Mengenang Sosok Alm. M Yacob Abdi Semasa Hidupnya

Mengenang Sosok Alm. M Yacob Abdi Semasa Hidupnya

Darussalam – Innalillahi wainnailaihirajiun. Tepatnya hari Jumat, 23 Februari 2018 kabar duka datang dari Bapak M. Yacob Abdi yang merupakan mantan Wakil Dekan III periode 1991-1996. Beliau dikabarkan menghembuskan nafas terakhirnya di Medan dan dikebumikan di Banda Aceh Ajuen Jempit. Kabar yang beredar cepat tersebut menuai antusias para Mahasiswa FEB Unsyiah maupun alumni dengan memberikan belasungkawa melalui sosial media yang mereka miliki.

Tak hanya menjabat sebagai Wakil Dekan III saat periodenya. Ternyata Almarhum dulunya juga merupakan alumni FEB Unsyiah dari Jurusan Ekonomi Manajemen dan Beliau juga seorang dosen pada jurusan Akuntansi dan juga pada D3 Manajemen Pemasaran pada masanya.

Mengenang kembali sosok Alm. Yacob Abdi dimata WD III periode ini, Murkhana ingat betul saat dirinya mengikuti program seleksi beasiswa, bahwasanya yang menyeleksi tersebut adalah almarhum. Dan alhamdulillah Ia lulus pada program tersebut.

“Beliau adalah orang yang sangat Objektif sebagai seorang WD III saat periodenya, karena ia mampu menyesuaikan kebutuhan mahasiswa yang sangat Memerlukan beasiswa tersebut,” Ujar Murkhana.

Murkhana menyatakan bahwa semasa beliau WD III, beliau sangat memberikan perhatian serius kepada Mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi. Banyak Mahasiswa yang mendapatkan beasiswa ketika ia menjadi dosen di Fakultas Ekonomi.

Murkhana menyatakan bahwa beliau sangat memberikan perhatian serius kepada Mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi

Alm. Yacob Abdi dikenal ramah, pergaulan luas dan beliau orang yang peduli sekalipun ia sudah pensiun, beliau tetap mengunjungi Fakultas Ekonomi saat acara “Meugang” maupun buka puasa bersama. Beliau juga mendukung penuh aktifitas dikampus seperti UKM maupun HMJ.dan sering memberikan masukan serta nasihat kepada mahasiswa- mahasiswa.

Sosok M Yacob Abdi begitu dikenang saat kepergiannya terutama mahasiswa/i FEB Unsyiah. Beliau yang dulunya pernah mengukir sejarah di kampus kuning sekarang hanya dapat dikenang. Seperti bunyi pribahasa “Gajah mati meninggalkan gading, Harimau mati meninggalkan belang dan Manusia mati meninggalkan nama.”

Mari kita doakan bersama agar amal ibadah beliau diterima disisi-Nya amin yarabb.(WAL)