Raker 2019 LPM Perspektif ; Jadikan Keluarga jurnalis satu dalam Cita dan Cinta

foto : perspektif

Darusalam – “Seribu langkah besar dimulai dari satu langkah kecil”, begitu ujar Hasan Basri selaku Pemimpin Umum LPM Perspektif ketika membuka Rapat Kerja (Raker) periode 2019 di Ruang Seminar EKP, Sabtu (5/1/2018). Rapat Kerja merupakan agenda tahunan yang membahas rencana program kerja setahun yang akan datang. Kegiatan ini dihadiri oleh seluruh anggota aktif dan beberapa alumni LPM Perspektif. Raker tahun ini mengusung tema “To Be United In One Ideals, be United In one Love “.

Inti dari Rapat Kerja ini sendiri adalah pemaparan rencana program kerja oleh Presidium LPM Perspektif; Hasan Basri selaku Pemimpin Umum, Alma Hidayah selaku Pimpinan Redaksi, dan Fahmi Farabi selaku Pimpinan Perusahaan. Masing-masing dari mereka menjelaskan secara rinci program kerja serta target yang ingin dicapai setahun kedepan.

Pemaparan program kerja diawali oleh Pemimpin Umum. Ia menjelaskan bahwa terdapat 8 program kerja yang akan dituntaskan oleh LPM Perspektif periode 2019. Sementara itu menurutnya, program kerja yang dianggap cukup krusial adalah Pekan Jurnalistik yang kemungkinan akan diadakan pada September-Oktober 2019 yang terakhir kali diselenggarakan pada tahun 2015. Sehingga ini merupakan kesempatan emas bagi LPM Perspektif untuk kembali menghidupkan semangat jiwa Jurnalistik di lingkungan kampus. Berjalannya program kerja ini juga tentunya merupakan tolok ukur kesuksesan LPM Perspektif periode 2019.

Pemaparan program kerja kemudian dilanjutkan oleh Alma Hidayah selaku Pimpinan Redaksi. Ia memaparkan apa saja tugas dari keredaksian serta menyampaikan harapannya agar keredaksian LPM Perspektif menjadi lebih baik dari sebelumnya. Harapan ini akan coba digapai dengan pemberlakuan beberapa kebijakan baru dari Pimpinan Redaksi, seperti : dibentuknya Tim Redaksi Khusus, Piket Peliputan, Surat Penugasan, serta Absensi Tulisan. Ia menargetkan agar keredaksian tahun ini berjalan lebih terstruktur dan terorganisir.

Terakhir, terdapat pemaparan program kerja dari Fahmi Farabbi selaku Pimpinan Perusahaan. Disamping menjelaskan fungsi dan tugas dari tiap posisi yang ada di dalam struktur perusahaan, ia menjelaskan bahwa pada periode kali ini menargetkan dapat menggaet tiga sponsor untuk tiga program  kerja utama LPM Perspektif, yaitu : Mega Hunting, Pekan  Jurnalistik dan Majalah Perspektif. Selain itu, Fahmi juga menambahkan bahwa  ia ingin menjaga keharmonisan dari sisi eksternal LPM Perspektif, terlebih lagi dari sisi internalnya. Hal ini bertujuan untuk menjaga kekompakan dan kesolidan.

Raker kemudian ditutup  dengan diskusi umum sebagai sesi masukan dan saran dari para peserta Raker dan Alumni. Semoga Raker ini mampu memunculkan semangat baru LPM Perspektif dalam menyambut periode kepengurusan tahun 2019, Aamiin. (Abi Rafdi)

Pelantikan ORMAWA FEB Unsyiah Periode 2019; Dekan Harap Harumkan Kampus Kuning

Dekan FEB Unsyiah dalam pelantikan Ormawa FEB Unsyiah (foto: Nur)

Darussalam –  Rabu (29/12) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala telah menggelar acara pelantikan bersama Organisasi Mahasiswa (ORMAWA) di aula FEB Unsyiah. Acara ini bertujuan meresmikan pengisi kursi presidium periode 2019 teruntuk  Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Dewan perwakilan Mahasiswa (DPM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), serta Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) FEB Unsyiah, yang memang telah dipilih serta diamanahkan kepemimpinannya untuk setahun kedepan.

Untuk meresmikan acara tersebut, Pelantikan Bersama ini turut dihadiri oleh Dr. Ir. Alfiansyah Yulianur BC, merupakan Wakil Rektor (WR) III Unsyiah Bidang Kemahasiswaan serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala yaitu Prof. Dr. Nasir Aziz, S.E., M.B.A., yang memberikan kata sambutannya. Beliau berpesan untuk semua Presidium  yang sudah terpilih agar bisa menjadi panutan, teladan, dan pacuan bagi mahasiswa FEB Unsyiah. Beliau juga mengatakan  bahwa yang terpilih untuk setiap kursi presidium periode 2019 merupakan orang – orang terbaik di bidangnya, dan diharapkan agar dapat mengharumkan nama Fakultas Ekonomi beserta Unsyiah di mata khalayak di bawah kepemimpinan mereka ke depannya.

Orang – orang yang terpilih, yang dilantik hari ini adalah yang mempunyai kemampuan, dan diharapkan dapat menjadi motivasi dan tauladan untuk mahasiswa lainnya. Untuk  yang terpilih hari ini, saudaralah yang akan menjadi orang – orang hebat di masa mendatang, yang akan memimpin aceh ini, yg akan memimpin unsyiah ini, yg akan memimpin masyarakat di seluruh dunia. Oleh sebab itu, apa yang sudah dipercayakan kepada saudara, agar dapat menjalankan amanah tersebut. Jangan buat kecewa orang – orang yang telah memilih anda. Ungkap Dekan  FEB Unsyiah.

Mengakhiri sambutannya, beliau menambahkan beberapa saran lagi untuk seluruh mahasiswa FEB Unsyiah, “Yang menentukan suksesnya seorang mahasiswa, bukanlah lagi hanya terpaku pada IPK. Bukan lagi hanya terpaku pada knowledge, tapi mahasiswa wajib memiliki 10 skills yang paling dibutuhkan pada periode 2019 dan seterusnya. Salah satunya adalah sopan santun, etika. Sopan santun itu adalah yang harus dibina, yang harus diterapkan dalam segala hal. Dan itu semua musti ditampilkan oleh anak – anak kami.” Pungkasnya. (Mol)

Dekan FEB Unsyiah Lantik Pengurus Baru DPM,BEM, UKM, dan HMJ FEB Unsyiah Periode 2019

foto bersama Dekan FEB Unsyiah dengan Ormawa FEB Unsyiah (foto: Nur)

Darussalam – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah telah menyelenggarakan acara
pelantikan pengurus baru ORMAWA ( organisasi mahasiswa) pada hari Rabu (29/12)
bertempat di Aula FEB Unsyiah. Pelantikan dipimpin langsung oleh Dekan FEB Unsyiah,
Prof. Dr. Nasir Aziz, SE., MBA.

Terpilih Ketua Umum DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) periode 2019, Dico Wiranto
menggantikan Reza Zulfianda dan Ketua BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa), Muhammad Aziz
menggantikan Rais Mukhayar.

Pengurus baru UKM dan HMJ terpilih periode 2019 diantaranya : UKM PA-LH METALIK
oleh Rizqie Maulana, UKM LDF Al-Mizan oleh M. Harris Asrari, UKM INKUBATOR oleh
Qamarul Achyar, UKM BESTEK oleh M. Riski Riadi, UKM LPM Perspektif oleh Hasan
Basri, UKM EOC oleh M. Ifaldi Phonna, HIMAKA (Himpunan Mahasiswa Akuntansi) oleh
Umar Meldego, IESA (Islamic Economic Student Assosiation) oleh Firja Juliansyah, HMM
(Himpunan Mahasiswa Manajemen) oleh Faizal Haris, dan HIMADIPA (Himpunan
Mahasiswa Ekonomi Pembangunan) oleh Heri Tarmizi.

Sangat diharapkan, di bawah kepemimpinan yang baru ini Fakultas Ekonomi
dan Bisnis dapat menjadi lebih baik serta dapat mengharumkan nama Unsyiah tentunya dan
berintegritas dalam meneruskan kejayaan para pemimpin sebelumnya. (Mol)

KAHITNA Kembali Menyapa Aceh

KAHITNA Kembali Menyapa Aceh (foto: Perspektif)

Darussalam – (18/12) Kelompok musik senior asal Bandung, Kahitna, kembali menyambangi Kota Banda Aceh melalui The Annual Radio Unplugged, acara musik tahunan yang digagas oleh OZ Radio Banda Aceh yang disponsori oleh Bank Rakyat Indonesia. Kahitna yang telah 32 tahun berkiprah di dunia musik mendapat sambutan yang baik dari masyarakat Aceh yang menontonnya. Kahitna yang sbelumnya pernah tampil di Aceh pada tahun 1955, kini kembali menyapa Aceh di akhir tahun 2018 bersamaan milad-nya OZ Radio Banda Aceh.

Mulai dari Banda Aceh, Aceh Besar, Kota Sabang, Langsa, Lhokseumawe, Medan bahkan Malaysia, baik kalangan muda hingga yang tua penonton memenuhi tribun Gedung AAC Dayan Dawood malam Rabu dengan kesiapan mereka untuk bernostalgia bersama Kahitna.

The Annual Radio Unplugged dibuka meriah oleh band asal Aceh yakni Tamacage,  kemudian Penikmat Kahitna mulai dimanjakan dengan sepuluh lagu andalan mereka yang dibawakan sendiri dengan semangat nostalgia tahun 90an bersama ribuan penonton.

The Best song of Kahitna, yakni Takkan Terganti yang dilanjutkan dengan Cerita Cinta, Soulmate, dengan ditutup oleh si ‘Cantik’ yang masih menjadi hits andalannya sampai sekarang dibawakannya oleh mereka dengan antusias penonton Aceh yang sangat tinggi dan kondusif membuat Kahitna banyak berterimakasih kepada kerjasamanya pada acara The Annual Radio Unplugged.

Sejak pertama kali dilaksanakannya The Annual Radio Unplugged di tahun 2014, OZ Radio Banda Aceh telah berhasil menyuguhkan penampilan musisi- musisi muda seperti Adera, Raisa, Tulus, RAN dan HIVI menyapa para penggemar mereka di Aceh. Harapan terbesar OZ Radio Banda Aceh pada acara ini, agar dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kunjungan wisata ke Kota Band Aceh.

The Annual Radio Unplugged – OZ Radio Banda Aceh ini berkomitmen untuk mendekatkan para pendengar OZ Radio dengan artis-artis favoritnya. Dan semoga harapan dan komitmen OZ Radio Banda Aceh terwujudkan dan senantiasa diberkahi oleh Allah untuk OZ Radio beserta Aceh, Happy Milad OZ Radio Banda Aceh! (Vanna-Malfoy)

Pemira : Wahyu – Assad Perkasa di Ekonomi, Rival – Rifqy Berjaya di Unsyiah

Pemira : Wahyu – Assad Perkasa di Ekonomi, Rival – Rifqy Berjaya di Unsyiah (Foto: KPR Unsyiah)

Darussalam-Pemilihan Raya Calon Ketua BEM & Wakil Ketua BEM Universitas Syiah Kuala serta Calon Anggota DPM di lingkungan Fakultas Ekonomi telah dilaksanakan pada hari rabu (12/12). Pemungutan suara dilaksanakan di 3 TPS yang bertempat di Aula Ekonomi hingga pukul 15.00 WIB. Perhitungan suara kemudian dilakukan pada pukul 16.30 WIB.

Pada Pemira Mahasiswa Universitas Syiah Kuala tahun ini, terdapat 4 Pasang calon Capresma – Cawapresma (Calon Presiden Mahasiswa – Calon Wakil Presiden Mahasiswa). 4 pasang calon tersebut antara lain; Nomor urut 1, Agung Saputra (FT) dan M. Fadhel Decapri (FT). Nomor urut 2, Wahyu Rezky Annas (FEB) dan Moh. Assad (FH). Nomor urut 3, Muhammad Fikri (FKH) dan T. Rizky Saevic (FEB). Serta yang terakhir nomor urut 4, Rival Perwira (FP) dan Rifqi Ubay Sulthan (FEB). Sementara itu terdapat 6 Calon Anggota DPM yang berasal dari Fakultas Ekonomi.

Hingga penutupan penghitungan suara, terpantau pasangan nomor urut 2, Wahyu dan Moh. Assad unggul telak atas pesaing-pesaingnya. Paslon nomor 2 tercatat memperoleh 1139 suara. Kemudian disusul oleh pasangan nomor urut 4, Rival Perwira – Rifqy Ubai dengan perolehan 463 suara. Posisi berikutnya terdapat paslon nomor 1 Agung Saputra  – M. Fadhel Decapri dengan perolehan 57. Di urutan terakhir diisi oleh paslon nomor 3 dengan perolehan 36 suara. Sementara itu terdapat 12 surat suara yang dinyatakan rusak.

Hasil ini sesuai prediksi banyak mahasiswa ekonomi, bahwa paslon nomor urut 2 yang mengsung tagline #WAaja ini akan memenangkan mayoritas suara Pemira di Fakultas Ekonomi.

Namun, hal ini tidak berlanjut ke hasil suara pemira di tingkat kampus. Hasil akhir penghitungan suara yang dilakukan oleh tim KPR menempatkan paslon nomor 4 meraih suara terbanyak dengan 5066 suara. Disusul paslon nomor 2 dengan 4208 suara, paslon nomor 3 dengan 4178 suara, dan paslon nomor 4 dengan 421 suara. Hasil ini memastikan Paslon nomor 4 Rival Perwira – Rifqi Ubai yang mengusung tagline #Ber4niBed4, naik tahta menjadi Ketua BEM dan Wakil Ketua BEM untuk periode 2019.

Sementara itu, penghitungan suara untuk calon anggota DPM juga telah selesai. Hasil suara untuk calon anggota DPM yaitu Nabilla Masarrah dengan 408, Rizky Alfita 370, Angga Setiawan 374, T.M Shandoya 290, Irna Mardi Yati 195 dan Ita Nurjannah 55. Pada pemira calon anggota DPM ini terdapat 14 surat suara yang dinyatakan rusak oleh panitia.    

Dengan hasil perolehan suara ini, di harapkan para calon yang terpilih nantinya dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik, serta mampu memperjuangkan aspirasi mahasiswa.(Abi)

 

Pemira 2018, Saatnya Warga Ekonomi Tentukan Pilihan

Pemira 2018, Saatnya Warga Ekonomi Tentukan Pilihan (Foto:Lutfi/Perspektif)

Darussalam- Rabu (12/12) Pemilihan Raya (Pemira) Mahasiswa di Universitas Syiah Kuala kini berlangsung, Saatnya warga ekonomi tentukan pilihan dengan ikut sumbangkan suaranya, di Fakultas Ekonomi & Bisnis sendiri, Pemira dilaksanakan di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Pada Pemira Mahasiswa Universitas Syiah Kuala tahun ini, terdapat 4 Pasang calon Capresma – Cawapresma (Calon Presiden Mahasiswa – Calon Wakil Presiden Mahasiswa). 4 pasang calon tersebut antara lain; Nomor urut 1, Agung Saputra (FT) dan M. Fadhel Decapri (FT). Nomor urut 2, Wahyu Rezky Annas (FEB) dan Moh. Assad (FH). Nomor urut 3, Muhammad Fikri (FKH) dan T. Rizky Saevic (FEB). Serta yang terakhir nomor urut 4, Rival Perwira (FP) dan Rifqi Ubay Sulthan (FEB), dan juga 58 namaa calon anggota DPM yang saling berebut suara terbanyak.

Kegiatan ini di jadwalkan berlangsung mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.30 WIB dan di lanjutkan kembali pada pukul 13.00 WIB dan di tutup pukul 15.00 WIB. Namun terdapat kendala kecil yang terjadi sebelum dimulainya Pemira.

Pemira yang dijadwalkan dimulai pukul 08.00 WIB, harus ditunda sekitar satu jam. Hal ini dikarenakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) di FEB yang dikirimkan pihak pusat Komisi Pemilihan Raya ke Panitia Pemira di lingkungan FEB, terdapat beberapa masalah, diantaranya adalah daftar nama yang tidak disusun pihak KPR pusat per prodi yang ada di FEB. Hal ini menyulitkan panitia di lingkungan FEB untuk memisah-misahkan DPT sesuai prodi di FEB.

Pemira 2018, Saatnya Warga Ekonomi Tentukan Pilihan (Foto:Lutfi/Perspektif)

Ketua panitia Pemira di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dico Wiranto mengatakan Pemira ini sangat penting karena bertujuan mengedukasi mahasiswa. “Disinilah ajang untuk melatih para mahasiswa. Bagaimana mahasiswa menentukan pilihan serta ideologi mereka. Karena nantinya mahasiswa ekonomi akan menentukan arah dari fakultas ekonomi sendiri.” kata Dico Wiranto.

Pada pemira kali ini tampak lebih ramai dari pemira sebelumnya. Mahasiswa ekonomi tampak lebih antusias untuk ikut menyumbangkan suaranya untuk masa depan Unsyiah yang lebih baik.

“Semoga pemira kali ini berjalan sukses, dan membawa hasil yang positif bagi kampus kuning Ekonomi.” Tutup Dico, selaku ketua panitia pelaksa pemira. (Abi Rafdi / Febri)

 

Pemira : Maba ke Arah Mana?

Pemira : Maba ke Arah Mana? (Foto : Google)

Darussalam – Pemilihan Raya (Pemira) di lingkungan Universitas Syiah Kuala tinggal menghitung hari. Pemilihan Raya adalah agenda tahunan bertujuan untuk memilih Ketua BEM serta anggota DPM baru di tingkat Universitas maupun Fakultas yang ada di Universitas Syiah Kuala. Sesuai agenda tahun ini, Pemira akan dilaksanakan pada tanggal 12 Desember 2018.

Pemira Universitas pada tahun ini memunculkan 4 Pasang calon Capresma – Cawapresma (Calon Presiden Mahasiswa – Calon Wakil Presiden Mahasiswa). 4 pasang calon tersebut antara lain; Nomor urut 1, Agung Saputra (FT) dan M. Fadhel Decapri (FT). Nomor urut 2, Wahyu Rezky Annas (FEB) dan Moh. Assad (FH). Nomor urut 3, Muhammad Fikri (FKH) dan T. Rizky Saevic (FEB). Serta yang terakhir nomor urut 4, Rival Perwira (FP) dan Rifqi Ubay Sulthan (FEB).

Pemira kali ini juga memunculkan nama 58 calon anggota DPM yang saling merebut suara terbanyak. Pesta Demokrasi ini pun menarik minat dan keingintahuan khalayak Mahasiswa Universitas Syiah Kuala, tak terkecuali para mahasiswa baru.

Mahasiswa baru adalah salah satu unsur terbesar yang dapat mempengaruhi hasil perolehan suara pasangan calon ketua – wakil ketua BEM maupun anggota DPM, maka tak jarang pihak – pihak yang akan bertarung di Pemira melakukan banyak cara untuk menarik dukungan dari para Maba. Hal ini juga tentunya berbanding lurus dengan tingginya antusias Maba untuk ikut berpartisipasi dalam Pemira, meskipun hanya sebagai pendukung.

Ditambah fakta bahwa pada Pemira Universitas tahun ini, ada tiga orang mahasiswa dari Fakultas Ekonomi yang akan meramaikan Pemira –dari tiga pasang calon yang berbdeda–. Hal itu tentunya semakin menambah minat Maba di Fakultas Ekonomi untuk mendukung jagoannya pada Pemira kali ini.

Komting (Komisaris Leting) angkatan 2018 dari berbagai jurusan di FEB pun ikut menyuarakan pendapatnya. Seperti Raja Aulia, yang kini menjabat sebagai komting jurusan Ekonomi Akuntansi angkatan 2018. Ia berpendapat, “Menurut saya persaingan nanti akan cukup alot, dimana dari FEB sendiri menghadirkan 3 nama yang akan bertarung di Pemira Universitas, satu sebagai capresma (Calon Presiden Mahasiswa), dan dua sebagai cawapresma (Calon Wakil Presiden Mahasiswa).”

“Besar harapan saya, untuk presma dan wapresma yang terpilih nanti mampu menegakkan tongkat kejayaan mahasiswa. Itulah yang akan memperindah pesta demokrasi itu sendiri.” lanjut Raja Aulia.

Senada dengan pendapat Raja Aulia, M. Rizky Ramadhan yang merupakan Komting jurusan Ekonomi Pembangunan angkatan 2018 turut menyuarakan aspirasinya. Ia menyampaikan, “Pemira kali ini dapat kita lihat Bersama-sama sudah berjalan sesuai prosedur yang ada. Semua berjalan transparan dari awal seleksi sampai pengambilan nomor urut. Semua berjalan tertib dan damai, ini tentunya turut mengedukasi Mahasiswa baru yang pada saatnya kelak, akan menjadi peserta Pemira.”

Berbicara tentang Pemira juga berarti apakah Komting para Maba siap untuk terjun ke Pemira nantinya. Karena mereka yang kini sedang menjadi pemimpin Maba di jurusannya, besar kemungkinan akan menjadi pemimpin dalam struktural formal dalam lingkungan Organisasi Mahasiswa Kampus. Ditanya mengenai apakah ada kemungkinan untuk berkecimpung di BEM maupun Pemira nantinya, Komting jurusan Ekonomi Islam angkatan 2018, M Lazuardi Firdaus, memberikan pendapatnya.

“Kalau arah kesana sepertinya belum muncul di pikiran saya. Jika suatu saat saya akan ikut serta dalam politik kampus, saya akan selalu berusaha pada pihak yang benar.” Katanya.

Firdaus sendiri menambahkan pendapatnya tentang kekhawatiran akan terjadinya perpecahan antar kubu di Lingkungan FEB terkait Pemira “Sisi negatif yang saya khawatirkan dari Pemira ini adalah terpecahnya kubu dari masing-masing capresma dan cawapresma. Ketika kubu yang ada saling mempertahankan ideologi dan pendapat dari calon yang didukung, sampai berakibat ketidakharmonisan yang terjadi pada lingkungan FEB tercinta.”

Tampaknya, pesta demokrasi di lingkungan kampus sangat memberikan antusiasme tersendiri bagi para Maba. Antusiasme ini tentunya merupakan sebuah hal unik dan berharga yang dapat diperoleh oleh mahasiswa yang masih berstatus Maba.

Ditemui pada kesempatan berbeda, Hadian Utama, yang kini menjabat sebagai ketua Forum Komting se-FEB angkatan 2018, memberikan pandangan pribadinya. “Pemira ini merupakan pembelajaran politik bagi mahasiswa itu sendiri. Mahasiswa belajar bagaimana melaksanakan serta mengeksekusi sebuah perwujudan demokrasi yang sesungguhnya. Dalam ajang pemira ini mahasiswa dituntut untuk mengerti esensi dan makna dari demokrasi itu sendiri. Pemira ini merupakan sarana untuk mengajak mahasiswa untuk berpartisipasi dan peduli pada kampus.”

Hadian yang sebelumnya juga menjabat sebagai sebagai Komting Jurusan Ekonomi Manajemen angkatan 2018, inipun ikut menyuarakan harapannya untuk pemira yang akan berlangsung.

“Semoga Pemira tahun ini berjalan lancar, aman dan sukses. Pemimpin mahasiswa yang terpilih nantinya akan menjadi nahkoda yang Tangguh dan berintegritas serta akan membawa perubahan yang lebih baik kedepannya, amin.” Tambahnya.

Puncak pesta demokrasi sendiri akan berlangsung pada tanggal 12 Desember 2018, dimana Pemira akan dilangsungkan. Saat ini pemira mulai memasuki masa tenang, setelah tanggal 4 – 9 Desember 2019 kemarin setiap peserta Pemira melakukan agenda kampanye untuk mencari dukungan suara sebanyak-banyaknya.
Kehidupan politik kampus sesungguhnya adalah ajang bagi para Mahasiswa untuk ikut berpartisipasi dan menunjukkan kemampuan terbaiknya bagi Fakultas maupun Universitas lewat jalur organisasi. Semua berharap Pemira tahun ini berhasil menghasilkan kader-kader terbaik yang akan berjuang demi kepentingan Mahasiswa. Siapapun yang nantinya terpilih, semoga dapat mewakili aspirasi dan kepentingan seluruh mahasiswa Universitas Syiah Kuala. (Abi Rafdi)

Wahyu Nyatakan Siap Dedikasikan Diri sebagai Presma Unsyiah 2019

Wahyu Nyatakan Siap Dedikasikan Diri sebagai Presma Unsyiah 2019 (Foto : Ayu/Perspektif)

Darussalam – Pemilihan Raya merupakan Pesta Demokrasinya Mahasiswa setiap Univesitas yang ditunggu-tunggu di penghujung tahun.

Tak ketinggalan Unsyiah pun turut merayakannya. Berbagai nama pun andil dalam mewarnai pesta demokrasi mahasiswa terbesar di unsyiah ini.

Wahyu Rezky Annas merupakan salah satu nya, di usung oleh Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Ekonomi, Mahasiswa S1 Manajemen angkatan 2015 FEB ini, ikut mendaftarkan diri sebagai Presma Universitas Syiah Kuala.

Selain aktif di Akademik, wahyu juga merupakan mahasiswa yang aktif berorganisasi, ia pernah menjabat sebagai Sekbid Kesma (2016), Kabid Hual IMPKL (2017-2019), Anggota Komisi C DPMU Unsyiah 2017, dan Ketua MPM Unsyiah (2017).

Dalam pandangan nya, banyak Mahasiswa Unsyiah yang sudah tidak memiliki minat ‘mengetahui keadaan rumahnya’, atau yang biasa kita sebut ‘Mahasiswa Apatis’ dan tidak ada lagi niat tawar kepada para birokrat kampus dalam memperjuangkan hak-hak mahasiswa.

“BEM Unsyiah harus menjadi milik bersama, dan bisa bersinergi dengan 12 Fakultas lainnya agar terciptanya kondisi kampus sesuai dengan fitrah perguruan tinggi negeri.” Tutur Wahyu.

Menurutnya , kondisi mahasiswa di kampus Unsyiah saat ini sedang tidak baik-baik saja, banyak permasalahan yang muncul baik mengenai Transparansi Anggaran, Intervensi Biokrasi Kampus dan masih banyak lagi, dan point penting tujuannya  adalah banyaknya Pelayanan Kampus yang tidak mendukung aktifitas Mahasiswanya.

Kini, Wahyu Rezky Annas siap mencalonkan diri sebagai calon Ketua BEM Universitas Syiah  Kuala didampingi Wakilnya, Mohammad Assad yang berasal dari Fakultas Hukum.

Terlepas itu, Wahyu dan Assad mengharapkan Pemira tahun ini dapat berjalan dengan aman, damai dan pastinya saling menghargai perbedaan satu sama lain.

“Kami juga mengajak kepada seluruh mahasiswa Unsyiah untuk memilih pada hari pencoblosan. Karena partisipasi politik sangat mempengaruhi Iklim demokrasi dan demi pelaksanaan pemerintah BEM Unsyiah kedepan.” Tutup calon Ketua BEM Unsyiah nomor urut 2 tersebut. (Van-Nur)

Tasya Kamila, Mahasiswa Ekonomi yang Berprestasi

Tasya Kamila, Mahasiswa Ekonomi yang Berprestasi (foto : Panitia FIEL)

DarussalamMemulai karir keartisannya dari kecil sebagai bintang iklan dan penyanyi cilik, membuat Shafa Tasya Kamila atau yang lebih akrab disapa Tasya Kamila dikenal banyak orang. Terutama orang – orang yang sejak kecilnya sudah diisi oleh berbagai lagu anak dari Tasya. Namun siapa sangka ternyata Tasya sendiri adalah seorang mahasiswa berprestasi lulusan Fakultas Ekonomi di Universitas Indonesia, dan berhasil menyandang gelar Master of Public Administration  Columbia University, AS pada usianya yang ke 26 tahun.

Ketika diwawancarai pada Jum’at malam ( 30/11 ) di AAC DAYAN DAWOOD pada acara Fiel Gathering night & Talkshow, Tasya membagikan sedikit pengalamannya selama menjadi mahasiswa ekonomi di UI, juga beberapa cerita menarik kenapa ia bisa memilih dan tertarik kepada fakultas ekonomi.

Jurusan akuntansi di Fakultas Ekonomi UI merupakan pilihan Tasya untuk pendidikan sarjananya adalah karena influence dari Alm. Ayahnya yang ternyata seorang auditor dan memiliki kantor akuntan publik. Juga menurut Tasya, ilmu ekonomi adalah ilmu yang bisa diterapkan di banyak bidang dan related dengan berbagai hal. Sehingga ia bisa mengerti pemasalahan yang dihadapi negara dan dalam dunia bisnis.

Selama menjadi mahasiswa ekonomi, rupanya Tasya Kamila juga aktif di berbagai kegiatan di luar kampus, seperti bermain film, peluncuran album barunya beserta kegiatan promosi, juga menjadi Duta Lingkungan Hidup yang mengharuskannya untuk berkampanye di seluruh Indonesia. Sebab itu pula Tasya mengaku bahwa ia tidak punya cukup waktu untuk menjadi aktif juga di keorganisasian kampus, dan mungkin hanya sesekali bisa membantu temannya menjadi pengisi acara apabila ada event di kampus.

Tasya Kamila tidak ingin ilmunya hanya berbatas di dunia entertainment saja, karena menurutnya ia sudah cukup belajar dan mendapatkan pengalaman selama menjadi artis dengan bekerja bersama orang – orang profesional di bidang entertain. Oleh sebab itu ia memilih meluaskan pendidikan formalnya di luar dunia keartisan.

Kepintarannya dalam mengatur waktu antara belajar dan bersosialisasi memang patut diacungi jempol. Dan kegigihannya untuk memperjuangkan pendidikannya wajib dicontoh oleh mahasiswa – mahasiswa yang ada di seluruh Indonesia.

Dengan aktivitas seorang Tasya Kamila yang begitu padatnya, ia tetap bisa menjadi mahasiswa yang berprestasi. Bahkan Tasya bisa mendapatkan beasiswa LPDP yang persaingannya sungguh ketat.

Beasiswa S2 LPDP ( Lembaga Pengelola Dana Pendidikan ) yang ia dapatkan tidak datang begitu saja. Sudah tentu Tasya telah berusaha keras untuk mendapatkan beasiswa tersebut hingga akhirnya usahanya membuahkan hasil dengan dia menjadi lulusan S2 di Columbia University dengan IPK di atas 3,7.

Tasya mengungkapkan bahwa begitu banyak rintangan yang di jalaninya sebagai mahasiswa di luar negeri,dan semua itu dapat diatasi dengan baik. Apalagi kehidupan mahasiswa S1 di Indonesia dan di luar negeri itu sangatlah berbeda. Metode belajar dan standar pendidikannya berbeda, dan rata – rata mahasiswa di sana adalah mahasiswa yang kompetitif, ambisius, rajin belajar, dan berani untuk mengutarakan pendapatnya.

“ Tapi selain itu, kualitas yang mungkin kalian perlu punya adalah rasa semangat nasionalisme dan gimana kalian memiliki visi juga untuk menggunakan ilmu yang nanti di dapat, baik itu S2 dan S3, di dalam ataupun luar negeri, untuk berkontribusi di Indonesia.” Ujar Tasya Kamila seorang penyanyi cilik yang kini meraih kesuksesannya di dunia pendidikan.(mola)

Kali Ke-3 iESA Selenggarakan Festival Ilmiah Ekonomi Islam (FIEL)

Kali Ke-3 iESA Selenggarakan Festival Ilmiah Ekonomi Islam (FIEL) (foto:Panitia FIEL)

Darussalam – Setelah sukses di selenggarakan beberapa kali, iESA (Islamic Economic Student Association) kembali mengadakan acara terbesarnya, Festival Ilmiah Ekonomi Islam (FIEL) pada 27-30 november kemarin di Aula FEB Unsyiah dan di buka secara langsung oleh Walikota Banda Aceh, H.Aminullah Usman, SE.Ak, MM. , Rektor Universitas Syiah Kuala,Prof.Dr.Ir.Samsul Rizal, M.Eng , dan Ketua Himpunan mahasiswa ekonomi islam Iesa, Abthal Aufar.

Ada beberapa rangkaian acara yang dilaksanakan diantaranya Seminar Nasional, Workshop & training, Berbagai Perlombaan seperti Penulisan opini, Video Contest, dan Debat Revolusi Ekonomi Nasional, serta Gathering Night and Talkshow. Serta turut diramaikan oleh berbagai Bazar Expo stand makanan dan minuman serta askesoris lainnya.

Dalam Seminar Nasional FIEL 2018 mengusung tema yaitu “ Revolusi Industri 4.0 , kemana arah Ekonomi Syariah?” seminar ini di isi oleh pemateri dari penasehat mentri pertahanan RI yaitu Bapak Dr (H.C) Adnan Ganto, MBA serta Rektor Universitas Syiah Kuala, dan Bapak Ridwan Nurdin yang merupakan Pembina Iesa serta dosen FEB Unsyiah.

“Revolusi Industri 4.0 sangat berpengaruh besar terhadap kehidupan dunia. Di satu sisi, Revolusi ke-4 ini dapat meningkatkan produktivitas dalam sebuah industri serta meningkatkan pendapatan dunia. Namun di sisi lain, juga bisa mendatangkan berbagai dampak negatif seperti hilangnya privasi seseorang akibat penyebaran data digital,kurangnya permintaan terhadap tenaga kerja,serta memperburuk hubungan antar manusia.” Ujar sang Penasehat Menteri Pertahanan, Adnan Ganto.

Pada akhir seminar nasional FIEL 2018 ini iESA juga membuat suatu gebrakan baru yaitu “1000 tanda tangan Hijrah menuju Ekonomi Syariah” yang di tanda-tangani oleh Para pemateri, Tamu undangan, Dosen FEB Unsyiah, Panitia, Peserta lomba, serta para pengunjung di acara FIEL 2018. Nantinya 1000 TTD ini akan dijadikan sebagai sebuah saksi nyata untuk aceh beralih ke ekonomi berbasis syariah.

Selain seminar nasional, Workshop and Training yang digelar turut mengundang berbagai pemateri nasional yaitu Raden Nanta Teguh Prakasa selaku Owner aplikasi SYARQ , Andry Wicaksono selaku Kepala Pasar Modal OJK Pusat, Kepala Bursa Efek Indonesia dan Bank Indonesia.  Serta hadirnya Tasya Kamila yang turut memeriahkan Gathering Night and Talkshow di penghujung acara  FIEL 2018 (Lal,Sin)