Himadipa Gelar FIPA 2017

Lewat FIPA, HIMADIPA Satukan Mahasiswa Ekonomi Pembangunan (Lilis/Perspektif)

 

Darussalam – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pembangunan (HIMADIPA) FEB Unsyiah menyelenggarakan acara Forum Ilmiah Himadipa (FIPA) 2017 di aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah sebagai program kerja tahunan meski sempat beberapa tahun vakum. Acara yang berlangsung dari tanggal 2-5 Oktober 2017 ini mengusung tema  “Prospek Ekonomi Digital Bagi Pertumbuhan Ekonomi“. “Maksud tema tersebut sebagai upaya untuk memberkan pemahaman kepada setiap individu  yang memanfaatkan ekonomi digital mengenai seberapa besar prospek kedepannya, bagaimana, dan apa dampak yang mungkin saja ditimbulkan bagi pertumbuhan ekonomi”, ungkap Syawal selaku panitia acara. Adapun agenda FIPA 2017 lainnya seperti lomba karya tulis ilmiah tingkat se-SMA Aceh dan lomba debat Isu Ekonomi di hari pertama.

Seminar Nasional bertemakan “Prospek Ekonomi Digital Bagi Pertumbuhan Ekonomi” yang di isi oleh Heidy Ruswita Sari dari IDX dan Subhan ,ST General Manager TELKOM ACEH tepat di hari kedua. Sedangkan hari ketiga di isi dengan rangkaian talkshow “Mengintip Rupiah di Era Digital” oleh pemateri yang expert, Fajar Ary DiLo Banda Aceh dan Darma Satria CEO KamiAntarAJa dan untuk hari terakhir sebagai penutupan dengan diakanannya fieldtrip. Acara tahun ini diakui memang memiliki penyusunan konsep yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan adanya serangkaian acara debat dan kehadiran mahasiswa dalam ikatan Ekonomi. Untuk persiapannya sendiri sudah  jauh –jauh hari dan berbulan-bulan dimatangkan meskipun persiapan yag benar-benar matangnya dari 2 (dua) bulan kemarin“ tutur mahasiswa semester 7 (tujuh) ini.

Sedangkan untuk kendala acara ini  menurutnya mengenai perihal pemateri yang mengisi rangkaian acara, dan mengundang sejumlah peserta yang hadir dari universitas luar. Acara ini juga turut dihadiri oleh mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Universtas Ahmad Dahlan (UAD), dan Universitas Padjadjaran (UNPAD). Syawal berharap agar seluruh panitia HIMADIPA dapat menyukseskan acara ini dengan semaksimal mungkin dan untuk mahasisawa di lingkungan Ekonomi sendiri dapat melaksanakan kegiatan- kegiatan atau program kerja lainnya dengan lebih baik. (lis)

(Editor: Ftrdafya)

BESJAM ‘Pulang Kampung’ Ke Ekonomi

BESJAM 2017 dimeriahkan oleh penampilan musik dan pameran seni lukis oleh anggota BESTEK FEB Unsyiah (Tata/Perspektif)

Darussalam – UKM Bengkel Seni dan Teater (BESTEK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah kembali menggelar acara Bestek nge-Jam (BESJAM) pada Rabu (27/9) kemarin. Acara dimulai pada pukul 10.00 yang dibuka langsung oleh Ketua Umum Bestek, Muhammad Hanafi.

BESJAM merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh UKM BESTEK dengan mengusung tema “Wild Young and Free”. Acara yang sempat digelar di Maroon Coffe pada tahun 2015 dan Kupi Khop pada tahun 2016 ini ‘pulang kampung’ ke Kantin Pojok Ekonomi.

“Maksudnya kita ngangkat tema ini karena semua mahasiswa baru back to campus. Jadi dengan terselenggaranya BESJAM merupakan wadah bagi anggota BESTEK dan membangkitkan semangat jiwa-jiwa muda. Sehingga kita bisa bring have fun to campus bukan hanya disibukkan dengan jadwal kuliah yang padat. Acara kali ini pula sekalian promosi Open Recruitment bagi letting 2014 sampai 2017”. Jelas Cut yang merupakan ketua panitia acara ini.

Acara BESJAM tahun ini tidak tertutup untuk internal mahasiswa ekonomi saja tetapi mulai tanggal 13 September BESTEK sudah open for public dengan memberitakan melalui media sosial dan bisa diikuti oleh semua orang. Rangkaian acara diisi dengan penampilan seni, wawancara singkat dari bestek, open recruitmen yang berlangsung hingga jam 14.00

“Harapan kedepannya dari panitia dan keluarga besar BESTEK dengan adanya acara ini kami bisa menjalin silaturrahmi bukan hanya dengan sesama internal kampus tetapi bisa lebih luas lagi kemudian bisa sharing kemampuan kesenian dan semua orang bergabung dikeluarga besar BESTEK”. Tambah Cut (Ta)

Puluhan Peserta Meriahkan Economic Time Rally 2017

Pembina EOC melepas peserta Time Rally yang diadakan di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (Hasan/Perspektif)

Darussalam – Puluhan peserta dari berbagai kalangan meriahkan acara Economic Time Rally 2017 yang diadakan oleh UKM economi otomotif club (EOC) yang tempat di  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala  (17/9). “Kegiatan ini merupakan pertama kali nya setelah vakum selama 12 tahun karena terkhir kali di laksanakan pada tahun 2005” jelas lazuardi, ketua Economi Otomotif Club (EOC). Kegiatan ini bertujuan untuk mengobati kerinduan perally aceh untuk menyalurkan hobi dan keahlian mereka, karena selama ini jika ingin bertanding maka harus keluar provinsi.

Pada kegiatan ini, setiap peserta di beri soal untuk mendapat kan rute perjalanan dan ada setiap pos pada rute nya hingga sampai ke finish etape pertama di pantai Lhokme, Aceh Besar. Hingga kembali lagi ke finish di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala. Kegiatan ini tidak berpatokan pada kecepatan tetapi ketepatan waktu peserta dalam memecahkan soal dan sampai ke finish.

Tak hanya rally, kegiatan ini juga melakukan aksi sapta pesona yakni bersih-bersih pantai pada saat finish etape pertama di pantai Lhokme, Aceh Besar. Setiap peserta di beri kantong plastik yang digunakan sebagai tempat mengumpulkan sampahnya dan juga merupakan bagian dari jalannya pertandingan dan tempat peserta untuk menambahkan poin.

Kegiatan ini turut didukung oleh IMI Aceh, IOF, dan Dinas Kebudayan dan Pariwisata Aceh.Serta Turut hadir pula ketua IMI Aceh Ibnu rusdi, Nasrillah Anis, Kapolsek Syiah kuala dan wakil Rektor 3 Unsyiah Alfiansyah Yulianur. (San)

HMM Ajak Mahasiswa Kreatif Melalui PKM Inspiring Talkshow

Kegiatan Talkshow PKM 2017 (Fazil)

Darussalam – Sabtu (13/5) Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) kembali menyelenggarakan acara PKM Inspiring Talkshow 2017, kegiatan ini bertema “Peningkatan Pemahaman Mahasiswa dalam Segi Krativitas dan Wawasan memalui PKM” dan berlangsung di Balai Sidang Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.

PKM merupakan suatu program yang dibentuk oleh Direktorat Jenderal Kementerian Riset Teknologi Dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti)  dalam memfasilitasi kemampuan serta potensi yang dimiliki mahasiswa untuk mengkaji, mengembangkan, dan menerapkan ilmu dan teknologi yang telah dipelajarinya di perkuliahan kepada masyarakat luas.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti oleh kalangan Fakultas Ekonomi dan Bisnis saja, tetapi juga diikuti oleh mahasiswa dari Fakultas lain yang ada di Unsyiah.

Caesar Naufal selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Manajemen 2017 berharap dengan diadakannya acara PKM Inspiring Talkshow ini dapat membantu dan mengembangkan kreativitas mahasiswa dalam membuat proposal PKM serta dapat mengaplikasikannya di kehidupan sehari-hari. (Fik)

Yuk Ikuti Lomba Foto ‘Aceh International Halal Food Festival’

Poster Photo Challenge Aceh International Food Festival

Dalam rangka menyambut pelaksanaan Aceh Internasional​ Halal Food Festival 2017, Dinas Pariwisata   Aceh mengadakan “Photo Challenge – Aceh International Halal Food Festival” yang berlokasi di Museum Aceh pada Tanggal 15 Mei 2017 pukul 09.00 -12.00 WIB dengan total hadiah Jutaan Rupiah.
Peserta ditantang untuk mengambil foto terbaik dari objek yang telah disediakan panitia di lokasi acara.
Syarat ketentuan lomba :
1. Peserta hanya mengambil foto dari objek yang telah disediakan oleh panitia.
2. Lalu tuliskan pengantar foto yang menarik dan kreatif, bisa pengalaman anda tentang objek, manfaat objek dalam kehidupan sehari-hari maupun keunikan material objek sebagai warisan citarasa lelulur. (Min 100 kata, maks 150 kata)
3. Satu peserta hanya boleh mengirimkan maksimal 5 karya foto, masing-masing dari 5 objek yang berbeda.
3. Format foto di simpan dalam format JPEG Large (File Asli), resolusi 300 dpi
4. Olah digital hanya sebatas brightness, contrast & cropping
5. Karya foto dikirim ke acehinternationalhalalfoodfest@gmail.com dengan data diri lengkap beserta copy KTP.
6. Pengiriman karya paling lambat tanggal 19 Mei 2017 dan pengumuman pemenang akan dilakukan paling lambat tanggal 21 Mei 2017 di website dinas pariwisata provinsi Aceh disbudpar.acehprov.go.id dan Instagram @halalfoodfestaceh
7. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh dapat menggunakan semua foto yang dikirimkan oleh peserta untuk sarana promosi pariwisata Aceh tanpa harus meminta izin terlebih dahulu dengan tetap mencantumkan nama photographer.
8.Dewan Juri mewakili para ahli di bidang photography yaitu Bedu Saini dan Adi Warsidi serta perwakilan  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Keputusan Dewan Juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggu gugat.

Mahasiswa FEB Unsyiah Wakili Aceh pada Kompetisi Nasional “Stocklab Competition”

Yaskur dan Hafiz saat menjadi juara di Lomba Stocklab di Banda Aceh (Dok. Istimewa)

 

Banda aceh-Kamis, 23/3/17 Dalam rangka memperingati 40 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mandiri Sekuritas, dan Indonesian Stock Exchange (IDX) menyelenggarakan lompetisi Nasional “Games Investasi Pasar Modal Stocklab dan Nabung Saham GO tahun 2017” yang bertempat di kantor Regional OJK Aceh, Pango.

Dalam penyelenggaraan kompetisi tersebut, OJK akan menyaring 2 (dua) orang terbaik yang menjadi perwakilan dari beberapa provinsi dan kota yang nantinya akan berkompetisi bersama perwakilan lainnya untuk tingkat nasional di Jakarta Agustus mendatang.

Sebuah kebanggan tersendiri yang dirasakan oleh Yaskur Rizqullah (D3 Akuntansi 2014)  dan Muhammad Hafiz (D3 Akuntansi 2014) yang memenangkan kompetisi tersebut yang mengharumkan nama baik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala. Dalam kompetisi ini 2 (dua) mahasiswa tersebut berhasil mewakili Aceh nantinya pada 9 Agustus 2017 di Jakarta.Yaskur Rizqullah mendapatkan juara 1 (satu) dalam seleksi di Aceh dan rekannya Muhammad Hafiz atau sering disapa (Iblin) mendapatkan juara 2 (dua) .

Keduanya mengatakan bahwa yang memotivasi mereka mengikuti “STOCKLAB” ini karena Games nya asyik dan pembawaan yang santai serta tidak menguras pikiran dalam permainannya. Yaskur Rizqullah termotivasi mengikuti games ini karena dukungan orangtuanya yang senantiasa selalu ada untukknya. Sedangkan Muhammad Hafiz termotivasi karena hal pertama dari salah seorang satpam di tempat ia nge-Job pada saat itu dan alasan lainnya adalah orang tua dan karib dekatnya sendiri, Yaskur rizqullah.

Sebagai Mahasiswa sangatlah sulit untuk mengimbangkan waktu antara kuliah dan kegiatan diluar, akan tetapi berbeda dengan dua orang mahasiswa FEB Unsyiah ini yang dapat memanajemenkan waktunya dengan baik hingga mendapatkan prestasi yang mereka raih seperti sekarang ini. Selain itu, Yaskur dan Hafiz juga membagikan trik-trik dalam pengambilan kartu pada games tersebut,yaitu saat games itu dimulai “kita harus pandai-pandai mengambil kartunya,jangan salah langkah,dibutuhkan kerjasama,dan yang paling penting adalah doa yang akan mengimbangi usaha kita”katanya pada saat diwawancarai.

Dalam kutipan terakhirnya, Yaskur memberikan sepatah dua patah kata harapan untuk Mahasiswa FEB Unsyiah. “Semoga mahasiswa itu jangan KUPU-KUPU (kuliah-pulang-kuliah-pulang). Tapi cobalah berinovasi untuk hal-hal yang bersifat positif” katanya pada saat diwawancarai. Pemenang kedua yang mewakili Aceh menambahkan perkataan Yaskur, “kita sebagai mahasiswa janganlah mudah menyerah dan berputus asa,pikiran yang optimis akan memberikan bukti yang nyata”, katanya dengan penuh harapan. (Sw)

Hari Pertama Kerja, Wakil Dekan III silaturrahmi bersama ORMAWA

 

Silaturrahmi WD III FEB Unsyiah Bersama ORMAWA (Jauhar/Perspektif)

Darussalam – Memasuki hari pertama menduduki kursi Wakil Dekan III, Murkhana SE. MBA langsung mengundang seluruh organisasi mahasiswa (ORMAWA) di lingkungan kampus FEB Unsyiah untuk  bersilaturahmi di kantor Wakil Dekan III FEB.

Pertemuan tersebut dihadiri oleh 14 mahasiswa yang merupakan perwakilan dari BEM, UKM dan HMJ di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Dialog yang berlangsung selama satu jam tersebut membahas poin-poin yang menjadi permasalahan dan inovasi seputar  kegiatan kemahasiswaan.

Dalam kesempatannya, Murkhana menyinggung beberapa masalah seputar keaktifan organisasi kampus, pendanaan, dan skala kegiatan mahasiswa yang di rasa masih kurang.

Terlepas dari keaktifan organisasi, beliau juga akan mengadakan evaluasi terhadap mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir yang ‘telat lulus’ karena organisasi. “Untuk periode ke depan, saya akan melakukan evaluasi

Ketua BEM Ekonomi Unsyiah Sedang Memberi Pendapat (Jauhar/Perspektif)

rutin terhadap mahasiswa-mahasiswa yang telat lulus gara-gara organisasi” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Nazrul Anas yang juga merupakan ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Unsyiah mengharapkan kerjasama dari pihak dekanan yang beru di Lantik untuk meningkatkan motivasi mahasiswa untuk bergabung ke organisasi yang  kian menurun

Hal serupa juga diutarakan oleh ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FEB Unsyiah, “Selaku pimpinan dewan mahasiswa, kami berharap bapak dalam membantu kami lebih baik demi terselenggaranya acara-acara yang akan diadakan agar dapat menembus skala yang lebih tinggi” ujarnya.

Murkhana merupakan dosen Program Studi Manajemen dilantik menjadi Wakil Dekan III pada Jumat (5/5) lalu. Beliau dipercaya menjadi WD III FEB menggantikan Nashrillah Anis SE. MM.

Beliau dikenal sebagai dosen yang humoris di kalangan mahasiswa. Selain itu, pria lulusan Universitas Kebangsaan Malaysia ini dikenal sebagai pribadi yang dekat dengan mahasiswa (Jr)

Band Indie Ibukota Meriahkan Acara LOZCAFEST 2017

Band Indie Ibukota Meriahkan Acara LOZCAFEST 2017 (Iqbal/Perspektif)

 

Darussalam – LOZCAFEST 2017 berhasil digelar di Pantai Cemara Lampuuk (24/4). Acara yang merupakan acara puncak perayaan anniversary OZ Radio Banda Aceh ini dihadiri oleh berbagai kalangan muda kota Madani.

LOZCAFEST merupakan event festifal musik indie yang pertama kali digelar di Banda Aceh. OZ Radio Banda Aceh berkolaborasi dengan Go Ahead People Banda Aceh ini menggabungkan seni dan alam bebas menjadi satu.

Dalam acara yang digelar di tepi pantai ini mengundang sejumlah band Indie terbaik Ibukota. Sebut saja Kelompok Penerbang Roket, Elephant Kind hingga DJ Dipha Barus turut memeriahkan rangkaian acara LOZCAFEST 2017.

“(Acara) ini adalah acara yang luar biasa dengan konsep seni dan alam bebas pertama di Aceh. Senang bisa ikut dalam acara ini” sebut salah seorang penonton.

Band Indie Ibukota meriahkan acara LOZCAFEST 2017 (Jauhar/Perspektif)

Selain band Indie Ibukota, acara ini turut diisi oleh sejumlah band hits di Banda Aceh seperti Threemore, Killa The Phia dan sejumlah band asli bentukan anak Aceh turut memeriahkan acara ini.

LOZCAFEST 2017 juga diisi oleh sejumlah stand makanan, games hingga brand pakaian lokal pun turut hadir untuk memanjakan pengunjung yang datang.

Pengunjung juga dapat mencoba berkreasi dengan *face painting* oleh komunitas lukis Akar Imaji. Selain itu, pengunjung juga bisa mendapatkan merchandise band-band yang tampil di stand OZ Radio Banda Aceh (Jr)

Yuk Intip Keseruan LOZCAFEST 2017

Intip keseruan LOZCAFEST 2017 (Dok. Istimewa)

Pertama di Aceh, showcase musik di hutan cemara. LOZCA FEST, event perayaan ulangtahun ke-8 OZ Radio Banda Aceh yang diberi tema “Music Meets Wild Life”. Acara yang menghadirkan musisi-musisi Indie paling digandrungi di Indonesia saat ini, akandilaksanakan pada hari minggu tanggal 23 April 2017 di Pantai Cemara, Lhoknga, Aceh Besar.

Pengunjung akan dihibur dengan penampilan 9 kelompokmusisi yang mewakili beragam jenis musik, mulai dari pop, rock, EDM, hingga metal. Datang dari Ibu Kota, kelompok musik Elephant Kind, Kelompok Penerbang Roket dan Dipha Barus akan menyapa para pendengarnya di Aceh dengan karya musik terbaiknya. Acara akan dibuka oleh penampilan kelompok musik pop alternative asal Kota Medan, Shadowplay. Tak kalah seru, band-band terbaik Aceh juga ikut memamerkan karyanya di LOZCA FEST,band seperti Killa The Phia, Threemor, Sway, My Chicken Robot dan Rabbit Has The Miracle.

Sambil menunggu artis favorit tampil diatas panggung, pengunjung juga akan dimanjakan dengan arena-arena menarik di sekitar festival, seperti eat & hits (Area food truck dan minuman), style or die (area berbagai distro lokal &handycraft), Merch-on (booth merchandisedari band-band pengisi acara), Lozca Land (area games seru yang bisa di ikuti pengunjung), Art Instalation oleh AkarImaji, intense stage dan booth kreatifitas dari komunitas Go A Head People Banda Aceh.

Untuk datang ke acara keren ini, pengunjung cukupmembeli Lozca Kit sebagai tanda masuk seharga Rp 80.000,- di KIT BOX yang tersebar di Kota Banda Aceh, seperti Rocket Store, Tanabata Coffee, Redinesh Coffee, Waroeng Blegh, Sugar Sop Buah sertaOZ Radio Banda Aceh yang beralamat di Komplek Perkantoran Townsquare no 10, Lampineung. Lozca Kit dilengkapi dengan peta lokasi, rundown acara, wristband tanda masuk, dan voucher diskon belanja senilaiRp. 20.000,- yang bisa digunakan di lokasi acara.

Tunggu apalagi, buruan dapatkan Lozca Kit dan jadi bagian dariLOZCA FEST, showcase musik di hutan pertama di Aceh. (Mia)

Hilang Satu Dekade, Saturday Fever “Terlahir Kembali”

Sempat Hilang Satu Dekade, Saturday Fever “Terlahir Kembali” di Lampineung (Jauhar/Perspektif)

Darussalam – UKM Bengkel Seni dan Teater (BESTEK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah berhasil menggelar acara Saturday Fever pada Sabtu (8/4) kemarin. Setelah hilang satu dekade, Saturday Fever berhasil menghilangkan rindu pecinta musik di Kota Banda Aceh dengan mengangkat tema “Save Your Soul”

Acara yang berlangsung di pelataran parkir Stadion H. Dimurthala Lampineung ini diisi oleh sejumlah band lokal di Banda Aceh. Dengan penampilan ala Street Music Performance ini pun dikunjungi oleh ratusan pengunjung.

Saturday Fever yang merupakan acara tahunan BESTEK ini diadakan sebagai panggung unjuk gigi dan ajang silaturrahmi antar band lokal di Banda Aceh. Sebelumnya, Saturday Fever sempat terhenti selama satu dekade lamanya.Acara yang biasanya di gelar di Kantin Kampus Ekonomi Unsyiah ini dilahirkan kembali di pelataran parkir Stadion H Dimurthala Lampineung

Selain itu, LPM Perspektif juga mengadakan mini photo exhibition selama acara berlangsung dengan menampilkan foto-foto terbaik hasil jepretan anggotanya. Sejumlah pengunjung juga terlihat antusias untuk melihat foto-foto karya anggota LPM Perspektif.
Sejumlah band lokal seperti KEY P.A.D dan Britoters yang merupakan band bentukan BESTEK pun turut memeriahkan acara ini. Acara berlangsung meriah ini pun dihadiri oleh sejumlah foodtruck yang menjajakan sejumlah makanan dan minuman yang dapat dinikmati selama acara berlangsung.

Iwan Adha yang merupakan ketua pelaksana Saturday Fever pun berharap dengan adanya acara ini dapat menambah pengalaman anggota BESTEK dalam hal Event Organizer

“Di acara ini kita coba angkat tema Save Your Soul yang berarti semua Genre music dapat ikut tampil dalam acara ini, tidak ada batasan genre yang ditampilkan dalam Saturday Fever kali ini” Ucap Iwan

Ketika ditanyai tentang acara Live On Stage BESTEK, Iwan mengaku belum bisa memastikan akan diadakannya acara tersebut di tahun ini. “Kalo masalah LOS (Live On Stage), kami belum bisa memastikan acara tersebut terlaksana di tahun ini. Tapi kami akan terus upayakan, Inshaa Allah LOS tahun ini jalan” tutup Iwan. (Jr/Perspektif)