Demisioner Hantam EKA 12 Dengan Skor 2-0

S__13844844

Tim Demisioner Himaka sebelum bertanding melawan EKA 12 (12/4/2016) (Foto: Dok. Panitia)

Darussalam – Pada cabang bola kaki Himaka Sport Olympics (HISO)2016, hari ini (12/4/2016) tim Demisioner berhadapan dengan tim EKA 12. Ada yang tak biasa pada bertandingan hari ini, yakni tim dari Demisioner diperkuat oleh Aminullah Usman (Mantan Direktur Utama PT. Bank Aceh dan Alumni Akuntansi). HISO 2016 sendiri telah berlangsung selama  10 hari sejak resmi dibuka di Zidane Futsal (2/4/2016) lalu.

Pertandingan berlangsung alot pada babak pertama, hingga peluit babak pertama skor masih menunjukkan telur bebek. Diperkuat dengan anggota demisioner antar leting lainnya, serangan demi serangan dilancarkan. Skor 1-0 dicetak oleh Khairizal (Wak Jal) melalui tendangan pinalti, Demisioner unggul satu angka. Pada babak kedua, Aminullah barulah memasuki lapangan dengan mengenakan seragam tim Demisioner berwarna merah muda.

230609a

Aminullah saat bermain memperkuat tim Demisioner (12/4/2016) (Dimas/Perspektif)

Bermain satu babak, Aminullah kerap melakukan crossing-crossing handal. “Meskipun usia sudah lanjut, namun tenaga tendangan pak Amin masih kuat. Ini sama seperti yang dikatakan abang leting dulu, kalau pak Amin pas kuliah itu Roberto Carlos nya EKA”, ucap mahasiswa yang menonton.

Belum genap 10 menit bermain, Mufied Alkamal sudah mencetak goal kedua tim Demisioner. Dengan goal tersebut, Demisioner menang atas skor 2-0 melawan EKA 12 dan melenggang ke pertandingan berikutnya.

Turnamen Himaka Sport Olympics (HISO) 2016 telah berlangsung selama  10 hari sejak resmi dibuka di Zidane Futsal (2/4/2016) lalu, dan final sepak bola serta penutupan akan diselenggarakan ekslusif di Stadion H. Dimurthala pada tanggal 23 April 2016 mendatang. (Dimas)

Kementrian Keuangan Republik Indonesia Adakan Kuliah Umum

Kemenkeu Adakan Kuliah Umum

Kemenkeu Adakan Kuliah Umum (foto: Fitri/Perspektif)

Darussalam – Kementrian Keuangan Republik Indonesia beberapa waktu lalu (3/3/2016) mengadakan kuliah umum yang bekerja sama dengan Unsyiah kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB Unsyiah). Kuliah umum ini bertema “Pengelolaan Sukuk sebagai Sumber Pembiayaan Bangunan” yang diselenggarakan di Aula FEB Unsyiah, dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa S1, dosen, dan juga staff Kemenkeu.

Acara ini diisi oleh dua pemateri yaitu Eri Haryanto, S.E., M.SI. (Direktur Pembiayaan Syari’ah Kementrian Keuangan Republik Indonesia) yang memaparkan tentang Pengelolaan Sukuk di Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Dr.M.Shabri Abd.Majid, S.E., M.Ec. (Ketua Program Studi Ekonomi Islam FEB Unsyiah) yang membahas terkait Pengelolaan Sukuk dari Sudut Pandang Islam dan Teori tentang Sukuk.

Mewakili Dekan FEB Unsyiah, Dr.Aliasuddin, S.E., M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dalam pembukaannya menyampaikan bahwa “Kuliah Umum ini merupakan kerja sama yang sangat dibutuhkan mahasiswa dan menjadi point dari Akreditasi. Salah satu kelemahan Indonesia saat ini adalah terlalu banyaknya uang deposito yang disebut uang mati dan bagi perekonomian sangat merusak. Karena uang tidak produktif berarti dia tidak bisa menunjang proses produksi, kalau dibeli ke Sukuk bisa merubah fungsinya menjadi lebih produktif.

“Di mata Internasional, Indonesia merupakan negara dengan penerbit Sukuk paling banyak, tapi Sukuk Korporasi di Indonesia tergolong sangat lambat dibandingkan dengan negara lainnya seperti Malaysia, Afrika Utara, dan Inggris. Juga masih banyaknya hambatan investor untuk berinvestasi, seperti permasalahan birokrasi dan infrastruktur” ujar Heri Aryanto dalam materinya.

Shabri Abd.Majid juga menjelaskan “Sukuk merupakan investasi yang sudah sesuai dengan prinsip syariah, karena dia bukan merupakan surat hutang. Bisnis dan Investasi haruslah terbebas dari unsur-unsur MAGRIB, yaitu: Maysir, Aniaya, Gharar, Haram, Riba, Iktinaz, Ikhtikar dan Batil. Karena semua unsur tersebut tidak sesuai syari’ah.
Pada acara kuliah umum ini, juga Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kementrian Keuangan Indonesia diberikan kesempatan untuk memberikan pemaparan mengenai proses dan prosedur untuk mendapatkan peluang kerja di lingkungan Kemenkeu dan juga menyediakan booth khusus untuk para mahasiswa yang ingin bertanya lebih jauh, salah satunya mengenai program beasiswa dari pemerintah Indonesia yakni Kementrian Keuangan Indonesia, yaitu beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) (FAA).

Editor: Dimas

Jalin Silaturahmi, Demisioner HIMAKA Gelar Turnamen Futsal

Penyerahan Hadiah Oleh Fachry (Demisioner Himaka) (Foto: Dokumentasi Panitia)

Penyerahan Hadiah Oleh Fachry (Demisioner Himaka) (Foto: Dokumentasi Panitia)

Banda Aceh – Menjalin silaturahmi dengan anggotanya, Demisioner Himaka (Himpunan Mahasiswa Akuntansi) Unsyiah mengadakan turnamen futsal di Lapangan Futsal Fair Play, Seutui, Banda Aceh. Kegiatan yang berlangsung pada hari Minggu (3/1/2015) ini dimulai sejak pukul 15.00 WIB dengan memakai area lapangan vinyl.
Turnamen diikuti oleh 6 tim, yang setiap tim merupakan perwakilan dari leting masing-masing. Leting yang berpartisipasi diantaranya leting 2005, 2008, 2011, 2012, 2013, dan 2014.
Sportifitas menghiasi jalannya turnamen hingga babak final, yaitu leting 2013 melawan 2014. Setelah berkelut sengit, pertandingan final berhasil dimenangkan dengan skor 3-1 oleh leting 2013, sehingga Juara 1 diraih oleh leting 2013 dan Juara 2 ditempati oleh leting 2014. Sedangkan top scorer pada turnamen ini adalah Amalul Auni dari leting 2011.
“Acara ini diselenggarakan dengan tujuan menjalin silaturahmi antar leting Himaka,” ucap Mujinarko, selaku ketua umum Himaka terpilih periode 2016.

Pemerintah Daerah Terkesan Lambat Dalam Menerapkan Sistem Accrual Basis

IMG_20151216_102846_HDR

Nelly Dikkifiana sedang memaparkan materi (16/12/2015) (Dimas/Perspektif)

Darussalam – Salah satu materi yang dibahas pada seminar Treasury Goes To Campus 2015 Rabu (16/12/2015) lalu di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) adalah Implementasi Accrual Basis pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah khususnya di Aceh yang disampaikan oleh Nelly Dikkifiana, S.E., M.Si., Ak. (Kabid. Akuntansi Dinas keuangan Aceh).

Dalam paparan materi yang ia sampaikan, saat ini penerapan sistem accrual basis di pemerintahan harusnya sudah diterapkan sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010. Namun dalam pelaksanaannya baru dapat dilaksanakan pada tahun 2015.

Lanjutnya, Nelly berkata pemerintah masih terkesan lambat dalam menerapkan sistem accrual basis, hal ini disebabkan karena beberapa hal seperti keterbatasan SDM (Sumber Daya Manusia) akuntansi pada SKPD/PPKD, SOTK SKPD/PPKD belum memadai untuk implementasi akuntansi akrual. Lemahnya pemanfaatan aplikasi akuntansi berbasis teknologi informasi, dan terdapat peraturan perundang-undangan yang belum sinkron.

Dalam sesi diskusi, salah satu peserta seminar bertanya, “Apakah ada manfaat diterapkannya sistem accrual basis, karena ada negara yang justru masih menggunakan sistem berbasis kas?”

Menjawab pertanyaan tersebut, Nelly berkata,“Saya melihat sistem accrual basis ini dapat merubah prilaku dari hal kecil menjadi hal besar, contoh kontrak dengan kondisi politisi aceh yang berubah-rubah, sehingga prilakupun akan sangat mudah berubah. Namun, dengan pelaporan berbasis akrual, pengguna dapat mengidentifikasi posisi keuangan pemerintah dan perubahannya, bagaimana pemerintah mendanai kegiatannya sesuai dengan kemampuan pendanaannya sehingga dapat diukur kapasitas pemerintah yang sebenarnya,” jawab Nelly sambil menutup sesi. (Ana)

Keputusan Aklamasi, Pemira BEM FE Dibatalkan

_DSC4934

Ilustrasi (Doc. Perspektif)

Darussalam – Ketika berita tentang Pemira (Pemilihan Raya) BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) santer terdengar di lingkungan kampus, beredar kabar bahwa pemilihan Calon Ketua Umum  BEM FE Unsyiah (Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala) dinyatakan  akan dilakukan secara Aklamasi. “Untuk Tahun ini FE Unsyiah tidak akan melakukan Pemira karena kami hanya mendapat satu orang calon selama pendaftaran calon dibuka”, ungkap Ketua KPR (Komisi Pemilihan Raya) BEM FE Unsyiah, Angga.

Angga beranggapan bahwa kurangnya kader yang maju dalam Pemira BEM FE Unsyiah bukan murni kesalahan dari KPR FE sendiri, melainkan kurangnya minat mahasiswa dan kurangnya kader di lingkungan kampus FE Unsyiah, “selama pendaftaran kami hanya mendapatkan satu calon, dan kami beranggapan bahwa kurangnya calon tahun ini disebabkan oleh kurangnya minat dari mahasiswa dan kurangnya kader di lingkungan kampus, padahal kami telah melakukan sosialisasi selama empat hari tentang Pemira kali ini” tegasnya.

“Walaupun terjadi kekurangan kader di Pemira kali ini, kami tidak menyalahkan organisasi mahasiswa karena kami mengawasi kinerja UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) maupun HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) dalam proses kaderisasi,” jelasnya lagi. Kekurangan kader bukan kali pertama terjadi sepanjang sejarah dilaksanakannya Pemira FE Unsyiah, 2 tahun lalu juga pernah terjadi hal serupa dimana hanya terdapat seorang calon tunggal, dan rapat KBM (Keluarga Besar Mahasiswa) menyatakan bahwa harus dilakukannya aklamasi.

Untuk tahun ini sendiri, calon tunggal Ketua Umum BEM berasal dari presidium HIMAKA (Himpunan  Mahasiswa Akuntansi) tahun 2014/2015, Agung Muhammad Arighi. Menurut Angga, seluruh elemen mahasiswa dipastikan akan mendukung penuh Agung sebagai calon Ketua yang baru karena menurutnya, Agung sudah dibekali pengalaman berorganisasi yang mencukupi, sehingga dirasa cukup untuk memegang tongkat estafet pemerintahan BEM FE Unsyiah tahun ini.

“Kita semua berharap semoga pemerintahan BEM FE Unsyiah kedepannya akan lebih baik lagi, mengisi kekurangan dari periode-periode sebelumnya, dapat mencetak banyak kader untuk sama-sama memajukan kampus kuning, kampus Ekonomi khususnya” sedangkan pelantikan ketua Umum BEM FE Unsyiah akan dilaksanakan dengan pelantikan bersama UKM, HMJ dan DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) setelah rapat pleno. “Kami rencanakan pertengahan bulan Januari,” tutupnya.  (JI)

Akuntansi Unsyiah Gelar Kuliah Tamu Bahas Implementasi ISA

SONY DSC

Dr. Nadirsyah, S.E., M.Si., Ak. (kiri) sebagai moderator dan Agung Nugroho Soedibyo (kanan) sebagai narasumber dalam kuliah tamu Implementasi ISA (Foto: Reza/Perspektif)

Darussalam – Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menggelar kuliah tamu bertemakan Implementasi Internastional Standards on Auditing pada hari Sabtu (14/03/2015) lalu yang bertempat di ruang Balai Sidang Fakultas Ekonomi Unsyiah. Kuliah tamu tersebut menghadirkan narasumber dari Kantor Akuntan Publik (KAP) KPMG Indonesia, Agung Nugroho Soedibyo dan ketua jurusan Program Studi Akuntansi Unsyiah, Dr. Nadirsyah, S.E., M.Si., Ak. sebagai moderator. KPMG adalah salah satu kantor akuntan publik terbaik di dunia dan salah satu dari Big Four bersama dengan Deloitte, PwC, dan EY. Kantor pusat globalnya berada di Amstelveen, Belanda.

Kuliah tamu yang dihadiri oleh peserta mulai dari mahasiswa/i Program Studi (Prodi) S1 dan D3 sampai dengan Prodi Pascasarjana dan Prodi Profesi Akuntansi tersebut menjadi ajang penyerapan ilmu dan diskusi oleh para peserta yang hadir.

Bapak Agung mengatakan pada awal kuliah, “Gedung KPMG yang terdapat di Jurusan Akuntansi Universitas Syiah Kuala hanya terdapat satu di dunia. Merupakan empati dari seluruh elemen KPMG terhadap bencana tsunami, terkumpul 1juta Dollar untuk bantuan pengajaran di empat negara yang terkena dampak tsunami. KPMG mengucapkan terimakasih terhadap pihak USK, krrna sudah memberikan izin utk berkontribusi mebangun pendidikan di kampus.”

“Sekarang, peraturan yang digunakan dalam Auditing adalah ISA mulai 2013. Globalisasi telah mengubah model bisnis menjadi lebih rumit, yang dahulu model bisnis memakau currency, sekarang memakai surat utang. Indonesia baru mengeluarkan UU (Undang-undang) mengenai akuntan publik pada tahun 2011 dan masih memiliki kekurangan dibandingkan Malaysia yang telah lebih dahulu mengeluarkan UU nya pada tahun 1952.” ujarnya.

Pada akhir sesi kuliah tamu, beliau mengatakan bahwa auditor harus memahami risiko audit, sehingga ketika mengaudit, auditor sudah mengetahui apa yang akan di hadapi dan apa yang harus di hindari. Auditor juga tidak boleh memberikan opini sebelum memeriksa semua hal, dan harus mengetahui cara bisnis perusahaan agar mengetahui risiko yang harus di hadapi. [Dimas]

Pembukaan HISO 2015, Demisioner Unggul di Futsal

IMG_20150310_200257

Pembukaan HISO 2015 oleh Ketua Prodi Akuntansi, Dr. Nadirsyah, SE, M.Si, Ak (Foto: Dokumentasi HIMAKA)

Darussalam – HISO (Himaka Sport Olimpic) merupakan pekan olahraga antar mahasiswa yang diselenggarakan oleh HIMAKA (Himpunan Mahasiswa Akuntansi) Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala yang mencangkup mahasiswa/i dari tiga program studi, yaitu S1 Akuntansi, D3 Akuntansi, dan D3 Perpajakan. Bertempat di Zidane Futsal, pada hari Sabtu (7/3/2015) pukul 08.00 HISO 2015 resmi dibuka dengan cabang pertandingan futsal perdana antara Dosen melawan Demisioner HIMAKA. Adapula cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan dalam acara HISO yaitu futsal, sepak bola, badminton, tenis meja, basket, estafet, tarik tambang, dan catur.

Tujuan diadakannya HISO ini ialah untuk menjalin tali silaturahmi antar mahasiswa HIMAKA. “Harapan kami semoga dengan adanya acara ini kita bisa saling menjalin komunikasi dengan dosen, demisioner, serta mahasiswa yang lain. Silaturahmi antar keluarga HIMAKA. Dan yang terpenting jangan ada lagi pembeda antara S1 dengan D3 didalam keluarga HIMAKA ini” ucap Agung, Ketua Umum HIMAKA.

Sebelumnya, EKA 11 telah menyabet juara umum HISO selama 2tahun berturut-turut. Dalam HISO 2015 ini,  tim dari EKA 11 (Ekonomi Akuntansi) mengincar juara umum kembali, sehingga jika pada tahun ini mereka dapat meraih gelar juara umum, maka piala bergilir akan resmi menjadi milik EKA 11. Tunggu apalagi, siapkan mental kalian untuk menjadi juara di HISO 2015! [Angga]

Dosen UMY Berikan Kuliah Umum di Fakultas Ekonomi Unsyiah

SONY DSC

Dr. Muhammad Akhyar Adnan sedang memberikan kuliah umum. (2/2/2015) (Foto: Dimas/Perspektif)

Darussalam – Dosen Program Studi Akuntansi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Dr. Muhammad Akhyar Adnan hadir di Fakultas Ekonomi  Universitas Syiah Kuala (FE Unsyiah) memberikan kuliah umum dengan tema “Akuntansi Syariah Dalam Lintas Historis: Antara Harapan dan Kenyataanpada hari Senin tanggal 2 Februari 2015 di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh. Kegiatan ini dihadiri oleh Pembantu Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala beserta jajarannya, serta hadir sekitar 900 lebih peserta mulai dari ketua jurusan, dosen dan pejabat struktural, serta mahasiswa dan mahasiswi di lingkungan FE Unsyiah.

Dalam sambutannya Pembantu Dekan I, Dr. Aliasuddin, M.Si. menyampaikan bahwa kuliah umum ini menjadi kuliah perdana mengawali semester ini, sama seperti semester-semester sebelumnya. Topik kali ini yang mengenai akuntansi syariah diharapkan dapat menjembatani mahasiswa sendiri untuk mengenal akuntansi dalam lintas syariah.

Dr. Muhammad Akhyar merupakan staf pengajar di  Program Studi Akuntansi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta sejak tahun 2011 hingga saat ini. Beliau lahir di Pekanbaru, Riau, 13 Juni 1958. Ia dikenal sebagai salah seorang di antara sedikit ilmuwan akuntansi syariah yang ada di Indonesia. 

Dalam kuliah umumnya, Dr. Muhammad Akhyar Adnan menanggapi pertanyaan mengenai apa kelebihan syariah dalam perbankan di Indonesia? Khususnya dengan adanya perbankan konvensional. Beliau menjawab,

“Tidak seperti bank umum konvensional, bank syariah dilarang pengambilan atau membayar bunga dan kredit. Sebaliknya, bank syariah menawarkan rekening investasi bagi hasil, mudharabah, serta prinsip wadiah, ijarah, ba’i, dll. Sehingga jangkauannya lebih luas dan dalam akuntansi, laporan keuangan yang disajikan lebih lengkap. Hal inilah yang menjadikan konsep syariah menjadi harapan, sehingga masyarakat yang ingin memulai usaha tidak tertekan karena perbankan syariah melibatkan hubungan emosional dengan nasabahnya.”

Diakhir kuliah umumnya, dosen yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Rektor IV Universitas Islam Indonesia ini berpesan kepada seluruh peserta, agar kuliah umum ini dapat bermanfaat sebagai ilmu yang dapat diserap oleh para mahasiswa/i serta peserta yang hadir. []

Pendidikan Profesi Berkelanjutan (PPL) Akuntansi: Tax Planning VS PSAK Konvergensi IFRS

Banda Aceh – Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang berkualitas, khususnya bagi para akuntan professional, Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) FE Unsyiah bekerja sama dengan Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) Wilayah Aceh menggelar acara Pendidikan Profesi Berkelanjutan (PPL) dalam rangkaian kegiatan Pekan Ilmiah Akuntansi XVII. Acara ini sendiri bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan para akuntan dalam menjalankan profesinya.

Drs. Basri Zein, M. Si., CPA, Ak (kanan) sedang menerangkan materi PSAK Konvergensi IFRS 2Acara yang bertemakan “Tax Planning VS PSAK Konvergensi IFRS” ini dilaksanakan pada Sabtu, 18 Oktober 2014 di Balai Sidang FE Unsyiah. Kegiatan ini diikuti sebanyak 81 orang dari berbagai kalangan, seperti akuntan, dosen, mahasiswa pascasarjana, dan mahasisw strata satu. Untuk pemateri acara, HIMAKA Unsyiah mengundang Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) wilayah Aceh sebagai pengisi acara.

Acara ini sendiri berlangsung selama 450 menit dan dibagi kedalam dua sesi serta diakui sebanyak 8 SKP (Satuan Kredit Profesi) bagi para akuntan professional. Pada sesi pertama, pendidikan sehari ini diisi oleh Drs. Basri Zein, M. Si., CPA, Ak dengan pembahasan mengenai PSAK Konvergensi IFRS selama 195 menit. Selanjutnya pada sesi kedua, acara dilanjutkan oleh Indra Bildan SE., M.Si sebagai pembicara tentang perencanaan pajak selama 210 menit.

SONY DSCSelain IAI wilayah Aceh, untuk mensukseskan acara ini HIMAKA Unsyiah juga bekerja sama dengan Dinas Keuangan Provinsi Aceh, Perusahaan Listrik Negara (PLN), Bank Aceh, KAP Rizal Yahya Registered Public Accountant, Hadrah Wedding Organizer, Super Bimbel GSC, 94.5 Three FM Banda Aceh, DJ Gallery Digital Printing, LPM Perspektif, @ILoveAceh, The Globe Journal, dan Palang Merah Indonesia. []

Siapkah Aceh Menghadapi Tantangan Global ASEAN Economic Community 2015?

Banda Aceh – Program Studi Akuntansi Universitas Syiah Kuala dengan Himpunan Mahasiswa Akuntansi, dalam Pekan Ilmiah Akuntansi (PIA) XVII Oktober ini akan mengadakan “Seminar Nasional Menghadapi Tantangan Global ASEAN Economic Community 2015“ yang mengundang pemateri yang berkompeten serta berpengalaman dalam cakupan global.

Poster Seminar

(klik gambar untuk memperbesar)

Kawasan asean telah menjadi salah satu pusat perkembangan ekonomi dan politik yang paling pesat dan aman untuk investasi. Pada tahun 2015 mendatang, Negara-negara di Asia Tenggara akan menghadapi tantangan global ASEAN Economic Community (AEC), termasuk Indonesia. Pembentukan ASEAN Community tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan seluruh anggota ASEAN sehingga mampu menghadapi persaingan pada lingkup regional dan global. Hal ini merupakan suatu kemajuan yang sangat signifikan sebagai respons terhadap care of human security yang mencakup keamanan ekonomi, keamanan pangan, keamanan kesehatan, keamanan lingkungan, keamanan individu, keamanan komunitas, dan keamanan politik.

Kaum muda yang produktif, memegang peran penting di AEC ini, agar tantangan global ini menjadi sebuah peluang besar bagi Indonesia khususnya Aceh untuk memajukan bidang ekonomi, mengingat Indonesia menyumbang 40% dari total penduduk ASEAN, letak geografis, serta luas wilayah tentu akan sangat menguntungkan apabila dimanfaatkan dengan baik. Namun apabila diabaikan, Indonesia dengan adanya AEC ini akan terus menerus menkonsumsi.

Seminar nasional ini akan dilaksanakan pada hari Senin, 13 Oktober 2014 yang bertempat di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala. Narasumber seminar adalah pemateri yang berkompeten dan berpengalaman dalam cakupan global, yaitu Bambang Irawan (Senior Officer Finance Integration Division of ASEAN)*, Dasrul Chaniago (CFO General Electric), Dr. Islahuddin, M.Ec. (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala).

Biaya pendaftaran sebesar Rp 30.000,- untuk mahasiswa dan Rp 50.000,- untuk umum. Pendaftaran seminar dapat dilakukan dengan mengunjungi stand pendaftaran PIA XVII di Terminal Campus (TC) Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala pada hari kerja.

Acara ini bekerjasama dengan Ikatan Akuntan Indonesia, KAP Rizal Yahya, Hadrah, DJ Gallery, Radio Three FM, LPM Perspektif, The Globe Journal, @ILoveAceh.

Untuk informasi dapat menghubungi Meri (085260603782), Yoly (082360000932) dan melihat lini massa @Himaka_USK, situs www.himakausk.blog.com, dan laman Facebook Himaka Unsyiah. []


* masih dalam konfirmasi