Rais Ikut Komentari Aksi Kartu Kuning Jokowi : Pemerintah Fokus Membangun Negeri atau Fokus Membangun Citra?

BEM ekonomi Ikut Komentari Aksi Kartu Kuning Jokowi (mevi/perspektif)

Darussalam – Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis ( BEM FEB) UNSYIAH, Rais Mukhayar mengapresiasi aksi ketua BEM UI Zaadit Taqwa yang mengacungkan “Kartu kuning” kepada Presiden Joko Widodo saat Dies Natalis UI ke-68. Menurut Rais, aksi tersebut merupakan hal yang kreatif bagi mahasiswa dalam mengkritisi pemerintah.

“Menyikapi aksi tersebut, kita sesama mahasiswa sangat mendukung penuh apa yang dilakukan oleh BEM UI. Langkah yang dilakukan Zaadit menurut saya sudah benar. Kita sebagai mahasiswa adalah penyambung lidah rakyat untuk mengontrol pemerintahan,” Ujar Rais saat ditemui di Sekret BEM FEB UNSYIAH, Rabu (14/2/2018).

Rais mengatakan, dalam aksi tersebut Zaadit sebenarnya tidak hanya menuntut tentang gizi buruk di Asmat namun juga menyampaikan hal lain yakni tentang dwifungsi TNI/POLRI dan aturan soal Organisasi Mahasiswa. Namun kenapa malah permasalahan Asmat yang menjadi sangat kontroversial di media, seakan hal ini menjadi fokus pemerintah dan seperti memojokkan Zaadit selaku ketua BEM UI.

“Sebenarnya pemerintah fokus membangun negeri atau fokus membangun citra? Bila berbicara tentang etika, Zaadit sudah sangat beretika dibanding saat tahun 1998 dimana mahasiswa menaiki gedung parlemen. Tapi itu yang namanya mahasiswa, keberanian seperti ini yang jarang ditemukan dan patut diapresiasi,”tuturnya.

Aksi yang dilakukan oleh Zaadit dalam mengkritisi pemerintah banyak menimbulkan  pro dan kontra di berbagai media, mulai dari kelompok kontra yang mengomentari bahwa Zaadit tidak pantas melakukan hal  tersebut karena dia belum pergi dan melihat Asmat secara langsung sampai kelompok pro yang setuju dan mendukung penuh aksi ini. “Kita sebagai mahasiswa berhak mengkritisi karena saat ini kita hanya punya wewenang untuk mengkritik. Kita belum pada masanya untuk memberi solusi, kita masih seorang mahasiswa yang sedang belajar. Mungkin 10 atau 20 tahun kedepan tidak menutup kemungkinan kita yang akan memimpin dan memberikan solusi bagi permasalahan di negeri ini,” tambah Rais.

Rais juga menyampaikan harapannya untuk mahasiswa dan aktivis sebagai generasi penerus bangsa terkait aksi yang dilakukan ketua BEM UI tersebut. “ Saya berharap, aksi Zaadit tersebut bisa menjadi pemicu bagi mahasiswa dan aktivis lainnya untuk peduli dan berani bersikap kritis terhadap pemerintah. Kita harus bersatu, jangan sampai kita mau dibentuk untuk menjadi penerus yang diam tidak berani bertindak,”. (Mv, Zla)