Mahasiswa Ekonomi Unsyiah Gelar Bakti Sosial Untuk Korban Gempa Pidie Jaya

Mahasiswa Ekonomi Gelar Bakti Sosial Ke Pijay (Dok. Panitia)

Mahasiswa Ekonomi Gelar Bakti Sosial Ke Pijay (Dok. Panitia)

Meuredu – Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah berhasil menggelar Bakti Sosial untuk korban gempa di Mukim Peuduek, Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya. Kegiatan difokuskan ke 2 Desa, yaitu Gampong Tuha dan Gampong Panton Raya

Kegiatan ini merupakan serangkaian kegiatan amal yang dilakukan oleh KBM FEB Unsyiah. Sebelumnya juga telah dilakukan konser amal yang berlangsung di Aula FEB Unsyiah sabtu malam.

Total dana sumbangan yang terkumpul sebesar Rp15.106.000, seluruhnya digunakan untuk membeli keperluan sembako dan perlengapan tidur untuk pengungsi disana.

Tim Relawan FEB Unsyiah bergerak dari Kampus pukul 15.00 WIB, tim relawan yang terdiri dari 57 mahasiswa FEB Unsyiah berangkat menggunakan motor dengan sistem touring yang dipandu langsung oleh anggota UKM Economic Otomotif Club (EOC).

Mahasiswa Ekonomi Membagikan Sembako dan Pakaian Anak (Dok. Panitia)

Mahasiswa Ekonomi Membagikan Sembako dan Pakaian Anak (Dok. Panitia)

Tim Relawan FEB berfokus memberikan bantuan di 2 Desa, yaitu Gampong Tuha dan Gampong Dayah Raya, keduanya berlokasi di Kecamatan Trienggadeng, Pidie Jaya.

Kondisi getak geografis kedua desa yang jauh dari jalan raya dan merupakan desa buntu, pengungsi di kedua desa ini pun kekurangan kebutuhan pangan dan pakaian anak.

Menurut pantauan tim relawan, setidaknya 70% dari rumah penduduk di kedua desa tersebut mengalami kerusakan, rumah milik Bapak Adnan yang tak jauh dari Meunasah Gampong Tuha misalnya, rumahnya kini tak lagi bisa dihuni, ruang tamu dan kamar tidurnya hancur setelah dihentak Gempa 7 Desember lalu.

Kini separuh dari penduduk kedua desa terpaksa mengungsi di halaman meunasah dan halaman rumah penduduk yang cukup untuk didirikan tenda. Mereka masih shock dengan bencana gempa bumi Rabu lalu, mereka kini berharap agar cepat dating bantuan dari pemerintah untuk membangun kembali rumah mereka yang rusak akibat Gempa Bumi.

Proses distribusi bantuan pun berjalan dengan lancar, bantuan sembako dan pakaian anak diterima langsung oleh Geuchik dari kedua desa tersebut. Setelah proses penyerahan bantuan, anak-anak dari kedua Desa pun diajak untuk bermain bersama untuk memulihkan psikis anak-anak korban gempa dari trauma. (Jo, Abu)