Polemik Larangan Bercadar di Kampus, Bagaimana dengan FEB Unsyiah?

Polemik Larangan Bercadar di Kampus, Bagaimana dengan FEB Unsyiah? (Foto : google)

Bercadar merupakan suatu hal yang sudah tidak asing lagi terutama di kalangan civitas akademika FEB Unsyiah. Tak sedikit pula dari jumlah mahasiswi yang menggunakan cadar. Tentunya bagi mereka yang menggunakan cadar punya alasan dan tujuan yang kuat.

Tujuan utama mereka bercadar ialah untuk menutup aurat. Melindungi diri dari tindak asusila serta terhindar dari fitnah. Jika ditinjau dari tujuannya menggunakan cadar merupakan suatu hal yang positif dan merupakan salah satu anjuran menurut agama Islam. Namun mengapa sebagian masyarakat masih saja beranggapan bahwa mereka yang bercadar tergolong kaum radikal.

Seperti halnya kejadian yang baru-baru ini terjadi di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Dimana pihak kampus sendiri mengeluarkan peraturan yang melarang mahasiwanya untuk bercadar. Tentu hal  ini menuai banyak aksi protes dari berbagai kalangan, mulai dari organisasi mahasiswa (Ormawa), organisasi masyarakat (Ormas), ulama, serta MUI.

Aturan yang dibuat ini dinilai sebagai bentuk tindakan preventif untuk mencegah radikalisme dan fundamentalisme, “Kami melihat gejala itu, kami ingin menyelamatkan mereka, jangan sampai mereka didoktrin sehingga mereka menjadi korban dari gerakan-gerakan radikal itu,” ujar Yudian Wahyudi selaku Rektor UIN Sunan Kalijaga. (Sumber: BBCIndonesia)

Tak itu saja, selain alasan pencegahan dari radikalisme terdapat pula alasan lain, yaitu Pedagogis. Mahasiswi yang menggunakan cadar dianggap mempersulit kegiatan pengajaran di kampus, dosen pengajar mendapati kesulitan dalam mengenal identitas mereka karena wajah mereka yang tertutup.

Lantas bagaimana dengan universitas lain yang tidak melarang mahasiswinya untuk bercadar, bukankah sejauh ini tidak ada masalah yang muncul terkait penggunaan cadar?

Untuk Unsyiah khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis sendiri yang terletak jelas di provinsi yang merupakan mayoritasnya penduduk kaum muslim, tidak ada aturan khusus yang mengatur penggunaan cadar selagi itu tidak mengganggu kenyamanan bersama.

Menanggapi permasalahan larangan penggunaan cadar ini, pihak kampus sendiri tidak setuju dengan apa yang dilakukan oleh UIN Sunan Kalijaga. Karena sadar bahwa bercadar merupakan salah satu bentuk dari menutup aurat. Hal ini dapat dilihat dari bagaimana dosen FEB  yang ikut berkomentar.

“Saya pribadi tidak pernah melarang mahasiswi untuk bercadar karena itu adalah hak mereka dan berkaitan dengan agama jadi sama sekali tidak bisa kita sentuh,” jelas salah satu Dosen Ekonomi Pembangunan, Fitriani,S.E.,M.Sc.

Sampai saat ini dosen FEB  mengaku tidak pernah mendapati kesulitan yang disebabkan oleh mahasiswi yang bercadar. Apalagi sampai kesulitan dalam hal berinteraksi serta tidak pernah menemukan salah satu dari mereka pengguna cadar yang menganut paham radikal,

Dapat dikatakan bahwa anggapan mereka yang memakai cadar adalah anggota teroris atau kelompok radikal merupakan suatu anggapan yang salah dan tidak mendasar.

“Jika tindakan pencegahan radikalisme dijadikan sebuah alasan maka kalau begitu kelompok radikal ini bisa dari siapa saja, tak hanya dari yang bercadar ini, dan juga saya mempunyai mahasiswa yang bercadar dan juga beberapa dosen lainnya, Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada masalah dalam berkomunikasi maupun lainya, karena walaupun mereka bercadar saya tetap bisa mengenali mereka melalui suara,” tambahnya. (Sal, AH)

ASENeT 2018 : Berangkat dari Ekonomi Kreatif

ASENeT 2018 : Berangkat dari Ekonomi Kreatif (Foto: Susilo/Perspektif)

Darussalam – Asean Student Entrepreneurship Network (ASENeT) sukses dihelat di gedung AAC Dayan Dawood (15/3). Acara bertaraf Internasional yang diselenggarakan dua kali tersebut resmi dibuka oleh Dr. Iskandarsyah, S.E., MM. diikuti Rektor Universitas Syiah Kuala, dan Dr. Muhammad Dimyati.

“ASENeT adalah sebuah kegiatan dibidang kewirausahaan yang sudah kita mulai pada 2016 di Universitas Sains Malaysia dan di acara kedua kali ini kita berkesempatan menjadi tuan rumahnya,” ucap Iskandarsyah selaku ketua panitia ASENeT 2018.

Dalam pidato pembukaannya Rektor Universitas Syiah kuala menegaskan bahwa kita harus mendorong Entrepreneur agar menjadi bagian yang mempunyai kontribusi dalam membangun ekonomi. “Ekonomi Kreatif harus menjadi sorotan untuk ASEAN,” tambahnya.

“Pesan pak Jokowi kita harus menjadi pisat pendidikan teknologi dan peradaban di dunia, semua itu berangkat dari ekonomi kreatif”. Sambung Dr. Muhammad Dimyati, perwakilan dari Menristekdikti.

Acara pembukaan konferensi diikuti oleh mahasiswa baik lokal dan Internasional serta beberapa masyarakat lainnya. Di balik kegiatan tersebut, Expo yang telah dibuka terlebih dahulu (14/3) makin terlihat ramai oleh pengunjung. Deretan stan yang diisi oleh berbagai Universitas dan instansi seperti Inkubator, Universitas Sains Malaysia, Universitas Andalas, SOS children Village, BQ Darul Mizan, Universitas Negeri Riau, Universitas Teuku Umar, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Sebelas Maret, dan lain-lain.

“ASENeT tahun ini sangat meriah, so boleh kenal negara orang di Aceh dan boleh kenal dekat lagi dengan usahawan-usahawan Indonesia. First impression saya, yang menarik yang buat saya kagum ialah dia punya sistem sangat cepat dalam tangani kebutuhan acara,” ucap Siti Nurul Aishah Awang yang merupakan delegasi dari Malaysia.

ASENet kedua tahun ini diharapkan dapat membawa pengaruh positif yang besar bagi semua kalangan dalam berwirausaha. Kini saatnya menjalin relasi dengan teman-teman internasional. (Mev, lo).

DEA 14 Rebut Gelar Juara Umum HISO 2016

H. Aminullah Usman,S.E.,M.M. Menyerahkan Piala Kepada Juara Umum HISO 2016 (Dokumentasi Himaka)

H. Aminullah Usman,S.E.,M.M. Menyerahkan Piala Kepada Juara Umum HISO 2016 (Dokumentasi Himaka)

Tim Demisioner Menangkan Laga Final Sepakbola HISO 2016 (Dokumentasi Himaka)

Tim Demisioner Menangkan Laga Final Sepakbola HISO 2016 (Dokumentasi Himaka)

Perhelatan Akbar HISO (Himaka Sport Olimpic), Sabtu (30/4), ditutup secara resmi oleh Alumni Akuntansi H. Aminullah, Usman, SE., Ak., MM. di Stadion Mini Lambhuk dan dilanjutkan dengan kata-kata sambutan oleh ketua panitia Muhammad Ferdy Joely dan ketua Himaka Mujinarko Praja Manggala. Tak hanya mahasiswa, dosen dan para alumni juga turut berpartisipasi sebagai peserta dan pendukung suksesnya acara ini HISO (Himaka Sport Olimpic) ini.

HISO (Himaka Sport Olimpic) merupakan pekan olahraga tahunan yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Akuntansi (HIMAKA) yang menghimpun mahasiswa/i tiga program studi, yaitu S1 Akuntansi, D3 Akuntansi dan D3 Perpajakan. Kegiatan yang berlangsung mulai tanggal 2 hingga 23 April 2016 ini berjalan dengan sukses dan meriah.

Penutupan Pekan Olahraga ini dimeriahkan dengan penyelengaan Final Sepak Bola di Stadion Mini Lambhuk sore tadi. Para suporter yang memadati stadion Mini Lambhuk turut larut dalam keseruan partai final yang memertemukan Tim Demisioner dan DEF 14 yang begitu semarak dengan teriakan para penonton.Cabang Olahraga Sepak Bola ini dimenangkan oleh Demisioner yang diperkuat oleh Romy, Kautsar, Mufied, H. Aminullah Usman dengan skor 3:0 gol pertama oleh Fuad, gol kedua oleh Rully dan gol ketiga oleh Dika. Adapun juara II sepakbola dimenangkan oleh DEF 14 dan juara III disabet oleh tim EKA 14.

Pembagian Hadiah Kepada Salah Satu Pemenang HISO (dokumentasi Himaka)

Pembagian Hadiah Kepada Salah Satu Pemenang HISO (dokumentasi Himaka)

Sekretaris Panitia HISO (Himaka Sport Olimpic) Muhammad Fachrizal, melaporkan bahwa seluruh rangkaiaan Pekan Olahraga Mahasiswa Akuntansi tahun 2016 telah sukses terselenggarakan dimana berbagai kegiatan perlombaan terlaksana dengan baik dan sukses.

DEA 14 yang keluar sebagai juara umum, merupakan satu-satunya tim dari D-III yang pernah menjadi juara umum di turnamen olahraga HISO 2016.

“Selamat saya ucapkan untuk yang menjuarai Cabor di HISO 2016 ini, tetap jaga solidaritas dan mari membantu Himaka lebih jaya lagi Himaka Jaya!” tutup Muyassir sebagai Sekretaris Umum Himaka 2016. (Kasmaliza/Himaka)

Pameran Foto di Area Hijau Fakultas Ekonomi

Reza Erfiandes

Foto Campus Life menghiasi Area Hijau Fakultas Ekonomi Unsyiah. (Reza/Perspektif)

Banda Aceh | Rabu (02/04/2014) Fakultas Ekonomi Unsyiah dihiasi oleh foto-foto yang menggambarkan sisi kehidupan kampus. Pameran foto yang bertema Campus Life ini merupakan agenda dari kegiatan fotografi LPM Perspektif. Acara yang dibuka oleh Pembantu Dekan III, Nashrillah Anis, S.E., M.M. ini memamerkan kegiatan serta kehidupan di sekitar Fakultas Ekonomi. Ini merupakan acara tahunan dengan tujuan merekam sejarah Fakultas Ekonomi dalam foto, juga dipamerkan foto pemenang lomba foto Campus Life lalu yang berjudul “Alih Fungsi Trotoar Ancam Pejalan Kaki” oleh M. Roestian.

Reza Erfiandes (8)

Seorang mahasiswa tampak menikmati foto yang dipamerkan. (Reza/Perspektif)

Mizla Sadrina selaku Pemimpin Umum LPM Perspektif berkata, ”Dalam kegiatan ini kami ingin seluruh mahasiswa tahu bahwa ‘Ini lho Ekonomi itu’, dengan seluruh komponen dan unsur-unsur didalamnya sehingga orang-orang yang sebelumnya hanya mengetahui Fakultas Ekonomi itu hanya kampus, sekarang mengetahui bahwa Fakultas Ekonomi bukanlah hanya kampus, tetapi menjadi rumah bagi mahasiswa/i nya.” (02/04). “Pameran ini akan berlangsung selama 3 hari kedepan, sampai hari Jumat. Kami harap dengan adanya kegiatan seperti ini, mahasiswa tidak hanya datang ke kampus hanya untuk mengikuti kelas saja, tetapi juga berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan kampus yang telah disediakan.” tambah Muammar Ilyas selaku Ketua Panitia Pameran Foto (02/04)

Pameran yang mengambil tempat di area hijau Fakultas Ekonomi ini mendapat respon positif, ini terlihat dari voting ‘Like or Dislike’ yang menampilkan lebih banyaknya ‘Like’ ketimbang ‘Dislike’. [dimas]