Pemadaman Listrik Tidak Surutkan Semangat KBM FE Laksanakan Raker

Suasana rapat kerja KBM yang tetap berjalan di ruangan terbuka. Rapat tetap berjalan dengan aktif meskipun terjadi pemadaman listrik (Foto: Wahyu K./Perspektif)

Darussalam – Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala laksanakan Rapat Kerja Organisasi Mahasiswa (Raker Ormawa), Sabtu (14/02) di lingkungan terbuka Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Rapat kerja tersebut dihadiri oleh Pembantu Dekan Bidang Kemahasiswaan, Nashrillah Anis, S.E., M.M. dan seluruh ketua umum beserta perwakilan dari 12 organisasi mahasiswa di Fakultas Ekonomi Unsyiah. Dalam rapat kerja tersebut, ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FE Unsyiah, Teuku Meurah Albar bertindak sebagai moderator memimpin jalannya rapat.

Sebelumnya, PT. PLN (Persero) melakukan pemadaman listrik di area Kampus Unsyiah dan sekitarnya sejak pukul 09.00 s.d 18.30 WIB (14/02), sehingga rapat yang seharusnya berlangsung dengan memakai ruangan dan fasilitas kampus harus direlokasi ke tempat terbuka di lingkungan fakultas.

Pembantu Dekan Bid. Kemahasiswaan, Nashrillah Anis dalam rapat kerja tersebut mengatakan sinkronisasi program satu dengan yang lainnya sangat diperlukan. Karena kualitas kegiatan dan acara yang dibuat, ditentukan oleh kualitas perencanaan yang matang, serta kualitas organisasi tersebut dalam melaksanakannya. Ukuran itulah yang menjadi acuan sukses tidaknya sebuah kegaitan atau acara dilakukan, mau itu dengan lingkup lokal, maupun nasional atau internasional.

“Pada tahun lalu, terdapat 129 kegiatan yang diajukan untuk dilaksanakan pada periode 2014. Hanya saja, yang terealisasi cuma sekitar 40 – 50% saja. Hal ini karena beberapa proposal diajukan hanya tinggal beberapa hari saja dari tanggal pelaksanaan. Lalu ada juga yang kegiatan yang diajukan memang tidak berkenaan sama sekali tentang fungsi organisasi tersebut. Karena ada tiga kategori suatu kegiatan, yaitu Disetujui dan Didanai (DD), Disetujui dan Tidak Didanai (DTD), dan Tidak Disetujui dan Tidak Didanai (TDTD).” ujarnya.

Selama rapat berlangsung, sebanyak 144 program kerja diusulkan untuk dapat dilaksanakan pada periode 2015. “Karena banyaknya program kerja, dan beberapa program kerja yang sejenis, maka sebaiknya kita rampungkan dan kerucutkan kembali program kerja masing-masing organisasi sehingga program kerja yang diusulkan menjadi program kerja yang memang benar-benar realistis, yaitu benar adanya dapat dilaksanakan pada periode 2015. Jangan adanya program kerja yang istilahnya “cat langit” atau istilahnya program kerja khayalan. Kita majukan ekonomi dengan bergerak bersama dan #BanggaBerbuatBersama. ” ujar Albar, yang biasa disapa Poncut. []