Tiga Wirausahawan Muda Unsyiah Pamer Produk Di EXPO Wirausaha Indonesia

mahasiswa dan pembimbing, ki-ka, Tommy, Taufan, Ridha, Emy, EvaBanda Aceh – Sejumlah mahasiswa yang merupakan peserta Program Wirausaha Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menghadiri kegiatan EXPO Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia yang berlangsung, Rabu (26/11/2014) di Politeknik Jember, Jawa Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Direktorat Pendidkan Tinggi (Dikti), Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Tommy Harvie, salah satu peserta mewakili Unsyiah dari Fakultas Ekonomi (FE) membawa produk “KOMOS” kopi luwak liar untuk dipamerkan dalam expo tersebut, Muhammad Ridha Iskandar dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) membawa Indie Photobooth Aceh, dan Taufan Adistya dari FE dengan kaos airbrush dengan brandingvenbrush”. Ketiga peserta wirausaha dari Unsyiah ini merupakan binaan UKM Center Unsyiah. Ikut serta dalam rombongan yang mewakili Unsyiah, Evayani (dosen Fakultas Ekonomi & UKM Center Unsyiah) dan Emi Nurmasyita (staff biro rektor Unsyiah).

anang mengenakan kopiah meukutopEXPO yang berlangsung selama empat hari tersebut dihadiri oleh 60 Universitas dari seluruh Indonesia yang memamerkan produk-produk wirausaha mahasiswa. Tak hanya EXPO, terdapat juga seminar para wirausahaan dari Kota Jember dan klinik wirausaha yang turut dihadiri oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) asal kota Jember, Anang Hermansyah yang memberikan materi seminar dan motivasi kewirausahaan sekitar 2 jam, lalu kemudian mengunjungi stand-stand program mahasiswa wirausaha universitas dari setiap daerah.

“Pengunjung yang datang tidak hanya membeli dan melihat barang unggulan produk masing-masing universitas, tapi juga sebagian besar mengikuti seminar wirausaha nasional yang juga sepaket dengan rangkaian acara expo kewirausahaan ini,” ujar M Ridha Iskandar. []

Film Dokumenter Aceh Akan Diputar di Jakarta

Lanskap Poster

Jakarta – Komunitas Tikar Pandan bekerja sama dengan Museum HAM Aceh dan didukung oleh Galeri Indonesia Kaya, akan melaksanakan peringatan dan refleksi 10 tahun gempa dan tsunami Aceh. Acara yang dikemas dalam program Festival Film Smong Aceh ini akan dilaksanakan pada hari Kamis (4/12), sejak pukul 16.00-21.00 WIB, di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia West Mall, Lantai 8, Jln. M. H. Thamrin, No. 1, Jakarta. Acara ini gratis dan pengunjung dapat mendaftar via www.indonesiakaya.com.

Manajer Festival, Mirisa Hasfaria, menjelaskan bahwa smong adalah istilah dan pengetahuan lokal di Kabupaten Simeulue, Aceh, untuk menyebut tsunami. Smong pernah melanda pulau ini pada 1907. Pada smong 2004 lalu, hanya sedikit penduduk pulau ini yang menjadi korban karena mereka telah memiliki pengetahuan yang bersumber dari kearifan lokal kebencanaan yang diwariskan secara berkelanjutan, sehingga mampu menyelamatkan diri.

Lebih lanjut, Mirisa menambahkan bahwa tujuan dari Festival Film Smong Aceh ini yaitu untuk membangun kesadaran dan pengetahuan masyarakat terhadap bencana dan membuka ruang dialog dengan berbagai pemangku kepentingan yang bekerja dalam isu penanganan bencana.

Festival ini sudah memasuki tahun kedua, setelah sebelumnya pada tahun 2013, dinamakan Festival Film Bencana Aceh dan dilaksanakan di Aceh saja. Pada tahun ini, terjadi transformasi nama dan penambahan tempat pemutaran yang menjangkau daerah lain di luar Aceh. Tema yang diusung di tahun 2014 ini adalah “Semua Terekam Tak Pernah Mati”. Tema ini diinspirasi dari lirik lagu musisi The Upstairs.

Poster Pemutaran FilmKiki, mewakili Kurator Program Festival Film Smong Aceh, menuturkan bahwa tema ini diangkat untuk menggambarkan bagaimana pengetahuan kebencanaan disimpan, diingat, dipelajari, dan disebarluaskan dengan beragam media, misalnya lukisan; tulisan, salah satunya adalah melalui syair hikayat; foto; dan film, yang bertahan hingga ke beberapa generasi.

Pada program ini, akan ada pemutaran film dan pertunjukan seni tradisi “Penutur Aceh Moderen” oleh seniman Agus Nur Amal (Agus PMTOH) dan Muda Balia. Mereka akan berkolaborasi membawakan “Hikayat Negeri Bencana”. Film yang akan diputar pada sesi ini adalah: Sejarah Negeri Yang Karam (2005); Hikayat dari Ujung Pesisir (2013); Nyanyian Tsunami (The Tsunami Song) (2005); dan Sabang, The Spiritual Journey (2013).

Pada sesi Fokus, untuk tahun ini, Kurator Program Festival Film Smong Aceh memilih karya Fauzan Santa. Fauzan bergiat sebagai sutradara dan ko-sutradara berbagai film dokumenter. Hasil produksi filmnya di antaranya adalah: Pena-Pena Patah (Banda Aceh, 2001), Abrakadabra (Jakarta, 2003), Suak Timah (Banda Aceh, 2006), Meudiwana (Banda Aceh, 2007), Danau Tak Beriak (Banda Aceh, 2007), dan Memahat Perahu (Banda Aceh, 2013). Fauzan juga periset dan penulis skrip dokumenter dan film pendek dengan hasil karya: Anak Negeri Matahari (Jakarta, 2005), Tarian Penabuh Tubuh (2003), Api Membakar Kupi-Kupi (2004), dan Hana Gata Hana Saka (2004). Sutradara film yang meniti awal karir sebagai jurnalis ini juga telah menghasilkan tulisan esai dalam kumpulan Takdir-Takdir Fansuri (Banda Aceh, 2000). Sekarang Fauzan mengajar dan berkhidmat sebagai Rektor di Sekolah Menulis Dokarim. Pada kesempatan ini, film karya Fauzan Santa yang diputar adalah Suak Timah (2005), dan Memahat Perahu (2013).

Cuplikan dari film dokumenter "Hikayat Dari Ujung Pesisir".

Cuplikan dari film dokumenter “Hikayat Dari Ujung Pesisir”.

Rangkaian Festival Film Smong Aceh akan dilaksanakan di Jakarta, Aceh, dan kota lainnya. Pemutaran di Kineforum, Taman Ismail Marzuki (12-14/12); ruangrupa (20-21/12); GoetheHaus (23/12), dan Paviliun 28 (26-27/12). Untuk informasi: Mirisa (08126992983).

Program ini dilaksanakan bersama dan didukung oleh: Komunitas Tikar Pandan; Museum HAM Aceh, Galeri Indonesia Kaya, Episentrum Ulee Kareng; Sekolah Menulis Dokarim; Aneuk Mulieng Publishing; Kedai Buku Dokarim; Metamorfosa Institute, Epicentrum Entertainment; TV Eng Ong Penutur Aceh Modern; Japan Foundation; Goethe Institut Indonesia; Erasmus Huis; Kedutaan Besar Kerajaan Belanda; Institut Français Indonesia; Ruangrupa; Forum Lenteng;  Kineforum; Paviliun 28; In-Docs (Yayasan Masyarakat Mandiri Film Indonesia); Forum Jurnalis Aceh Peduli Bencana; Aliansi Jurnalis Independen Kota Banda Aceh; Muharram Journalism College; LPM Perspektif Unsyiah; IloveAceh; Polyglot Indonesia Chapter Aceh; Yayasan Yap Thiam Hien; Graha Budaya Indonesia; Unimoto Studio; Karya Kita Kreatif; Aceh Media Art; Persatuan Alumni Jerman (PAJ)-Aceh; Infoscreening; Komunitas Kanot Bu; Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS); Miles Films; Christine Hakim Films,  Beujroh. []

Ketua BPK RI Kuliah Umum di Unsyiah

SONY DSC

Kuliah Umum dan Sosialisasi “BPK dan Pengelolaan Keuangan Negara, dan Kesejahteraan Negara” (foto: Dimas/Perspektif)

Banda Aceh – Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) menyelenggarakan sosialisasi dengan tema “BPK dan Pengelolaan Keuangan Negara, dan Kesejahteraan Negara” pada hari Jum’at (28/11) di gedung AAC Prof. Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala (Unsyiah). Acara yang juga dilaksanakan sebagai kuliah umum ini menghadirkan narasumber Ketua BPK RI Dr. H. Harry Azhar Azis, M.A., Gubernur Aceh dr. H. Zaini Abdullah, dan Pengamat Ekonomi Universitas Syiah Kuala, Aceh, Dr. Aliasuddin, S.E., M.Si. Acara ini dilaksanakan dalam rangka membangun suatu komunikasi yang efektif dengan para pemangku kepentingan, termasuk kalangan akademisi sebagai pilar perubahan masyarakat, khususnya dalam kaitannya dengan upaya mendorong terwujudnya tata kelola keuangan negara yang akuntabel dan transparan.

Kuliah umum yang dihadiri oleh pejabat DPR & DPRK, civitas akademi dan ratusan mahasiswa Unsyiah tersebut, Ketua BPK RI, Harry Azhar Azis mengatakan, “Dalam pelaksanaan tugasnya, BPK harus benar-benar melaksanakan pengawasan pengelolaan keuangan Negara secara ketat dan akurat, tanpa pandang bulu. Presiden saja tidak dapat mengintervensi kebijakan yang dikeluarkan oleh BPK, bahkan presiden sekalipun dapat diperiksa sesuai dengan undang-undang yang berlaku.” (28/11). Hal ini sesuai dengan Undang Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yaitu BPK pada hakikatnya adalah bagian dari kehendak untuk menegakkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dari segi akuntabilitas dan transparansi.

Foto oleh Dimas/LPM PERSPEKTIF

Ketua BPK RI Dr. H. Harry Azhar Azis, M.A. sedang memaparkan materi mengenai BPK RI (28/11/2014)

Dalam memaparkan materi, Aliasuddin juga menyampaikan, “Anggaran yang tinggi tak mampu mendongkrak kinerja Pemerintah Aceh. Hal itu dibuktikan dengan tingginya tingkat kemiskinan di provinsi ini. Kemudian struktur perekonomian Aceh juga masih tradisional, yaitu didominasi oleh sektor pertanian sebesar 25,99%.” (28/11).

Dalam sambutannya, Gubernur Aceh, Zaini Abdullah menyampaikan bahwa Pemerintah Aceh juga berharap kerjasama yang baik dengan BPK dalam pemantauan dan pengawasan dalam pengelolaan keuangan Provinsi Aceh. [DAD, MF]

Banyak Sampah Bertumpuk di Gedung Kemahasiswaan

SONY DSC

Sampah hanya di timbun di depan pintu masuk lantai dua gedung kemahasiswaan (Foto: Perspektif)

Darussalam – Menjaga lingkungan hidup dapat dengan membuang sampah pada tempatnya atau dengan menjaga kebersihan sekitar kita. Namun bisakah anda bayangkan apa yang terjadi jika sampah yang ada telah siap dibuang, tetapi tidak memiliki bak sampah (dumpster) sebagai tempat pembuangannya? Seperti itulah kondisi gedung kesekretariatan bersama Fakultas Ekonomi (FE) Unsyiah  sekarang. Sampah yang telah terkumpul tidak tahu dibawa kemana setelah dilakukannya pembersihan sekret oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM).

SONY DSC

Sampah tercecer di lantai dua gedung kemahasiswaan (Foto: Perspektif)

Kondisi ini telah berlangsung selama kurang lebih semenjak 6 bulan yang lalu ketika tong sampah yang biasanya menjadi tempat pembuangan HMJ dan UKM hilang atau tidak berada di tempatnya lagi, padahal tempat sampah adalah salah satu sarana untuk membuat lingkungan menjadi bersih, tertib, tertata dan terlihat indah. Sekarang, sampah dari HMJ dan UKM masih bertumpuk di pintu masuk lantai dua gedung keseretariatan bersama FE Unsyiah.

“Bukannya tidak cinta kebersihan, dulu kami mudah untuk membuang sampah, sekarang sulit karena bak sampah yang ada sudah tidak ada. Bak sampah terdekat hanyalah yang ada di dekat Masjid Al-Mizan, jauh dari sekret. Harapan kami, tempat sampah kembali disediakan di area gedung keseretariatan bersama oleh pihak fakultas sehingga mempermudah kami dalam membuang sampah yang ada di sekitar gedung.” ujar Fathur Rafi selaku ketua Himpunan Mahasiswa Akuntansi FE Unsyiah. []

Fakultas Ekonomi Unsyiah Rayakan Lustrum ke-11

Poster Lustrum XI Fekon

Poster Lustrum XI Fekon

Banda Aceh – Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala pada tanggal 2 September 2014 lalu berulang tahun ke-55 yang menandakan telah mencapai lustrum ke XI sejak didirikan tahun 1959. Perayaan dies natalis Fakultas Ekonomi Unsyiah sendiri akan diadakan pada tanggal 25 Oktober 2014 dengan mempersiapkan berbagai jenis lomba, fun games, fun bike, bazaar, parade band, gala dinner dan kegiatan lainnya.

Logo_lustrumXI_FE_Unsyiah

Logo Lustrum XI FE Unsyiah

Perayaan Lustrum ke XI yang dilakukan oleh fakultas Ekonomi Unsyiah sendiri akan diadakan di area fakultas Ekonomi Unsyiah. Acara perayaan Lustrum Ekonomi ke-XI akan dibuka dengan pelepasan balon ke angkasa di taman fakultas Ekonomi Unsyiah pada saat pembukaan fun bike. Acara kemudian akan dilanjutkan dengan fun games dan kegiatan lainnya seperti kids zone dan parade band.

Perayaan lustrum ini sengaja diadakan dalam suasana kekeluargaan agar segenap keluarga besar fakultas Ekonomi Unsyiah dapat berkumpul dan bercengkerama di fakultas Ekonomi bersama dengan rekan-rekan seangkatan dan seperjuangan pada masa-masa kuliah dulu.

Lustrum ke-XI fakultas Ekonomi Unsyiah ini merupakan sebuah event yang memang ditunggu-tunggu oleh masyarakat fakultas Ekonomi Unsyiah karena mengingat sudah 55 tahun fakultas Ekonomi Unsyiah berjalan dari masa ke masa sebagai fakultas pertama di Universitas Syiah Kuala. Harapan dari penambahan usia fakultas Ekonomi ini dapat memacu seluruh masyarakat Ekonomi untuk semakin memajukan Unsyiah melalui prestasi-prestasi dan pencapaian yang mengharumkan nama Unsyiah di mata dunia. [DMS]

Cang-pilem! Warisan Audio-Visual Melawan Kekerasan dan Kemiskinan

3 in 1 alternatif 2

Banda Aceh – Komunitas Tikar Pandan bekerja sama dengan Goethe-Institut Indonesia, In-Docs, dan Forum Lenteng, dalam seri Cang-pilem!–pemutaran dan diskusi film–bulan Oktober ini akan memutarkan satu film cerita Jerman dan dua film dokumenter Indonesia. Program ini akan dilaksanakan selama dua hari yaitu pada hari Kamis dan Jumat (23/24) Oktober, yaitu pada sore dan malam hari.

Tema yang diusung di bulan ini adalah film-film yang berkaitan dengan “Warisan Audio-Visual Melawan Kekerasan dan Kemiskinan”. Film yang akan diputar adalah Die Brücke am Ibar” (Jerman) dan Masked Monkey: The Evolution of Darwin’s Theory” dan “Dongeng Rangkas(Indonesia).

MY BEAUTIFUL COUNTRY - Trailer german deutsch [HD] - YouTube.MKV_snapshot_01.10_[2014.10.15_11.19.00]Film Jerman, Die Brücke am Ibarmengangkat isu konflik di Kosovo yang melibatkan bentrokan bersenjata antara orang Serbia dan orang Albania. Melalui rangkaian gambar indah yang memilukan, sutradara Michaele Kleze menampilkan situasi perang, di mana jembatan menjadi pemisah, bukan penghubung, dan tidak ada yang menang. Film ini meraih Penghargaan Film Bavaria 2013–Penghargaan Bakat Muda dan Penghargaan Audiens di Festival Film Biberach 2012.

Pemutaran film Dokumenter “Masked Monkey: The Evolution of Darwin’s Theory” adalah rangkaian pemutaran bulanan dalam program ScreenDocs Regular. ScreenDocs Regular adalah program yang diinisiasi oleh In-Docs, yang bersama mitra lokal di beberapa daerah di Indonesia, melaksanakan pemutaran film dokumenter Indonesia dan luar negeri, disertai diskusi tentang topik tertentu dari film yang diputar. Program ini telah dilaksanakan oleh In-Docs dan Komunitas Tikar Pandan sejak tahun 2009 silam.

Film Masked Monkey karya Ismail Fahmi Lubish merupakan salah satu film dokumenter bermutu tinggi yang membuat kita mengalami sesuatu yang luhur–pemahaman bahwa pengalaman yang didapat dari perjalanan tersebut memberi kenikmatan mata laksana musik bagi telinga, tapi sekaligus bercampur kengerian, dan sering kali kesedihan. Film ini telah diikutsertakan dan diputar di Rotterdam International Film Festival 2014 dan Chopshots Documentary Film Festival 2014. Setelah pemutaran film Masked Monkey, akan ada diskusi membahas isu antikekerasan dan kemiskinan.

Masked Monkey - The Evolution of Darwin's Theory - trailer.mp4_snapshot_01.22_[2014.10.15_11.07.08]Di sesi malam hari, akan ada pemutaran film kerja sama dengan Forum Lenteng yang berjudul “Dongeng Rangkas”. Film ini adalah Film Dokumenter Panjang Terbaik di Festival Film Dokumenter 2011 (Yogyakarta). Film ini juga telah diikutsertakan dan diputar di 3rd DMZ-Docs Korean International Documentary Festival 2011 dan Copenhagen International Documentary Film Festival 2011 (CPH:DOX) di Denmark.

Pemutaran film bertempat di Episentrum Ulee Kareng, Jl. Tgk. Menara VIII, No. 8, Garot, Aceh Besar (depan Kantor Pemadam Kebakaran Kota Banda Aceh). Acara ini tanpa karcis. Pendaftaran penonton di situs www.tikarpandan.org. Informasi: Ramol (085260034932).

Program ini merupakan kerja sama antara Komunitas Tikar Pandan, Goethe-Institut Indonesia, In-Docs, Forum Lenteng, Polyglot Indonesia-Chapter Aceh, ruangrupa, Liberty Language Center, Aneuk Mulieng Publishing, Episentrum Ulee Kareng, Sekolah Menulis Dokarim, Kedai Buku Dokarim, Metamorfosa Institute, Epicentrum Entertainment, LPM Perspektif Unsyiah, Aliansi Jurnalis Independen Kota Banda Aceh, Muharram Journalism College, Himpunan Mahasiswa Komunikasi Unsyiah, IloveAceh, Banda Aceh Info, Persatuan Alumni Jerman (PAJ)-Aceh, Suarakomunikasi.com, Infoscreening. []

Sumber: http://www.tikarpandan.org/2014/10/cang-pilem-warisan-audio-visual-melawan.html

HIMAKA Unsyiah Gelar Simulasi Audit Keuangan APBA

Banda Aceh – Banyaknya praktek kecurangan dalam pengelolaan APBD di seluruh Indonesia yang dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab, membuat kerugian yang besar bagi Indonesia. Di Aceh pada tahun 2013  Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) Perwakilan Aceh, menemukan penyimpangan pada Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) 2013 sebesar Rp1 triliun lebih. Dari temuan diatas, sangat penting bagi mahasiswa untuk mengetahui wawasan yang mendalam terkait APBA untuk menambah  ilmu. Oleh karena itu mengingat pentingnya pemahaman edukasi terhadap pengawasan dan pemeriksaan penggunaan anggaran, Himpunan Mahasiswa Akuntansi bekerjasama (HIMAKA) dengan BPK RI perwakilan Aceh melaksanakan Simulasi Audit Keuangan APBA.

Merri Yanti, S.E., M.Ec. Dev., Ak., CFE & Arif Julianto, S.ST sedang memaparkan materi Simulasi AuditAdapun tujuan dari kegiatan simulasi audit adalah untuk meningkatkan kemampuan peserta simulasi dalam mengaplikasikan audit keuangan APBD serta menciptakan mahasiswa-mahasiswa yang berkualitas, jujur, cermat dan kritis sebagai bekal pemenuhan kompetisi kerja. Kegiatan ini berlangsung di Balai Sidang Fakultas Ekonomi Unsyiah pada Selasa (14/10/2014). Untuk pemateri acara, HIMAKA Unsyiah mengundang BPK perwakilan Aceh yang diwakili oleh Meri Yanti dan Arief Julianto.

Simulasi audit ini terdiri atas dua sesi. Pada sesi pertama, peserta simulasi terlebih dahulu diberikan pemahaman secara teori oleh pemateri. kemudian pada sesi selanjutnya, peserta diajak untuk melakukan simulasi audit keuangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA).

Suasana PPLSimulasi Audit yang diikuti oleh 80 peserta ini diakhiri dengan penyerahan piagam kepada peserta terbaik oleh panitia acara. Dari kelompok putra, Fahmi Ridha Zain, mahasiswa Fakultas Hukum Unyiah, terpilih sebagai peserta terbaik. sedangkan dari kelompok putri, peserta terbaik yang terpilih adalah Erna Safriana, mahasiswi Fakultas Ekonomi Unsyiah.

Kegiatan ini merupakan salah satu dari rangkaian acara yang dilaksanakan oleh HIMAKA unsyiah dalam pelaksanaan Pekan Ilmiah Akuntansi (PIA) XVII. Kegiatan yang berlangsung selama sepekan ini dilaksanakan mulai 13-18 Oktober 2014 di Fakultas Ekonomi Unsyiah.

Dalam penyelenggaran Pekan Ilmiah Akuntansi (PIA) XVII, HIMAKA unsyiah bekerja sama dengan Dinas Keuangan Provinsi Aceh, Perusahaan Listrik Negara (PLN), Bank Aceh, KAP Rizal Yahya Registered Public Accountant, Hadrah Wedding Organizer, Super Bimbel GSC, 94.5 Three FM Banda Aceh, DJ Gallery Digital Printing, LPM Perspektif, @ILoveAceh, The Globe Journal, dan Palang Merah Indonesia. []

SMA Labschool Unsyiah Juara Cerdas Cermat Akuntansi PIA XVII

Banda Aceh – Dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan daya saing bagi siswa/I SMA-sederajat dalam dunia pendidikan, khususnya bidang ilmu ekonomi, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) Unsyiah dalam pelaksanaan Pekan Ilmiah Akuntansi XVII menggelar sebuah perlombaan Cerdas Cermat tingkat SMA-sederajat.

Penyerahan Piala Bergilir oleh Dr.Nadirsyah, S.E.,M.Si.,Ak.,CACerdas Cermat ini merupakan sebuah kompetisi yang menguji pengetahuan siswa sekolah tingkat menengah atas dalam menguasai materi pelajaran khususnya dibidang ekonomi. Dalam pelaksanaannya, lomba ini dibagi kedalam dua bagian, yakni Cepat Tepat dan Accounting Cycle. Kemudian peserta lomba yang terdiri 3 orang siswa per tim ini dibagi kedalam beberapa babak. dimulai dari babak penyisihan, semifinal, hingga menuju babak final.

Acara yang berlangsung sejak tanggal 15-18 Oktober 2014 ini digelar di Aula Fakultas Ekonomi Unsyiah dan diikuti oleh siswa-siswi tingkat SMA se-Sumbagut. Total tim yang mengikuti lomba ini adalah sebanyak 23 tim.

Pada babak final yang diselenggarakan pada Sabtu, 18 Oktober 2014, SMA Labschool Unsyiah berhasil menyisihkan dua tim finalis lainnya. Dengan persaingan yang ketat, SMA binaan Unsyiah ini berhasil memperoleh poin paling banyak. Perolehan poin akhir yang berhasil dikumpulkan masing-masing tim adalah SMA Labschool Unsyiah 875 poin, SMKN 1 Banda Aceh 250 poin, dan MAN Model Banda Aceh 800 poin.

Kegiatan Cerdas Cermat ini sendiri merupakan bagian dari rangkaian kegiatan PIA XVII tahun 2014 yang dilaksanakan oleh HIMAKA unsyiah. Demi terlaksananya kegiatan ini dengan sukses, HIMAKA Unsyiah bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Dinas Keuangan Provinsi Aceh, Perusahaan Listrik Negara (PLN), Bank Aceh, KAP Rizal Yahya Registered Public Accountant, Hadrah Wedding Organizer, Super Bimbel GSC, 94.5 Three FM Banda Aceh, DJ Gallery Digital Printing, LPM Perspektif, @ILoveAceh, The Globe Journal, dan Palang Merah Indonesia. []

Aceh Siap Hadapi Tantangan Global ASEAN Economic Community 2015

Banda Aceh – Pada saat ini, Negara-negara di Asia Tenggara tengah mengalami suatu kondisi dimana di tahun 2015 akan menghadapi ASEAN Economic Community dimana  tujuan pembentukan ASEAN Community tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota ASEAN sehingga mampu menghadapi persaingan pada lingkup regional dan global. Hal ini merupakan suatu kemajuan yang sangat signifikan sebagai respons terhadap care of human security yang mencakup keamanan ekonomi, keamanan pangan, keamanan kesehatan, keamanan lingkungan, keamanan individu, keamanan komunitas, dan keamanan politik.

IMG_1580

Dasrul Chaniago sedang memaparkan materi seminar (13/10/2014)

Seminar nasional Pekan Ilmiah Akuntansi (PIA) XVII yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi Universitas Syiah Kuala pada hari Senin (13/10/2014) yang membicarakan mengenai “Meningkatkan Kapabilitas Akuntan sebagai Solusi Menghadapi Tantangan Global ASEAN Economic Community 2015” kembali mengajak publik untuk segera mempersiapkan diri sehingga Indonesia akan siap menghadapi tantangan global tersebut.

Suasana seminar yang aktif membuat para peserta sangat antusias dalam mengikuti jalannya acara. Dasrul Chaniago selaku CFO General Electric Indonesia dan narasumber utama seminar mengatakan disela-sela presentasi nya, “Tantangan kita untuk menghadapi persaingan ini adalah dengan bagaimana kita merespon dan bereaksi secara profesional di persaingan dunia global. Dapat dengan 4 poin yang dominan dalam bekerja professional seperti Excellent in Education, Business Argument, Soft Skills & Leadership atau dengan menjadi inovatif, penuh ide kreatif, dan menjadi seorang pemimpin yang membuat perubahan.”

Dr. Nadirsyah, S.E., M.Si., Ak selaku narasumber mewakili akademisi unsyiah mengatakan bahwa sekarang Kementerian Keuangan Indonesia telah menerbitkan peraturan tentang Akuntan Beregister Negara (PMK Akuntan). Tujuannya adalah untuk mewujudkan terciptanya akuntan yang professional dan memiliki daya saing di tingkat global.

Suasana Peserta Semianr PIA XVII

Suasana seminar nasional

Seminar yang diikuti oleh lebih dari 400 peserta ini diakhiri dengan penyerahan piagam kepada para narasumber serta moderator seminar. Acara ini bekerjasama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI), Dinas Keuangan Provinsi Aceh, Perusahaan Listrik Negara (PLN), Bank Aceh, KAP Rizal Yahya Registered Public Accountant, Hadrah Wedding Organizer, Super Bimbel GSC, 94.5 Three FM Banda Aceh, DJ Gallery Digital Printing, LPM Perspektif, @ILoveAceh, The Globe Journal, dan Palang Merah Indonesia. []

Siapkah Aceh Menghadapi Tantangan Global ASEAN Economic Community 2015?

Banda Aceh – Program Studi Akuntansi Universitas Syiah Kuala dengan Himpunan Mahasiswa Akuntansi, dalam Pekan Ilmiah Akuntansi (PIA) XVII Oktober ini akan mengadakan “Seminar Nasional Menghadapi Tantangan Global ASEAN Economic Community 2015“ yang mengundang pemateri yang berkompeten serta berpengalaman dalam cakupan global.

Poster Seminar

(klik gambar untuk memperbesar)

Kawasan asean telah menjadi salah satu pusat perkembangan ekonomi dan politik yang paling pesat dan aman untuk investasi. Pada tahun 2015 mendatang, Negara-negara di Asia Tenggara akan menghadapi tantangan global ASEAN Economic Community (AEC), termasuk Indonesia. Pembentukan ASEAN Community tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota ASEAN sehingga mampu menghadapi persaingan pada lingkup regional dan global. Hal ini merupakan suatu kemajuan yang sangat signifikan sebagai respons terhadap care of human security yang mencakup keamanan ekonomi, keamanan pangan, keamanan kesehatan, keamanan lingkungan, keamanan individu, keamanan komunitas, dan keamanan politik.

Kaum muda yang produktif, memegang peran penting di AEC ini, agar tantangan global ini menjadi sebuah peluang besar bagi Indonesia khususnya Aceh untuk memajukan bidang ekonomi, mengingat Indonesia menyumbang 40% dari total penduduk ASEAN, letak geografis, serta luas wilayah tentu akan sangat menguntungkan apabila dimanfaatkan dengan baik. Namun apabila diabaikan, Indonesia dengan adanya AEC ini akan terus menerus menkonsumsi.

Seminar nasional ini akan dilaksanakan pada hari Senin, 13 Oktober 2014 yang bertempat di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala. Narasumber seminar adalah pemateri yang berkompeten dan berpengalaman dalam cakupan global, yaitu Bambang Irawan (Senior Officer Finance Integration Division of ASEAN)*, Dasrul Chaniago (CFO General Electric), Dr. Islahuddin, M.Ec. (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala).

Biaya pendaftaran sebesar Rp 30.000,- untuk mahasiswa dan Rp 50.000,- untuk umum. Pendaftaran seminar dapat dilakukan dengan mengunjungi stand pendaftaran PIA XVII di Terminal Campus (TC) Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala pada hari kerja.

Acara ini bekerjasama dengan Ikatan Akuntan Indonesia, KAP Rizal Yahya, Hadrah, DJ Gallery, Radio Three FM, LPM Perspektif, The Globe Journal, @ILoveAceh.

Untuk informasi dapat menghubungi Meri (085260603782), Yoly (082360000932) dan melihat lini massa @Himaka_USK, situs www.himakausk.blog.com, dan laman Facebook Himaka Unsyiah. []


* masih dalam konfirmasi