Band Indie Ibukota Meriahkan Acara LOZCAFEST 2017

Band Indie Ibukota Meriahkan Acara LOZCAFEST 2017 (Iqbal/Perspektif)

 

Darussalam – LOZCAFEST 2017 berhasil digelar di Pantai Cemara Lampuuk (24/4). Acara yang merupakan acara puncak perayaan anniversary OZ Radio Banda Aceh ini dihadiri oleh berbagai kalangan muda kota Madani.

LOZCAFEST merupakan event festifal musik indie yang pertama kali digelar di Banda Aceh. OZ Radio Banda Aceh berkolaborasi dengan Go Ahead People Banda Aceh ini menggabungkan seni dan alam bebas menjadi satu.

Dalam acara yang digelar di tepi pantai ini mengundang sejumlah band Indie terbaik Ibukota. Sebut saja Kelompok Penerbang Roket, Elephant Kind hingga DJ Dipha Barus turut memeriahkan rangkaian acara LOZCAFEST 2017.

“(Acara) ini adalah acara yang luar biasa dengan konsep seni dan alam bebas pertama di Aceh. Senang bisa ikut dalam acara ini” sebut salah seorang penonton.

Band Indie Ibukota meriahkan acara LOZCAFEST 2017 (Jauhar/Perspektif)

Selain band Indie Ibukota, acara ini turut diisi oleh sejumlah band hits di Banda Aceh seperti Threemore, Killa The Phia dan sejumlah band asli bentukan anak Aceh turut memeriahkan acara ini.

LOZCAFEST 2017 juga diisi oleh sejumlah stand makanan, games hingga brand pakaian lokal pun turut hadir untuk memanjakan pengunjung yang datang.

Pengunjung juga dapat mencoba berkreasi dengan *face painting* oleh komunitas lukis Akar Imaji. Selain itu, pengunjung juga bisa mendapatkan merchandise band-band yang tampil di stand OZ Radio Banda Aceh (Jr)

OJK Sosialisasikan Pasar Modal di Kalangan Akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah

OJK Sosialisasikan Pasar Modal di Kalangan Akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah

OJK Sosialisasikan Pasar Modal di Kalangan Akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah

Darussalam – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menggelar seminar pada Rabu(7/9) yang bertempat di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala dalam rangka mensosialisasikan Pasar Modal Indonesia kepada seluruh kalangan akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Seminar diahdiri lebih dari 200 peserta yang sangat antusias mulai dari dibukanya pendaftaran. Hal ini terlihat pada saat registrasi, peserta seminar memuat antrian yang panjang mulai pukul 08.12 WIB. Selain dari kalangan akademika kampus sendiri, seminar ini juga dihadiri oleh beberapa siswa/i Sekolah Menengah Atas.

Darmawan, Kepala bagian Pengaturan Emiten, Perusahaan Publik, dan Pasar Modal Syariah Aceh mengajak mahasiswa atau seluruh peserta yang hadir untuk mencoba berinvestasi dalam dunia saham. Ia juga menegaskan membuka atau membeli saham bukanlah datang membawa uang kepada kantor OJK, tapi cukup dengan mendaftar dan melengkapi administrasi hanya melalui gadget.

OJK 2016

Darmawan memaparkan materi mengenai Pasar Modal Indonesia. (7/9) (Foto: Dimas/Perspektif)

Dalam seminarnya ia juga memamaparkan bahwa peran OJK dalam pengawasan pasar modal Indonesia dan juga hasil survey nasional Literasi Keuangan yang menunjukkan bagaimana tingkat pemahaman dan pemanfaatan dari Perbankan, Asuransi, Pegadaian, Pembiayaan, Dana Pensiun, dan Pasar modal.

Dalam kesempatan ini, juga hadir pembicara dari akademisi internal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah yaitu Said Musnadi dengan bahasan tentang peranan dari capital market dalam membangun ekonomi. “Ada hipotesis yang menjelaskan bahwa dengan adanya instrument investasi modal dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja semakin luas, pendapatan semakin besar. oleh sebab itulah ekonomi kita menjadi lebih baik”. Ungkapnya.

Bagi yang sudah membuka akun saham, mereka akan mendapat user ID dan password yang tidak bisa diakses oleh orang lain. “Biaya yang harus dikeluarkan untuk membuka account saham cukup denagn membayar Rp.100.000. Dalam hal jual dan beli saham, OJK memaparkan kemudahan dalam bertransaksi yaitu melalui aplikasi bagi yang sudah memiliki ID dan password. (Feby)

Editor: (Ftrdafya)

Kementrian Keuangan Republik Indonesia Adakan Kuliah Umum

Kemenkeu Adakan Kuliah Umum

Kemenkeu Adakan Kuliah Umum (foto: Fitri/Perspektif)

Darussalam – Kementrian Keuangan Republik Indonesia beberapa waktu lalu (3/3/2016) mengadakan kuliah umum yang bekerja sama dengan Unsyiah kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB Unsyiah). Kuliah umum ini bertema “Pengelolaan Sukuk sebagai Sumber Pembiayaan Bangunan” yang diselenggarakan di Aula FEB Unsyiah, dihadiri oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa S1, dosen, dan juga staff Kemenkeu.

Acara ini diisi oleh dua pemateri yaitu Eri Haryanto, S.E., M.SI. (Direktur Pembiayaan Syari’ah Kementrian Keuangan Republik Indonesia) yang memaparkan tentang Pengelolaan Sukuk di Kementerian Keuangan Republik Indonesia, Dr.M.Shabri Abd.Majid, S.E., M.Ec. (Ketua Program Studi Ekonomi Islam FEB Unsyiah) yang membahas terkait Pengelolaan Sukuk dari Sudut Pandang Islam dan Teori tentang Sukuk.

Mewakili Dekan FEB Unsyiah, Dr.Aliasuddin, S.E., M.Si. selaku Wakil Dekan Bidang Akademik dalam pembukaannya menyampaikan bahwa “Kuliah Umum ini merupakan kerja sama yang sangat dibutuhkan mahasiswa dan menjadi point dari Akreditasi. Salah satu kelemahan Indonesia saat ini adalah terlalu banyaknya uang deposito yang disebut uang mati dan bagi perekonomian sangat merusak. Karena uang tidak produktif berarti dia tidak bisa menunjang proses produksi, kalau dibeli ke Sukuk bisa merubah fungsinya menjadi lebih produktif.

“Di mata Internasional, Indonesia merupakan negara dengan penerbit Sukuk paling banyak, tapi Sukuk Korporasi di Indonesia tergolong sangat lambat dibandingkan dengan negara lainnya seperti Malaysia, Afrika Utara, dan Inggris. Juga masih banyaknya hambatan investor untuk berinvestasi, seperti permasalahan birokrasi dan infrastruktur” ujar Heri Aryanto dalam materinya.

Shabri Abd.Majid juga menjelaskan “Sukuk merupakan investasi yang sudah sesuai dengan prinsip syariah, karena dia bukan merupakan surat hutang. Bisnis dan Investasi haruslah terbebas dari unsur-unsur MAGRIB, yaitu: Maysir, Aniaya, Gharar, Haram, Riba, Iktinaz, Ikhtikar dan Batil. Karena semua unsur tersebut tidak sesuai syari’ah.
Pada acara kuliah umum ini, juga Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Kementrian Keuangan Indonesia diberikan kesempatan untuk memberikan pemaparan mengenai proses dan prosedur untuk mendapatkan peluang kerja di lingkungan Kemenkeu dan juga menyediakan booth khusus untuk para mahasiswa yang ingin bertanya lebih jauh, salah satunya mengenai program beasiswa dari pemerintah Indonesia yakni Kementrian Keuangan Indonesia, yaitu beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) (FAA).

Editor: Dimas

Syarat dan Ketentuan Lomba Fotografi “Everyday Heroes”

Lomba Fotografi LPM Perspektif (Dokumentasi Perspektif)

Lomba Fotografi LPM Perspektif (Dokumentasi Perspektif)

 

SYARAT DAN KETENTUAN


 

Tema Lomba Foto:

  • Everyday Heroes (Pahlawan dalam kehidupan sehari hari)

Ketentuan Umum:

  • Pendaftaran lomba foto ini GRATIS
  • Setiap peserta maksimal dapat mengirimkan 3 (tiga) foto
  • Terbuka untuk seluruh mahasiswa khusus Aceh (Banda Aceh dan Aceh Besar)
  • Foto merupakan hasil karya sendiri, belum pernah diikusertakan dalam perlombaan
  • Foto tidak diperbolehkan mengandung unsur non-fotografi, seperti tanda tangan, frame, watermark, pornografi, SARA, dll.
  • Olah digital yang diperbolehkan hanya sebatas perbaikan kualitas foto (sharpening, cropping, color balance, contrast & brightness, dan saturasi warna), dalam ekstensi .JPG dan berisikan data EXIF.
  • Teknik fotografi yang digunakan bebas, foto dapat berupa landscape, hitam putih, street photography, foto jurnalistik, dll.
  • Foto sesuai tema, “Everyday Heroes” berupa foto Human Interest yang mengedepankan sisi orang/profesi/kegiatan yang memiliki manfaat bagi banyak orang.
  • Batas terakhir pengiriman foto pada tanggal 18 Maret 2016 pukul 15.00WIB
  • Pengumuman pemenang diumumkan tanggal 20 Maret 2016 di website www.persfe.com
  • Foto yang diikutsertakan dalam lomba ini adalah karya asli peserta
  • Foto yang berhasil masuk dalam kategori pemenang akan menjadi hak panitia, dan panitia berhak mempublikasikannya dalam media dengan “Tidak menghilangkan hak cipta pemilik foto”
  • Pemenang lomba akan mempresentasikan hasil fotonya pada saat pembukaan pameran foto
  • Pemenang lomba wajib menghadiri pembukaan pameran foto, pembagian hadiah akan dilaksanakan pada saat pembukaan pameran (21 Maret 2016)
  • Keputusan dewan juri bersifat mutlak, mengikat dan tidak dapat diganggu gugat
  • Panitia tidak bertanggungjawab terhadap pelanggaran hak cipta dan tuntutan hukum dari pihak lain

Mekanisme Pendaftaran:

  • Pendaftaran dilakukan dengan mengirimkan foto, hasil scan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa), nomor handphone, BBM/LINE (opsional) dan hasil scan Slip SPP semester berjalan melalui e-mail.
  • Subjek e-mail: NIM_NAMA_JUDUL KARYA dengan mengirimkan ke alamat e-mail redaksi.persfe@gmail.com

Isi e-mail:

  • Nama:
  • NIM:
  • Fakultas, Universitas:
  • No. Hp:
  • BBM/LINE (opsional):
  • Alamat Tinggal:

Lampiran email:

  • Hasil Scan KTM
  • Hasil Scan Slip SPP Semester Berjalan
  • Foto yang dilombakan (maks. 3 foto)

Format rename foto:

  • Judul Foto_Caption_Keterangan(dimana foto diambil)
  • Setiap foto yang dikirim, wajib disertai penjelasan singkat mengenai foto tersebut dalam ekstensi .DOC (maksimal 50kata/foto)

Penilaian Foto:

  • Kreativitas
  • Mutu Teknis
  • Estetika
  • Keunikan
  • Nuansa Islami

Pemenang Lomba:

  • Pemenang perkategori tema akan kami pamerkan pada acara pameran foto di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (21-24 Maret 2016)
  • Para pemenang lomba foto akan menerima uang tunai dan sertifikat penghargaan
  • Pengambilan hadiah tidak dapat diwakilkan

Contact Persons:

  • Wahyu (085206976468 / line: mwswhyu)
  • Fathur (085275391648 / line: fathurmufti)

5 Anggota Metalik Berangkat Ekspedisi ke Tangse

Pelepasan Peserta Ekspedisi S.223 (Wahyu/Perspektif)

Pelepasan Peserta Ekspedisi S.223 (Wahyu/Perspektif)

Darussalam – Wakil Dekan IV Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah, Jeliteng Pribadi, S.E., M.M., M.A melepas keberangkatan lima anggota UKM PA-LH Metalik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah yang melakukan ekspedisi pendakian gunung pada puncak gunung tanpa nama di kawasan pegunungan Lhe Sagoe, Tangse, Kab.Pidie, Jumat (20/2/2016) pada pukul 10.00 WIB.

Pelepasan yang diadakan sehari sebelum pendakian Ekspedisi S.223 ke Tangse dan bertempat di Lobby Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah ini dihadiri oleh ketua umum beserta para anggota Metalik, dan juga para perwakilan undangan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).

Dalam kata sambutan pembukaannya, Jeliteng berpesan, “buktikan kalau organisasi itu tidak mengganggu akademik, mahasiswa yang berorganisasi pun bisa lulus dengan baik”.

Sementara itu, Muhaimin selaku senior Metalik yang juga turut hadir saat pelepasan berpesan, “belajarlah dari kesalahan yang terjadi, jadikan pengalaman untuk perbaikan kita ke depan, tidak ada kebenaran tanpa didasari kesalahan dan tetap melaksanakan shalat sekalipun saat ekspedisi”.

“Kegiatan ini sudah dibekali dengan persiapan yang cukup matang” tutupnya.
Sebelumnya, kelima anggota Metalik ini sudah melakukan sosialisasi ke desa setempat, dan lamanya pendakian diperkirakan memakan waktu 12 hari pulang pergi. (Ibe, Fitri)

Editor: Dimas

UKM PA-LH Metalik Lakukan Ekspedisi S.223 di Tangse

Ekspedisi s223 UKM PA-LH Metalik (Sumber: Metalik)

Ekspedisi s.223 UKM PA-LH Metalik (Sumber: Metalik)

Darussalam – Salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Syiah Kuala, UKM PA-LH METALIK akan melakukan ekspedisi pendakian gunung di Tangse, Kab. Pidie pada tanggal 20 Februari s.d 5 Maret 2016 mendatang.

UKM PA-LH METALIK memang sering melakukan ekspedisi-ekspedisi pada pegunungan di berbagai daerah, tak hanya di Aceh, bahkan pegunungan di luar Aceh.

Untuk pendakian yang akan diadakan pada waktu dekat ini UKM tersebut memiliki tujuan ke puncak tanpa nama di kawasan pegunungan Lhe Sagoe, Tangse, Kab. Pidie dengan triangulasi S.223 dan ketinggian 2325 MDPL.

Pendaki dalam ekspedisi S.223 ini berjumlah lima orang yang merupakan anggota dari UKM PA-LH METALIK. Adapun nama-nama pendaki tersebut adalah Yolan Dirga (Kipen) (M.24.005), Harry Gunawan (Topan) (M.24.001), Reja Pahlawi (Jeko) (AM.25), Muhammad Achyar (Udo) (AM.25), Said Mirza (Gogok) (AM.25), dan T. M. Noumi (M.15005 AB).

Sosialisasi pada penduduk di desa setempat sudah dilakukan selama tiga hari sebelum dilakukannya pendakian, yaitu di desa Blang Pandak, Kec. Tangse, Kab. Pidie. Diperkirakan pendakian akan memakan waktu selama 12 hari pulang pergi (PP).

Adapun pelepasan para pendaki Ekspedisi S.223 akan dilaksanakan sehari sebelum ekspedisi, yaitu pada hari Jumat, (19/2/2016) di Lobby Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala. (Ibe)

Editor: Dimas

Pemerintah Daerah Terkesan Lambat Dalam Menerapkan Sistem Accrual Basis

IMG_20151216_102846_HDR

Nelly Dikkifiana sedang memaparkan materi (16/12/2015) (Dimas/Perspektif)

Darussalam – Salah satu materi yang dibahas pada seminar Treasury Goes To Campus 2015 Rabu (16/12/2015) lalu di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) adalah Implementasi Accrual Basis pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah khususnya di Aceh yang disampaikan oleh Nelly Dikkifiana, S.E., M.Si., Ak. (Kabid. Akuntansi Dinas keuangan Aceh).

Dalam paparan materi yang ia sampaikan, saat ini penerapan sistem accrual basis di pemerintahan harusnya sudah diterapkan sejak dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010. Namun dalam pelaksanaannya baru dapat dilaksanakan pada tahun 2015.

Lanjutnya, Nelly berkata pemerintah masih terkesan lambat dalam menerapkan sistem accrual basis, hal ini disebabkan karena beberapa hal seperti keterbatasan SDM (Sumber Daya Manusia) akuntansi pada SKPD/PPKD, SOTK SKPD/PPKD belum memadai untuk implementasi akuntansi akrual. Lemahnya pemanfaatan aplikasi akuntansi berbasis teknologi informasi, dan terdapat peraturan perundang-undangan yang belum sinkron.

Dalam sesi diskusi, salah satu peserta seminar bertanya, “Apakah ada manfaat diterapkannya sistem accrual basis, karena ada negara yang justru masih menggunakan sistem berbasis kas?”

Menjawab pertanyaan tersebut, Nelly berkata,“Saya melihat sistem accrual basis ini dapat merubah prilaku dari hal kecil menjadi hal besar, contoh kontrak dengan kondisi politisi aceh yang berubah-rubah, sehingga prilakupun akan sangat mudah berubah. Namun, dengan pelaporan berbasis akrual, pengguna dapat mengidentifikasi posisi keuangan pemerintah dan perubahannya, bagaimana pemerintah mendanai kegiatannya sesuai dengan kemampuan pendanaannya sehingga dapat diukur kapasitas pemerintah yang sebenarnya,” jawab Nelly sambil menutup sesi. (Ana)

IDX Berikan Sosialisasi Pasar Modal Kepada Mahasiswa

IMG_20151211_104457_HDR

Kepala Divisi Edukasi IDX Indonesia, Djoko Saptono memaparkan perbandingan investasi saham dengan investasi lainnya. (11/12/2015) (Dimas/Perspektif)

Darussalam – Jumat (11/12/2015) IDX kembali melakukan Sosialisasi Pasar Modal yang menyediakan sarana bagi mahasiswa untuk lebih mengenal mengenai bagaimana pasar modal di Indonesia di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala. Menghadirkan Djoko Saptono (Kepala Divisi Edukasi IDX Indonesia) dan Ananta Wiyogo (Presiden Direktur BNI Securities), sosialisasi kali ini memberikan pemaparan mengenai bagaimana investasi pasar modal di Indonesia.

Menariknya, tidak hanya para peserta yang hadir saja yang semangat, namun Said Musnadi, selaku moderator juga tak kalah semangat menanggapi soal pasar modal yang ada di Indonesia saat ini. Sembari menunjukkan tabel perbandingan investasi saham dengan investasi lainnya, Djoko Saptono mengatakan, “Pemahaman yang kurang pada masyarakat, membuat potensi investasi saham di Indonesia saat ini masih tergolong sedikit dibandingkan dengan negara lain meski sudah mulai berkembang. Namun ini tidak menjadi pengahalang untuk berkembangnya potensi bertambahnya investor-investor yang ada di Indonesia.”

Menyambung paparan Djoko, Presiden Direktur BNI Securities Ananta Wiyogo menambahkan mengenai menjadi investor saham, “sebagai investor, yang sangat dibutuhkan adalah informasi mengenai saham-saham yang beredar, serta kendali penuh akan informasi saham perusahaan yang kita miliki. Jika kita tidak tahu laporan resmi transaksi keluar masuknya saham dan dana sebagaimana fakta yang terjadi. Bisa saja ada transaksi-transaksi yang menguntungkan investor, tapi tidak dilaporkan oleh perusahaan sekuritas. Dan hal itu tidak bisa dibiarkan terus berlangsung. Dengan kartu AKSes inilah hak dan kepentingan investor dilindungi,” umbarnya.

Mahasiswa yang hadir sangatlah antusias, sebanyak lima pertanyaan terlontar untuk pemateri yang memberikan edukasi bagi mahasiswa-mahasiswa mengenai pasar modal di Indonesia. (DA)

Cepat Tepat Akuntansi & Berhitung Pajak, SMAN 10 Fajar Harapan Rebut Piala Bergilir

Suasana Lomba Cepat Tepat dan Lomba Berhitung Akuntansi Perpajakan PIA XVIII (Dok.Panitia)

Suasana Lomba Cepat Tepat dan Lomba Berhitung Akuntansi Perpajakan PIA XVIII (Dok.Panitia)

Darussalam – Dalam sepekan Pekan Ilmiah Akuntansi (PIA) XVIII yang bertempat di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala, terdapat sejumlah 19 sekolah yang mengikuti Lomba Cepat Tepat (LCT) dan Lomba Berhitung Akuntansi Perpajakan (LBAP). Sekolah yang mengikuti lomba yang memperebutkan piala bergilir tersebut adalah SMAN 10 Fajar Harapan, SMA Labschool Unsyiah, MAN Model, SMA Methodist, SMKN 1 Banda Aceh, Fatih Putra, SMAN 5 Banda Aceh, SMAS Sukma Bangsa Lhokseumawe, Modal Bangsa Arun, SMAS Sukma Bangsa Bireuen, SMAS Sukma Bangsa Pidie, SMA Unggul Aceh Selatan, SMKN 1 Meulaboh, SMAN 2 Banda Aceh, Ruhul Islam Anak Bangsa, SMAN 3 Banda Aceh, SMAN 1 Lhokseumawe, SMAN Modal Bangsa, dan SMAN 1 Banda Aceh.

Dari sejumlah Sekolah Menengah Atas sederajat tersebut, tercatat 27 tim yang menjadi perwakilan dari sekolah-sekolah tersebut. Setiap sekolah memiliki 1 perwakilan tim, namun ada juga sekolah yang mengirimkan 2 perwakilan tim.

Penyerahan piala bergilir oleh ketua Prodi Akuntansi (Dok. Panitia)

Penyerahan piala bergilir oleh ketua Prodi Akuntansi (Dok. Panitia)

LBAP yang berlangsung pada hari Rabu (4/10/2015) lalu di Aula Fakultas Ekonomi Unsyiah, berlangsung dengan diikuti oleh 51 peserta dan diambil 3 juara. Pada lomba tersebut, juara 1 & 3 diraih oleh SMAN 10 Fajar Harapan dan juara 2 diraih oleh perwakilan peserta dari SMAN Modal Bangsa.

Sedangkan pada final LCT yang berlangsung pada hari Sabtu (7/10/2015) lalu ditempat yang sama, terdapat persaingan sengit antara 4 tim yang merupakan perwakilan dari tim SMAN 10 Fajar Harapan, SMA Modal Banga A, SMA Modal Bangsa B, dan SMA Methodist. Pada skor akhir, SMAN 10 Fajar Harapan berhasil unggul dari tim pesaingnya SMA Modal Bangsa A dan meninggalkan SMA Modal Bangsa B di posisi juara 3 dan SMA Methodist di juara 4. Penyerahan piala bergilir diserahkan langsung oleh Ketua Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi Unsyiah, Dr. Nadirsyah, S.E., M.Si., Ak. CA. Tahun lalu, piala bergilir direbut oleh SMA Labschool Unsyiah. (DA)

Keenan Pearce; Act Local, Think Global

Keenan Pearce (Mizla/Perspektif)

Darussalam – Pada kegiatan “National Business Seminar” yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) beberapa waktu lalu (24/10/2015), Keenan Pearce selaku keynote speaker sempat memperbincangkan mengenai keadaan pengusaha muda Indonesia pada saat ini.

Mengapa banyak usaha yang menjadi sebuah trend namun tak sedikit pula yang kemudian gulung tikar? Sebut saja jika di Aceh sendiri adalah usaha yang berhubungan dengan kopi, baik itu produksi langsung maupun usaha retail dalam bentuk warung kopi (warkop) ataupun cafe.

Hal itu disebabkan karena kebanyakan dari mereka tidak menerapkan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) secara efektif. Rata-rata berhenti pada tahap meniru tanpa adanya modifikasi dan pencarian sebuah jati diri sebagai ciri khas.

Namun di antara banyaknya usaha tersebut, masih ada yang tetap bertahan dan berkembang, seperti Komos Coffee yang sudah melanglang buana hingga ke luar negeri. Bahkan semenjak tahun 2014, pemiliknya telah membuka sebuah cafe dengan ciri khas kopi arabica, yaitu Harvies Coffee House. Produknya, KOMOS Coffee sendiri telah berdiri sejak tahun 2010 yang merupakan usaha perseorangan yang didirikan oleh Tommy Harvie. Pada awal mulanya produksi kopi hanya dikhususkan untuk konsumsi pribadi dan dibagikan ke beberapa kolega terdekat. Namun seiring berjalannya waktu ternyata banyak mendapat apresiasi positif sehingga diputuskan untuk memulai usaha produksi lebih intensif.

Inilah salah satu wujud nyata dari ungkapan yang dijabarkan pemateri saat seminar nasional di acara Management Creativity Festival, lakukan sesuatu yang bersifat lokal namun berpikirlah secara global. Mulai dari bagaimana cara memasarkan produk hingga membuat nya special berbeda dari produk yang lain.

Alumnus Universitas Pelita Harapan ini juga mengatakan, “Bloom where you’re planted”. Berkembanglah dimana kamu ditanam. Ungkapan ini cocok sekali dengan fenomena yang sudah terjadi di kalangan pengusaha muda Aceh, yaitu memanfaatkan segala potensi asli daerah yang ada untuk memajukan perekonomian masyarakat sekitar dan mengurangi tingkat angka pengangguran.

Dapat disimpulkan bahwa pengusaha muda aceh saat ini telah melakukan beberapa tahapan yang baik dalam memulai bisnis namun masih kurang berinovasi dalam hal mepertahankan eksistensi usahanya.

“Bisnis yang kita jalankan sekarang itu bukan hanya untuk sekarang namun juga harus diperhitungkan mau jadi apa bisnis ini 3-5 tahun ke depan. Apakah bisinsi ini masih menarik minat masyarakat? Apakah ia masih menghasilkan profit yang mumpuni ?” ungkap pengusaha tampan yang akrab disapa Keen ini.

Dalam akhir sesi wawancara, kakak kandung dari aktris Pevita pearce ini mengungkapkan harapannya agar dapat kembali menginjakkan kakinya di bumi serambi mekkah ini “not for bussiness but for travelling” tutupnya. (Mia)