Temui Demonstran, Nova Janji Penuhi Tuntutan Dalam 14 Hari

Temui Demonstran, Nova Janji Penuhi Tuntutan Dalam 14 Hari (Foto : DA/perspektif)

Banda Aceh –  Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah akhirnya muncul di hadapan massa mahasiswa yang menuntut pencabutan izin tambang PT. Emas Mineral Murni (PT. EMM). Tak hanya itu. Nova juga menandatangani surat tuntutan pernyataan menolak PT. EMM di hadapan seluruh demonstran, Kamis (11/4/2019).

Surat pernyataan itu ditandatangani Nova setelah ribuan mahasiswa dari berbagai universitas di Aceh melaksanakan aksi unjuk rasa lanjutan di halaman Kantor Gubernur Aceh. Sebelumnya, pada hari pertama dan kedua unjuk rasa, tak sekalipun Nova terlihat di hadapan ribuan mahasiswa yang berunjuk rasa.

Nova hadir didampingi Kapolda Aceh Irjen Rio S Djambak, Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Rianto, Dandim 0101 BS Kol. Inf. Hasandi Lubis, serta Kajati Aceh Irdam SH.

Surat tuntutan yang disampaikan Korps Barisan Pemuda Aceh (BPA) tersebut berisi empat poin tuntutan dari Rakyat Aceh kepada Plt. Gubernur Aceh.

Tuntutan itu antara lain :

  1. Plt Gubernur Aceh siap melakukan gugatan melalui pemerintah Aceh sebagai bentuk mempertahankan kekhususan Aceh dan membela rakyat Aceh.
  2. Plt Gubernur Aceh siap menerbitkan rekomendasi pencabutan izin PT Emas Mineral Murni (PT EMM).
  3. Mengutuk tindakan pemerintah pusat yang tidak menghormati kekhususan Aceh yang dihasilkan dari butir-butor perdamaian antara Aceh dan Indonesia
  4. Plt Gubernur Aceh siap membuka dan mengecam dalang di balik berdirinya PT EMM di Bumi Aceh.

Dalam tuntutan itu, mahasiswa meminta waktu 14 hari agar Plt. Gubernur Aceh tersebut agar memenuhi tuntutan yang ada terhitung sejak surat ini ditandatangani.

Bahkan dalam surat pernyataan tuntutan tersebut, Nova menyatakan siap mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Aceh bila ia berbohong dan berkhianat kepada rakyat Aceh dengan tidak menjalankan tuntutan yang diberikan mahasiswa. (Abi)

Pak PLT Gubernur, Mahasiswa Rindu Kehadiranmu

Pak PLT Gubernur, Mahasiswa Rindu Kehadiranmu (foto:Auzan/Perspektif)

Banda Aceh – Mahasiswa dan berbagai elemen masyarakat kembali datang berunjuk rasa di Kantor Gubernur Aceh, Kamis (11/4). Aksi ini adalah aksi di hari ketiga secara berturut-turut. Mereka melakukan unjuk rasa untuk bertemu dengan Plt. Gubernur Aceh, Nova Iriansyah guna menolak izin tambang PT Emas Mineral Murni (PT EMM). Namun memasuki hari ketiga, tuntutan belum juga dikabulkan.

Pada hari pertama aksi, massa tidak berhasil menemui Nova Iriansyah karena berada di Takengon, Aceh Tengah untuk menghadiri acara peresmian Gardu Induk PLN Bersama Menteri ESDM, Ignasius Jonan. Kemudian, pada hari kedua aksi (10/4), ribuan mahasiswa kembali menduduki Kantor Gubernur Aceh, namun Nova juga tak kunjung hadir karena berada di Hotel Hermes Banda Aceh untuk membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemerintah Aceh 2020.

Sorak peserta aksi makin menjadi, penantian mereka untuk menjumpai orang nomor 1 di Aceh saat ini tak kunjung kesampaian. Lantas bagaimana dengan hari ini? Akankah ia bernyali untuk menjumpai pendemo yang sudah tiga hari menanam rindu untuk bertemu dengannya? Apakah ia mau menampung semua keluh kesah mahasiswa dan masyarakat?

Sepanjang dua hari aksi unjuk rasa yang diikuti ribuan mahasiswa dan masyarakat tersebut, tak sedikitpun terlihat itikad baik dari Nova untuk turun langsung menemui para pendemo. Walaupun Humas Pemerintah Aceh telah mengunggah video pernyataan terhadap masalah izin PT EMM. Menurut Nova, izin bukan dikeluarkan oleh Pemerintah Aceh. Alhasil, kekecewaan pun dilampiaskan dengan merusak fasilitas dalam area Kantor Gubernur.

Mulai dari ruas pagar yang sudah tercopot dari tempatnya, vas bunga yang rusak, hingga pavin block  yang disulap menjadi ‘kuburan untuk Nova’. Kini, tulisan “Kantor Gubernur” pun berubah menjadi “Kantor di Segel” oleh mahasiswa yang bertahan hingga pagi hari.

Seperti yang kita ketahui jarang sekali mahasiswa dan berbagai kalangan masyarakat aceh turun ke jalan untuk berdemo. Apalagi dalam skala besar seperti ini, jika memang taka da hal pelik yang harus di atasi.

Di hari ketiga, aksi masih terus berlanjut. Massa terus berdatangan dari berbagai kampus di luar Banda Aceh.  Mereka masih menutut pertanyaan yang sama, Bernyalikah Nova Iriansyah menjumpai aksi, mendengar tuntutan massa pendemo dan mencabut izin tambang di Tanah Syuhada? Kita lihat saja!

 

Penulis adalah Hasan Basri, Pemimpin Umum LPM Perspektif FEB Unsyiah