Yuk Ikuti Lomba Foto ‘Aceh International Halal Food Festival’

Poster Photo Challenge Aceh International Food Festival

Dalam rangka menyambut pelaksanaan Aceh Internasional​ Halal Food Festival 2017, Dinas Pariwisata   Aceh mengadakan “Photo Challenge – Aceh International Halal Food Festival” yang berlokasi di Museum Aceh pada Tanggal 15 Mei 2017 pukul 09.00 -12.00 WIB dengan total hadiah Jutaan Rupiah.
Peserta ditantang untuk mengambil foto terbaik dari objek yang telah disediakan panitia di lokasi acara.
Syarat ketentuan lomba :
1. Peserta hanya mengambil foto dari objek yang telah disediakan oleh panitia.
2. Lalu tuliskan pengantar foto yang menarik dan kreatif, bisa pengalaman anda tentang objek, manfaat objek dalam kehidupan sehari-hari maupun keunikan material objek sebagai warisan citarasa lelulur. (Min 100 kata, maks 150 kata)
3. Satu peserta hanya boleh mengirimkan maksimal 5 karya foto, masing-masing dari 5 objek yang berbeda.
3. Format foto di simpan dalam format JPEG Large (File Asli), resolusi 300 dpi
4. Olah digital hanya sebatas brightness, contrast & cropping
5. Karya foto dikirim ke acehinternationalhalalfoodfest@gmail.com dengan data diri lengkap beserta copy KTP.
6. Pengiriman karya paling lambat tanggal 19 Mei 2017 dan pengumuman pemenang akan dilakukan paling lambat tanggal 21 Mei 2017 di website dinas pariwisata provinsi Aceh disbudpar.acehprov.go.id dan Instagram @halalfoodfestaceh
7. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dapat menggunakan semua foto yang dikirimkan oleh peserta untuk sarana promosi pariwisata Aceh tanpa harus meminta izin terlebih dahulu dengan tetap mencantumkan nama photographer.
8.Dewan Juri mewakili para ahli di bidang photography yaitu Bedu Saini dan Adi Warsidi serta perwakilan  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Band Indie Ibukota Meriahkan Acara LOZCAFEST 2017

Band Indie Ibukota Meriahkan Acara LOZCAFEST 2017 (Iqbal/Perspektif)

 

Darussalam – LOZCAFEST 2017 berhasil digelar di Pantai Cemara Lampuuk (24/4). Acara yang merupakan acara puncak perayaan anniversary OZ Radio Banda Aceh ini dihadiri oleh berbagai kalangan muda kota Madani.

LOZCAFEST merupakan event festifal musik indie yang pertama kali digelar di Banda Aceh. OZ Radio Banda Aceh berkolaborasi dengan Go Ahead People Banda Aceh ini menggabungkan seni dan alam bebas menjadi satu.

Dalam acara yang digelar di tepi pantai ini mengundang sejumlah band Indie terbaik Ibukota. Sebut saja Kelompok Penerbang Roket, Elephant Kind hingga DJ Dipha Barus turut memeriahkan rangkaian acara LOZCAFEST 2017.

“(Acara) ini adalah acara yang luar biasa dengan konsep seni dan alam bebas pertama di Aceh. Senang bisa ikut dalam acara ini” sebut salah seorang penonton.

Band Indie Ibukota meriahkan acara LOZCAFEST 2017 (Jauhar/Perspektif)

Selain band Indie Ibukota, acara ini turut diisi oleh sejumlah band hits di Banda Aceh seperti Threemore, Killa The Phia dan sejumlah band asli bentukan anak Aceh turut memeriahkan acara ini.

LOZCAFEST 2017 juga diisi oleh sejumlah stand makanan, games hingga brand pakaian lokal pun turut hadir untuk memanjakan pengunjung yang datang.

Pengunjung juga dapat mencoba berkreasi dengan *face painting* oleh komunitas lukis Akar Imaji. Selain itu, pengunjung juga bisa mendapatkan merchandise band-band yang tampil di stand OZ Radio Banda Aceh (Jr)

Mahasiswa KKN – PPM 10 Unsyiah dan LPN Gelar Saweu Nusa

KKN PPM 10 Unsyiah Gelar Saweu Nusa (Dokumentasi KKN PPM 10)

KKN PPM 10 Unsyiah Gelar Saweu Nusa (Dokumentasi KKN PPM 10)

Aceh Besar – Sebanyak 37 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Program Pengabdian Masyarakat 10 (KKN-PPM 10) periode 11 tahun 2016 Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan acara promosi potensi wisata Gampong Nusa yang bertajuk “Saweu Nusa” bersama Lembaga Pariwisata Nusa (LPN). Acara ini dilaksanakan pada hari minggu, 28 Agustus, di Gampong Nusa, Lhoknga, Aceh Besar.

Saweu Nusa ini diselenggarakan untuk mempromosikan Gampong Nusa yang memiliki banyak potensi wisata di dalamnya. Beberapa diantaranya adalah ekowisata, wisata kreatif berupa pengolahan sampah organik dan non-organik, dan wisata budaya serta kuliner khas Aceh.

“Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan wisata Gampong Nusa melalui program – program yang telah dilakukan oleh mahasiswa KKN PPM 10 di Gampong Nusa selama satu bulan,” Kata Muhammad Furqan, ketua KKN PPM 10.
Furqan berharap semoga kedepan Gampong Nusa ini lebih sukses dan berkembang dalam hal wisata.

Adapun pelaksanaan Saweu Nusa dimulai dengan presentasi promosi potensi desa oleh LPN dan pemutaran video promosi wisata yang dibuat oleh mahasiswa KKN-PPM 10 Unsyiah. Selanjutnya, acara dilaksanakan dengan kegiatan ‘Wet-Wet Gampong’, yaitu mengunjungi bank sampah, pengolahan barang bekas oleh Nusa Creation Community (NCC), dan keliling kampong. Selain itu, even ini dimeriahkan dengan penampilan seni yang terdiri dari Rapa’i Geleng, Laweut, dan Ranup Lampuan dari komunitas seni Al – Hayah dan simulasi 3 macam permainan tradisional, serta pengumuman lomba photo booth Instagram.

Acara tersebut dihadiri oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Aceh, Duta Wisata, Agen Travel yang berada di kawasan Banda Aceh, dan juga stakeholder yang terkait dengan pariwisata. Selain itu, Beberapa komunitas yang tergabung dalam Forum Kolaborasi Komunitas (FKK) Banda Aceh, jajaran pemerintah Kabupaten Aceh Besar, dan awak media juga turut diundang dalam acara ini.(Rio/DeTak)

LPM Perspektif Adakan Pameran Fotografi

 Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah meresmikan pembukaan pameran (Jauhar/Perspektif)

Darussalam – LPM Perspektif sebagai salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah mengadakan acara pameran fotografi di Area Hijau, belakang gedung KPMG Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala. Acara ini diselenggarakan pada tanggal 21-24 Maret 2016, sebagai agenda tahunan yang telah diadakan sejak tahun 2012.

Pameran Foto Perspektif (Jauhar/Perspektif)

Pameran Foto Perspektif (Jauhar/Perspektif)

Wakil Dekan III bidang kemahasiswaan, Nashrillah Anis, S.E., MM secara resmi membuka event yang mengusung tema “Colour of Lens”, Senin (21/3/2016). Pembukaan berlangsung secara khidmat dan dihadiri oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Ade Aulia beserta perwakilan undangan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).
Dalam kata sambutan pembukaannya, Nashrillah Anis mengatakan “saya sangat mengapresiasi kinerja panitia dan anggota LPM Perspektif yang berhasil menyelenggarakan pameran fotografi selama 4 tahun berturut-turut. Ini menjadi tolak ukur kinerja dan proses kaderisasi anggota LPM Perspektif. Saat ini, indeks kegiatan mahasiswa Unsyiah terkesan lebih untuk wilayah sekitar saja, maka dalam beberapa waktu lalu saat dilakukan penilaian indeks

kegiatan mahasiswa, kita hanya mendapat nilai 0.1 yang berarti kegiatan mahasiswa masih sangat kurang, bahkan hampir tidak ada. Oleh karena itu, saya selaku pembina bidang kemahasiswaan juga memberi tantangan bagi LPM Perspektif agar tahun depan skala lomba dan pameran foto harus bisa go national , begitu pula dengan UKM dan HMJ lain.

Lembaga Pers Mahasiswa lain dari luar wilayah kota Banda Aceh juga turut hadir dan memeriahkan, seperti LPM Suara Al Muslim dari Bireun. Turut hadir pula perwakilan dari LPM Sumber Post (UIN Ar-Raniry), UKM Pers DETaK Unsyiah, dan LPM HAHoe (Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala).

Wahyu Santoso selaku ketua panitia melaporkan “tahun ini jumlah peserta lomba mencapai 12 peserta dan foto yang masuk berjumlah 26 foto. Alhamdulillah tahun ini yang mengikuti lomba fotografi dengan tema “Everyday Heroes” mencapai 12 peserta dan foto yang masuk berjumlah 26 foto”.

“Kami sangat senang mendapat apresiasi positif dari Lembaga Pers Mahasiswa dari Fakultas dan Universitas luar, memperluas relasi sampai ke Lembaga Pers yang ada di Bireun dan bisa diliput oleh DETaK juga Sumber Post”, tutur Wahyu Kurniawan selaku Pemimpin Umum. (Jo)

Foto Bersama Perwakilan UKM dan LPM dan Pembantu Dekan III FEB Unsyiah (Jauhar/Perspektif)

Foto Bersama Perwakilan UKM dan LPM dan Pembantu Dekan III FEB Unsyiah (Jauhar/Perspektif)

Editor: Fitri

Dukung Video “Peumulia Bule” di Agam Inong (Duta Wisata) Banda Aceh 2014

PEUMULIA BULE – AGAM INONG (DUTA WISATA) BANDA ACEH 2014

Finalis: Furqan Maudhudy (Agam) & Cut Sannas Saskia (Inong)

Darussalam | “Peumulia Jame Adat Geutanyoe” (Glorifying Guest Are Our Indigenous) is a great culture in Aceh and we hope, we could keep it forever. ‘Peumulia’ is the language of Aceh, which means it is glorifying, while ‘Bule’ is a term in Indonesia to the Foreign Tourists. So, Peumulia Bule is glorified tourists who come as guests. This video is our entry into Agam Inong Banda Aceh “Tourism Ambassador” video contest. Agam Inong Banda Aceh Theme is “Everyone is Tourism Ambassador”. In this video, they choose Aceh Tsunami Museum because it was one of the top destinations for tourist to come to Banda Aceh. Vote ends on 24th March 2014. The most viewed & voted video will be a Favorited Champion. []

 

FilmMaker Crews :

Furqan Maudhudy | Tourism Candidate for Agam Banda Aceh
Cut Sannas Saskia | Tourism Candidate for Inong Banda Aceh
Rinaldy Hasbi | Cameraman
Jovid | Tajikistan, Tourist
Ahmad | Turkey, Tourist

Editing :

With the little touch of Magisto and Fatih Bilingual School’s Lab. Computer.

Dukung Video ‘Wet-Wet Gam’ di Agam Inong (Duta Wisata) Banda Aceh 2014

WET-WET GAM – AGAM INONG (DUTA WISATA) BANDA ACEH 2014

Finalis: Muhammad Edly Fachrurozy (Agam) & Zahratul Fajri (Inong)

Darussalam | Wet-Wet Gam dalam bahasa Aceh sendiri artinya adalah Jalan-Jalan Men. Video yang berdurasi 5 menit ini diambil di berbagai tempat wisata di Banda Aceh, seperti Mesjid Raya Baiturrahman, Museum Tsunami Aceh, Kapal PLTD Apung, dan Gunongan. Video ini berisikan City Tour yang menunjukkan tempat-tempat apa saja yang turis harus kunjungi selama di Banda Aceh.

Tema yang diusung oleh Agam Inong (Duta Wisata) Banda Aceh 2014 ini adalah “Everyone is Tourism Ambassador”, jadi setiap orang dapat mempromosikan wisata di daerahnya masing-masing. Finalis pembuat video ini adalah M. Edly Fachrurozy (mahasiswa tingkat akhir di Fakultas Ekonomi Unsyiah) dan Zahratul Fajri (dokter coas di BLUD Zainoel Abidin).

Untuk memberikan dukungan kepada video ini, dapat mengunjungi link ini lalu klik “Like”. Batas terakhir vote adalah sampai 22 Maret 2014 pkl. 21.00. []

era-oji

Zahratul Fajri (kiri) dan M. Edly Fachrurozy (kanan) sedang menjelaskan sejarah Kuburan Kherkoff dalam video ‘Wet-Wet Gam’ (Dimas/Perspektif)

Biodata

Nama                                     : Muhmmad Edly Fachrurozy (Oji)

Lahir                                      : Medan, 24 September 1992

Status                                    : Mahasiswa tingkat akhir FE Unsyiah

Hobi                                       : Futsal

Organisasi                            : LPM Perspektif FE Unsyiah

Kuliner Aceh favorit       : Sate Matang

Nama                                     : Zahratul Fajri

Lahir                                      : Banda Aceh, 23 Januari 1991

Status                                     : Dokter coas di BLUD Zainoel Abidin

Hobi                                        : MC

Organisasi                            : CIMSA

Destinasi favorit                : Kapal Apung