Kembali Gelar BSC, Himaka Sukses Memboyong OJK, IDX, dan Jasa Raharja ke FEB Unsyiah

Salah Satu Narasumber Memberi Materi di Bank Goes to Campus (Foto : Abi / Perspektif)

Darussalam- Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) FEB Unsyiah kembali menyelenggarakan program tahunannya yaitu Bank Seminar on Campus atau singkatnya BSC.  Tahun ini HIMAKA mengundang beberapa instansi seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) wilayah Aceh, Bursa Efek Indonesia (BEI / IDX) Aceh, serta Jasa Raharja cabang provinsi Aceh. Tepat hari Senin (29/04),  Seminar yang diadakan di Aula Fakultas Ekonomi & Bisnis Unsyiah itu dihadiri sekitar 200 peserta dari berbagai Fakultas  dan jurusan  Unsyiah maupun luar Unsyiah.

Bank Seminar on Campus tahun ini mengusung tema “Optimalisasi fungsi Otoritas Jasa Keuangan dan Lembaga Jasa Keuangan dalam peningkatan literasi di sektor jasa keuangan”. Kegiatan yang dipandu MC Izzatul Muna dan Moderator Cut Nadhirah Faisal ini mendapat respon positif dari seluruh peserta seminar. Hal ini terlihat dari antusiasme tinggi para peserta dalam mendengarkan para pemateri .

Dalam materinya, OJK Aceh diwakili Rachmat Hidayat, sebagai staf Edukasi dan Perlindungan Konsumen  memaparkan materi urgensi OJK ditengah perkembangan teknologi keuangan yang sangat pesat. Bahkan di awal, kepala OJK Aceh  Aulia Fadly tampak hadir dan  mengapresiasi kinerja mahasiswa Akuntansi Unsyiah, terlebih Ia juga merupakan alumni jurusan Akuntansi Unsyiah angkatan 1990. Ia menilai keberhasilan mahasiswa Akuntansi menyelenggarakan kegiatan seperti ini harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Selanjutnya kepala IDX Aceh, Thasrif Murhadi, SE. MM, menyampaikan materi mengenai kemudahan bertransaksi di bursa saham saat ini juga menjelaskan kondisi pasar saham sangat berbeda dengan kondisi pada awal-awal bursa saham terbentuk di tahun 2007.

Materi terakhir yang dibawakan oleh Jasa Raharja Aceh pun tak kalah menarik.  Dengan gaya kekiniannya, Kepala Unit Human Capital dan Umum Jasa Raharja Aceh, Alfin Syahrin,  S.Si. MM,. AAAIK, CRMTO menerangkan fungsi Jasa Raharja sebagai asuransi penjamin resiko berkendara di tengah masyarakat dan ia juga mengajak para peserta untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara, dan jangan pernah merasa aman meski sudah memilik asuransi.

“Harapannya, seminar ini dapat membawa perubahan positif dalam hal literasi keuangan di tengah mahasiswa serta dapat meningkatkan pengetahuan keuangan di tengah akademisi khususnya mahasiswa, dan masyarakat secara umum”. Tutup Teuku Ichsanul. (Abi Rafdi / Aldy Ardiki)

IDX Berikan Sosialisasi Pasar Modal Kepada Mahasiswa

IMG_20151211_104457_HDR

Kepala Divisi Edukasi IDX Indonesia, Djoko Saptono memaparkan perbandingan investasi saham dengan investasi lainnya. (11/12/2015) (Dimas/Perspektif)

Darussalam – Jumat (11/12/2015) IDX kembali melakukan Sosialisasi Pasar Modal yang menyediakan sarana bagi mahasiswa untuk lebih mengenal mengenai bagaimana pasar modal di Indonesia di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala. Menghadirkan Djoko Saptono (Kepala Divisi Edukasi IDX Indonesia) dan Ananta Wiyogo (Presiden Direktur BNI Securities), sosialisasi kali ini memberikan pemaparan mengenai bagaimana investasi pasar modal di Indonesia.

Menariknya, tidak hanya para peserta yang hadir saja yang semangat, namun Said Musnadi, selaku moderator juga tak kalah semangat menanggapi soal pasar modal yang ada di Indonesia saat ini. Sembari menunjukkan tabel perbandingan investasi saham dengan investasi lainnya, Djoko Saptono mengatakan, “Pemahaman yang kurang pada masyarakat, membuat potensi investasi saham di Indonesia saat ini masih tergolong sedikit dibandingkan dengan negara lain meski sudah mulai berkembang. Namun ini tidak menjadi pengahalang untuk berkembangnya potensi bertambahnya investor-investor yang ada di Indonesia.”

Menyambung paparan Djoko, Presiden Direktur BNI Securities Ananta Wiyogo menambahkan mengenai menjadi investor saham, “sebagai investor, yang sangat dibutuhkan adalah informasi mengenai saham-saham yang beredar, serta kendali penuh akan informasi saham perusahaan yang kita miliki. Jika kita tidak tahu laporan resmi transaksi keluar masuknya saham dan dana sebagaimana fakta yang terjadi. Bisa saja ada transaksi-transaksi yang menguntungkan investor, tapi tidak dilaporkan oleh perusahaan sekuritas. Dan hal itu tidak bisa dibiarkan terus berlangsung. Dengan kartu AKSes inilah hak dan kepentingan investor dilindungi,” umbarnya.

Mahasiswa yang hadir sangatlah antusias, sebanyak lima pertanyaan terlontar untuk pemateri yang memberikan edukasi bagi mahasiswa-mahasiswa mengenai pasar modal di Indonesia. (DA)