Sepekan Expo Inkubator Tumbuhkan Jiwa Wirausaha Mahasiswa

_MG_0507

Inkubator Expo akan diadakan selama sepekan (Dimas/Perspektif)

 

Darussalam – Jelang pertengahan Oktober ini, Unit Kegiatan Mahasiswa Inkubator FE Unsyiah menggelar Inkubator Expo 2015 yang diselenggarakan di Aula Fakultas Ekonomi Unsyiah selama sepekan, yaitu dari 5-9 Oktober 2015.

Bertajuk My Business My Future, expo yang diisi oleh 17 stand dari berbagai wirausaha mahasiswa ini menarik perhatian mahasiswa serta komponen kampus yang berada di kampus. Beberapa stand wirausaha mahasiswa yang ada di expo ini menjual product-product yang bermacam rupa, mulai dari pernak-pernik, pakaian, makanan dan minuman, hingga jasa desain vector dengan berbagai jenis framing yang menarik.

Expo yang menggunakan dekorasi yang berwarna-warni dengan memadukan ala cafe ini juga akan menampilkan berbagai pertunjukkan di sela-sela hiruk pikuknya expo, antara lain akan menampilkan aksi Beat Box, Lomba Ranking 1, Hiburan Akustik dan Hip Hop, Lomba Menghias Kue, Perform Tarung Drajat, serta Lomba Merias Wajah dan Hijab.

Selaku Ketua Umum Inkubator FE Unsyiah, Teuku Sultan mengatakan bahwa Inkubator Expo ini sendiri, dulu sudah pernah dibuat sekitar 7 tahun yang lalu, dan kembali kami adakan untuk mendukung jiwa wirausaha mahasiswa di Unsyiah. Mahasiswa yang berwirausaha di Unsyiah masih minim didukung, padahal dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, usaha-usaha yang mereka jalankan akan berkembang. DAD

Wirausaha Kantin Ekonomi

Mie Bang Ojan

(Foto: Aulia Utami)

Mie Bang Ojan

Siapa yang tidak kenal dengan Mie Aceh di kantin Fakultas Ekonomi Unsyiah. Rasanya yang lezat benar-benar menggugah selera para mahasiswa. Mie Aceh ini sudah ada di kantin kita sejak 2006 dengan koki andal yang akrab dipanggil Fauzan. Wow! Ternyata ia adalah penggemar Westlife. “Saya harus bermimpi dulu deh Westlife bakal datang ke kampus dan ngerasain mie buatan saya,” kata beliau sambil tertawa. Jangan salah, mie buatannya sudah pernah dicicipi oleh beberapa artis lokal, seperti Kande dan Rafli. Ia memulai usaha dengan berbekal dana sendiri dan kemampuan meracik resep mie. Sifat pedagang memang sudah mendarah daging di keluarganya. Hingga saat ini, ia mampu menghasilkan omzet perhari sebesar Rp 400 ribu.

Pangsit

Sebut saja namanya Ucok. Memulai usaha sejak tahun 2000 di ibukota, lalu ia pindah ke Aceh dan melanjutkan usahanya di kantin Fakultas Ekonomi pada tahun 2004. Dengan omzet Rp 800 ribu per hari, usaha ini termasuk sangat pesat, hingga membuka cabang di fakultas lain. Penggemar NOAH ini mengawali karir sebagai pekerja bangunan, lalu memutuskan untuk memulai bisnis pangsit. Ia mengakui sangat sulit bangun pagi untuk mempersiapkan dagangannya. “Yang penting harus bekerja keras dan tetap semangat,” katanya. Saat ini ia sedang mencari lokasi yang cocok untuk membuka cabang pangsit di tempat lain.

Lontong Abdi

Lontong Abdi

(Foto: Akhyar Hafiz)

Lontong menjadi menu favorit untuk sarapan. Mau lontong sayur atau lontong pacal? Yang paling terkenal seantero Unsyiah tentu saja di Fakultas Ekonomi. Bukan lagi disebut sebagai pendatang baru, keluarganya sudah menggeluti usaha ini selama lebih dari 20 tahun. Berawal dari sang ibu, Abdi melanjutkan usaha menjual lontong di kantin Fakultas Ekonomi sejak 2007. Saat ini lontong Fakultas Ekonomi yang terkenal telah membuka cabang di fakultas lain yang dikemudikan oleh abangnya. Tidak tanggung-tanggung, penggemar Tom Cruise ini mampu menghasilkan omzet hingga Rp 600 ribu per hari. “Prinsip saya dalam menjalankan usaha ini, yang penting jangan mudah menyerah”, tegas beliau. Beliau juga berharap semoga kantin Fakultas Ekonomi dapat diperluas lagi. (Aulia Utami)