Pemira : Wahyu – Assad Perkasa di Ekonomi, Rival – Rifqy Berjaya di Unsyiah

Pemira : Wahyu – Assad Perkasa di Ekonomi, Rival – Rifqy Berjaya di Unsyiah (Foto: KPR Unsyiah)

Darussalam-Pemilihan Raya Calon Ketua BEM & Wakil Ketua BEM Universitas Syiah Kuala serta Calon Anggota DPM di lingkungan Fakultas Ekonomi telah dilaksanakan pada hari rabu (12/12). Pemungutan suara dilaksanakan di 3 TPS yang bertempat di Aula Ekonomi hingga pukul 15.00 WIB. Perhitungan suara kemudian dilakukan pada pukul 16.30 WIB.

Pada Pemira Mahasiswa Universitas Syiah Kuala tahun ini, terdapat 4 Pasang calon Capresma – Cawapresma (Calon Presiden Mahasiswa – Calon Wakil Presiden Mahasiswa). 4 pasang calon tersebut antara lain; Nomor urut 1, Agung Saputra (FT) dan M. Fadhel Decapri (FT). Nomor urut 2, Wahyu Rezky Annas (FEB) dan Moh. Assad (FH). Nomor urut 3, Muhammad Fikri (FKH) dan T. Rizky Saevic (FEB). Serta yang terakhir nomor urut 4, Rival Perwira (FP) dan Rifqi Ubay Sulthan (FEB). Sementara itu terdapat 6 Calon Anggota DPM yang berasal dari Fakultas Ekonomi.

Hingga penutupan penghitungan suara, terpantau pasangan nomor urut 2, Wahyu dan Moh. Assad unggul telak atas pesaing-pesaingnya. Paslon nomor 2 tercatat memperoleh 1139 suara. Kemudian disusul oleh pasangan nomor urut 4, Rival Perwira – Rifqy Ubai dengan perolehan 463 suara. Posisi berikutnya terdapat paslon nomor 1 Agung Saputra  – M. Fadhel Decapri dengan perolehan 57. Di urutan terakhir diisi oleh paslon nomor 3 dengan perolehan 36 suara. Sementara itu terdapat 12 surat suara yang dinyatakan rusak.

Hasil ini sesuai prediksi banyak mahasiswa ekonomi, bahwa paslon nomor urut 2 yang mengsung tagline #WAaja ini akan memenangkan mayoritas suara Pemira di Fakultas Ekonomi.

Namun, hal ini tidak berlanjut ke hasil suara pemira di tingkat kampus. Hasil akhir penghitungan suara yang dilakukan oleh tim KPR menempatkan paslon nomor 4 meraih suara terbanyak dengan 5066 suara. Disusul paslon nomor 2 dengan 4208 suara, paslon nomor 3 dengan 4178 suara, dan paslon nomor 4 dengan 421 suara. Hasil ini memastikan Paslon nomor 4 Rival Perwira – Rifqi Ubai yang mengusung tagline #Ber4niBed4, naik tahta menjadi Ketua BEM dan Wakil Ketua BEM untuk periode 2019.

Sementara itu, penghitungan suara untuk calon anggota DPM juga telah selesai. Hasil suara untuk calon anggota DPM yaitu Nabilla Masarrah dengan 408, Rizky Alfita 370, Angga Setiawan 374, T.M Shandoya 290, Irna Mardi Yati 195 dan Ita Nurjannah 55. Pada pemira calon anggota DPM ini terdapat 14 surat suara yang dinyatakan rusak oleh panitia.    

Dengan hasil perolehan suara ini, di harapkan para calon yang terpilih nantinya dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, serta mampu memperjuangkan aspirasi mahasiswa.(Abi)

 

Pemira 2018, Saatnya Warga Ekonomi Tentukan Pilihan

Pemira 2018, Saatnya Warga Ekonomi Tentukan Pilihan (Foto:Lutfi/Perspektif)

Darussalam- Rabu (12/12) Pemilihan Raya (Pemira) Mahasiswa di Universitas Syiah Kuala kini berlangsung, Saatnya warga ekonomi tentukan pilihan dengan ikut sumbangkan suaranya, di Fakultas Ekonomi & Bisnis sendiri, Pemira dilaksanakan di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Pada Pemira Mahasiswa Universitas Syiah Kuala tahun ini, terdapat 4 Pasang calon Capresma – Cawapresma (Calon Presiden Mahasiswa – Calon Wakil Presiden Mahasiswa). 4 pasang calon tersebut antara lain; Nomor urut 1, Agung Saputra (FT) dan M. Fadhel Decapri (FT). Nomor urut 2, Wahyu Rezky Annas (FEB) dan Moh. Assad (FH). Nomor urut 3, Muhammad Fikri (FKH) dan T. Rizky Saevic (FEB). Serta yang terakhir nomor urut 4, Rival Perwira (FP) dan Rifqi Ubay Sulthan (FEB), dan juga 58 namaa calon anggota DPM yang saling berebut suara terbanyak.

Kegiatan ini di jadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB dan di lanjutkan kembali pada pukul 13.00 WIB dan di tutup pukul 15.00 WIB. Namun terdapat kendala kecil yang terjadi sebelum dimulainya Pemira.

Pemira yang dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB, harus ditunda sekitar satu jam. Hal ini dikarenakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di FEB yang dikirimkan pihak pusat Komisi Pemilihan Raya ke Panitia Pemira di lingkungan FEB, terdapat beberapa masalah, diantaranya adalah daftar nama yang tidak disusun pihak KPR pusat per prodi yang ada di FEB. Hal ini menyulitkan panitia di lingkungan FEB untuk memisah-misahkan DPT sesuai prodi di FEB.

Pemira 2018, Saatnya Warga Ekonomi Tentukan Pilihan (Foto:Lutfi/Perspektif)

Ketua panitia Pemira di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dico Wiranto mengatakan Pemira ini sangat penting karena bertujuan mengedukasi mahasiswa. “Disinilah ajang untuk melatih para mahasiswa. Bagaimana mahasiswa menentukan pilihan serta ideologi mereka. Karena nantinya mahasiswa ekonomi akan menentukan arah dari fakultas ekonomi sendiri.” kata Dico Wiranto.

Pada pemira kali ini tampak lebih ramai dari pemira sebelumnya. Mahasiswa ekonomi tampak lebih antusias untuk ikut menyumbangkan suaranya untuk masa depan Unsyiah yang lebih baik.

“Semoga pemira kali ini berjalan sukses, dan membawa hasil yang positif bagi kampus kuning Ekonomi.” Tutup Dico, selaku ketua panitia pelaksa pemira. (Abi Rafdi / Febri)

 

Pemira : Maba ke Arah Mana?

Pemira : Maba ke Arah Mana? (Foto : Google)

Darussalam – Pemilihan Raya (Pemira) di lingkungan Universitas Syiah Kuala tinggal menghitung hari. Pemilihan Raya adalah agenda tahunan bertujuan untuk memilih Ketua BEM serta anggota DPM baru di tingkat Universitas maupun Fakultas yang ada di Universitas Syiah Kuala. Sesuai agenda tahun ini, Pemira akan dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2018.

Pemira Universitas pada tahun ini memunculkan 4 Pasang calon Capresma – Cawapresma (Calon Presiden Mahasiswa – Calon Wakil Presiden Mahasiswa). 4 pasang calon tersebut antara lain; Nomor urut 1, Agung Saputra (FT) dan M. Fadhel Decapri (FT). Nomor urut 2, Wahyu Rezky Annas (FEB) dan Moh. Assad (FH). Nomor urut 3, Muhammad Fikri (FKH) dan T. Rizky Saevic (FEB). Serta yang terakhir nomor urut 4, Rival Perwira (FP) dan Rifqi Ubay Sulthan (FEB).

Pemira kali ini juga memunculkan nama 58 calon anggota DPM yang saling merebut suara terbanyak. Pesta Demokrasi ini pun menarik minat dan keingintahuan khalayak Mahasiswa Universitas Syiah Kuala, tak terkecuali para mahasiswa baru.

Mahasiswa baru adalah salah satu unsur terbesar yang dapat mempengaruhi hasil perolehan suara pasangan calon ketua – wakil ketua BEM maupun anggota DPM, maka tak jarang pihak – pihak yang akan bertarung di Pemira melakukan banyak cara untuk menarik dukungan dari para Maba. Hal ini juga tentunya berbanding lurus dengan tingginya antusias Maba untuk ikut berpartisipasi dalam Pemira, meskipun hanya sebagai pendukung.

Ditambah fakta bahwa pada Pemira Universitas tahun ini, ada tiga orang mahasiswa dari Fakultas Ekonomi yang akan meramaikan Pemira –dari tiga pasang calon yang berbdeda–. Hal itu tentunya semakin menambah minat Maba di Fakultas Ekonomi untuk mendukung jagoannya pada Pemira kali ini.

Komting (Komisaris Leting) angkatan 2018 dari berbagai jurusan di FEB pun ikut menyuarakan pendapatnya. Seperti Raja Aulia, yang kini menjabat sebagai komting jurusan Ekonomi Akuntansi angkatan 2018. Ia berpendapat, “Menurut saya persaingan nanti akan cukup alot, dimana dari FEB sendiri menghadirkan 3 nama yang akan bertarung di Pemira Universitas, satu sebagai capresma (Calon Presiden Mahasiswa), dan dua sebagai cawapresma (Calon Wakil Presiden Mahasiswa).”

“Besar harapan saya, untuk presma dan wapresma yang terpilih nanti mampu menegakkan tongkat kejayaan mahasiswa. Itulah yang akan memperindah pesta demokrasi itu sendiri.” lanjut Raja Aulia.

Senada dengan pendapat Raja Aulia, M. Rizky Ramadhan yang merupakan Komting jurusan Ekonomi Pembangunan angkatan 2018 turut menyuarakan aspirasinya. Ia menyampaikan, “Pemira kali ini dapat kita lihat Bersama-sama sudah berjalan sesuai prosedur yang ada. Semua berjalan transparan dari awal seleksi sampai pengambilan nomor urut. Semua berjalan tertib dan damai, ini tentunya turut mengedukasi Mahasiswa baru yang pada saatnya kelak, akan menjadi peserta Pemira.”

Berbicara tentang Pemira juga berarti apakah Komting para Maba siap untuk terjun ke Pemira nantinya. Karena mereka yang kini sedang menjadi pemimpin Maba di jurusannya, besar kemungkinan akan menjadi pemimpin dalam struktural formal dalam lingkungan Organisasi Mahasiswa Kampus. Ditanya mengenai apakah ada kemungkinan untuk berkecimpung di BEM maupun Pemira nantinya, Komting jurusan Ekonomi Islam angkatan 2018, M Lazuardi Firdaus, memberikan pendapatnya.

“Kalau arah kesana sepertinya belum muncul di pikiran saya. Jika suatu saat saya akan ikut serta dalam politik kampus, saya akan selalu berusaha pada pihak yang benar.” Katanya.

Firdaus sendiri menambahkan pendapatnya tentang kekhawatiran akan terjadinya perpecahan antar kubu di Lingkungan FEB terkait Pemira “Sisi negatif yang saya khawatirkan dari Pemira ini adalah terpecahnya kubu dari masing-masing capresma dan cawapresma. Ketika kubu yang ada saling mempertahankan ideologi dan pendapat dari calon yang didukung, sampai berakibat ketidakharmonisan yang terjadi pada lingkungan FEB tercinta.”

Tampaknya, pesta demokrasi di lingkungan kampus sangat memberikan antusiasme tersendiri bagi para Maba. Antusiasme ini tentunya merupakan sebuah hal unik dan berharga yang dapat diperoleh oleh mahasiswa yang masih berstatus Maba.

Ditemui pada kesempatan berbeda, Hadian Utama, yang kini menjabat sebagai ketua Forum Komting se-FEB angkatan 2018, memberikan pandangan pribadinya. “Pemira ini merupakan pembelajaran politik bagi mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa belajar bagaimana melaksanakan serta mengeksekusi sebuah perwujudan demokrasi yang sesungguhnya. Dalam ajang pemira ini mahasiswa dituntut untuk mengerti esensi dan makna dari demokrasi itu sendiri. Pemira ini merupakan sarana untuk mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi dan peduli pada kampus.”

Hadian yang sebelumnya juga menjabat sebagai sebagai Komting Jurusan Ekonomi Manajemen angkatan 2018, inipun ikut menyuarakan harapannya untuk pemira yang akan berlangsung.

“Semoga Pemira tahun ini berjalan lancar, aman dan sukses. Pemimpin mahasiswa yang terpilih nantinya akan menjadi nahkoda yang Tangguh dan berintegritas serta akan membawa perubahan yang lebih baik kedepannya, amin.” Tambahnya.

Puncak pesta demokrasi sendiri akan berlangsung pada tanggal 12 Desember 2018, dimana Pemira akan dilangsungkan. Saat ini pemira mulai memasuki masa tenang, setelah tanggal 4 – 9 Desember 2019 kemarin setiap peserta Pemira melakukan agenda kampanye untuk mencari dukungan suara sebanyak-banyaknya.
Kehidupan politik kampus sesungguhnya adalah ajang bagi para Mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya bagi Fakultas maupun Universitas lewat jalur organisasi. Semua berharap Pemira tahun ini berhasil menghasilkan kader-kader terbaik yang akan berjuang demi kepentingan Mahasiswa. Siapapun yang nantinya terpilih, semoga dapat mewakili aspirasi dan kepentingan seluruh mahasiswa Universitas Syiah Kuala. (Abi Rafdi)

Wahyu Nyatakan Siap Dedikasikan Diri sebagai Presma Unsyiah 2019

Wahyu Nyatakan Siap Dedikasikan Diri sebagai Presma Unsyiah 2019 (Foto : Ayu/Perspektif)

Darussalam – Pemilihan Raya merupakan Pesta Demokrasinya Mahasiswa setiap Univesitas yang ditunggu-tunggu di penghujung tahun.

Tak ketinggalan Unsyiah pun turut merayakannya. Berbagai nama pun andil dalam mewarnai pesta demokrasi mahasiswa terbesar di unsyiah ini.

Wahyu Rezky Annas merupakan salah satu nya, di usung oleh Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Ekonomi, Mahasiswa S1 Manajemen angkatan 2015 FEB ini, ikut mendaftarkan diri sebagai Presma Universitas Syiah Kuala.

Selain aktif di Akademik, wahyu juga merupakan mahasiswa yang aktif berorganisasi, ia pernah menjabat sebagai Sekbid Kesma (2016), Kabid Hual IMPKL (2017-2019), Anggota Komisi C DPMU Unsyiah 2017, dan Ketua MPM Unsyiah (2017).

Dalam pandangan nya, banyak Mahasiswa Unsyiah yang sudah tidak memiliki minat ‘mengetahui keadaan rumahnya’, atau yang biasa kita sebut ‘Mahasiswa Apatis’ dan tidak ada lagi niat tawar kepada para birokrat kampus dalam memperjuangkan hak-hak mahasiswa.

“BEM Unsyiah harus menjadi milik bersama, dan bisa bersinergi dengan 12 Fakultas lainnya agar terciptanya kondisi kampus sesuai dengan fitrah perguruan tinggi negeri.” Tutur Wahyu.

Menurutnya , kondisi mahasiswa di kampus Unsyiah saat ini sedang tidak baik-baik saja, banyak permasalahan yang muncul baik mengenai Transparansi Anggaran, Intervensi Biokrasi Kampus dan masih banyak lagi, dan point penting tujuannya  adalah banyaknya Pelayanan Kampus yang tidak mendukung aktifitas Mahasiswanya.

Kini, Wahyu Rezky Annas siap mencalonkan diri sebagai calon Ketua BEM Universitas Syiah  Kuala didampingi Wakilnya, Mohammad Assad yang berasal dari Fakultas Hukum.

Terlepas itu, Wahyu dan Assad mengharapkan Pemira tahun ini dapat berjalan dengan aman, damai dan pastinya saling menghargai perbedaan satu sama lain.

“Kami juga mengajak kepada seluruh mahasiswa Unsyiah untuk memilih pada hari pencoblosan. Karena partisipasi politik sangat mempengaruhi Iklim demokrasi dan demi pelaksanaan pemerintah BEM Unsyiah kedepan.” Tutup calon Ketua BEM Unsyiah nomor urut 2 tersebut. (Van-Nur)

Rais Daftarkan Diri di Detik Terakhir Pencalonan 

 

 

Rais Daftarkan Diri di Detik Terakhir Pencalonan (Adina Felyanda/Perspektif)

Darussalam- Setelah berakhirnya pesta demokrasi yang diselenggarakan dua hari yang lalu, kini waktunya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah menentukan siapa yang lebih pantas untuk menjadi pemimpin mahasiswa setahun mendatang. Hingga saat ini pembicaraan mengenai penerus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Unsyiah tahun 2018 masih sangat hangat diperbincangkan oleh kalangan mahasiswa ekonomi.

Sore tadi salah satu kandidat ketua BEM FEB Unsyiah, Rais Mukhayar telah menyerahkan berkas kepada DPM didampingi oleh beberapa ketua lembaga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). “Untuk Visi dan Misi yang lebih konkritnya masih dibicarakan. Namun dari saya pribadi, saya  ingin mewujudkan BEM yang dapat mendengar aspirasi mahasiswa yakni responsif, aktif, inovatif, demokratif, dan solutif.” Ujarnya ketika ditanyai tentang visi dan misi menjadi ketua BEM FEB Unsyiah.

Saat ditemui selain mengungkapkan visi dan misinya Rais juga mengungkapkan bahwa ketika nantinya terpilih menjadi ketua BEM FEB ia akan mencoba untuk membangun Fakultas Ekonomi menjadi kampus yang digemari dan dikenal seperti dahulu. Mengembalikan suasana ramai yang menjadi ciri khas kampus kuning. Salah satu strategi untuk mencapainya ialah dengan meningkatkan kreatifitas dan motivasi agar mahasiswa ekonomi kembali aktif dalam berorganisasi.

“Saya rasa tidak ada yang perlu diperbaiki dari BEM tahun lalu, dari tahun ke tahun baik.” Ujar Rais tentang Kepengurusan BEM tahun lalu. “Namun tentu saja, setiap tahunnya kita akan mencoba menjadi lebih baik lagi.” Sambungnya.

Namun untuk saat ini belum adanya tanda-tanda kandidat lain yang akan menyerahkan berkas. Atas tidak adanya calon kandidat lain patut dipertanyakan dan juga pastinya menjadi pertanyaan besar dikalangan mahasiswa ekonomi.

Apakah untuk kesekian kalinya Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB akan melalui jalur aklamasi lagi atau tidak?. (Sul)

PEMIRA di FEB Berlangsung Kondusif

PEMIRA di FEB Berlangsung Kondusif (Ghrina Zikran/Perspektif)

Darussalam- Masih dalam suasana demokrasi selasa 19 Desember 2017 Komisi Pemilihan Raya (KPR) Unsyiah serentak mengadakan pemilihan ketua BEM dan DPM untuk tingkat universitas. Ajang perhelatan demokrasi terbesar untuk tingkat mahasiswa ini dilakukan di 12 Fakultas diantaranya.  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam keluarga besar kampus kuning begitu antusias menyalurkan hak suaranya dalam Pemira ditahun 2017.

Teruntuk fakultas ekonomi sendiri pemira berlangsung sejak pukul 09.00 sampai 15.00 WIB. “Sepanjang ini, pemira di FEB Unsyiah berjalan lancar dengan pengawasan dari pihak KPPS. Walaupun ada sedikit kendala mengenai saksi yang terlambat dan beberapa miskomunikasi antara panitia KPR dan WD III mengenai jam dimulainya kembali pemira usai ishoma.”  Ujar yohanes selaku ketua KPPS FEB

Pemira dilaksanakan di aula FEB dan difasilitasi tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dimana di setiap TPS dibagi kedalam beberapa program studi. TPS 1 untuk mahasiswa program studi S1 Akuntansi dan S1 Ekonomi Pembangunan, TPS 2 untuk mahasiswa program studi S1 Manajemen, S1 Ekonomi Islam, dan D3 manajemen pemasaran, sedangkan TPS 3 untuk program studi D3 perbankan, D3 perpajakan, D3 kesekretariatan, dan D3 akuntansi. Hal tersebut diyakini oleh panitia dapat mendukung kestabilan selama acara berlangsung dan membantu mahasiswa agar tidak kebingungan ketika hendak melakukan pemilihan.

Terlepas dari serangkaian kegiatan pemira ada terbesit secercah kekecewaan dimana kurangnya keikut sertaan dan antusiasme mahasiswa Ekonomi. Hal ini dibuktikan dengan mahasiswa yang ikut andil mayoritasnya berasal dari mahasiswa tahun 2017 sedangkan dari mahasiswa letting diatas 2017 kurang berpastisipasi dalam permira kali ini. Padahal sebagaimana kita ketahui baik tidaknya hasil setahun mendatang dimulai pada hari ini.

Diakhir pertemuan yohanes menambahkan untuk kedepannya semua panitia yang bertugas menjalankan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab dan menghindari adanya masalah miskomunikasi agar pemira selanjutnya dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Siapapun yang nantinya akan terpilih dan menyandang gelar sebagai pemimpin mahasiswa diharapkan agar dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan menuju arah yang lebih baik. Dapat membawa perubahan untuk kampus kebanggaan rakyat aceh serta bertanggung jawab penuh atas jabatan yang telah disandangnya. (Mev,Zla)

PEMIRA Unsyiah, Demi Masa Depan Bersama

PEMIRA Unsyiah, Demi Masa Depan Bersama (Abu/Perspektif)

Kampus memang tak hanya jadi tempat generasi muda menimba ilmu dan membangun karakter. Kampus juga menjadi tempat mahasiswa mengenal dan belajar tentang demokrasi. Idealisme yang lebih tinggi bahkan menegaskan bahwa kampus merupakan arena memupuk jiwa kepemimpinan menyemai calon-calon pemimpin baru masa depan. Namun di masa-masa regenerasi seperti ini biasanya penuh dengan propaganda politik.

Pemilihan Raya Mahasiswa atau yang populer dengan sebutan PEMIRA adalah ajang perhelatan yang digelar setiap tahunnya merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan mahasiswa yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur. PEMIRA ini pula menjadi ajang pertarungan idealisme yang dikemas seperti halnya PEMILU di Indonesia. Lewat PEMIRA, pemimpin mahasiswa dipilih.

Seperti halnya di Universitas Syiah Kuala esok hari tanggal 19 Desember 2017 ajang perhelatan terbesar untuk lingkup mahasiswa diselenggarakan. Besok mahasiswa dari berbagai fakultas yang berada dibawah payung Universitas Syiah Kuala akan menentukan siapa ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan DPM (Depan Perwakilan Mahasiwa) yang layak untuk membawa citra dan eksitensi yang lebih baik setahun mendatang.

Proses pemungutan suara dilakukan dimasing-masing Tempat Pemilihan Suara (TPS) yang tersebar disetiap fakultas. Mahasiswa yang dikategorikan sebagai pemilih dalam Pemira adalah mahasiswa yang terdaftar aktif. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kartu identitas mahasiswa yang masih berlaku.

Kali ini ada 5 calon kandidat Ketua BEM Unsyiah yang akan memperebutkan kursi nomor satu dalam kelembagaan mahasiswa unsyiah. Diantaranya Ikhsan dari FKIP, Sakti Arya Duta dari FKP, M.Rijalul Fakhri dari FKEP, Muhammad Yasir dari FT, dan Agam Rizky dari FP. Namun hal ini sangat disayangkan karena tidak ada calon Ketua BEM Unsyiah yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Sedangkan untuk DPMU sendiri fakultas ekonomi mengusung 5 kandidat diantaranya  Armi Karmila, Agusriadi, Ainal Fadilla S.Y, Rifqi Ubai Sultan, dan Muhammad Zuddi.

Namun ada kegelisahan dibalik semua itu. Terutama untuk keluarga besar mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis. Disaat fakultas lain sedang sibuk melalukan Pemira serentak untuk memilih Ketua BEM Unsyiah, DPM Unsyiah, BEM dan DPM fakultas masing masing.  Komisi Pemilihan Raya (KPR) baru saja membuka pendaftaran dari tanggal 18-20 desember 2017 untuk para calon ketua lembaga eksekutif. Atas keterlambatan tersebut masih menjadi pertanyaan besar. Hal apa yang menjadi dasar bahwa sanya Pemira FEB tidak dilakukan sekaligus.

Terlepas dari hal tersebut Pemira merupakan sebuah wahana bagi mahasiswa khususnya Universitas Syiah Kuala dalam menggunakan hak suaranya untuk memilih siapa yang dianggapnya layak dan pantas untuk membawa nama “Unsyiah” berlayar di lautan lepas. Lantas, Pemira kali ini masih ada yang ingin Golput?. Bukankah peran mahasiswa itu sendiri sebagai Agent of change  yang  diharapkan dapat membawa perubahan. Jangan mau berdiam diri untuk tidak menyuarakan suara demokrasi, karena hari ini merupakan cerminan untuk setahun mendatang.

Golput bukanlah solusi yang tepat. Ayo sama sama menyuarakan hak Demokrasi. Salam Mahasiswa! (KZ)

KBM FEB Tegaskan Netral Dalam PEMIRA 2017

 

KBM FEB Tegaskan Netral Dalam PEMIRA 2017 (Jauhar/Perspektif)

Darussalam – Menutup akhir 2017, Unsyiah akan menyelenggarakan ajang pesta demokrasi bertajuk Pemilihan Raya (PEMIRA).  PEMIRA merupakan sebuah ajang praktik demokrasi mahasiswa, dan dalam hal ini mahasiswa dituntut untuk memaknai arti demokrasi yang sesungguhnya dan juga melaksanakannya dan juga merupakan perwujudan demokrasi yang seutuhnya “dari mahasiswa, oleh mahasiswa, dan untuk mahasiswa”.

Dalam ajang demokrasi tahunan kali ini, pihak Komisi Pemilihan Raya (KPR) Unsyiah menetapkan 5 calon yang akan maju dalam PEMIRA kali ini. Kelima calon tersebut adalah Ikhsan (FKIP),  Sakti arya dika(FKP), M Rizatul Fakhri (FKEP), Muhammad Yasir (Teknik) dan  Agam Rizky (FP).

Ditemui dalam Rapat Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Ekonomi, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB, Nasrul Anas menyatakan bahwa  KBM Ekonomi akan mendukung penuh pelaksanaan PEMIRA Unsyiah 2017.

Ia juga menyatakan bahwa Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah mempersilahkan setiap calon untuk melakukan kampanye dan juga pemasangan atribut di lingkungan FEB, asal tidak merusak fasilitas dan mengganggu ketertiban lingkungan kampus .

“Namun dalam hal ini, Saya menegaskan bahwa Pihak Ormawa selaku mewakili KBM Ekonomi tidak akan melakukan penyambutan terhadap Calon manapun” jelas Anas

Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk penegasan bahwa KBM FEB tidak melakukan keberpihakan terhadap salah satu Calon ketua BEM Unsyiah kedepannya.

“KBM ekonomi menyatakan tidak akan mendukung siapapun yang menjadi calon ketua BEM Unsyiah kedepannnya, Bukan berarti Golput, tetapi tidak akan menggiring massa dan tidak adanya bentuk dukungan apapun terhadap salah satu calon, tetapi kita tetap mendukung sepenuhnya Pemira Unysiah” Ujarnya.

Seperti yang di ketahui, PEMIRA Unsyiah 2017 akan di laksanakan pada Selasa, 19 desember 2017. Dengan waktu yang semakin dekat maka tensi dan gejolak politik mahasiswa akan semakin memanas. Ajang kampanye dan pengenalan calon juga disemarakkan oleh tim pemenangan tiap calon Presiden Mahasiswa di Kampus kebanggaan masyarakat Aceh ini.

Anas juga menambahkan bahwa tujuan diturunkannya pernyataan sikap dari KBM Ekonomi ini adalah untuk menghindari isu- isu yang beredar bahwa KBM Ekonomi mendukung dan berpihak kepada salah satu calon dalam permira Unsyiah 2017 ini (HT)

Pemira 2016, Faisyal Jawara di Ekonomi

Pemira 2016 di Fakultas Ekonomi berjalan lancar (Ilo/Perspektif)

Pemira 2016 di Fakultas Ekonomi berjalan lancar (Ilo/Perspektif)

Darussalam – Pesta demokrasi tahunan mahasiswa yang dilaksanakan untuk memilih ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Unsyiah berhasil dilaksanakan kemarin (15/12). Pemira tahun 2016 ini berjalan lancar dan disambut antusiasme yang tinggi dari mahasiswa di seluruh Fakultas yang ada di Unsyiah.

Di Fakultas Ekonomi, Pemira tahun ini dilaksanakan untuk memilih Ketua BEM yang baru, baik untuk Fakultas Ekonomi maupun Unsyiah. Tempat Pemungutan Suara (TPS) Fakultas Ekonomi yang berada di Aula Fakultas Ekonomi mengalami sedikit keterlambatan dalam dibukanya TPS.

Hal ini disebabkan oleh keterlambatan distribusi surat suara dari pihak Komisi Pemilihan Raya (KPR) Unsyiah, TPS Ekonomi yang dijadwalkan buka 8.30 baru bisa dibuka puluk 9.30 akibat keterlambatan dari KPR Unsyiah.
Tercatat ada 3.165 mahasiswa Unsyiah yang terdaftar sebagai pemilih dalam Pemira 2016 dan terbagi dalam 2 TPS. Setiap TPS terpantau aman dan penuh penjagaan dari pihak paitia Pemira 2016.

Pemilihan BEM Fakultas Ekonomi yang hanya terdapat 1 calon mengakibatkan pihak KPR FEB harus tetap melaksanakan pemilihan. “Untuk BEM Fakultas Ekonomi tetap diadakan Pemira, hal ini harus dilakukan mengikuti instruksi dari Wakil Dekan 3 FEB yang tidak mau mengangkat ketua BEM baru secara Aklamasi” jelas ketua KPR FEB, Ferdy Joely.

Hal ini membuat KPR FEB tetap mencetak surat suara dengan format setuju/tidak setuju. Hingga akhir pemilihan suara, dipastikan calon tunggal BEM FEB, Nazrul Anas terpilih sebagai Ketua BEM Fakultas Ekonomi dengan perolehan 1057 suara dari 1351 suara pemilih.

Untuk Pemilihan Ketua BEM Unsyiah, Calon nomor urut 2, Rachmad Faisyal (FT) berhasil memenangkan suara di Fakultas Ekonomi dengan perolehan 982 Suara, mengalahkan 2 pesaing lainnya, Fathur Hadyan (FKIP) 268 Suara dan Raja Muda Cik (FEB) 101 suara.

Kemenangan Faisyal sendiri memang telah di prediksi oleh Mahasiswa Ekonomi debat kandidat calon ketua BEM Unsyiah “Saya memang sudah yakin dari awal kalo bang Faisyal menang, soalnya beliau calon yang paling kompeten dibandingkan yang lain” sebut mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.

Terhitung hingga pukul 18.00 kemarin (15/12) Rachmad Faisyal juga berhasil memenangkan suara di 5 Fakultas di Unsyiah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Fakultas Teknik. Hingga quick count ditutup, Faisyal berhasil meraih 6509 suara, mengalahkan pesaingnya, Fathur Hadyan (4367 Suara) dan Raja Muda Cik (421 Suara).

Persaingan suara pada quick count kemarin sempat memanas di pukul 17.45 WIB, dimana Fathur Hadyan dan Rachmad Faisyal hanya terpaut 0.52% Suara. Namun hingga quick count ditutup pukul 18.00, Rachmad Faisyal berhasil memenangkan cuick count Pemira 2016. (Jo, Ilo)

Wakil Rektor III tutup rangkaian Unsyiah Fair XI

Penutupan Unsyiah Fair XI Oleh Wakil Dekan III, Ketua BEM Unsyiah, dan Ketua Panitia (Jauhar/Perspektif)

Penutupan Unsyiah Fair XI Oleh Wakil Dekan III, Ketua BEM Unsyiah, dan Ketua Panitia (Jauhar/Perspektif)

Darussalam – Rangkaian Acara tahunan Unsyiah Fair XI resmi di tutup sabtu malam (12/11). Unsyiah Fair yang merupakan acara puncak BEM Unsyiah dibawah naungan kabinet Aksi 2016 mengangkat tema “satu aksi, satu karya”. Acara penutupan Unsyiah fair XI berlangsung meriah dengan menghadirkan beberapa penampilan seni band, tarian dan musik etnik.

Acara Penutupan Unsyiah Fair XI ini juga dihadiri oleh Kapolda Acah, Pangdam Iskandar Muda. Antusiasme yang tinggi juga membuat pengunjung yang didominasi oleh mahasiswa memadati gedung AAC hingga melebihi kapasitas. Ketua Panitia Unsyiah Fair XI, Raja Cik Muhammad mengapresiasi antusiasme pengunjung yang hadir di malam penutupan Unsyiah fair XI.

Salah satu penampilan seni pada penutupan acar Unsyiah Fair XI (Jauhar/Perspektif)

Salah satu penampilan seni pada penutupan acar Unsyiah Fair XI (Jauhar/Perspektif)

Ketua BEM Unsyiah juga menyampaikan bahwa Acara Unsyiah Fair XI berlangsung sukses dan meriah. Acara yang menghabiskan dana 1,2 Milyar ini berfokus pada peningkatan semangat inovasi dan wirausaha bagi mahasiswa Unsyiah. “Saya mengapresiasi penuh kinerja kawan-kawan panitia yang mencapai 1027 orang ini yang sama-sama bekerja keras dalam menyukseskan Acara. Ini bukti nyata bahwa kita berhasil menjalankan project 1 Aksi, 1 Karya” ucap Mahasiswa Fakultas Hukum ini.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Rektor III Unsyiah juga menyampaikan bahwa Mahasiswa Unsyiah memiliki peran yang kuat dalam tercapainya mimpi Unsyiah untuk menjadi salah satu Universitas ber-Akreditasi A. “Mahasiswa punya peran yang kuat dalam proses tercapainya Akreditasi A untuk Unsyiah. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa yang telah menyukseskan Acara Milad Unsyiah ke 55 hingga hari ini di penutupan Unsyiah Fair XI malam ini” Ujarnya.

Acara Unsyiah Fair XI juga ditutup oleh Wakil Rektor III, Ketua BEM Unsyiah, Ketua Panitia dan Perwakilan Mahasiswa dengan menutup logo Unsyiah Fair secara simbolis dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. (Jo)