Jawaban Akhir Polemik KTM 2016

Jawaban Akhir Polemik KTM 2016 (Mevi/Perspektif)

Darussalam – Hal yang kerap masih sering dipertanyakan oleh mahasiswa angkatan 2016 kini terjawab sudah. Setelah ditelusuri mengenai kesimpangsiuran info yang mereka dapat tentang fungsi KTM yang tak sama dengan tahun-tahun sebelumnya.

Teruntuk mahasiswa 2016 KTM dan ATM dipisahkan menurut fungsinya. KTM 2016 kini hanya sebuah Kartu Tanda Mahasiswa dan ATM Mahasiswa 2016 juga akan dibagikan nantinya berfungsi sebagai ATM. Hal ini jelas sangat jauh berbeda dari tahun sebelumnya. Namun begitu kenyataannya.

KTM 2016 berbeda wujud fisiknya walaupun fungsinya sama tetap menjadi peninjauan mengapa diera yang semakin canggih ini menimbulkan kemunduran teknologi? Padahal jika difikirkan kembali, penggunaan KTM yang sekaligus berfungsi sebagai ATM adalah suatu bentuk kemajuan teknologi yang lebih memudahkan pengguna dalam kegiatannya.  Namun yang menjadi pertanyaan  “Mengapa KTM tak di satukan oleh ATM lagi? Dan Apakah faktor keterlambatan pembagian ATM tersebut?

Menanggapi persoalan tersebut, Dr. H. M. Nasir Ibrahim selaku kepala Biro Kemahasiswaan Unsyiah mengatakan, ATM 2016 sudah siap namun belum dipastikan jadwal dan tempat pembagiaannya dan bagaimana prosedur pembagiannya.

Kali ini ATM akan dibagikan terpisah dari KTM yang sudah dibagikan tahun pertama kuliah.  Secara fisik jelas berbeda dari tahun sebelumnya, yang dulunya bernilai ganda dan efektif. Sedangkan kini  terkesan kurang efisien dan efektif.

“Mahasiswa Harus menunggu pengumuman pembagian Kartu ATM tersebut dan dimana tempat pengambilannya. Apakah akan dibagikan di Biro atau di Bank BNI sendiri. Namun itu masih di bicarakan lagi,” tambahnya.

Alasan KTM terpisah dengan ATM adalah bank tidak berhak mengeluarkan KTM. Bahwa yang berhak mengeluarkannya adalah Rektor Unsyiah. Unsyiah bekerja sama dengan bank BNI karena adanya nota kesepahaman atau yang disebut MOU. Mengingat Bank Negara Indonesia adalah bank pertama kali masuk ke Unsyiah yang juga sangat berjasa bagi kampus kebanggaan rakyat Aceh.

Hal tersebut menjadi alasan dasar bahwa hingga sekarang Unsyiah masih menjalankan kerjasama dengan BNI dalam pembuatan ATM mahasiswa.

Terjawab sudah semua pertanyaan yang dilontarkan mahasiswa 2016. Dapat dikatakan bahwa mahasiswa 2016 bukannya tidak mendapatkan ATM seperti tahun sebelumnya, namun ada sedikit kendala dan perubahan konsep yang menjadi keterlambatan pembagian kartu.

Untuk kedepannya mahasiswa 2016 hanya bisa saja menunggu pengumuman oleh Pihak Biro Unsyiah  dan pada saat itu juga mahasiswa mendapatkan haknya. (Wal,Ci)