“Dari Kita untuk Kita”, FEB Unsyiah Jadikan Meugang Sebagai Momen Menjaga Silaturahmi

“Dari Kita untuk Kita”, FEB Unsyiah Jadikan Momen Meugang Untuk Menjaga Silaturahmi (La/Perspektif)

Darussalam – Selasa (15/5) Meugang atau makmeugang adalah salah satu tradisi yang diwariskan secara turun-temurun di tanah serambi mekkah atau lebih tepatnya pada zaman Sultan Iskandar Muda. Bagi masyarakat Aceh sendiri, dalam menyambut Bulan Ramadhan atau lebaran tanpa meugang akan terasa sangat hambar.

Setiap tahunnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah menyambut hangat tradisi meugang. Telihat tahun 2018 sebanyak delapan ekor sapi menghiasi halaman kampus FEB. Jumlah sapi ditahun 2018 begitu meningkat dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya dua atau tiga ekor sapi saja.

Sapi yang sudah disembelih akan diberikan kepada seluruh dosen dan pegawai FEB Unsyiah baik yang masih aktif bekerja maupun yang sudah menjadi pensiunan.

Tujuan utama diselenggarakannya acara ini adalah untuk menjaga tali silaturahmi. “Saya pikir poin utama dari acara ini adalah silaturahmi,keakraban,kekeluargaan. Karena dengan membuat acara seperti inilah kita bisa terus menjaga persaudaraan kita baik dengan seluruh pegawai yang masih bekerja atau bahkan dengan yang sudah lama pensiun,” ujar Prof.Dr. Nasir Aziz, SE., MBA selaku Dekan FEB Unsyiah.

Tidak adanya hambatan sedikitpun selama rangkaian tradisi meugang berlangsung, karena acara ini terselenggara dari kita untuk kita. Semua pegawai FEB Unsyiahpun turut berpartisipasi dan saling membantu dalam penyelenggaraan acara ini.

“Harapan saya untuk dekan atau pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis kedepan nanti adalah meneruskan tradisi seperti ini,jangan hanya berorientasi kepada dagingnya saja tetapi harus kita fokuskan terhadap nilai yang akan kita dapat. Karena dengan begini inshaAllah tali silaturahmi kita tidak akan pernah terputus,” tutup Prof.Dr. Nasir aziz , SE., MBA. (La,Din)