandar. []

Dosen FE Unsyiah Raih Juara I Penggerak Wirausaha Berprestasi 2014

(foto:dokumentasi Kemenpora)

(foto:dokumentasi Kemenpora)

Jakarta – Dosen Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Syiah Kuala sekaligus direktur UKM Center FE Unsyiah, Dr. Iskandarsyah Madjid, S.E., M.M. meraih Juara I kategori Penggerak Wirausaha Bersprestasi 2014 yang diadakan oleh Kementrian Pemuda dan Olahraga di Jakarta.

Kompetisi ini berlangsung sejak 1 Juli-31 Agustus 2014 dengan dua kategori yaitu, Wirausaha Muda Pemula Berprestasi (WPMB) untuk bidang pertanian, perdagangan dan jasa, industri dan jasa boga, industri kreatif) dan kategori Penggerak Wirausaha Berprestasi (PWB). Dari seluruh kategori yang ada, dipilih tiga pemenang pada setiap kategori. 10 finalis yang terpilih dalam tahap seleksi proposal, survei, verifikasi lapangan, dan wawancara akan dinilai lebih lanjut oleh dewan juri yang didatangkan dari berbagai bidang seperti kementerian teknis (UKM, pertanian, perindustrian, perdagangan, kelautan, dan perikanan), praktisi bisnis yang berasal dari Hipmi, perbankan, akademisi, dan media.

Berikut adalah pemenang untuk kategori Penggerak Wirausaha Berprestasi 2014; Juara I : Iskandarsyah (Aceh), nama usahanya UKM Center FE Unsyiah, Juara II :Syam Rahadi (Sulawesi Tenggara), nama usaha UPT Pusat Pengembangan Kewirausahaan dan produktivitas Nasional, Juara III : Uun Unerie (Jawa Barat), nama usaha Cirebon Creative.

Untuk kategori Wirausaha Muda Pemula Berprestasi 2014 :

A. Bidang Pertanian ; Juara I :Adi Pramudya ( DKI Jakarta) nama usaha CV Anugerah Adi, Juara II : Diyah Rahmawati Wicaksana Ningtyas (Jawa Timur) nama usaha Vigur Organik dan Juara III : Hendro Sugiarto ( Jawa Barat) nama usaha Mushroom Van Java.

B. Bidang Usaha Perdagangan dan Jasa : Juara I : Dea Ariyanti (Jawa Barat) nama usaha Supernova House, Juara II : Rahmat L Bialangi (Sulawesi Selatan) nama usaha PT Insan Adrasta Tour dan Juara III : Ali Oktoda (Bengkulu) nama usaha Simba Corporation.

C. Bidang Usaha Industri dan Jasa Boga ; Juara I : Nur Rachman (Jawa Barat) nama usaha RM Rumah Surge, Juara II : Misbakhul Arrezqi (Jawa Tengah) nama usaha Bintang 5 dan Juara III : Ahmad Miftakhul Khoiri ( Jawa Timur) nama usaha Ayam Geprak Sambal Bawang.

D. Bidang Usaha Industri Kreatif ; Juara I : Vania Santoso ( Jawa Timur) nama usaha Startic AV Peduli, Juara II : Putu Linda Aristhiana (Bali) nama usaha Bali Janger dan Juara III : Roby Rimeldo ( Sumatera Barat) nama usaha Bara. []

Sumber : VIVAnews 20 Oktober 2014 dengan sedikit penambahan tulisan.

 

Wirausaha Kantin Ekonomi

Mie Bang Ojan

(Foto: Aulia Utami)

Mie Bang Ojan

Siapa yang tidak kenal dengan Mie Aceh di kantin Fakultas Ekonomi Unsyiah. Rasanya yang lezat benar-benar menggugah selera para mahasiswa. Mie Aceh ini sudah ada di kantin kita sejak 2006 dengan koki andal yang akrab dipanggil Fauzan. Wow! Ternyata ia adalah penggemar Westlife. “Saya harus bermimpi dulu deh Westlife bakal datang ke kampus dan ngerasain mie buatan saya,” kata beliau sambil tertawa. Jangan salah, mie buatannya sudah pernah dicicipi oleh beberapa artis lokal, seperti Kande dan Rafli. Ia memulai usaha dengan berbekal dana sendiri dan kemampuan meracik resep mie. Sifat pedagang memang sudah mendarah daging di keluarganya. Hingga saat ini, ia mampu menghasilkan omzet perhari sebesar Rp 400 ribu.

Pangsit

Sebut saja namanya Ucok. Memulai usaha sejak tahun 2000 di ibukota, lalu ia pindah ke Aceh dan melanjutkan usahanya di kantin Fakultas Ekonomi pada tahun 2004. Dengan omzet Rp 800 ribu per hari, usaha ini termasuk sangat pesat, hingga membuka cabang di fakultas lain. Penggemar NOAH ini mengawali karir sebagai pekerja bangunan, lalu memutuskan untuk memulai bisnis pangsit. Ia mengakui sangat sulit bangun pagi untuk mempersiapkan dagangannya. “Yang penting harus bekerja keras dan tetap semangat,” katanya. Saat ini ia sedang mencari lokasi yang cocok untuk membuka cabang pangsit di tempat lain.

Lontong Abdi

Lontong Abdi

(Foto: Akhyar Hafiz)

Lontong menjadi menu favorit untuk sarapan. Mau lontong sayur atau lontong pacal? Yang paling terkenal seantero Unsyiah tentu saja di Fakultas Ekonomi. Bukan lagi disebut sebagai pendatang baru, keluarganya sudah menggeluti usaha ini selama lebih dari 20 tahun. Berawal dari sang ibu, Abdi melanjutkan usaha menjual lontong di kantin Fakultas Ekonomi sejak 2007. Saat ini lontong Fakultas Ekonomi yang terkenal telah membuka cabang di fakultas lain yang dikemudikan oleh abangnya. Tidak tanggung-tanggung, penggemar Tom Cruise ini mampu menghasilkan omzet hingga Rp 600 ribu per hari. “Prinsip saya dalam menjalankan usaha ini, yang penting jangan mudah menyerah”, tegas beliau. Beliau juga berharap semoga kantin Fakultas Ekonomi dapat diperluas lagi. (Aulia Utami)