Rais Daftarkan Diri di Detik Terakhir Pencalonan 

 

 

Rais Daftarkan Diri di Detik Terakhir Pencalonan (Adina Felyanda/Perspektif)

Darussalam- Setelah berakhirnya pesta demokrasi yang diselenggarakan dua hari yang lalu, kini waktunya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah menentukan siapa yang lebih pantas untuk menjadi pemimpin mahasiswa setahun mendatang. Hingga saat ini pembicaraan mengenai penerus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Unsyiah tahun 2018 masih sangat hangat diperbincangkan oleh kalangan mahasiswa ekonomi.

Sore tadi salah satu kandidat ketua BEM FEB Unsyiah, Rais Mukhayar telah menyerahkan berkas kepada DPM didampingi oleh beberapa ketua lembaga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). “Untuk Visi dan Misi yang lebih konkritnya masih dibicarakan. Namun dari saya pribadi, saya  ingin mewujudkan BEM yang dapat mendengar aspirasi mahasiswa yakni responsif, aktif, inovatif, demokratif, dan solutif.” Ujarnya ketika ditanyai tentang visi dan misi menjadi ketua BEM FEB Unsyiah.

Saat ditemui selain mengungkapkan visi dan misinya Rais juga mengungkapkan bahwa ketika nantinya terpilih menjadi ketua BEM FEB ia akan mencoba untuk membangun Fakultas Ekonomi menjadi kampus yang digemari dan dikenal seperti dahulu. Mengembalikan suasana ramai yang menjadi ciri khas kampus kuning. Salah satu strategi untuk mencapainya ialah dengan meningkatkan kreatifitas dan motivasi agar mahasiswa ekonomi kembali aktif dalam berorganisasi.

“Saya rasa tidak ada yang perlu diperbaiki dari BEM tahun lalu, dari tahun ke tahun baik.” Ujar Rais tentang Kepengurusan BEM tahun lalu. “Namun tentu saja, setiap tahunnya kita akan mencoba menjadi lebih baik lagi.” Sambungnya.

Namun untuk saat ini belum adanya tanda-tanda kandidat lain yang akan menyerahkan berkas. Atas tidak adanya calon kandidat lain patut dipertanyakan dan juga pastinya menjadi pertanyaan besar dikalangan mahasiswa ekonomi.

Apakah untuk kesekian kalinya Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB akan melalui jalur aklamasi lagi atau tidak?. (Sul)

HIMAKA Runner Up di Copa Pertanian 2017

HIMAKA Runner Up di Copa Pertanian 2017 (Ist.)

Darussalam – Tim Futsal Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) kembali menorehkan prestasi terbaiknya dalam ajang Copa Pertanian yang diselenggarakan di GOR KONI Banda Aceh (20/12). Tampil dengan line up terbaiknya, langkah HIMAKA terhenti di babak Final setelah kalah tipis saat melawan BEM Fakultas Teknik dengan skor 3-4.

Laga panas yang tersaji dalam ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM FP) Unsyiah. Kompetisi futsal bergengsi ini memperebutkan piala Copa Pertanian dan diikuti oleh beberapa tim futsal terbaik di Sumatera.

Pertandingan final yang mempertemukan tim HIMAKA dan BEM FT ini berlangsung seru. Pasalnya, kedua tim merupakan tim unggulan dalam turnamen ini. HIMAKA dengan skuat terbaiknya menurunkan Kiki cs tampil menyerang sejak awal pertandingan.

Kekuatan tim HIMAKA terbukti dengan sepakan keras Romy yang berhasil menembus dinding pertahanan BEM FT yang diperkuat oleh Naufal cs di akhir babak pertama. Akhirnya HIMAKA mengunci kemenangan di setengah pertandingan, skor bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, BEM FT mulai merubah strategi permainan. Akhirnya tim Naufal cs berhasil membalikkan keadaan dengan dua gol yang memanfaatkan kelemahan pertahanan tim HIMAKA. Skor menjadi 1-2 untuk kemenangan Aneuk Teknik.

HIMAKA sempat mengejar ketertinggalan dengan mencoba strategi counter attack, akhirnya dengan perpaduan skema permainan yang apik, sepakan Dedek berhasil menyamakan skor menjadi 2-2. Supporter dari kedua belah pihak pun lebih menggencarkan dukungannya dengan menyanyikan lagu mars fakultas masing-masing.

Setelah time out, Naufal cs akhirnya memperbesar skor untuk tim BEM FT dengan 2 gol indah hasil kerjasamanya dengan memanfaatkan umpan terobosan ke arah pertahanan HIMAKA. Teknik kembali unggul 2-4.

Di akhir babak kedua, tim Kiki cs berhasil memperkecil ketertinggalan dengan kembali merobek jaring tim BEM FT. Skor 3-4 berakhir hingga wasit meniup peluit panjang akhir permainan.

Dengan kesuksesan ini, tim HIMAKA pun melengkapi koleksi total 8 piala yang diraih sepanjang tahun 2017. Kiki cs pun berhak untuk membawa pulang medali perak dan uang hadiah runner up. (Jr)

PEMIRA di FEB Berlangsung Kondusif

PEMIRA di FEB Berlangsung Kondusif (Ghrina Zikran/Perspektif)

Darussalam- Masih dalam suasana demokrasi selasa 19 Desember 2017 Komisi Pemilihan Raya (KPR) Unsyiah serentak mengadakan pemilihan ketua BEM dan DPM untuk tingkat universitas. Ajang perhelatan demokrasi terbesar untuk tingkat mahasiswa ini dilakukan di 12 Fakultas diantaranya.  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam keluarga besar kampus kuning begitu antusias menyalurkan hak suaranya dalam Pemira ditahun 2017.

Teruntuk fakultas ekonomi sendiri pemira berlangsung sejak pukul 09.00 sampai 15.00 WIB. “Sepanjang ini, pemira di FEB Unsyiah berjalan lancar dengan pengawasan dari pihak KPPS. Walaupun ada sedikit kendala mengenai saksi yang terlambat dan beberapa miskomunikasi antara panitia KPR dan WD III mengenai jam dimulainya kembali pemira usai ishoma.”  Ujar yohanes selaku ketua KPPS FEB

Pemira dilaksanakan di aula FEB dan difasilitasi tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dimana di setiap TPS dibagi kedalam beberapa program studi. TPS 1 untuk mahasiswa program studi S1 Akuntansi dan S1 Ekonomi Pembangunan, TPS 2 untuk mahasiswa program studi S1 Manajemen, S1 Ekonomi Islam, dan D3 manajemen pemasaran, sedangkan TPS 3 untuk program studi D3 perbankan, D3 perpajakan, D3 kesekretariatan, dan D3 akuntansi. Hal tersebut diyakini oleh panitia dapat mendukung kestabilan selama acara berlangsung dan membantu mahasiswa agar tidak kebingungan ketika hendak melakukan pemilihan.

Terlepas dari serangkaian kegiatan pemira ada terbesit secercah kekecewaan dimana kurangnya keikut sertaan dan antusiasme mahasiswa Ekonomi. Hal ini dibuktikan dengan mahasiswa yang ikut andil mayoritasnya berasal dari mahasiswa tahun 2017 sedangkan dari mahasiswa letting diatas 2017 kurang berpastisipasi dalam permira kali ini. Padahal sebagaimana kita ketahui baik tidaknya hasil setahun mendatang dimulai pada hari ini.

Diakhir pertemuan yohanes menambahkan untuk kedepannya semua panitia yang bertugas menjalankan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab dan menghindari adanya masalah miskomunikasi agar pemira selanjutnya dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Siapapun yang nantinya akan terpilih dan menyandang gelar sebagai pemimpin mahasiswa diharapkan agar dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan menuju arah yang lebih baik. Dapat membawa perubahan untuk kampus kebanggaan rakyat aceh serta bertanggung jawab penuh atas jabatan yang telah disandangnya. (Mev,Zla)

PEMIRA Unsyiah, Demi Masa Depan Bersama

PEMIRA Unsyiah, Demi Masa Depan Bersama (Abu/Perspektif)

Kampus memang tak hanya jadi tempat generasi muda menimba ilmu dan membangun karakter. Kampus juga menjadi tempat mahasiswa mengenal dan belajar tentang demokrasi. Idealisme yang lebih tinggi bahkan menegaskan bahwa kampus merupakan arena memupuk jiwa kepemimpinan menyemai calon-calon pemimpin baru masa depan. Namun di masa-masa regenerasi seperti ini biasanya penuh dengan propaganda politik.

Pemilihan Raya Mahasiswa atau yang populer dengan sebutan PEMIRA adalah ajang perhelatan yang digelar setiap tahunnya merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan mahasiswa yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur. PEMIRA ini pula menjadi ajang pertarungan idealisme yang dikemas seperti halnya PEMILU di Indonesia. Lewat PEMIRA, pemimpin mahasiswa dipilih.

Seperti halnya di Universitas Syiah Kuala esok hari tanggal 19 Desember 2017 ajang perhelatan terbesar untuk lingkup mahasiswa diselenggarakan. Besok mahasiswa dari berbagai fakultas yang berada dibawah payung Universitas Syiah Kuala akan menentukan siapa ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan DPM (Depan Perwakilan Mahasiwa) yang layak untuk membawa citra dan eksitensi yang lebih baik setahun mendatang.

Proses pemungutan suara dilakukan dimasing-masing Tempat Pemilihan Suara (TPS) yang tersebar disetiap fakultas. Mahasiswa yang dikategorikan sebagai pemilih dalam Pemira adalah mahasiswa yang terdaftar aktif. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kartu identitas mahasiswa yang masih berlaku.

Kali ini ada 5 calon kandidat Ketua BEM Unsyiah yang akan memperebutkan kursi nomor satu dalam kelembagaan mahasiswa unsyiah. Diantaranya Ikhsan dari FKIP, Sakti Arya Duta dari FKP, M.Rijalul Fakhri dari FKEP, Muhammad Yasir dari FT, dan Agam Rizky dari FP. Namun hal ini sangat disayangkan karena tidak ada calon Ketua BEM Unsyiah yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Sedangkan untuk DPMU sendiri fakultas ekonomi mengusung 5 kandidat diantaranya  Armi Karmila, Agusriadi, Ainal Fadilla S.Y, Rifqi Ubai Sultan, dan Muhammad Zuddi.

Namun ada kegelisahan dibalik semua itu. Terutama untuk keluarga besar mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis. Disaat fakultas lain sedang sibuk melalukan Pemira serentak untuk memilih Ketua BEM Unsyiah, DPM Unsyiah, BEM dan DPM fakultas masing masing.  Komisi Pemilihan Raya (KPR) baru saja membuka pendaftaran dari tanggal 18-20 desember 2017 untuk para calon ketua lembaga eksekutif. Atas keterlambatan tersebut masih menjadi pertanyaan besar. Hal apa yang menjadi dasar bahwa sanya Pemira FEB tidak dilakukan sekaligus.

Terlepas dari hal tersebut Pemira merupakan sebuah wahana bagi mahasiswa khususnya Universitas Syiah Kuala dalam menggunakan hak suaranya untuk memilih siapa yang dianggapnya layak dan pantas untuk membawa nama “Unsyiah” berlayar di lautan lepas. Lantas, Pemira kali ini masih ada yang ingin Golput?. Bukankah peran mahasiswa itu sendiri sebagai Agent of change  yang  diharapkan dapat membawa perubahan. Jangan mau berdiam diri untuk tidak menyuarakan suara demokrasi, karena hari ini merupakan cerminan untuk setahun mendatang.

Golput bukanlah solusi yang tepat. Ayo sama sama menyuarakan hak Demokrasi. Salam Mahasiswa! (KZ)

KBM FEB Tegaskan Netral Dalam PEMIRA 2017

 

KBM FEB Tegaskan Netral Dalam PEMIRA 2017 (Jauhar/Perspektif)

Darussalam – Menutup akhir 2017, Unsyiah akan menyelenggarakan ajang pesta demokrasi bertajuk Pemilihan Raya (PEMIRA).  PEMIRA merupakan sebuah ajang praktik demokrasi mahasiswa, dan dalam hal ini mahasiswa dituntut untuk memaknai arti demokrasi yang sesungguhnya dan juga melaksanakannya dan juga merupakan perwujudan demokrasi yang seutuhnya “dari mahasiswa, oleh mahasiswa, dan untuk mahasiswa”.

Dalam ajang demokrasi tahunan kali ini, pihak Komisi Pemilihan Raya (KPR) Unsyiah menetapkan 5 calon yang akan maju dalam PEMIRA kali ini. Kelima calon tersebut adalah Ikhsan (FKIP),  Sakti arya dika(FKP), M Rizatul Fakhri (FKEP), Muhammad Yasir (Teknik) dan  Agam Rizky (FP).

Ditemui dalam Rapat Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Ekonomi, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB, Nasrul Anas menyatakan bahwa  KBM Ekonomi akan mendukung penuh pelaksanaan PEMIRA Unsyiah 2017.

Ia juga menyatakan bahwa Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah mempersilahkan setiap calon untuk melakukan kampanye dan juga pemasangan atribut di lingkungan FEB, asal tidak merusak fasilitas dan mengganggu ketertiban lingkungan kampus .

“Namun dalam hal ini, Saya menegaskan bahwa Pihak Ormawa selaku mewakili KBM Ekonomi tidak akan melakukan penyambutan terhadap Calon manapun” jelas Anas

Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk penegasan bahwa KBM FEB tidak melakukan keberpihakan terhadap salah satu Calon ketua BEM Unsyiah kedepannya.

“KBM ekonomi menyatakan tidak akan mendukung siapapun yang menjadi calon ketua BEM Unsyiah kedepannnya, Bukan berarti Golput, tetapi tidak akan menggiring massa dan tidak adanya bentuk dukungan apapun terhadap salah satu calon, tetapi kita tetap mendukung sepenuhnya Pemira Unysiah” Ujarnya.

Seperti yang di ketahui, PEMIRA Unsyiah 2017 akan di laksanakan pada Selasa, 19 desember 2017. Dengan waktu yang semakin dekat maka tensi dan gejolak politik mahasiswa akan semakin memanas. Ajang kampanye dan pengenalan calon juga disemarakkan oleh tim pemenangan tiap calon Presiden Mahasiswa di Kampus kebanggaan masyarakat Aceh ini.

Anas juga menambahkan bahwa tujuan diturunkannya pernyataan sikap dari KBM Ekonomi ini adalah untuk menghindari isu- isu yang beredar bahwa KBM Ekonomi mendukung dan berpihak kepada salah satu calon dalam permira Unsyiah 2017 ini (HT)

Mega Hunting 2017, Perspektif Akan Jajal Wilayah Barat Aceh

Foto Bersama Perwakilan ORMAWA setelah Pelepasan Mega Hunting 2017 (Indah/Perspektif)

Darussalam – Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Perspektif kembali melaksanakan Mega Hunting untuk ke-tiga kalinya. Kali ini Perspektif akan menargetkan Lamno dan CRU Sampoiniet sebagai tujuan acara. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 1-3 Desember 2017.

Acara pelepasan siang tadi (30/11) dihadiri oleh Peserta Mega Hunting, Perwakilan Organisasi Mahasiswa dan Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Murkhana SE,MBA.

Dalam laporan ketua panitia Mega Hunting 2017, Mifta Septia Ningsih menjelaskan bahwa kegiatan Mega hunting  ini merupakan ajang untuk mengembangkan bakat  untuk anggota LPM Perspektif. Pengembangan bakat ini mencakup 3 aspek yaitu Videografi, Photografi, dan Jurnalis.

“Tujuan utama kami dalam acara ini adalah untuk mengeksplorasi kekayaan budaya dan sejarah di Aceh Jaya” Jelas Mifta.

Murkhana mengaku kegiatan Mega Hunting ini sangat didukung oleh pihak dekanan Fakultas Ekonomi dan Bisnis

“Kegiatan ini bagus untuk anggota baru untuk mendalamkan jiwa jurnalistik agar kreativitas dari jurnalistik bisa mengarumkan nama mahasiswa/i unsyiah.” Tutupnya. (Rza)

Nazrul Anas: Calon Ketua BEM Diperkenalkan Setelah Sidang Umum DPM

Nazrul Anas: Calon Ketua BEM Diperkenalkan Setelah Sidang Umum DPM (Fahmi/Perspektif)

Ketua Badan Eksekutif Mahasiwa (BEM) merupakan pemimpin mahasiswa tertinggi di lingkup Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsyiah. Namun, menuju detik-detik akhir periode ketua BEM FEB 2017, belum ada nama calon penerus organisasi tertinggi mahasiswa Ekonomi ini

Menurut Nazrul Anas, ketua BEM Ekonomi 2017, alasan mengapa calon ketua BEM belum diperkenalkan karena Komisi Pemilihan Raya (KPR) belum terbentuk dan tahap- tahapan mekanisme permiranya belum dilaksanakan “Dari segi pencalonan belum ada dan belum dibuka tahap pencalonan  calon ketua BEM oleh KPR.” Hal ini yang menjadi alasan calon ketua BEM belum diperkenalkan kepada mahasiswa.

Sesuai dengan peraturan Pemilihan Raya (PEMIRA), KPR dibentuk saat sidang umum DPM Fakultas Ekonomi dan Bisnis, yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 17 Desember nanti .

”Setelah dilaksanakan sidang umum sekaligus penetapan Komisi Pemilihan Raya, KPR membuka mekanisme pemilihan raya, salah satunya pendaftaran calon ketua BEM, yang akan dilaksanakan di aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsyiah, dimulai dari tes sampai penetapan ketua BEM baru nantinya,” Ucapnya.

Sementara itu, saat ditanya mengenai persiapan yang sudah dilakukan, Anas berkilah bahwa tidak ada intervensi untuk siapapun “Kita tidak mempempersiapkan orang,  siapa saja dapat menjadi ketua BEM. Siapapun yang menjadi ketua BEM akan kita dukung.” tambahnya.

Saya selaku ketua BEM saat ini tidak mempersiapkan siapapun  untuk menjadi pengganti saya kedepan, jadi seluruh mahasiswa FEB yang memiliki  syarat dan memenuhi menjadi ketua BEM, akan menjadi ketua BEM selanjutnya,” Jelas Anas.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh calon ketua BEM Ekonomi sesuai isi dalam AD/ART DPM. menurut penuturannya, Anas menjelaskan ada beberapa poin penting yaitu Bertaqwa Kepada Tuhan yang Maha Esa, minimal sudah menempuh 3 semester maksimal semester 7, dan tidak diperbolehkan berkegiatan aktif dalam partai politik.

Nazrul Anas selaku ketua BEM saat ini berharap,”Agar nantinya calon ketua BEM yang akan terpilih menjadi ketua BEM dapat menjaga marwah kampus pertama di Universitas Syiah Kuala ini.

“Kita bisa menjaga BEM dengan baik maka FEB akan baik, dan sebaliknya jika kita tidak dapat menjaga nama baik BEM maka isi dari FEB tidak baik.” tutupnya. (Ghr, Mik)

Hidupkan Semangat Literasi Lewat Islamic Book Fair

 

LDF Al Mizan Ajak Mahasiswa Gemar Membaca dan Menulis (Sulthanah/Perspektif)

Darussalam – Lembaga Dakwah Kampus Al Mizan kembali mengadakan event tahunan. Islamic Book Fair (IBF) diadakan untuk pertama kalinya menggantikan Mizan Fair yang dulunya sempat vakum selama tiga tahun. Acara ini berlangsung pada 27-30 November 2017.

Islamic Book Fair menghadirkan tema ‘Exploring Islamic Knowledge’. Dengan tema tersebut, ketua panitia Islamic Book Fair (IBF), Gaza Farhan menjelaskan bahwa target acara ini adalah membangkitkan semangat membaca & menulis.

“Kami berharap generasi Aceh saat ini kembali menggemari buku dan menulis” Ucap Gaza.

Islamic Book Fair (IBF) akan dilaksanakan selama tiga hari dengan berbagai rangkaian acara yang menarik, seperti Bedah buku nasional bersama Zaky Ahmad Rival (Penulis Buku Islam Gak Liberal), seminar ‘Ketika Islam Memuliakan Wanita’

Selain itu, juga diadakan beberapa lomba seperti Ranking 1 dan Hijab Competition. Pengunjung juga dimanjakan dengan berbagai stand kuliner yang terdapat di sisi kanan aula Fakultas Ekonomi.

Meskipun peminat Islamic Book Fair tidak banyak seperti acara lainnya, panitia IBF sendiri tetap semangat dan mengambil sisi positifnya. “Sangat wajar jika acara yang belum marketable memiliki sedikit peminat. Selain itu, konsep acara yang berat juga menjadi salah satu faktor kurangnya peminat IBF.” Jelas Gaza (Sth)

 BEM Ekonomi Dalam Kacamata Mahasiswa

BEM Ekonomi Dalam Kacamata Mahasiswa (Ilustrasi)

Dalam Perguruan tinggi,khususnya fakultas kita pastinya tidak asing dengan istilah organisasi BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Organisasi mahasiswa dengan label “Eksekutif” ini menjadikan BEM FEB mempunyai pandangan tersendiri dari mahasiswa baik dari segi kinerjanya maupun kabinet-kabinet  didalamnya. Lalu,bagaimanakah pandangan mahasiswa terhadap BEM Kampus Kuning tersebut dan sejauh manakah organisasi ini dipandang oleh mahasiswa?

Mengingat salah satu misi dari BEM FEB 2017 adalah “Tumbuh bersama, maju bersama dengan seluruh mahasiswa yang ada diruang lingkup fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah”. Apakah misi tersebut sudah terealisasikan sesuai harapan?

Dari penilaian mahasiswa, banyak pendapat mengenai kinerja BEM di kampus kuning ini. Mulai dari eksistensi BEM dalam menjalankan programnya hingga sosialisasi kepada mahasiswa. Setelah tim faktanya yang sedikit mengejutkan. Bahwasanya ada mahasiswa yang tidak mengenal siapa ketua BEM FEB.

Seorang mahasiswa angkatan tahun 2016 yang tidak mau disebutkan namanya ini mengatakan bahwa dirinya tidak mengenal siapa ketua BEM FEB Unsyiah dikarenakan kurangnya sosialisasi untuk civitas akademika di lingkungan kampus dan tidak adanya perihal struktur organisasi BEM FEB di tempat-tempat umum sekitaran Fakultas Ekonomi. Sehingga hal ini membuat mahasiswa sulit mengetahui tentang BEM.

Lantas  mengapa hal ini bisa terjadi? Namun, sebelumnya coba amati kembali mengingat kampus yang semakin lama semakin sepi menandakan banyaknya mahasiswa yang “Kupu-kupu” yakni mahasiswa yang kegiatannya hanya kuliah-pulang. Dan dari kacamata mahasiswa terlihat bahwa kantor BEM  FEB Unsyiah yang selalu kosong. Hal itu ditandai dengan pintu yang selalu digembok.  Apakah yang salah pada hal ini? Mahasiswa yang apatis atau sosialisasi yang tidak berjalan dengan baik? Pandangan andalah yang menentukan jawaban tersebut.

Terlepas dari itu semua, ada hal lain yang terbaca dari kacamata mahasiswa. Salah satunya pendapat yang datang dari ketua IMADEA, M. Ifaldi Phonna yang mengatakan “ BEM tahun ini (2017) lebih mudah diakses, khususnya ketua BEM nya dan lebih terbuka sehingga urusan yang bersangkut paut dengan BEM dapat lebih mudah diselesaikan”akunya.

Selain itu program-program kerja yang dijalankan dapat dikatakan sukses sebut saja EXCELLENT dan SAFE 2017 yang berhasil mengangkat nama Fakultas Ekonomi. Namun apakah “kemudahan akses” tersebut diperuntukkan untuk keseluruhan? Atau hanya untuk sebagian orang saja? Ini masih menjadi teka teki dalam kacamata mahasiswa.

Jadi, pada dasarnya kita kembali lagi pada fungsi BEM itu sendiri, bahwa BEM adalah organisasi intra kampus yang eksekutif dan menjadi tempat mahasiswa menyampaikan aspirasinya. Maka sudah saatnya BEM menjalankan fugsinya untuk menjadi jembatan penghubung antara mahasiswa dengan civitas akademika di Kampus.

Sudah sepatutnya BEM dan mahasiswa itu harus saling berkolaborasi demi terwujudnya sebuah keselarasan dan tujuan bersama untuk Ekonomi yang lebih maju khususnya di lingkungan FEB Unsyiah. (AH, Syw)

 

 

Mahasiswa Perbankan Unsyiah Kembali Selenggarakan Siabank Cup 2017

Siabank Cup Jadi Ajang Silaturrahmi Mahasiswa (Nella/Perspektif)

Banda Aceh – Mahasiswa D-3 Perbankan kembali menyelenggarakan kompetisi futsal bertajuk Silaturrahmi Aneuk Perbankan (Siabank) Cup. Acara ini diadakan di fairplay futsal Stui pada 25-26 November 2017. Acara ini mengangkat tema “Sportivity Build Solidarity” yang memfokuskan pada silaturrahmi antara sesama mahasiswa.

Siabank Cup diselenggarakan selama 2 hari, antusias dari mahasiswa yang mengikuti pertandingan ini sangat Bagus dapat dilihat dengan banyaknya tim yg berpartisipasi.  Tidak hanya alumni, mahasiswa  manajemen, akuntansi, Ekonomi pembangunan dan beberapa tim gabungaan lainnya juga ikut serta dalam pertandingan futsal ini. Tercatat ada 19 tim yang ikut berpartisipasi dalam acara tersebut.

“Tujuan diselenggarakan acara ini adalah terciptanya silaturrahmi antara sesama alumni dan mahasiswa agar saling mengenal satu sama lain. Perbedaan siabank cup tahun ini dengan tahun sebelumnya tidak berbeda jauh,  karena ini adalah acara tahunan silaturrahmi aneuk perbankan.” Ucap ketua panitia.

Himpunan Mahasiswa Manajemen keluar sebagai juara SIABANK Cup 2017 setelah berhasil mengalahkan tim HIMAKA dengan skor 3-1.  Maula cs berhasil mematahkan dominasi HIMAKA sepanjang pertandingan. Duet maut Rojal & Maula berhasil mencatatkan skor untuk HMM. Sedangkan skor untuk HIMAKA berasal dari sepakan kaki Miftahul Rizqa (Nel)