Rais Daftarkan Diri di Detik Terakhir Pencalonan 

 

 

Rais Daftarkan Diri di Detik Terakhir Pencalonan (Adina Felyanda/Perspektif)

Darussalam- Setelah berakhirnya pesta demokrasi yang diselenggarakan dua hari yang lalu, kini waktunya mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah menentukan siapa yang lebih pantas untuk menjadi pemimpin mahasiswa setahun mendatang. Hingga saat ini pembicaraan mengenai penerus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB Unsyiah tahun 2018 masih sangat hangat diperbincangkan oleh kalangan mahasiswa ekonomi.

Sore tadi salah satu kandidat ketua BEM FEB Unsyiah, Rais Mukhayar telah menyerahkan berkas kepada DPM didampingi oleh beberapa ketua lembaga Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM). “Untuk Visi dan Misi yang lebih konkritnya masih dibicarakan. Namun dari saya pribadi, saya  ingin mewujudkan BEM yang dapat mendengar aspirasi mahasiswa yakni responsif, aktif, inovatif, demokratif, dan solutif.” Ujarnya ketika ditanyai tentang visi dan misi menjadi ketua BEM FEB Unsyiah.

Saat ditemui selain mengungkapkan visi dan misinya Rais juga mengungkapkan bahwa ketika nantinya terpilih menjadi ketua BEM FEB ia akan mencoba untuk membangun Fakultas Ekonomi menjadi kampus yang digemari dan dikenal seperti dahulu. Mengembalikan suasana ramai yang menjadi ciri khas kampus kuning. Salah satu strategi untuk mencapainya ialah dengan meningkatkan kreatifitas dan motivasi agar mahasiswa ekonomi kembali aktif dalam berorganisasi.

“Saya rasa tidak ada yang perlu diperbaiki dari BEM tahun lalu, dari tahun ke tahun baik.” Ujar Rais tentang Kepengurusan BEM tahun lalu. “Namun tentu saja, setiap tahunnya kita akan mencoba menjadi lebih baik lagi.” Sambungnya.

Namun untuk saat ini belum adanya tanda-tanda kandidat lain yang akan menyerahkan berkas. Atas tidak adanya calon kandidat lain patut dipertanyakan dan juga pastinya menjadi pertanyaan besar dikalangan mahasiswa ekonomi.

Apakah untuk kesekian kalinya Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB akan melalui jalur aklamasi lagi atau tidak?. (Sul)

PEMIRA di FEB Berlangsung Kondusif

PEMIRA di FEB Berlangsung Kondusif (Ghrina Zikran/Perspektif)

Darussalam- Masih dalam suasana demokrasi selasa 19 Desember 2017 Komisi Pemilihan Raya (KPR) Unsyiah serentak mengadakan pemilihan ketua BEM dan DPM untuk tingkat universitas. Ajang perhelatan demokrasi terbesar untuk tingkat mahasiswa ini dilakukan di 12 Fakultas diantaranya.  Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah. Ribuan mahasiswa yang tergabung dalam keluarga besar kampus kuning begitu antusias menyalurkan hak suaranya dalam Pemira ditahun 2017.

Teruntuk fakultas ekonomi sendiri pemira berlangsung sejak pukul 09.00 sampai 15.00 WIB. “Sepanjang ini, pemira di FEB Unsyiah berjalan lancar dengan pengawasan dari pihak KPPS. Walaupun ada sedikit kendala mengenai saksi yang terlambat dan beberapa miskomunikasi antara panitia KPR dan WD III mengenai jam dimulainya kembali pemira usai ishoma.”  Ujar yohanes selaku ketua KPPS FEB

Pemira dilaksanakan di aula FEB dan difasilitasi tiga Tempat Pemungutan Suara (TPS). Dimana di setiap TPS dibagi kedalam beberapa program studi. TPS 1 untuk mahasiswa program studi S1 Akuntansi dan S1 Ekonomi Pembangunan, TPS 2 untuk mahasiswa program studi S1 Manajemen, S1 Ekonomi Islam, dan D3 manajemen pemasaran, sedangkan TPS 3 untuk program studi D3 perbankan, D3 perpajakan, D3 kesekretariatan, dan D3 akuntansi. Hal tersebut diyakini oleh panitia dapat mendukung kestabilan selama acara berlangsung dan membantu mahasiswa agar tidak kebingungan ketika hendak melakukan pemilihan.

Terlepas dari serangkaian kegiatan pemira ada terbesit secercah kekecewaan dimana kurangnya keikut sertaan dan antusiasme mahasiswa Ekonomi. Hal ini dibuktikan dengan mahasiswa yang ikut andil mayoritasnya berasal dari mahasiswa tahun 2017 sedangkan dari mahasiswa letting diatas 2017 kurang berpastisipasi dalam permira kali ini. Padahal sebagaimana kita ketahui baik tidaknya hasil setahun mendatang dimulai pada hari ini.

Diakhir pertemuan yohanes menambahkan untuk kedepannya semua panitia yang bertugas menjalankan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab dan menghindari adanya masalah miskomunikasi agar pemira selanjutnya dapat berjalan sesuai dengan rencana.

Siapapun yang nantinya akan terpilih dan menyandang gelar sebagai pemimpin mahasiswa diharapkan agar dapat melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan menuju arah yang lebih baik. Dapat membawa perubahan untuk kampus kebanggaan rakyat aceh serta bertanggung jawab penuh atas jabatan yang telah disandangnya. (Mev,Zla)

PEMIRA Unsyiah, Demi Masa Depan Bersama

PEMIRA Unsyiah, Demi Masa Depan Bersama (Abu/Perspektif)

Kampus memang tak hanya jadi tempat generasi muda menimba ilmu dan membangun karakter. Kampus juga menjadi tempat mahasiswa mengenal dan belajar tentang demokrasi. Idealisme yang lebih tinggi bahkan menegaskan bahwa kampus merupakan arena memupuk jiwa kepemimpinan menyemai calon-calon pemimpin baru masa depan. Namun di masa-masa regenerasi seperti ini biasanya penuh dengan propaganda politik.

Pemilihan Raya Mahasiswa atau yang populer dengan sebutan PEMIRA adalah ajang perhelatan yang digelar setiap tahunnya merupakan sarana pelaksanaan kedaulatan mahasiswa yang dilaksanakan secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur. PEMIRA ini pula menjadi ajang pertarungan idealisme yang dikemas seperti halnya PEMILU di Indonesia. Lewat PEMIRA, pemimpin mahasiswa dipilih.

Seperti halnya di Universitas Syiah Kuala esok hari tanggal 19 Desember 2017 ajang perhelatan terbesar untuk lingkup mahasiswa diselenggarakan. Besok mahasiswa dari berbagai fakultas yang berada dibawah payung Universitas Syiah Kuala akan menentukan siapa ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dan DPM (Depan Perwakilan Mahasiwa) yang layak untuk membawa citra dan eksitensi yang lebih baik setahun mendatang.

Proses pemungutan suara dilakukan dimasing-masing Tempat Pemilihan Suara (TPS) yang tersebar disetiap fakultas. Mahasiswa yang dikategorikan sebagai pemilih dalam Pemira adalah mahasiswa yang terdaftar aktif. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kartu identitas mahasiswa yang masih berlaku.

Kali ini ada 5 calon kandidat Ketua BEM Unsyiah yang akan memperebutkan kursi nomor satu dalam kelembagaan mahasiswa unsyiah. Diantaranya Ikhsan dari FKIP, Sakti Arya Duta dari FKP, M.Rijalul Fakhri dari FKEP, Muhammad Yasir dari FT, dan Agam Rizky dari FP. Namun hal ini sangat disayangkan karena tidak ada calon Ketua BEM Unsyiah yang berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Sedangkan untuk DPMU sendiri fakultas ekonomi mengusung 5 kandidat diantaranya  Armi Karmila, Agusriadi, Ainal Fadilla S.Y, Rifqi Ubai Sultan, dan Muhammad Zuddi.

Namun ada kegelisahan dibalik semua itu. Terutama untuk keluarga besar mahasiswa fakultas ekonomi dan bisnis. Disaat fakultas lain sedang sibuk melalukan Pemira serentak untuk memilih Ketua BEM Unsyiah, DPM Unsyiah, BEM dan DPM fakultas masing masing.  Komisi Pemilihan Raya (KPR) baru saja membuka pendaftaran dari tanggal 18-20 desember 2017 untuk para calon ketua lembaga eksekutif. Atas keterlambatan tersebut masih menjadi pertanyaan besar. Hal apa yang menjadi dasar bahwa sanya Pemira FEB tidak dilakukan sekaligus.

Terlepas dari hal tersebut Pemira merupakan sebuah wahana bagi mahasiswa khususnya Universitas Syiah Kuala dalam menggunakan hak suaranya untuk memilih siapa yang dianggapnya layak dan pantas untuk membawa nama “Unsyiah” berlayar di lautan lepas. Lantas, Pemira kali ini masih ada yang ingin Golput?. Bukankah peran mahasiswa itu sendiri sebagai Agent of change  yang  diharapkan dapat membawa perubahan. Jangan mau berdiam diri untuk tidak menyuarakan suara demokrasi, karena hari ini merupakan cerminan untuk setahun mendatang.

Golput bukanlah solusi yang tepat. Ayo sama sama menyuarakan hak Demokrasi. Salam Mahasiswa! (KZ)

KBM FEB Tegaskan Netral Dalam PEMIRA 2017

 

KBM FEB Tegaskan Netral Dalam PEMIRA 2017 (Jauhar/Perspektif)

Darussalam – Menutup akhir 2017, Unsyiah akan menyelenggarakan ajang pesta demokrasi bertajuk Pemilihan Raya (PEMIRA).  PEMIRA merupakan sebuah ajang praktik demokrasi mahasiswa, dan dalam hal ini mahasiswa dituntut untuk memaknai arti demokrasi yang sesungguhnya dan juga melaksanakannya dan juga merupakan perwujudan demokrasi yang seutuhnya “dari mahasiswa, oleh mahasiswa, dan untuk mahasiswa”.

Dalam ajang demokrasi tahunan kali ini, pihak Komisi Pemilihan Raya (KPR) Unsyiah menetapkan 5 calon yang akan maju dalam PEMIRA kali ini. Kelima calon tersebut adalah Ikhsan (FKIP),  Sakti arya dika(FKP), M Rizatul Fakhri (FKEP), Muhammad Yasir (Teknik) dan  Agam Rizky (FP).

Ditemui dalam Rapat Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Ekonomi, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB, Nasrul Anas menyatakan bahwa  KBM Ekonomi akan mendukung penuh pelaksanaan PEMIRA Unsyiah 2017.

Ia juga menyatakan bahwa Keluarga Besar Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah mempersilahkan setiap calon untuk melakukan kampanye dan juga pemasangan atribut di lingkungan FEB, asal tidak merusak fasilitas dan mengganggu ketertiban lingkungan kampus .

“Namun dalam hal ini, Saya menegaskan bahwa Pihak Ormawa selaku mewakili KBM Ekonomi tidak akan melakukan penyambutan terhadap Calon manapun” jelas Anas

Hal ini dilakukan sebagai salah satu bentuk penegasan bahwa KBM FEB tidak melakukan keberpihakan terhadap salah satu Calon ketua BEM Unsyiah kedepannya.

“KBM ekonomi menyatakan tidak akan mendukung siapapun yang menjadi calon ketua BEM Unsyiah kedepannnya, Bukan berarti Golput, tetapi tidak akan menggiring massa dan tidak adanya bentuk dukungan apapun terhadap salah satu calon, tetapi kita tetap mendukung sepenuhnya Pemira Unysiah” Ujarnya.

Seperti yang di ketahui, PEMIRA Unsyiah 2017 akan di laksanakan pada Selasa, 19 desember 2017. Dengan waktu yang semakin dekat maka tensi dan gejolak politik mahasiswa akan semakin memanas. Ajang kampanye dan pengenalan calon juga disemarakkan oleh tim pemenangan tiap calon Presiden Mahasiswa di Kampus kebanggaan masyarakat Aceh ini.

Anas juga menambahkan bahwa tujuan diturunkannya pernyataan sikap dari KBM Ekonomi ini adalah untuk menghindari isu- isu yang beredar bahwa KBM Ekonomi mendukung dan berpihak kepada salah satu calon dalam permira Unsyiah 2017 ini (HT)

Pesta Demokrasi di Ekonomi, Kok Begini?

Matinya demokrasi kampus (Ilustrasi)

Matinya demokrasi kampus (Ilustrasi)

Pesta Demokrasi Kampus memang sudah berakhir sepekan yang lalu, mahasiswa masih dalam euforia kemenangan, bersorak menunggu gebrakan dari “sang Presiden” yang baru lahir di ujung Syiah Kuala. Mahasiswa seakan tak pernah matinya menyuarakan suara-suara perubahan untuk negeri. Ideologi perjuangan masih kuat di benak setiap suara yang keluar. Hati kian tergetar mendengar suara lantang dari mahasiswa, beraksi nyata dengan semangat yang kian membara.

3.165 mahasiswa Ekonomi diberi hak suara untuk memilih pemimpin mereka. Di setiap sudut kampus terdengar semangat berkobar untuk ikut andil dalam pesta demokrasi tahunan kampus. Siapa yang tak ingin bersuara untuk kampus, mereka dicap apatis tak ingin bergabung dengan suara-suara perubahan lainnya.

Kini sang Presiden baru telah lahir, mereka lahir dari suara-suara mahasiswa yang berharap perjuangan mereka didengarkan. 1000-an suara berlabuh pada sang calon tunggal. Hanya 1531 suara yang digunakan dalam event krusial mahasiswa tahunan ini.

Ironi memang, hanya 43% suara yang digunakan dalam panggung pesta demokrasi tahunan syiah kuala tahun ini. Tak banyak memang yang mempersoalkan hal ini, ‘yang penting menang sajalah’ pikiran utamanya. Panggung demokrasi yang berjalan diprediksi akan berjalan meriah, hanya diisi oleh 1531 suara, tak sampai separuh dari total 3.165 total mahasiswa yang punya hak bersuara.

Kemanakah ideologi mahasiswa yang selama ini mereka bawa? Sebelum hari pemilihan, suara mereka yang terdengar begitu lantang di langit kampus hilang entah kemana. Pesta demokrasi tahun ini seakan ternodai oleh 57% suara yang lebih memilih untuk menjadi golongan putih.

Siapa yang bisa disalahkan dibalik realita kampus tua ini? Kampus yang telah melahirkan banyak tokoh pioneer pemerintah, ribuan aktivis lahir dari gedung tua yang elok ini. Kini, semangat untuk bersuara saja tak lagi ada, semua hilang bak ditelan masa.

Apatiskah mereka dalam bersuara? Benarkah mahasiswa kini lebih men-dewa-kan akademis mereka ketimbang menjadi aktivis? Sedikit dari mereka yang bisa mengartikan kata ‘mahasiswa’ saat ini, seakan terlena di ruang penuh apatisme. Berkhayal tentang istilah-istilah ekonomi yang mereeka pelajari tanpa tahu kemana akan digunakan nanti. Mereka yang tak ingin diganggu, selalu bertanya “indeks prestasiku semester ini, masih tinggikah angkamu”.

Entah kapan bencana moral ini hilang, hanya Mahasiswa yang dapat berikan titik terang. Semoga doa rakyat jelata dapat menyadarkan mereka, ada hak yang harus diperjuangkan, tahu kemana suara lantang mereka seharusnya. Hidup Mahasiswa! (Jr)

Pemira 2016, Faisyal Jawara di Ekonomi

Pemira 2016 di Fakultas Ekonomi berjalan lancar (Ilo/Perspektif)

Pemira 2016 di Fakultas Ekonomi berjalan lancar (Ilo/Perspektif)

Darussalam – Pesta demokrasi tahunan mahasiswa yang dilaksanakan untuk memilih ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Unsyiah berhasil dilaksanakan kemarin (15/12). Pemira tahun 2016 ini berjalan lancar dan disambut antusiasme yang tinggi dari mahasiswa di seluruh Fakultas yang ada di Unsyiah.

Di Fakultas Ekonomi, Pemira tahun ini dilaksanakan untuk memilih Ketua BEM yang baru, baik untuk Fakultas Ekonomi maupun Unsyiah. Tempat Pemungutan Suara (TPS) Fakultas Ekonomi yang berada di Aula Fakultas Ekonomi mengalami sedikit keterlambatan dalam dibukanya TPS.

Hal ini disebabkan oleh keterlambatan distribusi surat suara dari pihak Komisi Pemilihan Raya (KPR) Unsyiah, TPS Ekonomi yang dijadwalkan buka 8.30 baru bisa dibuka puluk 9.30 akibat keterlambatan dari KPR Unsyiah.
Tercatat ada 3.165 mahasiswa Unsyiah yang terdaftar sebagai pemilih dalam Pemira 2016 dan terbagi dalam 2 TPS. Setiap TPS terpantau aman dan penuh penjagaan dari pihak paitia Pemira 2016.

Pemilihan BEM Fakultas Ekonomi yang hanya terdapat 1 calon mengakibatkan pihak KPR FEB harus tetap melaksanakan pemilihan. “Untuk BEM Fakultas Ekonomi tetap diadakan Pemira, hal ini harus dilakukan mengikuti instruksi dari Wakil Dekan 3 FEB yang tidak mau mengangkat ketua BEM baru secara Aklamasi” jelas ketua KPR FEB, Ferdy Joely.

Hal ini membuat KPR FEB tetap mencetak surat suara dengan format setuju/tidak setuju. Hingga akhir pemilihan suara, dipastikan calon tunggal BEM FEB, Nazrul Anas terpilih sebagai Ketua BEM Fakultas Ekonomi dengan perolehan 1057 suara dari 1351 suara pemilih.

Untuk Pemilihan Ketua BEM Unsyiah, Calon nomor urut 2, Rachmad Faisyal (FT) berhasil memenangkan suara di Fakultas Ekonomi dengan perolehan 982 Suara, mengalahkan 2 pesaing lainnya, Fathur Hadyan (FKIP) 268 Suara dan Raja Muda Cik (FEB) 101 suara.

Kemenangan Faisyal sendiri memang telah di prediksi oleh Mahasiswa Ekonomi debat kandidat calon ketua BEM Unsyiah “Saya memang sudah yakin dari awal kalo bang Faisyal menang, soalnya beliau calon yang paling kompeten dibandingkan yang lain” sebut mahasiswa yang enggan disebutkan namanya.

Terhitung hingga pukul 18.00 kemarin (15/12) Rachmad Faisyal juga berhasil memenangkan suara di 5 Fakultas di Unsyiah, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Fakultas Pertanian, Fakultas Hukum, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, dan Fakultas Teknik. Hingga quick count ditutup, Faisyal berhasil meraih 6509 suara, mengalahkan pesaingnya, Fathur Hadyan (4367 Suara) dan Raja Muda Cik (421 Suara).

Persaingan suara pada quick count kemarin sempat memanas di pukul 17.45 WIB, dimana Fathur Hadyan dan Rachmad Faisyal hanya terpaut 0.52% Suara. Namun hingga quick count ditutup pukul 18.00, Rachmad Faisyal berhasil memenangkan cuick count Pemira 2016. (Jo, Ilo)

Ini Hasil Pungutan Suara Pemira BEM Unsyiah di Fakultas Ekonomi

25000

Suasana Pemira di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (22/12/2015) (Ramadhan/Perspektif)

Darussalam – Pada pemilihan suara Pemilihan Raya (Pemira) di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala (FE Unsyiah) pada hari ini (22/12/2015), berlangsung lancar dengan pengawalan dari pihak keamanan kampus. Pencoblosan yang bertempat di Aula Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala ini menjadi salah satu tempat demokrasi mahasiswa Unsyiah berlangsung.

Alhamdulillah, dari awal jalannya pengambilan suara di FE berjalan dengan semestinya meskipun kondisi waktu mulainya kegiatan terlambat 1 jam dari waktu yang seharusnya. Antusias dari mahasiswa FE sendiri terhadap kegiatan Pemira BEM Unsyiah ini juga sangat jelas terlihat dengan padatnya antrian pada tiap TPS (Tempat Pemungutan Suara),” pungkas T. Meurah Albar selaku Panitia Pemantau Pemira di Fakultas Ekonomi.

Dari hasil pungutan suara, terdapat 1116 pemilih yang memasukkan suara, sebanyak 1102 suara yang dinyatakan sah dan 14 suara rusak. Dari lima kandidat calon ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unsyiah, muncul nomor urut 2, Aditya Gunawan dengan perolehan suara terbanyak, yaitu sebanyak 747 suara diikuti oleh nomor urut 5, Hasrizal dengan perolehan 305 suara dan nomor urut 3, Muammar sebanyak 46 suara, sedangkan nomor urut 1, Heri Safrizal dan nomor urut 4, Zamdi Rahman hanya mendapat sebanyak 2 suara saja.

“Waktu penghitungan sangat tegang, dimana ke-5 calon masing-masing mempunyai suara. Walaupun pada akhirnya hanya dua calon yang mempunyai suara terbanyak. Kedua tim sukses dari kelima calon itu terlihat sangat tegang untuk menunggu hasil. Situasi itupun tidak jauh berbeda di TPS yg ada di fakultas lain. Pesta demokrasi bagi seluruh mahasiswa Universitas Syiah Kuala berjalan sangat damai, kita mencipatkan Pemira damai. Tidak ada terjadi kericuhan di setiap TPS, pencoblosan berjalan sangat damai dan lancar,” ujar Afif Zainuri, Ketua BEM FE Unsyiah sekaligus Pantia Pemantau jalannya Pemira Unsyiah. (Mad)

Keputusan Aklamasi, Pemira BEM FE Dibatalkan

_DSC4934

Ilustrasi (Doc. Perspektif)

Darussalam – Ketika berita tentang Pemira (Pemilihan Raya) BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) santer terdengar di lingkungan kampus, beredar kabar bahwa pemilihan Calon Ketua Umum  BEM FE Unsyiah (Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala) dinyatakan  akan dilakukan secara Aklamasi. “Untuk Tahun ini FE Unsyiah tidak akan melakukan Pemira karena kami hanya mendapat satu orang calon selama pendaftaran calon dibuka”, ungkap Ketua KPR (Komisi Pemilihan Raya) BEM FE Unsyiah, Angga.

Angga beranggapan bahwa kurangnya kader yang maju dalam Pemira BEM FE Unsyiah bukan murni kesalahan dari KPR FE sendiri, melainkan kurangnya minat mahasiswa dan kurangnya kader di lingkungan kampus FE Unsyiah, “selama pendaftaran kami hanya mendapatkan satu calon, dan kami beranggapan bahwa kurangnya calon tahun ini disebabkan oleh kurangnya minat dari mahasiswa dan kurangnya kader di lingkungan kampus, padahal kami telah melakukan sosialisasi selama empat hari tentang Pemira kali ini” tegasnya.

“Walaupun terjadi kekurangan kader di Pemira kali ini, kami tidak menyalahkan organisasi mahasiswa karena kami mengawasi kinerja UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) maupun HMJ (Himpunan Mahasiswa Jurusan) dalam proses kaderisasi,” jelasnya lagi. Kekurangan kader bukan kali pertama terjadi sepanjang sejarah dilaksanakannya Pemira FE Unsyiah, 2 tahun lalu juga pernah terjadi hal serupa dimana hanya terdapat seorang calon tunggal, dan rapat KBM (Keluarga Besar Mahasiswa) menyatakan bahwa harus dilakukannya aklamasi.

Untuk tahun ini sendiri, calon tunggal Ketua Umum BEM berasal dari presidium HIMAKA (Himpunan  Mahasiswa Akuntansi) tahun 2014/2015, Agung Muhammad Arighi. Menurut Angga, seluruh elemen mahasiswa dipastikan akan mendukung penuh Agung sebagai calon Ketua yang baru karena menurutnya, Agung sudah dibekali pengalaman berorganisasi yang mencukupi, sehingga dirasa cukup untuk memegang tongkat estafet pemerintahan BEM FE Unsyiah tahun ini.

“Kita semua berharap semoga pemerintahan BEM FE Unsyiah kedepannya akan lebih baik lagi, mengisi kekurangan dari periode-periode sebelumnya, dapat mencetak banyak kader untuk sama-sama memajukan kampus kuning, kampus Ekonomi khususnya” sedangkan pelantikan ketua Umum BEM FE Unsyiah akan dilaksanakan dengan pelantikan bersama UKM, HMJ dan DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) setelah rapat pleno. “Kami rencanakan pertengahan bulan Januari,” tutupnya.  (JI)