Talkshow Inkubator 2016 Hadirkan Pengusaha Muda Kreatif

Talkshow Wirausaha Inkubator 2016 hadirkan Usahawan Muda Kreatif (Toso/Perspektif)

Darussalam – Keunggulan media dalam dunia bisnis dalam berwirausaha di era Globalisasi semakin gencarnya disuarakan di berbagai seminar Kewirausahaan dewasa ini. Mudahnya memulai usaha dari dunia digital membuat para pebisnis melirik peluang usaha dari media sosial dan memulai startup melalui dunia maya. Hal ini dianggap menjadi peluang usaha kreatif oleh UKM Inkubator FEB Unsyiah dengan mengadakan Talkshow Wirausaha dengan Tema “Berwirausaha Kreatif di Era Digital”

Talkshow Wirausaha yang diadakan oleh UKM Inkubator merupakan puncak dari serangkaian acara Expo Inkubator 2016. Dalam talkshow kali ini, Inkubator mengundang beberapa Usahawan Muda Inspiratif seperti Muhammad Sadad (CEO Erigo Store), Iqbal (CEO Hadrah Group), Furqan Firmandez (Ketua HIPMI Aceh), dan JNE.

 

Muhammad Sadad yang merupakan CEO Erigo Store sedang memberikan materi (Toso/Perspektif)

Muhammad Sadad yang merupakan CEO Erigo Store sedang memberikan materi (Toso/Perspektif)

Dalam talksow Wirausaha ini, Muhammad Sadad mengajak peserta talkshow untuk memulai startup bisnis dengan memanfaatkan keunggulan di media sosial. Sadad merupakan CEO Erigo Store yang bergerak di usaha pakaian yang sukses dari media sosial Instagram, kini usaha fashion yang menargetkan pasar anak muda ini pun telah melayani ribuan konsumen setiap bulannya. “Erigo merupakan hasil jatuh bangun kami di dunia usaha, awalnya kami bergerak di pasar batik namun kebutuhan pasar di sector fashion anak muda yang meyakinkan membuat kami merubah haluan menjadi salah satu Brand fashion yang diperhitungkan saat ini, semuanya berasal dati kerja keras dan inovasi” jelas pemuda asli Lhokseumawe ini.

 

“Inovasi merupakan hal yang sangat penting dalam berwirausaha di era digital ini, kebutuhan pasar yang terus berubah menuntut agar pengusaha terus berinovasi demi menjaga eksistensi dalam dunia bisnis” tambah CEO Erigo ini. Dalam kesempatan yang sama, Iqbal yang merupakan Founder dan CEO Hadrah Group juga memotivasi peserta talkshow untuk menjaga mental wirausaha agar dapat bersaing di era globalisasi. Alumni Fakultasi Ekonomi dan Bisnis Unsyiah ini juga mengajak peserta untuk mengembangkan bisnisnya di daerah sendiri ketimbang membuka usaha di daerah lain.

Seorang peserta sedang bertanya dalam Talkshow Inkubator 2016 (Toso/Perspektif)

Seorang peserta sedang bertanya dalam Talkshow Inkubator 2016 (Toso/Perspektif)

“Peluang usaha di Aceh begitu besar, namun sayangnya hanya sedikit pengusaha asli daerah yang membuka usahanya disini. Mulai saja bisnis dari yang kecil-kecilan dulu, agar anda dapat mengetahui seluk beluk berwirausaha sejak dini, usaha yang unik dibutuhkan di era digital seperti saat ini” ujar pemuda yang telah mulai berwirausaha sejak SMA ini.

Wirausaha di era digital juga mendapat perhatian khusus bagi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Furqan Firmandez yang juga merupakan ketua HIPMI Aceh menyebutkan bahwa Wirausaha di era digital merupakan peluang usaha yang sedang menjadi tren bisnis saat ini. Usaha kecil maupun besar pun bisa memasarkan produknya di dunia maya tanpa batas. Usaha yang kreatif, inovatif dan unik merupakan kunci dari bisnis di era Digital jelasnya.

Dengan diadakan talkshow wirausaha ini, diharapkan dapat menumbuhkan minat dan semangat wirausaha bagi mahasiswa dan peserta dengan mendorong terciptanya usahawan kreatif yang mampu bersaing di era digital dan siap menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). (Jo)

Komunitas Reptil Meriahkan Penutupan Inkubator Expo 2015

IMG_20151009_144219_HDR

Sejumlah Reptil Dipamerkan Di Aula FE Unsyiah (Dimas/Perspektif)

Darussalam – Inkubator Expo 2015 yang telah diselenggarakan selama sepekan penuh (baca: Sepekan Inkubator Expo Tumbuhkan Wirausaha Mahasiswa) sejak 5 Oktober 2015 ditutup dengan mendatangkan dan memamerkan reptil-reptil yang cukup menarik pengunjung yang datang di Aula Fakultas Ekonomi Unsyiah (9/10/2015).

Komunitas reptil yang diundang ini adalah dari Aceh Reptile Community, komunitas ini merupakan salah satu komunitas pecinta hewan reptil yang ada di Aceh. “Basecamp kami berada di petshop daerah Methodist, berada tepat di belakang Taufik Kupi. Biasanya, rutin pada minggu pertama dan terakhir dalam sebulan kami memamerkan reptil-reptil ini di kawasan Lapangan Blang Padang atau Taman Sari,” ucap Fauzan, salah satu pemuda dari komunitas pecinta reptil ini.

S__4767747

Para Pengunjung Berfoto Dengan Ular (Angga/Perrspektif)

Tak tanggung-tanggung, salah satu reptil yang dipamerkan adalah dua ular phyton ukuran besar (dewasa) serta kadal reptil lainnya. Para pengunjung yang datang pun diajak untuk dapat berinteraksi dengan hewan melata ini. Beberapa pengunjung tampak kagum melihat ular-ular tersebut, namun tak sedikit pula yang takut akan kehadiran mereka. Beberapa reptil yang dipamerkan adalah kadal jenis Bearded Dragon, Tegu Argentine Lizard, serta ular Ball Phyton.

Tak hanya reptil, kucing juga dipamerkan di hari terakhir expo tersebut. Sepasang kucing jenis Persia menarik mayoritas pengunjung mahasiswi yang hadir. Mereka sangat tertarik akan lucunya kedua kucing tersebut dan tak jarang kucing tersebut digendong untuk foto bersama. Penutupan diakhiri dengan pengumuman pemenang dari semua lomba yang dilaksanakan selama sepekan. DAD