Pererat Solidaritas Internal Mahasiswa EKI Gelar iESA CUP

Pererat Solidaritas Internal Mahasiswa EKI Gelar iESA CUP (Luthfi/Perspektif)

Darussalam – Islamic Economic Students Association (IESA) kembali mengadakan iESA CUP yang ke-III. Acara ini berlangsung dari tanggal 29 april 2018 hingga 6 mei 2018. Adapun cabang olahraga yang diperlombakan antara lain; Futsal, Basket, Badminton, dan Tarik Tambang.

Acara internal ini bertujuan untuk meningkatkan solidaritas, kekeluargaan, kekompakan dan juga agar keluarga iESA sehat semua pastinya. Tahun ini iESA CUP mengusung tema “Keep Spirit, Keep Health, and Keep Solidarity.”

“Adapun makna nya yakni berbagi pengalaman, berbagi perasaan atau bisa di bilang berbagi kebahagian dan menjaga solidaritas antar sesama mahasiswa/i  Ekonomi Islam,” ungkap Win Irvan Syahputra selaku Ketua Panitia.

Pererat Solidaritas Internal Mahasiswa EKI Gelar iESA CUP (Luthfi/Perspektif)

Opening Ceremony dilaksanakan hari ini (29/4/18). Kali ini, iESA membuat Konsep pembukaan acara berbeda dari yang sebelumnya karna diacara Opening Ceremony ini mereka membuat upacara penaikan bendera iESA CUP. Hal ini merupakan gebrakan baru yang dilaksanakan oleh iESA.

Pada saat upacara berlangsung ketua jurusan ekonomi islam Dr. Eddy Gunawan M.Ec selaku Pembina Upacara menyampaikan bahwa begitu senang bila iESA aktif, karna kita dapat menunjukkan kualitas, sportifitas,dan excellent dalam berprestasi dan kita harus menanamkan nilai nilai yang ada pada moto ekonomi Islam yaitu menjadikan insan-insan yang islami.

Selain ketua Jurusan Ekonomi islam, acara ini turut dimeriahkan oleh Dosen, Dimisioner, Presidium, perwakilan dari HMJ/UKM yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan juga Anggota iESA sendiri.

“Banyak bakat terpendam yang dimiliki mahasiswa EKI, jadi marilah kita asah bersama, kita latih bersama agar nantinya dapat membanggakan Ekonomi Islam ke depannya. Pemenang dari setiap cabang olahraga yang diperlombakan akan dipromosikan ke dispora,” ucap Ketua himpunan iESA Abthal Aufar dalam kata sambutannya

Win Irfan berharap bahwa seluruh mahasiswa/i ekonomi islam dapat menjalin persaudaraan yang lebih erat lagi, menjalin silaturahmi yang lebih baik lagi, selalu menjaga kekompakkan dan yang paling penting nantinya tidak ada kecurangan satu sama lain dalam acara iESA CUP yang ke-III ini. (KZ,LH)

IBEP akan Gaet EKI pada 2019 Mendatang

IBEP akan Gaet EKI pada 2019 Mendatang (Foto:Lala/Perspektif)

Darussalam- International Business and Economic Program atau dikenal dengan sebutan IBEP adalah program unggulan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) sejak tahun 2011. Dulunya IBEP lebih familiar dengan nama International Accounting Program (IAP) setelah sempat menyandang nama Pre International Class (PIC) selama beberapa tahun. Hal tersebut dikarenakan Akuntasi satu-satunya program studi yang menjadi program unggulan kelas Internasional saat itu.

Seiring berjalannya waktu, IAP mengalami perkembangan dengan menambahkan dua program studi lainnya yaitu Ekonomi Manajemen (EKM) dan Ekonomi Pembangunan (EKP) pada tahun 2017. Pada saat yang bersamaan pula IAP berganti nama menjadi IBEP. Selama masa pengembangan IBEP, muncul pertanyaan dari beberapa mahasiswa. Apakah EKI akan ada juga kelas internasional?

“Target kita, semua prodi di S1 akan dibuat kelas internasional. Kalau memungkinkan tahun 2019 akan dibuka untuk EKI.” Ujar Dr. Abd. Jamal, SE., M.Si selaku Wakil Dekan 1 bagian Akademik saat dijumpai di ruangannya (24/04).

Namun beliau juga menambahkan bahwasanya perlu persiapan yang matang terlebih dahulu terutama pada bagian pengajar, agar dapat terwujudkan di tahun 2019 mendatang. Selagi menunggu persiapan, beliau juga mengatakan akan ada indikator tertentu agar dapat masuk ke kelas internasional. Salah satunya adalah mampu mempertahankan ip di tingkat yang baik.

“Tanggapan terkait antusiasme, tentu positif sekali, mereka ingin jadi unggul. Kita sambut positif, maka kita coba tahun berikut ini.” Papar Abd. Jamal terhadap antusiasme mahasiswa EKI dalam menyambut kelas internasional EKI.

Belajar di kelas internasional tentu saja harus memiliki kemampuan berbahasa inggris yang baik. selain itu, kompetensi dalam belajar juga diutamakan. Maka, IBEP membuat sistem eliminasi agar program kelas internasional benar-benar menjadi kelas unggulan terlebih dari segi kemampuan bersaing mahasiwa di kancah internasional nantinya. IP menjadi tolak ukur utama setelah kemampuan berbahasa inggris. Bagi mahasiswa yang tidak mampu bersaing nantinya, diberikan izin untuk mengundurkan diri.

Bagi mahasiswa tahun 2017 yang tertarik belajar di kelas internasional, peluang terbuka lebar. Karena kelas internasional bukanlah program studi namun berupa kelas. Maka, dibolehkan kepada mahasiswa tahun 2017 atau yang bersemester 3 atau 4 untuk ikut mendaftarkan diri di kelas internasional asalkan tidak sendirian. Dalam artian, ada beberapa yang mendaftarkan diri baru akan dibuka kelas.

Untuk gedung atau ruangan sendiri, IBEP diberikan ruang belakang atas dan sedang direnovasi. Dengan pengadaan fasilitas yang semakin diperbaharukan dan konfirmasi dari Wakil Dekan Bagian Akademik menjadi harapan tersendiri bagi mahasiswa EKI agar kelas internasional untuk EKI akan segera terwujud di tahun 2019 mendatang.(Sul)

iESA adakan Latihan Kepemimpinan Public Speaking & Keorganisasian

iESA adakan Latihan Kepemimpinan Public Speaking & Keorganisasian (foto; Ghrina/Perspektif)

Darussalam – Minggu (11/03) Islamic Economics Students Asossiation (iESA) mengadakan acara Pelatihan Kepemimpinan Public Speaking & Keorganisasian yang dilaksanakan di balai sidang Fakultas Ekonomi dan Bisnis ( FEB ) Unsyiah. Acara ini mengusung tema “ membentuk kader- kader pemimpin yang memiliki kualitas integrasi tinggi dalam mengemban tanggung jawab” dan diikuti oleh mahasiswa Ekonomi Islam. Tujuan dari acara ini ialah mengenai pelatihan kepemimpinan dalam berorganisasi.

“Tahun ini pelatihan yang diadakan lebih kepada tanggung jawab, karena tanggung jawab ini sudah pudar dikalangan mahasiswa. Oleh karena itu jagalah tanggung jawab yang sudah diberikan, jalankan amanah dengan sebaik- baiknya. Acara ini harus diikuti, karena mengajarkan hal- hal dasar tentang kepemimpinan dan keorganisasian yang susah untuk didapatkan ditempat yang lain,” sebut Muhammad Zuhdi selaku ketua panitia.

Kali ini iESA mengundang Nasrudin Hasan, SH., M.H. yang berasal dari KIP Provinsi Aceh. Nasrudin menjelaskan mengenai pentingnya pemimpin yang baik. Keberanian seorang pemimpin sangat penting dalam memimpin apapun. Baginya,pemimpin yang baik itu seperti Rasulullah SAW. “Ciri-ciri pemimpin yang baik adalah yang beriman, bertaqwa,adil,dan jujur. Itu semua terkandung pada sifat nabi kita yaitu Nabi Muhammad SAW,” paparnya.

Ammar Fuad SE., M.M. selaku mantan ketua BEM 2006 juga diundang sebagai pembicara dalam menyampaikan materi tentang keorganisasian, tanggung jawab, kerjasama dan sebaiganya. Beliau adalah ketua BEM yang sangat berpengalaman khususnya dalam bidang keorganisasian dan juga banyak berkecimpung diorganisasi- organisasi lainnya.

Selain Nasrudin Hasan dan Amar Fuad, acara ini juga dihadiri Haikal Saputra yang juga merupakan ketua umum iESA tahun 2014. Dalam penyampaian materi haikal menceritakan mengenai history iESA, yaitu dari awal terbentuknya iESA hingga sampai saat ini.

“Mengikuti organisasi itu, tidak ada ruginya, banyak sekali manfaat dalam mengikuti organisasi ini kedepannya dan selama di organisasi ambillah nilai- nilai kebaikan kehidupan moral dan etika untuk diterapkan,” pesan haikal.

Acara juga diselingi dengan pemaparan program kerja disetiap bidang- bidang  selama satu periode kedepan. “ jika kita tidak berani mengambil resiko,kita tidak akan berprestasi.maka jangan pernah takut untuk beresiko dan lakukan lah sesuatu yang dapat memberi manfaat kepada orang lain” tutup Abthal Aufar selaku ketua himpunan IESA 2018. (Ghr,la)

iESA Gelar Pelatihan Public Speaking Dan Keorganisasian

Dr. Ridwan Nurdin, S.E., MA mewakili Ketua Jurusan Ekonomi Islam memberikan kata sambutan sekaligus membuka acara Pelatihan Publik Speaking dan Keorganisasian (Razi/Perspektif)

Darussalam –  Islamic Econimics Students Assosiation (iESA), Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala menggelar acara bertajuk Pelatihan Public Speaking dan Keorganisasian. Acara yang bertemakan “Explore Your Mind and Train Your Mouth to be A Good Speaker” diselenggarakan di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Syiah Kuala pada Sabtu (1/4).

iESA turut menghadirkan pemateri yang berkompeten dibidangnya, Fahmi Risnaldi, Sarjana Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas KIP, Universitas Syiah kuala yang telah merupakan Harapan 1 Duta Wisata Indonesia tahun 2013 dan Said Muniruddin, S.E.,MSc, Ak, CA yang merupakan Founder of Zawiyah for Spiritual Leadership sekaligus dosen aktif FEB Unsyiah.

Kedua pemateri menekankan peserta agar dapat lebih mendalami aspek kepemimpinan berbasis Spiritual Leadership. iESA juga turut mengundang perwakilan organisasi The Leader yang merupakan sebuah organisasi kepemudaan yang khusus membina anak Aceh. The Leader memperkenalkan 6 aspek yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin atau lebih dikenal dengan sebutan WOW Leadership Model.

Iqbal selaku ketua panitia menyampaikan bahwa acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman lebih dalam mengenai kepemimpinan dan mewujudkan keseimbangan antara kekuatan emosional dan intelektual. Ia berharap dengan adanya acara ini, semua peserta tidak lagi gugup saat berbicara di depan umum dan memiliki mental yang tangguh saat berada di depan panggung. (FR/Perspektif)

Mahasiswa Ekonomi Unsyiah Gelar Bakti Sosial Untuk Korban Gempa Pidie Jaya

Mahasiswa Ekonomi Gelar Bakti Sosial Ke Pijay (Dok. Panitia)

Mahasiswa Ekonomi Gelar Bakti Sosial Ke Pijay (Dok. Panitia)

Meuredu – Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah berhasil menggelar Bakti Sosial untuk korban gempa di Mukim Peuduek, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya. Kegiatan difokuskan ke 2 Desa, yaitu Gampong Tuha dan Gampong Panton Raya

Kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan amal yang dilakukan oleh KBM FEB Unsyiah. Sebelumnya juga telah dilakukan konser amal yang berlangsung di Aula FEB Unsyiah sabtu malam.

Total dana sumbangan yang terkumpul sebesar Rp15.106.000, seluruhnya digunakan untuk membeli keperluan sembako dan perlengapan tidur untuk pengungsi disana.

Tim Relawan FEB Unsyiah bergerak dari Kampus pukul 15.00 WIB, tim relawan yang terdiri dari 57 mahasiswa FEB Unsyiah berangkat menggunakan motor dengan sistem touring yang dipandu langsung oleh anggota UKM Economic Otomotif Club (EOC).

Mahasiswa Ekonomi Membagikan Sembako dan Pakaian Anak (Dok. Panitia)

Mahasiswa Ekonomi Membagikan Sembako dan Pakaian Anak (Dok. Panitia)

Tim Relawan FEB berfokus memberikan bantuan di 2 Desa, yaitu Gampong Tuha dan Gampong Dayah Raya, keduanya berlokasi di Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya.

Kondisi getak geografis kedua desa yang jauh dari jalan raya dan merupakan desa buntu, pengungsi di kedua desa ini pun kekurangan kebutuhan pangan dan pakaian anak.

Menurut pantauan tim relawan, setidaknya 70% dari rumah penduduk di kedua desa tersebut mengalami kerusakan, rumah milik Bapak Adnan yang tak jauh dari Meunasah Gampong Tuha misalnya, rumahnya kini tak lagi bisa dihuni, ruang tamu dan kamar tidurnya hancur setelah dihentak Gempa 7 Desember lalu.

Kini separuh dari penduduk kedua desa terpaksa mengungsi di halaman meunasah dan halaman rumah penduduk yang cukup untuk didirikan tenda. Mereka masih shock dengan bencana gempa bumi Rabu lalu, mereka kini berharap agar cepat dating bantuan dari pemerintah untuk membangun kembali rumah mereka yang rusak akibat Gempa Bumi.

Proses distribusi bantuan pun berjalan dengan lancar, bantuan sembako dan pakaian anak diterima langsung oleh Geuchik dari kedua desa tersebut. Setelah proses penyerahan bantuan, anak-anak dari kedua Desa pun diajak untuk bermain bersama untuk memulihkan psikis anak-anak korban gempa dari trauma. (Jo, Abu)

Semarakkan Bulan Ramadhan, iESA Tularkan Semangat Berbagi

iEsa Tularkan Semangat Berbagi di Panti Asuhan (Fitri/Perspektif)

iEsa Tularkan Semangat Berbagi di Panti Asuhan (Fitri/Perspektif)

Banda Aceh – Kamis, (23/6/2016) Islamic Economics Students Association (iESA) bersama Jurusan Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah melaksanakan kegiatan Bakti Sosial dan Buka Puasa Bersama 1437 H di Panti Asuhan Yayasan Uswatun Hasanah, Kajhu, Aceh Besar. Rangkaian kegiatan yang dilakukan yaitu gotong-royong lingkungan panti asuhan, belajar-mengajar bersama anak-anak panti, nobar film motivasi, pembagian santunan/donasi, dan tausiyah ramadhan.

Acara yang bertema “Indahnya Berbagi di Bulan Ramadhan” ini turut mengundang keluarga besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah, seperti Ketua Jurusan, Sekretaris Jurusan, Para dosen Ekonomi Islam, perwakilan

Indahnya Berbagi di Bulan Ramadhan iESA (Fitri/Perspektif)

Indahnya Berbagi di Bulan Ramadhan iESA (Fitri/Perspektif)

Badan Eksekutif, Dewan Perwakilan Mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan, Ketua Bursa Efek Indonesia, Ketua MES (Masyarakat Ekonomi Syariah), dan 20 anak-anak yatim dan duafa yang menetap di Panti.

Ini kali kedua iESA mengadakan kegiatan tersebut dibawah tanggung-jawab bidang Diniyah, dimana tahun sebelumnya baksos diadakan di Panti Asuhan al-Washiliyyah Banda Aceh. “Bakti Sosial ini dilaksanakan untuk menumbuhkan rasa peduli antar sesama, menjaga silaturrahmi keluarga besar Ekonomi Islam, dan sebagai rasa syukur iESA terhadap apa yang telah dicapai”, papar Ketua Umum iESA, Haikal Saputra.

Dimulai dengan gotong royong lingkungan panti pada pukul 09.00 WIB dan memasak makanan untuk berbuka sampai sebelum zuhur, dilanjutkan dengan shalat Zuhur berjama’ah bersama anak-anak, belajar-mengajar sampai dengan waktu Ashar. Hingga sampai acara berbuka selesai, usai shalat Magrib berjamaah, barulah sesi pembagian donasi/santunan untuk anak yatim dan duafa. (Ftrdafya)

Menggerakkan Perubahan Mahasiswa, iESA Gelar Pelatihan Penulisan Essai

Acara Workshop Penulisan Essai iESA (Fitri/Perspektif)

Darussalam – Islamic Economics Students Association (iESA) sebagai Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) termuda di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah menyelenggarakan acara Pelatihan Penulisan Essai (PPE) sebagai program kerja pertama tahun ini pada Sabtu, (23/4/2016) di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala. Acara yang bertema “Menuangkan Idealisme melalui Penulisan Esai untuk Menciptakan Perubahan” ini diikuti oleh 60 peserta internal. Dihadiri oleh delegasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa, Dewan Perwakilan Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan dan Unit Kegiatan Mahasiswa FEB Unsyiah dan Aminullah Usman, S.E.,A.k.,MM selaku ketua MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Aceh.

Laporan Ketua Panitia sekaligus kata sambutan disampaikan oleh Haikal Saputra selaku Ketua Umum iESA, ia sangat berharap agar acara ini mampu membuat mahasiswa lebih aktif. “Acara PPE ini dibuat agar mahasiswa mampu lebih aktif melalui tulisan, terpenting mahasiswa dari Ekonomi Islam agar mampu menulis dan menggerakkan perubahan Ekonomi Islam”, katanya.

Dr. M. Shabri Abd.Majid, M.Ec selaku Ketua Jurusan Ekonomi Islam mengatakan, beliau dikenal oleh Rektor Universitas Syiah Kuala saat menjadi mahasiswa karena menulis. Besar harapannya agar mahasiswanya mampu menulis dan tulisannya dimuat di media untuk ajang promosi jurusan Ekonomi Islam yang baru berjalan 2 tahun lebih. Sebagai bukti kerjasama antara MES Aceh dan iESA, Ketua Jurusan Ekonomi Islam, Shabri memberikan jurnal Ekonomi Islam kepada Aminullah serta penandatangan MoU.

“Jika dulu mahasiswa mampu menurunkan Presiden dengan menduduki gedung DPR setelah satu dekade lewat, mahasiswa sekarang tentu berbeda dalam penyampaian aspirasinya. Salah satunya dengan tulisan, mahasiswa mampu menuangkan ide dan pendapatnya. Semoga salah satu cara agar itu bisa terwujud yaitu dengan dilaksanakannya acara PPE ini”, tambah ketua devisi Litbang, Ilham. (Ftrdafya)

Editor: FAA

FEB UNSYIAH Gelar Raker Bersama

Rapat Kerja DPM FE 2016 (7/2/2016)(Fitri/Perspektif

               Rapat Kerja DPM FE 2016 (Fitri/Perspektif)

Darussalam – Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Syiah Kuala (DPM FEB Unsyiah) menggelar acara rapat kerja Keluarga Besar Mahasiswa bersama lembaga-lembaga internal, yang terdiri dari: Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) yang terdiri dari UKM BESTEK, UKM LPM Perspektif, UKM PA-LH METALIK, UKM EOC, UKM Inkubator, UKM LDK Al-Mizan, juga beberapa Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) yaitu Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM), Himpunan Mahasiswa Prodi Pembangunan (HIMADIPA), Himpunan Mahasiswa Akutansi (HIMAKA), Islamic Economics Students Association (iESA), dan Forum-Forum D-3 Fakultas Ekonomi & Bisnis UNSYIAH yang bertempat di Balai Sidang Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Syiah Kuala, Minggu (7/2/2016).

Dihadiri oleh 63 mahasiswa yang beberapa diantaranya anggota DPM FEB Unsyiah, kegiatan ini mengusung tema “Sinergisitas Dalam Perencanaan Program Bersama”. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-qur’an, dilanjutkan dengan laporan ketua panitia, kata sambutan dari Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa, dan rangkaian terakhir yaitu pembukaan acara oleh Wakil Dekan III, Bapak Nashrillah Anis SE, MM. Setelah menyampaikan kata sambutan dan beberapa masukan untuk mahasiswa terkait beberapa hal mengenai kepengurusan periode 2016, acara formal ditutup dengan pembacaan do’a.

Perwakilan setiap lembaga memaparkan program kerjanya dalam bentuk presentasi dihadapan seluruh hadirin dengan total program kerja sebanyak 156 program yang berskala internal, lokal, regional wilayah, nasional serta internasional.

“Harapannya kegiatan ini dapat menyambung komunikasi yang baik dengan seluruh civitas akademika sekaligus menyinkronkan waktu penyelenggaraan kegiatan antara lembaga-lembaga terkait agar tidak terjadinya saling tumpang tindih diantara kegiatan-kegiatan yg akan dilaksanakan, juga untuk semua pihak baik eksternal dan internal dapat memberikan dukungan baik itu secara moril maupun materil untuk dapat mensukseskan kegiatan-kegiatan yang berkualitas kedepannya.” tutur Nuzul Tantawi selaku ketua DPM FEB Unsyiah. (FAA)