SMA Modal Bangsa Juara Umum PIA 2017

Ketua Jurusan Akuntansi, Dr. Nadirsyah, S.E., M.Si. Menyerahkan Piala Bergilir Pekan Ilmiah Akuntansi (Jauhar/Perspektif)

Darussalam – SMA Negeri Modal Bangsa Aceh Besar berhasil meraih gelar juara umum pada lomba yang diadakan mahasiswa Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) FEB Unsyiah dalam acara Pekan Ilmiah Akuntansi ke – XX. Acara yang bertempat di Aula Ekonomi Unsyiah ini dibuka oleh Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan senin lalu (30/10)

Acara yang berlangsung selama seminggu ini merupakan event tahunan HIMAKA yang meliputi banyak kegiatan seperti Seminar Internasional Akuntansi, Pelatihan Professional Lanjutan dan berbagai lomba untuk tingkat mahasiswa dan SMA se-Aceh.

SMA Modal Bangsa memastikan diri menjadi Juara Umum lomba akuntansi setelah berhasil memenangkan Lomba Cepat Tepat Akuntansi tadi pagi (4/11) mengalahkan tim dari SMA Negeri 3 Banda Aceh dan Fatih Putra Banda Aceh.

Dalam kata sambutannya, Miftachul Akram yang merupakan ketua panitia PIA ke – XX berharap agar para pemenang untuk tidak besar hati dan larut dalam euforia kemenangan.

“Semoga para pemenang lomba dapat lebih melatih diri dan tidak merasa cepat puas dengan hasil yang di dapatkan saat ini” Jelas Akram.

Dalam penutupannya, Ketua Jurusan Akuntansi FEB Unsyiah mengaku bangga dengan kinerja panitia dan berharap agar HIMAKA terus berbenah diri dalam setiap acara

“Sejarah telah mencatat bahwa hari ini Mahasiswa Akuntansi berhasil membawa nama Unsyiah ke kancah Internasional” ucapnya diiringi tepuk tangan yang meriah

SMA Modal Bangsa berhak membawa pulang piala bergilir Pekan Ilmiah Akuntansi yang sebelumnya di pegang oleh SMA Negeri 10 Fajar Harapan Banda Aceh (Jr)

 

Menggerakkan Perubahan Mahasiswa, iESA Gelar Pelatihan Penulisan Essai

Acara Workshop Penulisan Essai iESA (Fitri/Perspektif)

Darussalam – Islamic Economics Students Association (iESA) sebagai Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) termuda di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah menyelenggarakan acara Pelatihan Penulisan Essai (PPE) sebagai program kerja pertama tahun ini pada Sabtu, (23/4/2016) di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala. Acara yang bertema “Menuangkan Idealisme melalui Penulisan Esai untuk Menciptakan Perubahan” ini diikuti oleh 60 peserta internal. Dihadiri oleh delegasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa, Dewan Perwakilan Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan dan Unit Kegiatan Mahasiswa FEB Unsyiah dan Aminullah Usman, S.E.,A.k.,MM selaku ketua MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Aceh.

Laporan Ketua Panitia sekaligus kata sambutan disampaikan oleh Haikal Saputra selaku Ketua Umum iESA, ia sangat berharap agar acara ini mampu membuat mahasiswa lebih aktif. “Acara PPE ini dibuat agar mahasiswa mampu lebih aktif melalui tulisan, terpenting mahasiswa dari Ekonomi Islam agar mampu menulis dan menggerakkan perubahan Ekonomi Islam”, katanya.

Dr. M. Shabri Abd.Majid, M.Ec selaku Ketua Jurusan Ekonomi Islam mengatakan, beliau dikenal oleh Rektor Universitas Syiah Kuala saat menjadi mahasiswa karena menulis. Besar harapannya agar mahasiswanya mampu menulis dan tulisannya dimuat di media untuk ajang promosi jurusan Ekonomi Islam yang baru berjalan 2 tahun lebih. Sebagai bukti kerjasama antara MES Aceh dan iESA, Ketua Jurusan Ekonomi Islam, Shabri memberikan jurnal Ekonomi Islam kepada Aminullah serta penandatangan MoU.

“Jika dulu mahasiswa mampu menurunkan Presiden dengan menduduki gedung DPR setelah satu dekade lewat, mahasiswa sekarang tentu berbeda dalam penyampaian aspirasinya. Salah satunya dengan tulisan, mahasiswa mampu menuangkan ide dan pendapatnya. Semoga salah satu cara agar itu bisa terwujud yaitu dengan dilaksanakannya acara PPE ini”, tambah ketua devisi Litbang, Ilham. (Ftrdafya)

Editor: FAA

Kementrian Keuangan Republik Indonesia Adakan Kuliah Umum

Kemenkeu Adakan Kuliah Umum

Kemenkeu Adakan Kuliah Umum (foto: Fitri/Perspektif)

Darussalam – Kementrian Keuangan Republik Indonesia beberapa waktu lalu (3/3/2016) mengadakan kuliah umum yang bekerja sama dengan Unsyiah kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB Unsyiah). Kuliah umum ini bertema “Pengelolaan Sukuk sebagai Sumber Pembiayaan Bangunan” yang diselenggarakan di Aula FEB Unsyiah, dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa S1, dosen, dan juga staff Kemenkeu.

Acara ini diisi oleh dua pemateri yaitu Eri Haryanto, S.E., M.SI. (Direktur Pembiayaan Syari’ah Kementrian Keuangan Republik Indonesia) yang memaparkan tentang Pengelolaan Sukuk di Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Dr.M.Shabri Abd.Majid, S.E., M.Ec. (Ketua Program Studi Ekonomi Islam FEB Unsyiah) yang membahas terkait Pengelolaan Sukuk dari Sudut Pandang Islam dan Teori tentang Sukuk.

Mewakili Dekan FEB Unsyiah, Dr.Aliasuddin, S.E., M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dalam pembukaannya menyampaikan bahwa “Kuliah Umum ini merupakan kerja sama yang sangat dibutuhkan mahasiswa dan menjadi point dari Akreditasi. Salah satu kelemahan Indonesia saat ini adalah terlalu banyaknya uang deposito yang disebut uang mati dan bagi perekonomian sangat merusak. Karena uang tidak produktif berarti dia tidak bisa menunjang proses produksi, kalau dibeli ke Sukuk bisa merubah fungsinya menjadi lebih produktif.

“Di mata Internasional, Indonesia merupakan negara dengan penerbit Sukuk paling banyak, tapi Sukuk Korporasi di Indonesia tergolong sangat lambat dibandingkan dengan negara lainnya seperti Malaysia, Afrika Utara, dan Inggris. Juga masih banyaknya hambatan investor untuk berinvestasi, seperti permasalahan birokrasi dan infrastruktur” ujar Heri Aryanto dalam materinya.

Shabri Abd.Majid juga menjelaskan “Sukuk merupakan investasi yang sudah sesuai dengan prinsip syariah, karena dia bukan merupakan surat hutang. Bisnis dan Investasi haruslah terbebas dari unsur-unsur MAGRIB, yaitu: Maysir, Aniaya, Gharar, Haram, Riba, Iktinaz, Ikhtikar dan Batil. Karena semua unsur tersebut tidak sesuai syari’ah.
Pada acara kuliah umum ini, juga Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kementrian Keuangan Indonesia diberikan kesempatan untuk memberikan pemaparan mengenai proses dan prosedur untuk mendapatkan peluang kerja di lingkungan Kemenkeu dan juga menyediakan booth khusus untuk para mahasiswa yang ingin bertanya lebih jauh, salah satunya mengenai program beasiswa dari pemerintah Indonesia yakni Kementrian Keuangan Indonesia, yaitu beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) (FAA).

Editor: Dimas

Jalin Silaturahmi, Demisioner HIMAKA Gelar Turnamen Futsal

Penyerahan Hadiah Oleh Fachry (Demisioner Himaka) (Foto: Dokumentasi Panitia)

Penyerahan Hadiah Oleh Fachry (Demisioner Himaka) (Foto: Dokumentasi Panitia)

Banda Aceh – Menjalin silaturahmi dengan anggotanya, Demisioner Himaka (Himpunan Mahasiswa Akuntansi) Unsyiah mengadakan turnamen futsal di Lapangan Futsal Fair Play, Seutui, Banda Aceh. Kegiatan yang berlangsung pada hari Minggu (3/1/2015) ini dimulai sejak pukul 15.00 WIB dengan memakai area lapangan vinyl.
Turnamen diikuti oleh 6 tim, yang setiap tim merupakan perwakilan dari leting masing-masing. Leting yang berpartisipasi diantaranya leting 2005, 2008, 2011, 2012, 2013, dan 2014.
Sportifitas menghiasi jalannya turnamen hingga babak final, yaitu leting 2013 melawan 2014. Setelah berkelut sengit, pertandingan final berhasil dimenangkan dengan skor 3-1 oleh leting 2013, sehingga Juara 1 diraih oleh leting 2013 dan Juara 2 ditempati oleh leting 2014. Sedangkan top scorer pada turnamen ini adalah Amalul Auni dari leting 2011.
“Acara ini diselenggarakan dengan tujuan menjalin silaturahmi antar leting Himaka,” ucap Mujinarko, selaku ketua umum Himaka terpilih periode 2016.

Pemerintah Daerah Terkesan Lambat Dalam Menerapkan Sistem Accrual Basis

IMG_20151216_102846_HDR

Nelly Dikkifiana sedang memaparkan materi (16/12/2015) (Dimas/Perspektif)

Darussalam – Salah satu materi yang dibahas pada seminar Treasury Goes To Campus 2015 Rabu (16/12/2015) lalu di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) adalah Implementasi Accrual Basis pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah khususnya di Aceh yang disampaikan oleh Nelly Dikkifiana, S.E., M.Si., Ak. (Kabid. Akuntansi Dinas keuangan Aceh).

Dalam paparan materi yang ia sampaikan, saat ini penerapan sistem accrual basis di pemerintahan harusnya sudah diterapkan sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010. Namun dalam pelaksanaannya baru dapat dilaksanakan pada tahun 2015.

Lanjutnya, Nelly berkata pemerintah masih terkesan lambat dalam menerapkan sistem accrual basis, hal ini disebabkan karena beberapa hal seperti keterbatasan SDM (Sumber Daya Manusia) akuntansi pada SKPD/PPKD, SOTK SKPD/PPKD belum memadai untuk implementasi akuntansi akrual. Lemahnya pemanfaatan aplikasi akuntansi berbasis teknologi informasi, dan terdapat peraturan perundang-undangan yang belum sinkron.

Dalam sesi diskusi, salah satu peserta seminar bertanya, “Apakah ada manfaat diterapkannya sistem accrual basis, karena ada negara yang justru masih menggunakan sistem berbasis kas?”

Menjawab pertanyaan tersebut, Nelly berkata,“Saya melihat sistem accrual basis ini dapat merubah prilaku dari hal kecil menjadi hal besar, contoh kontrak dengan kondisi politisi aceh yang berubah-rubah, sehingga prilakupun akan sangat mudah berubah. Namun, dengan pelaporan berbasis akrual, pengguna dapat mengidentifikasi posisi keuangan pemerintah dan perubahannya, bagaimana pemerintah mendanai kegiatannya sesuai dengan kemampuan pendanaannya sehingga dapat diukur kapasitas pemerintah yang sebenarnya,” jawab Nelly sambil menutup sesi. (Ana)

Keputusan Aklamasi, Pemira BEM FE Dibatalkan

_DSC4934

Ilustrasi (Doc. Perspektif)

Darussalam – Ketika berita tentang Pemira (Pemilihan Raya) BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) santer terdengar di lingkungan kampus, beredar kabar bahwa pemilihan Calon Ketua Umum  BEM FE Unsyiah (Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala) dinyatakan  akan dilakukan secara Aklamasi. “Untuk Tahun ini FE Unsyiah tidak akan melakukan Pemira karena kami hanya mendapat satu orang calon selama pendaftaran calon dibuka”, ungkap Ketua KPR (Komisi Pemilihan Raya) BEM FE Unsyiah, Angga.

Angga beranggapan bahwa kurangnya kader yang maju dalam Pemira BEM FE Unsyiah bukan murni kesalahan dari KPR FE sendiri, melainkan kurangnya minat mahasiswa dan kurangnya kader di lingkungan kampus FE Unsyiah, “selama pendaftaran kami hanya mendapatkan satu calon, dan kami beranggapan bahwa kurangnya calon tahun ini disebabkan oleh kurangnya minat dari mahasiswa dan kurangnya kader di lingkungan kampus, padahal kami telah melakukan sosialisasi selama empat hari tentang Pemira kali ini” tegasnya.

“Walaupun terjadi kekurangan kader di Pemira kali ini, kami tidak menyalahkan organisasi mahasiswa karena kami mengawasi kinerja UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) maupun HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) dalam proses kaderisasi,” jelasnya lagi. Kekurangan kader bukan kali pertama terjadi sepanjang sejarah dilaksanakannya Pemira FE Unsyiah, 2 tahun lalu juga pernah terjadi hal serupa dimana hanya terdapat seorang calon tunggal, dan rapat KBM (Keluarga Besar Mahasiswa) menyatakan bahwa harus dilakukannya aklamasi.

Untuk tahun ini sendiri, calon tunggal Ketua Umum BEM berasal dari presidium HIMAKA (Himpunan  Mahasiswa Akuntansi) tahun 2014/2015, Agung Muhammad Arighi. Menurut Angga, seluruh elemen mahasiswa dipastikan akan mendukung penuh Agung sebagai calon Ketua yang baru karena menurutnya, Agung sudah dibekali pengalaman berorganisasi yang mencukupi, sehingga dirasa cukup untuk memegang tongkat estafet pemerintahan BEM FE Unsyiah tahun ini.

“Kita semua berharap semoga pemerintahan BEM FE Unsyiah kedepannya akan lebih baik lagi, mengisi kekurangan dari periode-periode sebelumnya, dapat mencetak banyak kader untuk sama-sama memajukan kampus kuning, kampus Ekonomi khususnya” sedangkan pelantikan ketua Umum BEM FE Unsyiah akan dilaksanakan dengan pelantikan bersama UKM, HMJ dan DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) setelah rapat pleno. “Kami rencanakan pertengahan bulan Januari,” tutupnya.  (JI)

Cepat Tepat Akuntansi & Berhitung Pajak, SMAN 10 Fajar Harapan Rebut Piala Bergilir

Suasana Lomba Cepat Tepat dan Lomba Berhitung Akuntansi Perpajakan PIA XVIII (Dok.Panitia)

Suasana Lomba Cepat Tepat dan Lomba Berhitung Akuntansi Perpajakan PIA XVIII (Dok.Panitia)

Darussalam – Dalam sepekan Pekan Ilmiah Akuntansi (PIA) XVIII yang bertempat di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, terdapat sejumlah 19 sekolah yang mengikuti Lomba Cepat Tepat (LCT) dan Lomba Berhitung Akuntansi Perpajakan (LBAP). Sekolah yang mengikuti lomba yang memperebutkan piala bergilir tersebut adalah SMAN 10 Fajar Harapan, SMA Labschool Unsyiah, MAN Model, SMA Methodist, SMKN 1 Banda Aceh, Fatih Putra, SMAN 5 Banda Aceh, SMAS Sukma Bangsa Lhokseumawe, Modal Bangsa Arun, SMAS Sukma Bangsa Bireuen, SMAS Sukma Bangsa Pidie, SMA Unggul Aceh Selatan, SMKN 1 Meulaboh, SMAN 2 Banda Aceh, Ruhul Islam Anak Bangsa, SMAN 3 Banda Aceh, SMAN 1 Lhokseumawe, SMAN Modal Bangsa, dan SMAN 1 Banda Aceh.

Dari sejumlah Sekolah Menengah Atas sederajat tersebut, tercatat 27 tim yang menjadi perwakilan dari sekolah-sekolah tersebut. Setiap sekolah memiliki 1 perwakilan tim, namun ada juga sekolah yang mengirimkan 2 perwakilan tim.

Penyerahan piala bergilir oleh ketua Prodi Akuntansi (Dok. Panitia)

Penyerahan piala bergilir oleh ketua Prodi Akuntansi (Dok. Panitia)

LBAP yang berlangsung pada hari Rabu (4/10/2015) lalu di Aula Fakultas Ekonomi Unsyiah, berlangsung dengan diikuti oleh 51 peserta dan diambil 3 juara. Pada lomba tersebut, juara 1 & 3 diraih oleh SMAN 10 Fajar Harapan dan juara 2 diraih oleh perwakilan peserta dari SMAN Modal Bangsa.

Sedangkan pada final LCT yang berlangsung pada hari Sabtu (7/10/2015) lalu ditempat yang sama, terdapat persaingan sengit antara 4 tim yang merupakan perwakilan dari tim SMAN 10 Fajar Harapan, SMA Modal Banga A, SMA Modal Bangsa B, dan SMA Methodist. Pada skor akhir, SMAN 10 Fajar Harapan berhasil unggul dari tim pesaingnya SMA Modal Bangsa A dan meninggalkan SMA Modal Bangsa B di posisi juara 3 dan SMA Methodist di juara 4. Penyerahan piala bergilir diserahkan langsung oleh Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Unsyiah, Dr. Nadirsyah, S.E., M.Si., Ak. CA. Tahun lalu, piala bergilir direbut oleh SMA Labschool Unsyiah. (DA)

Keenan Pearce; Act Local, Think Global

Keenan Pearce (Mizla/Perspektif)

Darussalam – Pada kegiatan “National Business Seminar” yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) beberapa waktu lalu (24/10/2015), Keenan Pearce selaku keynote speaker sempat memperbincangkan mengenai keadaan pengusaha muda Indonesia pada saat ini.

Mengapa banyak usaha yang menjadi sebuah trend namun tak sedikit pula yang kemudian gulung tikar? Sebut saja jika di Aceh sendiri adalah usaha yang berhubungan dengan kopi, baik itu produksi langsung maupun usaha retail dalam bentuk warung kopi (warkop) ataupun cafe.

Hal itu disebabkan karena kebanyakan dari mereka tidak menerapkan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) secara efektif. Rata-rata berhenti pada tahap meniru tanpa adanya modifikasi dan pencarian sebuah jati diri sebagai ciri khas.

Namun di antara banyaknya usaha tersebut, masih ada yang tetap bertahan dan berkembang, seperti Komos Coffee yang sudah melanglang buana hingga ke luar negeri. Bahkan semenjak tahun 2014, pemiliknya telah membuka sebuah cafe dengan ciri khas kopi arabica, yaitu Harvies Coffee House. Produknya, KOMOS Coffee sendiri telah berdiri sejak tahun 2010 yang merupakan usaha perseorangan yang didirikan oleh Tommy Harvie. Pada awal mulanya produksi kopi hanya dikhususkan untuk konsumsi pribadi dan dibagikan ke beberapa kolega terdekat. Namun seiring berjalannya waktu ternyata banyak mendapat apresiasi positif sehingga diputuskan untuk memulai usaha produksi lebih intensif.

Inilah salah satu wujud nyata dari ungkapan yang dijabarkan pemateri saat seminar nasional di acara Management Creativity Festival, lakukan sesuatu yang bersifat lokal namun berpikirlah secara global. Mulai dari bagaimana cara memasarkan produk hingga membuat nya special berbeda dari produk yang lain.

Alumnus Universitas Pelita Harapan ini juga mengatakan, “Bloom where you’re planted”. Berkembanglah dimana kamu ditanam. Ungkapan ini cocok sekali dengan fenomena yang sudah terjadi di kalangan pengusaha muda Aceh, yaitu memanfaatkan segala potensi asli daerah yang ada untuk memajukan perekonomian masyarakat sekitar dan mengurangi tingkat angka pengangguran.

Dapat disimpulkan bahwa pengusaha muda aceh saat ini telah melakukan beberapa tahapan yang baik dalam memulai bisnis namun masih kurang berinovasi dalam hal mepertahankan eksistensi usahanya.

“Bisnis yang kita jalankan sekarang itu bukan hanya untuk sekarang namun juga harus diperhitungkan mau jadi apa bisnis ini 3-5 tahun ke depan. Apakah bisinsi ini masih menarik minat masyarakat? Apakah ia masih menghasilkan profit yang mumpuni ?” ungkap pengusaha tampan yang akrab disapa Keen ini.

Dalam akhir sesi wawancara, kakak kandung dari aktris Pevita pearce ini mengungkapkan harapannya agar dapat kembali menginjakkan kakinya di bumi serambi mekkah ini “not for bussiness but for travelling” tutupnya. (Mia)

Akuntansi Unsyiah Gelar Kuliah Tamu Bahas Implementasi ISA

SONY DSC

Dr. Nadirsyah, S.E., M.Si., Ak. (kiri) sebagai moderator dan Agung Nugroho Soedibyo (kanan) sebagai narasumber dalam kuliah tamu Implementasi ISA (Foto: Reza/Perspektif)

Darussalam – Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar kuliah tamu bertemakan Implementasi Internastional Standards on Auditing pada hari Sabtu (14/03/2015) lalu yang bertempat di ruang Balai Sidang Fakultas Ekonomi Unsyiah. Kuliah tamu tersebut menghadirkan narasumber dari Kantor Akuntan Publik (KAP) KPMG Indonesia, Agung Nugroho Soedibyo dan ketua jurusan Program Studi Akuntansi Unsyiah, Dr. Nadirsyah, S.E., M.Si., Ak. sebagai moderator. KPMG adalah salah satu kantor akuntan publik terbaik di dunia dan salah satu dari Big Four bersama dengan Deloitte, PwC, dan EY. Kantor pusat globalnya berada di Amstelveen, Belanda.

Kuliah tamu yang dihadiri oleh peserta mulai dari mahasiswa/i Program Studi (Prodi) S1 dan D3 sampai dengan Prodi Pascasarjana dan Prodi Profesi Akuntansi tersebut menjadi ajang penyerapan ilmu dan diskusi oleh para peserta yang hadir.

Bapak Agung mengatakan pada awal kuliah, “Gedung KPMG yang terdapat di Jurusan Akuntansi Universitas Syiah Kuala hanya terdapat satu di dunia. Merupakan empati dari seluruh elemen KPMG terhadap bencana tsunami, terkumpul 1juta Dollar untuk bantuan pengajaran di empat negara yang terkena dampak tsunami. KPMG mengucapkan terimakasih terhadap pihak USK, krrna sudah memberikan izin utk berkontribusi mebangun pendidikan di kampus.”

“Sekarang, peraturan yang digunakan dalam Auditing adalah ISA mulai 2013. Globalisasi telah mengubah model bisnis menjadi lebih rumit, yang dahulu model bisnis memakau currency, sekarang memakai surat utang. Indonesia baru mengeluarkan UU (Undang-undang) mengenai akuntan publik pada tahun 2011 dan masih memiliki kekurangan dibandingkan Malaysia yang telah lebih dahulu mengeluarkan UU nya pada tahun 1952.” ujarnya.

Pada akhir sesi kuliah tamu, beliau mengatakan bahwa auditor harus memahami risiko audit, sehingga ketika mengaudit, auditor sudah mengetahui apa yang akan di hadapi dan apa yang harus di hindari. Auditor juga tidak boleh memberikan opini sebelum memeriksa semua hal, dan harus mengetahui cara bisnis perusahaan agar mengetahui risiko yang harus di hadapi. [Dimas]

Pembukaan HISO 2015, Demisioner Unggul di Futsal

IMG_20150310_200257

Pembukaan HISO 2015 oleh Ketua Prodi Akuntansi, Dr. Nadirsyah, SE, M.Si, Ak (Foto: Dokumentasi HIMAKA)

Darussalam – HISO (Himaka Sport Olimpic) merupakan pekan olahraga antar mahasiswa yang diselenggarakan oleh HIMAKA (Himpunan Mahasiswa Akuntansi) Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala yang mencangkup mahasiswa/i dari tiga program studi, yaitu S1 Akuntansi, D3 Akuntansi, dan D3 Perpajakan. Bertempat di Zidane Futsal, pada hari Sabtu (7/3/2015) pukul 08.00 HISO 2015 resmi dibuka dengan cabang pertandingan futsal perdana antara Dosen melawan Demisioner HIMAKA. Adapula cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan dalam acara HISO yaitu futsal, sepak bola, badminton, tenis meja, basket, estafet, tarik tambang, dan catur.

Tujuan diadakannya HISO ini ialah untuk menjalin tali silaturahmi antar mahasiswa HIMAKA. “Harapan kami semoga dengan adanya acara ini kita bisa saling menjalin komunikasi dengan dosen, demisioner, serta mahasiswa yang lain. Silaturahmi antar keluarga HIMAKA. Dan yang terpenting jangan ada lagi pembeda antara S1 dengan D3 didalam keluarga HIMAKA ini” ucap Agung, Ketua Umum HIMAKA.

Sebelumnya, EKA 11 telah menyabet juara umum HISO selama 2tahun berturut-turut. Dalam HISO 2015 ini,  tim dari EKA 11 (Ekonomi Akuntansi) mengincar juara umum kembali, sehingga jika pada tahun ini mereka dapat meraih gelar juara umum, maka piala bergilir akan resmi menjadi milik EKA 11. Tunggu apalagi, siapkan mental kalian untuk menjadi juara di HISO 2015! [Angga]