Economic Student Market, akan Terealisasi Semester Depan

Economic Student Market, akan Terealisasi Semester Depan (Foto : Ayu/Perspektif)

Darussalam – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah memiliki beberapa kantin yang menjadi tempat tongkrongan bagi mahasiswa/i di sela-sela jadwal perkuliahan. Beberapa kantin itu tersebar di dua sisi fakultas ekonomi yakni pada Gedung EKP, bagian samping gedung KPMG dan bagian belakang gedung Student Center.

Namun beberapa waktu belakangan ini Kantin Pojok Ekonomi yang berposisi di bagian belakang gedung Student Center tampak terbengkalai. Tak ada kegiatan aktivitas yang tampak seperti beberapa waktu sebelumnya.

Sejak awal semester kemarin sudah ada wacana bahwa akan ada pembaharuan tentang kantin pojok ekonomi ini, yaitu “Economic Student Entrepreneur Market” Yang dipelopori oleh BEM FEB-Unsyiah dan UKM Inkubator serta di dukung penuh oleh pihak dekanan. Namun sampai saat ini rencana ini masih belum terealisasi.

Dijumpai Rabu (2/05/18) Rais, ketua BEM FEB Unsyiah mengakui memang sedang gempar dalam mewujudkan Economic Student Entrepreneur Market, yang mendapat dukungan penuh dari Dekanan yang mengharapkan agenda ini dapat menghidupkan kembali kantin belakang kesekretariatan mahasiswa yang sudah tidak terpakai dan tampak terbengkalai.

Namun untuk saat ini Rais mengatakan bahwa Ia dan pihak UKM Inkubator masih terkendala dalam pemilihan konsep apa yang nantinya akan diwujudkan di Economic Student Entrepreneur Market ini.

“Saat ini masih terkendala dikonsepnya, tapi dari pihak Inkubator sendiri sudah berusaha membicarakannya ke beberapa alumni Inkubator dan beberapa dosen dalam hal menentukan konsep. Pihak dekanan hanya tinggal menunggu konfirmasi konsep dari kitanya aja, dengan begitu baru bisa kembali berjalan agenda ini.” terang Rais.

Economic Student Market, akan Terealisasi Semester Depan (Foto : Ayu/Perspektif)

Agenda Economic Student Entrepreneur Market ini nantinya akan dilaksanakan pada semester depan dan pihak dekanan juga mempunyai harapan yang sama, “Kami juga mengatakan kepada pihak Dekan yang dimana bahwasannya program ini bentuknya jangka panjang, dan diharapkan akan berjalan seterusnya dikepengurusan selanjutnya.”

Dari pihak dekanan sendiri mengharapkan nantinya para mahasiswa yang berpartisipasi didalamnya menjual barang asli buatan sendiri, semacam Handmade, Creating Product dan Merchandise  atas nama mereka sendiri dalam brand.

“ini mengambil contoh disalah satu universitas di Malaysia, seperti mahasiswa disana yang memproduksi air mineral dengan label mereka sendiri. Diharapkan tidak cuman membeli barang dari luar lalu dijual kembali, karena dekanan mengharapkan mahasiswa sekarang bisa lebih berinovasi dan mampu bersaing dalam berbisnis.” tegas Qamarul sebagai Direktur Inkubator.

Pihak dekanan juga menginginkan mahasiswa dapat memproduksi barang sendiri dikarenakan dilingkungan Unsyiah ini juga ada UPT.Kewirausahawan yang dimana banyak kegiatannya disortir langsung oleh KEMENRISTEKDIKTI, hal ini juga di harapkan dapat menambah minat mahasiswa di lingkungan FEB dalam melakukan kegiatan bisnis tanpa mengganggu jadwal perkuliahan.(ijah)

“Dari Kita untuk Kita”, FEB Unsyiah Jadikan Meugang Sebagai Momen Menjaga Silaturahmi

“Dari Kita untuk Kita”, FEB Unsyiah Jadikan Momen Meugang Untuk Menjaga Silaturahmi (La/Perspektif)

[Read more…]

Gandeng DJP, D3 Perpajakan Gelar Seminar dan Talkshow

Gandeng DJP, D3 Perpajakan Gelar Seminar dan Talkshow (Eci/Perspektif)

Darussalam – D-III Perpajakan bekerja sama dengan Direktorat Jendral Pajak Kantor Wilayah (DJP KANWIL) Aceh, menyelenggarakan Seminar dan Talkshow perpajakan untuk mewujudkan pengetahuan pajak dalam era global berbasis elektronik. Dengan mengusung tema “Taxation Aspec on Economic Digital” Rabu (2/5/2018), acara ini berlangsung sukses diadakan kali pertamanya di Balai Sidang FEB UNSYIAH. Seminar ini turut menghadirkan pemateri dari DJP KANWIL Aceh Yogaswara Karmana S.E., M.A.F.M, dan beberapa staf jajaran dari DJP KANWIL Aceh.

“Pajak yang dipungut harus adil, berbicara tentang e-comerce terhadap penjual online, tarif pengenaannya sama saja dengan penjual konvesional, hanya beda cara komunikasinya saja. Online marketplace menyediakan tempat kegiatan usaha berupa toko internet (Lapak) di Mall Internet sebagai tempat online marketplace merchant (Seller) menjual barang dan jasa,” papar Yogaswara.

Selain seminar acara ini juga diisi dengan talkshow perpajakan yang dibawakan oleh dosen FEB Unsyiah yaitu Rahmawaty, S.E., M.Si., Ak. Isu yang diangkat dalam talkshow ini lebih mengarah kepada pajak restribusi daerah. Titik temu dari adanya talkshow ini ialah agar mahasiswa lebih memahami pajak restribusi, cara pengenaanya dan tarifnya.

Apresiasi mahasiswa dengan terselenggaranya acara ini begitu tampak dari ramainya jumlah peserta yang hadir. Terliha peserta yang hadir bukan hanya mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis saja, melainkan MIPA UNSYIAH, Teknik Industri Unsyiah, Hukum unsyiah, Pertanian unsyiah, serta dari UIN AR-RANIRY. Bentuk respon positif dari panitia atas apresiasi peserta ialah bagi mereka yang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan akan dibagikan doorprize.

“Tujuan diselenggarakan acara ini agar mahasiswa mampu memahami proses transformasi dan mengetahui juga berbagai informasi tentang perpajakan dalam era economic digital. Serta harapan saya atas terselenggaranya acara ini ialah mahasiswa mampu bersaing pada era economic digital dan membangun kesadaran, kepedulian terhadap kewajiban membayar pajak untuk kepentingan pembiayaan negara ketika sudah memiliki pekerjaan atau usaha nantinya,” sebut Imam Subkhi selaku Ketua Panitia. (Ci)

 

 

 

 

Himaka selenggarakan Seminar Bank on Campus

Deputi BI Aceh Sebagai Pembicara Seminar Bank on Campus (Nel/Perspektif)

Darussalam – Senin (30/4/18) Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) menyelenggarakan acara Bank Seminar On Campus. Acara yang diadakan di aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini berlangsung sejak pukul 08.00 s/d siang tadi mengusung tema“Peran Sektor Moneter Dalam Mencapai Tujuan Pembangunan Ekonomi Negara”.

Seminar diisi oleh Sunarso selaku Deputi Bank Indonesia Perwakilan Aceh sebagai pembicara. Sunarso menyampaikan materi tentang tugas-tugas bank sentral dalam mengawasi tingkat keseimbangan uang yang beredar, seperti pada Bank Komersil yang mengontrol agar tidak terjadinya inflasi.

Acara seminar yang  diketuai oleh Umar ini  bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa tentang bagaimana sistem Kerja Bank Indonesia selaku Bank Sentral di Indonesia.  “Harapan saya dengan terselengaranya acara seminar ini agar  mahasiswa paham dan mengerti atas kebijakan, peraturan, yang dibuat oleh bank Indonesia, dan dapatmenerapkannya,” tambah Umar.

Mahasiswa yang mengikuti seminar ini terlihat begitu antusias. Hal ini dilihat dari dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan mengenai materi tersebut khususnya tentang peraturan yang dibuat oleh Bank Sentral (Bank Indonesia).

Bank Seminar On Campus berlangsung dengan sukses dan diharapkan kepada seluruh mahasiswa dapat lebih antusias dan berpartisipasi lagi dalam acara yang diadakan kampus. (Nel,Frz)

Pererat Solidaritas Internal Mahasiswa EKI Gelar iESA CUP

Pererat Solidaritas Internal Mahasiswa EKI Gelar iESA CUP (Luthfi/Perspektif)

Darussalam – Islamic Economic Students Association (IESA) kembali mengadakan iESA CUP yang ke-III. Acara ini berlangsung dari tanggal 29 april 2018 hingga 6 mei 2018. Adapun cabang olahraga yang diperlombakan antara lain; Futsal, Basket, Badminton, dan Tarik Tambang.

Acara internal ini bertujuan untuk meningkatkan solidaritas, kekeluargaan, kekompakan dan juga agar keluarga iESA sehat semua pastinya. Tahun ini iESA CUP mengusung tema “Keep Spirit, Keep Health, and Keep Solidarity.”

“Adapun makna nya yakni berbagi pengalaman, berbagi perasaan atau bisa di bilang berbagi kebahagian dan menjaga solidaritas antar sesama mahasiswa/i  Ekonomi Islam,” ungkap Win Irvan Syahputra selaku Ketua Panitia.

Pererat Solidaritas Internal Mahasiswa EKI Gelar iESA CUP (Luthfi/Perspektif)

Opening Ceremony dilaksanakan hari ini (29/4/18). Kali ini, iESA membuat Konsep pembukaan acara berbeda dari yang sebelumnya karna diacara Opening Ceremony ini mereka membuat upacara penaikan bendera iESA CUP. Hal ini merupakan gebrakan baru yang dilaksanakan oleh iESA.

Pada saat upacara berlangsung ketua jurusan ekonomi islam Dr. Eddy Gunawan M.Ec selaku Pembina Upacara menyampaikan bahwa begitu senang bila iESA aktif, karna kita dapat menunjukkan kualitas, sportifitas,dan excellent dalam berprestasi dan kita harus menanamkan nilai nilai yang ada pada moto ekonomi Islam yaitu menjadikan insan-insan yang islami.

Selain ketua Jurusan Ekonomi islam, acara ini turut dimeriahkan oleh Dosen, Dimisioner, Presidium, perwakilan dari HMJ/UKM yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan juga Anggota iESA sendiri.

“Banyak bakat terpendam yang dimiliki mahasiswa EKI, jadi marilah kita asah bersama, kita latih bersama agar nantinya dapat membanggakan Ekonomi Islam ke depannya. Pemenang dari setiap cabang olahraga yang diperlombakan akan dipromosikan ke dispora,” ucap Ketua himpunan iESA Abthal Aufar dalam kata sambutannya

Win Irfan berharap bahwa seluruh mahasiswa/i ekonomi islam dapat menjalin persaudaraan yang lebih erat lagi, menjalin silaturahmi yang lebih baik lagi, selalu menjaga kekompakkan dan yang paling penting nantinya tidak ada kecurangan satu sama lain dalam acara iESA CUP yang ke-III ini. (KZ,LH)

Antusiasme Mahasiswa Terhadap Wacana Kelas Internasional EKI

Antusiasme Mahasiswa Terhadap Wacana Kelas Internasional EKI (Sul/Perspektif)

Masih hangat dalam benak mahasiswa Ekonomi Islam (EKI) FEB Unsyiah akan isu mengenai pengadaan kelas internasional untuk program studi EKI. Respon positif bermunculan dari mayoritas mahasiswa jurusan EKI. Antusiasme mahasiswa bahkan sudah ada sejak IAP dikembangkan menjadi IBEP dan sudah menggaet serta program studi Ekonomi Manajemen (EKM) dan Ekonomi Pembangunan (EKP).

Yusri T Yaudullah salah seorang mahasiswa EKI 2017 mengungkapkan bahwa kelas internasional cukup penting. Mengingat bahwa cakupan ekonomi berbasis syariah telah memiliki peran penting dalam roda perekonomian. Sehingga perlu adanya wadah untuk mengajarkan dan menyesuaikan perekonomian dunia saat ini dengan ekonomi berbasis syariah. Dengan adanya rencana dibukanya kelas internasional ini akan membuka peluang mahasiswa untuk mengubah, membentuk, serta menyesuaikan diri dengan global tetapi tetap berlandaskan dengan ketentuan islam.

Mahasiswa IBEP 2017 juga merespon positif kabar ini. Salah satunya adalah Alyanur dari IBEP Manajemen, Menurutnya, ini adalah keputusan yang sangat tepat karena Ekonomi islam sedang berkembang pesat terutama di Eropa. Bahkan beberapa Negara Eropa sudah menerapkan system ekonomi islam. Ini sangat memudahkan bagi mahasiswa EKI FEB Unsyiah untuk dapat bersaing langsung dengan mahasiswa luar negeri. Apalagi dengan adanya peluang student exchange atas kerjasama Unsyiah dengan beberapa universitas di luar negeri seperti Taiwan misalnya.

“Dengan adanya kelas Internasional EKI, maka ekonomi islam akan going globally dan akan mengalahkan sistem-sistem konvensional serta akan menambah peringkat FEB di Nasional dan Internasional,” tambah Rais Al-Fathan selaku Komting IBEP 2017.

Sejauh ini, minat mahasiswa terhadap kelas internasional terus bertambah. Hal ini tentu saja bernilai baik bagi pihak kampus dan mahasiswanya sendiri. (Sul)

IBEP akan Gaet EKI pada 2019 Mendatang

IBEP akan Gaet EKI pada 2019 Mendatang (Foto:Lala/Perspektif)

Darussalam- International Business and Economic Program atau dikenal dengan sebutan IBEP adalah program unggulan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) sejak tahun 2011. Dulunya IBEP lebih familiar dengan nama International Accounting Program (IAP) setelah sempat menyandang nama Pre International Class (PIC) selama beberapa tahun. Hal tersebut dikarenakan Akuntasi satu-satunya program studi yang menjadi program unggulan kelas Internasional saat itu.

Seiring berjalannya waktu, IAP mengalami perkembangan dengan menambahkan dua program studi lainnya yaitu Ekonomi Manajemen (EKM) dan Ekonomi Pembangunan (EKP) pada tahun 2017. Pada saat yang bersamaan pula IAP berganti nama menjadi IBEP. Selama masa pengembangan IBEP, muncul pertanyaan dari beberapa mahasiswa. Apakah EKI akan ada juga kelas internasional?

“Target kita, semua prodi di S1 akan dibuat kelas internasional. Kalau memungkinkan tahun 2019 akan dibuka untuk EKI.” Ujar Dr. Abd. Jamal, SE., M.Si selaku Wakil Dekan 1 bagian Akademik saat dijumpai di ruangannya (24/04).

Namun beliau juga menambahkan bahwasanya perlu persiapan yang matang terlebih dahulu terutama pada bagian pengajar, agar dapat terwujudkan di tahun 2019 mendatang. Selagi menunggu persiapan, beliau juga mengatakan akan ada indikator tertentu agar dapat masuk ke kelas internasional. Salah satunya adalah mampu mempertahankan ip di tingkat yang baik.

“Tanggapan terkait antusiasme, tentu positif sekali, mereka ingin jadi unggul. Kita sambut positif, maka kita coba tahun berikut ini.” Papar Abd. Jamal terhadap antusiasme mahasiswa EKI dalam menyambut kelas internasional EKI.

Belajar di kelas internasional tentu saja harus memiliki kemampuan berbahasa inggris yang baik. selain itu, kompetensi dalam belajar juga diutamakan. Maka, IBEP membuat sistem eliminasi agar program kelas internasional benar-benar menjadi kelas unggulan terlebih dari segi kemampuan bersaing mahasiwa di kancah internasional nantinya. IP menjadi tolak ukur utama setelah kemampuan berbahasa inggris. Bagi mahasiswa yang tidak mampu bersaing nantinya, diberikan izin untuk mengundurkan diri.

Bagi mahasiswa tahun 2017 yang tertarik belajar di kelas internasional, peluang terbuka lebar. Karena kelas internasional bukanlah program studi namun berupa kelas. Maka, dibolehkan kepada mahasiswa tahun 2017 atau yang bersemester 3 atau 4 untuk ikut mendaftarkan diri di kelas internasional asalkan tidak sendirian. Dalam artian, ada beberapa yang mendaftarkan diri baru akan dibuka kelas.

Untuk gedung atau ruangan sendiri, IBEP diberikan ruang belakang atas dan sedang direnovasi. Dengan pengadaan fasilitas yang semakin diperbaharukan dan konfirmasi dari Wakil Dekan Bagian Akademik menjadi harapan tersendiri bagi mahasiswa EKI agar kelas internasional untuk EKI akan segera terwujud di tahun 2019 mendatang.(Sul)

Pergub Baru 2018, Mahasiswa FEB Unsyiah Turut Berkomentar

 

Dok: Google Image

Aceh merupakan satu-satunya daerah di Indonesia yang di berikan hak untuk menerapkan peraturan berdasarkan hukum syariat Islam. Secara istimewa Aceh mendapatkan status provinsi dengan otonomi khusus dengan izin untuk menerapkan peraturan sesuai syariat Islam sebagai hukum formal dan undang-undang yang menerapkannya disebut Qanun Jinayat atau hukum Jinayat

Bicara mengenai peraturan, akhir-akhir ini kita dihebohkan dengan isu tentang Peraturan Gubernur (Pergub) yang terbaru. Pasalnya, dalam Pergub No. 5 tahun 2018 ini membahas mengenai pelaksanaan Uqubat jinayah cambuk yang harus dilaksanakan di Lembaga Permasyarakatan (LP). Hal ini justru menuai pro dan kontra bagi masyarakat.

Tepatnya (20/04) Sidang paripurna DPRA yang membahas tentang pergub tersebut. Menunjukkan bahwa kebanyakan Anggota DPRA menolak adanya peraturan ini.

Namun, bagaimana dengan tanggapan mahasiswa Aceh sebagai tokoh intelektual muda yang memegang peranan penting untuk kemajuan Aceh.?

Reza Zulfianda yang merupakan Ketua DPM FEB Unsyiah. dalam tanggapannya  yang kontra terhadap pergub Aceh, Ia mengatakan seharusnya pelaksanaan uqubat jinayah ini lebih baik dilakukan di Mesjid atau tempat yang terbuka, agar pelaku yang berbuat maksiat tersebut merasa lebih jera dan yang masyarakat setempat yang menyaksikan pelaksanaan juga sebagai renungan kedepannya agar tidak melakukan hal demikian.

Apabila pelaksanaan uqubat tersebut bertempatan di lapas, kemungkinan besar mereka yang dikenakan cambuk tidak merasa malu dan jera karena aksesnya terbatas. Dan sebagian orang menanggapi dengan pro mengenai kasus ini. Sebut saja hani, ia  mengatakan pelaksanaan uqubat dilakukan dilapas ada sisi positifnya juga. “Barangkali dibuat pergub seperti itu, agar anak anak dibawah 18 tahun tidak boleh menyaksikan hukuman tersebut, dan pengawasannya kurang sekali untuk penonton apalagi yang dibawa umur,” tanggapnya.

Pro dan kontranya suatu pendapat adalah hak setiap manusia, ada sisi positif dan sisi buruknya pula. Hukuman cambuk seperti itu juga tidak akan menyadarkan seseorang jika pada dasarnya yang berbuat ingin melakukan dengan kehendaknya dan senang melakukanya. Semua tergantung pada diri manusia itu sendiri. Kiasannya, jangan kamu bermain api kalau tak mau terkena api. Begitu pula dengan pelaku yang melakukan kaidah diluar syariat islam. Berani berbuat berani bertanggung jawab. Karena risiko melakukan suatu perbuatan muslihat akan lebih besar dampaknya.

Dalam harap, Reza menyampaikan pesannya terhadap mahasiswa. “Sebagai mahasiswa, kita harus menghindari segala perbuatan yang berdampak buruk bagi diri kita, isi hari dengan hal yang lebih bermanfaat, lebih kritis, jangan apatis, reaktif serta lebih respon terhadap lingkungan sekitar,” pungkasnya. (Wal)

Keluarga Besar Ekonomi Bersama Bersihkan Kampus

Keluarga Besar Ekonomi Bersama Bersihkan Kampus (Foto:Syawal/Perspektif)

Darussalam – Manusia pada dasarnya menginginkan hidup bersih dan bebas dari semaknya tumpukan sampah.  Sebab “Kebersihan adalah sebagian dari Iman”. Begitulah kalimat yang menjadi motivasi manusia untuk terus hidup sehat dengan lingkungan yang bersih.

Berbicara mengenai kebersihan, minggu (08/04) UKM PA-LH METALIK FEB Unsyiah mengadakan kegiatan yang bernama “DARLING” atau Sadar Lingkungan”.  Acara ini merupakan agenda runtin, untuk tahun ini acara tersebut dilaksanakan diseputaran kampus Ekonomi dan Gedung PDPK. Pada pukul 10.00 WIB acara resmi dibuka oleh Bapak Murkhana,SE.,MBA selaku wakil dekan III FEB Unsyiah.

“Kegiatan ini yang penting dilakukan secara beretika dan bermoral dan tidak melakukan sesuatu yang mencemari kampus ini, Kami bangga dan kami dukung kegiatan ini,” papar beliau dalam sambutannya.

Dengan mengusung tema “Menjadikan FEB Unsyiah Bersih dan bebas sampah” turut mengundang keluarga besar FEB yang berasal dari UKM dan HMJ serta DPM dan BEM. Darling merupakan salah satu kegiatan yang diselenggarakan pada kegiatan Economic Student Day.

Keluarga Besar Ekonomi Bersama Bersihkan Kampus (Foto:Syawal/Perspektif)

Kegiatan ini bertujuan untuk menyambung silahturahmi antar seluruh keluarga besar FEB Unsyiah serta menumbuhkan rasa peduli lingkungan pada kampus tercinta ini. Dikarenakan terlalu banyak sampah yang berserakan di kampus kuning. Hal tersebut pada akhirnya akan berdampak pada kesehatan mahasiswa/i dan civitas akademik yang juga berada dilingkungan kampus. Diyakini bahwa Darling merupakan wadah yang tepat dalam mewujudkan kampus yang lebih bersih, rapi, dan nyaman.

“Dengan keadaan kampus seperti ini, Kami sebagai UKM pecinta alam tidak nyaman. Karena kampus ini bukan hanya tempat belajar saja, Juga tempat kita tinggal apalagi kami mapalanya. Yang sering beraktifitas dengan alam maka kami juga harus menjaga alam kami,” pungkas syahrial selaku ketua panitia.

Dalam harapnnya, Ia mengatakan setelah berlangsungnya kegiatan Darling ini, mahasiswa-mahasiswa lebih sadar akan lingkungannya. Sebab jika bukan kita yang menjaga siapa lain. Jika lingkungan kotor akan menghambat terhadap keberlangsungan proses belajar dan akan terciptanya kondisi tidak nyaman.

Sadar lingkungan kuncinya. Mulai dari kita dan untuk kita. Sampah harus diminimalisir. Karena sanpah bukan warisan anak cucu kita. (Wal,Spm)

Bersama BEI dan RHB Sekuritas, FEB Unsyiah Hadirkan Kembali Galeri Investasi

 

Bersama BEI dan RHB Sekuritas, FEB Unsyiah Hadirkan Kembali Galeri Investasi (Foto: Perspektif)

Darussalam – Rabu (21/3) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah bersama Bursa Efek Indonesia dan PT RHB Sekuritas Indonesia adakan Re-launching Galeri investasi BEI FEB Unsyiah Di Balai sidang Fakultas ekonomi dan bisnis Unsyiah.

Turut hadir pula Rektor Unsyiah Prof Dr. Ir. Samsul Rizal, M.Eng, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Prof. Dr. Nasir Azis, SE., MBA, Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Nicky Hogan, Direktur PT RHB Sekuritas Indonesia Hendy Salim. Beserta jajaran civitas akademika FEB Unsyiah.

Sebelumnya pada tahun 2011 dan 2014 FEB Unsyiah pernah memiliki galeri investasi namun sempat vakum. Kali ini dengan menggandeng perusaan sekuritas yang baru yakni RHB sekuritas FEB Unsyiah bersama BEI adakan Re-launching Galeri Investasi BEI FEB Unsyiah.

Direktur Pengembangan Bursa Efek indonesia menjelaskan bahwa galeri investasi ini merupakan bentuk kerja sama antara bursa efek indonesia, perusahaan sekuritas dan perguruan tinggi yang bertujuan mendorong agar masyarakat kampus bisa belajar mengenai investasi bahkan hingga menjadi investor.

Saat ini ada di seluruh Indonesia sudah berdiri 353 galeri investasi dan untuk wilayah aceh sendiri sudah tersebar 10 galeri investasi. Namun untuk lingkungan Unsyiah sendiri, Fakultas Ekonomi dan Bisnis menjadi kampus pertama yang mempunyai galeri investasi. Nicky Hogan juga menjelaskan bahwa Tak ada kriteria khusus bagi perguruan tinggi yang ingin mendirikan galeri investasi. “terbuka bagi semua fakultas tak hanya FEB saja, Yang paling utama adalah tekad dari kampus untuk memberikan edukasi kepada mahasiswa,” ujarnya.

Dengan adanya realunching ini di harapkan dapat menimbulkan kerjasama yang baik antar pihak kampus, BEI dan perusahaan sekuritas untuk dapat meningkatkan kembali investasi di pasar modal Banda Aceh.

Juanda SE, M.Sc selaku ketua dari galeri investasi FEB Unsyiah mengatakan dengan aktif kembali galeri investasi ini bahwa selain sebagai tempat untuk investasi juga akan mengadakan edukasi mengenai pasar modal kepada civitas akademika dan masyarakat umumnya.

Beliau juga mengatakan hal ini dapat menjadi aplikasi dan wadah terhadap ilmu yang sudah di dapat kan di kampus. ”Saya berharap ilmu yang sudah kita dapatkan di bangku kuliah terutama ilmu investasi saham dapat di aplikasikan di galeri investasi ini,” ucapnya.

Selain acara simbolis pemotongan pita dan penandatanganan piagam kerjasama galeri investasi untuk pertama kalinya mengadakan seminar pasar modal. Dengan mengusung tema ‘Investasi Cerdas di Pasar Modal’ diharapkan agar mahasiswa unsyiah yang nantinya serius mempelajari ilmu ini dapat bersaing secara cerdas baik itu lokal ataupun level nasional. Selain itu seminar ini juga berefek terhadap terbukanya wawasan mahasiswa dalam dunia pasar modal. Tak tanggung- tanggung seminar juga diisi langsung oleh Nikcy Hogan direktur BEI dan juga Hendy Salim direktur PT RHB sekuritas indonesia sebagai pembicara.

Mahasiswa yang mengikuti rangkaian acara sangat antusias. Hal ini dapat dinilai dari keikut sertaan mereka dan aktif bertanya yang juga berhadiah tabungan modal senilai ratusan ribu rupiah. (Hb)