Jalin Silaturahmi, Demisioner HIMAKA Gelar Turnamen Futsal

Penyerahan Hadiah Oleh Fachry (Demisioner Himaka) (Foto: Dokumentasi Panitia)

Penyerahan Hadiah Oleh Fachry (Demisioner Himaka) (Foto: Dokumentasi Panitia)

Banda Aceh – Menjalin silaturahmi dengan anggotanya, Demisioner Himaka (Himpunan Mahasiswa Akuntansi) Unsyiah mengadakan turnamen futsal di Lapangan Futsal Fair Play, Seutui, Banda Aceh. Kegiatan yang berlangsung pada hari Minggu (3/1/2015) ini dimulai sejak pukul 15.00 WIB dengan memakai area lapangan vinyl.
Turnamen diikuti oleh 6 tim, yang setiap tim merupakan perwakilan dari leting masing-masing. Leting yang berpartisipasi diantaranya leting 2005, 2008, 2011, 2012, 2013, dan 2014.
Sportifitas menghiasi jalannya turnamen hingga babak final, yaitu leting 2013 melawan 2014. Setelah berkelut sengit, pertandingan final berhasil dimenangkan dengan skor 3-1 oleh leting 2013, sehingga Juara 1 diraih oleh leting 2013 dan Juara 2 ditempati oleh leting 2014. Sedangkan top scorer pada turnamen ini adalah Amalul Auni dari leting 2011.
“Acara ini diselenggarakan dengan tujuan menjalin silaturahmi antar leting Himaka,” ucap Mujinarko, selaku ketua umum Himaka terpilih periode 2016.

Pemerintah Daerah Terkesan Lambat Dalam Menerapkan Sistem Accrual Basis

IMG_20151216_102846_HDR

Nelly Dikkifiana sedang memaparkan materi (16/12/2015) (Dimas/Perspektif)

Darussalam – Salah satu materi yang dibahas pada seminar Treasury Goes To Campus 2015 Rabu (16/12/2015) lalu di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) adalah Implementasi Accrual Basis pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah khususnya di Aceh yang disampaikan oleh Nelly Dikkifiana, S.E., M.Si., Ak. (Kabid. Akuntansi Dinas keuangan Aceh).

Dalam paparan materi yang ia sampaikan, saat ini penerapan sistem accrual basis di pemerintahan harusnya sudah diterapkan sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010. Namun dalam pelaksanaannya baru dapat dilaksanakan pada tahun 2015.

Lanjutnya, Nelly berkata pemerintah masih terkesan lambat dalam menerapkan sistem accrual basis, hal ini disebabkan karena beberapa hal seperti keterbatasan SDM (Sumber Daya Manusia) akuntansi pada SKPD/PPKD, SOTK SKPD/PPKD belum memadai untuk implementasi akuntansi akrual. Lemahnya pemanfaatan aplikasi akuntansi berbasis teknologi informasi, dan terdapat peraturan perundang-undangan yang belum sinkron.

Dalam sesi diskusi, salah satu peserta seminar bertanya, “Apakah ada manfaat diterapkannya sistem accrual basis, karena ada negara yang justru masih menggunakan sistem berbasis kas?”

Menjawab pertanyaan tersebut, Nelly berkata,“Saya melihat sistem accrual basis ini dapat merubah prilaku dari hal kecil menjadi hal besar, contoh kontrak dengan kondisi politisi aceh yang berubah-rubah, sehingga prilakupun akan sangat mudah berubah. Namun, dengan pelaporan berbasis akrual, pengguna dapat mengidentifikasi posisi keuangan pemerintah dan perubahannya, bagaimana pemerintah mendanai kegiatannya sesuai dengan kemampuan pendanaannya sehingga dapat diukur kapasitas pemerintah yang sebenarnya,” jawab Nelly sambil menutup sesi. (Ana)

Ini Hasil Pungutan Suara Pemira BEM Unsyiah di Fakultas Ekonomi

25000

Suasana Pemira di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (22/12/2015) (Ramadhan/Perspektif)

Darussalam – Pada pemilihan suara Pemilihan Raya (Pemira) di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (FE Unsyiah) pada hari ini (22/12/2015), berlangsung lancar dengan pengawalan dari pihak keamanan kampus. Pencoblosan yang bertempat di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala ini menjadi salah satu tempat demokrasi mahasiswa Unsyiah berlangsung.

Alhamdulillah, dari awal jalannya pengambilan suara di FE berjalan dengan semestinya meskipun kondisi waktu mulainya kegiatan terlambat 1 jam dari waktu yang seharusnya. Antusias dari mahasiswa FE sendiri terhadap kegiatan Pemira BEM Unsyiah ini juga sangat jelas terlihat dengan padatnya antrian pada tiap TPS (Tempat Pemungutan Suara),” pungkas T. Meurah Albar selaku Panitia Pemantau Pemira di Fakultas Ekonomi.

Dari hasil pungutan suara, terdapat 1116 pemilih yang memasukkan suara, sebanyak 1102 suara yang dinyatakan sah dan 14 suara rusak. Dari lima kandidat calon ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah, muncul nomor urut 2, Aditya Gunawan dengan perolehan suara terbanyak, yaitu sebanyak 747 suara diikuti oleh nomor urut 5, Hasrizal dengan perolehan 305 suara dan nomor urut 3, Muammar sebanyak 46 suara, sedangkan nomor urut 1, Heri Safrizal dan nomor urut 4, Zamdi Rahman hanya mendapat sebanyak 2 suara saja.

“Waktu penghitungan sangat tegang, dimana ke-5 calon masing-masing mempunyai suara. Walaupun pada akhirnya hanya dua calon yang mempunyai suara terbanyak. Kedua tim sukses dari kelima calon itu terlihat sangat tegang untuk menunggu hasil. Situasi itupun tidak jauh berbeda di TPS yg ada di fakultas lain. Pesta demokrasi bagi seluruh mahasiswa Universitas Syiah Kuala berjalan sangat damai, kita mencipatkan Pemira damai. Tidak ada terjadi kericuhan di setiap TPS, pencoblosan berjalan sangat damai dan lancar,” ujar Afif Zainuri, Ketua BEM FE Unsyiah sekaligus Pantia Pemantau jalannya Pemira Unsyiah. (Mad)

Keputusan Aklamasi, Pemira BEM FE Dibatalkan

_DSC4934

Ilustrasi (Doc. Perspektif)

Darussalam – Ketika berita tentang Pemira (Pemilihan Raya) BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) santer terdengar di lingkungan kampus, beredar kabar bahwa pemilihan Calon Ketua Umum  BEM FE Unsyiah (Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala) dinyatakan  akan dilakukan secara Aklamasi. “Untuk Tahun ini FE Unsyiah tidak akan melakukan Pemira karena kami hanya mendapat satu orang calon selama pendaftaran calon dibuka”, ungkap Ketua KPR (Komisi Pemilihan Raya) BEM FE Unsyiah, Angga.

Angga beranggapan bahwa kurangnya kader yang maju dalam Pemira BEM FE Unsyiah bukan murni kesalahan dari KPR FE sendiri, melainkan kurangnya minat mahasiswa dan kurangnya kader di lingkungan kampus FE Unsyiah, “selama pendaftaran kami hanya mendapatkan satu calon, dan kami beranggapan bahwa kurangnya calon tahun ini disebabkan oleh kurangnya minat dari mahasiswa dan kurangnya kader di lingkungan kampus, padahal kami telah melakukan sosialisasi selama empat hari tentang Pemira kali ini” tegasnya.

“Walaupun terjadi kekurangan kader di Pemira kali ini, kami tidak menyalahkan organisasi mahasiswa karena kami mengawasi kinerja UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) maupun HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) dalam proses kaderisasi,” jelasnya lagi. Kekurangan kader bukan kali pertama terjadi sepanjang sejarah dilaksanakannya Pemira FE Unsyiah, 2 tahun lalu juga pernah terjadi hal serupa dimana hanya terdapat seorang calon tunggal, dan rapat KBM (Keluarga Besar Mahasiswa) menyatakan bahwa harus dilakukannya aklamasi.

Untuk tahun ini sendiri, calon tunggal Ketua Umum BEM berasal dari presidium HIMAKA (Himpunan  Mahasiswa Akuntansi) tahun 2014/2015, Agung Muhammad Arighi. Menurut Angga, seluruh elemen mahasiswa dipastikan akan mendukung penuh Agung sebagai calon Ketua yang baru karena menurutnya, Agung sudah dibekali pengalaman berorganisasi yang mencukupi, sehingga dirasa cukup untuk memegang tongkat estafet pemerintahan BEM FE Unsyiah tahun ini.

“Kita semua berharap semoga pemerintahan BEM FE Unsyiah kedepannya akan lebih baik lagi, mengisi kekurangan dari periode-periode sebelumnya, dapat mencetak banyak kader untuk sama-sama memajukan kampus kuning, kampus Ekonomi khususnya” sedangkan pelantikan ketua Umum BEM FE Unsyiah akan dilaksanakan dengan pelantikan bersama UKM, HMJ dan DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) setelah rapat pleno. “Kami rencanakan pertengahan bulan Januari,” tutupnya.  (JI)

Minggu Depan, Aceh Auto Contest Akan Pamerkan Berbagai Jenis Otomotif

Banda Aceh – Bagi kamu yang tertarik dengan dunia otomotif, untuk mengisi waktu weekend kamu minggu depan kamu bisa datang ke Aceh Auto Contest 2015 yang akan dilaksanakan dari 28-29 November 2015 di Pelataran Parkir Stadion H. Dimurthala Lampineung, Banda Aceh. Kegiatan yang di organisir oleh Economic Otomotif Club (EOC) ini telah menjadi tolak ukur aktifnya komunitas-komunitas yang ada di kota Banda Aceh, karena dari berbagai rangkaian acara, hadir berbagai komunitas dari berbagai daerah di Aceh saling unjuk kemampuannya memodifikasi kendaraan.

12265752_625568627582276_1041945908798166225_o

Dalam acara yang mengusung tema “Create Your Vehicle to Your Pride” ini menyajikan berbagai rangkaian kegiatan acara yang menarik, yaitu Car Modification, Car Limbo, Audio SPL, Photography Competition, Fashion Show, dan juga tampil beberapa band lokal.

“Di kompetisi Aceh Auto Contest ini akan memamerkan mobil-mobil dan kendaraan yang diikuti oleh komunitas-komunitas otomotif dari seluruh Aceh, bahkan luar Aceh. Saat ini saja sudah 30 mobil dari 15 komunitas yang dipastikan ikut berpartisipasi,” ujar Dd Alfis Yuanda, Ketua Pelaksana Aceh Auto Contest 2015.

Pendaftaran dibuka sampai dengan 25 November 2015 dan dapat dilakukan dengan mengunjungi Basecamp EOC di The Stone Coffee Lampineung atau langsung datang ke Sekretariat EOC di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala.

Informasi lebih lanjut dapat dengan menghubungi 082167701948 (Dd) dan 085370396129 (Syahrul) atau dapat mengunjungi halaman web www.economicotomotifclub.com. Kegiatan ini didukung oleh Fakultas Ekonomi Unsyiah, IMI Aceh, Kodam Iskandar Muda, Khupi Khop Teuku Umar, Danish, PT. Dunia Barusa, Safaraz Ban, ZOYA, Vivi Spa, PT. Kande Agung, Kupi Brownies Aceh, Mizan Coffee, Pamor Party, Central Plakat, Oz Radio Banda Aceh, Wisata Aceh, LPM Perspektif, dan Acehinfo.com.

Cepat Tepat Akuntansi & Berhitung Pajak, SMAN 10 Fajar Harapan Rebut Piala Bergilir

Suasana Lomba Cepat Tepat dan Lomba Berhitung Akuntansi Perpajakan PIA XVIII (Dok.Panitia)

Suasana Lomba Cepat Tepat dan Lomba Berhitung Akuntansi Perpajakan PIA XVIII (Dok.Panitia)

Darussalam – Dalam sepekan Pekan Ilmiah Akuntansi (PIA) XVIII yang bertempat di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, terdapat sejumlah 19 sekolah yang mengikuti Lomba Cepat Tepat (LCT) dan Lomba Berhitung Akuntansi Perpajakan (LBAP). Sekolah yang mengikuti lomba yang memperebutkan piala bergilir tersebut adalah SMAN 10 Fajar Harapan, SMA Labschool Unsyiah, MAN Model, SMA Methodist, SMKN 1 Banda Aceh, Fatih Putra, SMAN 5 Banda Aceh, SMAS Sukma Bangsa Lhokseumawe, Modal Bangsa Arun, SMAS Sukma Bangsa Bireuen, SMAS Sukma Bangsa Pidie, SMA Unggul Aceh Selatan, SMKN 1 Meulaboh, SMAN 2 Banda Aceh, Ruhul Islam Anak Bangsa, SMAN 3 Banda Aceh, SMAN 1 Lhokseumawe, SMAN Modal Bangsa, dan SMAN 1 Banda Aceh.

Dari sejumlah Sekolah Menengah Atas sederajat tersebut, tercatat 27 tim yang menjadi perwakilan dari sekolah-sekolah tersebut. Setiap sekolah memiliki 1 perwakilan tim, namun ada juga sekolah yang mengirimkan 2 perwakilan tim.

Penyerahan piala bergilir oleh ketua Prodi Akuntansi (Dok. Panitia)

Penyerahan piala bergilir oleh ketua Prodi Akuntansi (Dok. Panitia)

LBAP yang berlangsung pada hari Rabu (4/10/2015) lalu di Aula Fakultas Ekonomi Unsyiah, berlangsung dengan diikuti oleh 51 peserta dan diambil 3 juara. Pada lomba tersebut, juara 1 & 3 diraih oleh SMAN 10 Fajar Harapan dan juara 2 diraih oleh perwakilan peserta dari SMAN Modal Bangsa.

Sedangkan pada final LCT yang berlangsung pada hari Sabtu (7/10/2015) lalu ditempat yang sama, terdapat persaingan sengit antara 4 tim yang merupakan perwakilan dari tim SMAN 10 Fajar Harapan, SMA Modal Banga A, SMA Modal Bangsa B, dan SMA Methodist. Pada skor akhir, SMAN 10 Fajar Harapan berhasil unggul dari tim pesaingnya SMA Modal Bangsa A dan meninggalkan SMA Modal Bangsa B di posisi juara 3 dan SMA Methodist di juara 4. Penyerahan piala bergilir diserahkan langsung oleh Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Unsyiah, Dr. Nadirsyah, S.E., M.Si., Ak. CA. Tahun lalu, piala bergilir direbut oleh SMA Labschool Unsyiah. (DA)

Keenan Pearce; Act Local, Think Global

Keenan Pearce (Mizla/Perspektif)

Darussalam – Pada kegiatan “National Business Seminar” yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) beberapa waktu lalu (24/10/2015), Keenan Pearce selaku keynote speaker sempat memperbincangkan mengenai keadaan pengusaha muda Indonesia pada saat ini.

Mengapa banyak usaha yang menjadi sebuah trend namun tak sedikit pula yang kemudian gulung tikar? Sebut saja jika di Aceh sendiri adalah usaha yang berhubungan dengan kopi, baik itu produksi langsung maupun usaha retail dalam bentuk warung kopi (warkop) ataupun cafe.

Hal itu disebabkan karena kebanyakan dari mereka tidak menerapkan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) secara efektif. Rata-rata berhenti pada tahap meniru tanpa adanya modifikasi dan pencarian sebuah jati diri sebagai ciri khas.

Namun di antara banyaknya usaha tersebut, masih ada yang tetap bertahan dan berkembang, seperti Komos Coffee yang sudah melanglang buana hingga ke luar negeri. Bahkan semenjak tahun 2014, pemiliknya telah membuka sebuah cafe dengan ciri khas kopi arabica, yaitu Harvies Coffee House. Produknya, KOMOS Coffee sendiri telah berdiri sejak tahun 2010 yang merupakan usaha perseorangan yang didirikan oleh Tommy Harvie. Pada awal mulanya produksi kopi hanya dikhususkan untuk konsumsi pribadi dan dibagikan ke beberapa kolega terdekat. Namun seiring berjalannya waktu ternyata banyak mendapat apresiasi positif sehingga diputuskan untuk memulai usaha produksi lebih intensif.

Inilah salah satu wujud nyata dari ungkapan yang dijabarkan pemateri saat seminar nasional di acara Management Creativity Festival, lakukan sesuatu yang bersifat lokal namun berpikirlah secara global. Mulai dari bagaimana cara memasarkan produk hingga membuat nya special berbeda dari produk yang lain.

Alumnus Universitas Pelita Harapan ini juga mengatakan, “Bloom where you’re planted”. Berkembanglah dimana kamu ditanam. Ungkapan ini cocok sekali dengan fenomena yang sudah terjadi di kalangan pengusaha muda Aceh, yaitu memanfaatkan segala potensi asli daerah yang ada untuk memajukan perekonomian masyarakat sekitar dan mengurangi tingkat angka pengangguran.

Dapat disimpulkan bahwa pengusaha muda aceh saat ini telah melakukan beberapa tahapan yang baik dalam memulai bisnis namun masih kurang berinovasi dalam hal mepertahankan eksistensi usahanya.

“Bisnis yang kita jalankan sekarang itu bukan hanya untuk sekarang namun juga harus diperhitungkan mau jadi apa bisnis ini 3-5 tahun ke depan. Apakah bisinsi ini masih menarik minat masyarakat? Apakah ia masih menghasilkan profit yang mumpuni ?” ungkap pengusaha tampan yang akrab disapa Keen ini.

Dalam akhir sesi wawancara, kakak kandung dari aktris Pevita pearce ini mengungkapkan harapannya agar dapat kembali menginjakkan kakinya di bumi serambi mekkah ini “not for bussiness but for travelling” tutupnya. (Mia)

Dua Mahasiswa Ekonomi Jadi Duta Indonesia pada Asia-Pacific Urban Forum Youth Assembly 2015

1445426510826

Ichwan dan Nora Maghfirah, mahasiswa Fakultas Ekonomi Unsyiah yang mengikuti APUF 2015 (18/10/2015) di Jakarta (Istimewa)

Banda Aceh – Ichwan & Nora Maghfirah, kedua mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala ini terpilih sebagai duta Indonesia dan mengikuti kegiatan Asia-Pacific Urban Forum Youth Assembly (APUFY) 2015 yang diselenggarakan setiap 4-5 tahun oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Komisi Ekonomi dan Sosial di Jakarta. Forum ini diadakan untuk untuk membahas isu-isu pembangunan perkotaan.

Acara yang bertempat di Hotel Shangri-La Jakarta tersebut diikuti oleh 300 pemuda yang terdiri dari dari 34 negara yang ada di wilayah Asia Pasifik. Pada kegiatan ini turut hadir Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mochamad Basoeki Hadimoeljono, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang sering disapa Ahok, Deputi Kementerian Pemuda dan Olah Raga, Gatot Dewobroto, Perwakilan United Nations (UN) Habitat Donald Ragant, dan pejabat eselon I Kementerian PUPR.

Sementara itu pada sesi diskusi yang menghadirkan Gubernur DKI Jakarta Ahok dan Deputi Kemenpora Gatot Dewobroto, Ahok mengatakan bahwa  stigma negatif yang ada pada anak muda terhadap pemerintah seperti malas, tidak transparan dan korup, harus dibuktikan sebaliknya. Ahok pun menawarkan untuk membuka magang bagi anak muda di kantornya, satu ruangan dengannya untuk membuktikan transparansi pemerintah.

Usai pembukaan hingga sore hari, para peserta mengikuti diskusi paralel yang mengangkat berbagai isu perkotaan seperti bagaimana cara pelibatan anak muda dalam mendorong kota yang ramah anak-anak, inovasi mobilitas perkotaan dalam menghadapi kemacetan, hingga kepemimpinan pemuda dalam kebencanaan dan masa depan.

“Pada sesi ini kami diajak berdiskusi, mencari solusi dan berinteraksi langsung dengan narasumber dari berbagai Negara untuk memecahkan masalah-masalah yang ada di perkotaan,” ujar Nora yang masih kuliah di semester 3 Akuntansi. (18/10/2015)

Di APUFY 2015 ini seluruh elemen pemuda dari beragam kelompok profesional muda di pemerintahan, akademisi, sektor swasta, dan kebutuhan masyarakat sipil diajak untuk datang bersama-sama, berkolaborasi, dan bersinergi perspektif tentang apa masa depan pembangunan kota untuk Asia akan terlihat seperti di tahun 2025.

“Ini memberikan pemahaman kepada seluruh peserta bahwa kota merupakan aspek yang penting dalam kehidupan, tanggung jawab kemajuan pembangunan perkotaan bukan hanya berada di tangan pemerintah tetapi juga merupakan tanggung jawab kita semua sebagai pemuda, karena Keterlibatan pemuda hari ini adalah investasi untuk besok ketika datang ke pembangunan berkelanjutan dan inklusif”, tutup kedua mahasiswa ini. (18/10/2015)

Ipang Lazuardi akan Guncang Live On Stage XIV di Aceh

Poster

Banda Aceh – Penyanyi ternama tanah air, Ipang Lazuardi akan mengisi puncak kegiatan Live On Stage (LOS) XIV di Taman Budaya, Banda Aceh pada 24 Oktober 2015 mendatang. LOS XIV dikemas khusus untuk memanjakan pengunjung yang nantinya hadir. Sebelum penampilan Ipang, acara yang digagas Bengkel Seni dan Teater Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (BESTEK) juga menghadirkan band tamu KEY P.A.D, PSYCHO HOLIC dan band lokal lainnya, serta penampilan tari kreasi tradisional.
Ada berbagai booth stand dan kegiatan yang memeriahkan LOS XIV tahun ini, beberapanya adalah stand pameran foto oleh LPM Perspektif, stand Aceh Vid Gram, stand Banda Skateboard, komunitas BMX, stand BESTEK, Rocket Cloth, serta komunitas lainnya dan food court. Diperkirakan akan ada 1500 orang pengunjung yang datang. Sebelumnya, LOS XIV direncakan akan mengundang Band Seringai sebagai guest star namun batal dilaksanakan 18 Oktober 2015 lalu dikarenakan kendala ijin manggung di Kota Banda Aceh. DAD

HMM Ajak Mahasiswa Kreatif Dalam Berwirausaha

sIMG_6125

Pembukaan MCF 2015 dihadiri sejumlah pejabat dan akademisi Unsyiah (Asysyura/Perspektif)

Darussalam – Management Creativity Festival (MCF) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah kemarin (21/10/2015) resmi dibuka. Acara yang berlangsung selama 21-24 Oktober 2015 ini mempunyai empat rangkaian acara induk, yaitu kuliah umum, debat, festival makanan dan minuman, serta diakhiri dengan seminar nasional yang mendatangkan pemateri yang kompeten.

Opening ceremony yang dilaksanakan kemarin di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah ini dibuka oleh Samsul Rizal selaku Rektor Unsyiah dan dihadiri oleh Asisten III Sekda Provinsi Aceh, pihak Dinas Koperasi, pihak Dinas Pertambangan, Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan, dan pihak internal kampus. HMM menyuguhkan kuliah umum dengan tema “Penguatan Peran Industri Kreatif sebagai Pondasi Ekonomi Aceh Menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015.” Kuliah umum yang dihadiri oleh lebih dari 200 orang peserta mempunyai tujuan yang telah disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi masyarakat pada saat ini, yakni untuk mengahadapi MEA 2015 dengan menghadirkan pemateri Ketua HIPMI Provinsi Aceh dan Lampung.

“Acara ini sangat menarik, dan sangat bermanfaat bagi pemuda untuk terus kreatif dalam menjalankan bisnis. Semoga acara ini akan terus berlanjut, dan kedepannya agar pesertanya lebih banyak lagi, karena acaranya sangat bermanfaat,” ucap salah satu peserta kuliah umum.

Selain itu ada National Business Seminar yang merupakan acara puncak dari rangkaian acara MCF yang akan dilaksanakan pada Sabtu, 24 Oktober 2015 dengan salah satu pembicaranya adalah salah satu penggerak sebuah wirausaha kreatif di Indonesia yaitu  Keenan Pearce yang dikenal sebagai Cofounder dan Director Euphoria Project. Selain itu, juga menghadirkan Dr. Mukhlis Yunus, S.E., MS, seorang pakar ekonomi Aceh dan Dr. Iskandarsyah majid, S.E., MM. penggerak wirausaha terbaik se-Indonesia. Diadakannya seminar ini bertujuan untuk mempersiapkan MEA dengan industri kreatif dan bisnis-bisnis yang menarik oleh para wirausahawan di Indonesia khususnya di Aceh.

“Karena ini acara pertama, saya berharap untuk pengurus kedepannya dapat dikembangkan lagi, MCF dapat terus berjalan sampai ada MCF II, MCF III, dan seterusnya, dengan tema yang disesuaikan dengan kondisi yang sedang dihadapi oleh masyarakat,” ucap Riandar Putra selaku ketua panitia MCF 2015. SP