Dr. H. Marzuki Alie ; Pembangunan Tidak Bisa Kita Bangun Tanpa Adanya Kebersamaan

DSC_6992Jum’at (27/12) , Gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala tampak dipadati ratusan mahasiswa yang mengikuti kuliah umum bersama Dr.H.Marzuki Alie selaku ketua DPR Republik Indonesia. Acara yang dilaksanakan oleh Fakultas Ekonomi Unsyiah ini mengangkat tema “Otonomi Khusus, UUPA dan Kesejahteraan Masyarakat Aceh”. Kuliah umum dan diskusi publik ini diawali dengan kata sambutan oleh rektor Universitas Syiah kuala, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal M.Eng. Beliau juga menuturkan beberapa kisah tentang Aceh yang beberapa program nya telah diadopsi oleh pihak nasional , seperti pembentukan MUI (Musyawarah Ulama Indonesia) yang terinsiparasi dari PUSA (Persatuan Ulama Seluruh Aceh). “Semoga diksusi dan kuliah umum ini dapat menghasilkan langkah yang signifikan untuk menemukan formula baru untuk Aceh dan Indonesia yang lebih baik kedepan nya” tutup beliau dalam memberi kata sambutan nya.

Acara yang dihadiri oleh mahasiswa dan seluruh civitas akedemika Unsyiah ini semakin menarik saat pemateri yaitu bapak Marzuki Alie menjelaskan tingkat kemiskinan di Aceh yang semakin tinggi yakni mencapai angka 18,7 %. Dalam konteks ekonomi , beliau memaparkan bahwa Aceh memiliki kualitas yang cukup bagus untuk kategori sumber daya alam nya. Namun cukup disayangkan dengan keberadaan SDM yang tidak berkompeten.  Sehingga dana yang kini cukup banyak diberikan kepada pemerintah Aceh tidak dapat dipergunakan dengan efesien. “Menyinggung tentang otonomi khusus, menurut saya pembangunan tidak bisa kita bangun sendiri tanpa adanya kebersamaan. Oleh karena itu, para pemimpin daerah yang kini sedang mengadakan segala kegiatannya haruslah memanfaatkan kewenangan bagi kemaslahatan rakyat dengan sebaik-baiknya” pungkas ayah dua orang anak ini ketika mengakhiri kuliah umum sebelum menuju sesi diskusi dan tanya jawab.DSC_7096

Diskusi yang kemudian dipimpin langsung oleh bapak Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal M.Eng ini cukup memperlihatkan antusiasme para peserta kuliah umum  tersebut. Salah satu pertanyaan yang juga muncul dalam diskusi tersebut adalah mengenai “wali nanggroe” yang sedang hangat diperbincangkan dalam kalangan masyarakat Aceh. Tanpa mengomentari lebih jauh, ketua DPR Republik indonesia ini mengatakan sebagaimana kita ketahui bahwa indonesia ini luas dan beragam , jadi sudah pantaslah kita menerima dan memelihara keberagaman tanah air tercinta kita ini.

Diskusi dan kuliah umum yang berlangsung kurang lebih 3 jam ini berakhir dengan pemberian cindera mata oleh Rektor & Dekan Fakultas Ekonomi Unsyiah. (mia)DSC_7100