Gerakan Nasional Literasi Keuangan Indonesia

Literasi-Keuangan

Banda Aceh | Bursa Efek Indonesia (BEI) bekerjasama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia dan Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala menyelenggarakan seminar yang bertajuk, “Gerakan Nasional Literasi Keuangan Indonesia”  di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh, pada Kamis 5 Juni 2014.

Seminar Nasional yang diselenggarakan serentak di 8 kota se-Indonesia tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada masyarakat mengenai produk-produk jasa keuangan. Edukasi tersebut dirasa penting, di tengah maraknya berbagai produk jasa keuangan seperti perbankan, asuransi, pegadaian, dana pensiun, leasing, dan pasar modal. Masyarakat harus mengetahui dan mengerti untuk dapat memilih produk jasa keuangan yang sesuai dengan kebutuhannya dengan bijak.

Rektor Universitas Syiah Kuala, Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal M. Eng. dalam sambutannya mengatakan bahwa sosialisasi ini sangat tepat mengingat mahasiswa merupakan calon pelaku bisnis keuangan di masa depan. “Suatu hari nanti mereka akan seperti kita, memiliki pendapatan sendiri dan dapat memilih berbagai produk jasa keuangan seperti membeli saham, dan lain-lain.” Turut membuka acara tersebut Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa BEI Jakarta, Samsul Hidayat dan Direktur Edukasi dan Literasi OJK, Prabowo.

Samsul Hidayat mengatakan bahwa untuk meningkatkan pelayanan kepada investor, pihaknya telah menerapkan pelayanan secara real time melalui IDX Mobile.  Sistem ini diharapkan dapat mengantisipasi dan mendukung perkembangan pasar modal Indonesia di masa depan seiring dinamika pertumbuhan pasar modal yang cepat dan dinamis.

“Dengan adanya layanan ini diharapkan dapat memudahkan informasi perdagangan saham secara langsung (real time dan online) dan dapat diakses di mana saja melalui smartphone dan tablet,” tambahnya.

Darmin S.E., MBA. dari Panin Sekuritas, Medan yang telah berkecimpung dalam bisnis perbankan dan pasar modal selama lebih dari 27 tahun mengatakan pentingnya aspek kehati-hatian dalam membeli saham bagi investor pemula. “Jangan membeli dalam jumlah besar pada satu saham perusahaan. Lebih baik baik memecah sedikit-sedikit untuk beberapa saham.”

Lebih jauh Darmin menilai bahwa prospek pasar modal Indonesia akan terus berkembang jauh melampaui sektor perbankan. Mengutip Bloomberg, Darmin mengatakan bahwa sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia menjadi pilihan favorit bagi investor di dunia. Saat ini, rata-rata indeks Price Earning Ratio (PER) di Indonesia tercatat sebesar 15 persen dan diprediksi tahun 2015 akan menjadi 13 persen. [ ]