Pemira : Wahyu – Assad Perkasa di Ekonomi, Rival – Rifqy Berjaya di Unsyiah

Pemira : Wahyu – Assad Perkasa di Ekonomi, Rival – Rifqy Berjaya di Unsyiah (Foto: KPR Unsyiah)

Darussalam-Pemilihan Raya Calon Ketua BEM & Wakil Ketua BEM Universitas Syiah Kuala serta Calon Anggota DPM di lingkungan Fakultas Ekonomi telah dilaksanakan pada hari rabu (12/12). Pemungutan suara dilaksanakan di 3 TPS yang bertempat di Aula Ekonomi hingga pukul 15.00 WIB. Perhitungan suara kemudian dilakukan pada pukul 16.30 WIB.

Pada Pemira Mahasiswa Universitas Syiah Kuala tahun ini, terdapat 4 Pasang calon Capresma – Cawapresma (Calon Presiden Mahasiswa – Calon Wakil Presiden Mahasiswa). 4 pasang calon tersebut antara lain; Nomor urut 1, Agung Saputra (FT) dan M. Fadhel Decapri (FT). Nomor urut 2, Wahyu Rezky Annas (FEB) dan Moh. Assad (FH). Nomor urut 3, Muhammad Fikri (FKH) dan T. Rizky Saevic (FEB). Serta yang terakhir nomor urut 4, Rival Perwira (FP) dan Rifqi Ubay Sulthan (FEB). Sementara itu terdapat 6 Calon Anggota DPM yang berasal dari Fakultas Ekonomi.

Hingga penutupan penghitungan suara, terpantau pasangan nomor urut 2, Wahyu dan Moh. Assad unggul telak atas pesaing-pesaingnya. Paslon nomor 2 tercatat memperoleh 1139 suara. Kemudian disusul oleh pasangan nomor urut 4, Rival Perwira – Rifqy Ubai dengan perolehan 463 suara. Posisi berikutnya terdapat paslon nomor 1 Agung Saputra  – M. Fadhel Decapri dengan perolehan 57. Di urutan terakhir diisi oleh paslon nomor 3 dengan perolehan 36 suara. Sementara itu terdapat 12 surat suara yang dinyatakan rusak.

Hasil ini sesuai prediksi banyak mahasiswa ekonomi, bahwa paslon nomor urut 2 yang mengsung tagline #WAaja ini akan memenangkan mayoritas suara Pemira di Fakultas Ekonomi.

Namun, hal ini tidak berlanjut ke hasil suara pemira di tingkat kampus. Hasil akhir penghitungan suara yang dilakukan oleh tim KPR menempatkan paslon nomor 4 meraih suara terbanyak dengan 5066 suara. Disusul paslon nomor 2 dengan 4208 suara, paslon nomor 3 dengan 4178 suara, dan paslon nomor 4 dengan 421 suara. Hasil ini memastikan Paslon nomor 4 Rival Perwira – Rifqi Ubai yang mengusung tagline #Ber4niBed4, naik tahta menjadi Ketua BEM dan Wakil Ketua BEM untuk periode 2019.

Sementara itu, penghitungan suara untuk calon anggota DPM juga telah selesai. Hasil suara untuk calon anggota DPM yaitu Nabilla Masarrah dengan 408, Rizky Alfita 370, Angga Setiawan 374, T.M Shandoya 290, Irna Mardi Yati 195 dan Ita Nurjannah 55. Pada pemira calon anggota DPM ini terdapat 14 surat suara yang dinyatakan rusak oleh panitia.    

Dengan hasil perolehan suara ini, di harapkan para calon yang terpilih nantinya dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, serta mampu memperjuangkan aspirasi mahasiswa.(Abi)

 

Pemira 2018, Saatnya Warga Ekonomi Tentukan Pilihan

Pemira 2018, Saatnya Warga Ekonomi Tentukan Pilihan (Foto:Lutfi/Perspektif)

Darussalam- Rabu (12/12) Pemilihan Raya (Pemira) Mahasiswa di Universitas Syiah Kuala kini berlangsung, Saatnya warga ekonomi tentukan pilihan dengan ikut sumbangkan suaranya, di Fakultas Ekonomi & Bisnis sendiri, Pemira dilaksanakan di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Pada Pemira Mahasiswa Universitas Syiah Kuala tahun ini, terdapat 4 Pasang calon Capresma – Cawapresma (Calon Presiden Mahasiswa – Calon Wakil Presiden Mahasiswa). 4 pasang calon tersebut antara lain; Nomor urut 1, Agung Saputra (FT) dan M. Fadhel Decapri (FT). Nomor urut 2, Wahyu Rezky Annas (FEB) dan Moh. Assad (FH). Nomor urut 3, Muhammad Fikri (FKH) dan T. Rizky Saevic (FEB). Serta yang terakhir nomor urut 4, Rival Perwira (FP) dan Rifqi Ubay Sulthan (FEB), dan juga 58 namaa calon anggota DPM yang saling berebut suara terbanyak.

Kegiatan ini di jadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB dan di lanjutkan kembali pada pukul 13.00 WIB dan di tutup pukul 15.00 WIB. Namun terdapat kendala kecil yang terjadi sebelum dimulainya Pemira.

Pemira yang dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB, harus ditunda sekitar satu jam. Hal ini dikarenakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di FEB yang dikirimkan pihak pusat Komisi Pemilihan Raya ke Panitia Pemira di lingkungan FEB, terdapat beberapa masalah, diantaranya adalah daftar nama yang tidak disusun pihak KPR pusat per prodi yang ada di FEB. Hal ini menyulitkan panitia di lingkungan FEB untuk memisah-misahkan DPT sesuai prodi di FEB.

Pemira 2018, Saatnya Warga Ekonomi Tentukan Pilihan (Foto:Lutfi/Perspektif)

Ketua panitia Pemira di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dico Wiranto mengatakan Pemira ini sangat penting karena bertujuan mengedukasi mahasiswa. “Disinilah ajang untuk melatih para mahasiswa. Bagaimana mahasiswa menentukan pilihan serta ideologi mereka. Karena nantinya mahasiswa ekonomi akan menentukan arah dari fakultas ekonomi sendiri.” kata Dico Wiranto.

Pada pemira kali ini tampak lebih ramai dari pemira sebelumnya. Mahasiswa ekonomi tampak lebih antusias untuk ikut menyumbangkan suaranya untuk masa depan Unsyiah yang lebih baik.

“Semoga pemira kali ini berjalan sukses, dan membawa hasil yang positif bagi kampus kuning Ekonomi.” Tutup Dico, selaku ketua panitia pelaksa pemira. (Abi Rafdi / Febri)

 

Pemira : Maba ke Arah Mana?

Pemira : Maba ke Arah Mana? (Foto : Google)

Darussalam – Pemilihan Raya (Pemira) di lingkungan Universitas Syiah Kuala tinggal menghitung hari. Pemilihan Raya adalah agenda tahunan bertujuan untuk memilih Ketua BEM serta anggota DPM baru di tingkat Universitas maupun Fakultas yang ada di Universitas Syiah Kuala. Sesuai agenda tahun ini, Pemira akan dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2018.

Pemira Universitas pada tahun ini memunculkan 4 Pasang calon Capresma – Cawapresma (Calon Presiden Mahasiswa – Calon Wakil Presiden Mahasiswa). 4 pasang calon tersebut antara lain; Nomor urut 1, Agung Saputra (FT) dan M. Fadhel Decapri (FT). Nomor urut 2, Wahyu Rezky Annas (FEB) dan Moh. Assad (FH). Nomor urut 3, Muhammad Fikri (FKH) dan T. Rizky Saevic (FEB). Serta yang terakhir nomor urut 4, Rival Perwira (FP) dan Rifqi Ubay Sulthan (FEB).

Pemira kali ini juga memunculkan nama 58 calon anggota DPM yang saling merebut suara terbanyak. Pesta Demokrasi ini pun menarik minat dan keingintahuan khalayak Mahasiswa Universitas Syiah Kuala, tak terkecuali para mahasiswa baru.

Mahasiswa baru adalah salah satu unsur terbesar yang dapat mempengaruhi hasil perolehan suara pasangan calon ketua – wakil ketua BEM maupun anggota DPM, maka tak jarang pihak – pihak yang akan bertarung di Pemira melakukan banyak cara untuk menarik dukungan dari para Maba. Hal ini juga tentunya berbanding lurus dengan tingginya antusias Maba untuk ikut berpartisipasi dalam Pemira, meskipun hanya sebagai pendukung.

Ditambah fakta bahwa pada Pemira Universitas tahun ini, ada tiga orang mahasiswa dari Fakultas Ekonomi yang akan meramaikan Pemira –dari tiga pasang calon yang berbdeda–. Hal itu tentunya semakin menambah minat Maba di Fakultas Ekonomi untuk mendukung jagoannya pada Pemira kali ini.

Komting (Komisaris Leting) angkatan 2018 dari berbagai jurusan di FEB pun ikut menyuarakan pendapatnya. Seperti Raja Aulia, yang kini menjabat sebagai komting jurusan Ekonomi Akuntansi angkatan 2018. Ia berpendapat, “Menurut saya persaingan nanti akan cukup alot, dimana dari FEB sendiri menghadirkan 3 nama yang akan bertarung di Pemira Universitas, satu sebagai capresma (Calon Presiden Mahasiswa), dan dua sebagai cawapresma (Calon Wakil Presiden Mahasiswa).”

“Besar harapan saya, untuk presma dan wapresma yang terpilih nanti mampu menegakkan tongkat kejayaan mahasiswa. Itulah yang akan memperindah pesta demokrasi itu sendiri.” lanjut Raja Aulia.

Senada dengan pendapat Raja Aulia, M. Rizky Ramadhan yang merupakan Komting jurusan Ekonomi Pembangunan angkatan 2018 turut menyuarakan aspirasinya. Ia menyampaikan, “Pemira kali ini dapat kita lihat Bersama-sama sudah berjalan sesuai prosedur yang ada. Semua berjalan transparan dari awal seleksi sampai pengambilan nomor urut. Semua berjalan tertib dan damai, ini tentunya turut mengedukasi Mahasiswa baru yang pada saatnya kelak, akan menjadi peserta Pemira.”

Berbicara tentang Pemira juga berarti apakah Komting para Maba siap untuk terjun ke Pemira nantinya. Karena mereka yang kini sedang menjadi pemimpin Maba di jurusannya, besar kemungkinan akan menjadi pemimpin dalam struktural formal dalam lingkungan Organisasi Mahasiswa Kampus. Ditanya mengenai apakah ada kemungkinan untuk berkecimpung di BEM maupun Pemira nantinya, Komting jurusan Ekonomi Islam angkatan 2018, M Lazuardi Firdaus, memberikan pendapatnya.

“Kalau arah kesana sepertinya belum muncul di pikiran saya. Jika suatu saat saya akan ikut serta dalam politik kampus, saya akan selalu berusaha pada pihak yang benar.” Katanya.

Firdaus sendiri menambahkan pendapatnya tentang kekhawatiran akan terjadinya perpecahan antar kubu di Lingkungan FEB terkait Pemira “Sisi negatif yang saya khawatirkan dari Pemira ini adalah terpecahnya kubu dari masing-masing capresma dan cawapresma. Ketika kubu yang ada saling mempertahankan ideologi dan pendapat dari calon yang didukung, sampai berakibat ketidakharmonisan yang terjadi pada lingkungan FEB tercinta.”

Tampaknya, pesta demokrasi di lingkungan kampus sangat memberikan antusiasme tersendiri bagi para Maba. Antusiasme ini tentunya merupakan sebuah hal unik dan berharga yang dapat diperoleh oleh mahasiswa yang masih berstatus Maba.

Ditemui pada kesempatan berbeda, Hadian Utama, yang kini menjabat sebagai ketua Forum Komting se-FEB angkatan 2018, memberikan pandangan pribadinya. “Pemira ini merupakan pembelajaran politik bagi mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa belajar bagaimana melaksanakan serta mengeksekusi sebuah perwujudan demokrasi yang sesungguhnya. Dalam ajang pemira ini mahasiswa dituntut untuk mengerti esensi dan makna dari demokrasi itu sendiri. Pemira ini merupakan sarana untuk mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi dan peduli pada kampus.”

Hadian yang sebelumnya juga menjabat sebagai sebagai Komting Jurusan Ekonomi Manajemen angkatan 2018, inipun ikut menyuarakan harapannya untuk pemira yang akan berlangsung.

“Semoga Pemira tahun ini berjalan lancar, aman dan sukses. Pemimpin mahasiswa yang terpilih nantinya akan menjadi nahkoda yang Tangguh dan berintegritas serta akan membawa perubahan yang lebih baik kedepannya, amin.” Tambahnya.

Puncak pesta demokrasi sendiri akan berlangsung pada tanggal 12 Desember 2018, dimana Pemira akan dilangsungkan. Saat ini pemira mulai memasuki masa tenang, setelah tanggal 4 – 9 Desember 2019 kemarin setiap peserta Pemira melakukan agenda kampanye untuk mencari dukungan suara sebanyak-banyaknya.
Kehidupan politik kampus sesungguhnya adalah ajang bagi para Mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya bagi Fakultas maupun Universitas lewat jalur organisasi. Semua berharap Pemira tahun ini berhasil menghasilkan kader-kader terbaik yang akan berjuang demi kepentingan Mahasiswa. Siapapun yang nantinya terpilih, semoga dapat mewakili aspirasi dan kepentingan seluruh mahasiswa Universitas Syiah Kuala. (Abi Rafdi)

Economic Student Market, akan Terealisasi Semester Depan

Economic Student Market, akan Terealisasi Semester Depan (Foto : Ayu/Perspektif)

Darussalam – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah memiliki beberapa kantin yang menjadi tempat tongkrongan bagi mahasiswa/i di sela-sela jadwal perkuliahan. Beberapa kantin itu tersebar di dua sisi fakultas ekonomi yakni pada Gedung EKP, bagian samping gedung KPMG dan bagian belakang gedung Student Center.

Namun beberapa waktu belakangan ini Kantin Pojok Ekonomi yang berposisi di bagian belakang gedung Student Center tampak terbengkalai. Tak ada kegiatan aktivitas yang tampak seperti beberapa waktu sebelumnya.

Sejak awal semester kemarin sudah ada wacana bahwa akan ada pembaharuan tentang kantin pojok ekonomi ini, yaitu “Economic Student Entrepreneur Market” Yang dipelopori oleh BEM FEB-Unsyiah dan UKM Inkubator serta di dukung penuh oleh pihak dekanan. Namun sampai saat ini rencana ini masih belum terealisasi.

Dijumpai Rabu (2/05/18) Rais, ketua BEM FEB Unsyiah mengakui memang sedang gempar dalam mewujudkan Economic Student Entrepreneur Market, yang mendapat dukungan penuh dari Dekanan yang mengharapkan agenda ini dapat menghidupkan kembali kantin belakang kesekretariatan mahasiswa yang sudah tidak terpakai dan tampak terbengkalai.

Namun untuk saat ini Rais mengatakan bahwa Ia dan pihak UKM Inkubator masih terkendala dalam pemilihan konsep apa yang nantinya akan diwujudkan di Economic Student Entrepreneur Market ini.

“Saat ini masih terkendala dikonsepnya, tapi dari pihak Inkubator sendiri sudah berusaha membicarakannya ke beberapa alumni Inkubator dan beberapa dosen dalam hal menentukan konsep. Pihak dekanan hanya tinggal menunggu konfirmasi konsep dari kitanya aja, dengan begitu baru bisa kembali berjalan agenda ini.” terang Rais.

Economic Student Market, akan Terealisasi Semester Depan (Foto : Ayu/Perspektif)

Agenda Economic Student Entrepreneur Market ini nantinya akan dilaksanakan pada semester depan dan pihak dekanan juga mempunyai harapan yang sama, “Kami juga mengatakan kepada pihak Dekan yang dimana bahwasannya program ini bentuknya jangka panjang, dan diharapkan akan berjalan seterusnya dikepengurusan selanjutnya.”

Dari pihak dekanan sendiri mengharapkan nantinya para mahasiswa yang berpartisipasi didalamnya menjual barang asli buatan sendiri, semacam Handmade, Creating Product dan Merchandise  atas nama mereka sendiri dalam brand.

“ini mengambil contoh disalah satu universitas di Malaysia, seperti mahasiswa disana yang memproduksi air mineral dengan label mereka sendiri. Diharapkan tidak cuman membeli barang dari luar lalu dijual kembali, karena dekanan mengharapkan mahasiswa sekarang bisa lebih berinovasi dan mampu bersaing dalam berbisnis.” tegas Qamarul sebagai Direktur Inkubator.

Pihak dekanan juga menginginkan mahasiswa dapat memproduksi barang sendiri dikarenakan dilingkungan Unsyiah ini juga ada UPT.Kewirausahawan yang dimana banyak kegiatannya disortir langsung oleh KEMENRISTEKDIKTI, hal ini juga di harapkan dapat menambah minat mahasiswa di lingkungan FEB dalam melakukan kegiatan bisnis tanpa mengganggu jadwal perkuliahan.(ijah)

‘Mengintip’ Persiapan SAFE 2017

Teuku Hafidz Fakhreza (Ketua Panitia SAFE 2017) Optimis Kegiatan SAFE Sukses (Syawal/Perspektif)

Darussalam – Berbagai persiapan terus dilakukan mengingat acara Silaturahmi Aneuk Fakultas Ekonomi (SAFE)  merupakan sebuah acara penyambutan bagi Mahasiswa Baru FEB Unsyiah. SAFE diagendakan  pada tanggal 19-20 Agustus 2017 di lingkungan kampus serentak di setiap Fakultas di Universitas Syiah Kuala.

“SAFE bertujuan untuk mengajarkan MABA etika dan norma-norma  dikampus,yang bahwasanya mereka bukanlah seorang siswa/i lagi,melainkan sudah menjadi Mahasiswa yang berarti seseorang yang sudah tinggi tingkatannya serta tanggung jawab yang besar pula untuk dijaga,dan satu hal yang penting adalah organisasi mahasiswa agar dapat aktif dikampus dan membawa dampak bagi mereka sendiri kedepannya.” Buka Ketua Panitia SAFE 2017, T.Hafizh Fakhreza.

Bagi Apis (panggilannya – Red.) merupakan sebuah kebanggaan besar tersendiri karena tahun ini diberikan kesempatan sebagai ketua panitia dalam kegiatan ini. Bagi wakil ketua BEM FEB Unsyiah periode 2017 ini, di tahun 2013, ia pernah berkata dalam benaknya bahwa “suatu saat saya akan berdiri didepan dan mendidik adik-adik tersebut menjadi ekonom sejati. Dan Ternyata saya dipercaya menjadi Ketua Panitia SAFE tahun ini” Ujarnya.

Tinggal menghitung hari, 90% persiapan dari panitia dan mentor sudah terselesaikan, hanya saja panitia masih menunggu pendaftaran bagi MABA (Mahasiswa Baru) yang mengikuti kegiatan ini. Panitia  yang terdiri 106 orang dan Mentor yang berjumlah 40 orang,dengan komitmen yang dijaga akan mengefesiensikan kinerja pada saat kegiatan tersebut dijalankan.

Mengapa SAFE wajib bagi MABA?  SAFE adalah awal pengenalan seluruh komponen kehidupan di kampus seperti pendidikan, kegiatan mahasiswa hingga etika dan norma yang harus ditaati. Disinilah MABA 2017 diajarkan caranya bersikap, menghormati dan tidak menyalahi aturan yang sudah ditetapkan oleh kampus.

Sistem SAFE tahun ini tidak terlalu berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya,Tahun ini akan dibentuk 20 kelompok yang setiap kelompoknya terbagi atas 40 mahasiswa/i dan diawasi oleh 2 orang mentor per kelompoknya yang juga merupakan mahasiswa aktif tingkat atas.Panitia pada kegiatan ini hanya sebagai penyelenggara dan mentorlah yang memegang penuh tanggung jawab terhadap MABA 2017.

Ketua panitia SAFE 2017 ini berharap bagi MABA agar bisa menempatkan diri dalam menjaga tata krama,etika serta norma-norma kehidupan dikampus serta lebih aktif dikampus yang bukan hanya sekedar Mahasiswa kuliah-pulang kuliah-pulang atau biasa disebut mahasiswa kupu-kupu itu. “Untuk kedepannya Mahasiswa ada baiknya lebih peka terhadap lingkungannya,jangan hanya mementingkan acara namun tidak memberikan efek kedepannya,tapi cobalah untuk membuat forum diskusi publik seperti yang pernah dilaksanakan oleh BEM FEB Unsyiah tahun 2013/2014 yang dapat melatih Mahasiswa dalam ilmu sosial,ekonomi maupun politik.” Ujarnya dengan penuh harapan. (Wal)

EXCELLENT 2017 Resmi Dibuka

Laporan ketua panitia Excellent 2017 yang disampaikan oleh Julian Hidayat (Hasan/Perspektif)

Badan eksekutif mahasiswa (BEM) kembali adakan turnamen olahraga tahunan atau bertajuk Exhibition  Challenges of Economic Internal Sport (EXCELLENT), tahun ini BEM FEB Mengangkat tema “Feel The Solidarity”.

Acara pembukaan EXCELLENT dihadiri oleh seratusan mahasiswa dan mahasiswi deligasi dari setiap unit kegiatan mahasiswa (UKM) serta himpunan mahasiswa jurusan (HMJ) yang merupakan undangan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)  FEB. Pembukaan EXCELLENT dibuka langsung oleh Wakil Dekan III Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala.

Acara pembukan EXCELLENT 2017 bertempat di aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala berlangsung pada Selasa (4/4) dan dimeriahkan oleh penampilan Tarian Aceh yang dibawakan oleh UKM Seni Putroe Phang Universitas Syiah Kuala,

Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa berharap dengan adanya acara ini terjalin silaturrahmi yang kuat sesama mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.

“Tujuan dari acara olahraga ini untuk menampilkan  bakat mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Ekonomi serta mempersatukan tali silaturahim mahasiwa Ekonomi. Kami berharap dengan adanya ajang ini dapat menciptakan atlet – atlet Universitas yang akan dipersiapkan untuk Unsyiah Games Mei depan ” ucap Nazrul Anas selaku Ketua BEM FEB Unsyiah 2017 (FF/Perspektif)