OJK Sosialisasikan Pasar Modal di Kalangan Akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah

OJK Sosialisasikan Pasar Modal di Kalangan Akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah

OJK Sosialisasikan Pasar Modal di Kalangan Akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah

Darussalam – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kembali menggelar seminar pada Rabu(7/9) yang bertempat di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala dalam rangka mensosialisasikan Pasar Modal Indonesia kepada seluruh kalangan akademika Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Seminar diahdiri lebih dari 200 peserta yang sangat antusias mulai dari dibukanya pendaftaran. Hal ini terlihat pada saat registrasi, peserta seminar memuat antrian yang panjang mulai pukul 08.12 WIB. Selain dari kalangan akademika kampus sendiri, seminar ini juga dihadiri oleh beberapa siswa/i Sekolah Menengah Atas.

Darmawan, Kepala bagian Pengaturan Emiten, Perusahaan Publik, dan Pasar Modal Syariah Aceh mengajak mahasiswa atau seluruh peserta yang hadir untuk mencoba berinvestasi dalam dunia saham. Ia juga menegaskan membuka atau membeli saham bukanlah datang membawa uang kepada kantor OJK, tapi cukup dengan mendaftar dan melengkapi administrasi hanya melalui gadget.

OJK 2016

Darmawan memaparkan materi mengenai Pasar Modal Indonesia. (7/9) (Foto: Dimas/Perspektif)

Dalam seminarnya ia juga memamaparkan bahwa peran OJK dalam pengawasan pasar modal Indonesia dan juga hasil survey nasional Literasi Keuangan yang menunjukkan bagaimana tingkat pemahaman dan pemanfaatan dari Perbankan, Asuransi, Pegadaian, Pembiayaan, Dana Pensiun, dan Pasar modal.

Dalam kesempatan ini, juga hadir pembicara dari akademisi internal Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah yaitu Said Musnadi dengan bahasan tentang peranan dari capital market dalam membangun ekonomi. “Ada hipotesis yang menjelaskan bahwa dengan adanya instrument investasi modal dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, lapangan kerja semakin luas, pendapatan semakin besar. oleh sebab itulah ekonomi kita menjadi lebih baik”. Ungkapnya.

Bagi yang sudah membuka akun saham, mereka akan mendapat user ID dan password yang tidak bisa diakses oleh orang lain. “Biaya yang harus dikeluarkan untuk membuka account saham cukup denagn membayar Rp.100.000. Dalam hal jual dan beli saham, OJK memaparkan kemudahan dalam bertransaksi yaitu melalui aplikasi bagi yang sudah memiliki ID dan password. (Feby)

Editor: (Ftrdafya)

IDX Berikan Sosialisasi Pasar Modal Kepada Mahasiswa

IMG_20151211_104457_HDR

Kepala Divisi Edukasi IDX Indonesia, Djoko Saptono memaparkan perbandingan investasi saham dengan investasi lainnya. (11/12/2015) (Dimas/Perspektif)

Darussalam – Jumat (11/12/2015) IDX kembali melakukan Sosialisasi Pasar Modal yang menyediakan sarana bagi mahasiswa untuk lebih mengenal mengenai bagaimana pasar modal di Indonesia di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala. Menghadirkan Djoko Saptono (Kepala Divisi Edukasi IDX Indonesia) dan Ananta Wiyogo (Presiden Direktur BNI Securities), sosialisasi kali ini memberikan pemaparan mengenai bagaimana investasi pasar modal di Indonesia.

Menariknya, tidak hanya para peserta yang hadir saja yang semangat, namun Said Musnadi, selaku moderator juga tak kalah semangat menanggapi soal pasar modal yang ada di Indonesia saat ini. Sembari menunjukkan tabel perbandingan investasi saham dengan investasi lainnya, Djoko Saptono mengatakan, “Pemahaman yang kurang pada masyarakat, membuat potensi investasi saham di Indonesia saat ini masih tergolong sedikit dibandingkan dengan negara lain meski sudah mulai berkembang. Namun ini tidak menjadi pengahalang untuk berkembangnya potensi bertambahnya investor-investor yang ada di Indonesia.”

Menyambung paparan Djoko, Presiden Direktur BNI Securities Ananta Wiyogo menambahkan mengenai menjadi investor saham, “sebagai investor, yang sangat dibutuhkan adalah informasi mengenai saham-saham yang beredar, serta kendali penuh akan informasi saham perusahaan yang kita miliki. Jika kita tidak tahu laporan resmi transaksi keluar masuknya saham dan dana sebagaimana fakta yang terjadi. Bisa saja ada transaksi-transaksi yang menguntungkan investor, tapi tidak dilaporkan oleh perusahaan sekuritas. Dan hal itu tidak bisa dibiarkan terus berlangsung. Dengan kartu AKSes inilah hak dan kepentingan investor dilindungi,” umbarnya.

Mahasiswa yang hadir sangatlah antusias, sebanyak lima pertanyaan terlontar untuk pemateri yang memberikan edukasi bagi mahasiswa-mahasiswa mengenai pasar modal di Indonesia. (DA)