Dibawa Kemana Sertifikat UP3AI dan Almamater 2016?

Dibawa kemana sertifikat UP3AI dan almamater 2016? (mevi/perspektif)

Darussalam-UP3AI atau Unit Pengembangan Program Pendamping Mata kuliah Agama Islam adalah program pendamping mata kuliah Agama Islam selama dua semester dan wajib diikuti oleh semua mahasiswa Unsyiah yang beragama Islam. Program ini juga merupakan prasyarat untuk bisa mengambil mata kuliah Agama Islam. Jika salah satu program tidak diikuti maka mahasiswa yang bersangkutan tidak akan lulus. Pada akhir masa program mahasiswa juga akan diberikan sertifikat  sebagai tanda bahwa telah lulus dari program tersebut.

Sertifikat ini juga merupakan salah satu syarat sidang dan sebagai pendukung nilai SKPI. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sertifikat ini begitu diperlukan bagi mahasiswa untuk menunjang perkulihannya. Namun apa yang terjadi bila sertifikat tersebut tak kunjung dibagi? Apa yang menyebabkan hal tersebut terjadi?.

Fakta ini yang tengah terjadi di kampus Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Khususnya bagi mahasiswa angkatan 2016. Hingga kini mereka belum mendapatkan kabar pasti mengenai kapan sertifikat tersebut dibagikan.

“Hal ini merupakan sebuah keterlambatan dan pertama kali terjadi selama kepengurusan UP3AI FEB,” ucap salah seorang pengurus UP3AI FEB 2016. Menurutnya hal ini disebabkan oleh  beberapa hal diantaranya adanya missed communication antara pihak mentor baru dengan mentor 2016. Sedangkan sebagian besar mentor 2016 telah lulus, hal inilah yang menyulitkan pihak UP3AI untuk berkomunikasi.

Banyak mahasiswa yang menyayangkan hal ini dan tentunya banyak pihak yang dirugikan. Mengingat program ini merupakan sesuatu kegiatan yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Unsyiah.

“Sebenarnya, pada bulan April sampai Mei UP3AI sudah selesai dilaksanakan. Lalu, pengisian data untuk sertifikat dilakukan saat bulan Agustus, dan perkuliahan dimulai kembali pada bulan September 2017,” tambahnya,

Keterlambatan yang dirasakan mahasiswa 2016 tidak hanya terjadi pada sertifikat tetapi juga dalam segi pembagian almamater yang masih simpang siur hingga saat ini. Melihat hal ini sudah sebaiknya para pemegang kebijakan tertinggi memperbaiki sistem atau aturan-aturan yang banyak merugikan mahasiswa. Semua ini juga diharapkan agar nantinya semua  relevan dan sejalan. Keterbukaan merupakan faktor terpenting untuk menunjang keselarasan antara pihak-pihak yang bersangkutan. (AH,Uz)

Fakultas Ekonomi Unsyiah Siap Distribusikan Jas Almamater Untuk Mahasiswanya

Almamater Mahasiswa Unysiah (Ilustrasi)

Almamater Mahasiswa Unsyiah (Ilustrasi)

Darussalam – Jas almamater Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) untuk angkatan 2014 yang sempat mengalami kendala akhirnya sudah didistribusikan ke fakultas-fakultas yang ada di Unsyiah, Rabu (24/2). Jumlah jas almamater yang diterima oleh pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah sebanyak 5400 jas yang kemudian didistribusikan ke fakultas-fakultas yang ada di Unsyiah.

Pihak BEM Fakultas Ekonomi (FE) juga telah menerima almamater yang didistribusikan melalui BEM Unsyiah. Pembagian jas almamater di Fakultas Ekonomi sendiri juga tidak lepas dari peran pihak Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) untuk mendata ukuran dan jumlah jas almamater. Selanjutnya, pihak BEM FE akan langsung membagikan jas almamater kepada mahasiswa.

Walaupun pihak BEM FE belum mengklarifikasi kapan tepatnya jas almamater akan didistribusikan langsung ke mahasiswa angkatan 2014, namun kabar pendistribusian jas almamater ini tetap membawa suka cita bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2014 yang aktif maupun non-aktif berorganisasi dalam kampus, mengingat betapa pentingnya peran jas almamater untuk mengikuti acara-acara di kampus yang dirasakan oleh mahasiswa angkatan 2014 yang aktif dalam organisasi.

BEM FE Unsyiah dalam kesempatan ini berharap agar kedepannya pihak rektorat Unsyiah dapat menyelesaikan jas almamater untuk untuk angkatan 2015, dapat dilakukan secepatnya, supaya kesalahan kesalahan yang terjadi tahun 2014 tidak terjadi lagi. (Feb/Lis)

Editor: Dimas