Economic Student Market, akan Terealisasi Semester Depan

Economic Student Market, akan Terealisasi Semester Depan (Foto : Ayu/Perspektif)

Darussalam – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah memiliki beberapa kantin yang menjadi tempat tongkrongan bagi mahasiswa/i di sela-sela jadwal perkuliahan. Beberapa kantin itu tersebar di dua sisi fakultas ekonomi yakni pada Gedung EKP, bagian samping gedung KPMG dan bagian belakang gedung Student Center.

Namun beberapa waktu belakangan ini Kantin Pojok Ekonomi yang berposisi di bagian belakang gedung Student Center tampak terbengkalai. Tak ada kegiatan aktivitas yang tampak seperti beberapa waktu sebelumnya.

Sejak awal semester kemarin sudah ada wacana bahwa akan ada pembaharuan tentang kantin pojok ekonomi ini, yaitu “Economic Student Entrepreneur Market” Yang dipelopori oleh BEM FEB-Unsyiah dan UKM Inkubator serta di dukung penuh oleh pihak dekanan. Namun sampai saat ini rencana ini masih belum terealisasi.

Dijumpai Rabu (2/05/18) Rais, ketua BEM FEB Unsyiah mengakui memang sedang gempar dalam mewujudkan Economic Student Entrepreneur Market, yang mendapat dukungan penuh dari Dekanan yang mengharapkan agenda ini dapat menghidupkan kembali kantin belakang kesekretariatan mahasiswa yang sudah tidak terpakai dan tampak terbengkalai.

Namun untuk saat ini Rais mengatakan bahwa Ia dan pihak UKM Inkubator masih terkendala dalam pemilihan konsep apa yang nantinya akan diwujudkan di Economic Student Entrepreneur Market ini.

“Saat ini masih terkendala dikonsepnya, tapi dari pihak Inkubator sendiri sudah berusaha membicarakannya ke beberapa alumni Inkubator dan beberapa dosen dalam hal menentukan konsep. Pihak dekanan hanya tinggal menunggu konfirmasi konsep dari kitanya aja, dengan begitu baru bisa kembali berjalan agenda ini.” terang Rais.

Economic Student Market, akan Terealisasi Semester Depan (Foto : Ayu/Perspektif)

Agenda Economic Student Entrepreneur Market ini nantinya akan dilaksanakan pada semester depan dan pihak dekanan juga mempunyai harapan yang sama, “Kami juga mengatakan kepada pihak Dekan yang dimana bahwasannya program ini bentuknya jangka panjang, dan diharapkan akan berjalan seterusnya dikepengurusan selanjutnya.”

Dari pihak dekanan sendiri mengharapkan nantinya para mahasiswa yang berpartisipasi didalamnya menjual barang asli buatan sendiri, semacam Handmade, Creating Product dan Merchandise  atas nama mereka sendiri dalam brand.

“ini mengambil contoh disalah satu universitas di Malaysia, seperti mahasiswa disana yang memproduksi air mineral dengan label mereka sendiri. Diharapkan tidak cuman membeli barang dari luar lalu dijual kembali, karena dekanan mengharapkan mahasiswa sekarang bisa lebih berinovasi dan mampu bersaing dalam berbisnis.” tegas Qamarul sebagai Direktur Inkubator.

Pihak dekanan juga menginginkan mahasiswa dapat memproduksi barang sendiri dikarenakan dilingkungan Unsyiah ini juga ada UPT.Kewirausahawan yang dimana banyak kegiatannya disortir langsung oleh KEMENRISTEKDIKTI, hal ini juga di harapkan dapat menambah minat mahasiswa di lingkungan FEB dalam melakukan kegiatan bisnis tanpa mengganggu jadwal perkuliahan.(ijah)

Berani Menertawakan Diri Sendiri

Dok: Psychopathic Writing (Istimewa)

Dewasa ini sebagian orang lebih senang menertawakan orang lain dan enggan untuk menertawakan dirinya sendiri. Entah karena takut dianggap gila atau mungkin menganggap hidupnya terlalu serius untuk ditertawakan. Padahal, menghindar untuk menertawakan diri sendiri justru dapat menghambat perkembangan.

Banyak  yang mengatakan ‘jika tertawa dapat menyehatkan pikiran dan menyingkirkan emosi negatif,’ namun hal tersebut dilakukan tidak untuk menertawakan orang lain karena terdapat emosi negatif didalamnya. Menertawakan orang lain nantinya akan menjadikan seseorang terlihat sombong karena merasa lebih baik dari orang lain.

Oleh karena itu menertawakan diri sendiri lebih baik daripada menertawakan orang lain. Dengan menertawakan diri sendiri, seseorang tak perlu khawatir akan munculnya emosi negatif karena yang ditertawakan adalah diri sendiri. Menertawakan diri sendiri juga dapat membantu seseorang mengintrospeksi diri dan menemukan kesalahan yang perlu diperbaiki tanpa harus tersinggung oleh komentar orang lain.

Hal ini juga didukung oleh sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Personality and Individual Differences yang menyatakan bahwa salah satu indikator individu yang memiliki kesejahteraan psikologis yang tinggi adalah dengan sering menjadikan dirinya sendiri sebagai lelucon.

Menjadikan diri sendiri sebagai lelucon juga termasuk ke dalam kriteria individu yang telah mengaktualisasikan diri dari teori yang dikemukakan oleh Abraham H. Maslow, yaitu rasa humor yang filosofis. Dikatakan bahwa individu yang telah mengaktualisasikan diri akan lebih sering menjadikan dirinya sendiri sebagai bahan candaan.

Mereka menjadikan setiap kebodohan dan kekurangan mereka sebagai candaan yang disampaikan secara filosofis agar orang lain berpikir terlebih dahulu, baru kemudian bisa mendapatkan joke dari humornya dan tertawa untuk membantu mereka menjadi lebih cerdas dalam berpikir dan menyampaikan sesuatu.

Selain dapat mengintrospeksi diri dan menyingkirkan emosi negatif, menertawakan diri sendiri juga dapat menjernihkan pikiran, membantu diri berdamai dengan masa lalu, dan membuat orang disekeliling kita bahagia.

Suksesnya seseorang menertawakan dirinya sendiri akan merubah sudut pandang dan cara seseorang melihat dunia. Seseorang tak lagi fokus kepada hal-hal negatif tetapi pada hal-hal positif yang bisa didapatkan meski hari yang dilalui kurang menyenangkan. Dengan begitu, seseorang akan terhindar dari perasaan stres. (Sulthanul Y)

Tempo Goes to Campus, Ajak Masyarakat Melawan Hoax

Ajak Masyarakat Awam Melawan Hoax (San/Perspektif)

Sigli – Kemajuan media informasi dan komunikasi memang memudahkan aktivitas manusia. Hal ini dikarenakan kebutuhan akan informasi dan pengetahuan yang terus meningkat. Namun dengan banyaknya informasi yang beredar luas di masyarakat, kita semakin sulit untuk memahami apakah informasi yang beredar merupakan hal yang benar atau tidak. informasi yang tidak benar ini biasa di sebut hoax.

Untuk menanggulangi hal tersebut Tempo Institute mengadakan seminar dan talkshow dalam agenda Tempo Goes to Campus 2018 di Universitas Jabal Ghafur Sigli, Kabupaten Pidie (03/05/18). Dengan mengusung tema “#lawankabarkibul”, acara ini berlangsung sukses dan dibuka langsung oleh Rektor Uniga, Perwakilan dari Bupati Pidie, yang diisi langsung oleh beberapa pembicara dari pihak Tempo Institute, ICT Watch, dan Yukepo.co.

Agenda ini juga dilaksanakan secara berkala di 10 kota besar di indonesia. Serta turut mengundang lembaga pers mahasiswa, mahasiswa dan lapisan masyarakat lainnya yang ada di wilayah Aceh.

Dengan menggunakan hastag #lawankabarkibul tempo institute dan seluruh peserta seminar dituntut untuk mampu mendeteksi dan melawan kabar kibul yang mudah beredar di masyarakat.

Ajak Masyarakat Awam Melawan Hoax (Sul/Perspektif)

“Untuk mengetahui berita itu hoax atau bukan,kita harus analisis adanya unsur 5W+1H. Nah tapi bukan berarti semua berita yang ada 5W+1H itu benar, kita tetap harus berhati-hati” ujar Reza Maulana pembicara dari tempo.

Dalam menanggulangi berita hoax kita perlu jeli untuk mengetahui berita yang beredar itu benar atau tidak. Tak cukup sekedar berita yang mengandung unsur jurnalistik yang lengkap namun kita juga perlu memperhatikan beberapa hal diantaranya; perhatikan judul yang bombastis, isi berita dan sumber yang tidak jelas, dan pada akhir berita terdapat perintah untuk menyebarkan atau viralkan. Jika ketiga unsur itu terdapat didalam berita maka jelaslah berita tersebut adalah hoax.

Bukan hanya itu, di era millenial ini kita juga harus meningkatkan kewaspadaan dan sikap tidak mudah percaya terhadap berita-berita yang hadir. “Untuk selamat dari berita hoax kita harus membangun sikap anti hoax yaitu skeptis, curious, dan critival,” sambung Frenavit dari ICT Watch.

Dalam penjelasannya thalita dari yukepo.com bahwa ada beberapa acara agar tidak mudah tertipu hoax, diantaranya mengenali sumber informasi yang valid, cermati alamat situs, periksa kembali faktanya, cek keaslian fotonya, dan juga ikut serta dalam komuniitas anti hoax.

Mengatasi berita hoax membutuhkan usaha yang lebih. Kita tidak cukup dengan hanya dengan meneliti dan mengetahui fakta dari berita. Dikatakan teratasi saat berita tersebut benar-benar sudah ditarik dari media dan masyarakat juga telah mengetahuinya. Maka dari itu, Tempo juga mencari Mr and Mrs Smart dalam acara Tempo Goes to Campus dari penilaian forum diskusi. Nantinya kepada Mr dan Mrs Smart diharapkan mampu mengatasi berita hoax yang ada di provinsinya masing-masing.

Dengan diadakannya acara ini, diharapkan agar masyarakat aceh khususnya untuk anak muda kabupaten sigli dapat lebih mampu memilah dan meminimalisir terhadap ramainya berita hoax yang tersebar. Terapkan budaya membaca isi berita terlebih dahulu, agar berita yang kita sebar tidak meresahkan orang lain. (Mev,Sul,Ta)

Gandeng DJP, D3 Perpajakan Gelar Seminar dan Talkshow

Gandeng DJP, D3 Perpajakan Gelar Seminar dan Talkshow (Eci/Perspektif)

Darussalam – D-III Perpajakan bekerja sama dengan Direktorat Jendral Pajak Kantor Wilayah (DJP KANWIL) Aceh, menyelenggarakan Seminar dan Talkshow perpajakan untuk mewujudkan pengetahuan pajak dalam era global berbasis elektronik. Dengan mengusung tema “Taxation Aspec on Economic Digital” Rabu (2/5/2018), acara ini berlangsung sukses diadakan kali pertamanya di Balai Sidang FEB UNSYIAH. Seminar ini turut menghadirkan pemateri dari DJP KANWIL Aceh Yogaswara Karmana S.E., M.A.F.M, dan beberapa staf jajaran dari DJP KANWIL Aceh.

“Pajak yang dipungut harus adil, berbicara tentang e-comerce terhadap penjual online, tarif pengenaannya sama saja dengan penjual konvesional, hanya beda cara komunikasinya saja. Online marketplace menyediakan tempat kegiatan usaha berupa toko internet (Lapak) di Mall Internet sebagai tempat online marketplace merchant (Seller) menjual barang dan jasa,” papar Yogaswara.

Selain seminar acara ini juga diisi dengan talkshow perpajakan yang dibawakan oleh dosen FEB Unsyiah yaitu Rahmawaty, S.E., M.Si., Ak. Isu yang diangkat dalam talkshow ini lebih mengarah kepada pajak restribusi daerah. Titik temu dari adanya talkshow ini ialah agar mahasiswa lebih memahami pajak restribusi, cara pengenaanya dan tarifnya.

Apresiasi mahasiswa dengan terselenggaranya acara ini begitu tampak dari ramainya jumlah peserta yang hadir. Terliha peserta yang hadir bukan hanya mahasiswa dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis saja, melainkan MIPA UNSYIAH, Teknik Industri Unsyiah, Hukum unsyiah, Pertanian unsyiah, serta dari UIN AR-RANIRY. Bentuk respon positif dari panitia atas apresiasi peserta ialah bagi mereka yang aktif bertanya dan menjawab pertanyaan akan dibagikan doorprize.

“Tujuan diselenggarakan acara ini agar mahasiswa mampu memahami proses transformasi dan mengetahui juga berbagai informasi tentang perpajakan dalam era economic digital. Serta harapan saya atas terselenggaranya acara ini ialah mahasiswa mampu bersaing pada era economic digital dan membangun kesadaran, kepedulian terhadap kewajiban membayar pajak untuk kepentingan pembiayaan negara ketika sudah memiliki pekerjaan atau usaha nantinya,” sebut Imam Subkhi selaku Ketua Panitia. (Ci)

 

 

 

 

Himaka selenggarakan Seminar Bank on Campus

Deputi BI Aceh Sebagai Pembicara Seminar Bank on Campus (Nel/Perspektif)

Darussalam – Senin (30/4/18) Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) menyelenggarakan acara Bank Seminar On Campus. Acara yang diadakan di aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis ini berlangsung sejak pukul 08.00 s/d siang tadi mengusung tema“Peran Sektor Moneter Dalam Mencapai Tujuan Pembangunan Ekonomi Negara”.

Seminar diisi oleh Sunarso selaku Deputi Bank Indonesia Perwakilan Aceh sebagai pembicara. Sunarso menyampaikan materi tentang tugas-tugas bank sentral dalam mengawasi tingkat keseimbangan uang yang beredar, seperti pada Bank Komersil yang mengontrol agar tidak terjadinya inflasi.

Acara seminar yang  diketuai oleh Umar ini  bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa tentang bagaimana sistem Kerja Bank Indonesia selaku Bank Sentral di Indonesia.  “Harapan saya dengan terselengaranya acara seminar ini agar  mahasiswa paham dan mengerti atas kebijakan, peraturan, yang dibuat oleh bank Indonesia, dan dapatmenerapkannya,” tambah Umar.

Mahasiswa yang mengikuti seminar ini terlihat begitu antusias. Hal ini dilihat dari dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan mengenai materi tersebut khususnya tentang peraturan yang dibuat oleh Bank Sentral (Bank Indonesia).

Bank Seminar On Campus berlangsung dengan sukses dan diharapkan kepada seluruh mahasiswa dapat lebih antusias dan berpartisipasi lagi dalam acara yang diadakan kampus. (Nel,Frz)

Pererat Solidaritas Internal Mahasiswa EKI Gelar iESA CUP

Pererat Solidaritas Internal Mahasiswa EKI Gelar iESA CUP (Luthfi/Perspektif)

Darussalam – Islamic Economic Students Association (IESA) kembali mengadakan iESA CUP yang ke-III. Acara ini berlangsung dari tanggal 29 april 2018 hingga 6 mei 2018. Adapun cabang olahraga yang diperlombakan antara lain; Futsal, Basket, Badminton, dan Tarik Tambang.

Acara internal ini bertujuan untuk meningkatkan solidaritas, kekeluargaan, kekompakan dan juga agar keluarga iESA sehat semua pastinya. Tahun ini iESA CUP mengusung tema “Keep Spirit, Keep Health, and Keep Solidarity.”

“Adapun makna nya yakni berbagi pengalaman, berbagi perasaan atau bisa di bilang berbagi kebahagian dan menjaga solidaritas antar sesama mahasiswa/i  Ekonomi Islam,” ungkap Win Irvan Syahputra selaku Ketua Panitia.

Pererat Solidaritas Internal Mahasiswa EKI Gelar iESA CUP (Luthfi/Perspektif)

Opening Ceremony dilaksanakan hari ini (29/4/18). Kali ini, iESA membuat Konsep pembukaan acara berbeda dari yang sebelumnya karna diacara Opening Ceremony ini mereka membuat upacara penaikan bendera iESA CUP. Hal ini merupakan gebrakan baru yang dilaksanakan oleh iESA.

Pada saat upacara berlangsung ketua jurusan ekonomi islam Dr. Eddy Gunawan M.Ec selaku Pembina Upacara menyampaikan bahwa begitu senang bila iESA aktif, karna kita dapat menunjukkan kualitas, sportifitas,dan excellent dalam berprestasi dan kita harus menanamkan nilai nilai yang ada pada moto ekonomi Islam yaitu menjadikan insan-insan yang islami.

Selain ketua Jurusan Ekonomi islam, acara ini turut dimeriahkan oleh Dosen, Dimisioner, Presidium, perwakilan dari HMJ/UKM yang ada di Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan juga Anggota iESA sendiri.

“Banyak bakat terpendam yang dimiliki mahasiswa EKI, jadi marilah kita asah bersama, kita latih bersama agar nantinya dapat membanggakan Ekonomi Islam ke depannya. Pemenang dari setiap cabang olahraga yang diperlombakan akan dipromosikan ke dispora,” ucap Ketua himpunan iESA Abthal Aufar dalam kata sambutannya

Win Irfan berharap bahwa seluruh mahasiswa/i ekonomi islam dapat menjalin persaudaraan yang lebih erat lagi, menjalin silaturahmi yang lebih baik lagi, selalu menjaga kekompakkan dan yang paling penting nantinya tidak ada kecurangan satu sama lain dalam acara iESA CUP yang ke-III ini. (KZ,LH)

Dibalik Perjalanan Mawapres Wilsen Yungnata

Dok: Istimewa

Darussalam – Wilsen Yungnata, mahasiswa brilliant jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala ini berhasil meraih juara harapan 1 pada pemilihan mahasiswa berprestasi (mawapres) tingkat Universitas tahun 2018. Prestasi gemilang yang ia raih ini telah membawa harum nama Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.

Berbagai persiapan yang matang telah dijalankan oleh Wilsen untuk mencapai hasil yang optimal. Tak hanya sekedar mengikuti pembekalan, Wilsen sendiri juga memantapkan persiapan pada karya ilmiah yang akan dipresentasikannya.

“Penilaian paling besar kalau saya tidak salah itu di karya tulis ilmiahnya, dikarenakan kalau untuk prestasi waktunya sudah mepet, jadi kami tidak dapat melakukan banyak hal, yang kami dapat berjuang adalah pada karya tulis ilmiah ini kami usahakan dengan sebaik mungkin,” ujarnya.

Ini bukan kali pertama Wilsen mendapatkan prestasi. Sebelumnya juga banyak prestasi lain yang berhasil ditorehkan olehnya. Ia handal dalam bidang debat, oleh karena itu banyak prestasi yang ia raih dalam bidang ini. Prestasi-prestasi tersebut antara lain seperti, National University Debating Championship (NUDC) yang diadakan oleh menristekdikti selama dua tahun berturut-turut, juara 1 di tingkat universitas dan prestasi lainnya.

Ia merasa senang untuk segala prestasi yang telah diraihnya. Kesan bangga yang ia rasakan karena dapat menjadi salah satu mahasiswa yang membawa harum nama fakultas. Pengalaman dan wawasan baru  juga didapatkan olehnya, dimana ia bertemu dengan mahasiswa berprestasi dari fakultas lainnya.

“Saya merasa bangga, sangat senang mendapat juara harapan 1 dalam universitas. Juga saya membawa nama Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Karena kebetulan dalam 7 besar, salah satu mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis dan itu merupakan saya. Pesan saya bahwa Fakultas Ekonomi dan Bisnis merupakan fakultas yang besar yang memiliki banyak mahasiswa berprestasi, harapannya untuk tahun-tahun kedepan mahasiswa FEB dapat berprestasi setidaknya dalam tingkat universitas bahkan juga berprestasi di  tingkat nasional,” harapnya. (Rj)

PMOM Sebagai Basic Untuk Menciptakan Kader FEB Yang Berkarakter

PMOM Sebagai Basic Untuk Menciptakan Kader FEB Yang Berkarakter (La/Perspektf)

Darussalam – Sabtu (28/4) Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala kembali mengadakan acara Pelatihan Manajemen Organisasi Mahasiswa (PMOM). Tema yang diusung pada tahun ini ialah “Terwujudnya Organisatoris Kampus Kuning Yang Memiliki Karakter Kepemimpinan Kreatif, Progresif dan Religius”.

Berbeda dengan tahun yang lalu, acara PMOM yang diadakan oleh DPM kali ini hanya dilaksanakan dalam satu hari saja dengan jumlah registrasi terakhir 93 peserta yang terdiri dari berbagai lembaga di kampus.  Setiap lembaga diwajibkan untuk mengirimkan orang-orang terpilih dari lembaganya yaitu minimal 5 peserta dan maksimal 8 peserta.

“Tujuan dalam acara ini adalah melahirkan mahasiswa yang tidak kupu-kupu (kuliah-pulang) dan meningkatkan kesadaran kepada mahasiswa bahwasanya peran mahasiswa bukan hanya mendapatkan ipk yang bagus, tetapi peran mahasiswa juga sangat dibutuhkan oleh kampus,” tutur Muhammad ikram selaku ketua panitia PMOM 2018.

Di Fakultas Ekonomi sendiri, syarat untuk menjadi seorang ketua lembaga adalah mengikuti Latihan Kepemimpinan Manajemen Mahasiswa atau yang dikenal dengan sebutan LKMM, dengan syarat sebelumnya harus mengikuti PMOM terlebih dahulu.

Pemateri dalam acara ini diisi oleh Prof. Dr. Nasir Azis S.E., MBA yang membawakan materi mengenai kepemimpinan seperti sifat Rasulullah. Beliau mengungkapkan bahwa Rasulullah adalah pemimpin yang paling utama dan paling sukses diantara pemimpin-pemimpin di dunia. Setiap orang adalah pemimpin dan setiap pemimpin harus mempunyai tanggung jawab. Seseorang tidak dapat memimpin orang lain jika ia belum bisa memimpin dirinya sendiri.

Tidak hanya Dekan FEB saja yang diundang sebagai pembicara dalam acara ini, Kautsar, S.Hi selaku anggota DPR Aceh, Said munirruddin, SE,.M.Sc  sebagai rector the zawiyah spiritual leadership dan Rizki Okta Bina selaku CEO coffee farm juga diundang untuk menyampaikan materi yang berhubungan dengan manajemen organisasi.

Dalam penyampaian materinya  Kautsar, S.Hi mengungkapkan sifat kreatif,  progresif, dan religius adalah tiga karakter yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin. Beliau menekankan kepada mahasiswa untuk selalu berfikir secara kritis dan progresif karena setiap pergerakan yang dilakukan bertumpu dari cara berfikir seseorang.

“Seorang pemimpin harus memiliki sifat saling menghargai dan saling memberikan apresiasi terhadap usaha yang telah di lakukan oleh orang lain. Jika kita ingin segala sesuatu diwujudkan oleh Allah SWT maka kita harus selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memuji-Nya,” pungkas Said munirruddin, SE,.M.Sc  yang juga ikut sebagai pembicara kala itu.

Rizki Okta Bina juga menambahkan bahwa setiap mahasiswa harus mempunya mental yang kuat dan tidak takut untuk bermimpi menjadi pemimpin yang hebat.

Muhammad ikram berharap mahasiswa yang sudah berpatisipasi dalam acara PMOM tahun ini tidak hanya duduk, dengar dan mendapatkan sertifikat. Tetapi mereka sebagai calon-calon penerus FEB Unsyiah  dapat menerapkan hal-hal yang sudah mereka dapatkan pada hari ini karena hanya orang-orang terpilih dari lembaganya yang bisa ikut andil dalam acara ini. (La,Ghrn)

Antusiasme Mahasiswa Terhadap Wacana Kelas Internasional EKI

Antusiasme Mahasiswa Terhadap Wacana Kelas Internasional EKI (Sul/Perspektif)

Masih hangat dalam benak mahasiswa Ekonomi Islam (EKI) FEB Unsyiah akan isu mengenai pengadaan kelas internasional untuk program studi EKI. Respon positif bermunculan dari mayoritas mahasiswa jurusan EKI. Antusiasme mahasiswa bahkan sudah ada sejak IAP dikembangkan menjadi IBEP dan sudah menggaet serta program studi Ekonomi Manajemen (EKM) dan Ekonomi Pembangunan (EKP).

Yusri T Yaudullah salah seorang mahasiswa EKI 2017 mengungkapkan bahwa kelas internasional cukup penting. Mengingat bahwa cakupan ekonomi berbasis syariah telah memiliki peran penting dalam roda perekonomian. Sehingga perlu adanya wadah untuk mengajarkan dan menyesuaikan perekonomian dunia saat ini dengan ekonomi berbasis syariah. Dengan adanya rencana dibukanya kelas internasional ini akan membuka peluang mahasiswa untuk mengubah, membentuk, serta menyesuaikan diri dengan global tetapi tetap berlandaskan dengan ketentuan islam.

Mahasiswa IBEP 2017 juga merespon positif kabar ini. Salah satunya adalah Alyanur dari IBEP Manajemen, Menurutnya, ini adalah keputusan yang sangat tepat karena Ekonomi islam sedang berkembang pesat terutama di Eropa. Bahkan beberapa Negara Eropa sudah menerapkan system ekonomi islam. Ini sangat memudahkan bagi mahasiswa EKI FEB Unsyiah untuk dapat bersaing langsung dengan mahasiswa luar negeri. Apalagi dengan adanya peluang student exchange atas kerjasama Unsyiah dengan beberapa universitas di luar negeri seperti Taiwan misalnya.

“Dengan adanya kelas Internasional EKI, maka ekonomi islam akan going globally dan akan mengalahkan sistem-sistem konvensional serta akan menambah peringkat FEB di Nasional dan Internasional,” tambah Rais Al-Fathan selaku Komting IBEP 2017.

Sejauh ini, minat mahasiswa terhadap kelas internasional terus bertambah. Hal ini tentu saja bernilai baik bagi pihak kampus dan mahasiswanya sendiri. (Sul)

IBEP akan Gaet EKI pada 2019 Mendatang

IBEP akan Gaet EKI pada 2019 Mendatang (Foto:Lala/Perspektif)

Darussalam- International Business and Economic Program atau dikenal dengan sebutan IBEP adalah program unggulan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) sejak tahun 2011. Dulunya IBEP lebih familiar dengan nama International Accounting Program (IAP) setelah sempat menyandang nama Pre International Class (PIC) selama beberapa tahun. Hal tersebut dikarenakan Akuntasi satu-satunya program studi yang menjadi program unggulan kelas Internasional saat itu.

Seiring berjalannya waktu, IAP mengalami perkembangan dengan menambahkan dua program studi lainnya yaitu Ekonomi Manajemen (EKM) dan Ekonomi Pembangunan (EKP) pada tahun 2017. Pada saat yang bersamaan pula IAP berganti nama menjadi IBEP. Selama masa pengembangan IBEP, muncul pertanyaan dari beberapa mahasiswa. Apakah EKI akan ada juga kelas internasional?

“Target kita, semua prodi di S1 akan dibuat kelas internasional. Kalau memungkinkan tahun 2019 akan dibuka untuk EKI.” Ujar Dr. Abd. Jamal, SE., M.Si selaku Wakil Dekan 1 bagian Akademik saat dijumpai di ruangannya (24/04).

Namun beliau juga menambahkan bahwasanya perlu persiapan yang matang terlebih dahulu terutama pada bagian pengajar, agar dapat terwujudkan di tahun 2019 mendatang. Selagi menunggu persiapan, beliau juga mengatakan akan ada indikator tertentu agar dapat masuk ke kelas internasional. Salah satunya adalah mampu mempertahankan ip di tingkat yang baik.

“Tanggapan terkait antusiasme, tentu positif sekali, mereka ingin jadi unggul. Kita sambut positif, maka kita coba tahun berikut ini.” Papar Abd. Jamal terhadap antusiasme mahasiswa EKI dalam menyambut kelas internasional EKI.

Belajar di kelas internasional tentu saja harus memiliki kemampuan berbahasa inggris yang baik. selain itu, kompetensi dalam belajar juga diutamakan. Maka, IBEP membuat sistem eliminasi agar program kelas internasional benar-benar menjadi kelas unggulan terlebih dari segi kemampuan bersaing mahasiwa di kancah internasional nantinya. IP menjadi tolak ukur utama setelah kemampuan berbahasa inggris. Bagi mahasiswa yang tidak mampu bersaing nantinya, diberikan izin untuk mengundurkan diri.

Bagi mahasiswa tahun 2017 yang tertarik belajar di kelas internasional, peluang terbuka lebar. Karena kelas internasional bukanlah program studi namun berupa kelas. Maka, dibolehkan kepada mahasiswa tahun 2017 atau yang bersemester 3 atau 4 untuk ikut mendaftarkan diri di kelas internasional asalkan tidak sendirian. Dalam artian, ada beberapa yang mendaftarkan diri baru akan dibuka kelas.

Untuk gedung atau ruangan sendiri, IBEP diberikan ruang belakang atas dan sedang direnovasi. Dengan pengadaan fasilitas yang semakin diperbaharukan dan konfirmasi dari Wakil Dekan Bagian Akademik menjadi harapan tersendiri bagi mahasiswa EKI agar kelas internasional untuk EKI akan segera terwujud di tahun 2019 mendatang.(Sul)