Syarat dan Ketentuan Lomba Fotografi “Everyday Heroes”

Lomba Fotografi LPM Perspektif (Dokumentasi Perspektif)

Lomba Fotografi LPM Perspektif (Dokumentasi Perspektif)

 

SYARAT DAN KETENTUAN


 

Tema Lomba Foto:

  • Everyday Heroes (Pahlawan dalam kehidupan sehari hari)

Ketentuan Umum:

  • Pendaftaran lomba foto ini GRATIS
  • Setiap peserta maksimal dapat mengirimkan 3 (tiga) foto
  • Terbuka untuk seluruh mahasiswa khusus Aceh (Banda Aceh dan Aceh Besar)
  • Foto merupakan hasil karya sendiri, belum pernah diikusertakan dalam perlombaan
  • Foto tidak diperbolehkan mengandung unsur non-fotografi, seperti tanda tangan, frame, watermark, pornografi, SARA, dll.
  • Olah digital yang diperbolehkan hanya sebatas perbaikan kualitas foto (sharpening, cropping, color balance, contrast & brightness, dan saturasi warna), dalam ekstensi .JPG dan berisikan data EXIF.
  • Teknik fotografi yang digunakan bebas, foto dapat berupa landscape, hitam putih, street photography, foto jurnalistik, dll.
  • Foto sesuai tema, “Everyday Heroes” berupa foto Human Interest yang mengedepankan sisi orang/profesi/kegiatan yang memiliki manfaat bagi banyak orang.
  • Batas terakhir pengiriman foto pada tanggal 18 Maret 2016 pukul 15.00WIB
  • Pengumuman pemenang diumumkan tanggal 20 Maret 2016 di website www.persfe.com
  • Foto yang diikutsertakan dalam lomba ini adalah karya asli peserta
  • Foto yang berhasil masuk dalam kategori pemenang akan menjadi hak panitia, dan panitia berhak mempublikasikannya dalam media dengan “Tidak menghilangkan hak cipta pemilik foto”
  • Pemenang lomba akan mempresentasikan hasil fotonya pada saat pembukaan pameran foto
  • Pemenang lomba wajib menghadiri pembukaan pameran foto, pembagian hadiah akan dilaksanakan pada saat pembukaan pameran (21 Maret 2016)
  • Keputusan dewan juri bersifat mutlak, mengikat dan tidak dapat diganggu gugat
  • Panitia tidak bertanggungjawab terhadap pelanggaran hak cipta dan tuntutan hukum dari pihak lain

Mekanisme Pendaftaran:

  • Pendaftaran dilakukan dengan mengirimkan foto, hasil scan KTM (Kartu Tanda Mahasiswa), nomor handphone, BBM/LINE (opsional) dan hasil scan Slip SPP semester berjalan melalui e-mail.
  • Subjek e-mail: NIM_NAMA_JUDUL KARYA dengan mengirimkan ke alamat e-mail redaksi.persfe@gmail.com

Isi e-mail:

  • Nama:
  • NIM:
  • Fakultas, Universitas:
  • No. Hp:
  • BBM/LINE (opsional):
  • Alamat Tinggal:

Lampiran email:

  • Hasil Scan KTM
  • Hasil Scan Slip SPP Semester Berjalan
  • Foto yang dilombakan (maks. 3 foto)

Format rename foto:

  • Judul Foto_Caption_Keterangan(dimana foto diambil)
  • Setiap foto yang dikirim, wajib disertai penjelasan singkat mengenai foto tersebut dalam ekstensi .DOC (maksimal 50kata/foto)

Penilaian Foto:

  • Kreativitas
  • Mutu Teknis
  • Estetika
  • Keunikan
  • Nuansa Islami

Pemenang Lomba:

  • Pemenang perkategori tema akan kami pamerkan pada acara pameran foto di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (21-24 Maret 2016)
  • Para pemenang lomba foto akan menerima uang tunai dan sertifikat penghargaan
  • Pengambilan hadiah tidak dapat diwakilkan

Contact Persons:

  • Wahyu (085206976468 / line: mwswhyu)
  • Fathur (085275391648 / line: fathurmufti)

UKM PA-LH Metalik Lakukan Ekspedisi S.223 di Tangse

Ekspedisi s223 UKM PA-LH Metalik (Sumber: Metalik)

Ekspedisi s.223 UKM PA-LH Metalik (Sumber: Metalik)

Darussalam – Salah satu Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Syiah Kuala, UKM PA-LH METALIK akan melakukan ekspedisi pendakian gunung di Tangse, Kab. Pidie pada tanggal 20 Februari s.d 5 Maret 2016 mendatang.

UKM PA-LH METALIK memang sering melakukan ekspedisi-ekspedisi pada pegunungan di berbagai daerah, tak hanya di Aceh, bahkan pegunungan di luar Aceh.

Untuk pendakian yang akan diadakan pada waktu dekat ini UKM tersebut memiliki tujuan ke puncak tanpa nama di kawasan pegunungan Lhe Sagoe, Tangse, Kab. Pidie dengan triangulasi S.223 dan ketinggian 2325 MDPL.

Pendaki dalam ekspedisi S.223 ini berjumlah lima orang yang merupakan anggota dari UKM PA-LH METALIK. Adapun nama-nama pendaki tersebut adalah Yolan Dirga (Kipen) (M.24.005), Harry Gunawan (Topan) (M.24.001), Reja Pahlawi (Jeko) (AM.25), Muhammad Achyar (Udo) (AM.25), Said Mirza (Gogok) (AM.25), dan T. M. Noumi (M.15005 AB).

Sosialisasi pada penduduk di desa setempat sudah dilakukan selama tiga hari sebelum dilakukannya pendakian, yaitu di desa Blang Pandak, Kec. Tangse, Kab. Pidie. Diperkirakan pendakian akan memakan waktu selama 12 hari pulang pergi (PP).

Adapun pelepasan para pendaki Ekspedisi S.223 akan dilaksanakan sehari sebelum ekspedisi, yaitu pada hari Jumat, (19/2/2016) di Lobby Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala. (Ibe)

Editor: Dimas

Minggu Depan, Aceh Auto Contest Akan Pamerkan Berbagai Jenis Otomotif

Banda Aceh – Bagi kamu yang tertarik dengan dunia otomotif, untuk mengisi waktu weekend kamu minggu depan kamu bisa datang ke Aceh Auto Contest 2015 yang akan dilaksanakan dari 28-29 November 2015 di Pelataran Parkir Stadion H. Dimurthala Lampineung, Banda Aceh. Kegiatan yang di organisir oleh Economic Otomotif Club (EOC) ini telah menjadi tolak ukur aktifnya komunitas-komunitas yang ada di kota Banda Aceh, karena dari berbagai rangkaian acara, hadir berbagai komunitas dari berbagai daerah di Aceh saling unjuk kemampuannya memodifikasi kendaraan.

12265752_625568627582276_1041945908798166225_o

Dalam acara yang mengusung tema “Create Your Vehicle to Your Pride” ini menyajikan berbagai rangkaian kegiatan acara yang menarik, yaitu Car Modification, Car Limbo, Audio SPL, Photography Competition, Fashion Show, dan juga tampil beberapa band lokal.

“Di kompetisi Aceh Auto Contest ini akan memamerkan mobil-mobil dan kendaraan yang diikuti oleh komunitas-komunitas otomotif dari seluruh Aceh, bahkan luar Aceh. Saat ini saja sudah 30 mobil dari 15 komunitas yang dipastikan ikut berpartisipasi,” ujar Dd Alfis Yuanda, Ketua Pelaksana Aceh Auto Contest 2015.

Pendaftaran dibuka sampai dengan 25 November 2015 dan dapat dilakukan dengan mengunjungi Basecamp EOC di The Stone Coffee Lampineung atau langsung datang ke Sekretariat EOC di Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala.

Informasi lebih lanjut dapat dengan menghubungi 082167701948 (Dd) dan 085370396129 (Syahrul) atau dapat mengunjungi halaman web www.economicotomotifclub.com. Kegiatan ini didukung oleh Fakultas Ekonomi Unsyiah, IMI Aceh, Kodam Iskandar Muda, Khupi Khop Teuku Umar, Danish, PT. Dunia Barusa, Safaraz Ban, ZOYA, Vivi Spa, PT. Kande Agung, Kupi Brownies Aceh, Mizan Coffee, Pamor Party, Central Plakat, Oz Radio Banda Aceh, Wisata Aceh, LPM Perspektif, dan Acehinfo.com.

Sepekan Expo Inkubator Tumbuhkan Jiwa Wirausaha Mahasiswa

_MG_0507

Inkubator Expo akan diadakan selama sepekan (Dimas/Perspektif)

 

Darussalam – Jelang pertengahan Oktober ini, Unit Kegiatan Mahasiswa Inkubator FE Unsyiah menggelar Inkubator Expo 2015 yang diselenggarakan di Aula Fakultas Ekonomi Unsyiah selama sepekan, yaitu dari 5-9 Oktober 2015.

Bertajuk My Business My Future, expo yang diisi oleh 17 stand dari berbagai wirausaha mahasiswa ini menarik perhatian mahasiswa serta komponen kampus yang berada di kampus. Beberapa stand wirausaha mahasiswa yang ada di expo ini menjual product-product yang bermacam rupa, mulai dari pernak-pernik, pakaian, makanan dan minuman, hingga jasa desain vector dengan berbagai jenis framing yang menarik.

Expo yang menggunakan dekorasi yang berwarna-warni dengan memadukan ala cafe ini juga akan menampilkan berbagai pertunjukkan di sela-sela hiruk pikuknya expo, antara lain akan menampilkan aksi Beat Box, Lomba Ranking 1, Hiburan Akustik dan Hip Hop, Lomba Menghias Kue, Perform Tarung Drajat, serta Lomba Merias Wajah dan Hijab.

Selaku Ketua Umum Inkubator FE Unsyiah, Teuku Sultan mengatakan bahwa Inkubator Expo ini sendiri, dulu sudah pernah dibuat sekitar 7 tahun yang lalu, dan kembali kami adakan untuk mendukung jiwa wirausaha mahasiswa di Unsyiah. Mahasiswa yang berwirausaha di Unsyiah masih minim didukung, padahal dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, usaha-usaha yang mereka jalankan akan berkembang. DAD

Besok, Community Festival Hadirkan Seminar dan Forum Komunitas

Seminar MEA dan Forum  KomunitasBanda Aceh – Komunitas @iloveaceh bekerjasama dengan BEM FISIP Unsyiah dan ASD Cooperative – Microfinance menggelar Community Festival 2015 yang akan dilaksanakan besok, Sabtu (30/5/2015) bertempat di Aula FISIP Unsyiah Darussalam, Banda Aceh.

Pada tahun ini, #CommFest2015 berupaya untuk mengumpulkan banyak input serta masukan dari sejumlah perwakilan atau lintas komunitas untuk membangun potensi kreativitas dan inovasi bagi kota/kabupaten yang ada di Aceh.

“Dengan adanya event komunitas ini, kita harapkan menjadi medium baru dalam mengembangkan ide-ide maupun semangat untuk berkarya baik melalui online/offline yang tentunya bermanfaat bagi masyarakat serta kemajuan Aceh kedepan,” sebut Ketua Pelaksana, Dara Elvia RS.

Dengan mengangkat tema “The Creativity of ASEAN Economic Community in Tourism for Social Movement”, #CommFest2015 akan menghadirkan dua agenda utama, yakni seminar Masyarakat Ekonomi ASEAN dan Forum Komunitas.

“CommFest2015 kali ini menjadi bentuk pergerakan sosial komunitas agar bisa menggali secara lebih spesifik sektor ekonomi kreatif dan peluang usaha dari setiap komunitas dalam menyiapkan mental untuk pemberlakuan MEA akhir tahun mendatang, serta melihat sektor pariwisata yang luput untuk dikemas dan dipromosikan oleh komunitas lewat keunikan dari masing-masing identitas komunitas itu sendiri,” ujar Dara.

Ada sekitar 13 jenis komunitas yang akan dilibatkan dalam perhelatan #CommFest2015 ini, meliputi Komunitas Media Sosial & IT; Komunitas Wirausaha; Komunitas Lingkungan & Alam; Komunitas Fotografi & Sinematografi; Komunitas Sosial Kemanusiaan & Pendidikan; Komunitas Seni Tari dan Budaya; Komunitas Musik Tradisional & Modern; Komunitas Kampus; Komunitas Fans Club; Komunitas Olahraga; Komunitas Lifestyle; Komunitas Wisata dan Sejarah; dan Komunitas Minat Khusus.

Selain menghadirkan sejumlah narasumber muda dan akademisi pada sesi seminar MEA, #CommFest2015 juga akan menghadirkan keynote speaker sebagai pembuka dalam seminar, yakni Tgk Nasruddin Ahmad yang kini menjadi pimpinan Dayah Entrepreneur Aceh.

Adapun sejumlah narasumber yang akan mengisi seminar, terdiri Direktur UKM Center FE Unsyiah Dr. Iskandarsyah Madjid, SE, MM, Presiden Wirausaha Muda Mandiri Chapter Aceh Mulya Khan, dan Inisiator Gampong Wisata Rencong Aceh Besar Ramadhan.

Dara menambahkan, selain dikhususkan untuk komunitas, acara yang terbatas untuk 150 peserta ini juga terbuka bagi kalangan umum dan mahasiswa yang tidak dipungut biaya alias gratis. Serta bagi yang ingin mendaftar untuk tempat bisa melalui nomor panitia dengan cara SMS.

“Bisa langsung SMS kami dengan format Nama (spasi) Nama Komunitas (spasi) Asal/Daerah ke nomor +6285277722011 sebagai bentuk keikutsertaan dalam seminar dan forum,” imbuh Dara.[]

Nangkring Kompasiana, Gerakan Nasional Non Tunai

Foto bersama Kompasianer (Foto: @iloveaceh)

 

Banda Aceh – Bank Indonesia dan Kompasiana mengadakan seminar Gerakan Nasional Nontunai yang bertemakan “Jelajah Nontunai” pada tanggal (25/4/2015) lalu di Kantor Bank Indonesia (BI) Provinsi Aceh. Gerakan yang mendorong dan meningkatkan kesadaran masyarakat melakukan transaksi pembayaran yang diyakini dapat mendukung sistem pembayaran yang aman, efisien dan lancar.

Seminar nontunai yang diselenggarakan oleh Kompasiana ini juga dimeriahkan dengan adanya live twitter, blog competition serta photo competition. Seminar yang diadakan di 5 kota besar yaitu Surabaya, Ambon, Banjarmasin, Makasar dan Banda Aceh ini merupakan salah satu sosialisasi untuk menggunakan nontunai. Pada seminar ini peserta yang hadir terdiri 70 orang blogger, 40 orang GENBI (Generasi Bank Indonesia), asosiasi, Pemerintah Daerah dan juga dari perwakilan bank umum lainya.

Sebelum seminar dimulai, para perserta menikmati coffee break yang telah disediakan oleh panitia Bank Indonesia. Kemudian seminar berlanjut dengan menggundang narasumber Trefiantoni mewakili DEP, Susanti Dewi mewakili BI, M.Sandi Pratama mewakili ASPI dan T. Munandar yang mewakili Kompasiana. Dalam Seminar tersebut jelaskan bagaimana Indonesia merupakan negara yang rendah menggunakan uang nontunai dan yang paling tinggi menggunakan uang tunai,yaitu sebanyak 99,4% yang padahal memiliki banyak kelemahan dalam melakukan transaksi. Serta menjelaskan apasaja keuntungan dalam menggunakan uang nontunai yang akan membuat masrakat lebih praktis aman dan cepat. Adapun instrumen pembayaran uang tunai yang itu bisa menggunakan APMK (Alat Pembayaran Menggunakan Kartu) atau bisa dengan menggunakan uang eletronik yang telah disediakan oleh penerbit.

Tantangan dalam mengubah sistem pembayaran menggunakan nontunai bukanlah sedikit adapun yang sangat sulit itu adalah mengubah perilaku masyarakat agar lebih percaya dengan pembayaran nontunai, lalu masih belum memahami keberadaan instrumen nontunai dan juga interkoneksi yang masih sangat terbatas. Oleh sebab itu Gerakan Nasional Nontunai melakukan sosialiasi yang melibatkan LKD, ASPI serta blogger untuk dapat memberikan informasi atau pemahaman tentang nontunai kepada masyarakat. Dengan begitu, akan banyak orang akan menggunakan uang nontunai, sehingga kegunaan uang tunai yang sekarang dapat diminimumkan.

Gerakan Nasional Nontunai juga telah banyak melakukan upaya agar sosialisai serta target pencanpaian agar Indonesia bisa menggunakan uang nontunai. Upaya yang telah dilakukan adalah peningkatan instrumen dan infrastruktur, menguatkan kelembagaan serta mekanisme. Adapun upaya yang lebih lanjut kedepannya antara lain mendorong agar kartu dari penerbit dapat dibaca oleh penerbit lain, pengembangan standar, koordinasi dengan pemerintah untuk penyediaan sarana pendukung, edukasi dan sosialisai lebih lanjut kepada masyarakat. Sehingga akan lebih memudahkan masyarakat dalam menggunakan uang nontunai. [Miftah]

Pengumuman Pemenang Lomba Foto Perspektif 2015

LOMBA FOTOTelah dilakukan penjurian Lomba Fotografi dengan tema ” Aceh Hidden Destination & Aceh Lifestyle

Hari Tanggal : Sabtu, 21 Maret 2015
Tempat : Sekretariat LPM Perspektif
Acara : Lomba Fotografi
Jumlah Foto : 49 Foto

Dengan ini memberitahukan bahwa peserta tertulis dibawah ini sebagai pemenang lomba foto perspektif 2015.

Pemenang Lomba Aceh Hidden Destination
– Fitria Ulfa, Ekonomi Manajemen Unsyiah “Hidden Beach Batee Plung”

Pemenang Lomba Aceh Lifestyle
– Reny Fharina, FKIP SENDRATASIK Unsyiah “Pulang”

 

Tertanda
Juri

 

Maret 2015, Unsyiah Kembali Adakan Job Fair

10991583_864261960303062_2477994373667274471_o

Darussalam – Seperti tahun lalu, Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) kembali mengadakan acara yang merangkul banyak perusahaan untuk mencari tenaga kerja yang handal. Pada tahun ini, Career Development Center  (CDC) Unsyiah kembali akan melaksanakan Job Fair pada tanggal 7-8 Maret 2015 yang bertempat di Gedung AAC Dayan Dawood, Unsyiah, Banda Aceh. Job Fair kali ini merupakan Job Fair perdana di tahun 2015, dimana sebelumnya CDC Unsyiah telah mengadakan 3 kali kegiatan serupa di tahun lalu.

Kegiatan yang diberi tajuk “UNSYIAH CAREER DAY” ini terbuka untuk umum, mencangkup tamatan SLTA/SMK/D3/S1/S2 dari Universitas/akademi/Sekolah Tinggi mana saja yang sedang mencari lapangan pekerjaan. Sistem yang digunakan pada Job Fair kali ini masih sama dengan tahun lalu, yaitu dengan membawa sebanyak-banyaknya Curriculum Vitae (CV) pada hari pelaksanaan karena pendaftaran akan dilakukan langsung di tempat.

Sebelumnya, pada tanggal 11, 12 dan 13 Februari 2015 CDC Unsyiah juga telah melaksanakan 3 pelatihan dasar untuk mendukung alumni yang ingin melamar kerja, yaitu Pelatihan Menulis CV, Pelatihan Strategi TPA & Psikotest, dan Pelatihan Interview Kerja.

Melihat dari rata-rata perusahaan yang terdaftar di Job Fair sebelumnya, diperkirakan akan ada lebih dari 15 perusahaan yang akan membuka stand lowongan kerja di Job Fair kali ini. Info lebih lengkap dapat mengunjungi website resmi CDC Unsyiah (http://cdc.unsyiah.ac.id) atau Facebook (http://www.facebook.com/cdc.unsyiah). []

Cang Pilem! Politik Adalah Musim

Negeri di bawah kabut
Banda Aceh  – Komunitas Tikar Pandan bekerja sama dengan In-Docs dalam seri Cang-pilem!–pemutaran dan diskusi film–bulan Januari ini akan memutarkan dua film dokumenter Indonesia. Program ini akan dilaksanakan pada Sabtu 17 Januari 2015 dengan tema Politik Adalah Musim. Film yang akan diputar adalah “Negeri Di Bawah Kabut” (Land Beneath The Fog) dan “Children of A Nation”
Film “Negeri Di Bawah Kabut” disutradarai oleh Shalahuddin Siregar dengan durasi 105 menit. Film ini mengangkat isu perubahan iklim. Di sebuah desa di lereng gunung, sekumpulan petani menghadapi perubahan tanpa mengerti alasannya. Sebagai komunitas petani yang mengandalkan sistem kalender tradisional Jawa dalam membaca musim, mereka dibuat bingung oleh musim yang sedang berubah. Muryati (30 th) dan Sudardi (32 th), berusaha memahami kenapa hujan turun lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Gagal panen dan harga jual yang terlalu murah menjadi ancaman. Sementara itu Arifin (12 th) dihadapkan pada pertanyaan; masa depan seperti apa yang ditawarkan kepadanya? Pada usia yang masih sangat muda, dia harus berhadapan dengan sistem sekolah negeri yang kompleks. Melalui kehidupan sehari-hari dua keluarga petani, Negeri di Bawah Kabut membawa kita melihat lebih dekat bagaimana perubahan musim, pendidikan dan kemiskinan saling berkaitan satu sama lain. Film ini akan diputar jam 16.00.
Film Children of A Nation berkisah tentang sebuah negara menjadi pusat perhatian demokrasi dunia pada tahun 2009. Indonesia, negara yang baru menapakkan kakinya dalam kehidupan ber-demokrasi mendapatkan sebutan sebagai salah satu negara terbaik yang dapat menyelenggarakan pemilihan umum secara demokratis. Demam demokrasi dan “pilpres” terekam dalam setiap nafas bangsa ini. Kondisi ini juga semakin dihangatkan dengan pemberitaan media dan kampanye politik yang semakin agresif. Baru saja 10 tahun lalu, dunia menyaksikan kejatuhan Suharto yang dipicu oleh gerakan reformasi mahasiswa. Sekarang, bangsa ini menjadi saksi mata pertarungan ‘orang-orang kuat’ untuk memperebutkan tampuk kekuasaan yang juga melibatkan beberapa mantan Jendral dengan jejak rekam khusus dalam hal pelanggaran Hak Asasi Manusia. Film ini disutradarai oleh Sakti Parantean dengan durasi 77 menit. Film akan diputar pada pukul 20.00.
Pemutaran film bertempat di Episentrum Ulee Kareng, Jl. Tgk. Menara VIII, No. 8, Garot, Aceh Besar (depan Kantor Pemadam Kebakaran Kota Banda Aceh). Acara ini tanpa karcis. Informasi: Putra (085262673007).
Program ini merupakan kerja sama antara Komunitas Tikar Pandan, Goethe-Institut Indonesia,In-Docs, Forum Lenteng, Polyglot Indonesia-Chapter Aceh, ruangrupa, Liberty Language Center, Aneuk Mulieng Publishing, Episentrum Ulee Kareng, Sekolah Menulis Dokarim, Kedai Buku Dokarim, Metamorfosa Institute, Epicentrum Entertainment, LPM Perspektif Unsyiah, AJI Banda Aceh, IloveAceh, Banda Aceh Info, Persatuan Alumni Jerman (PAJ)-Aceh, AJI Banda Aceh, Suarakomunikasi.com, Infoscreening. []

Tiga Wirausahawan Muda Unsyiah Pamer Produk Di EXPO Wirausaha Indonesia

mahasiswa dan pembimbing, ki-ka, Tommy, Taufan, Ridha, Emy, EvaBanda Aceh – Sejumlah mahasiswa yang merupakan peserta Program Wirausaha Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) menghadiri kegiatan EXPO Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia yang berlangsung, Rabu (26/11/2014) di Politeknik Jember, Jawa Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Direktorat Pendidkan Tinggi (Dikti), Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Tommy Harvie, salah satu peserta mewakili Unsyiah dari Fakultas Ekonomi (FE) membawa produk “KOMOS” kopi luwak liar untuk dipamerkan dalam expo tersebut, Muhammad Ridha Iskandar dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) membawa Indie Photobooth Aceh, dan Taufan Adistya dari FE dengan kaos airbrush dengan brandingvenbrush”. Ketiga peserta wirausaha dari Unsyiah ini merupakan binaan UKM Center Unsyiah. Ikut serta dalam rombongan yang mewakili Unsyiah, Evayani (dosen Fakultas Ekonomi & UKM Center Unsyiah) dan Emi Nurmasyita (staff biro rektor Unsyiah).

anang mengenakan kopiah meukutopEXPO yang berlangsung selama empat hari tersebut dihadiri oleh 60 Universitas dari seluruh Indonesia yang memamerkan produk-produk wirausaha mahasiswa. Tak hanya EXPO, terdapat juga seminar para wirausahaan dari Kota Jember dan klinik wirausaha yang turut dihadiri oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) asal kota Jember, Anang Hermansyah yang memberikan materi seminar dan motivasi kewirausahaan sekitar 2 jam, lalu kemudian mengunjungi stand-stand program mahasiswa wirausaha universitas dari setiap daerah.

“Pengunjung yang datang tidak hanya membeli dan melihat barang unggulan produk masing-masing universitas, tapi juga sebagian besar mengikuti seminar wirausaha nasional yang juga sepaket dengan rangkaian acara expo kewirausahaan ini,” ujar M Ridha Iskandar. []