Melalui AGOESTOES, HIMAKA FEB Unsyiah Kembali Menyapa Sekolah

Sosialisasi AGOESTOES di SMA 1 SAKTI PIDIE (rez)

Pidie – HIMAKA (Himpunan Mahasiswa Akuntansi) FEB Unsyiah kembali mengadakan kegiatan tahunan nya, yaitu AGOESTOES ( Accounting Goes To School ) yang bertema “Being intellectual on accounting”.  Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 10-24 janari 2019, bertempat 9 kabupaten di ACEH, diantaranya: Banda Aceh, Aceh Besar, Pidie, Lhokseumawe, Aceh Timur, Langsa, Aceh Tengah, Bener Meriah,dan Meulaboh. Kegiatan ini dikoordinir oleh Raja Aulia selaku ketua panitia , dan Rizki waliantora selaku sektaris panitia.

Acara ini bertujuan untuk memperkenalkan prodi AKUNTANSI Feb Unsyiah kepada siswa-siswi yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, serta mengajak siswa-siswi SMA se-derajat untuk dapat masuk ke prodi AKUNTANSI FEB Unsyiah nantinya.

“Dengan adanya kegiatan AGOESTOES ini akan semakin mengedukasi setiap daerah tentang apa itu AKUNTANSI,  baik dibahas secara umum maupun secara khusus, serta dengan adanya AGOESTOES ini diharapkan masyarakat dapat lebih mengetahui tentang AKUTANSI tersebut khususnya siswa siswi disetiap daerah yang dikunjungi “ ujar Rizki Waliantoro selaku sekretaris panitia.

Kegiatan AGOESTOES tahun ini,  panitia menargetkan akan melakukan sosialisasi di 45 sekolah yang tersebar di 9 kabupaten di ACEH. Dan diharapkan dengan adanya acara ini dapat mempererat tali persodaraan, kerjasama serta solidaritas mahasiswa AKUNTANSI.(Rezi)

Raker 2019 LPM Perspektif ; Jadikan Keluarga jurnalis satu dalam Cita dan Cinta

foto : perspektif

Darusalam – “Seribu langkah besar dimulai dari satu langkah kecil”, begitu ujar Hasan Basri selaku Pemimpin Umum LPM Perspektif ketika membuka Rapat Kerja (Raker) periode 2019 di Ruang Seminar EKP, Sabtu (5/1/2018). Rapat Kerja merupakan agenda tahunan yang membahas rencana program kerja setahun yang akan datang. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota aktif dan beberapa alumni LPM Perspektif. Raker tahun ini mengusung tema “To Be United In One Ideals, be United In one Love “.

Inti dari Rapat Kerja ini sendiri adalah pemaparan rencana program kerja oleh Presidium LPM Perspektif; Hasan Basri selaku Pemimpin Umum, Alma Hidayah selaku Pimpinan Redaksi, dan Fahmi Farabi selaku Pimpinan Perusahaan. Masing-masing dari mereka menjelaskan secara rinci program kerja serta target yang ingin dicapai setahun kedepan.

Pemaparan program kerja diawali oleh Pemimpin Umum. Ia menjelaskan bahwa terdapat 8 program kerja yang akan dituntaskan oleh LPM Perspektif periode 2019. Sementara itu menurutnya, program kerja yang dianggap cukup krusial adalah Pekan Jurnalistik yang kemungkinan akan diadakan pada September-Oktober 2019 yang terakhir kali diselenggarakan pada tahun 2015. Sehingga ini merupakan kesempatan emas bagi LPM Perspektif untuk kembali menghidupkan semangat jiwa Jurnalistik di lingkungan kampus. Berjalannya program kerja ini juga tentunya merupakan tolok ukur kesuksesan LPM Perspektif periode 2019.

Pemaparan program kerja kemudian dilanjutkan oleh Alma Hidayah selaku Pimpinan Redaksi. Ia memaparkan apa saja tugas dari keredaksian serta menyampaikan harapannya agar keredaksian LPM Perspektif menjadi lebih baik dari sebelumnya. Harapan ini akan coba digapai dengan pemberlakuan beberapa kebijakan baru dari Pimpinan Redaksi, seperti : dibentuknya Tim Redaksi Khusus, Piket Peliputan, Surat Penugasan, serta Absensi Tulisan. Ia menargetkan agar keredaksian tahun ini berjalan lebih terstruktur dan terorganisir.

Terakhir, terdapat pemaparan program kerja dari Fahmi Farabbi selaku Pimpinan Perusahaan. Disamping menjelaskan fungsi dan tugas dari tiap posisi yang ada di dalam struktur perusahaan, ia menjelaskan bahwa pada periode kali ini menargetkan dapat menggaet tiga sponsor untuk tiga program  kerja utama LPM Perspektif, yaitu : Mega Hunting, Pekan  Jurnalistik dan Majalah Perspektif. Selain itu, Fahmi juga menambahkan bahwa  ia ingin menjaga keharmonisan dari sisi eksternal LPM Perspektif, terlebih lagi dari sisi internalnya. Hal ini bertujuan untuk menjaga kekompakan dan kesolidan.

Raker kemudian ditutup  dengan diskusi umum sebagai sesi masukan dan saran dari para peserta Raker dan Alumni. Semoga Raker ini mampu memunculkan semangat baru LPM Perspektif dalam menyambut periode kepengurusan tahun 2019, Aamiin. (Abi Rafdi)

ORMAWA FEB Unsyiah serahkan bantuan untuk korban Tsunami Selat Sunda

ORMAWA FEB Unsyiah serahkan bantuan untuk korban Tsunami Selat Sunda (foto : jan)

Darussalam –  Pasca aksi penggalangan dana yang diselenggarakan oleh seluruh Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) FEB Unsyiah, Senin sore (31/12), kegiatan ditutup dengan penyerahan hasil penggalangan dana kepada pihak Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Kuta Alam, Banda Aceh.

Pada penggalangan dana ini, terkumpul donasi sebanyak Rp12.313.800,00 dan beberapa lusin pakaian bekas layak pakai. Setelah diserahkan ke pihak BPBA, bantuan ini selanjutnya akan disalurkan kepada korban Tsunami Selat Sunda.

Sebelumnya, seluruhnya delegasi ORMAWA FEB Unsyiah melakukan aksi penggalangan dana peduli korban Tsunami Selat Sunda dengan Street Music di Simpang Lima (depan ayam KQ Lima). Aksi ini dimulai dari pukul 16.00-18.00 WIB pada tanggal 28-30 Desember 2018.

Firman, selaku Koordinator kegiatan Penggalangan Dana ini mengatakan bahwa sangat mengapresiasi antusiasme dan kepedulian masyarakat Banda Aceh untuk turut berpartisipasi dalam penggalangan dana yang diselenggarakan oleh seluruh ORMAWA FEB Unsyiah ini.

“Kita sangat senang melihat banyak masyarakat Banda Aceh yang masih mempunyai rasa kepedulian terhadap sesama. Semoga dengan diadakannya kegiatan ini, dapat meringankan beban saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Banten”, imbuhnya. (Abi Rafdi)

Pelantikan ORMAWA FEB Unsyiah Periode 2019; Dekan Harap Harumkan Kampus Kuning

Dekan FEB Unsyiah dalam pelantikan Ormawa FEB Unsyiah (foto: Nur)

Darussalam –  Rabu (29/12) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala telah menggelar acara pelantikan bersama Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) di aula FEB Unsyiah. Acara ini bertujuan meresmikan pengisi kursi presidium periode 2019 teruntuk  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan perwakilan Mahasiswa (DPM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FEB Unsyiah, yang memang telah dipilih serta diamanahkan kepemimpinannya untuk setahun kedepan.

Untuk meresmikan acara tersebut, Pelantikan Bersama ini turut dihadiri oleh Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC, merupakan Wakil Rektor (WR) III Unsyiah Bidang Kemahasiswaan serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala yaitu Prof. Dr. Nasir Aziz, S.E., M.B.A., yang memberikan kata sambutannya. Beliau berpesan untuk semua Presidium  yang sudah terpilih agar bisa menjadi panutan, teladan, dan pacuan bagi mahasiswa FEB Unsyiah. Beliau juga mengatakan  bahwa yang terpilih untuk setiap kursi presidium periode 2019 merupakan orang – orang terbaik di bidangnya, dan diharapkan agar dapat mengharumkan nama Fakultas Ekonomi beserta Unsyiah di mata khalayak di bawah kepemimpinan mereka ke depannya.

Orang – orang yang terpilih, yang dilantik hari ini adalah yang mempunyai kemampuan, dan diharapkan dapat menjadi motivasi dan tauladan untuk mahasiswa lainnya. Untuk  yang terpilih hari ini, saudaralah yang akan menjadi orang – orang hebat di masa mendatang, yang akan memimpin aceh ini, yg akan memimpin unsyiah ini, yg akan memimpin masyarakat di seluruh dunia. Oleh sebab itu, apa yang sudah dipercayakan kepada saudara, agar dapat menjalankan amanah tersebut. Jangan buat kecewa orang – orang yang telah memilih anda. Ungkap Dekan  FEB Unsyiah.

Mengakhiri sambutannya, beliau menambahkan beberapa saran lagi untuk seluruh mahasiswa FEB Unsyiah, “Yang menentukan suksesnya seorang mahasiswa, bukanlah lagi hanya terpaku pada IPK. Bukan lagi hanya terpaku pada knowledge, tapi mahasiswa wajib memiliki 10 skills yang paling dibutuhkan pada periode 2019 dan seterusnya. Salah satunya adalah sopan santun, etika. Sopan santun itu adalah yang harus dibina, yang harus diterapkan dalam segala hal. Dan itu semua musti ditampilkan oleh anak – anak kami.” Pungkasnya. (Mol)

Dekan FEB Unsyiah Lantik Pengurus Baru DPM,BEM, UKM, dan HMJ FEB Unsyiah Periode 2019

foto bersama Dekan FEB Unsyiah dengan Ormawa FEB Unsyiah (foto: Nur)

Darussalam – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah telah menyelenggarakan acara
pelantikan pengurus baru ORMAWA ( organisasi mahasiswa) pada hari Rabu (29/12)
bertempat di Aula FEB Unsyiah. Pelantikan dipimpin langsung oleh Dekan FEB Unsyiah,
Prof. Dr. Nasir Aziz, SE., MBA.

Terpilih Ketua Umum DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) periode 2019, Dico Wiranto
menggantikan Reza Zulfianda dan Ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), Muhammad Aziz
menggantikan Rais Mukhayar.

Pengurus baru UKM dan HMJ terpilih periode 2019 diantaranya : UKM PA-LH METALIK
oleh Rizqie Maulana, UKM LDF Al-Mizan oleh M. Harris Asrari, UKM INKUBATOR oleh
Qamarul Achyar, UKM BESTEK oleh M. Riski Riadi, UKM LPM Perspektif oleh Hasan
Basri, UKM EOC oleh M. Ifaldi Phonna, HIMAKA (Himpunan Mahasiswa Akuntansi) oleh
Umar Meldego, IESA (Islamic Economic Student Assosiation) oleh Firja Juliansyah, HMM
(Himpunan Mahasiswa Manajemen) oleh Faizal Haris, dan HIMADIPA (Himpunan
Mahasiswa Ekonomi Pembangunan) oleh Heri Tarmizi.

Sangat diharapkan, di bawah kepemimpinan yang baru ini Fakultas Ekonomi
dan Bisnis dapat menjadi lebih baik serta dapat mengharumkan nama Unsyiah tentunya dan
berintegritas dalam meneruskan kejayaan para pemimpin sebelumnya. (Mol)

Pray For Selat Sunda : ORMAWA FEB Unsyiah Gelar Zikir Akbar

Zikir Akbar Ormawa FEB (foto: Haris)

Darussalam – Bertepatan dengan terlaksananya aksi galang dana melalui street music, Organisasi Mahasiswa juga melaksanakan Zikir Akbar untuk mendoakan saudara Korban Tsunami di Lampung dan Selat Sunda.

Acara ini berlangsung dari pukul 21.00 hingga 22.30 WIB di Masjid Al Mizan bersama Ust. Abdul Syukur (Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Banda Aceh) sebagai penceramah.

M. Haris Asrari, ketua UKM LDF Al Mizan mengatakan, “Kita juga berharap mereka diberi kekuatan untuk menyingsing hari yang baru”Bersama dengan 34 orang jamaah, acara ini berlangsung dengan tenang dan khidmat. (Sul)

Street Music: Konser Amal Mahasiswa FEB Unsyiah untuk Selat Sunda

Street Music yang digelar oleh Mahasiswa FEB Unsyiah (Foto: Nur)

Darussalam– Seluruh delegasi Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) FEB Unsyiah melakukan aksi galang dana peduli korban tsunami selat sunda dengan mengadakan street music di simpang lima (depan ayam KQ lima). Aksi ini dimulai dari pukul 16:00 hingga 18:00 WIB dan akan berlangsung selama 3 hari terhitung sejak hari jumat (28/12/18) hingga minggu  (30/12/18).

Perwakilan setiap Ormawa turut andil dalam acara ini dengan turun ke badan jalan. Acara ini juga dimeriahkan oleh UKM Bestek di panggung kecil pinggir jalan sebagai hiburan bagi warga sekitar.

“Acara ini sempat tertunda karena kekurangan orang dan juga alat yang kurang mendukung seperti colokan listrik yang pendek, tapi untuk yang lainnya nggak ada. ” kata Ratu Aisyah Chairunisa selaku penggerak aksi.

Aksi ini menuai antusiasme warga, berdasarkan dana terkumpul yang mencapai Rp 1,7 jt. Hal ini dikarenakan adanya empati warga dari peristiwa tsunami Aceh 14 tahun yang lalu untuk membagikan rupiah mereka bagi para korban tsunami Selat Sunda yang terjadi beberapa hari yang  lalu.

Selain aksi ini BEM FEB juga mengadakan zikir bersama untuk saudara kita disana.(nur-cyn)

Pemira : Wahyu – Assad Perkasa di Ekonomi, Rival – Rifqy Berjaya di Unsyiah

Pemira : Wahyu – Assad Perkasa di Ekonomi, Rival – Rifqy Berjaya di Unsyiah (Foto: KPR Unsyiah)

Darussalam-Pemilihan Raya Calon Ketua BEM & Wakil Ketua BEM Universitas Syiah Kuala serta Calon Anggota DPM di lingkungan Fakultas Ekonomi telah dilaksanakan pada hari rabu (12/12). Pemungutan suara dilaksanakan di 3 TPS yang bertempat di Aula Ekonomi hingga pukul 15.00 WIB. Perhitungan suara kemudian dilakukan pada pukul 16.30 WIB.

Pada Pemira Mahasiswa Universitas Syiah Kuala tahun ini, terdapat 4 Pasang calon Capresma – Cawapresma (Calon Presiden Mahasiswa – Calon Wakil Presiden Mahasiswa). 4 pasang calon tersebut antara lain; Nomor urut 1, Agung Saputra (FT) dan M. Fadhel Decapri (FT). Nomor urut 2, Wahyu Rezky Annas (FEB) dan Moh. Assad (FH). Nomor urut 3, Muhammad Fikri (FKH) dan T. Rizky Saevic (FEB). Serta yang terakhir nomor urut 4, Rival Perwira (FP) dan Rifqi Ubay Sulthan (FEB). Sementara itu terdapat 6 Calon Anggota DPM yang berasal dari Fakultas Ekonomi.

Hingga penutupan penghitungan suara, terpantau pasangan nomor urut 2, Wahyu dan Moh. Assad unggul telak atas pesaing-pesaingnya. Paslon nomor 2 tercatat memperoleh 1139 suara. Kemudian disusul oleh pasangan nomor urut 4, Rival Perwira – Rifqy Ubai dengan perolehan 463 suara. Posisi berikutnya terdapat paslon nomor 1 Agung Saputra  – M. Fadhel Decapri dengan perolehan 57. Di urutan terakhir diisi oleh paslon nomor 3 dengan perolehan 36 suara. Sementara itu terdapat 12 surat suara yang dinyatakan rusak.

Hasil ini sesuai prediksi banyak mahasiswa ekonomi, bahwa paslon nomor urut 2 yang mengsung tagline #WAaja ini akan memenangkan mayoritas suara Pemira di Fakultas Ekonomi.

Namun, hal ini tidak berlanjut ke hasil suara pemira di tingkat kampus. Hasil akhir penghitungan suara yang dilakukan oleh tim KPR menempatkan paslon nomor 4 meraih suara terbanyak dengan 5066 suara. Disusul paslon nomor 2 dengan 4208 suara, paslon nomor 3 dengan 4178 suara, dan paslon nomor 4 dengan 421 suara. Hasil ini memastikan Paslon nomor 4 Rival Perwira – Rifqi Ubai yang mengusung tagline #Ber4niBed4, naik tahta menjadi Ketua BEM dan Wakil Ketua BEM untuk periode 2019.

Sementara itu, penghitungan suara untuk calon anggota DPM juga telah selesai. Hasil suara untuk calon anggota DPM yaitu Nabilla Masarrah dengan 408, Rizky Alfita 370, Angga Setiawan 374, T.M Shandoya 290, Irna Mardi Yati 195 dan Ita Nurjannah 55. Pada pemira calon anggota DPM ini terdapat 14 surat suara yang dinyatakan rusak oleh panitia.    

Dengan hasil perolehan suara ini, di harapkan para calon yang terpilih nantinya dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, serta mampu memperjuangkan aspirasi mahasiswa.(Abi)

 

Pemira 2018, Saatnya Warga Ekonomi Tentukan Pilihan

Pemira 2018, Saatnya Warga Ekonomi Tentukan Pilihan (Foto:Lutfi/Perspektif)

Darussalam- Rabu (12/12) Pemilihan Raya (Pemira) Mahasiswa di Universitas Syiah Kuala kini berlangsung, Saatnya warga ekonomi tentukan pilihan dengan ikut sumbangkan suaranya, di Fakultas Ekonomi & Bisnis sendiri, Pemira dilaksanakan di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Pada Pemira Mahasiswa Universitas Syiah Kuala tahun ini, terdapat 4 Pasang calon Capresma – Cawapresma (Calon Presiden Mahasiswa – Calon Wakil Presiden Mahasiswa). 4 pasang calon tersebut antara lain; Nomor urut 1, Agung Saputra (FT) dan M. Fadhel Decapri (FT). Nomor urut 2, Wahyu Rezky Annas (FEB) dan Moh. Assad (FH). Nomor urut 3, Muhammad Fikri (FKH) dan T. Rizky Saevic (FEB). Serta yang terakhir nomor urut 4, Rival Perwira (FP) dan Rifqi Ubay Sulthan (FEB), dan juga 58 namaa calon anggota DPM yang saling berebut suara terbanyak.

Kegiatan ini di jadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB dan di lanjutkan kembali pada pukul 13.00 WIB dan di tutup pukul 15.00 WIB. Namun terdapat kendala kecil yang terjadi sebelum dimulainya Pemira.

Pemira yang dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB, harus ditunda sekitar satu jam. Hal ini dikarenakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di FEB yang dikirimkan pihak pusat Komisi Pemilihan Raya ke Panitia Pemira di lingkungan FEB, terdapat beberapa masalah, diantaranya adalah daftar nama yang tidak disusun pihak KPR pusat per prodi yang ada di FEB. Hal ini menyulitkan panitia di lingkungan FEB untuk memisah-misahkan DPT sesuai prodi di FEB.

Pemira 2018, Saatnya Warga Ekonomi Tentukan Pilihan (Foto:Lutfi/Perspektif)

Ketua panitia Pemira di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dico Wiranto mengatakan Pemira ini sangat penting karena bertujuan mengedukasi mahasiswa. “Disinilah ajang untuk melatih para mahasiswa. Bagaimana mahasiswa menentukan pilihan serta ideologi mereka. Karena nantinya mahasiswa ekonomi akan menentukan arah dari fakultas ekonomi sendiri.” kata Dico Wiranto.

Pada pemira kali ini tampak lebih ramai dari pemira sebelumnya. Mahasiswa ekonomi tampak lebih antusias untuk ikut menyumbangkan suaranya untuk masa depan Unsyiah yang lebih baik.

“Semoga pemira kali ini berjalan sukses, dan membawa hasil yang positif bagi kampus kuning Ekonomi.” Tutup Dico, selaku ketua panitia pelaksa pemira. (Abi Rafdi / Febri)

 

Pemira : Maba ke Arah Mana?

Pemira : Maba ke Arah Mana? (Foto : Google)

Darussalam – Pemilihan Raya (Pemira) di lingkungan Universitas Syiah Kuala tinggal menghitung hari. Pemilihan Raya adalah agenda tahunan bertujuan untuk memilih Ketua BEM serta anggota DPM baru di tingkat Universitas maupun Fakultas yang ada di Universitas Syiah Kuala. Sesuai agenda tahun ini, Pemira akan dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2018.

Pemira Universitas pada tahun ini memunculkan 4 Pasang calon Capresma – Cawapresma (Calon Presiden Mahasiswa – Calon Wakil Presiden Mahasiswa). 4 pasang calon tersebut antara lain; Nomor urut 1, Agung Saputra (FT) dan M. Fadhel Decapri (FT). Nomor urut 2, Wahyu Rezky Annas (FEB) dan Moh. Assad (FH). Nomor urut 3, Muhammad Fikri (FKH) dan T. Rizky Saevic (FEB). Serta yang terakhir nomor urut 4, Rival Perwira (FP) dan Rifqi Ubay Sulthan (FEB).

Pemira kali ini juga memunculkan nama 58 calon anggota DPM yang saling merebut suara terbanyak. Pesta Demokrasi ini pun menarik minat dan keingintahuan khalayak Mahasiswa Universitas Syiah Kuala, tak terkecuali para mahasiswa baru.

Mahasiswa baru adalah salah satu unsur terbesar yang dapat mempengaruhi hasil perolehan suara pasangan calon ketua – wakil ketua BEM maupun anggota DPM, maka tak jarang pihak – pihak yang akan bertarung di Pemira melakukan banyak cara untuk menarik dukungan dari para Maba. Hal ini juga tentunya berbanding lurus dengan tingginya antusias Maba untuk ikut berpartisipasi dalam Pemira, meskipun hanya sebagai pendukung.

Ditambah fakta bahwa pada Pemira Universitas tahun ini, ada tiga orang mahasiswa dari Fakultas Ekonomi yang akan meramaikan Pemira –dari tiga pasang calon yang berbdeda–. Hal itu tentunya semakin menambah minat Maba di Fakultas Ekonomi untuk mendukung jagoannya pada Pemira kali ini.

Komting (Komisaris Leting) angkatan 2018 dari berbagai jurusan di FEB pun ikut menyuarakan pendapatnya. Seperti Raja Aulia, yang kini menjabat sebagai komting jurusan Ekonomi Akuntansi angkatan 2018. Ia berpendapat, “Menurut saya persaingan nanti akan cukup alot, dimana dari FEB sendiri menghadirkan 3 nama yang akan bertarung di Pemira Universitas, satu sebagai capresma (Calon Presiden Mahasiswa), dan dua sebagai cawapresma (Calon Wakil Presiden Mahasiswa).”

“Besar harapan saya, untuk presma dan wapresma yang terpilih nanti mampu menegakkan tongkat kejayaan mahasiswa. Itulah yang akan memperindah pesta demokrasi itu sendiri.” lanjut Raja Aulia.

Senada dengan pendapat Raja Aulia, M. Rizky Ramadhan yang merupakan Komting jurusan Ekonomi Pembangunan angkatan 2018 turut menyuarakan aspirasinya. Ia menyampaikan, “Pemira kali ini dapat kita lihat Bersama-sama sudah berjalan sesuai prosedur yang ada. Semua berjalan transparan dari awal seleksi sampai pengambilan nomor urut. Semua berjalan tertib dan damai, ini tentunya turut mengedukasi Mahasiswa baru yang pada saatnya kelak, akan menjadi peserta Pemira.”

Berbicara tentang Pemira juga berarti apakah Komting para Maba siap untuk terjun ke Pemira nantinya. Karena mereka yang kini sedang menjadi pemimpin Maba di jurusannya, besar kemungkinan akan menjadi pemimpin dalam struktural formal dalam lingkungan Organisasi Mahasiswa Kampus. Ditanya mengenai apakah ada kemungkinan untuk berkecimpung di BEM maupun Pemira nantinya, Komting jurusan Ekonomi Islam angkatan 2018, M Lazuardi Firdaus, memberikan pendapatnya.

“Kalau arah kesana sepertinya belum muncul di pikiran saya. Jika suatu saat saya akan ikut serta dalam politik kampus, saya akan selalu berusaha pada pihak yang benar.” Katanya.

Firdaus sendiri menambahkan pendapatnya tentang kekhawatiran akan terjadinya perpecahan antar kubu di Lingkungan FEB terkait Pemira “Sisi negatif yang saya khawatirkan dari Pemira ini adalah terpecahnya kubu dari masing-masing capresma dan cawapresma. Ketika kubu yang ada saling mempertahankan ideologi dan pendapat dari calon yang didukung, sampai berakibat ketidakharmonisan yang terjadi pada lingkungan FEB tercinta.”

Tampaknya, pesta demokrasi di lingkungan kampus sangat memberikan antusiasme tersendiri bagi para Maba. Antusiasme ini tentunya merupakan sebuah hal unik dan berharga yang dapat diperoleh oleh mahasiswa yang masih berstatus Maba.

Ditemui pada kesempatan berbeda, Hadian Utama, yang kini menjabat sebagai ketua Forum Komting se-FEB angkatan 2018, memberikan pandangan pribadinya. “Pemira ini merupakan pembelajaran politik bagi mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa belajar bagaimana melaksanakan serta mengeksekusi sebuah perwujudan demokrasi yang sesungguhnya. Dalam ajang pemira ini mahasiswa dituntut untuk mengerti esensi dan makna dari demokrasi itu sendiri. Pemira ini merupakan sarana untuk mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi dan peduli pada kampus.”

Hadian yang sebelumnya juga menjabat sebagai sebagai Komting Jurusan Ekonomi Manajemen angkatan 2018, inipun ikut menyuarakan harapannya untuk pemira yang akan berlangsung.

“Semoga Pemira tahun ini berjalan lancar, aman dan sukses. Pemimpin mahasiswa yang terpilih nantinya akan menjadi nahkoda yang Tangguh dan berintegritas serta akan membawa perubahan yang lebih baik kedepannya, amin.” Tambahnya.

Puncak pesta demokrasi sendiri akan berlangsung pada tanggal 12 Desember 2018, dimana Pemira akan dilangsungkan. Saat ini pemira mulai memasuki masa tenang, setelah tanggal 4 – 9 Desember 2019 kemarin setiap peserta Pemira melakukan agenda kampanye untuk mencari dukungan suara sebanyak-banyaknya.
Kehidupan politik kampus sesungguhnya adalah ajang bagi para Mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya bagi Fakultas maupun Universitas lewat jalur organisasi. Semua berharap Pemira tahun ini berhasil menghasilkan kader-kader terbaik yang akan berjuang demi kepentingan Mahasiswa. Siapapun yang nantinya terpilih, semoga dapat mewakili aspirasi dan kepentingan seluruh mahasiswa Universitas Syiah Kuala. (Abi Rafdi)