Ketua BEM FEB: “Calon nomor 3 dan 4 bukan pilihan Ekonomi”

Ketua BEM FEB: “Calon nomor 3 dan 4 bukan pilihan Ekonomi” (Ist,)

Darussalam – Ketua BEM Fakultas Ekonomi Dan Bisnis (FEB), Rais Mukhayar membuat pernyataan yang cukup kontroversial dalam sesi dialog interaktif dan deklarasi Pasangan Calon Presiden Mahasiswa (Presma) nomor Urut 2, Wahyu-Assad pada Kamis (6/12) di Kantin Ekonomi.

Acara yang berlangsung di kantin FEB pada Kamis (12/6) bertujuan untuk memperkenalkan Paslon Presma dari kubu Wahyu-Assad. Wahyu merupakan Calon Presiden Mahasiswa yang berasal dari Fakultas Ekonomi, sedangkan Assad berasal dari Fakultas Hukum.

“Dihimbau kepada seluruh mahasiswa bahwa pasangan calon Presma nomor 3 dan 4 bukan pilihan Ekonomi” tegasnya dengan suara lantang disambut tepuk tangan dari hadirin.

Pernyataan dari Ketua BEM FEB, Rais Mukhayar ini dirasa cukup mengundang tanda tanya mengingat pasangan capresma nomor 3 & 4 juga berasal dari Ekonomi.

Keduanya adalah T Rizky Saevic sebagai cawapresma nomor urut 3 dan Rifqi Ubai, cawapresma nomor urut 4.

“Pasangan dari nomor urut 3 dan 4 bukan pilihan KBM (Keluarga besar mahasiswa) Ekonomi” tambah Rais.

Namun pernyataan sikap dari pihak BEM FEB bukan tanpa sebab, mengingat kedua calon nomor urut 3 dan 4 dianggap tidak meminta restu dari pihaknya selaku pimpinan mahasiswa tertinggi di Fakultas.

Acara ini berlangsung meriah dan dihadiri oleh puluhan mahasiswa FEB (Jauhar)

Pasangan Calon Presma Unsyiah Wahyu-Assad Perkenalkan Diri di Kantin Ekonomi

Pasangan Calon Presma Unsyiah Wahyu-Assad Perkenalkan Diri di Kantin Ekonomi (Ist.)

Darussalam- Pasangan nomor urut 2 Wahyu-Assad mengadakan sesi dialog interaktif dalam rangka kampanye Kamis pagi (6/12) di kantin FEB.

Acara tampak berjalan meriah, meskipun dalam kondisi hujan.
Hal ini tampak dari ramai nya suasana kantin dan antusiasme mahasiswa dalam mengikuti jalan nya acara.

Dengan slogan “Solusi Untuk Kita” , Wahyu-Assad coba menyampaikan visi dan misi nya dalam memimpin Unsyiah kedepannya.

“Jadi kami bertujuan memecahkan segala solusi dan permasalahan yang ada di Unsyiah, tak hanya Unsyiah namun juga yang ada di setiap fakultas yang ada” ujar Assad cawapresma dari nomor urut 2.

Sebelumnya Wahyu-Assad merupakan calon Presma Unsyiah dari KBM ekonomi dan ada beberapa nama yg keluar dari fakultas ekonomi yg ikut berkontribusi dalam PEMIRA Unsyiah 2018.

“Oleh karena itu, kami harap dukungan dari mahasiswa Ekonomi” tutup Assad (Hasan)

Kepala Deputi BI Aceh: Inflasi di Aceh Aman

 

Kepala Deputi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Teuku Munandar Saat Memberikan Materi Inflasi (Jauhar/Perspektif)

Darussalam – Kepala Deputi Bank Indonesia perwakilan Aceh, Teuku Munandar menyebutkan bahwa dampak inflasi yang terjadi di Aceh tergolong aman. Hal ini disampaikan dalam diskusi yang diprakasai oleh pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah, Senin (24/9).

Munandar mengakui bahwa kenaikan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar memang begitu tinggi yaitu mencapai 9,2%. Namun hal ini dapat diantisipasi dengan baik oleh pemerintah dengan tersedianya cadangan devisa negara sebanyak $118 Miliar sehingga tidak memiliki dampak besar seperti Argentina & Turki.

“Depresiasi yang terjadi di indonesia masih dalam nilai wajar, oleh karena itu masyarakat jangan khawatir karena pemerintah masih bisa menahan harga rupiah” Ujar alumni akuntansi Universitas Syiah Kuala ini.

Di Aceh, inflasi tidak memiliki dampak yang signifikan dalam kegiatan perekonomian sehari-hari. Hal ini menurutnya, tidak terlepas dari keberhasilan pemerintah Aceh dalam meningkatkan angka pertumbuhan ekonomi. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pertumbuhan ekonomi di Aceh adalah 5,74% dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 3,26%

“Tingkat inflasi yang terjadi di Aceh pun terjaga, walaupun kita ada di peringkat 3 Sumatera dengan nilai inflasi 3,55. Dibandingkan dengan Bengkulu yang merupakan daerah inflasi terendah yang hanya 2,23%” Jelasnya

Pernyataan Munandar tentu bukan tanpa alasan, karena nilai iflasi Aceh masih dalam rentang target nasional sebesar 3,5±1 (Jr)

KBM Ekonomi Unsyiah Salurkan Bantuan Untuk Korban Sinabung

Penyerahan Secara Simbolis Bantuan Dari KBM FEB Unsyiah Untuk Disalurkan Kepada Korban Erupsi Sinabung (Foto: Hasan/Perspektif)

Darussalam – (9/3) Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Ekonomi melalui perwakilan ketua lembaga mahasiswa serahkan bantuan kemanusian sinabung ke ACT (Aksi Cepat Tanggap) cabang banda aceh. Bantuan ini terdiri dari 10 sak beras, 10 Kotak mie instan, minyak goreng, gula, hingga beberapa kotak pakaian bekas  juga uang tunai sebesar Rp 6.903.000. Semua bantuan berasal dari mahasiswa, UKM dan HMJ serta dari pihak dekanan Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Ketua BEM FEB Rais Mukhayar mengatakan bahwa penggalangan dana dilakukan sejak tanggal 24 februari sampai dengan 8 maret 2018.  Salah satu strategi penggalangan dana yang dilakukan ialah dengan mengadakan acara amal ‘Nonton Bareng Aceh Documentary Film’ pada sabtu (3/3) lalu di aula FEB Unsyiah.

“Untuk penggalangan dana sudah dilaksanakan sejak 24 Februari kemarin hingga sore tadi. Sebenarnya sampai pada acara nonton bareng kemarin sebagai malam puncaknya, namun kami masih membuka kesempatan untuk menyumbang hingga hari ini,” ungkapnya.

Belakangan ini gunung sinabung terus melakukan aktivitas vulkanik dan terjadi beberapa kali erupsi, namun pada senin pertengahan Februari lalu, sinabung kembali erupsi besar dan adanya luncuran awan panas dari kawah sinabung sehingga ribuan warga di sana harus mengungsi meninggalkan rumah dan ladang pertanian mereka. Hal tersebut tentu menjadi fokus keprihatinan bagi seluruh rakyat Indonesia. Dimana puluhan keluarga harus tinggal dalam camp-camp pengungsian.

“Kondisi sangat memperihatikan dimana mereka masih tinggal di dalam pengungsian dengan segala serba keterbatasan,  bahkan anak anaknya harus bersekolah di camp pengungsian. Bisa kita bayangkan sendiri bagaimana keterbatasan yang mereka miliki dan mata pencaharian yang hilang,” jelas Lisdayanti selaku perwakilan ACT  yang menyambut rombongan KBM FEB sore kemarin.

Atas segala bantuan yang di serahkan oleh pihak FEB sore tadi ia juga turut memberikan apresiasi yang besar atas keaktifan para mahasiswa dan anak muda dalam dunia kamanusiaan dan kepedulian sesama.

“Alhamdulillah apresiasi yang sangat besar untuk teman teman semuanya sebagai kaum muda, atas kemauan teman teman sebagai anak muda dan sebagai mahasiswa untuk ikut aktif dalam dunia kemanusian dan kepedulian terhadap sesama,” tambahnya.

Dana yang terkumpul kan ini juga akan di salurkan secepatnya di bulan ini, melalui ACT Medan hingga tersalurkan langsung ke lokasi, dan dapat segera di terima oleh pihak korban yang membutuhkan.

Rais mewakili KBM juga berharap bantuan yang telah terkumpulkan dapat bermanfaat untuk para korban Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Hal ini juga merupakan sebagai bentuk untuk menambahkan rasa kepedulian kita terhadap sesama.

“Kalau dulu tahun 2004 kita dibantu sama orang mungkin melalu kegiatan seperti ini kita dapat membantu orang, dan mungkin kedepan nya gak menutup kemungkinan kita akan di bantu kembali sama orang, karena kita makhluk sosial jadi saling membantu satu sama lain,” tutupnya. (Tuah)