BEM Ekonomi Dalam Kacamata Mahasiswa

BEM Ekonomi Dalam Kacamata Mahasiswa (Ilustrasi)

Dalam Perguruan tinggi,khususnya fakultas kita pastinya tidak asing dengan istilah organisasi BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa). Organisasi mahasiswa dengan label “Eksekutif” ini menjadikan BEM FEB mempunyai pandangan tersendiri dari mahasiswa baik dari segi kinerjanya maupun kabinet-kabinet  didalamnya. Lalu,bagaimanakah pandangan mahasiswa terhadap BEM Kampus Kuning tersebut dan sejauh manakah organisasi ini dipandang oleh mahasiswa?

Mengingat salah satu misi dari BEM FEB 2017 adalah “Tumbuh bersama, maju bersama dengan seluruh mahasiswa yang ada diruang lingkup fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah”. Apakah misi tersebut sudah terealisasikan sesuai harapan?

Dari penilaian mahasiswa, banyak pendapat mengenai kinerja BEM di kampus kuning ini. Mulai dari eksistensi BEM dalam menjalankan programnya hingga sosialisasi kepada mahasiswa. Setelah tim faktanya yang sedikit mengejutkan. Bahwasanya ada mahasiswa yang tidak mengenal siapa ketua BEM FEB.

Seorang mahasiswa angkatan tahun 2016 yang tidak mau disebutkan namanya ini mengatakan bahwa dirinya tidak mengenal siapa ketua BEM FEB Unsyiah dikarenakan kurangnya sosialisasi untuk civitas akademika di lingkungan kampus dan tidak adanya perihal struktur organisasi BEM FEB di tempat-tempat umum sekitaran Fakultas Ekonomi. Sehingga hal ini membuat mahasiswa sulit mengetahui tentang BEM.

Lantas  mengapa hal ini bisa terjadi? Namun, sebelumnya coba amati kembali mengingat kampus yang semakin lama semakin sepi menandakan banyaknya mahasiswa yang “Kupu-kupu” yakni mahasiswa yang kegiatannya hanya kuliah-pulang. Dan dari kacamata mahasiswa terlihat bahwa kantor BEM  FEB Unsyiah yang selalu kosong. Hal itu ditandai dengan pintu yang selalu digembok.  Apakah yang salah pada hal ini? Mahasiswa yang apatis atau sosialisasi yang tidak berjalan dengan baik? Pandangan andalah yang menentukan jawaban tersebut.

Terlepas dari itu semua, ada hal lain yang terbaca dari kacamata mahasiswa. Salah satunya pendapat yang datang dari ketua IMADEA, M. Ifaldi Phonna yang mengatakan “ BEM tahun ini (2017) lebih mudah diakses, khususnya ketua BEM nya dan lebih terbuka sehingga urusan yang bersangkut paut dengan BEM dapat lebih mudah diselesaikan”akunya.

Selain itu program-program kerja yang dijalankan dapat dikatakan sukses sebut saja EXCELLENT dan SAFE 2017 yang berhasil mengangkat nama Fakultas Ekonomi. Namun apakah “kemudahan akses” tersebut diperuntukkan untuk keseluruhan? Atau hanya untuk sebagian orang saja? Ini masih menjadi teka teki dalam kacamata mahasiswa.

Jadi, pada dasarnya kita kembali lagi pada fungsi BEM itu sendiri, bahwa BEM adalah organisasi intra kampus yang eksekutif dan menjadi tempat mahasiswa menyampaikan aspirasinya. Maka sudah saatnya BEM menjalankan fugsinya untuk menjadi jembatan penghubung antara mahasiswa dengan civitas akademika di Kampus.

Sudah sepatutnya BEM dan mahasiswa itu harus saling berkolaborasi demi terwujudnya sebuah keselarasan dan tujuan bersama untuk Ekonomi yang lebih maju khususnya di lingkungan FEB Unsyiah. (AH, Syw)

 

 

Dekan Fakultas Ekonomi Lantik Pengurus Organisasi Mahasiswa

Pelantikan Ketua Baru Organisasi Mahasiswa di Fakultas Ekonomi (Toso/Persektif)

Pelantikan Ketua Baru Organisasi Mahasiswa di Fakultas Ekonomi (Toso/Persektif)

Darussalam – Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala melantik pengurus baru Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) di lingkungan FEB Unsyiah. Acara pelantikan dihadiri oleh Kapolresta Kota Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH dan Wakil Rektor III bagian Kemahasiswaan, Dr.Ir. Alfiansyah Yulianur BC. Acara Pelantikan berlangsung di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.

Terpilih Ketua Umum BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah periode 2017 Nazrul Anas menggantikan Ketua Umum BEM FEB sebelumnya, Ade Aulia. Nazrul Anas terpilih menjadi Ketua BEM FEB yang baru setelah mendapat 1057 suara pada Pemilihan Raya (PEMIRA) Fakultas Ekonomi akhir Desember tahun lalu.

Pelantikan pengurus baru Organisasi Mahasiswa tahun ini sedikit berbeda dari pelantikan di tahun-tahun sebelumnya. Untuk tahun ini, organisasi mahasiwa Diploma 3 tak lagi dilantik di Fakultas Ekonomi. Hal ini sesuai dengan seruan Wakil Rektor III terkait program studi Diploma 3  yang akan digabungkan menjadi program Sekolah Vokasi.

Dalam Kesempatannya, Wakil Rektor III Universitas Syiah Kuala berpesan agar kedepannya pengurus Organisasi Mahasiswa di lingkungan Kampus Fakultas Ekonomi dan Bisnis dapat lebih aktif dan efektif dalam merancang acara agar tepat sasaran dan dapat mengajak Mahasiswa FEB lainnya agar berperan aktif  dalam Organisasi-Organisasi Kampus.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr Mirza Tabrani SE MBA menandatangani Surat Keputusan Pelantikan Penngurus Organisasi Mahasiswa periode 2017 (Toso/Perspektif)

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr Mirza Tabrani SE MBA menandatangani Surat Keputusan Pelantikan Penngurus Organisasi Mahasiswa periode 2017 (Toso/Perspektif)

“Saya berharap agar Ketua-Ketua Organisasi Mahasiswa Ekonomi ini bisa mengajak teman-temannya dalam bergabung dan sama-sama mengasah soft skill kalian di bidang organisasi” katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolresta Kota Banda Aceh, Kombes Pol T Saladin SH juga menegaskan pentingnya peran mahasiswa dalam mengawal kebijakan pemerintah dan menumbuhkan semangat wirausaha. “Selama saya menjabat sebagai Kapolresta Kota Banda Aceh, saya selalu mendukung kegiatan mahasiswa Unsyiah, terutama kegiatan mahasiswa Fakultas Ekonomi. Saya sering memantau mahasiswa yang turun ke jalan. Dan saya bangga dengan sikap kalian yang kooperatif dengan pihak aparat keamanan. Oleh karena itu saya selalu mendukung setiap kegiatan kalian” Jelasnya.

“saya juga punya harapan, semoga kedepannya ketua-ketua terpilih ini juga bisa menumbuhkan semangat Wirausaha. Karena pemimpin butuh jiwa yang kuat, semangat pantang menyerah, dan focus terhadap kewajiban. Karena kalian mahasiswa Ekonomi, saya yakin kalian bisa memulainya dengan mudah dan sesuai dengan teori yang kalian pelajari di bangku kuliah” Tambahnya.