MCF 2017, Himpunan Mahasiswa Manajemen Datangkan SkinnyIndonesian24

Jovial Da Lopez (Kanan) dan Andovi Da Lopez (Kiri) saat menjadi pemateri dalam acara Seminar Nasional di AAC Dayan Dawood (Indah/Perspektif)

Darussalam- Rabu, (25/10) Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah kembali menggelar acara Management Creativity Festival (MCF) untuk ke tiga kalinya sejak tahun 2015.  MCF dimulai dari tanggal 23-25 Oktober 2017 dan diisi oleh beberapa rangkaian acara seperti Seminar Nasional, Expo, dan berbagai perlombaan.

Seminar Nasional pada tahun ini mengusung tema “ Ekonomi Kreatif & Pariwisata Sebagai Penggerak Ekonomi Lokal”.

“Tema tersebut dipilih karena keadaan pemerintah saat ini sangat  mendukung dan menjaga investasi di berbagai bidang di Aceh. Tetapi masalah yg timbul mengenai isu keamanan. Bila kita melihat ke negara seberang seperti Singapura, mereka sangat mengutamakan investasi dan keamanan serta pariwisata. Pariwisata dapat membantu investasi dalam daerah sebagai penggerak ekonomi lokal” ungkap Ketua dari HMM M.Naufal Caesar.

Seminar yang diadakan di gedung AAC Dayan Dawood ini di hadiri oleh 1.000-an peserta dari

Mang Amsi, CEO Syariahsaham.com saat dijumpai di gedung AAC Dayan Dawood disela acara Seminar Nasional (Indah/Perspektif)

berbagai Fakultas dan Universitas yang ada di Banda Aceh serta masyarakat umum yang antusias untuk menemui artis idolanya.

Jika 2 tahun sebelumnya HMM menghadirkan Keenan Pearce sebagai keynote speaker dalam acara MCF, tahun ini mereka mengandeng 2 bintang tamu sekaligus dalam seminar nasional kali ini.

Bintang tamu tersebut adalah Mang  Amsi yang merupakan CEO Syariahsaham.com, sebuah platform saham berbasis Syariah yang sedang naik daun.

Selain Mang Amsyi, tak tanggung-tanggung mereka turut menggandeng  kakak-adik Youtubers kenamaan Indonesia, Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez yang menamakan dirinya SkinnyIndonesian24.

Kehadiran skinnyindonesian24 sudah sangat ditunggu-tunggu bahkan jauh-jauh hari oleh para penggemarnya. Bahkan ada penggemar mereka yang tidak membeli tiket rela menunggu diluar demi idolanya.

Seminar Nasional yang mendapat antusiasme tinggi penonton ini dimulai dari pukul 09.30 hingga 16.00 wib

Ditemui oleh tim Perspektif di Hermes Hotel siang tadi, skinnyindonesian24  mengaku sangat senang berkesempatan berkunjung ke Aceh. “Gua ga nyangka, dapat undangan ke Aceh. Sebenarnya kita ada jadwal dan proyek pribadi sendiri tapi gua dan Jovi wajib ke Aceh. Dan pertama kali ke pusat coffe shop dunia “terang Andovi dengan begitu antusias. (lis)

Keenan Pearce; Act Local, Think Global

Keenan Pearce (Mizla/Perspektif)

Darussalam – Pada kegiatan “National Business Seminar” yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Manajemen (HMM) beberapa waktu lalu (24/10/2015), Keenan Pearce selaku keynote speaker sempat memperbincangkan mengenai keadaan pengusaha muda Indonesia pada saat ini.

Mengapa banyak usaha yang menjadi sebuah trend namun tak sedikit pula yang kemudian gulung tikar? Sebut saja jika di Aceh sendiri adalah usaha yang berhubungan dengan kopi, baik itu produksi langsung maupun usaha retail dalam bentuk warung kopi (warkop) ataupun cafe.

Hal itu disebabkan karena kebanyakan dari mereka tidak menerapkan ATM (Amati, Tiru, Modifikasi) secara efektif. Rata-rata berhenti pada tahap meniru tanpa adanya modifikasi dan pencarian sebuah jati diri sebagai ciri khas.

Namun di antara banyaknya usaha tersebut, masih ada yang tetap bertahan dan berkembang, seperti Komos Coffee yang sudah melanglang buana hingga ke luar negeri. Bahkan semenjak tahun 2014, pemiliknya telah membuka sebuah cafe dengan ciri khas kopi arabica, yaitu Harvies Coffee House. Produknya, KOMOS Coffee sendiri telah berdiri sejak tahun 2010 yang merupakan usaha perseorangan yang didirikan oleh Tommy Harvie. Pada awal mulanya produksi kopi hanya dikhususkan untuk konsumsi pribadi dan dibagikan ke beberapa kolega terdekat. Namun seiring berjalannya waktu ternyata banyak mendapat apresiasi positif sehingga diputuskan untuk memulai usaha produksi lebih intensif.

Inilah salah satu wujud nyata dari ungkapan yang dijabarkan pemateri saat seminar nasional di acara Management Creativity Festival, lakukan sesuatu yang bersifat lokal namun berpikirlah secara global. Mulai dari bagaimana cara memasarkan produk hingga membuat nya special berbeda dari produk yang lain.

Alumnus Universitas Pelita Harapan ini juga mengatakan, “Bloom where you’re planted”. Berkembanglah dimana kamu ditanam. Ungkapan ini cocok sekali dengan fenomena yang sudah terjadi di kalangan pengusaha muda Aceh, yaitu memanfaatkan segala potensi asli daerah yang ada untuk memajukan perekonomian masyarakat sekitar dan mengurangi tingkat angka pengangguran.

Dapat disimpulkan bahwa pengusaha muda aceh saat ini telah melakukan beberapa tahapan yang baik dalam memulai bisnis namun masih kurang berinovasi dalam hal mepertahankan eksistensi usahanya.

“Bisnis yang kita jalankan sekarang itu bukan hanya untuk sekarang namun juga harus diperhitungkan mau jadi apa bisnis ini 3-5 tahun ke depan. Apakah bisinsi ini masih menarik minat masyarakat? Apakah ia masih menghasilkan profit yang mumpuni ?” ungkap pengusaha tampan yang akrab disapa Keen ini.

Dalam akhir sesi wawancara, kakak kandung dari aktris Pevita pearce ini mengungkapkan harapannya agar dapat kembali menginjakkan kakinya di bumi serambi mekkah ini “not for bussiness but for travelling” tutupnya. (Mia)