Pemira 2016, Faisyal Jawara di Ekonomi

Pemira 2016 di Fakultas Ekonomi berjalan lancar (Ilo/Perspektif)

Pemira 2016 di Fakultas Ekonomi berjalan lancar (Ilo/Perspektif)

Darussalam – Pesta demokrasi tahunan mahasiswa yang dilaksanakan untuk memilih ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Unsyiah berhasil dilaksanakan kemarin (15/12). Pemira tahun 2016 ini berjalan lancar dan disambut antusiasme yang tinggi dari mahasiswa di seluruh Fakultas yang ada di Unsyiah.

Di Fakultas Ekonomi, Pemira tahun ini dilaksanakan untuk memilih Ketua BEM yang baru, baik untuk Fakultas Ekonomi maupun Unsyiah. Tempat Pemungutan Suara (TPS) Fakultas Ekonomi yang berada di Aula Fakultas Ekonomi mengalami sedikit keterlambatan dalam dibukanya TPS.

Hal ini disebabkan oleh keterlambatan distribusi surat suara dari pihak Komisi Pemilihan Raya (KPR) Unsyiah, TPS Ekonomi yang dijadwalkan buka 8.30 baru bisa dibuka puluk 9.30 akibat keterlambatan dari KPR Unsyiah.
Tercatat ada 3.165 mahasiswa Unsyiah yang terdaftar sebagai pemilih dalam Pemira 2016 dan terbagi dalam 2 TPS. Setiap TPS terpantau aman dan penuh penjagaan dari pihak paitia Pemira 2016.

Pemilihan BEM Fakultas Ekonomi yang hanya terdapat 1 calon mengakibatkan pihak KPR FEB harus tetap melaksanakan pemilihan. “Untuk BEM Fakultas Ekonomi tetap diadakan Pemira, hal ini harus dilakukan mengikuti instruksi dari Wakil Dekan 3 FEB yang tidak mau mengangkat ketua BEM baru secara Aklamasi” jelas ketua KPR FEB, Ferdy Joely.

Hal ini membuat KPR FEB tetap mencetak surat suara dengan format setuju/tidak setuju. Hingga akhir pemilihan suara, dipastikan calon tunggal BEM FEB, Nazrul Anas terpilih sebagai Ketua BEM Fakultas Ekonomi dengan perolehan 1057 suara dari 1351 suara pemilih.

Untuk Pemilihan Ketua BEM Unsyiah, Calon nomor urut 2, Rachmad Faisyal (FT) berhasil memenangkan suara di Fakultas Ekonomi dengan perolehan 982 Suara, mengalahkan 2 pesaing lainnya, Fathur Hadyan (FKIP) 268 Suara dan Raja Muda Cik (FEB) 101 suara.

Kemenangan Faisyal sendiri memang telah di prediksi oleh Mahasiswa Ekonomi debat kandidat calon ketua BEM Unsyiah “Saya memang sudah yakin dari awal kalo bang Faisyal menang, soalnya beliau calon yang paling kompeten dibandingkan yang lain” sebut mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.

Terhitung hingga pukul 18.00 kemarin (15/12) Rachmad Faisyal juga berhasil memenangkan suara di 5 Fakultas di Unsyiah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Fakultas Teknik. Hingga quick count ditutup, Faisyal berhasil meraih 6509 suara, mengalahkan pesaingnya, Fathur Hadyan (4367 Suara) dan Raja Muda Cik (421 Suara).

Persaingan suara pada quick count kemarin sempat memanas di pukul 17.45 WIB, dimana Fathur Hadyan dan Rachmad Faisyal hanya terpaut 0.52% Suara. Namun hingga quick count ditutup pukul 18.00, Rachmad Faisyal berhasil memenangkan cuick count Pemira 2016. (Jo, Ilo)

Wakil Rektor III tutup rangkaian Unsyiah Fair XI

Penutupan Unsyiah Fair XI Oleh Wakil Dekan III, Ketua BEM Unsyiah, dan Ketua Panitia (Jauhar/Perspektif)

Penutupan Unsyiah Fair XI Oleh Wakil Dekan III, Ketua BEM Unsyiah, dan Ketua Panitia (Jauhar/Perspektif)

Darussalam – Rangkaian Acara tahunan Unsyiah Fair XI resmi di tutup sabtu malam (12/11). Unsyiah Fair yang merupakan acara puncak BEM Unsyiah dibawah naungan kabinet Aksi 2016 mengangkat tema “satu aksi, satu karya”. Acara penutupan Unsyiah fair XI berlangsung meriah dengan menghadirkan beberapa penampilan seni band, tarian dan musik etnik.

Acara Penutupan Unsyiah Fair XI ini juga dihadiri oleh Kapolda Acah, Pangdam Iskandar Muda. Antusiasme yang tinggi juga membuat pengunjung yang didominasi oleh mahasiswa memadati gedung AAC hingga melebihi kapasitas. Ketua Panitia Unsyiah Fair XI, Raja Cik Muhammad mengapresiasi antusiasme pengunjung yang hadir di malam penutupan Unsyiah fair XI.

Salah satu penampilan seni pada penutupan acar Unsyiah Fair XI (Jauhar/Perspektif)

Salah satu penampilan seni pada penutupan acar Unsyiah Fair XI (Jauhar/Perspektif)

Ketua BEM Unsyiah juga menyampaikan bahwa Acara Unsyiah Fair XI berlangsung sukses dan meriah. Acara yang menghabiskan dana 1,2 Milyar ini berfokus pada peningkatan semangat inovasi dan wirausaha bagi mahasiswa Unsyiah. “Saya mengapresiasi penuh kinerja kawan-kawan panitia yang mencapai 1027 orang ini yang sama-sama bekerja keras dalam menyukseskan Acara. Ini bukti nyata bahwa kita berhasil menjalankan project 1 Aksi, 1 Karya” ucap Mahasiswa Fakultas Hukum ini.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor III Unsyiah juga menyampaikan bahwa Mahasiswa Unsyiah memiliki peran yang kuat dalam tercapainya mimpi Unsyiah untuk menjadi salah satu Universitas ber-Akreditasi A. “Mahasiswa punya peran yang kuat dalam proses tercapainya Akreditasi A untuk Unsyiah. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa yang telah menyukseskan Acara Milad Unsyiah ke 55 hingga hari ini di penutupan Unsyiah Fair XI malam ini” Ujarnya.

Acara Unsyiah Fair XI juga ditutup oleh Wakil Rektor III, Ketua BEM Unsyiah, Ketua Panitia dan Perwakilan Mahasiswa dengan menutup logo Unsyiah Fair secara simbolis dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. (Jo)

Ini Jadwal Pengambilan Almamater 2014 di Fakultas Ekonomi

Almamater Mahasiswa (Ilustrasi/ Dok. Perspektif)

Darussalam – Akhirnya, setelah menunggu hampir 2 tahun kini almamater angkatan 2014 siap dibagikan kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala. Pengambilan almamater akan mulai di lakukan pada besok Senin (7/3/2016) di Sekretariat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Unsyiah.

Adapun jadwal pengambilan almamater adalah sebagai berikut :

No

Hari / tanggal

Jurusan

1

Senin , 7 Maret 2016

Ekonomi Islam

Ekonomi Pembangunan

2

Selasa , 8 Maret 2016

         S1 Akuntansi

         D3 Akuntansi

         D3 Perpajakan

 

3

Kamis s/d Jumat 2016

          S1 Manajemen

          D3 Perbankan

          D3 Pemasaran

        D3 Perusahaan

          D3 Sekertaris

Adapun syarat untuk pengambilan almamater ini adalah mahasiswa harus membawa KTM (Kartu Tanda Mahasiswa) ataupun Slip SPP. Untuk mahasiswa penerima bidikmisi cukup dengan membawa KTM saja.

Pembagian almamater angkatan 2014 ini tergolong lama dalam produksinya. Banyak mahasiswa yang mengeluh akan lamanya almamater ini dibagikan, sehingga mereka terpaksa meminjam almamater pada kegiatan-kegiatan kampus.

“Semoga untuk pembagian almamater tahun berikutnya tidak mengalami keterlambatan seperti tahun ini.” ujar Lilis  salah satu mahasiswa leting 2014 yang belum mendapatkan almamater. (Lis)

Editor: Dimas

Fakultas Ekonomi Unsyiah Siap Distribusikan Jas Almamater Untuk Mahasiswanya

Almamater Mahasiswa Unysiah (Ilustrasi)

Almamater Mahasiswa Unsyiah (Ilustrasi)

Darussalam – Jas almamater Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) untuk angkatan 2014 yang sempat mengalami kendala akhirnya sudah didistribusikan ke fakultas-fakultas yang ada di Unsyiah, Rabu (24/2). Jumlah jas almamater yang diterima oleh pihak Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah sebanyak 5400 jas yang kemudian didistribusikan ke fakultas-fakultas yang ada di Unsyiah.

Pihak BEM Fakultas Ekonomi (FE) juga telah menerima almamater yang didistribusikan melalui BEM Unsyiah. Pembagian jas almamater di Fakultas Ekonomi sendiri juga tidak lepas dari peran pihak Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) untuk mendata ukuran dan jumlah jas almamater. Selanjutnya, pihak BEM FE akan langsung membagikan jas almamater kepada mahasiswa.

Walaupun pihak BEM FE belum mengklarifikasi kapan tepatnya jas almamater akan didistribusikan langsung ke mahasiswa angkatan 2014, namun kabar pendistribusian jas almamater ini tetap membawa suka cita bagi mahasiswa Fakultas Ekonomi angkatan 2014 yang aktif maupun non-aktif berorganisasi dalam kampus, mengingat betapa pentingnya peran jas almamater untuk mengikuti acara-acara di kampus yang dirasakan oleh mahasiswa angkatan 2014 yang aktif dalam organisasi.

BEM FE Unsyiah dalam kesempatan ini berharap agar kedepannya pihak rektorat Unsyiah dapat menyelesaikan jas almamater untuk untuk angkatan 2015, dapat dilakukan secepatnya, supaya kesalahan kesalahan yang terjadi tahun 2014 tidak terjadi lagi. (Feb/Lis)

Editor: Dimas

BEM Unsyiah Buat Pernyataan Menolak Pemangkasan Aturan Wajib Jilbab Di Aceh Oleh Kemendagri

Kemendagri Tolak Kewajiban Berjilbab di Aceh (Dokumentasi Kemendagri)

Kemendagri Tolak Kewajiban Berjilbab di Aceh (Dokumentasi Kemendagri)

Darussalam – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala mengeluarkan pernyataan menolak terkait aturan baru yang diterbitkan oleh Kemendagri terkait pemangkasan aturan wajib berjilbab di Aceh. Sebelumnya Kemendagri mengeluarkan peraturan menolak pembatasan jam malam bagi wanita di Aceh yang tidak boleh keluar rumah diatas jam 23.00, dan akhir-akhir ini Kemendagri kembali membuat peraturan mengenai pembatasan aturan wanita berjilbab di Aceh karena dikatakan telah menciderai HAM.

“Pemangkasan aturan wajib  jilbab di Aceh dan aturan wanita tidak boleh keluar rumah setelah jam 23.00 menciderai syariat islam di Aceh” kutip pernyataan dari BEM Unsyiah. Menurut BEM, Pelaksanaan Syariat Islam di Aceh tidak melanggar aturan karena telah tertuang dalam Qanun Pemerintah Aceh. “Pelaksanaan Syari’at Islam di Aceh telah dirumuskan secara yuridis melalui Peraturan Daerah nomor 3 tahun 2000 tentang pembentukan organisasi dan tata kerja MPU Provinsi Daerah Istimewa Aceh dan Peraturan Daerah nomor 5 tahun 2000 tentang Pelaksanaan Syari’at Islam” tegasnya.

BEM juga mempermasalahkan pernyataan Kemendagri terkait pembatasan Peraturan Daerah Aceh terkait perihal ini. “Jelas bahwa kewenangan Mendagri untuk membatalkan perda adalah rechtspolitiek (politik hukum) pemerintah pusat untuk semakin mencengkeram leher manajemen lokal. Seharusnya, yang harus dilakukan adalah me-revisi peraturan daerah ini membuat pemerintahan pusat supaya mampu memfasilitasi dan mengawal desentralisasi hingga tujuan utamanya tercapai”.

Menurut mereka, persoalan dari revisi ini menyangkut kewenangan pembatalan perda oleh Mendagri hanya akan menimbulkan komplikasi yuridis. Kewenangan membatalkan perda, berada dalam domain judicial review di Mahkamah Agung (MA). Oleh karena itu, mereka menolak peraturan Kemendagri terkait pembatasan jam malam dan juga pembatasan wajib jilbab di Aceh.

Melalui Kementrian POLHUKAM, berikut pernyataan sikap BEM Unsyiah terhadap pemangkasan aturan wajib jilbab:

  1. Hargai keistimewaan Aceh dalam melaksanakan syariat islam.
  2. Memberikan kewenangan bagi Aceh dalam menjalankan hal dan mengecam Mendagri dalam upaya pelemahan dan pengurangan ke khususan Aceh karena peradilan syari’at islam di Aceh adalah bagian dari sistem peradilan nasional dalam lingkungan peradilan agama yang dilakukan oleh Mahkamah Syar’iyah yang bebas dari pengaruh pihak manapun.

(Jo)

5 Anggota Metalik Berangkat Ekspedisi ke Tangse

Pelepasan Peserta Ekspedisi S.223 (Wahyu/Perspektif)

Pelepasan Peserta Ekspedisi S.223 (Wahyu/Perspektif)

Darussalam – Wakil Dekan IV Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah, Jeliteng Pribadi, S.E., M.M., M.A melepas keberangkatan lima anggota UKM PA-LH Metalik Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah yang melakukan ekspedisi pendakian gunung pada puncak gunung tanpa nama di kawasan pegunungan Lhe Sagoe, Tangse, Kab.Pidie, Jumat (20/2/2016) pada pukul 10.00 WIB.

Pelepasan yang diadakan sehari sebelum pendakian Ekspedisi S.223 ke Tangse dan bertempat di Lobby Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah ini dihadiri oleh ketua umum beserta para anggota Metalik, dan juga para perwakilan undangan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ).

Dalam kata sambutan pembukaannya, Jeliteng berpesan, “buktikan kalau organisasi itu tidak mengganggu akademik, mahasiswa yang berorganisasi pun bisa lulus dengan baik”.

Sementara itu, Muhaimin selaku senior Metalik yang juga turut hadir saat pelepasan berpesan, “belajarlah dari kesalahan yang terjadi, jadikan pengalaman untuk perbaikan kita ke depan, tidak ada kebenaran tanpa didasari kesalahan dan tetap melaksanakan shalat sekalipun saat ekspedisi”.

“Kegiatan ini sudah dibekali dengan persiapan yang cukup matang” tutupnya.
Sebelumnya, kelima anggota Metalik ini sudah melakukan sosialisasi ke desa setempat, dan lamanya pendakian diperkirakan memakan waktu 12 hari pulang pergi. (Ibe, Fitri)

Editor: Dimas

FEB UNSYIAH Gelar Raker Bersama

Rapat Kerja DPM FE 2016 (7/2/2016)(Fitri/Perspektif

               Rapat Kerja DPM FE 2016 (Fitri/Perspektif)

Darussalam – Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Syiah Kuala (DPM FEB Unsyiah) menggelar acara rapat kerja Keluarga Besar Mahasiswa bersama lembaga-lembaga internal, yang terdiri dari: Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang terdiri dari UKM BESTEK, UKM LPM Perspektif, UKM PA-LH METALIK, UKM EOC, UKM Inkubator, UKM LDK Al-Mizan, juga beberapa Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yaitu Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM), Himpunan Mahasiswa Prodi Pembangunan (HIMADIPA), Himpunan Mahasiswa Akutansi (HIMAKA), Islamic Economics Students Association (iESA), dan Forum-Forum D-3 Fakultas Ekonomi & Bisnis UNSYIAH yang bertempat di Balai Sidang Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Syiah Kuala, Minggu (7/2/2016).

Dihadiri oleh 63 mahasiswa yang beberapa diantaranya anggota DPM FEB Unsyiah, kegiatan ini mengusung tema “Sinergisitas Dalam Perencanaan Program Bersama”. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an, dilanjutkan dengan laporan ketua panitia, kata sambutan dari Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa, dan rangkaian terakhir yaitu pembukaan acara oleh Wakil Dekan III, Bapak Nashrillah Anis SE, MM. Setelah menyampaikan kata sambutan dan beberapa masukan untuk mahasiswa terkait beberapa hal mengenai kepengurusan periode 2016, acara formal ditutup dengan pembacaan do’a.

Perwakilan setiap lembaga memaparkan program kerjanya dalam bentuk presentasi dihadapan seluruh hadirin dengan total program kerja sebanyak 156 program yang berskala internal, lokal, regional wilayah, nasional serta internasional.

“Harapannya kegiatan ini dapat menyambung komunikasi yang baik dengan seluruh civitas akademika sekaligus menyinkronkan waktu penyelenggaraan kegiatan antara lembaga-lembaga terkait agar tidak terjadinya saling tumpang tindih diantara kegiatan-kegiatan yg akan dilaksanakan, juga untuk semua pihak baik eksternal dan internal dapat memberikan dukungan baik itu secara moril maupun materil untuk dapat mensukseskan kegiatan-kegiatan yang berkualitas kedepannya.” tutur Nuzul Tantawi selaku ketua DPM FEB Unsyiah. (FAA)

Ini Hasil Pungutan Suara Pemira BEM Unsyiah di Fakultas Ekonomi

25000

Suasana Pemira di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (22/12/2015) (Ramadhan/Perspektif)

Darussalam – Pada pemilihan suara Pemilihan Raya (Pemira) di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (FE Unsyiah) pada hari ini (22/12/2015), berlangsung lancar dengan pengawalan dari pihak keamanan kampus. Pencoblosan yang bertempat di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala ini menjadi salah satu tempat demokrasi mahasiswa Unsyiah berlangsung.

Alhamdulillah, dari awal jalannya pengambilan suara di FE berjalan dengan semestinya meskipun kondisi waktu mulainya kegiatan terlambat 1 jam dari waktu yang seharusnya. Antusias dari mahasiswa FE sendiri terhadap kegiatan Pemira BEM Unsyiah ini juga sangat jelas terlihat dengan padatnya antrian pada tiap TPS (Tempat Pemungutan Suara),” pungkas T. Meurah Albar selaku Panitia Pemantau Pemira di Fakultas Ekonomi.

Dari hasil pungutan suara, terdapat 1116 pemilih yang memasukkan suara, sebanyak 1102 suara yang dinyatakan sah dan 14 suara rusak. Dari lima kandidat calon ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah, muncul nomor urut 2, Aditya Gunawan dengan perolehan suara terbanyak, yaitu sebanyak 747 suara diikuti oleh nomor urut 5, Hasrizal dengan perolehan 305 suara dan nomor urut 3, Muammar sebanyak 46 suara, sedangkan nomor urut 1, Heri Safrizal dan nomor urut 4, Zamdi Rahman hanya mendapat sebanyak 2 suara saja.

“Waktu penghitungan sangat tegang, dimana ke-5 calon masing-masing mempunyai suara. Walaupun pada akhirnya hanya dua calon yang mempunyai suara terbanyak. Kedua tim sukses dari kelima calon itu terlihat sangat tegang untuk menunggu hasil. Situasi itupun tidak jauh berbeda di TPS yg ada di fakultas lain. Pesta demokrasi bagi seluruh mahasiswa Universitas Syiah Kuala berjalan sangat damai, kita mencipatkan Pemira damai. Tidak ada terjadi kericuhan di setiap TPS, pencoblosan berjalan sangat damai dan lancar,” ujar Afif Zainuri, Ketua BEM FE Unsyiah sekaligus Pantia Pemantau jalannya Pemira Unsyiah. (Mad)

Workshop Fotografi Nasional Akan Semarakkan Unsyiah Fair X

Darussalam – Bagi kamu yang hobi fotografi, pada penghujung Oktober ini akan ada Workshop Fotografi Nasional yang akan diisi oleh Nurpinto Hadi, salah seorang fotografer senior yang sudah tak asing lagi namanya di dunia fotografi. Workshop yang bertemakan “Unsyiah Bercerita Dalam Lensa” ini akan mengambil tempat di Ruang VIP AAC Dayan Dawood dan berlangsung selama 2 hari (20-21 Oktober 2015).

jadi total

Kegiatan yang merupakan salah satu rangkaian acara Unsyiah Fair X ini akan berlangsung selama 2 hari dengan hari pertama para peserta akan diberikan materi oleh Nurpinto Hadi mengenai teknik-teknik fotografi, dan akan diajak untuk mempraktikannya pada hari kedua.

Pendaftaran workshop dapat dilakukan di Sekretariat BEM Unsyiah yang berada di Gelanggang Mahasiswa Unsyiah (Samping Gedung ICT Unsyiah) dengan fee sebesar Rp.150.000,- untuk Mahasiswa dan Rp.200.000,- untuk Umum. Pendaftaran workshop akan dibuka hingga tanggal 14 Oktober 2015. Dengan fee tersebut, para peserta akan mendapat fasilitas berupa makan siang, snack, baju kaos, dan sertifikat. Kuota peserta workshop terbatas.

Kegiatan ini didukung oleh Insta Aceh, LPM Perspektif, dan Generasi Creative. Untuk informasi pendaftaran dapat menghubungi 0853 5943 8084 (Ridha Amalia) atau 0813 6136 4480 (Eko).