Menggerakkan Perubahan Mahasiswa, iESA Gelar Pelatihan Penulisan Essai

Acara Workshop Penulisan Essai iESA (Fitri/Perspektif)

Darussalam – Islamic Economics Students Association (iESA) sebagai Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) termuda di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah menyelenggarakan acara Pelatihan Penulisan Essai (PPE) sebagai program kerja pertama tahun ini pada Sabtu, (23/4/2016) di Aula Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala. Acara yang bertema “Menuangkan Idealisme melalui Penulisan Esai untuk Menciptakan Perubahan” ini diikuti oleh 60 peserta internal. Dihadiri oleh delegasi dari Badan Eksekutif Mahasiswa, Dewan Perwakilan Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan dan Unit Kegiatan Mahasiswa FEB Unsyiah dan Aminullah Usman, S.E.,A.k.,MM selaku ketua MES (Masyarakat Ekonomi Syariah) Aceh.

Laporan Ketua Panitia sekaligus kata sambutan disampaikan oleh Haikal Saputra selaku Ketua Umum iESA, ia sangat berharap agar acara ini mampu membuat mahasiswa lebih aktif. “Acara PPE ini dibuat agar mahasiswa mampu lebih aktif melalui tulisan, terpenting mahasiswa dari Ekonomi Islam agar mampu menulis dan menggerakkan perubahan Ekonomi Islam”, katanya.

Dr. M. Shabri Abd.Majid, M.Ec selaku Ketua Jurusan Ekonomi Islam mengatakan, beliau dikenal oleh Rektor Universitas Syiah Kuala saat menjadi mahasiswa karena menulis. Besar harapannya agar mahasiswanya mampu menulis dan tulisannya dimuat di media untuk ajang promosi jurusan Ekonomi Islam yang baru berjalan 2 tahun lebih. Sebagai bukti kerjasama antara MES Aceh dan iESA, Ketua Jurusan Ekonomi Islam, Shabri memberikan jurnal Ekonomi Islam kepada Aminullah serta penandatangan MoU.

“Jika dulu mahasiswa mampu menurunkan Presiden dengan menduduki gedung DPR setelah satu dekade lewat, mahasiswa sekarang tentu berbeda dalam penyampaian aspirasinya. Salah satunya dengan tulisan, mahasiswa mampu menuangkan ide dan pendapatnya. Semoga salah satu cara agar itu bisa terwujud yaitu dengan dilaksanakannya acara PPE ini”, tambah ketua devisi Litbang, Ilham. (Ftrdafya)

Editor: FAA

Menciptakan Mahasiswa Berprestasi Melalui Karya Tulis Ilmiah

Mirna Indriani S.E.,M.Si.,A.k. sedang memberikan pelatihan penulisan Karya Tulis Ilmiah (Syura/Perspektif)

Mirna Indriani S.E.,M.Si.,A.k. sedang memberikan pelatihan penulisan Karya Tulis Ilmiah (Syura/Perspektif)

Darussalam – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unsyiah, Sabtu (9/4/2016) menggelar Pelatihan Karya Tulis Ilmiah sebagaiacara tahunan dengan mengusung tema “Menciptakan Mahasiswa Berprestasi Melalui Karya Tulis Ilmiah”,di Balai Sidang Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unsyiah.

Acara yang dibuka secara resmi oleh ketua BEM FEB Unsyiah, Ade Aulia pada pukul 09.00 WIB ini berlangsung secara khidmat. Perwakilan undangan dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) juga turut berpartisipasi pada acara ini. Peserta pelatihan berjumlah 50 orang.

Pemateri menyampaikan materi mulai dari pengenalan, apa itu karya tulis ilmiah, bagaimana susunannya, serta tips dan trik untuk menghasilkan karya tulis ilmiah yang baik. Para peserta sangat antusias mengikuti pelatihan tersebut. Hal ini bisa dilihat ketika memasuki sesi tanya jawab, banyak peserta yang begitu bersemangat mengajukan berbagai pertanyaan seputar penulisan karya tulis ilmiah.

Melalui acara ini, para pemateri dan khususnya panitia berharap agar acara yang diselenggarakan bukan hanyalah bualan semata, akan tetapi setelah diadakannya pelatihan karya ilmiah diharapkan bisa memotivasi mahasiswa untuk menulis karya tulis ilmiah dan juga menghasilkan output yang berkualitas dan dapat dilombakan ke tingkat nasional yang nantinya dapat mengharumkan nama baik Jurusan, Fakultas, dan Universitas.(Tata)

Editor: Fitri

“Tak Sempurna Hanya Tanpa Jendela”

Ilustrasi/Kompasiana (kfk.kompas.com/Uling Sumbogo)

“Gubuk ini baru saja tegak berdiri 3 tahun lalu dan kita telah membangunnya bersama selama lebih dari 6 tahun, memang terkadang bocor ketika hujan, panas ketika terik, bahkan beberapa tiang mulai roboh ketika badai, mungkin kita juga sudah sangat “lelah” menghadapi perubahan cuaca tak menentu ini. Wajar, sangat manusiawi, sekali-sekali, tebersit di hati ingin gubuk yang lebih baik, mudah-mudahan saja kita tak mencari gubuk yang lain hanya karena ia tak sesempurna seperti gubuk lainnya yang terlihat sempurna dari luar…..

terlebih kini terdapat lubang besar menganga di dindingnya sehingga menggoyahkan tiang penyangga utamanya. Kita harus tenang. Jika bersabar, mungkin, kita akan mampu memperbaiki segalanya. Memang akan lama… namun jika kita melakukannya bersama, kuyakin akan indah walau sangat lelah. Karena kita bersama namun jika sudah tak ingin bersama di gubuk ini. Sudahlah… tak apa, jangan memaksakan diri dan jangan sekali-sekali mengajakku meninggalkannya, gubuk ini, gubuk kita ini karena aku kan tetap di sini.

walau sendiri… akan kuperbaiki, akan kupegang erat tiang penyangganga utamanya agar gubuk ini berdiri kembali. Akan kuperbaiki atap- atap bocornya, akan kuperbaiki semuanya walau tak sempurna di mata mereka. Dan yang terpenting akan kuperbaiki lubang dindingnya… menjadi sebuah jendela. Takkan kubiarkan siapa pun memasuki gubuk ini hingga kau kembali… membuka jendela ini… bersama… karena gubuk ini sedari dulu kita bangun bersama.

Ya, bersama kita akan melihat kesempurnaan dalam kekurangan di gubuk ini, melihat taman-taman indah nan menawan di pelataran melalui jendela ini… bersama melihat kesempurnaan gubuk ini dari dalam. Bukan seperti orang-orang yang selalu melihat ketidaksempurnaan di sini hanya karena mereka melihatnya dari luar….

Dari Luar Jendela..

Banda Aceh, 3 Oktober 2008