Pak PLT Gubernur, Mahasiswa Rindu Kehadiranmu

Pak PLT Gubernur, Mahasiswa Rindu Kehadiranmu (foto:Auzan/Perspektif)

Banda Aceh – Mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat kembali datang berunjuk rasa di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (11/4). Aksi ini adalah aksi di hari ketiga secara berturut-turut. Mereka melakukan unjuk rasa untuk bertemu dengan Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah guna menolak izin tambang PT Emas Mineral Murni (PT EMM). Namun memasuki hari ketiga, tuntutan belum juga dikabulkan.

Pada hari pertama aksi, massa tidak berhasil menemui Nova Iriansyah karena berada di Takengon, Aceh Tengah untuk menghadiri acara peresmian Gardu Induk PLN Bersama Menteri ESDM, Ignasius Jonan. Kemudian, pada hari kedua aksi (10/4), ribuan mahasiswa kembali menduduki Kantor Gubernur Aceh, namun Nova juga tak kunjung hadir karena berada di Hotel Hermes Banda Aceh untuk membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemerintah Aceh 2020.

Sorak peserta aksi makin menjadi, penantian mereka untuk menjumpai orang nomor 1 di Aceh saat ini tak kunjung kesampaian. Lantas bagaimana dengan hari ini? Akankah ia bernyali untuk menjumpai pendemo yang sudah tiga hari menanam rindu untuk bertemu dengannya? Apakah ia mau menampung semua keluh kesah mahasiswa dan masyarakat?

Sepanjang dua hari aksi unjuk rasa yang diikuti ribuan mahasiswa dan masyarakat tersebut, tak sedikitpun terlihat itikad baik dari Nova untuk turun langsung menemui para pendemo. Walaupun Humas Pemerintah Aceh telah mengunggah video pernyataan terhadap masalah izin PT EMM. Menurut Nova, izin bukan dikeluarkan oleh Pemerintah Aceh. Alhasil, kekecewaan pun dilampiaskan dengan merusak fasilitas dalam area Kantor Gubernur.

Mulai dari ruas pagar yang sudah tercopot dari tempatnya, vas bunga yang rusak, hingga pavin block  yang disulap menjadi ‘kuburan untuk Nova’. Kini, tulisan “Kantor Gubernur” pun berubah menjadi “Kantor di Segel” oleh mahasiswa yang bertahan hingga pagi hari.

Seperti yang kita ketahui jarang sekali mahasiswa dan berbagai kalangan masyarakat aceh turun ke jalan untuk berdemo. Apalagi dalam skala besar seperti ini, jika memang taka da hal pelik yang harus di atasi.

Di hari ketiga, aksi masih terus berlanjut. Massa terus berdatangan dari berbagai kampus di luar Banda Aceh.  Mereka masih menutut pertanyaan yang sama, Bernyalikah Nova Iriansyah menjumpai aksi, mendengar tuntutan massa pendemo dan mencabut izin tambang di Tanah Syuhada? Kita lihat saja!

 

Penulis adalah Hasan Basri, Pemimpin Umum LPM Perspektif FEB Unsyiah

HISO 2019; Solid dalam Bingkai Olahraga!

Foto Kegiatan Hiso

Darusalam – Himpunan Mahasiswa Akuntansi (Himaka) FEB Unsyiah kembali menggelar Himaka Sport Olympic (HISO) di tahun 2019 ini. HISO merupakan Turnamen Multi-Olahraga Tahunan yang digelar Himaka sebagai ajang turnamen olahraga internal yang mempertemukan seluruh mahasiswa Jurusan Akuntansi dan Perpajakan dari berbagai angkatan. HISO 2019 kali ini merupakan perhelatan ke-20 kalinya. Ada enam cabang olahraga yang dipertandingkan yaitu Sepak bola, futsal, bulu tangkis, basket, volley, dan tarik tambang. HISO 2019 sendiri akan berlangsung dari tanggal 23 Maret hingga 14 April 2019.

Pembukaan HISO 2019 diadakan di Embassy Futsal, Lamgugob, 23 Maret 2019. Acara dimulai sejak pukul 09.30 WIB dan menghadirkan Walikota Banda Aceh bapak Aminullah Usman, S.E., Ak., M.M yang turut membuka turnamen HISO 2019, dengan melakukan penendangan bola yang secara simbolis membuka turnamen HISO 2019. Turut hadir pula perwakilan dari DPM FEB, BEM FEB, serta HMJ yang ada di lingkungan FEB Unsyiah.

Acara pembukaan diadakan secara meriah dan dihadiri sekitar lebih dari 50 orang. Zahrul Fuadi selaku ketua panitia menyampaikan, “Alhamdulillah antusiasme peserta dan supporter lebih dari yang kita harapkan, Semoga hal ini terus terjaga hingga penutupan, sehingga HISO 2019 ini bias sukses.”

Setelah pembukaan, kegiatan langsung dilanjutkan dengan pertandingan dari Cabor Futsal. Pertandingan pertama tersebut mempertemukan DEA 2016 melawan EKA 2017 A dan dimenangkan DEA 2016 dengan skor 3-0. Total ada 11 pertandingan Cabor Futsal di hari pertama HISO 2019.

“Semoga dengan terselenggaranya HISO ke 20 tahun ini, tali silaturahmi antara S1 Akuntansi, D3 Akuntansi, serta D3 Perpajakan tetap terjaga.” tutup Zahrul Fuadi. (Abi Rafdi / Himaka). (Abi)

Banjir di Papua, KBM FEB Lakukan Aksi Sosial

KBM FEB Unsyiah selenggarakan aksi sosial galang dana di Simpang Lima (foto : Nur)

Darussalam–  Kabar duka datang dari Papua, tepatnya di Sentani Jayapura yang dilanda bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menewaskan  112 orang dan 94 orang hilang, Menyikapi hal ini, Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) FEB Unsyiah ikut menggelar aksi sosial galang dana. Aksi ini nantinya akan diselenggarakan selama 6 hari, yakni mulai dari tanggal 22 s/d 27 Maret 2019, dan berlangsung di 2 tempat. 3 hari bertempat di lampu merah Simpang Lima dan 3 hari di kelas FEB Unsyiah, yang akan dikoordinir oleh setiap himpunan masing-masing.

Sama dengan aksi sebelumnya, kegiatan ini akan dimeriahkan oleh UKM BESTEK yang turut membawakan beberapa musik di pinggir jalan dan merupakan salah satu konsep aksi sosial dari KBM FEB. Hampir seluruh ORMAWA yang ada di FEB berpartisipasi dan ikut menyelenggarakan aksi ini.

“Tak hanya bantuan uang tunai, kami juga menerima sumbangan berupa pakaian,” kata Alam Mufid sebagai wakil ketua BEM FEB 2019. Hasil sumbangan langsung diserahkan kepada BPBA (Badan Penanggulangan Bencana Aceh) yang langsung tertuju kepada korban bencana.

Kali ini, KBM FEB berharap warga berantusias terhadap aksi ini,  dan berharapan agar bantuan ini, nantinya dapat membantu saudara-saudara yang dilanda musibah di Papua. (Nur)

Bingung Lapor SPT melalui e-Filling? Kini Tax Center Hadir di Prodi Perpajakan

 

Para Wajib Pajak melakukan Registrasi di Tax Center Prodi DIII Perpajakan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Unsyiah (Kamis, 21/03)

Darussalam– Nyatanya, segala inovasi terus berkembang di negara milenial ini buat segala kecanggihan terus  bergerak dalam lingkup masyarakat maupun kampus. Sama seperti halnya yang dijalankan oleh prodi Perpajakan FEB Unsyiah yang kini miliki Tax Center yang berada langsung di dalam Gedung prodi perpajakan.  Terhitung sejak Rabu (20/03) kemarin tempat tersebut  ramai dikunjungi para WP  (Wajib Pajak) dari berbagai kalangan, mulai dari dosen FEB, dosen Unsyiah, Mahasiswa/i dari berbagai Fakultas, hingga masyarakat umum yang ingin menuntaskan kewajiban pajak sebelum masa SPT tahunannya berakhir.

Bedanya lagi, tahun lalu Tax Center ini hanya dibuka untuk para Wajib Pajak (WP) dilingkup Unsyiah saja, namun tidak dengan tahun ini yang bekerja sama langsung dengan Direktor Jendral Pajak (DJP).  Pojok-pojok tempat pembayaran pajak pun banyak tersebar disekitaran Banda Aceh sampai ke Aceh Besar, sehingga mahasiswa yang dibutuhkan sebagai relawan pajak pun makin banyak. Tercatat tahun ini 51 mahasiswa dari berbagai jurusan menjadi tenaga asistensi, yang tentunya sudah disaring dan melewati tes leveling.

Dr. Nuraini A, S.E., M.Si., Ak., CA  selaku ketua Prodi D3 Perpajakan juga mengharapkan penuh atas adanya Tax center ini. “Harapannya mahasiswa dapat meningkatkan kompetensi praktis dalam perpajakan sehingga mereka sudah tau bagaimana memberikan asistensi untuk penyampaian SPT melalui E-filling” Pungkasnya.

Sudah sepatutnya warga Indonesia wajib menyampaikan dan melaporkan SPT melalui e-Filling agar inovasi yang sudah dibangun dapat terealisasikan dengan seefektif dan efesien mungkin. Untuk itu, silahkan luangkan waktu anda untuk  datang ke Tax center FEB Unsyiah karena hanya dibuka selama 3 hari terhitung mulai 20 s.d 22 maret 2019. Wajib pajak harus sadar pajak. (lut)

Ruang (Ny)aman : Teror di Ruang Kerja

Darussalam – Istilah pelecehan seksual saat kini kian berbunga mekar, dengan sodoran berita pelik pelecehan pada mahasiswi salah satu Universitas percontohan yang berakhir damai. Lembar hitam akan tercetak dalam  kehidupan para korban pelecehan seksual, komentar dan bisik-bisik berbau seksual pastinya menghujani tiap garis pertahanan mereka.

Pelecehan seksual (Sexual Harrasment) sejatinya merupakan segala tindakan bermuatan seksual yang tak diinginkan. Perbuatan ini dapat membuat korban merasa tersinggung, dipermalukan, dan terintimidasi sehingga memengaruhi kondisi psikisnya.

Lingkungan kerja menjadi salah satu tempat yang rawan atas pelecehan seksual. Pelecehan seksual di tempat kerja masih menjadi masalah yang tak terpecahkan khususnya di Indonesia karena kebanyakan perusahaan tidak memiliki mekanisme yang jelas untuk menyelesaikan isu tersebut. Relasi kuasa yang timpang antara korban dan pelaku menjadi salah satu pemicu timbulnya pelecehan seksual di tempat kerja.

Hasil penelitian Perempuan Mahardhika menemukan bahwa 56,5 persen dari 773 buruh perempuan di Indonesia menjadi korban pelecehan seksual. (Sumber : survey cosmopolitan dan perempuan Mahardika). Tapi ini jelas tak mencakup pekerja kerah putih yang kasusnya amat mungkin tak sedikit.

Pelecehan seksual dapat terjadi kepada siapa saja, tanpa memandang gender. Namun, menurut penelitian yang dilakukan TUC, pusat serikat pekerja di Inggris, perempuan menempati urutan utama sebagai korban pelecehan seksual di tempat kerja dibanding laki-laki.

Masyarakat umum kerap belum paham sepenuhnya soal bentuk-bentuk pelecehan seksual di tempat kerja. Padahal, perilaku sesimpel siulan atau komentar bermuatan seksual pun sebenarnya dapat menjadi bentuk pelecehan seksual. Namun banyak orang menoleransi tindakan-tindakan tersebut, karena tak semua orang punya pandangan serupa atasnya. Ini jugalah yang menyebabkan batas kategori pelecehan seksual di lingkungan kerja menjadi kabur.

Pelaku pelecehan seksual juga dapat digugat melalui Pasal 285 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Instrumen hukum paling mutakhir adalah Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor SE.03/MEN/ IV/2011 tentang Pedoman Pencegahan Pelecehan Seksual di Tempat Kerja.

Jadi sesungguhnya, dasar dan payung hukum terkait pelecehan seksual di tempat kerja, telah tersedia dalam ranah hukum Indonesia.

“Pelecehan seksual biasanya susah untuk diproses. Paling nice penanganannya ya kayak mediasi gitu. Pakai aturan di kantor seperti ada pemberhentian permanen, dan skors atau pemberhentian sementara. Umumnya gitu sih” kata salah satu narasumber anonim.

Dalam merespon pelecehan seksual, mayoritas korban cenderung berusaha menghindari situasi kerja tertentu yang kadang terjebak dengan kondisi finansial. Selain itu, juga terdapat pola dampak psikologis yang dialami korban pelecehan seksual di tempat kerja, seperti rasa tidak percaya diri hingga depresi.

Upaya penanganan kasus pelecehan seksual di lingkungan kerja Indonesia tak lepas dari pemahaman masyarakat akan kesetaraan gender, dan sikap atasan di perusahaan terkait. Mereka yang menjadi korban, tak mesti menanggung segala beban sendiri. Mana ruang (Ny)aman untuk mereka (pekerja perempuan), bukannya kita pernah sepakat atau malah tidak pernah? (Nanda)

Ada Apa dengan Akuntansi Keuangan?

 

Foto : Vanna

Darussalam – Setelah lulus sekolah menengah atas ataupun setingkatnya, selanjutnya setiap orang akan dipusingkan dengan memilih jurusan saat akan masuk ke perguruan tinggi. Ternyata tak hanya sampai disitu, bahkan setelah menentukan jurusan yang ingin dipilih pun, seseorang akan dipusingkan kembali karena harus memilih konsentrasi atau pemusatan jurusan yang akan ia ambil.

Seperti halnya Program Studi  Akuntansi FEB Unsyiah, yang mempunyai lima konsentrasi antara lain ialah Akuntansi Keuangan, Akuntansi Sektor Publik, Akuntansi Manajemen, Akuntansi Syariah dan konsentrasi Sistem Informasi dan Teknologi Informasi. Dari kelima Konsentrasi tersebut nantinya Mahasiswa (i) S1 jurusan Akuntansi harus memilih salah satu  dari lima konsentrasi yang telah disediakan

Namun terdapat satu tanda tanya besar terkait dengan salah satu konsentrasi jurusan akuntansi yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu konsentrasi Akuntansi Keuangan. Pasalnya tidak banyak mahasswa yang memilih konsentrasi ini,. Mahasiswa Akuntansi lebih memilih konsentrasi lainnya dibanding memilih konsentrasi Akuntansi Keuangan ini.

Berdasarkan informasi dari salah seorang dosen Prodi Akuntansi FEB Unsyiah menyebutkan, bahwa mahasiswa S1 Akuntansi yang mengambil konsentrasi Akuntansi Keuangan pada suatu tahun hanya mencapai lima orang mahasiswa saja. Mengapa demikian?

Ketika ditanyakan mengenai hal ini, Mahasiswa Akuntansi yang berasal dari semester enam dan delapan yang akan, sedang ataupun telah mengambil mata kuliah konsentrasi, menuturkan alasan mereka mengapa Mata kuliah tersebut bukan menjadi pilihan dalam konsentrasinya karena kurangnya minat dan kompetensi di bidang tersebut.

Apabila mengambil konsentrasi Akuntansi Keuangan, mata kuliah yang akan diambil antara lain Standar Akuntansi Keuangan, Tata Kelola Perusahaan, serta Akuntansi Forensik dan Audit Investigasi. Mata kuliah ini nantinya akan lebih banyak mempelajari pencatatan laporan keuangan yang sesuai dengan SAK (Standar Akuntansi Keuangan) dan Analisis keuangan.

Mereka menjelaskan bahwa mata kuliah akuntansi seperti Akuntansi Keuangan Menengah (Intermediate Accounting) dan Akuntansi Keuangan Lanjutan (Advance Accounting) saja dirasa cukup menyulitkan bagi mereka, bahkan ada mahasiswa harus sampai mengulang hanya untuk menyelesaikan mata kuliah ini. Oleh sebab itu mereka enggan mengambil matakuliah konsentrasi Akuntansi Keuangan.

Lain halnya dengan mahasiswa akuntansi reguler yang bebas menentukan sendiri matakuliah konsentrasi yang diingkinkannya, Mahasiswa IAP (International Accounting Program) sudah secara otomatis akan mengarah kepada konsentrasi Akuntansi Keuangan.

” Jumlah mahasiswa satu angkatan kami (Mahasiswa IAP) kan sedikit, sedangkan untuk dapat membuka kelas terdapat beberapa ketentuan seperti jumlah minimal mahasiswanya, dan mempertimbangkan dosen yang mengajar, apakah dosen tersebut mengajar di program internasional atau tidak. karena beberapa pertimbangan tadi akhirnya pihak jurusan memutuskan agar kami mengambil satu kelas konsentrasi yang sama yaitu konsentrasi Akuntansi Keuangan ” jelas Cut Nada Nabila, salah seorang Mahasiswi IAP.

Mahasiswi IAP semester Akhir ini kembali menjelaskan bahwa penetapan pengambilan konsentrasi Akuntansi Keuangan secara bersama ini bukan pertama kalinya ditetapkan oleh pihak jurusan, sebelumnya pada angkatan 2013 dan 2014 hal serupa juga diterapkan. Menurutnya juga tidak ada konsentrasi yang benar-benar sulit dan konsentrasi yang mudah, semua konsentrasi ada kemudahan dan kesulitannya masing-masing.

Maka dari itu, dalam menentukan suatu konsentrasi yang akan diambil kedepannya merupakan suatu hal yang membutuhkan pertimbangan yang besar. Untuk itu haruslah dipikirkan dengan matang, dan sesuai dengan kemampuan pada diri masing-masing. (Sal)

Angkatan 2016 FEB, Angkatan Yang Hilang?

 

Foto by Vannadisme

Darussalam – Kekecewaan dirasakan oleh mahasiwa angkatan 2016 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsyiah, “lagi”. Kekecewaan ini bermula ketika sebuah bukti mereka menjadi bagian dari sebuah universitas telat didapatkan, yaitu Almamater. Mereka sangat menyayangkan hal ini beberapa waktu lalu. Meskipun sudah dibagikan, Tetapi masih ada beberapa yang mahasiswa belum mendapatkannya. Sangat disayangkan, sejatinya Almamater adalah sebuah simbol penting bagi mahasiswa.

Tidak terlepas dari kata penting, kejadian ini terulang kembali bagi mahasiwa angkatan 2016. Mahasiswa 2016 belum menerima sertifikat PAKARMARU. PAKARMARU (Pembinaan Akademik dan Karakter Mahasiswa Baru) merupakan salah satu kegiatan menyambut mahasiswa baru Unsyiah yang dilaksanakan setiap tahunnya bersifat edukatif dan wajib bagi seluruh mahasiswa, dan menjadi salah satu syarat sidang.

Hal ini tentunya menjadi buah bibir bagi mahasiswa FEB saat ini,  terutama bagi mahasiswa yang belum mendapatkan sertifikat tersebut. Pertanyaan besar terus timbul, dikarenakan mahasiswa angkatan 2017 FEB sudah lebih dulu mendapatkan Sertifikat PAKARMARU tersebut, sama halnya yang terjadi pada masalah Almamater.  Seharusnya, mahasiswa angkatan 2016 terlebih dahulu yang menerima Sertifikat tersebut. Mengingat kegiatan ini  sudah terselenggara hampir 3 tahun lalu lamanya. Bak bait syair lagu Raisa “Apalah arti aku menunggu” angkatan 2016 FEB Unsyiah harus menunggu terus entah sampai kapan.

Terkait ketidakadilan didalam pembagian Sertifikat dan almamater tersebut, kabar berita terkait hal tersebut pun juga tidak terdengar di telinga para Mahasiswa hingga saat ini. Kelihatan sangat tidak adil bukan? Apakah alasan dibalik keterlambatan tersebut? Di mana posisi angkatan ini? Mahasiswa 2016 terus mempertayakan itu. Mahasiswa tidak mendapatkan kejelasan sedangkan angkatan dibawah mereka terus mengalami kemajuan dan terlebih dulu mendapatkan keduanya.

Fakta ini terus terjadi terhadap angkatan 2016, disamping kekecewaan yang muncul. Harapan masih terus diberikan oleh mereka,“ Saya merasa tidak ada kejelasan saja walaupun belum ada masalah. Kenapa semua telat? Almamater dan sertifikat. Harapan kami, semoga angkatan 2016 cepat mendapatkan hal tersebut dan dapat menimalisir keterlambatan,  minimal diberi kabar,” ungkap salah satu mahasiswa. (Jun/Rez)

UKM PA-LH METALIK Jajal Gunung Tertinggi Ke-3 di Aceh

Foto : Nurfadhillah

Darussalam-UKM PA-LH METALIK (Mahasiswa Ekonomi Pecinta Alam dan Lingkungan) melakukan pelepasan (16/02) untuk ekspedisi ke gunung Krung Sibubung Hulu yang berada di Aceh Selatan. Ini merupakan kali pertama pembukaan jalur menuju puncak gunung tersebut. Ekspedisi kali ini berlangsung kurang lebih selama lima belas hari mulai dari tanggal 15 Februari s.d 12 Maret 2019 dengan jarak tempuh 28.5 km dan 3383 MDPL yang di ikuti sebanyak 8 orang ( 3 anggota aktif dan 5 anggota tetap ).

Ekspedisi ini sendiri telah direncanakan sejak tahun 1989, namun baru terlaksana pada tahun 2019 dibawah kepemimpinan Rizqi Maulana sebagai ketua umum UKM PA-LH METALIK. Gunung ini merupakan salah satu gunung tertinggi di Aceh. Dengan melewati jalur Kuta Cane Desa Tanjong Baro Kecamatan Nurul Hasanah yang membutuhkan 13 hari untuk mendaki dan 3 hari untuk turun.

Ini merupakan salah satu proker (program kerja) terbesar yang telah direncanakan pada tahun ini.
Namun, ada dua proker lagi yang telah direncanakan tetapi masih di rahasiakan.

Perihal risiko, pihak panitia sudah meminimalisir dengan kesiapan mereka sebelum ekspedisi
berlangsung seperti latihan fisik yang diadakan selama 9 kali pertemuan, berbagai materi, logistik,
kesehatan (P3K) dan komunikasi menggunakan hp, satelit, HT, dan smartphone biasa.

“Dengan mendaki gunung ini, tak ada lagi gunung tertinggi di Aceh yang dapat kita didaki,” ungkap Rizqi Maulana, ketua umum UKM PA-LH METALIK. (Dil)

Inovasi Baru Unsyiah, Ciptakan Sistem Absensi Online

    Ilustrasi by Vanna

Darussalam– Mengawali semester baru tahun 2019, Unsyiah kini berinovasi pada sistem absensi Mahasiswa. Senin (04/02/19) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsyiah kini disibukkan dengan Sistem Absensi Online.  Penggunaan Sistem ini cukup mudah,  hanya dengan login pada laman simkuliah.unsyiah.ac.id melalui smartphone pribadi dan melakukan absensi sesuai dengan mata kuliah yang akan diikuti. Hal ini dilakukan setiap masuk dan berakhirnya kelas, sesuai dengan jadwal yang tertera.

Namun,  sistem ini masih mengalami beberapa kendala dalam penggunaannya, dapat dilihat dari  laman yang error saat hendak log in ke situs tersebut atau bahkan mata kuliah yang disajikan tidak sesuai dengan mata kuliah yang akan berlangsung yang berakibat tidak efesiennya sebuah sistem.

Berdasarkan informasi yang didapat dari salah satu Dosen FEB Unsyiah, sistem ini masih dalam tahap percobaan yang dilakukan di 3 Fakultas Unsyiah yaitu Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas MIPA, dan Fakultas Kedokteran.

Absensi online ini tentunya menjadi kejutan baru di awal perkuliahan semester genap ini, bahwasanya hal ini pertama kalinya terjadi dalam sistem perkulihan khususnya di lingkungan FEB Unsyiah. Tak heran jika masih banyak pihak yang belum sepenuhnya mengetahui tentang keberadaan dan penggunaan sistem absensi berbasis online ini.

Terlepas dari itu, hal ini tentunya selaras dengan pencapaian prestasi Unsyiah sendiri, dimana seperti yang kita ketahui Universitas Syiah Kuala berhasil masuk dalam kategori 10 Besar Ranking Universitas Di Indonesia dan menduduki posisi ke 9 versi IDN Times. Oleh karena itu, sudah sepantasnya kampus Unsyiah dapat terus meningkatkan kualitas infrastruktur dan teknologi ke arah yang lebih maju, salah satunya dengan menerapkan sistem absensi online. (AH)

Dekan Kukuhkan Aminullah sebagai Ketum Reuni Akbar dan HUT FEB Unsyiah Ke-60

Sumber : Humas Banda Aceh

Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh H. Aminullah Usman S.E.,Ak., M.M., resmi dikukuhkan sebagai ketua umum panitia pelaksana reuni akbar dan peringatan HUT Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsyiah di aula kampus setempat, Selasa (29/01/19).

Prosesi pelantikan dipimpin oleh Dekan FEB Unsyiah Prof. Dr. Nasir Aziz, S.E., M.B.A., yang dihadiri oleh sejumlah tokoh alumni FEB Unsyiah beserta jajaran civitas akademika.

Dalam sambutannya, Walikota Banda Aceh ini mengharapkan segenap panitia dan alumni agar berkontribusi untuk menyukseskan acara yang akan berlangsung pada 29 September 2019.

Beliau mengungkapkan, dalam acara yang mengusung tema “Saweu Kampus, Tabangun Nanggroe” ini nantinya akan menampilkan banyak kegiatan. “Nanti kita adakan seminar, expo atau bazar untuk ibu-ibu, job fair dan informasi beasiswa, olahraga, hingga funwalk juga ada untuk kebersamaan kita semua” ungkapnya.

“Bersama para alumni, kita juga berencana melaksanakan ziarah dan doa bersama di makam Tgk Syiah Kuala” ungkapnya lagi.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FEB Unsyiah Prof. Dr. Nasir Aziz, S.E., M.B.A.,  menambahkan agar seluruh alumni tetap menjaga kekompakan dan ukhuwah.

“Kita harapkan dengan terselenggaranya acara ini dapat memperkuat silaturrahmi antar alumni fakultas ekonomi dan bisnis, baik yang berada di dalam maupun luar negeri” ungkapnya.

(Sumber : HUMAS Banda Aceh)